cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Biomedika
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Arjuna Subject : -
Articles 399 Documents
EKSPRESI ANTI-HELICOBACTER PYLORI PADA GASTRITIS KRONIS, LESI PRAKANKER, DAN KARSINOMA GASTER Damayanti, Lina; Putranto, Bambang Hendro; Sadhana, Udadi
Biomedika Vol 7, No 2 (2015): Biomedika Agustus 2015
Publisher : Universitas Muhamadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prevalence of Helicobacter pylori infection in Indonesia was 36-46%. In Jakarta and Surabaya, the prevalence were 85,7%-93,9%. Helicobacter pylori infection play role in pathogenesis of pectic ulcers, chronic gastritis, carcinoma of gaster and gastric lymphoma. Epidemiologic study showed 80% of carcinoma of gaster related with H pylori infection.This study analyzed expression of anti-Helicobacter pylori in chronic gastritis, precancer lesion , and carcinoma of gaster. This study was a observational descriptive study with case control design. Thirty (30) samples from paraffin bloc that were diagnosed with chronic gastritis, precancer lesion, and carcinoma of gaster at Dokter Kariadi hospital in 2013 was stained by hematoxylin eosin, giemsa and immunohistochemistry of anti-helicobacter pylori. Data was analyzed by descriptive analysis. Thirty (30) samples were diagnosed as gastritis chronis 13 (43,3% ), pra cancer lesion(36.6%), and carcinoma(20.1%). Chronic gastritis can be occurred at all age and no distinct difference on sex, while gastric carcinoma predominant in male older than 40 years. Expresion of Helicobacter pylori on chronic gastritis was 84.6%, precancer lesion was 54.5%, and gastric carcinoma was 83.3%. The Giemsa stain gave 23.3% false positive and 20% false negative. Helicobacter pylori expression can be showed in chronic gastritis, precancer lesion, and gastric carcinoma.Keywords: Chronic gastritis, gastric carcinoma, Helicobacter pylori
UJI DAYA ANTIHELMINTIK EKSTRAK ETANOL 70 % BAWANG PUTIH (Allium sativum L.) TERHADAP CACING Ascaridia galli In vitro G, Yusmira; S, Isti’anah
Biomedika Vol 7, No 1 (2015): Biomedika Februari 2015
Publisher : Universitas Muhamadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prevalensi penyakit Askariasisdi Indonesia masih cukup tinggi, terutama pada anak-anak.Penyakit ini juga memiliki dampak merugikan, sehingga diperlukan usaha untuk mengatasi infeksi Ascaris lumbricoides. Penggunaan obat cacing di masyarakat masih belum optimal, sehingga perlu adanya alternatif pengobatan lain untuk penyakit ini. Bawang putih (Allium sativum L.) mengandung saponin dan flavonoid yang diduga memiliki efek antihelmintik. Mengetahui daya antihelmintik ekstrak etanol 70% bawang putih (Allium sativum L.) terhadap cacing Ascaridia galli In vitro.Penelitian merupakan eksperimental laboratoris.Ekstrak etanol 70% bawang putih (Allium sativum L.) terdiri atas 4 konsentrasi 100%, 50%, 25% dan 12,5% dengan empat kali replikasi. Padasetiap kelompok perlakuan dimasukkan 10 ekor cacing yang diamati kematiannya setiap 1 jam sampai batas maksimal. Data dianalisis menggunakan One Way Anova, dan dilanjutkan dengan analisis probit dilakukan untuk mengetahui LC50, LC90, LT50 dan LT90. Rerata waktu kematian cacing pada konsentrasi 100%, 50%, 25% dan12,5% serta kelompok kontrol menunjukkan perbedaan yang bermakna p=0,000 (p<0,05) dengan LC50 sebesar 26,852% dan LC90 sebesar 65,85%. Pada konsentrasi 100% ekstrak etanol 70% bawang putih (Allium sativum) nilai LT50 adalah 3,207 jam dan nilai LT90 adalah 5,481 jam. Ekstrak etanol 70% bawang putih (Allium sativum L.) memiliki efek antihelmintik terhadap cacing Ascaridia galli in vitro.Kata Kunci : Antihelmintik, Bawang putih (Allium sativum), Ascaridia galli, in vitro
HUBUNGAN ANTARA PERTAMBAHAN BERAT BADAN IBU HAMIL DENGAN BERAT BADAN LAHIR BAYI DI KABUPATEN SEMARANG Candrasari, Anika; Romadhon, Yusuf Alam; Auliafadina, Fiftin Desy; Firizqina, Arfa Bima; Marindratama, Hasmeinda
Biomedika Vol 7, No 1 (2015): Biomedika Februari 2015
Publisher : Universitas Muhamadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Status gizi ibu hamil merupakan hal yang sangat berpengaruh besar terhadap kesehatannya sendiri dan sebagai prediksi pregnancy outcome. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara antara  pertambahan berat badan ibu hamil dengan berat badan lahir bayi di kabupaten Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan  kohort retrospektif.  Penelitian dilakukan di beberapa Puskesmas wilayah kerja  Kabupaten Semarang bulan Oktober  2013. Hasil uji korelasi Spearman diperoleh nilai p 0,076, menunjukkan korelasi antara pertambahan berat badan ibu hamil dan berat badan lahir bayi adalah tidak bermakna. Hasil regresi linier pada uji ANOVA didapatkan nilai p = 0,000. Nilai adjusted R square pada model summary didapatkan hasil 0,111 yang berarti persamaan yang diperoleh mampu menjelaskan berat badan lahir bayi sebesar 11,1%. Sebesar 88,9% sisanya, dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti. Kesimpulan penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan antara pertambahan berat badan ibu hamil dengan berat badan lahir bayi di kabupaten Semarang.Kata kunci: pertambahan berat badan ibu hamil, berat badan lahir bayi
DERAJAD EOSINOFILIA PADA PENDERITA INFEKSI SOIL-TRANSMITTED HELMINTH (STH) Bestari, Rochmadina Suci; ., Supargiyono; ., Sumarni; ., Suyoko
Biomedika Vol 7, No 2 (2015): Biomedika Agustus 2015
Publisher : Universitas Muhamadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Soil-Transmitted Helminth (STH) menginfeksi lebih dari satu milyar orang di seluruh dunia. Di Indonesia, prevalensi STH di beberapa tempat juga masih tinggi, ada diantaranya dengan prevalensi 40-60 % pada semua umur, dengan jenis cacing dan intensitas yang berbeda-beda. Masyarakat yang tinggal di sekitar Tempat Pembuangan sampah Akhir (TPA) biasanya sanitasinya buruk. Beberapa data menunjukkan bahwa pada penderita dengan infeksi STH sering menunjukkan gejala alergi seperti gatal-gatal pada kulit dan batuk kronis. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui hubungan infeksi STH dengan angka eosinofil pada masyarakat di sekitar TPA Kelurahan Mojosongo Kecamatan Jebres Kota Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia. Sampel tinja dan darah dikoleksi dari 96 warga yang bersedia berpartisipasi (dengan informed consent). Metode Kato-Katz digunakan untuk mengetahui adanya infeksi STH dan mengetahui intensitas infeksinya. Hitung eosinofil dilakukan pada sediaan apus darah tipis yang dipulas dengan Giemsa untuk mengetahui persentase eosinofil pada penderita. Prevalensi infeksi STH secara keseluruhan sebesar 7,29% (7/96) dengan rata-rata jumlah telur 61 telur per gram feses. Semua menderita infeksi tunggal dan tidak ada yang infeksi campuran. Infeksi hookworm sebesar 6,25% (6/96) dan infeksi Trichuris trichiura sebesar 1,04% (1/96). Tidak ditemukan infeksi Ascaris lumbricoides. Semuanya menderita infeksi ringan. Prevalensi eosinofilia adalah 27,8% (26/96) dengan rata-rata persentase eosinofil 2,63%. Terdapat hubungan yang signifikan antara intensitas infeksi STH dengan angka eosinofil, dengan kekuatan sangat lemah (r=0,190; p=0,032).Kata kunci : infeksi STH, intensitas infeksi STH, angka eosinofil, Kato-Katz, eosinofilia
HUBUNGAN OBESITAS DENGAN TERJADINYA OSTEOARTRITIS LUTUT PADA LANSIA KECAMATAN LAWEYAN SURAKARTA Nugraha, Annas Syahirul; Widyatmoko, Sigit; Jatmiko, Safari Wahyu
Biomedika Vol 7, No 1 (2015): Biomedika Februari 2015
Publisher : Universitas Muhamadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prevalensi osteoartritis di Indonesia mencapai 15,5% pada pria dan 12,7% pada wanita. Osteoartritis merupakan penyakit sendi degeneratif yang berkaitan dengan kerusakan kartilago sendi. Obesitas adalah kelebihan berat badan melebihi berat normal. Obesitas menjadi faktor risiko osteoartritis lutut karena terjadi penambahan berat badan yang mengakibatkan sendi lutut bekerja lebih keras. Beberapa faktor lain yang dapat menyebabkan osteoartritis antara lain bertambahnya usia, jenis kelamin, genetik, dan pekerjaan. Jenis penelitian termasuk analitik observasional dengan pendekatan studi cross sectional. Jumlah sampel yang diteliti sebanyak 50 yang terdiri dari 25 lansia dengan obesitas dan 25 lansia tidak obesitas. Instrumen yang digunakan pada penelitian antara lain timbangan berat badan, alat pengukur tinggi badan dan kriteria osteoartritis sendi lutut berdasarkan American College of Rheumatologi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square dengan program SPSS versi 22 berbasis windows. Berdasarkan hasil analisa data menggunakan uji chi-square didapatkan hasil p = 0,001 (p<0,005), yang berarti terdapat hubungan obesitas dengan terjadinya osteoartritis lutut pada lansia di Laweyan Surakarta.Kata kunci: Obesitas, Osteoartritis, Lansia.
UJI EKSTRAK ETANOL 70% DAUN SIRIH (Piper betle L.) TERHADAP BLEEDING TIME PADA MENCIT JANTAN GALUR SWISS WEBSTER Sutopo, Tri; Bestari, Rochmadina Suci; Sintowati, Retno
Biomedika Vol 8, No 2 (2016): Biomedika Agustus 2016
Publisher : Universitas Muhamadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/biomedika.v8i2.2917

Abstract

Tanaman sirih (Piper betle L.) mengandung tanin dan flavonoid yang diduga memiliki efek sebagai agen hemostatik/penghentian perdarahan. Penelitian ini bersifat experimental laboratorium dengan metode Post Test Only With Control Group Design. Hewan uji yang digunakan adalah 25 ekor mencit jantan galur Swiss Webster yang dibagi menjadi Kelompok Kontrol Negatif diberikan aquades steril, Kelompok kontrol positif diberikan epinefrin 1:1000, Kelompok perlakuan pertama diberikan ekstrak etanol daun sirih konsentrasi 10%, Kelompok Perlakuan kedua konsentrasi 20%, dan Kelompok perlakuan ketiga konsentrasi 40%. Masing-masing kelompok dihitung bleeding time dengan menggunakan metode Duke. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol daun sirih konsentrasi 10%, 20%, dan 40% dapat memperpendek bleeding time dengan rerata waktu penghentian perdarahan secara berturut-turut adalah 124,60 detik, 104,80 detik, dan 92,60 detik. Analisis data one-way ANOVA menunjukkan rerata yang berbeda secara bermakna terhadap bleeding time pada kelima kelompok setelah diberikan perlakuan dengan p=0,000 (p<0,05).Kesimpulan : Ekstrak etanol 70% daun sirih (Piper betle L.) konsentrasi 10%, 20%, dan 40% dapat memperpendek bleeding time pada mencit jantan galur Swiss Webster. Kata Kunci : Ekstrak etanol, daun sirih (Piper betle L.), bleeding time
THE DIAGNOSTIC AND PROGNOSTIC VALUE OF RIGHT VENTRICLE SYSTOLIC AND DIASTOLIC FUNCTION IN INFERIOR MYOCARDIAL INFARCTION Purwaningtyas, Niniek
Biomedika Vol 10, No 1 (2018): Biomedika Februari 2018
Publisher : Universitas Muhamadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/biomedika.v10i1.5854

Abstract

Right ventricular (RV) involvement increases mortality and morbidity in inferior myocardial infarction (MI). There are sparse data on the usefulness of pulsed tissue Doppler imaging (TDI) in the diagnosis of RV dysfunction in ST segment elevation MI (STEMI). This study evaluate the diagnostic and prognostic significance of RV systolic and diastolic function compared to classical electrocardiographic RVMI diagnostic criteria in this group of patients. Consecutive patients with first, acute, inferior STEMI were prospectively assessed. The RVMI was defined as an ST-segment elevation ≥ 0.1 mV in lead V4R. Echocardiography with TDI was performed within24 h of the onset of symptoms. Out of 31 patients (mean age 56.39 ± 9.02 years), RVMI was found in 18 (37%). Multivariate analysis showed that two variables—RV systolic and diastolic function, were independent predictors of in-hospital prognosis. Sensitivity and specificity the RV systolic function were 94,4% and 69,2%, respectively. While RV diastolic function were 44% and 76,9%, respectively. RV systolic function predict ECG diagnosis of RVMI with relatively high sensitivity and specificity. RV diastolic function predict ECG diagnosis of RVMI with relatively low sensitivity but with high specificity.Keywords: tissue Doppler imaging, RV myocardial infarction, inferior myocardial infarction
PERBEDAAN KEBERADAAN JENTIK AEDES AEGYPTI ANTARA BAK MANDI DI PERDESAAN DAN PERKOTAAN DI KECAMATAN WONOGIRI Romadhon, Yusuf Alam; Sidiq, Muhamad Nur; Iskandar, Iskandar
Biomedika Vol 8, No 1 (2016): Biomedika Februari 2016
Publisher : Universitas Muhamadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/biomedika.v8i1.2901

Abstract

Pemeriksaan jentik Aedes aegypti dilakukan dalam mengurangi angka kesakitan demam berdarah dengue. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perbedaan jumlah jentik Aedes aegypti antara bak mandi di perdesaan dan perkotaan .Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di wilayah Kecamatan Wonogiri pada bulan Oktober-November 2015. Besar sampel adalah 100 responden di wilayah Kecamtan Wonogiri yang tersebar di 15 kelurahan dan desa. Uji statistik yang digunakan adalah Chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah jentik Aedes aegypti di perkotaan lebih banyak daripada di perdesaan (42% vs 14%) dengan p= < 0,002. Kesimpulan: jumlah jentik Aedes aegypti di perkotaan lebih banyak daripada di perdesaan di kecamatan Wonogiri. Kata kunci. Keberadaan jentik, Aedes aegypti, Bak mandi, Perdesaan, Perkotaan
HUBUNGAN ANTARA LATIHAN FISIK DAN KAPASITAS VITAL PARU (KV) SERTA VOLUME EKSPIRASI PAKSA DETIK PERTAMA (VEP1) PADA SISWA PENCAK SILAT PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE DI SUKOHARJO Basuki, Sri Wahyu; Jeny, Agus Siswanto
Biomedika Vol 9, No 2 (2017): Biomedika Agustus 2017
Publisher : Universitas Muhamadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/biomedika.v9i2.5845

Abstract

Kapasitas pernapasan penting untuk mengetahui fungsi ventilasi sistem pernapasan. Kapasitas pernapasan yang normal akan mencukupi kebutuhan oksigen sel sehingga metabolism sel optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lama latihan fisik dan kapasitas vital paru (KV) serta volume ekspirasi paksa detik pertama (VEP1) pada siswa pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate di Sukoharjo. Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Subyek penelitian ini adalah siswa pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate di Sukoharjo. Metode pengambilan sampel secara purposive random sampling. Besar sampel 42 orang yang terdiri atas 21 (50%) sampel responden dan 21 (50%) sampel kontrol.. Hasil penelitian diuji dengan uji statistik uji t tidak berpasangan  dan Mann Whitney. Hasil penelitian tentang hubungan latihan fisik dan KV dengan uji analisis diperoleh nilai P = 0,000. Hasil  penelitian tentang hubungan latihan fisik dan VEP1 dengan uji analisis uji t tidak berpasangan   diperoleh nilai P = 0,000. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif yang bermakna antara latihan fisik dan kapasitas vital paru serta volume ekspirasi paksa detik pertama pada siswa pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate di Universitas Muhammadiyah Surakarta. Kata Kunci: KV,VEP1, latihan fisik
UJI DAYA ANTIHELMINTIK EKSTRAK ETANOL 70 % BAWANG PUTIH (Allium sativum L.) TERHADAP CACING Ascaridia galli In vitro G, Yusmira; S, Isti’anah
Biomedika Vol 7, No 1 (2015): Biomedika Februari 2015
Publisher : Universitas Muhamadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/biomedika.v7i1.1586

Abstract

Prevalensi penyakit Askariasisdi Indonesia masih cukup tinggi, terutama pada anak-anak.Penyakit ini juga memiliki dampak merugikan, sehingga diperlukan usaha untuk mengatasi infeksi Ascaris lumbricoides. Penggunaan obat cacing di masyarakat masih belum optimal, sehingga perlu adanya alternatif pengobatan lain untuk penyakit ini. Bawang putih (Allium sativum L.) mengandung saponin dan flavonoid yang diduga memiliki efek antihelmintik. Mengetahui daya antihelmintik ekstrak etanol 70% bawang putih (Allium sativum L.) terhadap cacing Ascaridia galli In vitro.Penelitian merupakan eksperimental laboratoris.Ekstrak etanol 70% bawang putih (Allium sativum L.) terdiri atas 4 konsentrasi 100%, 50%, 25% dan 12,5% dengan empat kali replikasi. Padasetiap kelompok perlakuan dimasukkan 10 ekor cacing yang diamati kematiannya setiap 1 jam sampai batas maksimal. Data dianalisis menggunakan One Way Anova, dan dilanjutkan dengan analisis probit dilakukan untuk mengetahui LC50, LC90, LT50 dan LT90. Rerata waktu kematian cacing pada konsentrasi 100%, 50%, 25% dan12,5% serta kelompok kontrol menunjukkan perbedaan yang bermakna p=0,000 (p<0,05) dengan LC50 sebesar 26,852% dan LC90 sebesar 65,85%. Pada konsentrasi 100% ekstrak etanol 70% bawang putih (Allium sativum) nilai LT50 adalah 3,207 jam dan nilai LT90 adalah 5,481 jam. Ekstrak etanol 70% bawang putih (Allium sativum L.) memiliki efek antihelmintik terhadap cacing Ascaridia galli in vitro.Kata Kunci : Antihelmintik, Bawang putih (Allium sativum), Ascaridia galli, in vitro

Page 6 of 40 | Total Record : 399


Filter by Year

2009 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 2 (2022): Biomedika Agustus 2022 Vol 14, No 1 (2022): Biomedika Februari 2022 Vol 13, No 2 (2021): Biomedika Agustus 2021 Vol 13, No 1 (2021): Biomedika Februari 2021 Vol 12, No 2 (2020): Biomedika Agustus 2020 Vol 12, No 1 (2020): Biomedika Februari 2020 Vol 11, No 2 (2019): Biomedika Agustus 2019 Vol 11, No 1 (2019): Biomedika Februari 2019 Vol 11, No 1 (2019): Biomedika Februari 2019 Vol 10, No 2 (2018): Biomedika Agustus 2018 Vol 10, No 2 (2018): Biomedika Agustus 2018 Vol 10, No 1 (2018): Biomedika Februari 2018 Vol 10, No 1 (2018): Biomedika Februari 2018 Vol 9, No 2 (2017): Biomedika Agustus 2017 Vol 9, No 2 (2017): Biomedika Agustus 2017 Vol 9, No 1 (2017): Biomedika Februari 2017 Vol 9, No 1 (2017): Biomedika Februari 2017 Vol 8, No 2 (2016): Biomedika Agustus 2016 Vol 8, No 2 (2016): Biomedika Agustus 2016 Vol 8, No 1 (2016): Biomedika Februari 2016 Vol 8, No 1 (2016): Biomedika Februari 2016 Vol 7, No 2 (2015): Biomedika Agustus 2015 Vol 7, No 2 (2015): Biomedika Agustus 2015 Vol 7, No 1 (2015): Biomedika Februari 2015 Vol 7, No 1 (2015): Biomedika Februari 2015 Vol 6, No 2 (2014): Biomedika Agustus 2014 Vol 6, No 2 (2014): Biomedika Agustus 2014 Vol 6, No 1 (2014): Biomedika Februari 2014 Vol 6, No 1 (2014): Biomedika Februari 2014 Vol 5, No 2 (2013): Biomedika Agustus 2013 Vol 5, No 2 (2013): Biomedika Agustus 2013 Vol 5, No 1 (2013): Biomedika Februari 2013 Vol 5, No 1 (2013): Biomedika Februari 2013 Vol 4, No 2 (2012): Biomedika Agustus 2012 Vol 4, No 2 (2012): Biomedika Agustus 2012 Vol 4, No 1 (2012): Biomedika Februari 2012 Vol 4, No 1 (2012): Biomedika Februari 2012 Vol 3, No 2 (2011): Biomedika Agustus 2011 Vol 3, No 2 (2011): Biomedika Agustus 2011 Vol 1, No 1 (2009): Biomedika Februari 2009 Vol 1, No 1 (2009): Biomedika Februari 2009 Online First More Issue