cover
Contact Name
Laili Etika Rahmawati
Contact Email
ler211@ums.ac.id
Phone
+6282241511300
Journal Mail Official
jurnal.kls@ums.ac.id
Editorial Address
Jurnal Kajian Linguistik dan Sastra KLS Department of Indonesia Education School of Teacher Training and Education Universitas Muhammadiyah Surakarta Department of Indonesian Education School of Teacher Training and Education Universitas Muhammadiyah Surakarta Jl. A. Yani, Pabelan, Kartasura, Surakarta 57162
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Kajian Linguistik dan Sastra
ISSN : 08529604     EISSN : 25412558     DOI : https://doi.org/10.23917/kls
Language studies, covering sociolinguistics, psycolinguistics, translation, lexicography, comparative linguistics, computational linguistics, and anthropological linguistics.
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol 23, No 1 (2011)" : 18 Documents clear
POLITENESS PRACTICES IN BUGIS SOCIETY Mahmud, Murni
Kajian Linguistik dan Sastra Vol 23, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.743 KB) | DOI: 10.23917/kls.v23i1.4318

Abstract

This paper discusses politeness practices as one of the important cultural normsin Bugis society. The main focus is to see the factors influencing Bugis practices ofpoliteness such as social status, age, gender, and familiarity. This paper is a part ofmy study on politeness in Bugis society, conducted in 2005 in two different Bugiscommunities in South Sulawesi: the first was in Awangpone, a rural area a fewkilometres north of the regional peninsula of South Sulawesi; the second was inParepare, the second city of the province located on the west coast, about 155 kmnorth of Makassar. The result of the research shows the significant influence ofthose above factors in the practices of Bugis politeness. There is a high tendency toact and speak with a high degree of politeness to signify their high status. However,other factors such as age, gender, and familiarity counteract each other to performhigh level of politeness of Bugis people.Key words: Politeness, Social Status, Age, Gender, Familiarity, Bugis Society
MAJAS DAN GAYA KALIMAT PUISI “TUHAN, KITA BEGITU DEKAT” KARYA ABDULHADI W.M. DAN DIMENSI SUFISTIKNYA Al-Ma’ruf, Ali Imron
Kajian Linguistik dan Sastra Vol 23, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.276 KB) | DOI: 10.23917/kls.v23i1.4323

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan style ’gaya bahasa’ khususnyamajas dan gaya kalimat puisi “Tuhan, Kita Begitu Dekat” karya Abdulhadi W.M.;(2) mengungkapkan dimensi sufistik dalam puisi karya Abdulhadi W.M. tersebut.Kajian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan mendasarkan pada kerangka berpikir induktif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik pustaka. Analisis data dilakukan dengan metode contens analysis dan pembacaan model semiotik yakni pembacaan heuristik dan hermeneutik dengan pendekatan teori Semiotik. Hasil kajian ini adalah: (1) style ’gaya bahasa’ puisi “Tuhan, Kita Begitu Dekat” karya Abdulhadi W.M. memiliki kekhasan dan keunikan (ideosyncrasy) yang berbeda dengan karya penyair lain. Kekhasan style puisi tersebut terlihat antara lain pada majas dan gaya kalimat. Majas dalam puisi tersebut didominasi oleh metafora, simile, dan hiperbola. Adapun gaya kalimat puisi itu didominasi oleh gaya kalimat implisit dengan melesapkan beberapa bagian dalam kalimat demi efektivitas dan untuk menciptakan daya ekspresif dalam rangka mencapai efek estetis. Style Abdulhadi W.M. dalam puisi itu menunjukkan kekhasan dan keunikan sebagai wujud individuasi penyair; (2) Puisi karya Abdulhadi W.M. itu mengungkapkan dimensi sufistik. Puisi itu menyiratkan gagasan tasawuf Wahdatul Wujud, yang melukiskan berpadunya eksistensi manusia dengan eksistensi Tuhan, berpadunya dimensi insaniyah dengan dimensi Ilahiyah, bersatunya makhluk dengan Khalik. Itulah esensi puisi itu yakni hakikat dan ma’rifat dalam tradisi tasawuf yang dianut para sufi. Sekaligus puisi itu menunjukkan bahwa Abdulhadi W.M. merupakan salah satu sastrawan sufistik Indonesia.Kata Kunci: stilistika, majas, gaya kalimat, puisi “Tuhan, Begitu Dekat”, sufistik
LAKU DRAMATIS TIGA TOKOH PEREMPUAN DALAM CERPEN LELAKI DENGAN BIBIR TERSENYUM (SEBUAH KAJIAN FEMINIS) Biopsi P.H., Heksa
Kajian Linguistik dan Sastra Vol 23, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.418 KB) | DOI: 10.23917/kls.v23i1.4319

Abstract

Laku dramatis yang ditugaskan Radhar Panca Dahana kepada tiga tokohperempuan dalam cerpen Lelaki dengan Bibir Tersenyum menarik untuk dikaji,terutama dalam pandangan paham feminisme yang memang bertugas menyelamihal-hal keperempuanan. Data yang didapat dari cerpen LBT dianalisis denganmetode deskriptif-kualitatif, dan diinterpretasikan dengan acuan teori feminisradikal. Beradasarkan hasil pembahasan, disimpulkan bahwa ketiga tokohperempuan yang dikaji memiliki watak yang kompleks. Di satu sisi merekamemegang dominasi atas diri Jaron, namun di sisi lain karakter perempuantersubordinasi dalam pandangan paham feminis radikal tetap disandangkan olehpengarang. Arti senyum yang tersungging di bibir Jaron di akhir cerita menyiratkandominasi kultur patriarkat yang tidak terpatahkan oleh superioritas perempuanyang dipaksakan.Kata Kunci: laku dramatis, tokoh perempuan, kajian feminis
IDEOLOGI PENERJEMAHAN NASKAH PIDATO KENEGARAAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Sutopo, Anam
Kajian Linguistik dan Sastra Vol 23, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.489 KB) | DOI: 10.23917/kls.v23i1.4324

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis ideologi penerjemahanyang diguanakan oleh penerjemah dalam menerjemahkan naskah pidato kenegaraan Presiden Republik Indonesia. Obyek peneleitian ini adalah teksterjemahan dari naskah pidato kenegaraan Presiden Republik Indonesia tahun2006. Data dalam penelitian ini berupa kalimat-kalimat bahasa Indonesia yangada di naskah pidato kenegaraan Presiden Republik Indonesiatahun 2006 danterjemahannya, jawaban dalam angket and hasil wawancara mendalam. Sumberdata dalam penelitian ini adalah dokumen dan informan. Teknik pengambilan datadilakukan dengan cara memberikan angket, analisis dokumen dan wawancara.Penelitian ini menggunakan triangulasi metode dan triangulasi sumber. Data yangterkumpul dianalisis dengan menggunakan teknik analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ideologi penerjemahan yang digunakan oleh penerjemah dalam menerjemahkan naskah pidato kenegaraan Presiden Republik Indonesia adalah ideologi domestikasi. Hal ini terbukti bahwa dari total data yang dianalisis, terdapat 16 % data yang diterjemahkan dengan ideologi pemerasingan(foregnization) dan 84 % data yang diterjemahkan dengan ideologi domestikasi(domestication).Kata Kunci: ideologi, metode, akurasi, terjemahan
EFEKTIVITAS MODEL SINEKTIK DALAM PEMBELAJARAN MENULIS KREATIF Asri, Yasnur
Kajian Linguistik dan Sastra Vol 23, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.015 KB) | DOI: 10.23917/kls.v23i1.4320

Abstract

Dalam tahun-tahun belakangan ini, banyak pendapat dalam berbagai forummenyatakan bahwa kompetensi menulis siswa-siswa kita mengalami penurunan.Mereka tidak mampu menerapkan proses pembelajaran dalam komunikasi tertulis.Secara umum, kemampuan ini diakibatkan oleh warisan sejarah nasional yangterkait dengan konsep pendidikan kolonialisme, tradisi komunikasi lisan,kebigungan dalam mengungkapkan ide atau gagasan, ketidakmampuan guru dalammengajar, panduan mata pelajaran dasar, dan model-model yang digunakan paraguru dalam menyampaikan pelajaran. Fenomena yang selalu menjadi pembahasanutama dalam proses pembelajaran menulis perlu diatasi sehingga kondisi yangtidak diinginkan dapat dipecahkan. Begitu pula, perlu menemukan penyebabnyasehingga dapat dilakukan diagnosis sebagai proses terapi. Riset ini merupakansalah satu upaya untuk memecahan permasalahan-permasalahan di atas.Kata Kunci: kompetensi menulis, komunikasi tertulis, proces terapi
IMPLEMENTASI QUANTUM TEACHING SEBAGAI UPAYA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI PADA MAHASISWA PRODI BAHASA DAN SASTRA INDONESIA FKIP UHAMKA JAKARTA Solihati, Nani
Kajian Linguistik dan Sastra Vol 23, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (32.548 KB) | DOI: 10.23917/kls.v23i1.4316

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan metode quantum teaching dapat meningkatkan kemampuan menulis puisi mahasiswa, dan bagaimana caranya mengaplikasikan metode ini dalam meningkatkan kemampuan menulis puisi mahasiswa. Penelitian yang terfokus pada aplikasi quantum teaching dalam meningkatkan kemampuan menulis puisi ini dilaksanakan dalam tiga siklus selama enam belas kali dan sudah diaplikasikan kepada mahasiswa semester V Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP UHAMKA. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data merupakan beberapa tes (pretest dan postes), non tes (quesioner), observasi dan wawancara. Data-data tersebut dianalisis secara kuatitatif dan kualitatif. Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa terdapat efek positif dari aplikasi metode quantum teaching dalam kemampuan menulis puisi mahasiswa.Kata Kunci: Quantum teaching, kemampuan menulis puisi, penelitian tindakan kelas.
PRINSIP POLLYANNA DALAM WACANA DAKWAH (KAJIAN PRAGMATIK) Atmawati, Dwi
Kajian Linguistik dan Sastra Vol 23, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (45.438 KB) | DOI: 10.23917/kls.v23i1.4321

Abstract

Penerapan prinsip retorika interpersonal merupakan faktor utama keberhasilanberdakwah daripada kompetensi dalam bidang agama dan kompetensi komunikasipendakwah. Penerapan prinsip proses komunikasi berlangsung dengan baiksehingga tujuan komunikasi akan dapat dicapai. Dengan menggunakan metodewawancara mendalam, penelitian ini menganalisis penerapan prinsip retorika interpersonal Pollyanna dalam wacana dakwah dengan kajian pragmatik. Hasilanalisis menunjukkan bahwa wacana dakwah menerapkan prinsip Pollyanna.Preinsip ini menjelaskan cara memahami kehidupan secara positif danmenyampaikan kebaikan dalam bentuk cerita.Kata Kunci: dakwah, Pollyanna, retorika interpersonal, wacana
PEMANTAPAN PRINSIP FILSAFAT BAHASA BIASA SEBAGAI UPAYA PEMUTAKHIRAN METODE ANALISIS PESAN KOMUNIKASI Wibowo, Wahyu
Kajian Linguistik dan Sastra Vol 23, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.026 KB) | DOI: 10.23917/kls.v23i1.4317

Abstract

Filsafat Bahasa Biasa berkembang pesat di Inggris pada awal abad ke-20. Ludwig Wittgenstein, pendirinya, menggarisbawahi bahwa di dalam kehidupan ini banyak sekali tata permainan bahasa yang mencerminkan nilai-nilai kehidupan masyarakat penggunanya. Aliran Filsafat Bahasa Biasa kemudian memengaruhi kelahiran fenomenologi Husserl, Aliran Kritis Habermas, dan Postmodernisme Lyotard. Sebagaimana diperlihatkan oleh tulisan ini, Filsafat Bahasa Biasa dijadikan tulang punggung metode analisis pesan komunikasi yang mutakhir, yang disebut dalam istilah metode analisis tindak tutur komunikasi. Metode tindak tutur komunikasi, atau metode analisis isi pesan komunikasi, pada dasarnya lebih berdaya guna untuk menganalisis media massa, sekalipun dapat pula digunakan untuk menganalisis pelbagai wujud wacana lainnya. Secara ontologis dan kritis, metode tindak tutur komunikasi merupakan pemutakhiran dari sejumlah metode analisis wacana yang sudah dikenal umum, seperti metode semiotika, metode analisis wacana kritis, dan metode pembingkaian.Kata Kunci: Filsafat Bahasa Biasa, analisis wacana, metode isi pesan komunikasi,metode tindak tutur komunikasi.
STRUKTUR WACANA PERSIDANGAN PIDANA Purnanto, Dwi
Kajian Linguistik dan Sastra Vol 23, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.405 KB) | DOI: 10.23917/kls.v23i1.4322

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi struktur skrip persidanganpidana untuk memenuhi tujuan pembuktian ada tidaknya tindak pidana yangdilakukan terdakwa. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatifdengan pendekatan sosiolinguistik. Datanya berupa teks persidangan pidana diPengadilan Negeri di Surakarta, yang dikumpulkan dengan teknik simak bebaslibat cakap (observasi nonpartisipasi) dan teknik rekam. Analisis data menggunakan teknik kontekstual, dengan prosedur kerangka kerja komprehensif untuk analisis register. Hasil analisis menunjukkan adanya sembilam fase persidangan pidana, yaitu fase: (1) pembukaan persidangan, (2) pemeriksaan identitas terdakwa, (3) pembacaan dakwaan oleh jaksa penuntut umum, (4) pertanyaan tentang keberatan dari terdakwa (eksepsi), (5) pemeriksaan saksi, (6) pemeriksaan terdakwa, (7) pembacaan tuntutan oleh penuntut umum, (8) pembacaan putusan, dan (9) penutupan persidangan. Peran/ partisipan di dalam persidangan mengacu pada praktisi hukum: hakim, jaksa, saksi, terdakwa, dan penasihat hukum.Kata Kunci: struktur wacana, skrip, genre, fase, peran, dan kerangka kerja komprehensif.
IMPLEMENTASI QUANTUM TEACHING SEBAGAI UPAYA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI PADA MAHASISWA PRODI BAHASA DAN SASTRA INDONESIA FKIP UHAMKA JAKARTA Nani Solihati
Kajian Linguistik dan Sastra Vol 23, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (32.548 KB) | DOI: 10.23917/kls.v23i1.4316

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan metode quantum teaching dapat meningkatkan kemampuan menulis puisi mahasiswa, dan bagaimana caranya mengaplikasikan metode ini dalam meningkatkan kemampuan menulis puisi mahasiswa. Penelitian yang terfokus pada aplikasi quantum teaching dalam meningkatkan kemampuan menulis puisi ini dilaksanakan dalam tiga siklus selama enam belas kali dan sudah diaplikasikan kepada mahasiswa semester V Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP UHAMKA. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data merupakan beberapa tes (pretest dan postes), non tes (quesioner), observasi dan wawancara. Data-data tersebut dianalisis secara kuatitatif dan kualitatif. Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa terdapat efek positif dari aplikasi metode quantum teaching dalam kemampuan menulis puisi mahasiswa.Kata Kunci: Quantum teaching, kemampuan menulis puisi, penelitian tindakan kelas.

Page 1 of 2 | Total Record : 18