cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Tajdida
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 16, No 1 (2018): Juni" : 12 Documents clear
PELAKSANAAN SPIRIT AL-MAUN PADA LEMBAGA KESEJAHTERAN SOSIAL ANAK (STUDI KASUS PADA PANTI ASUHAN TUNANETRA AISYIYAH PONOROGO) Hilman, Yusuf Adam; Indah Sari, Resti Nur
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 16, No 1 (2018): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Spirit teologi Al-Maun merupakan dasar ajaran nilai sosial kemanusiaan, pemaknaan teologi spirit Al-Maun, masih efektif dan berlaku, Teologi Al-Maun diintepretasi-praksiskan ke dalam bentuk-bentuk pemberdayaan di sektor-sektor pendidikan (madrasah, perguruan tinggi), kesehatan (klinik dan rumah sakit), dan sosial (panti asuhan yatim-piatu, rumah miskin). Lembaga MPM Muhammadiyah melakukan program pemberdayaan masyarakat miskin di beberapa tempat, salah satunya yaitu di Panti Asuhan Tunanetra, berbagai program memanusiakan manusia, secara teknis memberikan gambaran Panti Asuhan Tunaetra Aisyah yang berjuang untuk meningkatkan kualitas para penyandang cacat agar bisa diterima dalam kehidupan masyarakat dan juga bisa mandiri dalam memenuhi kebutuhan pribadinya
PERAN PENGAJIAN AHAD PAGI CABANG MUHAMMADIYAH DALAM MENANAMKAN NILAI-NILAI AGAMA ISLAM MASYARAKAT DESA TULUNG KECAMATAN TULUNG KABUPATEN KLATEN TAHUN 2016-2017 Ariyanti, Putri Suci
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 16, No 1 (2018): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Khotbah Minggu Pagi Cabang Muhammadiyah adalah salah satu khotbah yang diorganisir oleh Ketua Cabang Muhammadiyah mengacu pada pedoman revitalisasi cabang Muhammadiyah. Tujuan dari penelitian ini adalah sarana bagi Muhammadiyah untuk menyebarkan ajaran Islam sesuai dengan pedoman Al-Qur'an dan Sunnah kepada seluruh masyarakat. Kurangnya pengetahuan agama akan mempengaruhi kesadaran warga dalam melakukan tindakan ibadah dan agama. Beberapa warga di desa Tulung masih kurang memahami Islam dengan sempurna, sebagai warga mereka masih mengikuti kenduren, keselamatan dan yasinan serta kurangnya pemahaman tentang Islam. Di situlah letak peran sumbangan Cabang Pagi Minggu Muhammadiyah Cabang untuk menanamkan nilai-nilai Islam kepada masyarakat di desa Tulung. Berdasarkan data dari hasil penelitian ini, disimpulkan bahwa Khotbah Minggu Pagi Cabang Muhammadiyah telah berjalan dengan baik, yaitu dengan mempromosikan metode yang digunakan Bi al-Ḥikmah, Mau'iẒatul Ḥasanah, Mujādalah Billatī Hiya Aḥsan dan isinya sesuai dengan kehidupan masyarakat sehari-hari sehingga bahwa nilai-nilai Islam dalam akidah materi, akhlak, ibadah dan muamalah dapat diwujudkan dengan baik. Cabang Muhammadiyah Sunday Morning Ceramah dalam menanamkan nilai-nilai Islam di masyarakat Desa Tulung, Kecamatan Tulung Kabupaten Klaten Tahun 2016-2017 adalah yang pertama, memperkuat fungsi dakwah sebagai tempat pengajaran dan bimbingan Islam, yaitu dengan kegiatan ceramah agama. Kedua, menjadikan pengabaran sebagai pusat pengembangan keterampilan. Masyarakat dapat mengasah keterampilan mereka untuk membaca Alquran dengan benar. Ketiga, meningkatkan peran pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan potensi ekonomi dan sosial, tersentuh untuk membiasakan diri membayar donasi, amal dan kemanusiaan penggalangan dana. Keempat, jadikan khotbah sebagai media silaturrahmi dan rekreasi spiritual. Selain ilmu mereka, masyarakat dapat menjalin hubungan
Manhaj Tarjih Muhammadiyah Anwar, Syamsul
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 16, No 1 (2018): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tarjih di lingkungan Muhammadiyah telah mengalami perkembangan makna. Memang pada awalnya dalam organisasi ini tarjih difahami sebagaimana menurut pengertian aslinya dalam ilmu usul fikih, yaitu “memperbandingkan  ̶ dalam suatu permusyawaratan ̶  pendapat-pendapat dari ulama untuk kemudian mengambil mana yang dianggap mempunyai dasar dan alasan yang lebih kuat.” Kemudian pengertian ini mengalami pergeseran karena perkembangan kegiatan ketarjihan di dalam Muhammadiyah. Tarjih tidak lagi hanya diartikan kegiatan sekedar kuat-menguatkan suatu dalil atau pilih-memilih di antara pendapat yang sudah ada, melainkan jauh lebih luas sehingga identik atau paling tidak hampir identik dengan ijtihad itu sendiri
UPAYA GURU DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR BADAH DI SMP MUHAMMADIYAH 7 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2017/2018 Pratanti, Yulia
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 16, No 1 (2018): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minat merupakan suatu modal yang paling meyakinkan demi keberhasilan suatu proses belajar. Seseorang yang mempunyai minat terhadap suatu pelajaran dengan sendirinya akan merasa senang dalam mengikuti pelajaran tersebut. Fenomena yang mendasar di SMP Muhammadiyah 7 Surakarta pada saat pembelajaran berlangsung, guru menyajikan materi ibadah yang menggunakan metode ceramah, membuat siswa kurang bersemangat. Sebagai bukti, ditemukan sebagian besar siswa tidak memperhatikan penjelasan guru, mereka cenderung melakukan hal-hal yang tidak mendukung proses pembelajaran, seperti ribut dengan teman sebangku, keluar masuk kelas, dan bahkan ada yang buang kertas untuk dilempar ke teman. Oleh karena itu, seorang guru perlu menciptakan suasana yang kondusif di dalam kelas. Dengan demikian, siswa yang tadinya kurang berminat menjadi lebih berminat.Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana upaya guru dalam meningkatkan minat belajar ibadah di SMP Muhammadiyah 7 Surakarta tahun pelajaran 2017/2018? Sedangkan tujuan dalam penelitian ini untuk mendeskripsikan upaya guru dalam meningkatkan minat belajar ibadah di SMP Muhammadiyah 7 Surakarta.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa SMP Muhammadiyah 7 Surakarta. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif yang dilakukan dengan memberikan makna terhadap data yang berhasil dikumpulkan, dan dari makna itulah ditarik kesimpulan dengan pola pikir induktif.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa upaya yang dilakukan guru dalam meningkatkan minat belajar ibadah di SMP Muhammadiyah 7 Surakarta, yaitu: (1) Memulai pelajaran menggunakan cerita yang berhubungan dengan materi yang diajarkan; (2) Memberikan perhatian khusus pada siswa yang mulai jenuh berupa pertanyaan spontan; (3) Menggunakan media pembelajaran, seperti: LCD slide power point dan memutarkan film; (4) Menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi, yaitu: metode demonstrasi (praktek) dan diskusi kelas; (5) Melaksanakan pembelajaran di luar kelas, seperti di lingkungan masjid sekolah; dan (6) Memberlakukan reward and punishment, reward yang diberikan berupa tambahan nilai, dan punishment yang diberikan berupa merangkum materi yang belum dipahami
SIKAP SUBJEKTIF CIVITAS AKADEMIKA TERHADAP KETERIMAAN PAHAM MUHAMMADIYAH DI PERGURUAN KOTA TANGERANG Setiawan, Edi; Sumardi, Sumardi; Heriansyah, Daram
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 16, No 1 (2018): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sikap subyektif komunitas akademik terhadap penerimaan Muhammadiyah dalam Amal Bisnis Muhammadiyah sebagai upaya menghadapi perbedaan pemahaman dengan masyarakat di Perguruan Tinggi Muhammadiyah Tangerang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Lokasi penelitian adalah Universitas Muhammadiyah Tangerang. Sumber data penelitian ini adalah guru dan karyawan Sekolah Tinggi Muhammadiyah Tangerang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan kuesioner. Analisis data menggunakan regresi linier. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam melaksanakan kegiatan Amal Bisnis Muhammadiyah (AUM) Muhammadiyah guru dan karyawan dapat menerima ideologi Muhammadiyah dan meminimalkan potensi konflik yang disebabkan oleh perbedaan ideologis antar organisasi dalam masyarakat
PERAN GURU AL-ISLAM DAN KEMUHAMMADIYAHAN (AIK) DALAM MEMBENTUK KARAKTER RELIGIUS SISWA (STUDI DI MTS MUHAMMADIYAH WARU BAKI TAHUN PELAJARAN 2017/2018) Aritaningsih, Rima
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 16, No 1 (2018): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran guru dalam pendidikan tidak hanya merancang kegiatan pembelajaran, guru juga memiliki peran sebagai pembimbing, motivator, fasilitator, dan evaluator. Peran guru diharapkan  tidak hanya dalam proses pembelajaran di kelas tetapi juga diperlukan dalam membentuk karakter siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dan mendeskripsikan bagaimana peran guru Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dalam membentuk karakter religius siswa di MTs Muhammadiyah Waru Baki. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan. Dalam hal ini subjek penelitian ini guru Al-Islam dan KeMuhammadiyahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Peneliti menggunakan pengumpulan data dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan analisis deduktif, dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru yang dimiliki oleh guru Al-Islam dan Kemuhammadiyahan di MTs Muhammadiyah Waru Baki meliputi guru sebagai motivator, informator, mediator, demonstrator dan evaluator. Peran guru Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dalam membentuk karakter religius siswa sebagai motivator, memotivasi siswa melalui teman yang berprestasi, menyemangati siswa untuk beribadah. Sebagai informator guru memberikan penjelasan lebih rinci dan memberi informasi terbaru. Sebagai mediator guru menyediakan media pembelajaran. Sebagai demonstrator guru memberikan contoh yang baik melalui sholat dhuhur berjamaah.Sebagai evaluator guru menilai perilaku siswa, menegur bila siswa melanggar peraturan
PERAN PENGAJIAN AHAD PAGI CABANG MUHAMMADIYAH DALAM MENANAMKAN NILAI-NILAI AGAMA ISLAM MASYARAKAT DESA TULUNG KECAMATAN TULUNG KABUPATEN KLATEN TAHUN 2016-2017 Putri Suci Ariyanti
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 16, No 1 (2018): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Khotbah Minggu Pagi Cabang Muhammadiyah adalah salah satu khotbah yang diorganisir oleh Ketua Cabang Muhammadiyah mengacu pada pedoman revitalisasi cabang Muhammadiyah. Tujuan dari penelitian ini adalah sarana bagi Muhammadiyah untuk menyebarkan ajaran Islam sesuai dengan pedoman Al-Qur'an dan Sunnah kepada seluruh masyarakat. Kurangnya pengetahuan agama akan mempengaruhi kesadaran warga dalam melakukan tindakan ibadah dan agama. Beberapa warga di desa Tulung masih kurang memahami Islam dengan sempurna, sebagai warga mereka masih mengikuti kenduren, keselamatan dan yasinan serta kurangnya pemahaman tentang Islam. Di situlah letak peran sumbangan Cabang Pagi Minggu Muhammadiyah Cabang untuk menanamkan nilai-nilai Islam kepada masyarakat di desa Tulung. Berdasarkan data dari hasil penelitian ini, disimpulkan bahwa Khotbah Minggu Pagi Cabang Muhammadiyah telah berjalan dengan baik, yaitu dengan mempromosikan metode yang digunakan Bi al-Ḥikmah, Mau'iẒatul Ḥasanah, Mujādalah Billatī Hiya Aḥsan dan isinya sesuai dengan kehidupan masyarakat sehari-hari sehingga bahwa nilai-nilai Islam dalam akidah materi, akhlak, ibadah dan muamalah dapat diwujudkan dengan baik. Cabang Muhammadiyah Sunday Morning Ceramah dalam menanamkan nilai-nilai Islam di masyarakat Desa Tulung, Kecamatan Tulung Kabupaten Klaten Tahun 2016-2017 adalah yang pertama, memperkuat fungsi dakwah sebagai tempat pengajaran dan bimbingan Islam, yaitu dengan kegiatan ceramah agama. Kedua, menjadikan pengabaran sebagai pusat pengembangan keterampilan. Masyarakat dapat mengasah keterampilan mereka untuk membaca Alquran dengan benar. Ketiga, meningkatkan peran pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan potensi ekonomi dan sosial, tersentuh untuk membiasakan diri membayar donasi, amal dan kemanusiaan penggalangan dana. Keempat, jadikan khotbah sebagai media silaturrahmi dan rekreasi spiritual. Selain ilmu mereka, masyarakat dapat menjalin hubungan
Manhaj Tarjih Muhammadiyah Syamsul Anwar
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 16, No 1 (2018): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tarjih di lingkungan Muhammadiyah telah mengalami perkembangan makna. Memang pada awalnya dalam organisasi ini tarjih difahami sebagaimana menurut pengertian aslinya dalam ilmu usul fikih, yaitu “memperbandingkan  ̶ dalam suatu permusyawaratan ̶  pendapat-pendapat dari ulama untuk kemudian mengambil mana yang dianggap mempunyai dasar dan alasan yang lebih kuat.” Kemudian pengertian ini mengalami pergeseran karena perkembangan kegiatan ketarjihan di dalam Muhammadiyah. Tarjih tidak lagi hanya diartikan kegiatan sekedar kuat-menguatkan suatu dalil atau pilih-memilih di antara pendapat yang sudah ada, melainkan jauh lebih luas sehingga identik atau paling tidak hampir identik dengan ijtihad itu sendiri
UPAYA GURU DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR BADAH DI SMP MUHAMMADIYAH 7 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2017/2018 Yulia Pratanti
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 16, No 1 (2018): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minat merupakan suatu modal yang paling meyakinkan demi keberhasilan suatu proses belajar. Seseorang yang mempunyai minat terhadap suatu pelajaran dengan sendirinya akan merasa senang dalam mengikuti pelajaran tersebut. Fenomena yang mendasar di SMP Muhammadiyah 7 Surakarta pada saat pembelajaran berlangsung, guru menyajikan materi ibadah yang menggunakan metode ceramah, membuat siswa kurang bersemangat. Sebagai bukti, ditemukan sebagian besar siswa tidak memperhatikan penjelasan guru, mereka cenderung melakukan hal-hal yang tidak mendukung proses pembelajaran, seperti ribut dengan teman sebangku, keluar masuk kelas, dan bahkan ada yang buang kertas untuk dilempar ke teman. Oleh karena itu, seorang guru perlu menciptakan suasana yang kondusif di dalam kelas. Dengan demikian, siswa yang tadinya kurang berminat menjadi lebih berminat.Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana upaya guru dalam meningkatkan minat belajar ibadah di SMP Muhammadiyah 7 Surakarta tahun pelajaran 2017/2018? Sedangkan tujuan dalam penelitian ini untuk mendeskripsikan upaya guru dalam meningkatkan minat belajar ibadah di SMP Muhammadiyah 7 Surakarta.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa SMP Muhammadiyah 7 Surakarta. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif yang dilakukan dengan memberikan makna terhadap data yang berhasil dikumpulkan, dan dari makna itulah ditarik kesimpulan dengan pola pikir induktif.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa upaya yang dilakukan guru dalam meningkatkan minat belajar ibadah di SMP Muhammadiyah 7 Surakarta, yaitu: (1) Memulai pelajaran menggunakan cerita yang berhubungan dengan materi yang diajarkan; (2) Memberikan perhatian khusus pada siswa yang mulai jenuh berupa pertanyaan spontan; (3) Menggunakan media pembelajaran, seperti: LCD slide power point dan memutarkan film; (4) Menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi, yaitu: metode demonstrasi (praktek) dan diskusi kelas; (5) Melaksanakan pembelajaran di luar kelas, seperti di lingkungan masjid sekolah; dan (6) Memberlakukan reward and punishment, reward yang diberikan berupa tambahan nilai, dan punishment yang diberikan berupa merangkum materi yang belum dipahami
SIKAP SUBJEKTIF CIVITAS AKADEMIKA TERHADAP KETERIMAAN PAHAM MUHAMMADIYAH DI PERGURUAN KOTA TANGERANG Edi Setiawan; Sumardi Sumardi; Daram Heriansyah
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 16, No 1 (2018): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sikap subyektif komunitas akademik terhadap penerimaan Muhammadiyah dalam Amal Bisnis Muhammadiyah sebagai upaya menghadapi perbedaan pemahaman dengan masyarakat di Perguruan Tinggi Muhammadiyah Tangerang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Lokasi penelitian adalah Universitas Muhammadiyah Tangerang. Sumber data penelitian ini adalah guru dan karyawan Sekolah Tinggi Muhammadiyah Tangerang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan kuesioner. Analisis data menggunakan regresi linier. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam melaksanakan kegiatan Amal Bisnis Muhammadiyah (AUM) Muhammadiyah guru dan karyawan dapat menerima ideologi Muhammadiyah dan meminimalkan potensi konflik yang disebabkan oleh perbedaan ideologis antar organisasi dalam masyarakat

Page 1 of 2 | Total Record : 12