cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
semesta_teknika@umy.ac.id
Editorial Address
Jln. Brawijaya Tamantirto Kasihan Bantul 55183 Indonesia
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Semesta Teknika
ISSN : 1411061X     EISSN : 25025481     DOI : https://doi.org/10.18196/st
Core Subject : Engineering,
SEMESTA TEKNIKA is a reputable refereed journal devoted to the publication and dissemination of basic and applied research in engineering. SEMESTA TEKNIKA is a forum for publishing high quality papers and references in engineering science and technology. The Journal is published by the Faculty of Engineering, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, INDONESIA. Copyright is by the publisher and the authors. The Journal is issued in electronic form and also issued in printed form as annual volume for the contributors only. The journal contains original research papers, review articles, short notes and letters to the editors. The topics of interest include modeling, experimental, analytical and numerical investigations on the mechanical, physical, chemical and mineralogical properties of material, developing the prototype/instrument, technology and construction process. Topic of management in industry and civil construction is also considered. SEMESTA TEKNIKA receives manuscripts from the contributor written in the Indonesian and English. Manuscripts submitted to the journal for publication must not have been previously published or is under consideration simultaneously by any other publication. Manuscripts submitted to SEMESTA TEKNIKA will be reviewed Peer Reviewers local and foreign.
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 2 (2006): NOVEMBER 2006" : 20 Documents clear
Kajian Komprehensif Pengaruh Perlakuan Alkali Terhadap Kekuatan Komposit Berpenguat Serat Nanas-Nanasan (Bromeliaceae) Nuri, Sigit Hidayat; Suwanda, Totok; Diharjo, Kuncoro
Jurnal Semesta Teknika Vol 9, No 2 (2006): NOVEMBER 2006
Publisher : Jurnal Semesta Teknika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh perlakuan alkali (5% NaOH) terhadap sifat tarik (tegangan, regangan, modulus elastisitas) bahan komposit berpenguat serat nanas-nanasan (bromiliaceae) dengan matrik unsaturated polyester. Karakteristik penampang patahan diselidiki dengan pengamatan menggunakan foto makro. Bahan utama penelitian adalah serat nanas-nanasan kontinyu, NaOH, dan resin unsaturated polyester. Serat yang digunakan dikenai perlakuan alkali (5% NaOH) selama 0, 2, 4, 6, dan 8 jam. Pembuatan komposit dengan metode cetak tekan pada kisaran fraksi massa serat 15% - 50. Pembuatan spesimen uji komposit dan prosedur pengujiannya mengacu pada standar ASTM D 638. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan alkali (5% NaOH) mampu menghilangkan lapisan seperti lilin di permukaan serat sehingga serat dan resin memiliki ikatan (mechanical bonding) yang kuat. Komposit yang diperkuat serat yang dikenai perlakuan alkali memiliki kekuatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan komposit yang diperkuat serat tanpa perlakuan.  Semakin tinggi fraksi massa serat (Wf)  maka kekuatan tariknya juga semakin besar. Pada di atas 30%, kekuatan tarik paling besar terjadi pada komposit yang diperkuat serat dengan perendaman alkali selama 4 jam, dan selanjutnya disusul oleh komposit yang diperkuat serat dengan perendaman alkali selama 2 jam pada (Wf). Komposit yang diperkuat serat perlakuan alkali selama 4 dan 2 jam juga memiliki modulus elastisitas yang lebih tinggi, yaitu masing-masing 40.71 GPa dan 50.65 GPa pada Wf sekitar 38%. Jenis patahan splitting in multiple area terjadi pada komposit yang diperkuat serat dengan perlakuan NaOH selama 4 jam, 2 jam, dan tanpa perlakuan. Namun, komposit yang diperkuat serat dengan perlakuan NaOH selama 8 jam memiliki jenis patahan patah tunggal. Berhubung penampang patahan komposit yang diperkuat serat tanpa perlakuan mempunyai mekanisme kegagalan fiber full out, maka kekuatan komposit ini pun menjadi rendah karena memiliki ikatan antara serat dan matrik yang lemah.
Generator Sinyal Electromyographic Dengan Menggunakan Metode Fast Fourier Transform Kholis, Nur
Jurnal Semesta Teknika Vol 9, No 2 (2006): NOVEMBER 2006
Publisher : Jurnal Semesta Teknika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Generator Sinyal mempunyai peranan penting dalam identifikasi sinyal biomedik. Salah satu sinyal biomedik adalah sinyal Electromyographic (EMG). Sinyal Electromyographic merupakan sinyal yang dihasilkan oleh otot dan dapat dianalisis dengan mengamati bentuk, amplitudo dan frekuensinya. Dengan membandingkan frekuensinya kita dapat membedakan antara sinyal emg normal dengan sinyal pasien yang mempunyai kelainan. Sedangkan metode untuk mendapatkan respon frekuensinya dapat digunakan Fast fourier transform (FFT). Pada penelitian ini telah dibuat sinyal generator EMG yang menghasilkan 4 sinyal normal dan 4 sinyal yang mempunyai kelainan. Sinyal normal yang dihasilkan mempunyai range frekuensi 6 – 15 Hz dengan amplitudo –2.5 sampai 2.5 milivolt pada saat otot beristirahat. Daerah pengukuran terletak pada otot Biceps,  Tibialis Anterior, First Dorsal Interosseus, dan triceps.  Sinyal abnormal yang dihasilkan terdiri dari myophaty dengan daerah pengukuran di otot biceps, neurophaty di Tibialis Anterior,  neurophaty di Biceps, dan cedera syaraf sciatica di Tibialis Anterior. Untuk sinyal abnormal yang telah dihasilkan cenderung terjadi pengurangan amplitudo dan penambahan frekuensi.
Penelitian Nilai Kalor Biomassa : Perbandingan Antara Hasil Pengujian Dengan Hasil Perhitungan Wahyudi, Wahyudi
Jurnal Semesta Teknika Vol 9, No 2 (2006): NOVEMBER 2006
Publisher : Jurnal Semesta Teknika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia memiliki berbagai jenis bahan bakar biomassa yang banyak seperti limbah pertanian, limbah peternakan dan lainnya. Walaupun banyak digunakan oleh masyarakat pedesaan sebagai bahan bakar, namun pemanfaatannya belum optimal, bahan bakar limbah pertanian masih berkisar pada kayu dan sekam padi, sedangkan ampas tebu, daun kering dan limbah peternakan belum banyak digunakan. Banyakya jenis biomassa yang belum dimanfaatkan secara optimal, khususnya di Indonesia, mengharuskan adanya penelitian-penelitian yang ditujukan untuk pemanfaatan biomassa sebagai bahan bakar. Pada penelitian ini akan dilakukan pengujian nilai kalor biomassa meliputi limbah pertanian dan limbah peternakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai kalor biomassa yang diuji dan membandingkannya dengan hasil perhitungan menggunakan korelasi-korelasi yang ada. Penelitian diawali dengan melakukan analisa ultimat dan analisa proksimat masing-masing bahan untuk mengetahui komposisi dasar bahan. Data tersebut digunakan untuk memperkirakan nilai kalor bahan bakar berdasar korelasi-korelasi yang ada. Pengujian menggunakan kalorimeter bomb memberikan data kenaikan suhu yang digunakan untuk menghitung nilai kalor. Nilai kalor hasil pengujian dibandingkan dengan nilai kalor yang dihitung dari korelasi, sehingga dapat diketahui korelasi yang paling sesuai untuk biomassa yang diuji.   Hasil pengujian menunjukkan nilai kalor biomassa yang diuji adalah 10,2 MJ/kg sampai dengan 24,7 MJ/kg. Korelasi yang memberikan nilai kalor mendekati nilai kalor hasil pengujian adalah Korelasi Tillman. Korelasi yang paling sesuai untuk biomassa yang diuji adalah HHV = 1.3941.C-18.3638.H+1.4682.O+16.7184.N-95.753.S+0.5184.A
Karakteristik Pembakaran Briket Kokas Lokal Pada Beberapa Temperatur Karbonasi Setiabudi, Dedet Hermawan; Himawanto, Dwi Aries; Sukamta, Sukamta
Jurnal Semesta Teknika Vol 9, No 2 (2006): NOVEMBER 2006
Publisher : Jurnal Semesta Teknika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In order to investigate the better carbonization process that used in foundry application, this research was performed the materials of this research are the local coke that usually used in Ceper Klaten. This local coke was pressed into cylindrical shape and then carbonize in the three variation  carbonized temperature i.e. 100 0C, 200 0C  and 300 0C as long as one hour then taken into furnace to find the combustion characteristics.The result shows that carbonization process has the optimal temperature.
Arus Ground-Fault Di Dalam Rangkaian Generator Dengan Perbedaan Unsur-Unsur Yang Meng-Ground-Kan Netral Gozali, Moch
Jurnal Semesta Teknika Vol 9, No 2 (2006): NOVEMBER 2006
Publisher : Jurnal Semesta Teknika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil analisa arus zero-sequence yang mengalir di dalam generator netral dan pada penempatan Ground-fault sepanjang generator operasi normal dan selama Ground-faults di dalam gulungan-stator yang di tentukan. Pengaruh dari  perbedaan metode dari meng-ground-kan generator  netral pada arus ini di dalam sirkuit primer untuk parameter generator yang  berbeda, trafo dan kapasitansi tambahan untuk meng-ground-kan pemutus generator. Pengaruh ini dianalisa untuk generator dengan netral tidak di-ground-kan, untuk generator dengan resistansi di dalam netral dan untuk generator dengan menetralisirkan Ground-fault meng-ground-kan generator netral. Analisa telah dilakukan untuk resistansi riil menyangkut kerusakan saluran selama Ground-faults sepanjang keseluruhan panjangnya gulungan-stator generator. Hal itu telah ditemukan  metode yang diterapkan untuk meng-ground-kan generator netral, parameter trafo dan generator, kapasitansi tambahan untuk meng-ground-kan pemutus generator, tingkat kesalahan resistansi dan penempatan Ground-fault mempunyai suatu pengaruh substansiil pada aliran arus di dalam generator yang netral dan pada penempatan Ground-fault di dalam kerusakan saluran secara keseluruhan isolasi gulungan-stator generator.
Durabilitas Laston Dengan Filler Abu Gambut Yuniarto, Enno; Sentosa, Leo
Jurnal Semesta Teknika Vol 9, No 2 (2006): NOVEMBER 2006
Publisher : Jurnal Semesta Teknika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Campuran beraspal merupakan campuran yang digunakan untuk membentuk lapis perkerasan lentur jalan raya. Campuran beraspal umumnya terdiri dari agregat, filler dan aspal sebagai bahan pengikat.  Material yang umum digunakan sebagai filler adalah semen, pasir, kapur dan abu batu, yang persediaannya terbatas serta relatif mahal. Alternatif lain yaitu penggunaan abu gambut yang merupakan limbah industri dari bahan bakar pabrik kertas. Salah satu jenis campuran beraspal adalah Lapis Aspal Beton (Laston). Campuran Laston yang baik adalah yang memiliki stabilitas, fleksibilitas, skid resistance ,kedap air dan durabilitas yang cukup. Untuk mengetahui keandalan dari Laston dengan abu gambut dari segi durabilitasnya, maka dilakukan pengujian durabilitas dengan tes perendaman modifikasi Marshall. Indek keawetan dinyatakan dalam nilai IRS dan Indeks Keawetan Craus dkk. Dari pengujian laboratorium pada campuran Laston dengan filler abu gambut memberikan nilai IRS sebesar 88.31% pada perendaman selam 28 hari dan nilai Indeks Keawetan Pertama Craus dkk ( r) sebesar  6.44%  serta Indeks Keawetan Kedua Craus dkk (a) sebesar 20 %. Jika dibandingkan syarat nilai IRS minimal dari Bina Marga untuk Laston, yaitu 75%, nilai IRS Laston dengan filler abu gambut memenuhi syarat.
Implementation Of Neurofuzzy Controller To Robot Manipulator Anwari, Sabat
Jurnal Semesta Teknika Vol 9, No 2 (2006): NOVEMBER 2006
Publisher : Jurnal Semesta Teknika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper presents a neurofuzzy controller that is applied to robotic manipulators. Robotic manipulators are highly nonlinear, coupled multivariable dynamical system, and may contain uncertain elements such as friction and load. Many efforts have been made in developing control schemes to achieve the precise tracking control of robot manipulators. For this reason, classical linear controller, such as PID (Proportional, Integral, and Derivative) controller, will provide robustness only over relatively small range operation because of complexity and nonlinearity of the system. Neurofuzzy employed in this system to increase the range operation without lack of robustness. Before considering the actual control system, a neurofuzzy controller must be trained. Two strategies of training are presented in this paper : generalized training and specialized training. In generalized training a neurofuzzy controller is trained off-line. The objective of this training is the controller should performed the ability to follow an input signal over the wide range operation even the transient response is poor. Specialized training is on-line procedure learning. Based on the result of generalized training a neurofuzzy controller is trained to achieve the desired transient response.The results proved the potency of the neurofuzzy in robotic manipulators control systems. Neurofuzzy control systems are essentially nonlinear systems, due to the nature of the nonlinear neurofuzzy controller. Mostly, the nonlinear system is so difficult to be solved. Consequently, the analysis of such systems is complicated, particularly, when a neurofuzzy controller is involved. This is because of the absence of a universal mathematical model.
Pengaruh Bentuk Pilar Jembatan Terhadap Potensi Gerusan Lokal Ikhsan, Jazaul; Hidayat, Wahyudi
Jurnal Semesta Teknika Vol 9, No 2 (2006): NOVEMBER 2006
Publisher : Jurnal Semesta Teknika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pilar merupakan bagian dari struktur bawah jembatan. Keberadaan pilar pada aliran sungai menyebabkan perubahan pola aliran sungai. Perubahan pola aliran tersebut akan mengakibatkan terjadinya gerusan lokal di sekitar pilar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bentuk pilar terhadap potensi gerusan lokal yang terjadi di sekitar pilar tersebut.Penelitian ini dilakukan pada kondisi aliran seragam permanen (steady uniform flow) dengan tiga variasi debit. Model fisik pilar yang digunakan adalah bentuk pilar persegi, bentuk pilar bulat dan bentuk pilar jajaran genjang. Hasil yang didapat dari rangkaian penelitian ini adalah semakin besar debit yang mengalir pada suatu penampang saluran maka gerusan lokal di sekitar pilar juga akan semakin dalam dan bentuk yang terbaik pada penelitian ini adalah bentuk bulat karena mempunyai potensi kedalaman gerusan yang terkecil.
Optimalisasi Tekanan Kompaksi, Temperatur Dan Waktu Sintering Terhadap Kekerasan Dan Berat Jenis Aluminium Pada Proses Pencetakan Dengan Metalurgi Serbuk Suwanda, Totok
Jurnal Semesta Teknika Vol 9, No 2 (2006): NOVEMBER 2006
Publisher : Jurnal Semesta Teknika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Powder metallurgy is one of the manufacturing processes. Upon the process, melting process is not necessary to carry out. The powder is subsequently compacted then sintered. These processes can be conducted either separately or simultaneously.  However metallurgy processes have not been commonly developed in Indonesia yet. Therefore it is necessary to carry out preliminary research that serves as a basis for developing of further process. The effect of the independent variables of the process on mechanical and physical properties of the product will be examined. The research was conducted by arranging the independent variables which consist of pressure, temperature and sintering period whereas hardness and density of product are the dependent variables.  Aluminum will be water atomized for obtaining the powder. Response surface method is used as the experimental design method.  The method can show the effect of the independent variables individually and the interaction among the variables. Data analysis will result mathematic formula showing the functional relation. The research concludes that 170 MPa compaction pressure and 500 0C sintering temperature and 40 to 50 minutes range period of sintering produces the maximum Brinell hardness number of 47 BHN. On the other hand, the effect of the independent variables to the density has not been able to be formulated. 
Pengaruh Sudut Water Sprayer Dan Tekanan Air Dalam Sprayer Pump Terhadap Hasil Serbuk Alumunium Pada Proses Atomisasi Air Nur Rahman, Muhammad Budi; Suwanda, Totok
Jurnal Semesta Teknika Vol 9, No 2 (2006): NOVEMBER 2006
Publisher : Jurnal Semesta Teknika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metalurgi serbuk merupakan metode pembuatan benda-benda logam dengan menggunakan serbuk logam sebagai bahan dasar. Proses dalam teknologi metalurgi serbuk terdiri dari pembentukan serbuk, compacting, sintering dan finishing. Salah satu metode dalam pembuatan serbuk logam adalah dengan metode atomisasi air. Pembuatan serbuk dengan metode atomisasi air terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi antara lain: sudut α (sudut tumbukan antara melting dengan butir air) dan tekanan air saat tumbukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sudut α, dan tekanan air terhadap optimalisasi hasil pembuatan serbuk dengan metode atomisasi air dan bentuk serbuk yang diamati dengan foto mikro. Proses pembuatan serbuk menggunakan metode atomisasi air dengan variabel bebasnya adalah sudut α yang ditentukan 30o, 40o, 50o dan 60o dan variasi tekanan air,  yaitu 25 kg/cm2, 30 kg/cm2, 35 kg/cm2 dan 40 kg/cm2. Bahan yang digunakan dalam proses atomisasi air adalah alumunium. Dalam penelitian ini diperoleh hasil bahwa sudut α dan tekanan tumbukan air pada melting mempengaruhi hasil produksi serbuk dengan metode atomisasi air. Hasil penelitian dengan variasi sudut α  diperoleh bahwa sudut  α = 30o menghasilkan produk 2,7%, sudut  α = 40o menghasilkan produk 4,05%, sudut α = 50o menghasilkan produk 3,23%, sudut α = 60o menghasilkan produk 1,8%. Penelitian dengan variasi tekanan air pada tekanan 20kg/cm2 tidak diperoleh serbuk, 25 kg/cm2diperoleh 2,9%, tekanan 30 kg/cm2 diperoleh 3,2%, tekanan 35kg/cm2 diperoleh 4,5% dan tekanan 40kg/cm2 diperoleh 2,9%. Hasil serbuk alumunium optimum secara teoritis dihasilkan pada sudut α 42,50 dan tekanan air 33,17 kg/cm2. Bentuk serbuk hasil proses atomisasi air sebagian besar adalah irregular, accicular dan flake.

Page 1 of 2 | Total Record : 20


Filter by Year

2006 2006


Filter By Issues
All Issue Vol. 27 No. 2 (2024): NOVEMBER Vol 27, No 1 (2024): MEI Vol 26, No 2 (2023): NOVEMBER Vol 26, No 1 (2023): MEI Vol 25, No 2 (2022): NOVEMBER 2022 Vol 25, No 1 (2022): MEI 2022 Vol 24, No 2 (2021): NOVEMBER 2021 Vol 24, No 1 (2021): MEI 2021 Vol 24, No 2 (2021): NOVEMBER Vol 23, No 2 (2020): NOVEMBER 2020 Vol 23, No 1 (2020): MEI 2020 Vol 22, No 2 (2019): NOVEMBER 2019 Vol 22, No 1 (2019): MEI 2019 Vol 21, No 2 (2018): NOVEMBER 2018 Vol 21, No 2 (2018): NOVEMBER 2018 Vol 21, No 1 (2018): MEI 2018 Vol 20, No 2 (2017): NOVEMBER 2017 Vol 20, No 2 (2017): NOVEMBER 2017 Vol 20, No 1 (2017): MEI 2017 Vol 20, No 1 (2017): MEI 2017 Vol 19, No 2 (2016): NOVEMBER 2016 Vol 19, No 2 (2016): NOVEMBER 2016 Vol 19, No 1 (2016): MEI 2016 Vol 19, No 1 (2016): MEI 2016 Vol 18, No 2 (2015): NOVEMBER 2015 Vol 18, No 2 (2015): NOVEMBER 2015 Vol 18, No 1 (2015): MEI 2015 Vol 18, No 1 (2015): MEI 2015 Vol 17, No 2 (2014): NOVEMBER 2014 Vol 17, No 2 (2014): NOVEMBER 2014 Vol 17, No 1 (2014): MEI 2014 Vol 17, No 1 (2014): MEI 2014 Vol 16, No 2 (2013): NOVEMBER 2013 Vol 16, No 2 (2013): NOVEMBER 2013 Vol 16, No 1 (2013): MEI 2013 Vol 16, No 1 (2013): MEI 2013 Vol 15, No 2 (2012): NOVEMBER 2012 Vol 15, No 2 (2012): NOVEMBER 2012 Vol 15, No 1 (2012): MEI 2012 Vol 15, No 1 (2012): MEI 2012 Vol 14, No 2 (2011): NOVEMBER 2011 Vol 14, No 2 (2011): NOVEMBER 2011 Vol 14, No 1 (2011): MEI 2011 Vol 14, No 1 (2011): MEI 2011 Vol 13, No 2 (2010): NOVEMBER 2010 Vol 13, No 2 (2010): NOVEMBER 2010 Vol 13, No 1 (2010): MEI 2010 Vol 13, No 1 (2010): MEI 2010 Vol 12, No 2 (2009): NOVEMBER 2009 Vol 12, No 2 (2009): NOVEMBER 2009 Vol 12, No 1 (2009): MEI 2009 Vol 12, No 1 (2009): MEI 2009 Vol 11, No 2 (2008): NOVEMBER 2008 Vol 11, No 2 (2008): NOVEMBER 2008 Vol 11, No 1 (2008): MEI 2008 Vol 11, No 1 (2008): MEI 2008 Vol 10, No 2 (2007): NOVEMBER 2007 Vol 10, No 2 (2007): NOVEMBER 2007 Vol 10, No 1 (2007): MEI 2007 Vol 10, No 1 (2007): MEI 2007 Vol 9, No 2 (2006): NOVEMBER 2006 Vol 9, No 2 (2006): NOVEMBER 2006 Vol 9, No 1 (2006): MEI 2006 Vol 9, No 1 (2006): MEI 2006 Vol 8, No 2 (2005): NOVEMBER 2005 Vol 8, No 2 (2005): NOVEMBER 2005 Vol 8, No 1 (2005): MEI 2005 Vol 8, No 1 (2005): MEI 2005 More Issue