SINEKTIKA: Jurnal Arsitektur
SINEKTIKA: Jurnal Arsitektur is a scientific journal of the Architecture Department, Faculty of Engineering, Universitas Muhammadiyah Surakarta which focuses on delivering information on the results of scientific research conducted by researchers, especially in the field of architecture. The scientific articles in the scope of pure and applied sciences about architectural science including art & design, history & human behavior, technology, urban planning and the environment. Research results are scientific, critical and comprehensive on important and current issues covered in the field of architecture.
Articles
331 Documents
Identifikasi Rumah Indekos Berbasis Syariah di Jalan Menco VII (Penekanan pada Pola Tata Ruang)
Erlina Romdloni;
Alpha Febela Priyatmono
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 17, No 1: Januari 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1569.422 KB)
|
DOI: 10.23917/sinektika.v17i1.10869
Dewasa ini rumah indekos telah berubah fungsi utamanya sebagai tempat tinggal menjadi sebuah industri indekos yang lebih berorientasi pada materi saja sehingga transformasi akan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat cenderung terabaikan. Hal ini berakibat tidak menutup kemungkinan munculnya suatu perilaku menyimpang atau pelanggaran yang dilakukan oleh penghuni indekos, misalnya terjadi pergaulan bebas di lingkungan indekos. Universitas Muhammadiyah Surakarta yang merupakan kampus berbasis Islami memiliki tanggung jawab atas permasalahan yang ada di lingkungan sekitarnya, termasuk perilaku penyimpangan yang terjadi di kalangan civitas akademi. Tanggungjawab ini guna menghormati adab bermasyarakat dan menghasilkan generasi penerus bangsa yang baik. Permasalahan ini perlu diangkat untuk dicari penyebabnya, terutama sebab dari segi arsitektural, meliputi pola tata ruang yang berpengaruh pada kegiatan penghuni indekos dan Zonasi ruang indekos. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui indekos dengan konsep pola tata ruang syariah yang mengedepankan nilai-nilai Islam sehingga permasalahan yang terjadi bisa diminimalisir. Obyek penelitian dilakukan di Jalan Menco Raya dimana terdapat berbagai jenis rumah indekos untuk mahasiswa. Sampel diambil secara acak di Jalan Menco VII yang terdapat lima indekos khusus puteri. Metode penelitian menggunakan diskriptif kualitatif melalui teknik observasi dan wawancara. Hasil penelitian menemukan bahwa keberadaan zona public berupa ruang tamu, dapat meminimalisir terjadinya pergaulan bebas, karena tamu tidak dapat masuk ke kamar indekos (putri). Disamping penyelesaian arsitektural, keberadaan penjaga indekos sebagai elemen non-arsitektural penting juga untuk menjamin keamaan penghuni indekos.
PENERAPAN PRINSIP DASAR AKUSTIK PADA PERANCANGAN AUDITORIUM (KASUS:AUDITORIUM DRIYAKARA, USD)
istiana adianti
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 18, No 1: Januari 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/sinektika.v18i1.12551
Auditorium Universitas Sanata Dharma yang berlokasi di Yogyakarta, merupakan single function auditorium yang digunakan sebagai tempat pertunjukan musik dan seni seperti orkestra, opera, maupun drama. Harapannya dengan adanya wadah pertunjukan musik dan seni, dapat meningkatkan karakter mahasiswa sesuai dengan visi misi Universitas Sanata Dharma. Perancangan Auditorium yang khusus untuk menyelenggarakan kegiatan musik dan seni hendaknya dirancang sesuai dengan perinsip akustik, sehingga terwujud kulaitas audio yang optimal. Penelitian menggunakan metode diskriptif kulaitatif, dengan bantuan rumusan beberapa pustaka yang terkait perancangan auditorium. Teori yang terkait dengan perinsip perancangan akustik pada auditorium digunakan sebagai panduan dalam pengamatan lapangan dan untuk menambah data serta analisa dilakukan wawancara dengan tim perencana auditorium teresebut. Pada lingkup makro penerapan prinsip akustik tidak optimal dilakukan karena ketersedian lahan, sehingga diantisipasi dengan cara pengolahan setback, dan pada lingkup mezo pengolahan bukaan serta pelapis ekterior bangunan digunakan untuk mengurangi kebisingan. Sedangkan pada tataran mikro prinsip akustik sudah diterapkan secara optimal. Walapun pada bentuk dasar denah auditorium terdapat pelingkup sejajar pada area audiens dan diselesaikan dengan membuat pelapis dinding bentuk bergerigi.
LIMBAH PELEPAH PISANG RAJA SUSU SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN DINDING KEDAP SUARA
Suharyani Suharyani;
Dhani Mutiari
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 13, No 1: Januari 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (822.891 KB)
|
DOI: 10.23917/sinektika.v13i1.747
Beberapa hal yang dapat mempengaruhi kenyamanan di dalam ruangan diantaranya adalah perencanaan sistem pencahayaan, penghawaan dan akustik dapat berfungsi optimal. Kenyamanan dalam ruangan akan terwujud apabila bisa mengatasi masalah kebisingan yang terjadi baik dari dalam maupun dari luar ruangan. Kemajuan sarana transportasi menjadi salah satu penyebab masalah kebisingan. Pemilihan material yang kurang tepat juga menjadi penyebab kebisingan. Reduksi bunyi dapat terjadi tergantung jenis material penyerapannya, yaitu material yang memiliki nilai penyerapan lebih tinggi dari pada nilai pantulnya. Pemilihan material akustik menjadi penentu kualitas suara di dalam ruangan. Beberapa fungsi suatu bangunan memiliki persyaratan tingkat intensitas bunyi yang distandarkan. Bahan material yang diproduksi oleh pabrik dan sering dijumpai adalah glaswool, karpet, sterofoo,. Beberapa penelitian terdahulu telah mengujikan beberapa alternatif bahan dinding kedap suara dengan memanfaatkan potensi lokal, diantaranya adalah dengan menggunakan bahan dasar sekam padi, sabut kelapa dan serbuk gergaji kayu. Pada penelitian ini limbah pelepah pisang menjadi pilihan untuk bahan dasar dinding kedap suara. Selain harganya murah, bahanini sering dijumpai dan mudah untuk memperolehnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serat pelepah pisang memenuhi persyaratan penting dari karakteristik dasar bahan akustik yaitu, bahan berpori yang memiliki jaringan selular dengan pori-pori yang saling berhubungan. Tingkat kepadatan pelepah pisang yang sudah dikeringkan akan semakin membuat pelepah pisang menjadi bahan yang dapat menyerap bunyi dengan cukup baik dan akan meredamnya.Pelepah pisang yang sudahdikeringkan, memilki tekstur yang berserabut dan berpori. Hal ini bisa menjadi alternatif bahan dasar material dinding kedap suara. Jenis pisang yang digunakan pada penelitian ini adalah pisang raja susu yang dinilai lebih murah dan lebih banyak terdapat disekitar lingkungan rumah.
Kajian Seni Islam pada Masjid Hj. Sudalmiyah Rais Universitas Muhammadiyah Surakarta
Siti Umairoh;
Widyastuti Nurjayanti
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 15, No 2: Juli 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2053.428 KB)
|
DOI: 10.23917/sinektika.v15i2.9858
The mosque which is a place of worship or place of worship for Muslims is also the culmination of the sanctity of space in Islam and is an artifact of Islamic architecture. Islamic art forms on mosques are a blend of symbolic elements of Islamic architecture. Masjid Hj. Sudalmiyah Rais is a part of public facilities in Universitas Muhammadiyah Surakarta. The mosque has a very thick Islamic architectural style. This research will explore and find out what forms of Islamic art are applied to the mosque. The purpose of this study finds Islamic art was applied in the mosque and how to presents Islamic decorative arts found in the mosque. This study uses a qualitative descriptive method. This research carried out by seeing the object of the mosque, then assessed the parts that were based on the results of matching parameters of the symbolic elements of Islamic architecture. Masjid Hj. Sudalmiyah Rais fulfills 11 of these 12 parameters. The missing thing is the hand made decorations. That can be concluded that Masjid Hj. Sudalmiyah Rais applied Islamic art to the physical form of the building. Islamic ornamental arts contained in the mosque that are in the form of calligraphy ornaments, geometric ornaments, and flower ornaments (florist). The benefits of this research are to increase public knowledge about Islamic art studies found in Masjid Hj. Sudalmiyah Rais and gave references to Architects about the use of Islamic art in mosques.
Analisis Hubungan Konfigurasi Ruang dengan Penyebaran Pengunjung Pasar Klewer Menggunakan Space Syntax
Dewi Nurhalimah;
Dyah Widi Astuti
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 17, No 1: Januari 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2842.286 KB)
|
DOI: 10.23917/sinektika.v17i1.10833
Pasar Klewer merupakan pasar tradisional yang terkenal sebagai pusat konveksi batik terbesar di Kota Surakarta. Pada tahun 2014 silam Pasar Klewer mengalami kebakaran yang mengakibatkan kerusakan cukup parah, oleh sebab itu Pasar Klewer kini telah mengalami revitalisasi dan renovasi. Kondisi Pasar Klewer kini, banyak pedagang yang menempati bangunan baru mengeluhkan penyebaran pengunjung selama ini belum merata karena pintu yang banyak diakses pengunjung hanya pada bagian sisi utara. Hal itu disebabkan tidak terbiasanya pengunjung mengakses banyak pintu masuk. Dampak dari hal tersebut adalah belum semua kios mengalami pemerataan perputaran ekonomi di bangunan baru Pasar Klewer. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pola gerak pengunjung ditinjau dari konfigurasi ruang, penelitian ini mencoba mengungkapkan dasar pola pergerakan pengunjung dan pengaruhnya terhadap konfigurasi ruang serta pemerataan ekonomi pada setiap kios. Space Syntax digunakan sebagai alat untuk menganalisis layout denah ruang dalam bentuk gambar. Analisis tersebut ditunjukan dengan nilai intelligibility (kejelasan ruang) pada konfigurasi ruang Pasar Klewer, dimana semakin tinggi nilai syntax maka akan semakain mudah dipahami sehingga akan mendorong terjadinya aktivitas di dalamnya. Hasil analisis dideskripsikan apa adanya, kemudian dilakukan perbandingan kesesuaian dengan kondisi ruang pasar secara langsung. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas ruang baik dari rancangan aktivitas maupun peletakan fasilitas yang dibutuhkan oleh Pasar Klewer.
Analisis Preferensi Visual Lanskap Planting Screen sebagai Elemen dengan Fungsi Estetika di Gedung Perpustakaan
Rizka Nabilah
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 18, No 1: Januari 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2304.599 KB)
|
DOI: 10.23917/sinektika.v18i1.13310
Preferensi visual digunakan untuk menentukan alternatif desain fisik dari penilaian pengguna atau manusia sebagai objek. Hal tersbut berfungsi saat perencanaan dan desain bangunan, untuk menentukan desain yang sesuai. Kasus perencanaan dan desain hanya dinilai dari persepsi dan preferensi desainer tanpa melihat kebutuhan pengguna dan preferansi pengguna. Dengan demikian, perlu adanya tahapan dalam menganalisis preferensi pengguna pada tampilan fisik bangunan. Metode penelitian yang berkaitan dengan penilaian visual dalam analisis lanskap adalah menggunakan Scenic Beauty Estimation (SBE). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah pemilihan empat montase gambar yang dibuat. Penilaian SBE dilakukan pada 30 mahasiswa arsitektur lanskap. Hasil menunjukkan desain planting screen yang menjadi preferensi responden adalah montase foto kombinasi vegetasi hijau dan berbunga dengan nilai 0,983.
READING THE URBAN PLANNING IN INDONESIA: A JOURNEY TOWARDS SUSTAINABLE DEVELOPMENT
Wisnu Setiawan
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 14, No 2: Juli 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (277.434 KB)
|
DOI: 10.23917/sinektika.v14i2.1446
Background: As urban population increases rapidly, urban environment has become a focus area in global agenda. Global agenda for this response has lead to the significance of sustainable development. The UN has also published several guidance on how to achieve sustainable environment. This agenda has been adopted across the world. However, such attitude appears to be problematic in the context of developing countries, including Indonesia particularly in the relationship with urban planning practice. Methods: This paper attempts to provide preliminary discussion of how urban planning practice in Indonesia has transformed to embrace the issue of sustainable development. It explores some readings relevant to the planning practice in contemporary context, from the postcolonial period until the recent reformation movement, using chronological interpretative approach on some available literatures on urban planning and development. Findings: The paper hints that the planning practice in Indonesia finds some challenges in adopting the idea of sustainable development, particularly from social sustainability point of view.
Pengaruh Persepsi Manusia terhadap Pemilihan Material Bangunan di Kabupaten Tangerang
Siti Abadiyah
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 17, No 2: Juli 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (938.683 KB)
|
DOI: 10.23917/sinektika.v17i2.11381
Perkembangan pembangunan mempengaruhi permintaan pasar terhadap material. Permintaan pasar terhadap material dipengaruhi oleh persepsi manusia dalam pemilihan material. Perkembangan konstruksi yang berlangsung pesat di Kabupaten Tangerang memunculkan persepsi manusia yang dapat mempengaruhi variasi dalam material bangunan. Permasalahan pada penelitian ini ialah adakah pengaruh persepsi manusia terhadap pemilihan material bangunan di kabupaten Tangerang. Tujuan penelitian ialah mengetahui adakah pengaruh persepsi manusia terhadap pemilihan material bangunan di Kabupaten Tangerang dan berapa besar pengaruhnya. Pemecahan masalahan yang diangkat menggunakan pengujian statistik dengan penyebaran kuisioner. Perangkat SPSS 20.0 for Windows Evaluation version dipilih dalam analisis data berdasarkan kuesioner. Berdasarkan hasil uji regresi nilai Adjusted R Square: 0,421 menunjukkan bahwa sekumpulan variabel bebas yaitu persepsi manusia memiliki pengaruh sebesar 42,5%. Persepsi manusia terhimpun dalam kemudahan pemasangan, kemudahan penggunaan, efisiensi waktu pemasangan dan anggaran yang dimiliki. Dengan demikian dapat disimpulkan adanya pengaruh antara persepsi manusia terhadap pemilihan material secara simultan dengan kontribusi variabel persepsi manusia sebesar 42,5%.
EVALUASI PURNA HUNI MASJID ULIL ALBAB KAMPUS 2 UMS
Abdul Rochim H;
Alpha Febela Priyatmono
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 14, No 1: Januari 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (977.819 KB)
|
DOI: 10.23917/sinektika.v1i1.1138
Masjid merupakan tempat sujud atau tempat menyembah Allah SWT. Kenyamananberibadah di dalam masjid memerlukan pengaplikasian aspek teknik, fungsi, danperilaku yang tepat agar tercipta sebuah perencanaan desain yang nyaman bagipenggunanya. Tujuan penelitian ini adalah membahas bagaimana aspek teknik, fungsi,maupun perilaku yang ditemukan pada Masjid Ulil Albab Kampus 2 UniversitasMuhammadiyah Surakarta dengan melakukan pendekatan observasi, analisa dan penarikan kesimpulan. Metode evaluasi purna huni digunakan untuk mengetahui tingkat keberhasilan sebuah desain bangunan baik dalam aspek kenyamanan maupunketerkaitannya dengan lingkungan sekitarnya. Dalam proses evaluasi ini terdapatbeberapa metode-metode yang bisa di pakai untuk memecahkan masalah-masalahyang timbul (problem seeking) serta menemukan pemecahan masalahnya (problem solving). Hasil penelitian ini menunjukkan adanya penyimpangan aspek teknik, fungsi, maupun perilaku yang perlu ditinjau ulang agar tercipta sebuah desain masjid yang memenuhi aspek kenyamanan maupun keterkaitan dengan lingkungan.
Pendekatan Neo-Vernakular pada Perancangan Taman Budaya Kabupaten Landak Kalimantan Barat
Iqbal Prasetyo;
Dita Ayu Rani Natalia
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 16, No 2: Juli 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (4152.554 KB)
|
DOI: 10.23917/sinektika.v16i2.10591
Taman Budaya merupakan tempat untuk mengembangkan kegiatan seni dan budaya bagi masyarakat di suatu kota atau daerah. Keberadaan Taman Budaya harus terasa bagi masyarakat lokal, namun tidak demikian yang terjadi di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat. Di Kabupaten Landak belum tersedia tempat yang dapat menaungi kegiatan seni dan budaya, yang sebetulnya potensi untuk dikembangkan. Hal ini terjadi karena bidang seni dan budaya belum dianggap prioritas. Padahal apabila generasi muda tidak antusias terhadap pengembangan seni budaya, maka akan menjadi masalah cukup besar di masa yang akan datang. Untuk itulah Pemerintah setempat harus menyediakan tempat yang dapat membangkitkan gairah seni dan budaya bagi generasi muda, sekaligus dapat meningkatkan minat wisatawan yang ingin datang ke Kabupaten Landak. Perencanaan Taman Budaya ini menggunakan pendekatan perancangan Neo Vernakular, khusus nya pada rumah Betang yaitu rumah asli masyarakat Adat Suku Dayak Kanayant, yang menjadi bangunan utama di Taman Budaya ini. Konsep neo vernakuler dipilih agar nilai kelokalan arsitektur Taman Budaya dapat menjadi ikon atau identitas Kabupaten Landak. Hasil perancangannya adalah Taman Budaya yang mampu memfasilitasi kegiatan seni dan budaya di Kabupaten Landak, sekaligus menjadi ikon pewadahan kegiatan seni dan budaya khususnya adat Dayak.