cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
ISSN : 14118033     EISSN : 26140101     DOI : 10.18196/mm
Core Subject : Health,
Jurnal Mutiara Medika Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (MMJKK) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta is a peer-reviewed and open access journal that focuses on promoting medical sciences generated from basic sciences, clinical, and community or public health research to integrate researches in all aspects of human health.
Arjuna Subject : -
Articles 21 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 3 (2011)" : 21 Documents clear
Perbedaan Angka Trombosit pada Pasien DHF Setelah Pemberian Transfusi PRP (Platelet Rich Plasma) dengan TC (Thrombocyte Concentrate) Sumantri, Triandari; Suryanto, -
Jurnal Mutiara Medika Vol 11, No 3 (2011)
Publisher : Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) atau Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue dengan manifestasi klinis demam, nyeri otot, dan/atau nyeri sendi yang disertai lekopenia, ruam, limfadenopati, trombositopenia dan diatesis hemoragik. Trombositopeni merupakan salah satu kriteria yang dikemukakan WHO sebagai diagnosis klinis DHF. Salah satu bentuk penanganan DBD adalah dengan cara pemberian transfusi trombosit. Sediaan transfusi trombosit ada dua macam yaitu PRP (Platelet Rich plasma) dan TC (Thrombocyte Concentrate) . Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbedaan angka trombosit pada pasien DHF setelah pemberian transfusi Platelet Rich Plasma (PRP) dengan Thrombocyte Concentrate (TC) di RSU PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Desain penelitian ini adalah deskriptif analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Data diperoleh dari bagian Rekam Medik RSU PKU Muhammadiyah Yogyakarta periode 1 Januari 2009 – 31 Mei 2010. Data yaitu angka trombosit pada pasien DHF sebelum dan sesudah diberikan transfusi PRP ataupun TC. Didapatkan 97 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dari penelitian ini. Dari penelitian ini didapatkan hasil uji statistik dengan Mann-Whitney test didapatkan nilai p = 0,739. Nilai p > 0 ,05 menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan angka trombosit antara pemberian transfusi PRP dengan TC pada pasien DHF.
Perbandingan Kualitas Es Batu di Warung Makan dengan Restoran di DIY dengan Indikator Jumlah Bakteri Coliform dan Escherichia coli Terlarut Rahmaniar, Shabrina Ari; Habib, Inayati
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 3 (2011)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v11i3.956

Abstract

Es merupakan bahan pendingin minuman yang dijual di berbagai tempat warung makan  dan restoran, tetapi es yang dikonsumsi tersebut dapat terkontaminasi oleh mikroorganisme patogen seperti Coliform dan Escherichia coli yang dapat menimbulkan penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan es batu warung makan dan restoran yang dikonsumsi oleh masyarakat di sekitar lingkungan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dan masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini merupakan eksperimental laboratorik. Jenis penelitian ini adalah survey menggunakan desain cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling sebanyak 20 sampel, terdiri dari 10  sampel es batu warung makan sekitar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dan 10 sampel es batu restoran di Daerah Istimewa Yogyakarta. Setiap sampel diperiksa nilai Most Probable Number ( MPN) melalui penanaman pada media Lactose Broth, BGLB, Mac. Conkay, dan pengamatan mikroskopik. Data dianalisis menggunakan Mann-Whitney Test. Hasil secara deskriptif, es batu di warung makan memiliki jumlah Coliform dan Escherichia coli lebih tinggi dibandingkan di restoran. Total Coliform di warung makan dan restoran sebanyak 32.718 /100ml, jumlah Coliform di warung makan sebanyak 17.775 /100 ml (54,3 %) dan di restoran sebanyak 14.943 /100ml (45,7%). Total Escherichia coli di warung makan dan restoran sebanyak 30.150 /100ml, jumlah Escherichia coli di warung makan sebanyak 16.439 /100 ml (54,5 %) dan di restoran sebanyak 13.711 /100ml (45,5%). Hasil secara statistik tidak terdapat perbedaan yang bermakna dengan tingkat signifikansi 0,504 (Coliform) dan 0,596 (Escherichia coli).
Pengukuran Tekanan Intraokular pada Mata Normal Dibandingkan dengan Mata Penderita Miop sebagai Faktor Risiko Glaukoma Rasyidah, Muflihatur; Setyandriana, Yunani
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 3 (2011)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v11i3.989

Abstract

Pengukuran tekanan intraokular merupakan pemeriksaan rutin yang penting pada mata dan merupakan salah satu tanda untuk mengetahui kondisi mata seseorang dalam menilai dinamika humor aquos. Tekanan intraokular adalah tekanan yang dihasilkan oleh isi bola mata terhadap dinding bola mata dan sangat bervariasi pada orang normal dan penderita miop. Mata miop lebih rentan terhadap efek peningkatan tekanan intraokular (TIO) dibandingkan pada mata normal (non-miop) dan terutama merupakan risiko tinggi akan terjadinya glaukoma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tekanan intraokular ( TIO) pada mata normal dibandingkan dengan pasien miop sebagai faktor risiko terjadinya glaukoma. Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan metode observasi klinik non randomize untuk mencari perbedaan hasil pemeriksaan tekanan intraokular (TIO) pada pasien mata normal dan mata miop. Analisi data menggunakan Independent Sampel T-Test. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata usia pasien mata normal 21,24 dan pasien miop 26,12. Rata-rata jenis kelamin pasien mata normal dan miop adalah  laki-laki yaitu 26  penderita (52,0 %). Uji statistik menunjukkan distribusi rata-rata tekanan intraokular pada pasien mata normal dan miop baik pada mata kanan maupun mata kiri tidak ada perbedaan yang bermakna (p 0,05). Disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang bermakna tekanan intraokular antara mata normal dan miop, tetapi dijumpai peninggian tekanan intraokular pada beberapa kasus miop dan mata normal pada penelitian ini.
Hubungan Asupan Makanan Anak Usia 0-2 Tahun terhadap Perkembangan Balafif, Nur Aini Abd. R; Kusbaryanto, -
Jurnal Mutiara Medika Vol 11, No 3 (2011)
Publisher : Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya peningkatan sumber daya manusia tidak dapat lepas dari keadaan gizi manusianya. Keadaan gizi buruk akan menghambat kualitas sumber daya manusia, karena keadaan gizi buruk terutama pada bayi usia 0-2 tahun yang merupakan periode kritis terhadap gangguan tumbuh kembang mempunyai dampak buruk terhadap perkembangan anak dan tingkat kecerdasannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan makanan anak usia 0-2 tahun dengan perkembangan motorik anak usia 2 tahun. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan rancangan crosssectional menggunakan pendekatan retrospektif. Subjek penelitian adalah anak usia 24-35 bulan sebanyak 55 anak. Data primer dikumpulkan dengan menggunakan wawancara dan kuesioner dan nilai observasi menggunakan Denver II. Analisis data univariabel menggunakan distribusi frekuensi, bivariabel menggunakan chi-square dan analisis multivariabel menggunakan condicional logistic regression. Hasil penelitian menunjukan anak yang tidak mendapatkan ASI eksklusif memiliki resiko keterlambatan perkembangan motorik 1,95 kali dibanding dengan anak yang mendapat ASI eksklusif (P=0,10 CI 95%: 0,91-4,18) meskipun secara statistik tidak bermakna. Anak yang diberi MP-ASI < 3 kali perhari memiliki 1 ,15 kali untuk mencapai perkembangan motorik normal dibanding dengan anak yang diberi MP-ASI ? 3 kali perhari (P=0,53  RR 0,68 CI 95% : 0,18-2,47). anak dengan ibu berpendidikan menengah kebawah tinggi memiliki risiko keterlambatan motorik 2,66 kali dibanding dengan anak yang ibunya berpendidikan (P=0,05 CI 95% : 0,87-8,16) sedang ibu yang pernah mendapat pendidikan non formal berbanding terbalik dengan perkembangan motorik anak (P=0,04  RR 0,39 (CI 95% : 0,14-1,06).
Aktivitas Antiproliferatif Ekstrak Metanol Daun Pereskia grandifolia Haw terhadap Berbagai Sel Kanker Karim, Aditya Krishar; Sismindari, -
Jurnal Mutiara Medika Vol 11, No 3 (2011)
Publisher : Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pereskia grandifolia (famili Cactaceae) atau biasa dikenal sebagai tanaman Tujuh jarum telah banyak dimanfaatkat masyarakat lokal di Malaysia dan China untuk mengobati berbagai jenis penyakit seperti diabetes, hipertensi, antikanker, antitumor, antiinflamasi dan antirematik. Penelitian ini bertujuan untuk mencari aktivitas antiproliferatif terhadap kultur sel kanker HCT-116, C2C12 dan 293A. Ekstrasi dilakukan secara maserasi dengan menggunakan metanol. Efek antiproliferatif diuji dengan menggunakan reagen WST-1 ((2-(4-iodophenyl)-3-(4-nitro-phenyl)-5-(2,4-disulfophenyl) -2H-tetrazolium monosodium salt)  selama 1, 2 dan 4 jam setelah inkubasi selama 72 jam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak methanol daun P. grandifolia bersifat antiproliferatif terhadap sel kanker kolon HCT-116 dengan IC50 yaitu 509,83µg/ml (1 jam), 503,60µg/ml (2 jam), 519,24µg/ml (4 jam) tetapi tidak bersifat antiproliferatif terhadap sel C2C12 dan 293A. Hasil ini mengindikasikan bahwa ekstrak methanol daun P. grandifolia bersifat selektif terhadap sel kanker HCT-116.
Pengaruh Mengkudu (Morinda citrifolia) terhadap Hipertensi pada Kelompok Usia Lanjut Indriawati, Ratna; Hartono, Ibnu Sarwo Edhie
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 3 (2011)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v11i3.962

Abstract

Hipertensi merupakan problem kesehatan yang sangat penting di masyarakat Indonesia. Obat untuk hipertensi semakin berkembang dari tahun ke tahun. Penelitian-penelitian untuk menemukan obat dengan efektifitas yang lebih baik dan efek samping seminimal mungkin terus berlanjut. Namun di sisi lain secara turun temurun sebenarnya telah dikenal pengobatan tradisional untuk mengatasi hipertensi, salah satunya adalah buah mengkudu (Morinda citrifolia) . Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh M. citrifolia terhadap hipertensi pada kelompok usia lanjut. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan penelitian pre test-post test randomized control group design. Subjek penelitian berjumlah 30 orang. Hasil uji analisis statistik untuk tekanan darah sistolik adalah terdapat penurunan tekanan darah sistolik sebelum dan sesudah minum kapsul ekstrak M. citrifolia yang bermakna secara statistik (p=0,00). Demikian juga dengan ekanan darah diastolik terdapat penurunan tekanan darah diastolik sebelum dan sesudah minum kapsul ekstrak M. citrifolia yang bermakna secara statistik ( p=0,00). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik pada lansia yang rutin minum kapsul ekstrak M. citrifolia secara teratur.
Perbandingan Korelasi Penentuan Tinggi Badan antara Metode Pengukuran Panjang Tibia Perkutaneus dan Panjang Telapak Kaki Aflanie, Iwan
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 3 (2011)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v11i3.991

Abstract

Identifikasi adalah menentukan identitas orang yang masih hidup atau sudah meninggal, berdasarkan temuan khusus yang terdapat pada orang tersebut. Penentuan tinggi badan memiliki arti yang penting dalam situasi dimana yang harus diperiksa hanya berupa potongan-potongan atau rangka tubuh, atau hanya sebagian dari tulang. Perkiraan tinggi badan bisa diperoleh dengan menggunakan formula regresi. Keakuratan dari formula regresi dalam menentukan tinggi badan seseorang dipengaruhi oleh pola dan proporsionalitas antara berbagai macam takaran dari berbagai bagian tubuh. Telah diketahui bahwa konsep alometri. Hubungan alometri diantara tulang – tulang adalah sistematis tapi tidak pasti. Pola penelitian yang digunakan adalah analisis cross sectional. Hasil yang dipantau berupa dalam bentuk persamaan regresi dan tingkat korelasi yang koefisien pada kedua bentuk persamaan. Hasil analisi penelitian diselesaikan dengan cara membandingkan koefisien korelasi dari metode pengukuran tibia perkutaneus dan metode pengukuran panjang telapak kaki. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa metode pengukuran panjang tibia perkutaneus memiliki korelasi yang lebih kuat terhadap tinggi tubuh seseorang dibandingkan metode pengukuran panjang telapak kaki. Koefisien korelasi (r) pada metode pengukuran tibia perkutaneus senilai 0,756 untuk tibia kanan dan 0,726 tibia kiri, dengan bentuk persamaan regresi y = 68,499 + 2,632x untuk tibia kanan dan y = 71,921 + 2,529x untuk tibia kiri. Koefisien korelasi (r) untuk metode pengukuran telapak kaki senilai 0,717 untuk telapak kaki kanandan 0,714 untuk telapak kaki kiri dengan bentuk persamaan regresi Y = 73,613 + 3,781X untuk telapak kaki kanan dan y = 74,214 + 3,756x untuk telapak kaki kiri.
Pengaruh Rebusan Daun Sukun (Artocarpus altilis) terhadap Kadar Trigliserida, Kolesterol Total dan Low Density Lipoprotein (LDL) Serum Darah Tikus Putih (Rattus norvegicus) Pramono, Ardi; Kesuma, Solikah Ulfa; Tazkiana, Nurul Hikma; Yunita, Rahma Alma
Jurnal Mutiara Medika Vol 11, No 3 (2011)
Publisher : Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya asupan SAFA (saturated fatty acid)  dapat meningkatkan risiko penyakit yang dipicu oleh dislipidemia, termasuk penyakit jantung koroner.Dislipidemia merupakan kelainan metabolisme lipid, yang antara lain ditandai dengan peningkatan kadar kolesterol, trigliserida, dan low density lipoprotein (LDL). Daun sukun (Artocarpus altilis) memiliki kandungan flavonoid, yang diperkirakan mempunyai efek menurunkan kadar trigliserida,kolesterol total, dan LDL. Penelitian ini akan mengkaji pengaruh rebusan daun A. altilis terhadap kadar trigliserida, kolesterol total dan LDL darah tikus putih (Rattus norvegicus) . Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental murni, dilakukan selama 28 hari pada tikus putih (Rattus norvegicus)  berjumlah 24 ekor, yang terbagi menjadi 4 kelompok, yaitu kelompok kontrol, dan tiga kelompok perlakuan (pemberian rebusan sebanyak 1,4 ml; 2,8 ml; 4,2 ml). Profil lipid yang diukur adalah kadar kolesterol total, LDL, dan trigliserida. Serum darah diambil sebelum induksi minyak babi, 1 minggu setelah diinduksi minyak babi, dan 2 minggu setelah diinduksi minyak babi. Analisis dengan paired T-testmenunjukkan perbedaan yang signifikan, dengan nilai signifikansi (p<0,001) antara kelompok rebusan 4,2 ml; 2,8 ml; 1,4 ml terhadap kelompok aquades.Penurunan kadar trigliserida, kolesterol total, dan kadar LDL terbesar terdapat pada dosis 4,2 ml. Disimpulkan bahwa pemberian rebusan daun A. altilis dapat menurunkan kadar trigliserida, kolesterol total, LDL serum tikus putih (Rattus norvegicus).
Pengaruh Ekstrak Buah Anggur Merah (Vitis vinifera L) terhadap Kadar Trigliserida Darah Tikus Putih ( Rattus novergicuss ) Orbayinah, Salmah; Permana, Kurnia Eka
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 3 (2011)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v11i3.987

Abstract

AbstrakBuah anggur memiliki kandungan proanthosianidin dan resveratrol yang berkaitan erat dengan pencegahan hiperlipidemia khususnya hipertrigliserida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak buah anggur merah (Vitis viniferra L.) terhadap kadar trigliserida darah tikus putih (Rattus norvegicus). Ekstrak anggur merah dibuat dalam berbagai dosis. Dosis I (100mg/200g BB/hari), dosis II(250mg/200g BB/2ml), dan dosis III (500mg/200g BB/hari). Pemberian ekstrak anggur merah dilakukan selama 10 hari. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kadar trigliserida yang signifikan sebelum dan sesudah perlakuan pada masing masing kelompok nilai (p 0,05). Pada uji statistik menggunakan one way Anova menunjukkan nilai p=0,000 (p 0,05). Dosis Uji I mengalami penurunan sebesar 32,80 ± 7,99 ml/dL, dosis Uji II yaitu 60,74 ± 2,15 ml/dL, Uji III yaitu 69,41±3,87ml/dL sehingga terdapat perbedaan kadar trigliserida darah tikus putih antar kelompok yang signifikan. Disimpulkan bahwa pemberian ekstrak anggur merah berpengaruh terhadap penurunan kadar trigliserida darah tikus putih secara bermakna
Pengaruh Pelatihan Gizi Metode Roleplay dan Audiovisual terhadap Tingkat Pengetahuan dan Sikap tentang Gizi di Wilayah Kerja Puskesmas Kasihan I, Bantul Hidayati, Titiek; Jati, Dhara Indah Kartika
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 3 (2011)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v11i3.992

Abstract

Malnutrisi yaitu ketidak seimbangan selular antara pemberian asupan nutrisi dan energi yang dikeluarkan. Upaya perbaikan gizi sudah banyak dilakukan di Puskesmas, salah satunya konseling. Tujuan penilitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pelatihan terhadap tingkat pengetahuan dan sikap tentang gizi di wilayah kerja Puskesmas Kasihan I, Bantul. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimental dengan pre test-post test control group design dengan metode Roleplay dan metode audiovisual. Subyek penelitian ini adalah 30 ibu balita dengan status gizi kurang yang dibagi menjadi 2 kelompok (kelompok pelatihan dan kontrol). Analasis data menggunakan uji independent dan paired sample t-test. Hasil analisis statistik menggunakan paired sample t-test terhadap nilai rerata pre test dan post test pengetahuan serta sikap menunjukkan peningkatan, kenaikan rerata pengetahuan pada kelompok kontrol -0,4 tetapi tidak bermakna 0,57, kelompok pelatihan -3,1 yang bermakna 0,00 (p 0,05). Kenaikan rerata sikap pada kelompok kontrol 0,73 tetapi tidak bermakna 0,76, kelompok pelatihan -6,2 yang bermakna 0,00 (p 0,05). Pengaruh pelatihan gizi dengan terhadap tingkat pengetahuan dan sikap dengan independet sample t-test p=0,013 untuk pengetahuan dan p=0,001 untuk sikap (p 0,05). Hal ini dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pelatihan gizi dengan metode Roleplay dan audiovisual terhadap tingkat pengetahuan tentang gizi di wilayah kerja Puskesmas Kasihan I, Bantul. Kata kunci: Roleplay, Audiovisual, Pengetahuan, Gizi

Page 1 of 3 | Total Record : 21


Filter by Year

2011 2011


Filter By Issues
All Issue Vol. 25 No. 1 (2025): January Vol 24, No 2 (2024): July Vol 24, No 1 (2024): January Vol 23, No 2 (2023): July Vol 23, No 1 (2023): January Vol 22, No 2 (2022): July Vol 22, No 1 (2022): January Vol 21, No 2 (2021): July Vol 21, No 1: January 2021 Vol 21, No 1 (2021): January Vol 20, No 2: July 2020 Vol 20, No 2 (2020): July Vol 20 No 1: January 2020 Vol 20, No 1 (2020): January Vol 20, No 1: January 2020 Vol 19, No 2 (2019): July Vol 19 No 2: July 2019 Vol 19, No 2: July 2019 Vol 19, No 1 (2019): January Vol 19, No 1: January 2019 Vol 19 No 1: January 2019 Vol 18 No 2: July 2018 Vol 18, No 2: July 2018 Vol 18, No 2 (2018): July Vol 18, No 1 (2018): January Vol 18, No 1: January 2018 Vol 18 No 1: January 2018 Vol 17, No 2 (2017): July Vol 17 No 2: July 2017 Vol 17, No 2: July 2017 Vol 17, No 1 (2017): January Vol 17, No 1: January 2017 Vol 17 No 1: January 2017 Vol 16 No 2: July 2016 Vol 16, No 2: July 2016 Vol 16, No 2 (2016): July Vol 16, No 1: January 2016 Vol 16, No 1 (2016): January Vol 16 No 1: January 2016 Vol 15, No 2 (2015) Vol 15, No 2 (2015): July Vol 15, No 2 (2015) Vol 15, No 1 (2015) Vol 15, No 1 (2015) Vol 15, No 1 (2015): January Vol 14, No 2 (2014): July Vol 14, No 2 (2014) Vol 14, No 1 (2014) Vol 14, No 1 (2014): January Vol 14, No 1 (2014) Vol 13, No 3 (2013) Vol 13, No 3 (2013) Vol 13, No 2 (2013) Vol 13, No 2 (2013) Vol 13, No 1 (2013) Vol 13, No 1 (2013) Vol 12, No 3 (2012) Vol 12, No 3 (2012) Vol 12, No 2 (2012) Vol 12, No 2 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol 11, No 3 (2011) Vol 11, No 3 (2011) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol 9, No 2 (2009) Vol 9, No 2 (s) (2009) Vol 9, No 2 (s) (2009) Vol 9, No 2 (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol 9, No 1 (s) (2009) Vol 9, No 1 (s) (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol 8, No 2 (s) (2008): Oktober Vol 8, No 2 (s) (2008) Vol 8, No 2 (s) (2008): Juli Vol 8, No 2 (2008) Vol 8, No 2 (2008) Vol 8, No 1 (2008) Vol 8, No 1 (2008) Vol 8, No 1 (S) (2008): Januari Vol 8, No 1 (s) (2008): April Vol 8, No 1 (s) (2008) Vol 8, No 1(s) (2008): April Vol 7, No 2 (2007) Vol 7, No 2 (2007) Vol 7, No 2 (s) (2007): Oktober Vol 7, No 2 (s) (2007) Vol 7, No 2 (s) (2007): Juli Vol 7, No 1 (s) (2007) Vol 7, No 1 (2007) Vol 7, No 1 (s) (2007) Vol 7, No 1 (2007) Vol 6, No 2 (2006) Vol 6, No 2 (2006) Vol 6, No 1 (2006) Vol 6, No 1 (2006) Vol 5, No 2 (2005) Vol 5, No 2 (2005) Vol 5, No 1 (2005) Vol 5, No 1 (2005) Vol 4, No 2 (2004) Vol 4, No 2 (2004) Vol 4, No 1 (2004) Vol 4, No 1 (2004) Vol 3, No 2 (2003) Vol 3, No 2 (2003) Vol 3, No 1 (2003) Vol 3, No 1 (2003) Vol 2, No 2 (2002) Vol 2, No 2 (2002) Vol 2, No 1 (2002) Vol 2, No 1 (2002) Vol 1, No 2 (2001) Vol 1, No 2 (2001) More Issue