cover
Contact Name
Dian Yosi Arinawati
Contact Email
dianyosi@umy.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalkgumy@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Insisiva Dental Journal : Majalah Kedokteran Gigi Insisiva
ISSN : 22529764     EISSN : 26859165     DOI : 10.18196/idj
Core Subject : Health,
Insisiva Dental Jurnal memberikan informasi tentang ide, opini, perkembangan dan isu-isu di bidang kedokteran gigi meliputi klinis, penelitian, laporan kasus dan literature review.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 1 (2021): May" : 6 Documents clear
Perbedaan Tingkat Pemahaman Pengetahuan pada Anak Tunarungu antara Penyuluhan Metode Komik dan Video Alphianti, Likky Tiara; Rahma, Firda Tsani Aulia
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 10, No 1 (2021): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.v10i1.11245

Abstract

Adanya hambatan pada proses berbicara dan berbahasa sehingga menyebabkan kesulitan dalam berkomunikasi merupakan hal yang dialami oleh anak tuna rungu. Indera penglihatan menjadi hal penting yang dapat dimanfaatkan dengan optimal untuk berkomunikasi oleh anak tuna rungu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkapkan ada tidaknya perbedaan tingkat pemahaman anak tuna rungu terhadap kesehatan gigi-mulut setelah diberikan penyuluhan antara 2 metode, yaitu komik dan video. Desain penelitian yang digunakan adalah eksperimental kuasi. Sampel dipilih dengan teknik total sampling pada siswa tuna rungu (10-16 tahun) di SLBN 1 Bantul sesuai kriteria penelitian (N=14). Subjek pada kelompok 1 diberikan penyuluhan dengan metode komik dan kelompok 2 metode video. Data penelitian ini merupakan hasil penilaian kuesioner sebelum dan sesudah penyuluhan. Hasil uji statistik Wilcoxon menunjukkan bahwa baik pada kelompok 1 dan 2 tidak ada perbedaan antara pre-test dan post-test (p 0,05). Hasil uji Mann-Whitney didapatkan p 0,05, hal ini menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok. Kesimpulan pada penelitian ini adalah tidak terdapat perbedaan tingkat pemahaman terhadap kesehatan gigi dan mulut sebelum dan setelah pemberian penyuluhan antara metode komik dan video pada anak tuna rungu.
Gargling Effect of Zamzam Water on Salivary pH Fadlun Alawiyah; Shanty Chairani; Danica Anastasia
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 10, No 1 (2021): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.v10i1.10178

Abstract

Caries is a multifactorial infection disease that happened during the decrease of salivary pH caused by acids from bacterial metabolism. Bicarbonate is an important buffer component in saliva that can help neutralize salivary pH. Zamzam water has high bicarbonate content. This study aimed to evaluate the effect of gargled with Zamzam water on salivary pH. This experimental research was done with pre-test and post-test control group design involving 40 dentistry students at the University of Sriwijaya aged 18-23 years old, with DMF-T score ≤3. Samples were divided into 2 groups, the Zamzam water group, and thedistilled water group. Samples gargled their mouth with 10 ml of a 25% sucrose solution for one minute, then saliva was collected with spitting method and salivary pH was measured with digital pH meter and recorded as initial pH. Samples then gargledwith 20 ml of  Zamzam water or distilled water according to each group for one minute, then saliva was collected in the same way as before, and pH was measured and recorded as final pH. Data were analyzed with paired t-test and Mann-Whitney. The result showed that salivary pH increased significantly after gargled with Zamzam water (p0,05). The mean difference of salivary pH aftergargled with Zamzam water was statistically higher than distilled water (p0,05). In conclusion, Gargled with Zamzam water can increase salivary pH.
Pemberian Madu Rambutan (Nephelium lappaceum) Menurunkan Luas Luka dan Kadar Malondialdehid Tikus Diabetes Melitus Euis Reni Yuslianti; Afifah B. Sutjiatmo; Dita Septiani
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 10, No 1 (2021): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.v10i1.8245

Abstract

Diabetes melitus merupakan kelainan metabolik yang disebabkan oleh kenaikan kadar gula darah. Luka pada penderita diabetes dapat menjadi ulkus yang melibatkan radikal bebas. Madu rambutan mengandung tinggi antioksidan yang berfungsi sebagai penyembuhan luka. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh madu rambutan terhadap luas luka dan kadar Malondialdehid (MDA) mukosa mulut tikus Wistar diabetes melitus. Metode penelitian adalah eksperimental laboratoris. Sampel penelitian menggunakan 36 ekor tikus jantan galur Wistar. Semua tikus diinduksi aloksan untuk mendapatkan keadaan diabetes, kecuali kelompok kontrol negatif. Semua tikus diberi perlukaan dengan menggunakan punch biopsy berdiameter 4 mm pada palatum dalam kelompok kontrol positif, kontrol negatif, dan kelompok madu rambutan. Terminasi dilakukan pada hari ke-0, ke3, ke-7, dan ke-14 sebanyak 3 ekor tikus pada setiap kelompok serta dilakukan pengukuran luas luka dan pembacaan MDA jaringan. Uji analisis statistik menggunakan uji One Way ANOVA dan uji Kruskall Wallis (p 0,05). Hasil penelitian menunjukkan madu rambutan dapat menurunkan luas luka pada hari ketujuh dan keempat belas serta menurunkan kadar radikal bebas MDA luka diabetes melitus. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian madu rambutan dengan kandungan antioksidan dapat menurunkan luas luka dan kadar radikal bebas malondialdehid plasma darah tikus diabetes sehingga berpotensi untuk obat penyembuh luka rongga mulut manusia dengan diabetes melitus.
Permainan Ular Tangga Meningkatkan Pengetahuan Kesehatan Gigi dan Mulut Anak Disabilitas Rungu Dini, Nabilah Nur; Agustin, Erna Dwi; Amurwaningsih, Musri
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 10, No 1 (2021): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.v10i1.9566

Abstract

Anak disabilitas rungu memiliki keterbatasan pendengaran sehingga mengalami hambatan dalam perkembangan bahasa. Keterbatasan tersebut mempengaruhi tingkat pengetahuan anak terhadap informasi yang didapatkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penyuluhan menggunakan permainan ular tangga dalam peningkatan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut pada anak disabilitas rungu di SLB Negeri Semarang. Penelitian ini menggunakan rancangan Experimental dengan pre and post test group design. Sampel diambil dengan teknik total sampling yaitu seluruh siswa disabilitas rungu di SLB Negeri Semarang berjumlah 45 anak. Penelitian ini dilakukan sebanyak 5 kali pertemuan. Data dinalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan, menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan (p0,05) pada data sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan menggunakan permainan ular tangga yang artinya terdapat pengaruh pada penyuluhan menggunakan permainan ular tangga terhadap peningkatan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut anak disabilitas rungu. Kesimpulan penelitian ini adalah penyuluhan menggunakan permainan ular tangga berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut pada anak disabilitas rungu.
Prevalensi Maloklusi Anak Usia 9-11 Tahun di SD IT Insan Utama Yogyakarta Farani, Wustha; Abdillah, Moh Irvan
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 10, No 1 (2021): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.v10i1.7534

Abstract

Maloklusi adalah ketidaksesuaian dari hubungan rahang atau gigi yang tidak normal. Maloklusi dapat menyebabkan terjadinya resiko karies dan penyakit periodontal. Derajat keparahan malokulusi berbeda-beda dari rendah ke tinggi yang menggambarkan variasi biologi individu. RISKESDAS tahun 2013 melaporkan sebanyak 25,9% penduduk Indonesia mempunyai masalah gigi dan mulut. Prevalensi maloklusi di Indonesia masih sangat tinggi sekitar 80% dari jumlah penduduk dan merupakan salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang cukup besar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui prevalensi maloklusi gigi pada anak usia 9-11 tahun di SD IT Insan Utama Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, yaitu dilakukan dengan cara mendeskripsikan data prevalensi maloklusi gigi pada anak usia 9-11 tahun. Populasi penelitian berjumlah 216 anak, berdasarkan kriteria inklusi didapatkan 149 anak yang menjadi responden penelitian. Penelitian ini dilakukan dengan cara melihat kondisi gigi yang mengalami maloklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 149 anak usia 9-11 tahun di SD IT Insan Utama, maloklusi kelas I sebanyak 82 anak dengan prevalensi 57,3%, maloklusi kelas II sebanyak 62 anak dengan prevalensi 41,6%, maloklusi kelas III sebanyak 5 anak dengan prevalensi 3,3%. Maloklusipada anak laki-laki sebanyak 49 orang (59.8%) dan pada anak perempuan sebanyak 33 orang (40.2%). Prevalensi tertinggi Maloklusi kelas Isebanyak 82 anak (57.3%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah total prevalensi maloklusi pada semua kategori pada anak usia 9-11 tahun di SD IT Insan Utama Yoyakarta sebesar 61.7% untuk anak laki-laki dan 38.3% untuk anak perempuan. Prevalensi paling besar terdapat pada maloklusi kelas I.
Penatalaksanaan Bedah Periapikal Molar Pertama Maksila pada Instrumen Endodontik Patah Regia Aristiyanto; Aqilla Tiara Kartikaningtyas
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 10, No 1 (2021): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.v10i1.8877

Abstract

Instrumen endodontik patah merupakan salah satu komplikasi yang paling sering terjadi pada perawatan saluran akar. Pengambilan intrumen yang patah dari saluran akar merupakan prosedur yang sulit, terutama ketika menembus hingga periapikal. Laporan kasus ini bertujuan menyajikan penatalaksanaan bedah pengambilan instrumen endodontik patah pada periapikal gigi molar pertama maksila. Seorang pria berusia 29 tahun dirujuk ke departemen konservasi gigi karena mengeluhkan sakit yang tumpul dan intermiten pada gigi molar pertama kiri atas dan bertambah sakit ketika menggigit. Pasien menjelaskan telah menjalani perawatan saluran akar yang tidak lengkap sekitar 2 bulan yang lalu. Pemeriksaan klinis menunjukkan terdapat tumpatan sementara pada permukaan oklusal molar pertama kiri atas dan respon positif pada pemeriksaan perkusi. Berdasarkan pemeriksaan radiograf periapikal, terdapat sebuah segmen file patah yang ekstrusi keluar dari akar mesio bukal dengan obturasi saluran akar yang tidak hermetis pada saluran akar. Pengambilan instrumen patah dilakukan dengan bedah periapikal (teknik retrograde), selanjutnya dilakukan reseksi akar mesiobukal. Penatalaksanaan instrumen endodontik patah hingga daerah periapikal dengan bedah periapikal merupakan pilihan perawatan yang menunjukkan hasil dan prognosis yang baik.

Page 1 of 1 | Total Record : 6