cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Biomedika
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Arjuna Subject : -
Articles 399 Documents
PERBEDAAN KADAR KOLESTEROL TOTAL ANTARA PENDERITA STROKE ISKEMIK DAN STROKE HEMORAGIK Aini, Athiefah Qurrotul; Pujarini, Listyo Asist; Nirlawati, Dona Dewi
Biomedika Vol 8, No 2 (2016): Biomedika Agustus 2016
Publisher : Universitas Muhamadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/biomedika.v8i2.2909

Abstract

Stroke merupakan penyebab kematian ketiga di dunia, setelah penyakit jantung dan kanker. Kadar lipid merupakan salah satu faktor yang berpengaruh pada morbiditas jangka pendek akibat stroke, sehingga evaluasi perbedaan kadar lipid pada subtipe stroke sangat penting dilakukan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan kadar kolesterol total antara penderita stroke iskemik dan stroke hemoragik.Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Data diambil dari rekam medik pasien rawat inap di RS X Surakarta tahun 2014-2015. Sampel terdiri atas 30 penderita stroke iskemik dan 30 penderita stroke hemoragik. Analisa data dengan Uji T Tidak Berpasangan menunjukkan hasil p=0,005. Kadar kolesterol total pada penderita stroke iskemik memiliki rerata 202±33,9 mg/dL, lebih tinggi daripada penderita stroke hemoragik yang memiliki rerata 167,87±53,6 mg/dL. Kesimpulan dari penelitian adalah kadar kolesterol total pada penderita stroke iskemik lebih tinggi daripada penderita stroke hemoragik. Kata Kunci: Kadar Kolesterol Total, Kolesterol, Stroke Iskemik, Stroke Hemoragik
HUBUNGAN JUMLAH TROMBOSIT DENGAN JUMLAH ERITROSIT PADA PASIEN INFEKSI VIRUS DENGUE DI RS X SURAKARTA Hidayatullah, Muhammad Alim Abdul Majid; Aisyah, Riandini
Biomedika Vol 9, No 2 (2017): Biomedika Agustus 2017
Publisher : Universitas Muhamadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/biomedika.v9i2.5846

Abstract

Supresi sumsum tulang merupakan kondisi yang biasa terjadi pada pasien terinfeksi dengue. Keadaan ini  menyebabkan penurunan hematopoiesis. Secara teoritis, hal ini akan menurunkan jumlah trombosit dan eritrosit dalam darah tepi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuktikan korelasi antara jumlah trombosit dan eritrosit pada pasien terinfeksi dengue. Penelitian ini menggunakan analisis korelasi dengan pendekatan cross sectional. Data yang dikumpulkan dari rekam medis pasien sebanyak 40 pasien yang didiagnosis sesuai kriteria diagnostic WHO 2009, diagnosis dikonfirmasi dengan uji serologis, dan usia di bawah 14. Pasien yang memiliki riwayat anemia hemolitik autoimun (AIHA), purpura trombositopenia idiopatik (ITP), anemia, dan riwayat transfusi darah dikeluarkan dari penelitian ini. Kami menggunakan uji korelasi Pearson dengan software untuk menganalisa data. Rerata jumlah trombosit= 95.625 (52,63) 103 /mm3 dan rerata jumlah eritrosit= 4,83 (0,41) 106/mm3 . Uji korelasi Pearson antara jumlah trombosit dan eritrosit diperoleh nilai r= 0,215 dan nilai p= 0,182, sehingga dapat diartikan bahwa tidak terdapat hubungan antara jumlah trombosit dan eritrosit pada pasien yang terinfeksi dengue. Kata Kunci: infeksi virus dengue, trombosit, eritrosit
HUBUNGAN OBESITAS DENGAN TERJADINYA OSTEOARTRITIS LUTUT PADA LANSIA KECAMATAN LAWEYAN SURAKARTA Nugraha, Annas Syahirul; Widyatmoko, Sigit; Jatmiko, Safari Wahyu
Biomedika Vol 7, No 1 (2015): Biomedika Februari 2015
Publisher : Universitas Muhamadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/biomedika.v7i1.1587

Abstract

Prevalensi osteoartritis di Indonesia mencapai 15,5% pada pria dan 12,7% pada wanita. Osteoartritis merupakan penyakit sendi degeneratif yang berkaitan dengan kerusakan kartilago sendi. Obesitas adalah kelebihan berat badan melebihi berat normal. Obesitas menjadi faktor risiko osteoartritis lutut karena terjadi penambahan berat badan yang mengakibatkan sendi lutut bekerja lebih keras. Beberapa faktor lain yang dapat menyebabkan osteoartritis antara lain bertambahnya usia, jenis kelamin, genetik, dan pekerjaan. Jenis penelitian termasuk analitik observasional dengan pendekatan studi cross sectional. Jumlah sampel yang diteliti sebanyak 50 yang terdiri dari 25 lansia dengan obesitas dan 25 lansia tidak obesitas. Instrumen yang digunakan pada penelitian antara lain timbangan berat badan, alat pengukur tinggi badan dan kriteria osteoartritis sendi lutut berdasarkan American College of Rheumatologi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square dengan program SPSS versi 22 berbasis windows. Berdasarkan hasil analisa data menggunakan uji chi-square didapatkan hasil p = 0,001 (p<0,005), yang berarti terdapat hubungan obesitas dengan terjadinya osteoartritis lutut pada lansia di Laweyan Surakarta.Kata kunci: Obesitas, Osteoartritis, Lansia.
FORMULASI TABLET EFFERVECENT DARI EKSTRAK ETANOL DAUN TALAS (Colocasia esculenta L.) SEBAGAI ANTISEPTIK TOPIKAL Dewangga, Ardian; Meirani, Siti Fatimah; Apriliany, Rizky; Darojati, Ulfa Afrinurfadhilah; Yudha, Awan Indra
Biomedika Vol 9, No 2 (2017): Biomedika Agustus 2017
Publisher : Universitas Muhamadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/biomedika.v9i2.5836

Abstract

Tablet effervescent merupakan salah satu bentuk sediaan tablet yang dibuat dengan cara pengempaan bahan-bahan aktif dengan campuran asam-basa organik, seperti asam sitrat atau asam tartrat dan natrium bikarbonat. Tanaman talas (Colocasia esculenta L.) memiliki kandungan senyawa kimia diantaranya flavonoid yang merupakan senyawa polifenol yang mempunyai fungsi sebagai senyawa antiseptik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi sediaan tablet effervecent yang optimal untuk kulit dari aktivitas antiseptik ekstrak etanol daun talas terhadap bakteri penyebab permasalahan kulit. Pada formulasi sediaan tablet effervescent dibuat 3 formula dengan 3 variasi konsentrasi asam sitrat dan asam tartrat ( 1:3, 1:1, 3:1). Ekstraksi dilakukan dengan maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Metode yang digunakan untuk pembuatan tablet effervescent adalah granulasi basah. Penelitian ini melakukan evaluasi sifat fisik pada tablet effervescent meliputi uji keseragaman bobot, uji kekerasan, uji kerapuhan, dan uji waktu larut guna diperoleh tablet effervescent dengan perbandingan asam sitrat asam tartrat yang paling baik. Hasil yang diperoleh dari ketiga formula yang diuji, menunjukkan formula 1 dengan perbandingan asam sitrat dan asam tartrat (3:1) menghasilkan sifat fisik yang paling baik.Kata Kunci: Tablet Effervescent, Daun Talas, Antiseptik, Asam Sitrat, Asam Tartrat. 
EFEK EKSTRAK ETANOL 70% DAUN KEMBANG SEPATU (Hibiscus rosa-sinensis L.) DALAM MEMPERPENDEK WAKTU PERDARAHAN DAN WAKTU PEMBEKUAN PADA MENCIT JANTAN GALUR SWISS Aisyah, Riandini; Gunawan, Ryan Budi; Sutrisna, EM
Biomedika Vol 8, No 1 (2016): Biomedika Februari 2016
Publisher : Universitas Muhamadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/biomedika.v8i1.3023

Abstract

Daun kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.) mengandung senyawa tannin dan flavonoid yang berefek sebagai agen hemostatik/penghentian perdarahan melalui mekanisme vasokonstriksi dan astringent. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efek ekstrak topikal kembang sepatu terhadap penghentian perdarahan luar pada mencit. Penelitian bersifat eksperimental laboratoris dengan rancangan post test only with control group design. Subyek penelitian adalah daun kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.) dan menggunakan 24 ekor mencit jantan galur Swiss yang dibagi dalam 6 kelompok yaitu : kontrol negatif (aquadest), kontrol positif (Epinefrin), dan kelompok III, IV, V, VI : diberikan ekstrak daun kembang sepatu dengan konsentrasi 5%, 10%, 20% dan 40% diberikan secara topikal. Ekor tikus diberi perlukaan kemudian dicelupkan pada tiap-tiap kelompok untuk diamati dan dihitung waktu perdarahan dan waktu pembekuan. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji statistic Oneway Anova dan uji statistic LSD (Least significant Difference). Terdapat perbedaan bermakna dari bleeding timeantara kontrol negatif dengan perlakuan (p.0,000, sementara tidak terdapat perbedaan dalam cotting time  (p,0,313.Kesimpulan: ekstrak etanol 70% daun kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.) konsentrasi 5%, 10%, 20% dan 40% mampu memperpendek waktu perdarahan, namun, tidak berefek memperpendek waktu pembekuan.Kata kunci : ekstrak daun kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.), waktu perdarahan, waktu pembekuan
UJI EFEK EKSTRAK ETANOL 96% ANGGUR MERAH (Vitis vinifera) TERHADAP PENURUNAN KADAR TRIGLISERIDA PADA TIKUS PUTIH (Rattus Novergicus) YANG DIINDUKSI TRITON X-100 Saputra, Frans; Sutrisna, EM; Nurhayani, Nurhayani
Biomedika Vol 8, No 2 (2016): Biomedika Agustus 2016
Publisher : Universitas Muhamadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/biomedika.v8i2.2914

Abstract

Buah anggur merah diduga memiliki kandungan pterostilbene, resveratrol, proantosianidin dan likopen yang memiliki efek terhadap penurunan kadar trigliserida. Penelitian ini bersifat eksperimental laboratorium dengan metode pre and post test with control group design. Objek penelitian 25 ekor tikus putih jantan, Rattus Novergicus, berat badan 150-200 gram, berumur 3-4 bulan yang dibagi menjadi 5 kelompok dengan teknik simple random sampling, kontrol negatif (aquadest), kontrol positif (Simvastatin 0,2mg/200gramBB/hari), kelompok perlakuan dosis I (100mg/200gramBB/hari), dosis II (250mg/200gramBB/hari), dosis III (500mg/200gramBB/ hari). Ekstrak etanol anggur merah dosis I, dosis II, dosis IIIdapat menurunkan kadar trigliserida darah dengan rerata penurunan secara berturut-turut adalah 147,4mg/dL, 135,2mg/dL, 97,2mg/dL. Pada uji statistic menggunakan one-way ANOVA didapatkan nilai p=0,000 (p<0,05), sehingga terdapat perbedaan signifikan kadar trigliserida darah tikus putih antar kelompok. Ekstrak etanol 96% anggur merah dosis 100mg; 250 dan 500 /200 gramBB/hari dapat menurunkan kadar trigliserida darah tikus putih. Kata kunci :Ekstrak Anggur Merah, Trigliserida, Rattus Novergicus
HUBUNGAN ANTARA OBESITAS DENGAN RESEPTOR HORMONAL (Reseptor Estrogen dan Progesteron) DAN EKSPRESI HER-2/NEU PADA PASIEN KANKER PAYUDARA DI RS X SURAKARTA Hakim, Andi; Widyanti, Widyanti; Alfianto, Untung
Biomedika Vol 10, No 1 (2018): Biomedika Februari 2018
Publisher : Universitas Muhamadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/biomedika.v10i1.5851

Abstract

Peningkatan berat badan atau Body Mass Index (BMI) bisa meningkatkan risiko kanker payudara. Wanita gemuk dengan kanker payudara berisiko 30% lebih tinggi mengalami rekurensi dan 50% lebih tinggi berisiko mengalami kematian akibat kanker payudara dibandingkan wanita dengan berat badan normal. Obesitas pada pasien kanker payudara dengan reseptor hormonal negatif dan HER-2 memiliki prognosis yang lebih buruk. Kami ingin mengetahui hubungan obesitas dengan reseptor hormonal dan ekspresi HER-2/Neu pada pasien kanker payudara di RS X Surakarta. Subjek penelitian adalah wanita pra dan pasca menopause yang diperiksa di Klinik Bedah Onkologi RS X Surakarta, dengan total sampel sebanyak 105 orang. Sampling kebetulan digunakan sebagai teknik pengambilan sampel. Jenis penelitian ini adalah analisis korelasi dengan desain penelitian cross sectional. Sumber data primer dikumpulkan dengan pengukuran langsung tinggi badan, berat badan, dan pemeriksaan reseptor hormonal dan HER-2/Neu dengan Immunohistokimia (IHC) dari biopsi langsung Jaringan payudara responden. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistik non parametrik karena data ordinal dan menggunakan analisis korelasi untuk mendapatkan hubungan antara 2 jenis variabel. Penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara obesitas dengan reseptor estrogen positif (RE) dan ekspresi reseptor HER-2/Neu. Namun, ada hubungan yang signifikan antara ekspresi obesitas dan ekspresi progesteron positif (RP). Tidak ada hubungan yang signifikan antara obesitas dengan reseptor hormon ER (p= 0,991 dan OR1,005) dan ekspresi hormon HER-2/Neu (p= 0,853 dan OR 1,007). Namun, ada hubungan yang signifikan antara obesitas dengan reseptor hormonal PR (p= 0,026 dan OR 2,46). Kata kunci: kanker payudara, obesitas, reseptor hormonal, ekspresi HER-2/Neu
Angka Kejadian Komplikasi Lambat Pascaoperasi Prostatektomi Transvesikal dan Reseksi Transuretral pada Pasien Pembesaran Prostat Jinak Hasbullah, Bakri
Biomedika Vol 1, No 1 (2009): Biomedika Februari 2009
Publisher : Universitas Muhamadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/biomedika.v1i1.2540

Abstract

Transurethral Resection Prostatectomy (TURP) and Transvesical Prostatectomy (TVP) are the two methods of operation for BPH. The aims of this study are to find out the late complication after prostatectomy between TVP dan TURP. Data were collected from January 1st 2004 to December 31st 2004 with prospective cohort study. There were 67 of 90 post prostatectomy BPH patients who met the inclusion criteria. Data were listed into age and comorbid factors are hypertension (HT), ischaemic heart disease (IHD), chronic obstructive pulmonary disease (COPD), Diabetes Mellitus (DM). Post prostatectomy late complications are erectile dysfunction (ED), retrograde ejaculation (RE), urethral stricture (US), urinary incontinence (UI). Data were analyzed statistically with the t-test. There were 67 patients (median age 65,81 years range 51-86 years) inclusion in this study 12 patients has performed TVP (17,9%), 55 patient was performed TURP (82,1%). Comorbid factors were HT (19,4%), IHD (16,4%), COPD (11,9%), DM (4,5%). The most frequent age of TVP were 7th decade (50%), TURP were 6th decade (41,82%).The late complication after TVP and TURP for BPH were not significant different (p>0,05). The most frequent late complications after prostatectomy of the TVP and TURP is ED. Study about the late complications after operation of the BPH between TVP and TURP, statistically were not significantly different.Keywords: BPH, open prostatectomy, TURP, late complication.
KARAKTERISTIK INFEKSI SALURAN KEMIH PADA ANAK USIA 0- 12 TAHUN DI RS X KEBUMEN JAWA TENGAH Tusino, Agus; Widyaningsih, Niken
Biomedika Vol 9, No 2 (2017): Biomedika Agustus 2017
Publisher : Universitas Muhamadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/biomedika.v9i2.5842

Abstract

Infeksi saluran kemih merupakan penyakit yang sering ditemui pada anak-anak dan ditandai dengan jumlah bakteri yang bermakna dalam urin. Insidensi ISK masih tinggi, merupakan penyebab kedua morbiditas penyakit infeksi pada anak-anak setelah infeksi saluran napas. Di Indonesia, dari 200 anak yang dievaluasi sebesar 35% pada anak 1-5 tahun dan 22% anak usia 6-10 tahun menderita infeksi saluran kemih atau sekitar 33% pada laki-laki dan 67% pada perempuan.Metode Penelitian: Penelitin ini menunjukkan karakteristik infeksi saluran kemih pada anak usia 0-12 tahun di RS X Kebumen Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan desain penelitian crosssectional yang diperoleh dari catatan rekam medis pada periode September 2015 sampai September 2016. Hasil: Pada penelitian ini didapatkan 36 pasien anak dengan infeksi saluran kemih, 53% laki-laki, 47% perempuan dengan rentang usia terbanyak 5-12 tahun. Sebanyak 26 pasien dengan suhu <38°C, 3pasien dengan kelaianan anatomi, 3 pasien dengan riwayat infeksi saluran kemih sebelumnya, 15 pasien dengan gejala muntah, 41% pasien dengan leukopenia, 9% pasien dengan piuria, 14% pasien dengan bakteriuria, 22 pasien mendapat terapi antibiotik golongan sefalosporin, dan 3 pasien menjalani terapi pembedahan. Kesimpulan: Infeksi saluran kemih terbanyak pada usia 5-12 tahun. Gejala klinis terutama muntah. Hasil urinalisis normal tidak menyingkirkan diagnosis infeksi saluran kemih, sehingga anak muntah usia 2 bulan sampai 12 tahun dengan penyebab tidak jelas perlu dipikirkan infeksi saluran kemih. Kata Kunci: Karakteristik, Infeksi Saluran Kemih, Anak
Angka Kejadian Komplikasi Lambat Pascaoperasi Prostatektomi Transvesikal dan Reseksi Transuretral pada Pasien Pembesaran Prostat Jinak Hasbullah, Bakri
Biomedika Vol 1, No 1 (2009): Biomedika Februari 2009
Publisher : Universitas Muhamadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/biomedika.v1i1.286

Abstract

Transurethral Resection Prostatectomy (TURP) and Transvesical Prostatectomy (TVP) are the two methods of operation for BPH. The aims of this study are to find out the late complication after prostatectomy between TVP dan TURP. Data were collected from January 1 st 2004 to December 31 st 2004 with prospective cohort study. There were 67 of 90 post prostatectomy BPH patients who met the inclusion criteria. Data were listed into age and comorbid factors are hypertension (HT), ischaemic heart disease (IHD), chronic obstructive pulmonary disease (COPD), Diabetes Mellitus (DM). Post prostatectomy late complications are erectile dysfunction (ED), retrograde ejaculation (RE), urethral stricture (US), urinary incontinence (UI). Data were analyzed statistically with the t-test. There were 67 patients (median age 65,81 years range 51-86 years) inclusion in this study 12 patients has performed TVP (17,9%), 55 patient was performed TURP (82,1%). Comorbid factors were HT (19,4%), IHD (16,4%), COPD (11,9%), DM (4,5%). The most frequent age of TVP were 7 th decade (50%), TURP were 6 th decade (41,82%).The late complication after TVP and TURP for BPH were not significant different (p>0,05). The most frequent late complications after prostatectomy of the TVP and TURP is ED. Study about the late complications after operation of the BPH between TVP and TURP, statistically were not significantly different.Keywords: BPH, open prostatectomy, TURP, late complication.

Page 8 of 40 | Total Record : 399


Filter by Year

2009 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 2 (2022): Biomedika Agustus 2022 Vol 14, No 1 (2022): Biomedika Februari 2022 Vol 13, No 2 (2021): Biomedika Agustus 2021 Vol 13, No 1 (2021): Biomedika Februari 2021 Vol 12, No 2 (2020): Biomedika Agustus 2020 Vol 12, No 1 (2020): Biomedika Februari 2020 Vol 11, No 2 (2019): Biomedika Agustus 2019 Vol 11, No 1 (2019): Biomedika Februari 2019 Vol 11, No 1 (2019): Biomedika Februari 2019 Vol 10, No 2 (2018): Biomedika Agustus 2018 Vol 10, No 2 (2018): Biomedika Agustus 2018 Vol 10, No 1 (2018): Biomedika Februari 2018 Vol 10, No 1 (2018): Biomedika Februari 2018 Vol 9, No 2 (2017): Biomedika Agustus 2017 Vol 9, No 2 (2017): Biomedika Agustus 2017 Vol 9, No 1 (2017): Biomedika Februari 2017 Vol 9, No 1 (2017): Biomedika Februari 2017 Vol 8, No 2 (2016): Biomedika Agustus 2016 Vol 8, No 2 (2016): Biomedika Agustus 2016 Vol 8, No 1 (2016): Biomedika Februari 2016 Vol 8, No 1 (2016): Biomedika Februari 2016 Vol 7, No 2 (2015): Biomedika Agustus 2015 Vol 7, No 2 (2015): Biomedika Agustus 2015 Vol 7, No 1 (2015): Biomedika Februari 2015 Vol 7, No 1 (2015): Biomedika Februari 2015 Vol 6, No 2 (2014): Biomedika Agustus 2014 Vol 6, No 2 (2014): Biomedika Agustus 2014 Vol 6, No 1 (2014): Biomedika Februari 2014 Vol 6, No 1 (2014): Biomedika Februari 2014 Vol 5, No 2 (2013): Biomedika Agustus 2013 Vol 5, No 2 (2013): Biomedika Agustus 2013 Vol 5, No 1 (2013): Biomedika Februari 2013 Vol 5, No 1 (2013): Biomedika Februari 2013 Vol 4, No 2 (2012): Biomedika Agustus 2012 Vol 4, No 2 (2012): Biomedika Agustus 2012 Vol 4, No 1 (2012): Biomedika Februari 2012 Vol 4, No 1 (2012): Biomedika Februari 2012 Vol 3, No 2 (2011): Biomedika Agustus 2011 Vol 3, No 2 (2011): Biomedika Agustus 2011 Vol 1, No 1 (2009): Biomedika Februari 2009 Vol 1, No 1 (2009): Biomedika Februari 2009 Online First More Issue