Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Distribusi Frekuensi Fraktur Gigi Permanen di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Farani, Wustha; Nurunnisa, Wasi'a
Insisiva Dental Journal Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Insisiva Dental Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cedera dapat mengenai di berbagai kalangan usia mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, dan lansia. Cedera dapat mempengaruhi pada jaringan keras dan jaringan pendukung di rongga mulut. Setiap negara memiliki frekuesi cedera yang berbeda-beda setiap tahunnya. Di Negara berkembang sering terjadi kecelakaan lalu lintas, hal ini menjadi penyebab paling umum fraktur gigi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui frekuensi fraktur gigi yang sering terjadi.Jenis penelitian ini adalah observasional deskriptif dengan desain cross sectional. Subyek penelitian terdiri dari 114 pasien di RSGM UMY. Pengambilan data menggunakan data sekunder pasien di tahun 2016.Berdasarkan data yang diperoleh dianalisis menggunakan Statistical Package for Science (SPSS). Pengolahan data menggunakan statistik deskriptif untuk mengetahui frekuensi dan persentase fraktur gigi pada kelompok usia, jenis kelamin, etiologi dan jenis gigi yang terlibat.
Prevalensi Premature Loss Gigi Desidui Pada Anak Usia 9-10 Tahun Farani, Wustha; Dewi, Aryani
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.7295

Abstract

Premature loss pada gigi desidui merupakan keadaan gigi desidui yang hilang atau tanggal sebelum gigi penggantinya mendekati erupsi yang disebabkan karena karies, trauma dan kondisi sistemik. Premature loss dapat menyebabkan pengurangan panjang lengkung gigi dan migrasi gigi antagonis yang menyebabkan rotasi, berjejal dan impaksi gigi permanen. Tujuan penelitian untuk mengetahui prevalensi premature loss gigi desidui pada anak usia 9-10 tahun. Desain penelitian ini adalah deskriptif dengan studi penelitian cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 216 anak dan berdasarkan kriteria inklusi didapatkan 63 anak yang menjadi responden penelitian. Penelitian ini dilakukan di SD IT Insan Utama dengan cara melihat kondisi gigi yang mengalami premature loss. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 63 anak usia 9-10 tahun di SD IT Insan Utama, 41.2% mengalami premature loss pada gigi molar satu (m1), 37.3% pada gigi kaninus (c) dan 21.6% pada gigi molar dua (m2). Premature loss pada anak laki-laki sebanyak 38 anak (60.3%) sedangkan pada anak perempuan sebanyak 25 anak (39.7%). Prevalensi tertinggi premature loss adalah pada anak usia 9 tahun, yaitu sebanyak 36 anak (57.1%) dari 63 sampel anak, serta prevalensi tertinggi pada regio posterior sebanyak 18 anak (58.1%). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu prevalensi premature loss pada anak usia 9-10 tahun di SD IT Insan Utama adalah sebesar 29.16%.
Prevalensi Maloklusi Anak Usia 9-11 Tahun di SD IT Insan Utama Yogyakarta Farani, Wustha; Abdillah, Moh Irvan
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 10, No 1 (2021): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.v10i1.7534

Abstract

Maloklusi adalah ketidaksesuaian dari hubungan rahang atau gigi yang tidak normal. Maloklusi dapat menyebabkan terjadinya resiko karies dan penyakit periodontal. Derajat keparahan malokulusi berbeda-beda dari rendah ke tinggi yang menggambarkan variasi biologi individu. RISKESDAS tahun 2013 melaporkan sebanyak 25,9% penduduk Indonesia mempunyai masalah gigi dan mulut. Prevalensi maloklusi di Indonesia masih sangat tinggi sekitar 80% dari jumlah penduduk dan merupakan salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang cukup besar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui prevalensi maloklusi gigi pada anak usia 9-11 tahun di SD IT Insan Utama Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, yaitu dilakukan dengan cara mendeskripsikan data prevalensi maloklusi gigi pada anak usia 9-11 tahun. Populasi penelitian berjumlah 216 anak, berdasarkan kriteria inklusi didapatkan 149 anak yang menjadi responden penelitian. Penelitian ini dilakukan dengan cara melihat kondisi gigi yang mengalami maloklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 149 anak usia 9-11 tahun di SD IT Insan Utama, maloklusi kelas I sebanyak 82 anak dengan prevalensi 57,3%, maloklusi kelas II sebanyak 62 anak dengan prevalensi 41,6%, maloklusi kelas III sebanyak 5 anak dengan prevalensi 3,3%. Maloklusipada anak laki-laki sebanyak 49 orang (59.8%) dan pada anak perempuan sebanyak 33 orang (40.2%). Prevalensi tertinggi Maloklusi kelas Isebanyak 82 anak (57.3%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah total prevalensi maloklusi pada semua kategori pada anak usia 9-11 tahun di SD IT Insan Utama Yoyakarta sebesar 61.7% untuk anak laki-laki dan 38.3% untuk anak perempuan. Prevalensi paling besar terdapat pada maloklusi kelas I.
Prevalensi Premature Loss Gigi Desidui Pada Anak Usia 9-10 Tahun Wustha Farani; Aryani Dewi
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.7295

Abstract

Premature loss pada gigi desidui merupakan keadaan gigi desidui yang hilang atau tanggal sebelum gigi penggantinya mendekati erupsi yang disebabkan karena karies, trauma dan kondisi sistemik. Premature loss dapat menyebabkan pengurangan panjang lengkung gigi dan migrasi gigi antagonis yang menyebabkan rotasi, berjejal dan impaksi gigi permanen. Tujuan penelitian untuk mengetahui prevalensi premature loss gigi desidui pada anak usia 9-10 tahun. Desain penelitian ini adalah deskriptif dengan studi penelitian cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 216 anak dan berdasarkan kriteria inklusi didapatkan 63 anak yang menjadi responden penelitian. Penelitian ini dilakukan di SD IT Insan Utama dengan cara melihat kondisi gigi yang mengalami premature loss. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 63 anak usia 9-10 tahun di SD IT Insan Utama, 41.2% mengalami premature loss pada gigi molar satu (m1), 37.3% pada gigi kaninus (c) dan 21.6% pada gigi molar dua (m2). Premature loss pada anak laki-laki sebanyak 38 anak (60.3%) sedangkan pada anak perempuan sebanyak 25 anak (39.7%). Prevalensi tertinggi premature loss adalah pada anak usia 9 tahun, yaitu sebanyak 36 anak (57.1%) dari 63 sampel anak, serta prevalensi tertinggi pada regio posterior sebanyak 18 anak (58.1%). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu prevalensi premature loss pada anak usia 9-10 tahun di SD IT Insan Utama adalah sebesar 29.16%.
Distribusi Frekuensi Fraktur Gigi Permanen di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Wustha Farani; Wasi'a Nurunnisa
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.7193

Abstract

Cedera dapat mengenai di berbagai kalangan usia mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, dan lansia. Cedera dapat mempengaruhi pada jaringan keras dan jaringan pendukung di rongga mulut. Setiap negara memiliki frekuesi cedera yang berbeda-beda setiap tahunnya. Di Negara berkembang sering terjadi kecelakaan lalu lintas, hal ini menjadi penyebab paling umum fraktur gigi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui frekuensi fraktur gigi yang sering terjadi.Jenis penelitian ini adalah observasional deskriptif dengan desain cross sectional. Subyek penelitian terdiri dari 114 pasien di RSGM UMY. Pengambilan data menggunakan data sekunder pasien di tahun 2016.Berdasarkan data yang diperoleh dianalisis menggunakan Statistical Package for Science (SPSS). Pengolahan data menggunakan statistik deskriptif untuk mengetahui frekuensi dan persentase fraktur gigi pada kelompok usia, jenis kelamin, etiologi dan jenis gigi yang terlibat.
IMPLEMENTASI PROGRAM PROMKESGILUT BERBASIS POSBINDU DI DUSUN TALKONDO Arya Adiningrat; Wustha Farani
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.169 KB) | DOI: 10.18196/ppm.43.629

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian dari kesehatan tubuh yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya sebab kesehatan gigi dan mulut akan mempengaruhi kesehatan tubuh keseluruhan. Menurut data Riskesdas 2018 sebanyak 57,6% penduduk Indonesia bermasalah gigi dan mulut selama 12 bulan terakhir, tetapi hanya 10,2% yang mendapat perawatan oleh tenaga medis gigi. Hal tersebut dapat terjadi karena masih rendah-nya motivasi masyarakat dalam menjaga kesehatan gigi dengan perawatan dan pemeriksaan rutin ke tenaga kesehatan. Masyarakat cenderung akan datang, jika sudah dalam kondisi sakit. Rendahnya motivasi tersebut dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan masyarakat terkait dengan masalah kesehatan gigi dan mulut. Berdasarkan telah terbentuknya kader promosi kesehatan gigi dan mulut di wilayah Kecamatan Srandakan yang bekerja sama dengan Posbindu Bisma Remaja Masjid Islahul Umam Dusun Talkondo, pada tahun ini pada pelaksanaan tahun kedua diwilayah tersebut melakukan kegiatan dengan program implementasi pengukuran kesehatan gigi anggota binaan Posbindu Bisma. Selama kegiatan berlangsung, dilakukan pengambilan nilai pra perlakuan dan pasca perlakuan untuk mengetahui tingkat kesehataan gigi anggota binaan. setelah dilakukan analisa statistic, hasil nilai Asymp. Sig. (2- tailed) sebesar 0.001. Dari nilai Asymp. Sig yang diperoleh, dapat diartikan bahwa terdapat perbedaan nilai kesehatan gigi antara pra perlakuan dengan pasca perlakuan (sig. <0.05). Hasil tersebut dapat menunjukkan informasi, bahwasannya perlakuan yang diberikan kepada anggota binaan memiliki pengaruh.
PENINGKATAN PENGETAHUAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT DI POSYANDU LANSIA NGUDI WARAS DAN PANTI ASUHAN MUSTIKA TAMA Azura Azza Tsabita; Indah Komala Dewi; Wustha Farani; Bayu Ananda Paryontri
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i3.8969

Abstract

ABSTRAKTingkat kesadaran masyarakat di Indonesia terhadap kesehatan gigi dan mulut cukup rendah, hal ini dapat dinilai dari jumlah masyarakat yang mengunjungi dokter gigi ketika kondisi gigi dan mulutnya bermasalah. Sebagai tenaga medis gigi, melakukan edukasi dan penyuluhan sebagai bentuk upaya preventif sangatlah penting. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut untuk mencegah peningkatan jumlah masalah gigi dan mulut di Indonesia. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah penyuluhan, pemeriksaan kesehatan umum serta kesehatan gigi yang dilaksanakan di Posyandu Lansia Ngudi Waras dan Panti Asuhan Mustika Tama. 61 pasien di posyandu lansia melakukan pemeriksaan kesehatan umum dan 23 diantaranya setuju untuk melakukan pemeriksaan gigi. Penyuluhan di Panti Asuhan Mustika Tama dilakukan dengan pre-test dan post-test sebagai indikator keberhasilan kegiatan. Acara ini diakhiri dengan sikat gigi bersama. Hasil pemeriksaan di Posyandu Lansia Ngudi Waras menunjukkan mayoritas warga mengalami hipertensi tingkat 2 dan hasil DMF-T termasuk kategori sedang berdasarkan penilaian WHO. Keberhasilan penyuluhan di Posyandu Lansia Ngudi Waras ditunjukkan dengan banyaknya jumlah peserta yang bersedia mengikuti saran rujukan perawatan gigi dan mulut di RSGM UMY. Hasil kegiatan penyuluhan di panti asuhan anak menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut dengan hasil post-test yang lebih tinggi dibandingkan pre-test serta terdapat keterampilan anak-anak melakukan teknik sikat gigi yang tepat. Kesimpulan kegiatan ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut setelah penyuluhan. Kata kunci: anak; kesehatan gigi dan mulut; lansia; penyuluhan ABSTRACTThe low level of society’s oral health awareness in Indonesia could be seen in the number of people who visit a dentist when they have an oral problem. As a dental health worker, public dissemination as a form of preventive and promotive treatment is important. This study aims to improve the knowledge of oral health to prevent the increased cases of oral problems in Indonesia. The methods used in this study are public dissemination, general and oral health examination. This study was held in Elderly Healthcare Center (EHC) Ngudi Waras and Mustika Tama Orphanage. 61 patients at EHC had a general health examination and 23 of them agreed to have an oral examination. Public dissemination was held in the orphanage with pre-test and post-test as an indicator and ended with toothbrushing along with the children. The result of the examination at EHC showed that most patients had hypertension grade 2 and the DMF-T score was in the moderate category based on WHO. Post-examination education and treatment referrals were carried out as a form of evaluation. The result of public dissemination was the increased score of the post-test. The conclusion is that there is an improvement of knowledge of oral health. Keywords: children; oral health; Elderly; dissemination
Initiation of Health Care Program in Busuran District Arya Adiningrat; Wustha Farani; Nur Rahman Ahmad Seno Aji
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.53.1090

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut merupakan komponen tidak terpisahkan dari kesehatan tubuh, karena kondisi gigi dan mulut memengaruhi kondisi kesehatan bagian tubuh lainnya. Menurut hasil Riskesdas 2018, secara umum, sebanyak 57,6% penduduk Indonesia memiliki masalah gigi dan mulut dengan proporsi penduduk yang mendapat perawatan oleh tenaga medis gigi masih sebesar 10,2%. Di Provinsi DIY, proporsi masalah gigi dan mulut sebesar 65,6% dengan proporsi masyarakat yang mendapat perawatan sebesar 16,4%. Upaya penanggulangan masalah kesehatan didasarkan pada upaya pengurangan risiko dan pelibatan aktif masyarakat Dalam pengabdian ini, penyuluhan kesehatan gigi dan mulut dan pelatihan pemeriksaan plak gigi diberikan kepada kader Posyandu Dusun Busuran. Sebelum dan sesudah penyuluhan, kader kesehatan diberi pretest dan posttest untuk mengukur tingkat pengetahuan kader mengenai kesehatan gigi dan mulut. Penyuluhan dilakukan dengan metode presentasi, sedangkan pelatihan pemeriksaan plak dilakukan secara demo dengan salah satu peserta menjadi subjek pemeriksaan. Sebanyak dua belas peserta yang terdiri atas sepuluh kader kesehatan dan dua anggota pemuda mengikuti kegiatan penyuluhan dan pelatihan. Dari sejumlah peserta tersebut, sebagian besar menjawab dengan benar lebih dari 60% total pertanyaan pada pretest, dan meningkat pada saat posttest. Program pengabdian ini diharapkan memberi banyak manfaat dan menjadi awal tumbuhnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan gigi dan mulut di Dusun Busuran
The Difference in The Level of Dental Caries Knowledge Based on Age and Gender Among Students Aged 13-15 Years Farani, Wustha; Salsabila, Assysaffa Ananda
Dentika: Dental Journal Vol. 26 No. 2 (2023): Dentika Dental Journal
Publisher : TALENTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/dentika.v26i2.13297

Abstract

According to Riskesdas 2018, caries or cavities show that 65.5% of children aged 12 years and 67.4% of children aged 15 years’ experience this condition. Despite its high prevalence, reports regarding the status of dental caries and the importance of oral hygiene in adolescents are still limited. The Islamic boarding school where several teenagers live has an independent and self-caring nature, which causes oral and dental health to be neglected. This study aims to determine differences in the level of knowledge of dental caries based on age and gender in students aged 13-15 years at the Ma'ahid Kudus Madrasah Tsanawiyah (MTS) Islamic Boarding School. Analytical observational research with cross-sectional methods. The selection of respondents was carried out using a proportional stratified random sampling technique. There was a significant difference in the level of knowledge of dental caries with age (p<0.05), and there was no difference based on gender (p>0.05). Based on the research results, the level of knowledge about dental caries of students aged 13-15 years at the MTS Maahid Kudus Islamic Boarding School is mostly in the good category.
PENYULUHAN KEBERSIHAN GIGI ANAK DI PEDUKUHAN KORIPAN Nyka Dwi Febria; Dian Yosi Arinawati; Ika Andriani; Wustha Farani; Nabila Hasna Fitria
Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Jember Vol 1 No 2 (2022): Jurnal Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Jember
Publisher : LP2M Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jpmunej.v1i2.137

Abstract

Poncosari is a subdistrict which has 24 hamlets. Koripan is one of the hamlets in Poncosari. Koripan became a place for community service activities by KKN (Kuliah Kerja Nyata) students of group 109 Muhammadiyah University of Yogyakarta in 2022. Community service aims to increase public knowledge about dental and oral health of TPA (Taman Pendidikan Al-Quran) children in Koripan hamlet . The service method is carried out by providing dental and oral health counseling to children. This activity was carried out with the community and youth organizations as TPA mentors. The results obtained are an increase in children's knowledge about dental and oral hygiene. The conclusion from the community service carried out can increase children's knowledge about health.