cover
Contact Name
-
Contact Email
mediamesin@ums.ac.id
Phone
+62271-717417
Journal Mail Official
mediamesin@ums.ac.id
Editorial Address
Jl. A. Yani 1 Pabelan Kartasura Surakarta 57162 INDONESIA
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin
ISSN : 14114348     EISSN : 25414577     DOI : 10.23917/mesin
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 366 Documents
KARAKTERISTIK PEMBAKARAN BIOBRIKET CAMPURAN AMPAS AREN, SEKAM PADI, DAN BATUBARA SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF Joko Triyanto; S Subroto; Marwan Effendy
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 19, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/mesin.v19i2.7497

Abstract

Biomassa (ampas aren dan sekam padi) merupakan bahan hayati yang biasanya dianggap sebagai sampah dan sering dimusnahkan dengan cara dibakar. Biomassa yang berasal dari limbah pertanian ini menjadi masalah umum di daerah pedesaan karena mengganggu lingkungan. Sehingga perlu dilakukan penelitian yang mampu untuk mengurangi pencemaran lingkungan yang terjadi, dengan menjadikan biomassa (ampas aren dan sekam padi) sebagai bahan dasar biobriket. Penelitian ini diawali dengan pengumpulan bahan dasar berupa ampas aren, sekam padi, dan batubara, serta aspal sebagai bahan perekat, setelah itu dilakukan uji proximate bahan dasar. Pembuatan biobriket dengan komposisi 100% ampas aren; 100% sekam padi;40%ampas aren,40% sekam padi,dan 20% batubara;30% ampas aren, 30% sekam padi, dan 40% batubara; 20% ampas aren, 20% sekam padi, dan 60% batubara;dan 100% batubara serta bahan perekat aspal 10% dari berat total biobriket. Biobriket dibuat dengan berat 5 gram. Setelah itu dilakukan pengujian karakteristik pembakaran, yang meliputi penurunan massa, laju pembakaran, dan temperatur pembakaran biobriket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa temperatur tertinggi pembakaran dihasilkan oleh biobriket dengan komposisi 100% batubara. Hal ini menunjukkan bahwa semakin besar komposisi batubara, maka temperatur biobriket yang dihasilkan semakin tinggi. Tingginya kadar karbon pada batubara akan membuat temperatur puncak yang akan dicapai semakin lama. Sedangkan penurunan massa paling cepat terjadi pada komposisi 100% ampas aren dan 100% sekam padi, hal ini dikarenakan ampas aren dan sekam padi mempunyai volatile matter tinggi sehingga menyebabkan mudah terbakar.
PENGEMBANGAN TEKNOLOGI TUNGKU PEMBAKARAN DENGAN AIR HEATER TANPA SIRIP Sartono Putro; Sumarwan Sumarwan
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 14, No 2 (2013)
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/mesin.v14i2.2292

Abstract

PENGARUH SPASI NOSEL TERHADAP UNJUK KERJA EJEKTOR POMPA JE Nurmuntaha Agung Nugraha; Marwan Effendy; Ade Faris Robbany
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 8, No 1 (2007)
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/mesin.v8i1.3097

Abstract

JET PUMP SEBAGAI POMPA HAMPA Daru Sugati
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 9, No 2 (2008)
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/mesin.v9i2.3162

Abstract

RANCANG BANGUN MOLD UNTUK PROSES TERMOFORMING PROSTHETIC BELOW KNEE (B/K) Bambang Waluyo Febriantoko; Aris Aryanto; Tri Widodo Besar Riyadi
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 18, No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/mesin.v18i2.5243

Abstract

ABSTRAK Industri semakin berkembang, kebutuhan terhadap plastik pun semakin bertambah. Akan tetapi, dalam aplikasi proses pembentukan plastik sering mengalami kendala. Salah satunya adalah penyusutan. Penyusutan sering terjadi pada proses pembentukan plastik, terutama pembentukan dengan sistem mechanical thermoforming. Sehingga perlu dianalisis hal-hal yang menyebabkan penyusutan pada produk yang dihasilkan. Beberapa hal yang diidentifikasi mempengaruhi terjadinya penyusutan adalah bentuk mold, temperatur, dan jenis plastik yang digunakan.Metode penelitian yang digunakan adalah membuat alat uji mechanical thermoforming dan  membuat  mold  yang  akan  digunakan  untuk  menganalisis  penyusutan.  Mold yang digunakan ada 2 macam, yaitu mold telapak kaki atas dan mold telapak kaki bawah. Selain variasi pada mold, analisis juga ditujukan pada temperatur plastik polypropylene (PP) dan plastik PVC yang akan diproses. Variasi temperatur yaitu:1000C,  1200C,  dan  140oC.  Sedangkan  jenis  plastik  yang  diujikan  adalah  plastikpolypropylene (PP) dan plastik PVC.Dari data hasil pengujian dan pembahasan pada proses mechanical thermoforming untuk plastik polypropylene (PP) dengan ketebalan 1,0 mm tidak dapat dianalisis persentase penyusutan yang terjadi karena sifat viskos pada plastik rendah. Pada plastik jenis PP ini meskipun membentuk pola, tetapi tidak sempurna. Bahan plastik PP setelah proses penekanan dengan temperatur 100ºC-120ºC plastik tidak mengalami pemuaian yang cukup baik, karena plastik masih bersifat elastik. Pada temperatur140ºC plastik mengalami pemuaian, tetapi saat proses penekanan plastik mengalami bentuk pola yang tidak sempurna, karena temperatur terlalu tinggi. Sedangkan pada plastik PVC didapatkan hasil bahwa pada mold telapak kaki atas dengan ketinggian2 cm dan tebal plastik 1,0 mm menghasilkan persentase penyusutan rata-rata 7,85% dengan temperatur 100ºC, 9,80% dengan temperatur 120ºC dan 12,11% dengan temperatur 140ºC. Pada mold telapak kaki bawah dengan ketinggian 2 cm dan tebal plastik 1,0 mm menghasilkan persentase penyusutan rata-rata 10,01% dengan temperatur 100ºC, 10,96% dengan temperatur 120ºC dan 12,08% dengan temperatur140ºC. Kata Kunci: Mechanical thermoforming, penyusutan plastik, mold ABSTRACT The growing of industry has the effect to the increase of plastic need.  However, the application of plastic forming process often experiences constraints. One of them is depreciation. Depreciation often occurs in the plastic forming process, especially forming with mechanical thermoforming system. So it is necessary to analyze the things that cause shrinkage on the product. Some of the things that are identified to influence the shrinkage are the molds, temperatures and types of used plastics.The used method is to make mechanical thermoforming test and make mold which will be used to analyze depreciation. There are 2 kinds of molds, namely upper foot sole mold and bottom foot sole mold. In addition to the variations of the mold, the analysis is also aimed at the temperature of polypropylene plastic (PP) and PVC plastic which will be processed. The temperature variations are 1000C, 1200C and 140oC and the types of plastics that are tested is polypropylene plastic (PP) and PVC plastic.The results show that on mechanical thermoforming process for polypropylene (PP) plastic with 1.0 mm thickness, the percentage of shrinkage can not be analyzed because of the low viscous nature of plastic. PP type plastic can form a pattern, but not perfect. PP plastic material does not experience a good expansion after pressing process with100ºC-120ºC plastic temperature. This is because the plastic is still elastic. At 140ºC, the plastic undergoes expansion, but when the plastic pressing process, it undergoes an imperfect pattern. The reason is the temperature is too high. Meanwhile for the PVC plastic, it was found that in the upper foot sole mold with height of 2 cm and 1.0 mm plastic thickness, the percentages of shrinkage average are 7.85% with temperature100ºC, 9.80% with temperature 120ºC and 12.11% with temperature of 140ºC. In the bottom foot sole mold with 2 cm height and 1.0 mm plastic thickness, the percentages of shrinkage average are 10.01% with temperature 100ºC, 10.96% with temperature120ºC and 12.08% with temperature 140ºC. Keywords: Mechanical thermoforming, plastic shrinkage, mold
Optimasi Kecepatan Udara Pada Kondensor Terhadap Prestasi Kinerja AC mobil Dengan Fluida Kerja Freon 12 Tri Tjahjono; Desi Arna
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 15, No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/mesin.v15i2.2068

Abstract

PENINGKATAN KEKUATAN LENTUR PRODUK 3D PRINTING BERBAHAN PETG DENGAN OPTIMASI PARAMETER PROSES MENGGUNAKAN METODE TAGUCHI Eduar Iqbal Riza; Cahyo Budiyantoro; Aris Widyo Nugroho
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 21, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/mesin.v21i2.10856

Abstract

Optimization of 3D printing process parameters with PETG material to the flexural strength response using the Taguchi method has been carried out. This study uses L9 (33) orthogonal arrays experimental design using three process parameters, namely nozzle temperature, extrusion width, and feed rate  with three levels in each parameter (240 ° C, 245 ° C, 250 ° C, 0.3 mm 0.35mm, 0.4mm, 50%, 75%, 100%). Specimens were prepared according to ISO 178: 2010 Standard using a Prusa-i3 3D printer. Following this their dimensions, mass, production time, and flexural strength were examined. The flexural strength response was analyzed using the Taguchi method via SN Ratio and ANOVA analysis to obtain the optimal parameters. The results showed that the most influential process parameters on the response of flexural strength respectively were the nozzle temperature, extrusion width and feed rate with an optimal combination of parameters namely nozzle temperature (250 ° C), extrusion width (0.35 mm), and feed rate (75%). The confirmation experiments showed that the optimal parameter combination obtained the highest flexural strength with a smaller data deviation (52.98 ± 0.65 MPa). In addition, all products being produced posses dimensions according to the standards used.
KARAKTERISTIK PEMBAKARAN BIOBRIKET CAMPURAN BATUBARA, AMPAS TEBU DAN JERAMI Subroto Subroto
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 7, No 2 (2006)
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/mesin.v7i2.3085

Abstract

MESIN PENCAMPUR PAKAN BASAH SAPI PERAH UNTUK PETERNAK MENENGAH KE BAWAH Kuncoro Diharjo
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 6, No 1 (2005)
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/mesin.v6i1.3150

Abstract

Di lingkungan peternak sapi perah Musuk Boyolali, mesin pencacah pakan sudahada. Untuk mendukung mekanisasi pengolahan pakan, rekayasa mesinpencampur mutlak diperlukan. Mesin ini diharapkan mampu menghasilkancampuran pakan yang homogen, mempersingkat waktu pencampuran, danmereduksi biaya operasional pengolahan pakan. Pencampuran pakan yangdilakukan dengan mesin ini adalah pencampuran pakan basah. Manufakturprototype mesin dilakukan dengan menggunakan mesin-mesin konvensional.Mesin didisain dengan posisi tong vertikal dan disain ruji pengaduk mengadopsidisain ruji blender. Mesin ini digerakkan oleh motor listrik satu fase dengan daya1 HP. Hasil uji coba mesin menunjukkan bahwa mesin pencampur dapat bekerjadengan baik, sesuai harapan peternak/ KUD. Penggunaan mesin pencampur inimampu menekan waktu pengolahan pakan menjadi 33,65 % dibandingkanpengolahan pakan secara manual. Biaya pengolahan pakan pun dapat diturunkanmenjadi 62,7 % dibandingkan pengolahan pakan secara manual
OPTIMASI PROSES MESIN STRETCH BLOW MOULDING PADA BOTOL 600 ML DENGAN METODE RSM (RESPONSE SURFACE METHODOLOGY) STUDI KASUS DI PT. UNIPLASTINDO INTERBUANA Mochamad Mas'ud
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 18, No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/mesin.v18i1.3945

Abstract