Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Kajian Komprehensif Pengaruh Perlakuan Alkali Terhadap Kekuatan Komposit Berpenguat Serat Nanas-Nanasan (Bromeliaceae) Nuri, Sigit Hidayat; Suwanda, Totok; Diharjo, Kuncoro
Jurnal Semesta Teknika Vol 9, No 2 (2006): NOVEMBER 2006
Publisher : Jurnal Semesta Teknika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh perlakuan alkali (5% NaOH) terhadap sifat tarik (tegangan, regangan, modulus elastisitas) bahan komposit berpenguat serat nanas-nanasan (bromiliaceae) dengan matrik unsaturated polyester. Karakteristik penampang patahan diselidiki dengan pengamatan menggunakan foto makro. Bahan utama penelitian adalah serat nanas-nanasan kontinyu, NaOH, dan resin unsaturated polyester. Serat yang digunakan dikenai perlakuan alkali (5% NaOH) selama 0, 2, 4, 6, dan 8 jam. Pembuatan komposit dengan metode cetak tekan pada kisaran fraksi massa serat 15% - 50. Pembuatan spesimen uji komposit dan prosedur pengujiannya mengacu pada standar ASTM D 638. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan alkali (5% NaOH) mampu menghilangkan lapisan seperti lilin di permukaan serat sehingga serat dan resin memiliki ikatan (mechanical bonding) yang kuat. Komposit yang diperkuat serat yang dikenai perlakuan alkali memiliki kekuatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan komposit yang diperkuat serat tanpa perlakuan.  Semakin tinggi fraksi massa serat (Wf)  maka kekuatan tariknya juga semakin besar. Pada di atas 30%, kekuatan tarik paling besar terjadi pada komposit yang diperkuat serat dengan perendaman alkali selama 4 jam, dan selanjutnya disusul oleh komposit yang diperkuat serat dengan perendaman alkali selama 2 jam pada (Wf). Komposit yang diperkuat serat perlakuan alkali selama 4 dan 2 jam juga memiliki modulus elastisitas yang lebih tinggi, yaitu masing-masing 40.71 GPa dan 50.65 GPa pada Wf sekitar 38%. Jenis patahan splitting in multiple area terjadi pada komposit yang diperkuat serat dengan perlakuan NaOH selama 4 jam, 2 jam, dan tanpa perlakuan. Namun, komposit yang diperkuat serat dengan perlakuan NaOH selama 8 jam memiliki jenis patahan patah tunggal. Berhubung penampang patahan komposit yang diperkuat serat tanpa perlakuan mempunyai mekanisme kegagalan fiber full out, maka kekuatan komposit ini pun menjadi rendah karena memiliki ikatan antara serat dan matrik yang lemah.
Pengolahan Limbah Industri Sawit Sebagai Bahan Bakar Alternatif Sudarja, Sudarja; Diharjo, Kuncoro; Sutapa, J Pramana Gentur
Jurnal Semesta Teknika Vol 10, No 1 (2007): MEI 2007
Publisher : Jurnal Semesta Teknika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

pengolahan buah sawit di industri sawit menyisakan limbah serat buah sawit yang menumpuk di lingkungan perusahaan, dan mayoritas hanya digunakan sebagai urug atau dibakar. sebaliknya, masyarakat membutuhkan bahan bakar alternatif pengganti bbm, mengingat ketersediaan bbm yang makin menipis dan harganya relatif mahal. oleh karena itu kajian tentang pengolahan limbah biofiber (serat sawit) sebagai bahan bakar alternatif dipandang penting dan mendesak untuk dilakukan.Bahan utama penelitian adalah limbah sawit, dan perekat pati. serat dan cangkang sawit yang memiliki kandungan c tinggi diarangkan, yaitu dibakar pada tabung tertutup (menggunakan retort). selanjutnya dibentuk briket arang dilakukan dengan mencampur serbuk arang dengan perekat pati kemudian ditekan pada cetakan dengan mesin pres. pengujian yang dilakukan terhadap briket arang ini meliputi uji: kadar air (berdasarkan astm d-3173), nilai kalor (astm d-5865), kadar abu (astm d-3174), kadar zat menguap (astm d-3175 )dan kadar karbon terikat (astm d-3172). Hasil penelitian menunjukkan bahwa briket arang yang terbuat dari campuran cangkang dan serat sawit memiliki nilai kalor rata-rata 7.121,57 k kal/kg, kadar air rata-rata 8,9 %, kadar zat menguap rata-rata 18,43% dan kadar abu rata-rata 4,46%. untuk menentukan kelayakan penggunaan briket arang dari limbah sawit ini, perlu dilakukan dua penelitian lanjutan, yaitu tentang persentase abu terbang dan uji ekonomis.  
Studi Optimasi Peningkatan Kekuatan Bending Komposit Berpenguat Serat Nanas-Nanasan (Bromeliaceae) Kontinu Searah Rahman, Muh Budi Nur; Suwanda, Totok; Diharjo, Kuncoro
Semesta Teknika Vol 11, No 2 (2008): NOVEMBER 2008
Publisher : Semesta Teknika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objectives of this research are to observe the bending strength composite with bromeliaceae fiber with variations of alkali treatment duration, variations of fiber fraction volume and to observe the broken section characteristics. Materials used are bromilicea fiber, resin polyester, NaOH alkali and distilled water. The composite made with printing press methods. Dimensions of specimens and bending testing methods is done by to the standard ASTM D790 (bending test). Variables in this research are fiber fraction volume in the amount of 20-50% and the soaking times in alkali treatment are 0, 2, 4, 6 and 8 hours. Visualization of the broken section is shown in the macro picture. Highest bending strength and bending tensile occur in the composite with bromeliaceae fiber for 6-hour alkali treatment of 218.06 MPa and at the amount of 4.39% in fraction volume of 34.96%. Highest bending modulus occurs with 4 hours alkali treatment of 5.92% GPa. Composite with bromeliaceae fiber without alkali treatment has broken section characteristics fiber pull out, but the composite with alkali treatment has less fiber pull out characteristics.
MESIN PENCAMPUR PAKAN BASAH SAPI PERAH UNTUK PETERNAK MENENGAH KE BAWAH Diharjo, Kuncoro
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 6, No 1 (2005)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di lingkungan peternak sapi perah Musuk Boyolali, mesin pencacah pakan sudahada. Untuk mendukung mekanisasi pengolahan pakan, rekayasa mesinpencampur mutlak diperlukan. Mesin ini diharapkan mampu menghasilkancampuran pakan yang homogen, mempersingkat waktu pencampuran, danmereduksi biaya operasional pengolahan pakan. Pencampuran pakan yangdilakukan dengan mesin ini adalah pencampuran pakan basah. Manufakturprototype mesin dilakukan dengan menggunakan mesin-mesin konvensional.Mesin didisain dengan posisi tong vertikal dan disain ruji pengaduk mengadopsidisain ruji blender. Mesin ini digerakkan oleh motor listrik satu fase dengan daya1 HP. Hasil uji coba mesin menunjukkan bahwa mesin pencampur dapat bekerjadengan baik, sesuai harapan peternak/ KUD. Penggunaan mesin pencampur inimampu menekan waktu pengolahan pakan menjadi 33,65 % dibandingkanpengolahan pakan secara manual. Biaya pengolahan pakan pun dapat diturunkanmenjadi 62,7 % dibandingkan pengolahan pakan secara manual
THE EFFECT OF CSR HOTEL DEVELOPMENT ON MICRO BUSINESS POTENTIAL IN ENVIRONMENTAL CONSERVATION Subarkah, Johny; Karsidi, Ravik; Diharjo, Kuncoro; Kartono, Drajat Tri
International Journal of Economics, Business and Accounting Research (IJEBAR) Vol 3, No 01 (2019): IJEBAR, VOL. 03 ISSUE 01, MARCH 2019
Publisher : LPPM ITB AAS INDONESIA (d.h STIE AAS Surakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/ijebar.v3i01.446

Abstract

Companies that are engaged in the tourism or hospitality industry sector are also not inferior to implement CSR activities. The development of CSR in the tourism sector, especially hotels, does not run as fast as other business sectors. Social responsibility is an important thing that needs to be considered for the progress of a country and region in particular. The research method used is quantitative. The data used are questionnaires distributed to customers and through direct interviews with farmers micro-entrepreneurs who are partners for Lorin Solo Hotels, Sahid Jaya Solo Hotels and New Kuta Hotels in Bali. The results of the study show that the Development of CSR Hotels has a significant positive effect on the Empowerment of Farmers Micro Enterprises in Environmental Conservation. This means that through the CSR hotel development activities carried out it will have a good effect and make the name of the hotel can be large in the eyes of the wider community and Micro Farmers also become more empowered. Keywords: Development of CSR Hotels, Empowerment of Farmers Micro Enterprises
Pengaruh Fraksi Volume Filler terhadap Kekuatan Bending dan Ketangguhan Impak Komposit Nanosilika – Phenolic Diharjo, Kuncoro; Elharomy, Ischiadica; Purwanto, Agus
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 5, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (791.712 KB)

Abstract

The objective of this research is to investigate the effect of filler volume fraction on bending strength and impact toughness of nanosilica-phenolic composites. The research materials used were nanosilika powder, LP-1Q-EX phenolic resin, MEXPO catalyst and P-EX promotor. In this research, the filler volume fraction of nanosilica were varied into 10-60%. The composites were produced by using a hand lay-up method. All specimens were post cured at 100ËšC for 60 minutes. The specimens were conducted with universal testing machine and impact izod testing machine. The fracture surfaces of the specimens were observed by using scanning electron microscopy (SEM). This result showed that the addition of nanosilica increased the bending strength and impact toughness. The maximum bending strength and impact toughness occured on the specimens whose 30% of nanosilica (97,01 MPa and 8134,70 kJ/m ). SEM images showed better interaction of filler and matrix at 30% volume fraction of nanosilica.Keywords : composite, nanosilica, phenolic, bending, impact
Pengaruh Beban terhadap Prediksi Umur Fatik Rangka Meja Kerja Balai LAPAN Garut Menggunakan Ansys Workbench Wibawa, Lasinta Ari Nendra; Diharjo, Kuncoro
JTM-ITI (Jurnal Teknik Mesin ITI) Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Teknik Mesin ITI
Publisher : Institut Teknologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (953.725 KB) | DOI: 10.31543/jtm.v4i2.414

Abstract

The study examines the effect of the load on fatigue life prediction of a workbench frame using the finite element method. The design of the workbench frame uses Autodesk Inventor Professional 2017, while finite element analysis uses Ansys Workbench. The workbench frame is subjected to loads 150, 175, 200, and 225 kg with a fully-reserved type of loading. Fatigue life prediction using Gerber's mean stress theory. The material of the workbench frame using Aluminum alloy 6061. The simulation results show that the workbench frame has a minimum fatigue life for loads of 150, 175, 200, and 225 kg, respectively 1 x 108, 6.61 x 107, 1.69 x 107, and 4.09 x 106 cycles. Whereas the minimum safety factor for fatigue life is 150, 175, 200, and 225 kg, respectively 1.395; 1,196; 1,046; and 0.930. It shows the workbench frame can withstand the fatigue life to a minimum of 107 cycles for a load of 150, 175, and 200 kg because it has a safety factor of more than 1. While for the 225 kg load, the workbench frame fails to reach a minimum age of 107 cycles due to fatigue life prediction is only 4.09 x 106 cycles with a safety factor of less than 1, which is 0.930.
Pengaruh Ketebalan Cap dan Tekanan Internal terhadap Tegangan Von Mises Silinder Berdinding Tebal untuk Tabung Motor Roket Wibawa, Lasinta Ari Nendra; Diharjo, Kuncoro; Raharjo, Wijang Wisnu; Jihad, Bagus H.
TEKNIK Vol 41, No. 2 (2020): August 2020
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v0i0.25837

Abstract

Makalah ini meneliti tegangan von Mises yang terjadi dalam silinder berdinding tebal untuk tabung motor roket karena pengaruh ketebalan cap dan tekanan internal. Dimensi panjang silinder adalah 300 mm dan memiliki diameter luar 122 mm dan ketebalan dinding 8 mm. Ketebalan cap divariasikan 10, 15, 20, dan 25 mm dengan tekanan internal 4, 6, 8, 10, dan 12 MPa. Analisis tegangan menggunakan metode elemen hingga dengan perangkat lunak ANSYS untuk pemilihan tabung motor roket. Perbandingan nilai tegangan hoop dan longitudinal antara perhitungan analitik dan simulasi digunakan untuk proses validasi. Hasil simulasi menunjukkan bahwa ketika ketebalan cap meningkat, tegangan Von Mises berkurang. Aluminium 6061 dan CFRP memiliki faktor keamanan lebih tinggi dari 1,25 untuk semua ketebalan cap dan variasi tekanan internal. GFRP memiliki faktor keamanan lebih tinggi dari 1,25 untuk semua variasi tekanan internal ketika ketebalan cap 20 dan 25 mm.
Pengaruh Kandungan Dan Ukuran Serbuk Genteng Sokka Terhadap Ketahanan Bakar Komposit Geopolimer Diharjo, Kuncoro; Kusharjanta, Bambang; P Tarigan, Roy Aries; Andhika, Albert Raga
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 4, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.784 KB)

Abstract

The objective of this research is to investigate the effect of particle content and grain size of Sokka roof tile powder on the burning endurance of the composite of Sokka roof tile powder - ripoxy R-802.The materials used were a Sokka roof tile powder (SGS), ripoxy R-802 resin, MEKPO catalyst and P-EX promotor. The Sokka roof tile powder was generated from the rejected Sokka roof tile which was crushed into powder. The powder was sieved to result in three size variances, which were mesh 80 retained in mesh 100 (177μm-149μm), mesh 150 retained in mesh 200 (99μm-74μm), and breaking away from mesh 200 (≤74μm). Prior to getting mixed with the resin, SGS was heated in an oven for 45 minutes in the temperature of 105oC. Afterwards, the powder was mixed with ripoxy R-802 resin for 3 minutes. The variances of SGS content were determined to be 10%, 20%, 30% and 40% composition. Making composite was conducted by press mould. Fixed composites was given post curing treatment in the temperatures of 80oC for 120 minutes. The burning testing on the composite was conducted on the basis of the standard of ASTM D-635. The indicator of burning endurance was determined by the data of time of burning (TOB) and rate of burning (ROB). The TOB resulted from the time of ignition and the ROB resulted from the time of fire propagation time in the composite. The results of this research are as follows: (1) the addition of SGS can improve the burning endurance of the composite of SGS-ripoxy R-802 as indicated by the increase in the TOB but the decrease of ROB due to the addition of the content of SGS; (2) the small size of the particle of SGS can increase the burning endurance of the composite of SGS-ripoxy R-802 as signified by the increase in the TOB but the decrease in the ROB due to the small size of the particle of SGS which breaks away from mesh 200 (≤74μm).
STUDI PERLAKUANALKALI DAN TEBALCORE TERHADAPSIFAT BENDING KOMPOSIT SANDWICH BERPENGUAT SERAT SAWIT DENGAN CORE KAYU SAWIT Jamasri Jamasri; Kuncoro Diharjo; Gunesti Wahyu Handiko
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 8, No 1: OKTOBER 2006
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (763.948 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2006.8.1.4825

Abstract

STUDI PERLAKUANALKALI DAN TEBALCORE TERHADAPSIFAT BENDING KOMPOSIT SANDWICH BERPENGUAT SERAT SAWIT DENGAN CORE KAYU SAWIT. Kebijakan pemerintah tentang perluasan lahan sawit mendorong para peneliti untuk saling mengembangkan penggunaan berbagai produk sawit. Saat ini, pemerintah akan melakukan peremajaan tanaman sawit seluas 500.000 Ha. Kajian riset yang memanfaatkan aneka produk sawit dipandang penting untuk segera dilaksanakan. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh perlakuan alkali dan tebal core terhadap sifat bending komposit sandwich berpenguat serat sawit dengan core kayu sawit. Bahan penelitian adalah limbah serat sawit, kayu sawit, dan unsaturated polyester resin (UPRs). Serat sawit yang digunakan sebagai penguat, dicuci dengan air dan dilanjutkan dengan pengeringan. Sebagian dikenai perlakuan alkali (5% NaOH) selama 2 jam. Kayu sawit yang digunakan dipotong pada arah melintang dengan variasi ketebalan 10 mm, 15 mm, 20 mm, dan 25 mm. Pembuatan komposit dilakukan dengan metode cetak tekan. Pengujian bending komposit skin (serat sawit-poliester) dilakukan dengan mengacu pada standar ASTM D-790 pada fraksi massa serat antara 10% sampai dengan 50%, sedangkan pengujian bending komposit sandwichnya dilakukan dengan mengacu pada standar ASTM C-393. Komposit skin dan sandwich yang diperkuat serat perlakuan alkali (5% NaOH) memiliki kekuatan yang lebih tinggi. Kekuatan bending komposit skin yang diperkuat serat tanpa perlakuan pada Wf = 18,2% dan Wf = 29,5% adalah 21,67 Mpa dan 24,02 Mpa. Selanjutnya, kekuatan bending komposit skin yang diperkuat serat perlakuan alkali pada Wf = 17.6% dan Wf = 34,9% adalah 26,93 Mpa dan 36,04 Mpa. Kemampuan menahan momen komposit sandwich meningkat seiring dengan peningkatan ketebalan core. Namun, penebalan core akan menurunkan kekuatan bending komposit sandwich. Kekuatan bending komposit sandwich yang diperkuat serat tanpa perlakuan dengan core 10 mm dan 25 mm adalah 20,05 Mpa dan 14,23 Mpa, sedangkan kekuatan bending komposit sandwich yang diperkuat serat perlakuan alkali pada ketebalan core 10 mm dan 25 mm adalah 22,33 Mpa dan 16,31 Mpa. Mekanisme kegagalan diindikasikan oleh lemahnya komposit skin yang tidak mampu menahan beban bending.