cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2: September 2022" : 18 Documents clear
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Kulit Batang Belimbing Wuluh Terhadap Escherichia coli Penyebab Diare Jade Septhimoranie; Dwi Aditiyarini; Vinsa Cantya Prakasita
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 8, No 2: September 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v8i2.15749

Abstract

Diare merupakan salah satu gejala infeksi pada saluran cerna, yang dapat disebabkan oleh adanya organisme (bakteri, virus, dan/atau parasit), sehingga menyebabkan feses menjadi lebih cair dan frekuensinya lebih sering dari biasanya. Escherichia coli memiliki presentase yang tinggi dibandingkan bakteri lain pada feses penderita diare. Pengobatan yang dilakukan biasanya dengan menggunakan antibiotik, namun sekarang ini banyak ditemukan antibiotik yang telah resisten. Tanaman obat-obatan dapat digunakan sebagai alternatif dalam mengatasi diare. Salah satunya ialah kulit batang Belimbing Wuluh. Adanya kandungan senyawa yang bersifat antibakteri pada kulit batang Belimbing Wuluh dimungkinkan dapat menghambat pertumbuhan E. coli penyebab diare. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak kulit batang Belimbing Wuluh terhadap E. coli penyebab diare. Pada penelitian ini menggunakan metode ekstraksi dekoktasi. Uji fitokimia dilakukan terhadap flavonoid, alkaloid, dan saponin. Uji total fenol dilakukan dengan menggunakan metode Folin-Ciocalteu. Uji antibakteri dilakukan dengan menggunakan disk diffusion method Kirby-Bauer, dilanjutkan uji MIC dengan metode mikrodilusi serta uji MBC. Analisis data dengan One-Way ANOVA dan post-hoc Duncan. Kulit batang Belimbing Wuluh mengandung senyawa saponin, alkaloid, flavonoid, dan fenol. Hasil rata-rata dari nilai total fenol adalah 25,12 ± 7,73(mg GAE)⁄g. Hasil uji aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa ekstrak kulit batang Belimbing Wuluh dengan konsentrasi 2,5% masih dapat menghambat E. coli secara signifikan (P≤0,05).
Keanekaragaman Tanaman Buah Di Kebun Raya Banua Kalimantan Selatan Nor Azizah; Gunawan Gunawan; Agung Sriyono
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 8, No 2: September 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v8i2.14355

Abstract

Buah merupakan komoditas holtikultura yang memiliki peran penting dalam sistem pertanian di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini pendataan secara menyeluruh terhadap tanaman buah pada zona nusantara yang meliputi nama ilmiah, famili, dan asal tanaman. Hasil pendataan tanaman buah, menunjukkan terdapat 40 jenis tanaman buah yang terdapat di Kebun Raya Banua, dengan famili Anacardiaceae, Annonaceae, Clusiaceae, Dillaniaceae, Ebenaceae, Euphorbiaceae, Lauraceae, Malvaceae, Meliaceae, Moraceae, Myrtaceae, Phyllantaceae, Rubiaceae, Salicaceae, Sapindaceae, Sapotaceae. Famili Clusiaceae merupakan famili yang paling banyak dijumpai yaitu 15, sedangkan famili yang paling sedikit adalah Lauraceae.
Uji Aktivitas Antibakteri Isolat Jamur Endofit Dari Daun Kemangi (Ocimum sanctum) Terhadap Bakteri Penyakit Infeksi Pada Kulit Uswatun Hasanah; Dahryana Tiwi Pratiwi
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 8, No 2: September 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v8i2.16708

Abstract

Penyakit infeksi merupakan salah satu permasalahan kesehatan di masyarakat yang tidak pernah dapat diatasi secara tuntas yang menjadi penyebab utama penyakit di daerah tropis seperti Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah isolat yang ditemukan dari daun kemangi (Ocimum sanctum) yang memiliki daya hambat pertumbuhan pada bakteri Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis dan Streptococcus pyogenes. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental yaitu dengan menguji senyawa antibakteri yang dihasilkan oleh jamur endofit daun kemangi (Ocimum sanctum) terhadap bakteri Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis dan Streptococcus pyogenes. Metode yang digunakan untuk uji antibakteri adalah metode difusi yaitu menurut metode Kirby-Bauer dengan menggunakan kertas cakram kemudian diamati zona bening yang terbentuk dan diukur diameternya. Hasil aktivitas antibakteri isolat JEK 2 terhadap bakteri uji menunjukkan efek paling baik dalam menghambat bakteri uji yaitu pada Staphylococcus aureus sebesar 12, 85 mm yang dikategorikan kuat, pada Staphylococcus epidermidis sebesar 10,6 mm yang dikategorikan kuat, sedangkan Streptococcus pyogenes sebesar 11,75 mm dikategorikan kuat. Penelitian ini untuk memperoleh data ilmiah mengenai aktivitas antibakteri ekstrak daun kemangi sehingga penggunaannya dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah dan dapat menjadi dasar penggunaan untuk menemukan obat-obat baru yang berguna dalam kehidupan manusia.
Uji Daya Hambat Pertumbuhan Mikroba Patogen Oleh Streptomyces sp. strain i18 Sebagai Agen Biokontrol Mesy Miranda AR
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 8, No 2: September 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v8i2.15609

Abstract

Penyakit yang disebabkan oleh mikroba patogen telah menginfeksi makhluk hidup seperti manusia, hewan, dan tanaman. Hal ini memberikan dampak negatif bagi kesehatan manusia dan menurunkan kualitas produksi di bidang pertanian. Agen biokontrol dapat digunakan untuk mencegah infeksi yang aman dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi dari bakteri Streptomyces sp. strain i18 sebagai agen biokontrol dalam menghambat pertumbuhan mikroorganisme patogen seperti Candida sp., Fusarium oxysporum, Aspergillus sp., Erwinia sp., dan Eschericia coli. Pengujian antagonis menggunakan metode swab dengan menumbuhkan bakteri patogen pada permukaan atas media Mueller Hinton Agar (MHA), kemudian Streptomyces sp. strain i18  di titik pada bagian tengah media. Indikator yang diamati adalah zona jernih yang terbentuk disekitar koloni bakteri. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Streptomyces sp. strain i18 memiliki aktivitas yang kuat dalam menghambat Erwinia sp. sebesar 18,33 mm, kemudian diikuti Fusarium oxysporum sebesar 17,00 mm, dan Aspergillus sp. sebesar 15,00 mm namun dikatagorikan lemah dalam menghambat pertumbuhan Candida sp. sebesar 3,33 mm. Hasil penelitian ini juga menunjukan bahwa Streptomyces sp. strain i18 tidak dapat menghambat pertumbuhan dari Eschericia coli. Bakteri Streptomyces sp. strain i18 berpotensi dijadikan agen biokontrol pertumbuhan bakteri maupun jamur patogen.
Paclobutrazol And Cytokinin Regulation On Culm Growht Of Black Rice (Oryza sativa L. “Cempo Ireng”) Darussalam Darussalam; Kumala Dewi
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 8, No 2: September 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v8i2.19111

Abstract

Rice is a staple food for the majority of Asians; nevertheless, black rice has not been commonly consumed among them. The components of the yield will be determined by the allocation of photosynthate on rice and the tall phenotype of black rice, which is a significant contributing factor to lodging. The growth inhibitor paclobutrazol prevents the manufacture of gibberellin, which results in the tall phenotype of black rice. The endogenous cytokinin content is high at the beginning of the grain filling and then rapidly decreases after that. The purpose of the study was to compare the effects of paclobutrazol and cytokinin on culm height, internode length, culm diameter, lodging resistance, culm parenchyma cell arrangement, and flag leaf structure. Throughout the inquiry, Cempo Ireng black rice cultivar seeds were employed. The seeds were planted in plastic containers that held 10 kg of soil for growth medium and organic fertilizer, and a random block pattern was used for the experiment's design. At 10 weeks following sowing, paclobutrazol was sprayed as a foliar application at concentrations of 0, 50, and 100 ppm. By injecting the kinetin diluted in 0.8 percent agar gel at a rate of 10-5 M in the flag leaf internode lacuna twice, separated by two days, two weeks after anthesis. Eight replications and six combinations were made. DMRT and the significant different were used in the statistical analysis of the mean comparisons (P=0.05). Plant height and internode length were decreased by paclobutrazol (100 ppm), although internode diameter was raised and lodging resistance was induced. The organization of the parenchyma cells in the culm (100 ppm packlobutrazol) changed, and the cells were small and lacked intercellular gaps.
Studi Tingkah Laku Kawin Burung Lovebird Jantan Dan Betina Species Agapornis fischeri Varians Cobalt Anwari Adi Nugroho; Noviana Rohmatin; Ari Monawati; Eva Arsitasari
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 8, No 2: September 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v8i2.16563

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengamati dan mengidentifikasi tingkah laku lovebird jantan dan betina pada saat kawin. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif yang dilakukan dengan cara mengamati tingkah laku kawin burung lovebird spesies Agapornis fischeri varians cobalt jantan dan betina secara langsung berdasarkan tingkah laku yang teramati. Metode yang digunakan adalah  behavior sampling yaitu mengamati seluruh aktivitas burung lovebird pada saat kawin.yang muncul dengan menggunakan batasan aktivitas berdasarkan fakta lapangan. Penelitian dilakukan selama 6 hari dengan melakukan pengamatan pada setiap hari selama 2 jam. Burung lovebird (Agapornis fischeri) yang digunakan merupakan varians cobalt dan menggunakan sampel sebanyak 3 pasang burung lovebird varians cobalt untuk penelitian. Data tingkah laku diambil dengan cara pengamatan menggunakan catatan pengamatan, dan alat dokumentasi (merekam tingkah laku kawin). Data yang terkumpul dianalisis dengan pendeskripsian dari tingkah laku yang tampak burung lovebird varians cobalt jantan dan betina pada saat kawin atau bereproduksi yang muncul selama pengamatan. Berdasarkan hasil pengamatan diperoleh 7 tingkah laku interaksi kawin antara lovebird jantan dan betina yaitu aktivitas bercumbu, menaiki tubuh, membuka sayap, menganggukkan kepala, posisi diam, berlari - lari, dan menekuk dan menegakkan kaki. tingkah laku yang dominan (banyak dilakukan oleh burung)  adalah burung jantan menaiki tubuh betina, sedangkan perilaku yang dominan oleh betina yaitu hanya diam saat dinaiki oleh jantan atau saat bereproduksi. Pada penelitian ini juga teramati bahwa 3 pasang lovebird yang dijadikan sampel penelitian, menunjukkan terdapat ada tingkah laku kawin yang hanya dilakukan oleh lovebird jantan saja yaitu menaiki tubuh. Tingkah laku kawin yang hanya dilakukan oleh lovebird betina saja yaitu posisi diam.
Cover Vol 8, No 2: September 2022 Cover Vol 8 No 2: September 2022
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 8, No 2: September 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 
Jenis Tumbuhan Obat yang Dimanfaatkan Oleh Masyarakat Rt 09 Rw 04 Desa Kayen Pati Jawa Tengah Klarisa Aulia Rahma; Ary Susatyo Nugroho; Eko Retno Mulyaningrum; Muhammad Syaipul Hayat
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 8, No 2: September 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v8i2.17141

Abstract

Etobotani dapat diartikan sebagai ilmu yang mengkaji pemanfaatan tumbuh-tumbuhan oleh masyarakat dalam suatu lingkungan tertentu. Semua jenis tumbuhan masuk dalam kajian etnobotani salah satunya adalah tumbuhan obat. Sejalan dengan kondisi pandemi, tumbuhan obat merupakan salah satu jenis tumbuhan yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat termasuk masyarakat RT 09 RW 04 Dukuh Kranggan Desa Kayen Kecamatan Kayen Kabupaten Pati.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan obat yang dimanfaatkan oleh masyarakat RT 09 RW 04 Dukuh Kranggan Desa Kayen Kecamatan Kayen Kabupaten Pati Jawa Tengah. Penelitian dilakukan pada tanggal bulan November - Desember 2021 menggunakan metode deskripsi kualitatif melalui survei dan wawancara. Berdasarkan penelitian didapatkan hasil bahwa terdapat 18 jenis tumbuhan obat yang ditemukan di RT 09 RW 04 Dukuh Kranggan Desa Kayen Kecamatan Kayen Kabupaten Pati Jawa Tengah. Adapun jenis tumbuhan obat yang dimanfaatkan oleh masayarakat berjumlah 16 jenis. Jenis tumbuhan obat tersebut adalah belimbing wuluh, kelor, jambu merah, sirih merah, kencur, jahe, lidah buaya, pepaya, serai, salam, katuk, sirsak, daun binahong, yodium, jeruk nipis dan beluntas. Adapun beberapa manfaat dari tumbuhan obat tersebut adalah sebagai obat batuk, obat luka, obat asam urat dan menjaga imunitas.
Deteksi Polimorfisme Gen Mitokondria 16S Ikan Glodok (Periophthalmus argentilineatus Valenciennes, 1837) Dari Muara Tekolok, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat Deiandra Jasmine Audrea; Tuty Arisuryanti
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 8, No 2: September 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v8i2.14679

Abstract

Muara Tekolok, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat merupakan salah satu muara dengan biodiversitas ikan tinggi dan salah satu jenis ikan yang banyak ditemukan adalah ikan glodok (Periophthalmus argentilineatus). Namun demikian, penelitian mengenai karakterisasi genetik ikan glodok dari Muara Tekolok menggunakan gen mitokondria 16S sebagai penanda molekuler belum pernah dilakukan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakterisasi genetik dan variasi genetik 9 sampel ikan glodok (Periophthalmus argentilineatus Valenciennes, 1837) dari Muara Tekolok berdasarkan gen mitokondria 16S. Metode yang digunakan pada penelitian adalah metode PCR menggunakan thermal cycler dan primer universal 16Sar dan 16Sbr. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis menggunakan program GeneStudio, DNASTAR, BLAST, Mesquite, MEGAX, DNAsp, dan NETWORK. Hasil analisis variasi genetik intrapopulasi menunjukkan bahwa dari 9 sampel ikan glodok yang diteliti terdeteksi 3 haplotype dengan 2 situs polimorfik tanpa parsimony informative site.  Hasil penelitian juga menunjukkan nilai keragaman haplotipe yaitu 0,417 ± 0,191 dan nilai keragaman nukleotida adalah 0,00079± 0,00039 serta jarak genetik intrapopulasi antara 0%-0,355% dengan rata-rata 0,079%. Hasil penelitian menunjukkan adanya polimorfisme pada level intrapopulasi dan mengindikasikan adanya variasi genetik pada ikan glodok dari Muara Tekolok.
Efektivitas Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) dan Feses Sapi Sebagai Bahan Baku Produksi Biogas Firya Luthfiyah; Endah Rita Sulistyo Dewi; Dyah Ayu Widyastuti
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 8, No 2: September 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v8i2.15118

Abstract

Masyarakat membutuhkan energi yang ramah lingkungan dan tidak mahal. Mengatasi adanya harga biogas yang mahal perlu adanya penelitian energi alternatif yaitu biogas dari limbah eceng gondok (Eichhornia crassipes) dan kotoran sapi. Penelitian ini bertujuan menganalisis volume dan rasio C/N  biogas yang paling optimal dari bahan baku eceng gondok (E. crassipes), kotoran sapi, dan campuran keduanya. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Materi penelitian terdiri 3 perlakuan dan 3 pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh penggunaan variasi bahan baku antar perlakuan, dimana H0 menyatakan bahwa ada pengaruh penggunaan variasi bahan baku eceng gondok, kotoran sapi dan campuran keduanya terhadap volume dan rasio C/N biogas yang dihasilkan diterima. Jadi ada beda nyata antara volume biogas dan rasio C/N baik pada P1, P2 dan P3.

Page 1 of 2 | Total Record : 18