cover
Contact Name
Nur Rahmawati Syamsiyah
Contact Email
nur_rahmawati@ums.ac.id
Phone
+628562830285
Journal Mail Official
jurnalsinektika@ums.ac.id
Editorial Address
Architecture Department, Faculty of Engineering Universitas Muhammadiyah Surakarta Jl. A. Yani Pabelan Kartasura Tromol Pos 1 Surakarta 57162
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
SINEKTIKA: Jurnal Arsitektur
ISSN : 14118912     EISSN : 27146251     DOI : 10.23917/sinektika
Core Subject : Art, Engineering,
SINEKTIKA: Jurnal Arsitektur is a scientific journal of the Architecture Department, Faculty of Engineering, Universitas Muhammadiyah Surakarta which focuses on delivering information on the results of scientific research conducted by researchers, especially in the field of architecture. The scientific articles in the scope of pure and applied sciences about architectural science including art & design, history & human behavior, technology, urban planning and the environment. Research results are scientific, critical and comprehensive on important and current issues covered in the field of architecture.
Articles 331 Documents
Identifikasi Kelengkapan Sarana dan Prasarana Pariwisata di Kebun Teh Jamus Kabupaten Ngawi Lynda Istiqomah; Alpha Fabela Priyatmono
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 16, No 2: Juli 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2289.277 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v16i2.10600

Abstract

Wisata Kebun Teh Jamus merupakan wisata pegunungan yang terletak di Kecamatan Sine Kabupaten Ngawi. Kebun Teh Jamus merupakan wisata yang ramai pengunjung terutama di musim liburan. Kelengkapan sarana dan prasarana dalam sebuah wisata sangat diperlukan untuk menunjang kenyamanan pengunjung, namun sarana dan prasarana di kawasan wisata tersebut kurang memadai sehingga perlu ditinjau ulang mengenai kelengkapannya. Metode yang digunakan yakni metode kualitatif dengan teknik studi literatur yang bertujuan untuk memperoleh referensi dan gambaran umum mengenai sarana prasana dalam wisata. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kelengkapan sarana dan prasarana wisata Kebun Teh Jamus Kabupaten Ngawi teridentifikasi lengkap dan layak. Hasil penelitian ini diharapkan mampu menjadi acuan untuk pengembangan wisata di daerah tersebut.
Perencanaan Desa Wisata Citorek di Kabupaten Lebak Bantendengan Pendekatan Arsitektur Vernakular Anggun Novitasari; Putri Suryandari
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 17, No 2: Juli 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1728.108 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v17i2.11624

Abstract

Desa Wisata Citorek adalah sebuah kawasan pedesaan yang memiliki karakeristik khusus yaitu penduduknya masih memegang kuat tradisi dan budaya yang relatif masih asli. Hal ini menjadi potensi untuk dikembangkan dengan perencanaan yang matang. Pendekatan kepada penduduk setempat dilakukan untuk memberikan pembelajaran tentang kebudayaan dan potensi alam yang dapat dijadikan aset wisata, diantaranya adalah potensi arsitektur vernakular. Metode diskriptif kualitatif digunakan dalam proses identifikasi potensi desa, analisis serta solusi perencanaannya. Penelitian memberikan arahan dan solusi beberapa fasilitas yang dapat dirancang sebagai bagian dari desa wisata, yaitu agrowisata, galeri, sanggar, restoran, homestay dan masjid.
OPTIMASI SHADING DEVICES RUMAH TINGGAL (STUDI KASUS : PERUMAHAN LOH AGUNG VI JATEN KARANGANYAR) Maya Puspitasari; Nur Rahmawati Syamsiyah
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 14, No 1: Januari 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.714 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v1i1.1134

Abstract

Perkembangan perumahan saat ini sangat pesat. Banyak perumahan dibangun denganberagam tipe dan desain. Setiap desain yang dibuat tentunya sudah memperhatikanaspek pencahayaan alami untuk penerangan ruang-ruang di dalamnya. Penelitian inidilatarbelakangi maraknya penggunaan shading devices di perumahan, sebagaipenahan panas matahari yang umumnya memiliki desain tergolong sederhana, yaituberupa cor beton yang ditempatkan pada bagian atas jendela. Namun apakah desainitu sudah efektif sesuai fungsinya atau belum, maka penelitian ini bertujuan untukmelihat efektifitas desain shading devices yang selama ini banyak digunakan.Perumahan Loh Agung VI terpilih sebagai lokasi penelitian, dengan pertimbanganperumahan ini hanya memiliki satu tipe rumah, dengan berbagai posisi rumah terhadaparah datang matahari, sehingga sangat memungkinkan untuk dibandingkan. Metodepenelitian yang digunakan adalah kuantitatif sejak pengumpulan data hingga prosesanalisis. Analisis menggunakan rumus solar geometry, yang mempertimbangkan sudutjatuh matahari terhadap lokasi penelitian dan waktu pengukuran. Waktu yang dipilihadalah saat panas matahari maksimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa shadingdevices yang ada di rumah-rumah Perumahan Loh Agung VI tidak efektif memberikanperlindungan terhadap radiasi matahari. Optimasi desain shading devices agar sesuaifungsi adalah berbentuk kisi-kisi, sehingga mampu mereduksi cahaya dan panasmatahari.
Pengaruh Desain dan Fasilitas Ruang Kelas Kampus UMS terhadap Perilaku Mahasiswa Yusuf Agung Pratama; Wisnu Setiawan
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 16, No 1: Januari 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3084.889 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v16i1.10477

Abstract

Ruang kelas merupakan tempat belajar mengajar antara mahasiswa dan dosen. Kampus UMS memiliki kurang lebih 224 ruang kelas dan mahasiswa yang berjumlah lebih dari 35.000. Di dalam dunia desain, arsitektur menciptakan suatu bentuk fisik yang dapat dirasakan atau dinikmati jika dilihat dan dipegang dan sangat mungkin menjadi fasilitator terjadinya perilaku penggunanya. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu pengaruh ruang kelas Kampus UMS terhadap perilaku mahasiswa. Metode yang digunakankan adalah kualitatif dan pengumpulan data menggunakan teknik pemetaan perilaku yaitu person-centered maps dan place-centered maps serta physical trace pada ruang kelas. Banyak sekali faktor pada desain dan fasilitas ruang kelas Kampus UMS yang dapat mempengaruhi perilaku mahasiswa. Perilaku-perilaku tersebut diantaranya yaitu menggeser bangku atau tempat duduk untuk sirkulasi sehingga menjadi berantakan, laci yang menjadi stimulus untuk membuang sampah di dalamnya, serta meja dan bangku yang dijadikan media gambar dan tulis.
Potensi Kampung Kedunggudel Sebagai Kampung Wisata di Kelurahan Kenep Sukoharjo Dina Putri Wijayanti; Indrawati Indrawati
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 17, No 1: Januari 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1606.104 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v17i1.10870

Abstract

Kampung Kedunggudel di Kelurahan Kenep Kabupaten Sukoharjo memiliki banyak daya tarik yang terdiri dari daya tarik alam, budaya dan manusia. Kampung ini menarik untuk diangkat sebagai kampong wisata. Pengembangan kampung wisata diperlukan sarana dan prasarana yang memadai serta atraksi yang tepat untuk mengelola daya tarik yang ada, sehingga dapat menarik wisatawan untuk berkunjung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya tarik yang terdapat di Kampung Kedunggudel sehingga terpilih menjadi kampung wisata, serta mengetahui atraksi yang dapat dikembangkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan yaitu metode SWOT. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kampung ini memiliki daya tarik alam, budaya dan manusia. Sarana prasarana yang tersedia yaitu akomodasi, toko kelontong, pasar tradisional, salon, jalan, listrik, air bersih, air minum, pelayanan informasi dan masjid. Sedangkan sarana dan prasarana yang belum tersedia yaitu tempat makan, transportasi, papan petunjuk arah dan toilet umum. Atraksi yang tersedia sebatas pembelajaran, belum bersifat rekreatif. Keberhasilan pengembangan kampong ini menuntut adanya kerjasama antara masyarakat dan pemerintah melalui keberagaman atraksi dan beragam sarana prasarana yang dibutuhkan dalam kampung wisata.
PENGARUH PEMILIHAN WARNA PENCAHAYAAN PADA SUASANA RUANG SERTA KESAN PENGUNJUNG KAFE Dewi Ayu Nur Annisa
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 18, No 1: Januari 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.35 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v18i1.11788

Abstract

Kafe saat ini tidak hanya sekedar tempat yang dikunjungi untuk kebutuhan mengisi perut semata, namun juga sudah menjelma menjadi sebuah tempat bagi kaum muda untuk bengcengkrama dan bersosialisasi. Didasari oleh hal ini, pemilik dan perancang kafe berusaha membuat ruang kafe menjadi senyaman dan semenarik mungkin. Dalam rangka mewujudkan hal ini ada elemen-elemen terkait salah satunya adalah elemen pencahayaan. Dalam hal ini aspek yang diperhatikan dalam pencahayaan ruang kafe adalah warna cahaya dari lampu yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan bukti tentang bagaimana pemilihan warna pencahayaan pada kafe dapat membentuk suatu suasana ruang juga kesan / citra bagi pengunjung kafe. Metode yang digunakan metode kualitatif yaitu dengan mewawancarai narasumber terkait dan metode kuantitatif dengan penyebaran kuisioner kepada 100 responden pengunjung kafe Artivator untuk menentukan adakah keterkaitan antara warna pencahyaan dengan suasana kafe dan kesan yang ditangkap oleh pengunjung berdasarkan pernyataan dari arsitek kafe. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa benar pemilihan warna pencahayaan yang tepat dapat mempengaruhi kesan yang ditangkap oleh pengunjung. Pada kafe Artivator pemilihan warna kekuningan (warm white) menimbulkan kesan akrab, santai dan ceria. Namun pemilihan warna cahaya kekuningan dianggap oleh sebagian pengunjung kurang efisien untuk tujuan-tujuan yang lebih dari sekedar makan, minum mamupun bersosialisasi, contohnya untuk rapat dan presentasi.
DARI WISATA KREATIF MENUJU SOLO KOTA KREATIF Alpha Febela Priyatmono
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 13, No 2: Juli 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.022 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v13i2.749

Abstract

Solo merupakan kota tradisional Jawa telah lama membentuk tata ruang kotanya secara unik dan spesifik. Solo dengan Kraton sebagai salah satu titik awal tumbuhnya kebudayaan dan ruang kota, berkembang melalui suatu disain kawasan yang tidak muncul secara intuitif tetapi melalui suatu konsep yang direncanakan secara matang. Kraton dengan konsep makro kosmos dan mikro kosmos serta seting kawasan hunian masya-rakatnya dalam hal ini khususnya kampung, mewarnai  perkembangan wajah kota Solo dari kota tradisional menjadi kota kreatif. Dalam perkembangannya kraton dan aset heritage lainnya menjadi potensi wisata kreatif kota Solo. Kreatifitas suatu kota sangat ditentukan oleh aktifitas penduduknya, wadah kegiatan kreatif penduduk suatu kotadimungkinkan terjadi di semua elemen pembentuk kawasan kota. Kreatifitas kota dapat diaktualisasikan di area umum antara lain : jalan raya, pedestrian, gang, jembatan, jalur pejalan kaki, jalan kereta api, sungai, taman kota, plaza, kampung halaman, serta area privat antara lain pagar dan bangunan. Dalam perkembangannya, wisata berbasis kreatif mempunyai andil yang cukup besar dalam mengembangkan suatu elemen pembentuk kota menjadi kawasan kreatif. Sejauh mana wisata kreatif yang terjadi di elemen pembentuk kota khususnya kampung dapat mendorong terwujudnya kota kreatif. Berdasarkan studi literatur dan observasi lapangan, aktifitas wisata kreatif yang terkoor- dinir dengan mengangkat potensi kawasan khususnya di bidang ekonomi, fisik lingkungan , tradisi sosial budaya yang berbasis pada potensi lokal, akan menjadi salah satu generator terwujudnya kota kreatif.
Public Private Community Partnership: Potensi Keterlibatan Masyarakat dalam Pengembangan Wisata Edukasi Studi Kasus: Rumah Atsiri Indonesia Yulia Nilam Ainun Lutfiyani; Dyah Widi Astuti
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 15, No 2: Juli 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2289.22 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v15i2.9859

Abstract

Rumah Atsiri Indonesia merupakan wisata edukasi yang berada Dukuh Watusambang, Desa Pumbon, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, berasal dari hasil restorasi Pabrik Minyak Atsiri “Citronella” Indonesia-Bulgaria tahun 1963. Rumah Atsiri Indonesia menginginkan suatu pengembangan yang baik untuk mencapai visi misi dan tujuannya sebagai ikon Desa Plumbon dan berperan dalam pemberdayaan masyarakat sekitar. Akan tetapi dalam pelaksanaannya Rumah Atsiri Indonesia memiliki permasalahan berupa keterbatasan lahan, hubungan yang kurang baik dengan masyarakat sekitar, dan pengolahan limbah yang kurang maksimal. Padahal arah dan ukuran keberhasilan pengembangan sangat ditentukan oleh kesinergian antar pihak pelaku pengembangan, hal ini sejalan dengan pendapat Penabulu Foundation Civil Society Resource Organization dalam bahasan isu strategis “Kemitraan Pemerintah–Swasta–Komunitas”. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif yang dilakukan dengan observasi, study literature dan wawancara dilengkapi dengan sample questioner wisatawan yang dianalisa secara kuantitatif dan dideskripsikan hasilnya. Hasil penelitian berupa rekomendasi bagi Rumah Atsiri Indonesia terkait tahapan yang dilakukan dalam mencapai kerjasama yang dapat dilakukan, dan pemetaan sentalisasi kegiatan berdasarkan potensi-potensi yang dimiliki Desa Plumbon. Kesimpulannya peran dan hubungan antara pembuat kebijakan (pemerintah), Rumah Atsiri Indonesia, dan masyarakat sangat mempengaruhi keberhasilan tujuan dan arah pengembangan yang akan dilakukan.
Pengaruh Tata Ruang Terhadap Perilaku Wisatawan di Kawasan Nol Kilometer Yogyakarta Aisha Astriecia
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 17, No 1: Januari 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1582.788 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v17i1.10834

Abstract

Kawasan Titik Nol Kilometer merupakan salah satu destinasi wisata yang menjadi satu rangkaian dengan kawasan wisata Malioboro. Kawasan Titik Nol Kilometer selain menjadi destinasi wisata, juga merupakan kawasan cagar budaya dan ruang publik yang memiliki keunikan pada fungsi keruangannya dan bangunan-bangunan tua di sekitarnya. Hal tersebut menjadikan kawasan ini sering dimanfaatkan pengunjung sebagai tempat untuk berkumpulmaupun tempat singgah menikmati suasana Kota Jogja. Penataan kawasan Titik Nol Kilometer dilihat secara visual memiliki perbedaan di setiap sisinya yang mempengaruhi pola perilaku wisatawan, terutama saat malam hari. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi pengaruh tata ruang di pelataran kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta terhadap perilaku pengunjung di tiap sisi pelataran. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptifobservatif. Berdasarkan hasil penelitian, pelataran sisi Barat atau zona penelitian satu cenderung jarang disinggahi pengunjung dikarenakan penataan ruang yang lebih padat, pencahayaan yang redup, dan aroma yang tak sedap, sehingga wisatawan merasa kurang nyaman berada di zona tersebut. Sedangkan di sisi Timur cenderung lebih ramai dikarenakan lebih terbuka, sehingga pengunjung dapat melihat secara menyeluruh bangunan budaya yang terdapat di kawasan ini.
Identifikasi Ketersediaan dan Kebutuhan Ruang Terbuka Hijau di Kecamatan Kota Kudus Rizki Maulana Yuliriyanto; Tjoek Suroso Hadi; Hasti Widyasamratri
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 18, No 1: Januari 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2049.609 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v18i1.13313

Abstract

Kabupaten Kudus memiliki luas wilayah 42.515 ha dengan jumlah penduduk sebanyak 851.478 jiwa. Setiap tahunnya Kabupaten Kudus mengalami peningkatan jumlah penduduk sekitar 10 ribu jiwa. Kabupaten Kudus memiliki 9 Kecamatan, dimana Kecamatan Kota Kudus menempati peringkat pertama dengan jumlah kepadatan penduduk 9.507 jiwa per km 2. Luasan Kecamatan Kota Kudus sebesar 1047.32 ha dengan jumlah penduduk 99.581 jiwa yang tersebar di 25 desa dan kelurahan. Dengan kepadatan dan peningkatan jumlah penduduk setiap tahunnya maka dibutuhkan pembangunan permukiman atau perumahan baru. Dari persoalan tersebut dapat disimpulkan bahwa di kecamatan Kota Kudus perlu dibangun ruang terbuka hijau. Tujuan dari penilitian ini adalah untuk mengetahui ketersediaan dan kebutuhan RTH apakah sudah tercukupi dan sesuai dengan standar yang ditentukan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan interpretasi citra satelit dan observasi lapangan. Hasil dalam penelitian ini menunjukan di Kecamatan Kota Kudus terdapat 26 RTH Publik dengan total luasan 22.4 ha. Sedangkan jika mengikuti pada peraturan yang ada, kebutuhan RTH yang harus dicukupi adalah sebesar 30% dari luas wilayah Kecamatan Kota Kudus, yang terbagi dari 20% RTH publik sebesar 209 ha dan 10% RTH privat sebesar 105 ha.