cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
ISSN : 14118033     EISSN : 26140101     DOI : 10.18196/mm
Core Subject : Health,
Jurnal Mutiara Medika Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (MMJKK) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta is a peer-reviewed and open access journal that focuses on promoting medical sciences generated from basic sciences, clinical, and community or public health research to integrate researches in all aspects of human health.
Arjuna Subject : -
Articles 19 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (s) (2009)" : 19 Documents clear
Analisis Kualitas Visum et Repertum Beberapa Dokter Spesialis pada Korban Kekerasan Seksual di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta Soularto, Dirwan Suryo; Cahyanti, Eki Siwi Dwi
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 9, No 1 (s) (2009)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v9i1 (s).1625

Abstract

Sexual abuse happens frequently in society. To sue or report the criminal, it needs medical evidence as a visum et repertum as a proof. Visum et repertum is considered as an expert description to justice medical expert or doctor and to other doctor. The good quality of visum et repertum can help the victim to have justice. The objective of this research is to acknowledges the quality of visum et repertum sexual abuse. The subject of this research is the results of visum et repertum which is made by gynecologist at RSU PKU Muhammadiyah Yogyakarta, began atMarch 2003 until November 2008for about 29 cases. The results of visum et repertum evaluated with using scoring method on from the adjusted Herkutanto journal. The quality of visum et repertum is measured using a scoring method consist of 19 variable. The results is presented in the form ofpercentage ; the quality is low if it is below 50%, moderate if 50%-75% and good if more than 75%. The result of visum et repertum quality is 27,4%, which is mean in low quality. This conclude this research that the quality of visum et repertum in sexual abuse is below standard.Kekerasan seksual sering terjadi di masyarakat. Untuk menuntut pelaku secara hukum, diperlukan adanya visum et repertum sebagai bukti adanya kekerasan seksual itu. Visum et repertum dinilai sebagai keterangan ahli kepada ahli kedokteran kehakiman atau dokter dan atau dokter lainnya. Visum et repertum yang berkualitas dapat membantu korban dalam mendapatkan keadilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas visum et repertum kekerasan seksual. Subjek penelitian ini adalah hasil visum et repertum yang dibuat dokter spesialis kebidanan dan kandungan pada korban dengan dugaan kekerasan seksual di RSU PKU Muhammadiyah Yogyakarta selama Maret 2003 sampai dengan November 2008 sebanyak 29 kasus. Hasil visum et repertum dinilai dengan menggunakan metode skoring atau nilai dari jurnal Herkutanto yang telah disesuaikan. Penilaian kualitas visum kekerasan seksual terdiri dari 19 variabel. Setelah didapatkan data masing-masing variabel, kemudian dianalisis. Hasilnya berbentuk persentase, kualitas rendah bila kurang dari 50%, sedang jika 50% - 75% dan bagus jika lebih dari 75%. Hasil penilaian kualitas visum yaitu 27,4 % yang berarti berkualitas buruk. Dari hasil penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa kualitas visum kekerasan seksual masih dibawah standar.
Prevalensi Infeksi Leptospira pada Kasus Suspect Fever Of Unknown Origin dengan Pemeriksaan Mikrobiologis di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta Habib, Inayati; Hafid, Wahyuni
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 9, No 1 (s) (2009)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fever is most common symptom who makes someone go to physician. Patient who have fever illness approximately 5-20% did not have clearly source infection, even the history of disease by history taking and physical examination well done before. Physician called fever did not have clear sources causes was fever of unknown origin. Most common bacteria caused fever of unknown origin is Leptospira. The research was conducted to identify the prevalence of leptospira infection in case suspect fever of unknown origin with microbiological examination in RS PKU Muhammadiyah. The design of this study was observational. The research subjects were patient at RS PKU Muhammadiyah with fever more than 3 days. The researcher used purposive sampling method primary and secondary data. Primary data by analysis subjects urine. Secondary data by medical record and did interview to the patient also distributed questionnaires. Result of this research was find prevalence of fever of unknown origin at RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta was 235 subjects (92,88%) from 253 subjects. Prevalence of Leptospira infection in suspect fever of unknown origin cases observed was 28,57%, 6 of 21 of the patient RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta.Demam adalah salah satu gejala paling umum yang menyebabkan seseorang dibawa ke dokter. Pasien yang mengalami demam, sekitar 5%-20% tidak mempunyai sumber infeksi yangjelas, bahkan setelah riwayat penyakit diteliti dan pemeriksaan fisik dilakukan. Kalangan medis menyebutkan bahwa demam yang tidak memiliki sumber yang jelas dikenal denganfever of unknown origin/ demam yang tidak diketahui penyebabnya. Umumnya bakteri yang menyebabkan demam tanpa sebab adalah Leptospira. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi prevalensi infeksi Leptospira pada kasus suspect fever of unknown origin dengan pemeriksaan mikrobiologis di RS. PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Desain penelitian ini adalah observasional. Subyek penelitian merupakan pasien RS. PKU Muhammadiyah dengan demam lebih dari 3 hari. Peneliti menggunakan metode pengambilan data primer dan sekunder. Data Primer dengan melakukan penelitian menganalisa urin subyek. Data sekunder diperoleh dari rekam medis pasien dan wawancara serta membagikan kuisioner. Hasil penelitian ditemukan bahwa prevalensi fever of unknown origin di RS. PKU Muhammadiyah adalah 235 subyek (92,88%) dari 253 subyek. Prevalensi infeksi infeksi leptospira pada kasus suspect fever of unknown origin yang telah diobservasi adalah 6 (enam) subyek (28,57 %) dari 21 jumlah pasien di RS. PKU Muhammadiyah Yogyakarta.
Pengaruh Pemberian Sambiloto (Andrographis paniculata Ness) terhadap Kadar Gula Darah pada Tikus Putih Diabetik Terinduksi Alloxan Orbayinah, Salmah; Haryono, Dedy
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 9, No 1 (s) (2009)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

DM type II is a metabolic disorder caused by the damage of a cells in pancreas. This condition causes the lack of insulin hormone secretion. Diabetes mellitus is characterized with high blood glucose level. The purpose of this study is to find out the effect administration of sambiloto to blood glucose level on alloxan-induced diabetic rats. The method of this study is pre-test, post-test controlled group design. Fifteen Wistar mice, 2 months age, ± 200 grams weight, divided into 3 groups. Negative control (without treatment), positive control (given glibenclamide; 0.1 mg/200grBW), and experiment group (oral administration of sambiloto 135 mg/200grBW), for 10 days. Blood glucose level measured with glucose reagent KIT. One way ANOVA and t-Test were used to analyzed this study. The average blood glucose level before and after given treatment in negative control were 207,47 ± 2,68 mg/dL and 208,59 ± 2,48 mg/dL (P<0,05), in positive control 211,72 ± 2,05 mg/dL and dan 89,39 ± 1,08 mg/dL (P<0,05), and in experiment group 212,37 ± 4,67 mg/dL and 117,62 ± 1,62 mg/dL (P<0,05). This study showed that administration of sambiloto a significantly could be used to decrease blood glucose level on alloxan-induced diabetic rats.DM tipe II merupakan kelainan metabolisme yang disebabkan oleh terjadinya kerusakan pada sel-sel a pankreas, sehingga hormon insulin disekresikan dalam jumlah sedikit. Ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh sambiloto terhadap kadar glukosa darah pada tikus putih diabetik induksi alloxan. Metode penelitian ini adalah pre-test, post-test controlled group design. Lima belas tikus Wistar, usia 2 bulan, berat ± 200 gram, dibagi menjadi 3 kelompok. Kontrol negatif (tanpa perlakuan), kontrol positif (glibenklamide; 0,1 mg/200grBB), dan kelompok uji (pemberian secara oral sambiloto 135 mg/200grBB), selama 10 hari pada tikus diabetik. Glukosa darah total subyek diukur degan reagen KIT glukosa. Data penelitian dianalisis dengan uji ANOVA satu jalan dilanjutkan dengan t-Test. Rata-rata kadar glukosa darah total sebelum dan sesudah perlakuan pada kontrol negatif adalah 207,47 ± 2,68 mg/dL dan 208,59 ± 2,48 mg/dL (P<0,05), kontrol positif 211,72 ± 2,05 mg/dL dan 89,39 ± 1,08 mg/dL (P<0,05), dan kelompok uji 212,37 ± 4,67 mg/dL dan 117,62 ± 1,62 mg/dL (P<0,05). Disimpulkan bahwa sambiloto secara signifikan dapat menurunkan kadar glukosa darah pada tikus putih diabetik induksi alloxan.
Pengaruh Terapi Alquran terhadap Skor Kecemasan dan Respon Fisiologis Sistem Neuromuskular pada Wanita Hamil Sari, Fitra; Sagiran, -
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 9, No 1 (s) (2009)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v9i1 (s).1622

Abstract

The pregnant woman often feels anxious (anxiety). One of physiologies response as consequences from this anxiety such as headache, increasing of blood pressure, and uncomfortable with stomach. One of relaxation method to minimize the anxiety is using Alquran therapy which can give calmness of soul. The purpose of this research is to decide about the effectiveness of Alquran therapy to minimize the score of anxiety at pregnant woman. The research design is experimental design with pre-post control group randomized control trial. Subject is pregnant woman who get treading of ante natal care (ANC) in the hospital, medical center, and BPS (Bidan Praktek Swasta) in Yogyakarta and Salatiga. Subject is divided into two groups, experiment group who get Alquran therapy (n=33) and second group is control group who get therapy with lyrics (n=30). Time of this research is two weeks. The result showed that there is significant decreasing of anxiety score in those groups (experiment group and control group). Neuromuscular score isn ’t get significant degradation in those groups. But, ifwe see it from mean difference of Alquran is bigger than neuromuscular score. Value assess of anxiety score before and after to experiment group p=0,000 and control group p=0,006. Difference of mean value between control and experiment group p=0,111. Mean values of differences of neuromuscular score before and after therapy, for experiment group p=0,215 and control p=0,942. Difference mean value of neuromuscular score between control and experiment p=0,186. The conclusion of this research is the guidance during pregnancy can decrease anxiety score (with Alquran therapy or with positive sentences which can give calmness to pregnant women), but at light level, Alquran therapy can ’t show significant result to decrease neuromuscular score.Kecemasan banyak dialami wanita hamil. Salah satu respon fisiologis yang muncul dari manifestasi kecemasan meliputi sakit kepala, naiknya tekanan darah dan rasa tidak nyaman pada perut. Salah satu metode relaksasi dalam menurunkan kecemasan adalah dengan menggunakan terapi Alquran yang dapat memberi ketenangan padajiwa. Tujuan penelitian ini adalah menentukan efektivivitas pendampingan dengan Alquran terhadap penurunan skor kecemasan pada wanita hamil. Desain penelitian yaitu eksperimental dengan pre-post control group randomized control trial. Subyek penelitian wanita hamil yang menjalani antenatal care (ANC) di Rumah Sakit Bersalin, Puskesmas dan Bidan Praktek Swasta (BPS) di Yogyakarta dan Salatiga. Subyek dibagi menjadi2 kelompok yaitu kelompok eksperimen yang mendapat terapi dengan Alquran (n=33) dan kelompok kontrol yang mendapat terapi dengan syair (n=30). Penelitian ini berlangsung selama 2 minggu. Hasil penelitian menunjukan terdapat penurunan skor kecemasan yang bermakna pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Skor neuromuskular tidak menurun secara bermakna pada kedua kelompok, namun dilihat dari selisih rata-rata Alquran lebih besar menurunkan skor neuromuskular. Nilai rerata skor kecemasan sebelum dan sesudah untuk kelompok eksperimen p=0,000 dan kelompok kontrol p=0,006. Nilai selisih rerata penurunan skor kecemasan kelompok kontrol dan eksperimen p=0,111. Nilai rerata perbedaan skor Neuromuskular sebelum dan sesudah, untuk kelompok eksperimen p=0,215, dan kelompok kontrol p =0,942, Nilai selisih rerata skor neuomuskular kelompok eksperimen dan kontrol p=0,186. Kesimpulan penelitian ini adalah pendampingan pada masa kehamilan dapat menurunkan skor kecemasan baik itu melalui terapi Alquran ataupun dengan memberikan kalima-kalimat positif yang dapat menenangkan jiwa. Pada tingkat ringan terapi alquran tidak menunjukan hasil yang bermakna dalam menurunkan skor neuromuskular.
Hubungan antara Riwayat Keluarga Hipertensi dengan Tekanan Darah setelah Berolahraga Isotonik pada Dewasa Muda Normotensif Jenie, Ikhlas Muhammad; Meiryisha, Sisti
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 9, No 1 (s) (2009)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v9i1 (s).1627

Abstract

Hypertension is divided into primary and secondary hypertension according to the causes. A secondary hypertension is caused by another disease, while a primary hypertension has an unknown cause but other factors such as genes and environmental issues can cause primary hypertension. The aim of this articles is to give a feature about blood pressure respons after exercise on young mature normotensive that have a family history of hypertension. The research design is a mixed semi-experimental method. The numbers of subjects are 45 people, divided in two groups. The first group consists of 23 people who have a family history of hypertension, and the second group consists of 22 people don ’t have a family history of hypertension. Every subject does an isotonic exercise using an ergometer cycle for 6 minutes. Before, during and after the exercise, the subject’s systole, diastole, and heart rates are measured. The comparison heart rate between the two groups was significant before (p=0,004), during (p=0,005), and after (p=0,002) isotonic exercise, and so did the increasing diastole pressure (p=0,030), no significant systole and diastole pressure results between the two groups in before, during, and after the exercise. The increasing of heart rate and diastole pressure, and also the recovery of heart rate, systole and diastole pressures did not differ between the two groups. It can concluded that familial history of hypertension influence the heart rate before, during, and after isotonic exercise, and also influence the increasing of systole pressure in normotensive young adults.Penyakit kardiovaskular adalah penyakit yang banyak menyebabkan kematian di Indonesia, salah satunya adalah hipertensi. Hipertensi adalah apabila tekanan darah sistolik mencapai 140 mm Hg atau lebih atau tekanan darah diastolik melebihi 90 mm Hg atau lebih. Hipertensi menurut penyebabnya digolongkan menjadi hipertensi primer dan sekunder. Hipertensi sekunder disebabkan oleh penyakit lain sedangkan hipertensi primer sampai sekarang belum diketahui penyebabnya akan tetapi faktor yang berperan adalah faktor genetik dan lingkungan. Tujuan makalah ini untuk memberi gambaran tentang respon tekanan darah setelah berolahraga isotonik pada dewasa muda normotensif yang memiliki riwayat keluarga hipertensi. Penelitian ini menggunakan metode semi experimental mixed design. Subjek 45 orang dibagi dua kelompok, yaitu kelompok satu 23 orang subjek memiliki riwayat keluarga hipertensi dan kelompok dua 22 orang subjek tidak memiliki riwayat keluarga hipertensi. Semua subjek melakukan olahraga isotonik dengan sepeda ergometer selama 6 menit, kemudian tekanan darah sistolik, tekanan darah diastolik, dan frekuensi denyut nadi diukur pada waktu sebelum, saat, dan setelah berolahraga. Peningkatan serta pemulihan tekanan darah sistolik, tekanan darah diastolik, dan frekuensi denyut nadi juga diukur. Didapatkan perbedaan yang bermakna antara kedua kelompok pada frekuensi denyut nadi sebelum (p=0,004), saat (p=0,005), dan setelah berolahraga (0,002) serta peningkatan tekanan darah sistolik (p=0,030), tidak ditemukan perbedaan yang bermakna antara kedua kelompok pada tekanan darah sistolik dan diastolik sebelum, saat, dan setelah berolahraga. Pada peningkatan tekanan darah diastolik dan frekuensi denyut nadi serta pemulihan pada tekanan darah sistolik, diastolik, dan frekuensi denyut nadi juga tidak ada perbedaan yang bermakna antara kedua kelompok. Disimpulkan bahwa riwayat keluarga hipertensi mempengaruhi frekuensi denyut nadi sebelum, saat, dan setelah berolahraga serta peningkatan tekanan darah sistolik pada dewasa muda normotensif.
Perbedaan Prevalensi Toksoplasmosis pada Tikus dengan Uji Serologis Metode ELISA di Kecamatan Wirobrajan dan Sekitarnya Agustin, Nita Nathania; Noor, Zulkhah
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 9, No 1 (s) (2009)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Toksoplasmosis in mouse, though it doesn ’t infect directly to human, it is indirectly the source of infection to human. This is so because mouse is animal hunted by cat. Every mouse has different characteristic in every habitat, ranging from the side of ecosystem, kind offeed consumed, and how many mice can interact with other hospes like cat. From this habit it can result in the difference incidence of mouse infected by toxosoplasmosis and what extent it can infect other hospes based on its habitat. This research was to find out toxoplasmosis prevalence at mouse based on habitat serologically with ELISA method in Kecamatan Wirobrajan and the surroundings. This research used observasional method. Sample from this research was all mice caught in areas of river, market, and houses in Kecamatan Wirobrajan and the surroundings. Data collected were from mice as many as 83 mice namely 34 mice from market area, 23 mice from river area, and 26 mice from the housing area, which were taken the serum then it was read using ELISA. The result from ELISA showed that 4 mice (4.8%) were positively infected by toxoplasmosis, namely 1 mouse from the market (1.2%), 3 mice (3.6%) from the house, and found no mouse that was positive from the river (0%), then the result was examined statistically using the Kruskal Walis test that indicated the value of p=0,14 (P>0,005). Based on the result, it could be concluded that the difference of toksoplasmosis prevalence at mouse based on its habitat was not significantly different.Toksoplasmosis pada tikus meskipun tidak dapat menular secara langsung pada manusia, tetapi secara tidak langsung merupakan sumber penularan kepada manusia. Hal ini disebabkan oleh karena tikus merupakan binatang buruan bagi kucing. Setiap tikus memiliki karakteristik yang berbeda- beda di setiap habitatnya, mulai dari segi tempat hidupnya, jenis makanan yang dikonsumsinya, dan seberapa banyak tikus itu dapat berinteraksi dengan hospes lainnya seperti kucing. Dari kebiasaan inilah dapat saja menimbulkan perbedaan insidensi tikus yang terinfeksi toksoplasma dan sejauh mana dapat menginfeksi hospes lain berdasarkan habitatnya tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi Toksoplasmosis pada tikus berdasarkan habitat secara serologis dengan metode ELISA di Kecamatan Wirobrajan dan sekitarnya. Penelitian menggunakan metode observasional. Sampel penelitian adalah semua tikus yang tertangkap di sungai, pasar, dan perumahan di Kecamatan Wirobrajan dan sekitarnya. Data terkumpul yaitu tikus sebanyak 83 ekor, 34 ekor berasal dari pasar, 23 ekor dari sungai, dan 26 ekor berasal dari perumahan, diambil serum darah lalu dibaca dengan ELISA. Hasil ELISA diperoleh 4 ekor tikus (4.8%) positif terkena toksoplasma yaitu, 1 ekor berasal dari pasar (1.2%), 3 ekor (3.6%) berasal dari rumah, dan tidak ditemukan satupun tikus yang positif yang berasal dari sungai (0%), uji statistik dengan metode uji kruskal walis menunjukkan nilai p=0,14 (P>0,005). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa perbedaan prevalensi toksoplasmosis pada tikus berdasarkan habitatnya tidak berbeda bermakna.
Hubungan antara Penggunaan Kontrasepsi dengan Gambaran Hasil Papsmear pada PSK dan Ibu Rumah Tangga di Yogyakarta Asih, Lincah Angger Wismo; Suharto, Agus
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 9, No 1 (s) (2009)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pap smear is one of method for screening abnormality in cervix cell. Abnormality in cervix can change into malignancy that influenced by some factor, for example contraception and lifestyle factor that include first sexual intercourse in young age, multiple sexual partners, high parity, smoking, history for prostitute woman, vaginal hygiene, and history for abortions. Researchers sure that some of cancer depend on naturally by hormone to its growth and development. This research is trying to find the correlation between contraceptive use with Pap smear result in prostitute woman and housewife. This is an observational research with cross-sectional design. The research subjects are prostitute woman and housewife in Yogyakarta. Respondent fill the questioners and then take a pap smear sample, the result of pap smear sample compare with the risk factor that had by subject. Statistic analytic in this research is chi square. The significant result in this research is influence of contraception in prostitute woman (p <0.001), and for influence of contraception in housewife does not give a significant result (p 0,809)Pap smear merupakan salah satu metode skrining kelainan pada sel leher rahim. Adanya kelainan ini dapat mengarah pada keganasan yang dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu penggunaan kontrasepsi dan faktor gaya hidup yang meliputi hubungan seksual di usia muda, berganti-ganti pasangan seksual, angka paritas yang tinggi, merokok, lama bekerja sebagai Penjaja Seks Komersial (PSK), penggunaan pembersih wanita serta riwayat aborsi. Para peneliti menyakini bahwa beberapa jenis kanker tergantung secara alami pada hormon untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Penelitian dilakukan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan kontrasepsi dengan gambaran hasil pap smear pada PSK dan ibu rumah tangga. Penelitian ini bersifat observasional dengan desain cross-sectional. Subyek penelitian adalah PSK di jalan Pasar Kembang dan ibu rumah tangga di Sewon, Bantul. Responden mengisi kuisioner kemudian dilakukan pemeriksaan pap smear, lalu hasil pap smear dibandingkan dengan faktor resiko yang dimiliki subyek yaitu penggunaan kontrasepsi. Analisis statistik yang digunakan adalah chi square. Hasil penelitian mengenai pengaruh penggunaan kontrasepsi pada PSK menunjukkan hasil signifikan (p 0,000), sedangkan penggunaan kontrasepsi pada ibu rumah tangga tidak memberikan hasil yang signifikan (p 0,809).
Efek Pemberian Madu terhadap Kadar Leukosit Urin pada Wanita Usia Subur Apriansyah, Medi; Gugun, Adang Muhammad
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 9, No 1 (s) (2009)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v9i1 (s).1619

Abstract

There are predisposition factors to develop into urinary tract infection in women with sex active. The leukosuria or piuria is one of the major sign for suspecting infection in the urinary tract. Honey is a sweet liquid which distribute by bees and produce from nectar. Honey contains antibacteria substance which can cure superficial injury and infection diseases. One of the function of honey is perservatif and high osmolality so bacteria has difficulty to life. This study aims to determine the effect of honey for decreasing urine leukocyte in fertile age women. The design of this study is experimental clinical test with pretest-posttest group control. Subject of research is fertile age women with leukosuria. Material form of the morning urine with urine stick special leukocyte test and honey. Measurements conducted in place intake of urine. Research was the subject of 28people. The provision of honey made in the test group of 3 tablespoon perday. Both group (test and control) were given equal treatment with white water to drink as much as 6 glasses a day. There are 15 person (100%) who get honey therapy which has decreasing value of leukosuria. For people who get control, there are 9 person (70%) who has decreasing of leukosuria value, 2 person (15%) with a fixed rate leukosuria same as before, and 2 person (15%) has increasing of leukosuria. The results of this research is found that honey is effective of to decrease leukosuria in fertile age women.Pada wanita dengan seksualitas yang aktif terdapat faktor predisposisi untuk berkembang menjadi Infeksi Saluran Kemih (ISK). Adanya leukosuria atau piuria merupakan salah satu petunjuk penting terhadap dugaan adanya ISK. Zat anti bakteri yang terkandung dalam madu baik untuk mengobati luka luar dan penyakit infeksi. Salah satu sifat madu adalah bersifat mengawetkan dan memiliki osmolalitas tinggi sehingga bakteri sulit untuk hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian madu terhadap penurunan kadar leukosit urin pada wanita usia subur. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental uji klinik dengan rancangan pretes posttes kontrol grup. Subyek penelitian adalah wanita usia subur dengan peningkatan kadar leukosit urin. Bahan berupa urin pagi yang dilakukan uji stik urin khusus leukosit dan madu. Pengukuran dilakukan di tempat pengambilan urin. Subyek penelitian berjumlah 28 orang. Pemberian madu dilakukan pada kelompok uji sebanyak 3 sendok makan perhari. Kedua kelompok (uji dan kontrol) diberi perlakuan sama dengan minum air putih sebanyak 6 gelas sehari. Kelompok uji madu yang mengalami penurunan kadar lekosit urin sebanyak 100% (15 orang), sedangkan kelompok kontrol didapatkan penurunan kadar leukosit urin sebanyak 70% (9 orang), kadar leukosit urin tetap sama seperti sebelumnya sebanyak 15% (2 orang), dan terjadi peningkatan kadar leukosit urin sebanyak 15% (2 orang). Disimpulkan bahwa pemberian madu memiliki efektifitas terhadap penurunan kadar leukosit urin wanita usia subur.
Kejadian Luar Biasa Campak Di SD Pugeran dan SMPN II Kecamatan Mantrijeron Kota Yogyakarta Pasca Gempa September 2006 Hidayati, Titiek
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 9, No 1 (s) (2009)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v9i1 (s).1624

Abstract

The measles outbreak epidemiology research conducted in Pugeran elementary school and state junior high school II Mantrijeron subdistric of Yogyakarta after the earthquake in Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). The aims of this study is to assess the picture of measles outbreaks in Pugeran elementary school and state junior high school II after the earthquake in Yogyakarta. The research method used cross sectional design with analitic type. The collected data survey used questionnaire that filled by researcher and direct observation. Determination of the status measles outbreak used clinical diagnostic guidelines of Indonesia ministry health. Elisa laboratory tests conducted to confirm the cause of seroimunologis outbreak. Data obtained were analyzed to reveal the picture outbreaks, causes and distribution of outbreaks by time, place and person. There were 19 students of600 students, with measles outbreaks composed 15 students in elementary school and 4 students yunior high school subdistrict Mantrijeron in September 2006 (attack rate 3%). There was not found the patient dying or case fatality rate is zero. Clinical manifestations of measles outbreaks were fever (100%), rash (100%), cough (60%) and colds (60%). There weren ’tfound any clinical manifestations of red eyes conjunctivitis or shortness of breath. 19 measles patients consists of 13 men and 6 women. The patient residence covered 13 patients of the Mantrijeron district, 4 patients of Sewon district, and 2 patients of Wirobrajan district. Patient’s blood serology tests showed that rubella immunoglobulin (Ig) G positive, whereas for measles Ig G negative. It can concluded that there has been an outbreak of measles in the post-earthquake Yogyakarta in Yogyakarta.Telah dilakukan penelitian penyidikan epidemiologis kej adian luar biasa (KLB) campak di SD Pugeran dan SMPN II Kecamatan Mantrij eron Kota Yogyakarta setelah terj adinya gempa bumi di Yogyakarta. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran KLB campak di SD Pugeran dan SMPN II Kecamatan Mantrij eron Kota Yogyakarta yang terj adi setelah peristiwa gempa bumi di DIY. Penelitian KLB ini merupakan penelitian epidemiologi observasional yang dilaksanakan secara cross sectional dengan metode survey. Survey dilakukan pada 600 siswa di SD Pugeran dan SMPN II Kecamatan Mantrijeron Kota Yogyakarta. Penetapan status KLB campak menggunakan kriteria diagnosis klinik menggunakan pedoman penetapan KLB yang dkeluarkan Depkes RI, juga dilakukan tes laboratorium seroimunologis untuk mengkonfirmasi penyebab KLB. Data yang diperoleh dianalisa untuk mengungkapkan gambaran KLB, penyebab dan distribusi KLB berdasarkan waktu, tempat dan orang. Dari 600 siswa yang disurvey telah terj adi KLB campak pada 19 siswa, 15 siswa di SD Pugeran dan 4 siswa di SMPN II Kecamatan Mantrijeron Kota Yogyakarta pada September 2006 (attack rate 3 %). Tidak diketemukan adanya korban KLB yang meninggal atau case fatality rate adalah nol. Manifestasi klinis KLB campak yang muncul pada para korban adalah demam (100%), rash (100%), batuk (60%) dan pilek (60%). Tidak ditemukan adanya manifestasi klinik mata merah (konjungtivitis) maupun sesak nafas. Dari 19 korban yang mengalami campak terdiri dari 13 pria dan 6 wanita, 13 korban dari kecamatan Mantrijeron, 4 korban dari kecamatan Sewon, 1 korban dari kecamatan kraton dan 1 korban dari kecamatan Wirobrajan. Uji serologi darah penderita menunjukkan bahwa IgG rubella positif, sedangkan IgG untuk measles negative. Berdasarkan hasil uji serologi darah diketahui bahwa penyebab KLB campak adalah rubella. Dapat disimpulkan bahwa telah terj adi KLB campak di Yogyakarta paska gempa bumi di Yogyakarta.
Kejadian Luar Biasa Skabies Di Dusun Gunung Pentul Susetiati, Devi Artami
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 9, No 1 (s) (2009)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v9i1 (s).1620

Abstract

Scabies remains a major public health problem in many developing countries according to data from primary health care. Community knowledge and practices about scabies influenced scabies outbreak. To determine community knowledge and practices of scabies in Gunung Pentul village, Kecamatan Pengasih, Kabupaten Kulonprogo. A cross-sectional study with descriptif analysis was performed in Gunung Pentul village on April 15th,2007. Data was collected by questioners. Questioner comprises of identity, house ’s conditions and environments, 12 questions of knowledge and 20 questions of attitude and practices. Sixty percent of total score considered to be good knowledge and practice. Subjects of this study were 37 persons whereas 14 were being males (n=37,8%). High score of knowledge is 56,8%, low score of knowledge is 43,2%. Whereas high score of practice is 54,1%, low score of practice is 45,9%. The environment of Gunung Pentul village actually was in good condition, but unfortunately the personal higiene was poor according to the lower score of knowledge and practice. Beside that they had no transportation, health service, and lower income.Skabies di negara berkembang merupakan masalah utama kesehatan kulit ditandai dengan adanya laporan kejadian luar biasa (KLB) skabies dari Puskesmas. Pengetahuan dan perilaku mempengaruhi penyebaran penyakit. Pengenalan bentuk lesi kulit dapat mendorong seseorang untuk secepatnya berobat. Pengetahuan mengenai cara penularan dapat membuat seseorang mencegah terjadinya endemik penyakit ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan dan perilaku masyarakat Dusun Gunung Pentul, Kabupaten Kulonprogo terhadap latar belakang terjadinya KLB skabies. Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan cara potong lintang dilakukan pada semua subyek yang datang pada acara bakti sosial wabah skabies tanggal 15 April 2007 di Dusun Gunung Pentul. Data dikumpulkan dengan cara pengisian lembar kuesioner. Kuesioner berisi identitas, data rumah tinggal, 12 pertanyaan tentang pengetahuan, dan 20 pertanyaan tentang sikap dan perilaku. Penilaian skor pengetahuan dan perilaku ditentukan dengan cara menetapkan skor baik untuk pengetahuan dan perilaku sebesar nilai 60% dari total skor pertanyaan. Jumlah subyek yang bersedia mengisi kuesioner sebanyak 37 orang dengan 14 diantaranya laki-laki (n=37,8%). Hasil skor tinggi tingkat pengetahuan yaitu 56,8%, skor rendah 43,2%. Sedangkan skor tinggi tingkat perilaku yaitu 54,1%, skor rendah 45,9%. Lingkungan di Dusun Gunung Pentul cukup baik hanya saja kesadaran menjaga kesehatan pribadi masih banyak yang belum peduli. Hal ini terlihat dari skor tingkat pengetahuan dan perilaku yang masih rendah. Selain itu masih ada kendala lain seperti pendapatan per kapita perbulan dibawah UMR, transportasi terbatas dan kurangnya sarana kesehatan.

Page 1 of 2 | Total Record : 19


Filter by Year

2009 2009


Filter By Issues
All Issue Vol. 25 No. 1 (2025): January Vol 24, No 2 (2024): July Vol 24, No 1 (2024): January Vol 23, No 2 (2023): July Vol 23, No 1 (2023): January Vol 22, No 2 (2022): July Vol 22, No 1 (2022): January Vol 21, No 2 (2021): July Vol 21, No 1: January 2021 Vol 21, No 1 (2021): January Vol 20, No 2 (2020): July Vol 20, No 2: July 2020 Vol 20, No 1: January 2020 Vol 20 No 1: January 2020 Vol 20, No 1 (2020): January Vol 19 No 2: July 2019 Vol 19, No 2: July 2019 Vol 19, No 2 (2019): July Vol 19, No 1: January 2019 Vol 19 No 1: January 2019 Vol 19, No 1 (2019): January Vol 18, No 2 (2018): July Vol 18 No 2: July 2018 Vol 18, No 2: July 2018 Vol 18, No 1: January 2018 Vol 18 No 1: January 2018 Vol 18, No 1 (2018): January Vol 17, No 2 (2017): July Vol 17 No 2: July 2017 Vol 17, No 2: July 2017 Vol 17, No 1 (2017): January Vol 17 No 1: January 2017 Vol 17, No 1: January 2017 Vol 16 No 2: July 2016 Vol 16, No 2: July 2016 Vol 16, No 2 (2016): July Vol 16, No 1: January 2016 Vol 16, No 1 (2016): January Vol 16 No 1: January 2016 Vol 15, No 2 (2015) Vol 15, No 2 (2015): July Vol 15, No 2 (2015) Vol 15, No 1 (2015) Vol 15, No 1 (2015): January Vol 15, No 1 (2015) Vol 14, No 2 (2014): July Vol 14, No 2 (2014) Vol 14, No 1 (2014) Vol 14, No 1 (2014): January Vol 14, No 1 (2014) Vol 13, No 3 (2013) Vol 13, No 3 (2013) Vol 13, No 2 (2013) Vol 13, No 2 (2013) Vol 13, No 1 (2013) Vol 13, No 1 (2013) Vol 12, No 3 (2012) Vol 12, No 3 (2012) Vol 12, No 2 (2012) Vol 12, No 2 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol 11, No 3 (2011) Vol 11, No 3 (2011) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol 9, No 2 (s) (2009) Vol 9, No 2 (2009) Vol 9, No 2 (2009) Vol 9, No 2 (s) (2009) Vol 9, No 1 (s) (2009) Vol 9, No 1 (s) (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol 8, No 2 (s) (2008): Juli Vol 8, No 2 (2008) Vol 8, No 2 (2008) Vol 8, No 2 (s) (2008): Oktober Vol 8, No 2 (s) (2008) Vol 8, No 1 (2008) Vol 8, No 1 (S) (2008): Januari Vol 8, No 1 (s) (2008): April Vol 8, No 1 (s) (2008) Vol 8, No 1(s) (2008): April Vol 8, No 1 (2008) Vol 7, No 2 (2007) Vol 7, No 2 (s) (2007): Oktober Vol 7, No 2 (s) (2007) Vol 7, No 2 (s) (2007): Juli Vol 7, No 2 (2007) Vol 7, No 1 (s) (2007) Vol 7, No 1 (2007) Vol 7, No 1 (s) (2007) Vol 7, No 1 (2007) Vol 6, No 2 (2006) Vol 6, No 2 (2006) Vol 6, No 1 (2006) Vol 6, No 1 (2006) Vol 5, No 2 (2005) Vol 5, No 2 (2005) Vol 5, No 1 (2005) Vol 5, No 1 (2005) Vol 4, No 2 (2004) Vol 4, No 2 (2004) Vol 4, No 1 (2004) Vol 4, No 1 (2004) Vol 3, No 2 (2003) Vol 3, No 2 (2003) Vol 3, No 1 (2003) Vol 3, No 1 (2003) Vol 2, No 2 (2002) Vol 2, No 2 (2002) Vol 2, No 1 (2002) Vol 2, No 1 (2002) Vol 1, No 2 (2001) Vol 1, No 2 (2001) More Issue