cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Suhuf
ISSN : 25272934     EISSN : 25272934     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 30, No 2 (2018): November" : 14 Documents clear
PESANTREN: REALITAS PENDIDIKAN ISLAM TRADISIONAL INDONESIA Imam Sukardi
Suhuf Vol 30, No 2 (2018): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesantren merupakan sebuah kehidupan yang unik, sebagaimana dapat disimpulkan dalam kehidupan lahiriahnya. Pesantren adalah sebuah kompleks dengan lokasi yang umumnya terpisah dari kehidupan sekitarnya. Pesantren memiliki tradisi sejarah yang sangat panjang. Oleh karena itu situasi dan peranan lembaga-lembaga pesantren dewasa ini harus dilihat dalam hubungannya dengan perkembangan Islam dalam jangka panjang, baik di Indonsia maupun di negara-negara Islam pada umumnya. Perkembangannya di Indonesia yang sedemikian ini masih terus berlangsung pesat, karena Indonesia merupakan tempat konsentrasi ummat Islam yang terbesar di dunia
KERUSAKAN LINGKUNGAN DALAM AL-QUR’AN Aisyah Nurhayati; Zulfa Izzatul Ummah; Sudarno Shobron
Suhuf Vol 30, No 2 (2018): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ada sekitar 800 ayat yang berbicara tentang alam semesta dan lingkungan, dan manusia diberi amanah sebagai khalifah dengan tugas untuk memelihara dan menjaga kelestarian alam lingkungan, sehingga ada keseimbangan antara alam dan manusia. Sumber Daya Alam yang melimpah di perut bumi diperuntukkan kepada manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, sehingga manusia dilarang untuk membuat kerusakan. Kerusakan dari alam lingkungan akan membawa dampak negatif terhadap kehidupan manusia secara keseluruhan. Global Warming yang terjadi di beberapa belahan dunia sangat dirasakan dengan tidak adanya keteraturan musim, dan terjadi musim yang ekstrem. Padahal Allah telah memberikan hukum-hukum yang melekat dalam semua ciptaan, dan hukum itu berjalan sesuai sunnatullah, namun apabila dirusak akan membawa dampak negatif. Penelitian literer ini akan menjawab dampak kerusakan lingkungan bagi manusia yang secara tersurat sudah dijelaskan oleh Allah melalui firman-firmannya yang terhimpun dalam al-Qur’an. Untuk itu metode analisis digunakan adalah interpretatif komparatif antar kittab tafsir.Temuan dari penelitian ini   bahwa kerusakan lingkungan karena perbuatan manusia memiliki dampak negatif secara multidimensional yang dirsakan tidak hanya pelaku kerusakan, melainkan juga dirasakan oleh masyarakat pada umumnya. Untuk itu ditawarkan solusi, yakni memperkuat keimanan dan ketakwaan yang diimplementasikan dalam kehidupan, sadar terhadap pentingnya lingkungan, dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.
AL-QUR’AN DAN MULTIKULTURALISME Abdullah Mahmud
Suhuf Vol 30, No 2 (2018): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel pendek ini berupaya untuk menggali kembali nilai-nilai multikultural dalam sejarah panjang akar kehidupan bangsa dalam rangka untuk menemukan formula membangun kehidupan bersama yang bebas dari prejudice, stereotipe, dan sentimen-entimen primordial lainnya, yang sewaktu-waktu dapat menjadi “bom waktu” yang mengancam ko-eksistensi kehidupan dari perspektif agama Islam, yakni menggali kembali nilai-nilai multikultural dalam al-Qur’an. Menurut penulis Pluratiltas dan multikulturalitas adalah sebuah keniscayaan dan merupakan sunnatullah yang terjadi di alam semesta dan manusia. Multikulturalitas adalah sebuah realitas yang kasat mata dan tidak perlu diingkari keberadaannya. Namun demikian, dalam perspektif Islam ia tidak harus dipandang sebagai suatu hal yang berdiri sendiri, akan tetapi sangat bergantung pada konsep lain sebagai satu kesatuan. Tawhid (keesaan Tuhan) adalah sebuah konsep sentral yang meletakan kesatuan sebagai inti pandangan dan sekaligus merupakan esensi ajaran dan kebudayaan Islam yang berfungsi sebagai kekuatan sentripetal (pengikat) dari berbagai pluralitas-multikulturalitas bangsa, suku, ras, agama, madzab/golongan, politik, dan berbagai unsur budaya. Bhineka Tunggal Ika (unity in diversity) adalah ungkapan padanan yang tepat untuk menggambarkan Islam dan multikulturalisme itu. Dalam berbagai agama, khususnya Islam, terdapat apa yang disebut great tradition atau high tradition dan litlle tradition atau low tradition, sebagai akibat bertemunya agama dan budaya. Demikian juga dialektika antara Islam yang bersifat universal sebagai agama langit dan budaya lokal yang bersifat partikular pada gilirannya, akan menghasilkan corak atau warna Islam yang berbeda-beda satu tempat dengan tempat lain.
RETRIBUSI JASA PARKIR DALAM PANDANGAN ISLAM (Studi Tentang Retribusi Daerah di Kota Surakarta) Hartono Hartono
Suhuf Vol 30, No 2 (2018): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) yang bersifat kualitatif deskriptif, dengan mengambil lokasi di Kota Surakarta. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subyek dalam penelitian ini adalah  Dinas Perhubungan Kota Surakarta, petugas parkir, dan pengguna jasa parker.Objek penelitiannya adalah penerapan retribusi parkir di kota Surakarta. Analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh dalam penelitian ini bahwa jasa parkir merupakan salah satu lahan bisnis yang masih umum, semua pihak bisa memanfaatkannya, namun penetapan tarif retribusinya ada dibawah kendali pemerintah daerah yang dimaksudkan untuk meminimalisir pungutan liar dan korupsi yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu yang tidak bertanggung jawab. Retribusi parkir yang tidak resmi akan dikatakan halal dan bukan merupakan pungli dalam hukum Islam, apabila telah terjadi kesepakatan antara kedua belah pihak (petugas parkir dan pemilik area parkir). Karena tidak ada pihak manapun yang diberatkan dan itu telah sesuai dengan kaidah hukum Islam yang berlaku.

Page 2 of 2 | Total Record : 14