cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Suhuf
ISSN : 25272934     EISSN : 25272934     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 29, No 2 (2017): Nopember" : 14 Documents clear
PENGARUH PENGETAHUAN KEUANGAN DAN MOTIVASI TERHADAP KEBERLANGSUNGAN USAHA Marwati, Fithri Setya
Suhuf Vol 29, No 2 (2017): nopember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persaingan antar perusahaan semakin tinggi, sehingga untuk menghadapi hal tersebut perusahaan dituntut untuk dapat memiliki pengetahuan pengetahuan keuangan yang baik dan memiliki motivasi agar dapat langgeng bisnisnya dan memiliki kinerja yang baik. CV. Cikal Reka Kreasi yang bertempat di Sukoharjo sebagai salah satu perusahaan kontraktor di Sukoharjo mendapatkan perhatian terutama dalam pengetahuan keuangan dan motivasi dari karyawan agar dapat langgeng bisnisnya dan memiliki kinerja yang baik.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengetahuan keuangan dan motivasi terhadap keberlangsungan usaha. Penelitian dilakukan di CV. Cikal Reka Kreasi Sukoharjo dengan waktu penelitian dari bulan November 2016 sampai dengan bulan Juli 2017. Sampel yang diambil sejumlah 133 orang dengan teknik pengambilan menggunakan Slovin. Metode pengolahan data menggunakan analisis regresi berganda.Dari hasil penelitian ini dapat diketahui variabel-variabel yang diteliti yaitu pengetahuan keuangan dan motivasi berpengaruh secara signifikan dan simultan terhadap keberlangsungan usaha CV. Cikal Reka Kreasi Sukoharjo.
METODE PERTAHANAN DIRI BAGI PEREMPUAN DAN HIKMAH EDUKASI DALAM KISAH MARYAM BINTI IMRAN Ulfa, Maria
Suhuf Vol 29, No 2 (2017): nopember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam menghadapi ujian kehidupan, kita khususnya perempuan, bagaimana seharusnya kita menyikapi ujian keimanan dari Allah  Swt  serta bagaimana metode pertahanan diri yang dapat kita lakukan sehingga dapat melewati ujian dari Allah Swt. Kita dapat mencontoh Maryam bin Imran dalam Qs. Maryam tentang sikap dan metode metode pertahanan yang dilakukan Maryam. Adapun metode pertahanan diri yang dilakukan oleh Maryam adalah pertama, sikap hati-hati terhadap laki-laki asing yang tidak dikenal. Kedua, mengingatkan laki-laki asing agar menjauhi darinya. Ketiga,  adu argumentasi. Keempat, Menyisihkan diri ke tempat yang jauh. Kelima, boleh mengeluh dalam situasi tertekan. Keenam, mencari makanan dan minum sebagai konsumsi. Ketujuh, berdiam diri dan tidak bicara. Kedelapan, menunjukkan kebenaran diri secara terbuka. Kesembilan, tabah menghadapi segala cobaan. Kesepuluh, meyakini dengan kuat di dalam jiwa bahwa ini adalah bagian dari qadla dan qadar Allah. Kesebelas, bersabar. Kedua belas, tidak putus asa. Adapun hikmah edukasi dalam Qs. Maryam adalah pertolongan Allah selalu ada, memperkuat iman, pendidik membekali peserta didik, khususnya perempuan dengan kecerdasan, kepintaran strategi, dan kesabaran.
INDEKS BUDAYA LITERASI MAHASISWA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA TAHUN AKADEMIK 2017 Abidin, Zaenal
Suhuf Vol 29, No 2 (2017): nopember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat budaya literasi mahasiswa Pendidikan Agama Islam UMS dan faktor-faktor yang mempengaruhi naik dan turunnya budaya litersi tersebut. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan diskriptif kuantitatif agar terpapar data yang akurat dan jelas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pertama, tingkat budaya literasi membaca, menulis dan berdiskusi antara lain ; tingkat membaca sebesar 7%, menulis sebesar 6%, berdiskusi sebesar 13%. Hal ini menunjukkan rendahnya budaya literasi mahasiswa PAI dari 92% mahasiswa murni (tidak bekerja ) waktu yang digunakan untuk aktivitas akademik minim.Kedua, faktor pendukung dari tingkat budaya literasi antara lain tugas dari dosen menempati tingkatan tertinggi sebesar 41% untuk membaca, dan 46% untuk menulis, dan faktor pendukung yang selanjutnya adalah tingkat diskusi menyampaikan informasi sebesar 26%, menambah informasi sebesar 33%. Sedangkan faktor penurun anatara lain, rasa ingin tahu yang rendah mengenai sebuah keilmuan, untuk mencari informasi dan menambah pengetahuan sebesar 29%, motivasi untuk membaca masih didominasi rasa paksaan dari dosen sebesar 41%. Dan mahasiswa yang senang dengan aktivitas menulis dalam kategori menyalurkan minat sebesar 20%. Serta faktor lingkungan yang masih kurang mendukung dalam menumbuhkan budaya literasi. Mahasiswa dalam aktivitas di tempat umum lebih suka berbincang-bincang 33%, bermain gadget, game 33%, browsing 25%. Membaca hanya 7%.
TRADISI PEMIKIRAN SOSIO-POLITIK ISLAM (KilasanPemikiran al-Farabidan al-MawardidalamLintasanSejarah Islam) Sukardi, Imam
Suhuf Vol 29, No 2 (2017): nopember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini mengkaji tentang pemikiran politik Islam pada masa Pra-Modern, yang cenderung bersifat legalistic formalistis, para teoritikus kenegaraan dan politik Islam cenderung melegalisasi kebijakan yang dilakukan oleh para khalifah yang sedang memerintah pada saat itu sekali pun ada kebijakan-kebijakan yang muncul dan merugikan beberapa pihak, mereka kurang begitu melihat kenyataan tersebut sebagai hal yang harus diperbaiki. Meskipun demikian para ulama banyak bergerak dalam lapangan teori kenegaraan dengan berbagai corak. Kegiatan pemikiran ini diawali oleh beberapa ulama diantaranya; al-Mawardi, al-Baqillani al-Ghazali, ibn Qutaibah, ibn Muqaffa’, ibn Taimiyah, ibn Jama’ah, al-Farabi, ibn Sina dan lain sebagainya. Di masa awal kebangkitan pemikiran kenegaraan itu  yang paling besar dan menonjol teorinya pada masa itu adalah al-Mawardi dan al-Farabi.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER ISLAMI PADA KEGIATAN EKSTRAKURIKULER “HIZBUL WATHAN” (Studi Empirik di SMA Muhammadiyah 3 Surakarta Tahun Pelajaran 2016/2017) Rahardja, Bambang
Suhuf Vol 29, No 2 (2017): nopember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendidikan karakter Islami dan menunjukkan titik singgung nilai karakter pada ekstrakurikuler Hizbul Wathan di SMA Muhammadiyah 3 Surakarta tahun pelajaran 2016/2017. Penelitian ini merupakan jenis penelitian lapangan (field research), metode pengumpulan data menggunakan wawancara, dokumentasi serta observasi, dan dalam penelitian ini penulis menggunakan metode analisis interaktif dalam proses menganalisis data.            Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut : 1) Implementasi pendidikan karakter Islami terdapat pula pada kepanduan Hizbul Wathon. 2) Pada dasarnya dalam kurikulum dan kegiatan HW telah memuat nilai-nilai karakter Islami,  sebagaimana muatan yang terdapat dalam pendidikan karakter yang terdapat dalam kebijakan yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan Nasional, meliputi a) religius, b) jujur, c) tanggung jawab, d) gemar membaca, e) disiplin, f) kerja keras, g) kreatif, h) rasa ingin tahu, i) mandiri, j) toleransi, k) peduli sosial, l) menghargai karya dan prestasi, m) komunikatif, n) cinta damai, o) demokratis, p) semangat kebangsaan, dan q) cinta tanah air. 3) Muatan masing-masing nilai pendidikan karakter diiplementasikan melalui materi yang disesuaikan dengan kurikulum Hizbul Wathan yang meliputi  materi seperti Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, Materi Kepanduan, Materi Kehizbul Wathanan dan Materi Umum. 4) pengembangan nilai–nilai pendidikan karakter pada masing-masing kegiatan ekstrakurikuler Hizbul Wathan dilakukan dengan kegiatan rutin, kegiatan spontan, keteladanan dan pengkondisian, dengan pendekatan yang telah sesuai dengan amanat pendidikan karakter Nasional.
TAFSIR AYAT-AYAT KEBERAGAMAAN Mahmud, Abddullah
Suhuf Vol 29, No 2 (2017): nopember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam masyarakat global-plural dimanapun, khususnya Indonesia yang ditandai dengan kemajuan bahasa, budaya, suku, ras dan agama, gesekan dan persinggungan antar anggotamasyarakat yang berbeda itu seringkalimenjadi potensi laten yang sewaktu-waktu dapat meledak dan menimbulkan konflik horizontal. Akibatnya, kehidupan semakin jauh dari kata harmonis dan ko-eksistensi damai. Padahal kehipan yang harmonis dan penuh dengan kedamaian merupakan cita-cita bersama yang harus diperjuangkan bersama. Dari sudut pandang awsli, perlu ditinjau kembali ajaran-ajaran kitab suci, al-Qur’an melalui karya tafsir dari para pakarnya. Dalam artikel ini ada tiga mufasir moderen yang akan ditelusuri karya tafsirnya. Khususnya yang terkait dengan ayat-ayat Al-Qur’An yang berbicara tentang agama-agama. Dari telaah yang dilakukan dapat dikemukakan bahwa ketiga mutasi hampir sama pendapatnya, bahwa Islam adalah agama universal dan tidak bersifat ekslusif. Inklusifisme Islam adalah bahwa keselamatan dapat diperoleh melalui keperayaan kepada Tuhan yang Esa, hari Akhir, dan amal shaleh (konstruktif). 
PENGGUNAAN KATA “لا” BERMAKNA “JANGAN” DALAM AL-QUR’AN (PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM) Abdulkarim Zulfa Ahmadi, Abdulkarim; Shobahiya, Mahasri
Suhuf Vol 29, No 2 (2017): nopember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Beberapa pakar psikologi dan parenting mengingatkan pada guru dan orang tua untuk menghindari penggunaan kata “jangan” dalam mendidik anak, karena hal tersebut akan menjadikan anak tertekan serta menganggap bahwa dunia ini penuh dengan aturan yang menekan. Sementara itu, dalam Al-Qur’an tidak sedikit ayat yang menggunakan kata “لا” bermakna “jangan”, bahkan lebih dari 300 ayat menggunakan kata tersebut.Penelitian ini menemukan bahwa ayat-ayat yang mengandung kata “لا” bermakna “jangan” dalam Al-Qur’an dan Terjemahnya, yang diterbitkan Kementerian Agama RI tahun 2012 terdapat dalam 358 ayat yang tersebar dalam 64 Surat. Ayat yang mengandung kata “لا” bermakna “jangan” dapat dikelompokkan dalam tiga bidang, yaitu Akidah, Akhlak, dan Syariat. Selain tiga bidang tersebut, beberapa ayat Al-Qur’an yang di dalamnya terdapat kata “لا” bermakna “jangan” merupakan sebuah do’a dan kisah-kisah masa lampau yang tertulis dalam Al-Qur’an, sehingga bukan termasuk ayat-ayat larangan yang dapat diterapkan dalam pendidikan Islam.Ayat-ayat yang mengandung larangan pada bidang Akhlak memiliki jumlah lebih banyak dibandingkan dengan bidang lainnya, karena bidang tersebut mencakup beberapa aspek kehidupan, baik berhubungan dengan Sang Pencipta, manusia, alam, dan diri sendiri. Sedangkan, untuk terbanyak kedua adalah dalam bidang Akidah, di dalamnya terdapat ayat larangan dengan redaksi yang sama diulang berkali-kali pada ayat ataupun surat yang berbeda. Tampaknya Allah bermaksud untuk memberikan penekanan lebih terhadap pendidikan Islam, terutama keimanan kepada Allah Swt. Ayat larangan pada bidang Syariat lebih sedikit dibandingkan dengan dua bidang lainnya. Hal itu bisa disebabkan, karena ketentuan-ketentuan syariat telah banyak dijelaskan dalam ayat-ayat Al-Qur’an yang tidak menggunakan kata “لا” bermakna “jangan”.
INDEKS BUDAYA LITERASI MAHASISWA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA TAHUN AKADEMIK 2017 Zaenal Abidin
Suhuf Vol 29, No 2 (2017): Nopember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat budaya literasi mahasiswa Pendidikan Agama Islam UMS dan faktor-faktor yang mempengaruhi naik dan turunnya budaya litersi tersebut. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan diskriptif kuantitatif agar terpapar data yang akurat dan jelas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pertama, tingkat budaya literasi membaca, menulis dan berdiskusi antara lain ; tingkat membaca sebesar 7%, menulis sebesar 6%, berdiskusi sebesar 13%. Hal ini menunjukkan rendahnya budaya literasi mahasiswa PAI dari 92% mahasiswa murni (tidak bekerja ) waktu yang digunakan untuk aktivitas akademik minim.Kedua, faktor pendukung dari tingkat budaya literasi antara lain tugas dari dosen menempati tingkatan tertinggi sebesar 41% untuk membaca, dan 46% untuk menulis, dan faktor pendukung yang selanjutnya adalah tingkat diskusi menyampaikan informasi sebesar 26%, menambah informasi sebesar 33%. Sedangkan faktor penurun anatara lain, rasa ingin tahu yang rendah mengenai sebuah keilmuan, untuk mencari informasi dan menambah pengetahuan sebesar 29%, motivasi untuk membaca masih didominasi rasa paksaan dari dosen sebesar 41%. Dan mahasiswa yang senang dengan aktivitas menulis dalam kategori menyalurkan minat sebesar 20%. Serta faktor lingkungan yang masih kurang mendukung dalam menumbuhkan budaya literasi. Mahasiswa dalam aktivitas di tempat umum lebih suka berbincang-bincang 33%, bermain gadget, game 33%, browsing 25%. Membaca hanya 7%.
TRADISI PEMIKIRAN SOSIO-POLITIK ISLAM (KilasanPemikiran al-Farabidan al-MawardidalamLintasanSejarah Islam) Imam Sukardi
Suhuf Vol 29, No 2 (2017): Nopember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini mengkaji tentang pemikiran politik Islam pada masa Pra-Modern, yang cenderung bersifat legalistic formalistis, para teoritikus kenegaraan dan politik Islam cenderung melegalisasi kebijakan yang dilakukan oleh para khalifah yang sedang memerintah pada saat itu sekali pun ada kebijakan-kebijakan yang muncul dan merugikan beberapa pihak, mereka kurang begitu melihat kenyataan tersebut sebagai hal yang harus diperbaiki. Meskipun demikian para ulama banyak bergerak dalam lapangan teori kenegaraan dengan berbagai corak. Kegiatan pemikiran ini diawali oleh beberapa ulama diantaranya; al-Mawardi, al-Baqillani al-Ghazali, ibn Qutaibah, ibn Muqaffa’, ibn Taimiyah, ibn Jama’ah, al-Farabi, ibn Sina dan lain sebagainya. Di masa awal kebangkitan pemikiran kenegaraan itu  yang paling besar dan menonjol teorinya pada masa itu adalah al-Mawardi dan al-Farabi.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER ISLAMI PADA KEGIATAN EKSTRAKURIKULER “HIZBUL WATHAN” (Studi Empirik di SMA Muhammadiyah 3 Surakarta Tahun Pelajaran 2016/2017) Bambang Rahardja
Suhuf Vol 29, No 2 (2017): Nopember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendidikan karakter Islami dan menunjukkan titik singgung nilai karakter pada ekstrakurikuler Hizbul Wathan di SMA Muhammadiyah 3 Surakarta tahun pelajaran 2016/2017. Penelitian ini merupakan jenis penelitian lapangan (field research), metode pengumpulan data menggunakan wawancara, dokumentasi serta observasi, dan dalam penelitian ini penulis menggunakan metode analisis interaktif dalam proses menganalisis data.            Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut : 1) Implementasi pendidikan karakter Islami terdapat pula pada kepanduan Hizbul Wathon. 2) Pada dasarnya dalam kurikulum dan kegiatan HW telah memuat nilai-nilai karakter Islami,  sebagaimana muatan yang terdapat dalam pendidikan karakter yang terdapat dalam kebijakan yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan Nasional, meliputi a) religius, b) jujur, c) tanggung jawab, d) gemar membaca, e) disiplin, f) kerja keras, g) kreatif, h) rasa ingin tahu, i) mandiri, j) toleransi, k) peduli sosial, l) menghargai karya dan prestasi, m) komunikatif, n) cinta damai, o) demokratis, p) semangat kebangsaan, dan q) cinta tanah air. 3) Muatan masing-masing nilai pendidikan karakter diiplementasikan melalui materi yang disesuaikan dengan kurikulum Hizbul Wathan yang meliputi  materi seperti Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, Materi Kepanduan, Materi Kehizbul Wathanan dan Materi Umum. 4) pengembangan nilai–nilai pendidikan karakter pada masing-masing kegiatan ekstrakurikuler Hizbul Wathan dilakukan dengan kegiatan rutin, kegiatan spontan, keteladanan dan pengkondisian, dengan pendekatan yang telah sesuai dengan amanat pendidikan karakter Nasional.

Page 1 of 2 | Total Record : 14