cover
Contact Name
Rusdin Rauf
Contact Email
rr167@ums.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalkesehatan@ums.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta Jl. A. Yani Pabelan, Kartasura, Surakarta 57162
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan
ISSN : 19797621     EISSN : 26207761     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan is a scientific journal of the Faculty of Health Sciences of Universitas Muhammadiyah Surakarta, which emphasizes on the delivery of scientific research results and literature review in the field of health in general.
Articles 281 Documents
Hambatan Akses Informasi Kesehatan Reproduksi Pada Mahasiswa Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta Izzatul Arifah; Meutia Fildzah Sharfina
Jurnal Kesehatan Vol 11, No 2 (2018): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v11i2.7532

Abstract

Ketersediaan pelayanan dan adanya kebutuhan untuk mengakses informasi saja belum dapat meningkatkan akses jika remaja masih mengalami berbagai hambatan akses. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan hambatan akses kognitif dengan akses informasi kesehatan reproduksi pada mahasiswa.Desain penelitian observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian adalah mahasiswa fakultas-fakultas kesehatan (FIK Farmasi, kedokteran dan kedokteran gigi) di Universitas Muhammadiyah Surakarta berjumlah 280 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknikProportional Random Sampling. Instrumen penelitian berupa self- administered kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data meliputi analisis bivariabel dengan uji statistik Chi-Square dan analisis multivariabel menggunakan uji regresi logistic dengan dengan tingkat kemaknaan 95%. Analisis multivariabel menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara hambatan akses kognitif setelah mempertimbangkan variabel lain yaitu hambatan akses psikososial dan jenis kelamin (p0,050). Terdapat kecenderungan responden yang mengakses informasi kesehatan reproduksi lebih tinggi pada kelompok yang tidak mengalami hambatan dibanding yang mengalami hambatan akses kognitif. Ada hubungan yang bermakna antara hambatan akses psikososial dan jenis kelamin dengan akses informasi kesehatan reproduksi. Tidak terdapat hubungan antara tingkat penghasilan orang tua dengan akses informasi kesehatan reproduksi.
PENERJEMAHAN DAN VALIDASI KUESIONER “EDUCATIONAL NEEDS OF CAREGIVERS INSTRUMENT” KE DALAM BAHASA INDONESIA PADA CAREGIVERS PASIEN GAGAL JANTUNG Sri Rahayu; Hsing-Mei Chen
Jurnal Kesehatan Vol 13, No 1 (2020): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v13i1.11099

Abstract

Sampai sejauh ini belum tersedia instrumen atau kuesioner untuk mengetahui kebutuhan pendidikan caregivers pasien gagal jantung di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menerjemahkan dan memvalidasi kuesioner versi Bahasa Inggris “Educational Needs of Caregivers Instrument” ke dalam versi Bahasa Indonesia. Proses penerjemahan dan adaptasi dilakukan berdasarkan lima tahapan pedoman penerjemahan dan adaptasi dari World Health Organization. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 5 istilah berbeda antara dua budaya: “talk” vs “discuss”, “to know the expected course of the disease process”, “to receive information about how to go about making lifestyle changes”, “to feel as if others have my welfare in mind”, “to have help with finansial concerns”. Enam ahli dalam bidang kardiovaskuler dilibatkan dalam penilaian validasi konten instrumen. Hasilnya menunjukkan bahwa indeks validasi konten adalah 0.93 untuk relevansi, 0.91 untuk keakuratan, 0.83 untuk kejelasan, dan 0.84 untuk kemudahan dipahami. Pada akhirnya, tercipta kuesioner versi Bahasa Indonesia yang disebut “Kuesioner Kebutuhan Pendidikan Caregivers” dan kuesioner ini dinyatakan valid.
Faktor Perilaku Berisiko yang Berhubungan Dengan Kejadian Obesitas Pada Usia Dewasa di Provinsi Banten Tahun 2018 Syifa Arifani; Zulia Setiyaningrum
Jurnal Kesehatan Vol 14, No.2 (2021): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v14i2.13738

Abstract

Obesitas merupakan kelebihan akumulasi lemak yang dapat menyebabkan risiko bagi kesehatan. Obesitas dapat disebabkan karena perubahan pola makan dan gaya hidup. Berdasarkan data Riskesdas Tahun 2018 Provinsi Banten merupakan salah satu provinsi yang memiliki prevalensi obesitas tertinggi di Indonesia yaitu sebesar 22,1%. Obesitas dipengaruhi oleh faktor perilaku berisiko seperti kebiasaan merokok, kebiasaan konsumsi makanan berisiko dan aktivitas fisik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor perilaku berisiko yang berhubungan dengan kejadian obesitas pada usia dewasa (20-60 tahun) di Provinsi Banten Tahun 2018. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner dan pengukuran antropometri. Penelitian ini bersifat analitik deskriptif dengan studi cross sectional menggunakan data sekunder dari Riskesdas 2018 Provinsi Banten dengan jumlah responden sebanyak 12.718 orang. Hasil uji chi square menunjukan adanya hubungan perilaku merokok (p=0,000, OR=2,660), konsumsi makanan manis (p=0,001, OR=0,868), minuman manis (p=0,001, OR=0,669), soft drink (p=000, OR=0,516), makanan instan(p=0,000, OR=0,812) dan aktivitas fisik (p=0,002, OR=0,880) dengan kejadian obesitas. Tidak ada hubungan konsumsi makanan berlemak dengan kejadian obesitas (p=0,963, OR=1,002).
Analisis Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Petugas Kesehatan Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Akademik UGM Oktaviana Zahratul Putri; Tengku Mohamed Ariff Bin Raja Hussin; Heru Subaris Kasjono
Jurnal Kesehatan Vol 10, No 2 (2017): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v10i2.5522

Abstract

Undang-undang No.44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit pasal 7 ayat 1, bahwa salah satu persyaratan Rumah Sakit adalah harus memenuhi unsur keselamatan dan kesehatan kerja. Laporan National Safety Council (NSC) tahun 1988 menunjukkan terjadinya kecelakaan di RS 41% lebih besar dari pekerja di industri lain. Kasus yang sering terjadi di antaranya tertusuk jarum atau needle stick injury (NSI), terkilir, sakit pinggang, tergores/terpotong, luka bakar, penyakit dan infeksi. Salah satu upaya pencegahan terjadinya kecelakaan kerja adalah dengan melakukan analisis risiko. Tujuan dari studi adalah untuk melakukan analisis risiko keselamatan dan kesehatan kerja petugas kesehatan dan administrasi di Rumah Sakit Akademik UGM. Metode yang digunakan yaitu observasi dan wawancara kepada petugas instalasi gawat darurat, membuat job hazard analisis, kemudian dilakukan analisis risiko dengan pendekatan AS/NZS 4360: 2004 dan menilai dengan tabel W.T.Fine. Hasil studi menunjukkan bahwa faktor bahaya di instalasi gawat darurat terdiri dari bahaya fisik, biologi, ergonomi, perilaku, dan psikologis. Faktor bahaya fisik merupakan yang dominan yaitu jarum suntik (benda tajam) yang berdampak luka tusuk dan tertular penyakit menular dari pasien. Nilai risiko tertinggi bahaya fisik dan biologi pada proses pekerjaan pemasangan infus pada pasien sebesar 150 (tinggi) mengharuskan adanya perbaikan secara teknis. Nilai risiko ini didapatkan apabila telah melakukan rekomendasi pengendalian dari peneliti.
IDENTIFIKASI BAKTERI Escherichia coli PADA SAUS MAKANAN JAJANAN DI SEKITAR KAMPUS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA Devi Listiana Wardani; Zulia Setiyaningrum
Jurnal Kesehatan Vol 12, No 2 (2019): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v12i2.9765

Abstract

Makanan yang tidak aman akan menjadi penyebab terjadinya gangguan kesehatan pada masyarakat salah satunya oleh perilaku higiene sanitasi yang buruk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan bakteri Escherichia coli pada saus makanan yang dijual di sekitar kampus Universitas Muhammadiyah SurakartaPerilaku higiene sanitasi yang buruk dapat meningkatkan kemungkinan adanya pencemaran makanan dan menjadikan makanan tersebut menjadi tidak aman untuk dikonsumsi. Metode yang digunakan adalah deskriptif observasional. Sampel penelitian terdiri dari 21 saus cabai makanan yang dijajakan di sekitar kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta. Identifikasi bakteri Escherichia coli dilakukan di laboratorium dengan metode kualitatif melalui tahap pengkayaan, isolasi dan identifikasi melalui uji biokimia fermentasi karbohidrat, Sulfide Indole Motility dan Simmons Citrate. Semua pengujian dilakukan sebanyak 2 kali. Hasil menunjukkan dari 21 sampel saus terdapat 7 sampel yang menunjukkan adanya bakteri Escherichia coli. Perilaku higinene sanitasi.
Aplikasi Edukasi Berbasis Video Untuk Meningkatkan Dukungan Keluarga Mencegah Komplikasi Kaki Diabetes Ni Komang Teri Wicahyani; Ni Kadek Diah Purnamayanti; Putu Agus Windu Yasa Bukian
Jurnal Kesehatan Vol 14, No.1 (2021): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v14i1.11749

Abstract

Diabetes merupakan penyakit kronis yang sering berujung pada komplikasi vaskular. Komplikasi mikrovaskular pada area distal paling sering terjadi ditandai dengan diabetic foot. Adapun insidensi dan morbiditas komplikasi kaki diabetes dapat cegah dengan deteksi dini. Upaya pemeriksaan kaki yang efektif perlu dilakukan oleh pasien secara mandiri disertai dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan dukungan keluarga untuk membantu pasien diabetes melakukan pencegahan komplikasi kaki. Desain penelitian ini adalah kuasi eksperimen, single group pre-post test design. Intervensi yang diberikan berupa edukasi dengan pendekatan video. Video  diadaptasi dari pop up book diabetic foot screening meliputi 12 langkah pemeriksaan tanda dan gejala komplikasi kaki, interpretasi total skor, rekomendasi tindak lanjut, dan perawatan kaki mandiri. Total sample terdiri dari 40 pasang pasien DM dan anggota keluarga  yang bersedia menjadi responden penelitian. Berdasarkan hasil uji analisis statistik wilcoxon test, nilai p=0.009 (p 0,05)  dengan median total skor dukungan keluarga sebelum intervensi 77 dan setelah intervensi 81,6. Penelitian ini menyimpulkan edukasi berbasis video dengan konten pemeriksaan kaki untuk mencegah komplikasi kaki diabetes efektif untuk meningkatkan dukungan keluarga.Kata Kunci:Diabetes Melitus, Perawatan Kaki, Dukungan Keluarga, Pemeriksaan Kaki Diabetes
Pengaruh Senam Hipertensi Lansia terhadap Penurunan Tekanan Darah Lansia dengan Hipertensi di Panti Wreda Darma Bhakti Kelurahan Pajang Surakarta Totok Hernawan; Fahrun Nur Rosyid
Jurnal Kesehatan Vol 10, No 1 (2017): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v10i1.5489

Abstract

Masalah kesehatan yang terjadi pada lansia umumnya adalah penurunan fungsi organ yang memicu terjadinya berbagai penyakit degeneratif termasuk hipertensi. Penyakit degeneratif pada lansia jika tidak ditangani dengan baik maka menurunkan kualitas hidup lansia. Hipertensi merupakan suatu gejala penyakit degeneratif kardiovaskuler yang paling banyak di alami oleh lansia dan belum dapat diketahui dengan pasti penyebabnya. Penatalaksanaan hipertensi pada lansia selain dengan farmakologi dapat pula dilakukan dengan non farmakologi seperti senam hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam hipertensi lansia terhadap penurunan tekanan darah lansia dengan hipertensi di Panti Wredha Darma Bhakti Kelurahan Pajang Surakarta. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan preexperiment design One Group Pre test-post test. Pengumpulan data menggunakan Sphygmomanometer air raksa, sedangkan analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil dari penelitian ini adalah tekanan darah sebelum pemberian intervensi sebagian besar adalah prehypertension (39%), tekanan darah setelah pemberian intervensi senam hipertensi sebagian besar adalah normal (56%), danterdapat pengaruh senam hipertensi terhadap tekanan darah lansia di Panti Wredha Dharma Bhakti Pajang Surakarta (p-value = 0,001).
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG DIABETES MELLITUS DENGAN PERILAKU MENGONTROL GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELLITUS RAWAT JALAN DI RSUD Dr. MOEWARDI SURAKARTA Kunaryanti Kunaryanti; Annisa Andriyani; Riyani Wulandari
Jurnal Kesehatan Vol 11, No 1 (2018): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v11i1.7007

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan sekelompok kelainan heterogen yang ditandai oleh kenaikan kadar glukosa darah atau hiperglikemia. Perilaku pasien dalam mengontrol gula darah masih buruk, ini dikarenakan pasien belum tahu tentang DM dan mereka masih sering mengkonsumsi makanan dan minuman yang terlalu manis yang tidak sesuai dengan aturan serta perilaku lainnya, sehingga ini mengakibatkan kadar gula darah pasien meningkat. Oleh karena itu, pengetahuan pasien tentang penyakit diabetes mellitus dan terapinya memegang peranan penting dalam mengontrol kadar gula darah.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan tentang DM dengan perilaku mengontrol gula darah pada pasien DM Rawat Jalan di RSUD Dr.Moewardi Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Analisa data menggunakan uji chi square. Teknik pengambilan sampel secara quota sampling. Hasil uji bivariat membuktikan pengetahuan tentang DM berhubungan dengan perilaku mengontrol gula darah (p=0,000)0,05. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan tingkat pengetahuan tentang DM dengan perilaku mengontrol gula darah pada pasien DM rawat jalan di RSUD Dr. Moewardi Surakarta.
ASUPAN SERAT, BEBAN GLIKEMIK DAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 Elida Soviana; Dia Maenasari
Jurnal Kesehatan Vol 12, No 1 (2019): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v12i1.8936

Abstract

Penatalaksanaan terapi pada diabetes melitus ditujukan untuk mengontrol kadar glukosa darah yang dapat dilakukan dengan cara mengonsumsi makanan tinggi serat dan beban glikemik rendah. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui hubungan antara serat dan beban glikemik terhadap kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Klinik Jasmine 2 Surakarta. Penelitian observasional dengan pendekatan cross-sectional dan teknik pengambilan subjek secara consecutive sampling sebanyak 40 orang sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Pengumpulan data asupan serat dan karbohidrat diperoleh melalui wawancara langsung menggunakan metode Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) satu bulan terakhir dan pengumpulan data kadar glukosa darah puasa menggunakan metode spektrofotometri. Beban glikemik makanan didapatkan dari hasil analisis jumlah gram karbohidrat pada setiap makanan dikalikan dengan indeks glikemik makanan tersebut kemudian dibagi 100. Analisis data menggunakan software SPSS for windows versi 20 dan analisis data dengan uji Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 100% subjek penelitian memiliki asupan serat yang rendah dengan rata-rata asupan serat sebesar 14,33±2,72 gram. Sebanyak 55% subjek penelitian memiliki beban glikemik yang tinggi dengan rata-rata sebesar 121,19±24,29 gram. Persentase subjek penelitian yang memiliki kadar glukosa darah puasa normal dan tinggi masing-masing sebanyak 50% dengan rata-rata kadar glukosa darah puasa sebesar 149,25±25 mg/dL. Hasil uji hubungan antara asupan serat dengan kadar glukosa darah puasa menunjukkan nilai p= 0,042, sedangkan beban glikemik dengan kadar glukosa darah puasa menunjukkan nilai p= 0,001. Terdapat hubungan antara asupan serat dan beban glikemik terhadap kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Klinik Jasmine 2 Surakarta.
Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Anak Usia 3-6 Tahun Di Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Tinggede, Kecamatan Marawola Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah Indonesia Enny Fitriahadi; Yesi Priskila
Jurnal Kesehatan Vol 13, No 2 (2020): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v13i2.10621

Abstract

Faktor perkembangan anak meliputi faktor umur ibu, pendidikan, pekerjaan, umur anak, jenis kelamin anak, penghasilan orang tua dan penggunaan gadget. Stimulasi dan pemantauan yang tidak cermat akan berdampak pada keterlambatan perkembangan anak. Tujuan penelitian: untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan perkembangan anak usia 3-6 tahun di wilayah kerja puskesmas Tinggede, kecamatan Marawola, kabupaten Sigi Sulawesi Tengah Indonesia. Pengumpulan data dilakukan di Posyandu wilayah kerja Puskesmas Tinggede tanggal 1 -27 Oktober 2019 dengan jumlah sampel 86 orang. Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling dengan menggunakan instrumen kuesioner dan format KPSP. Pengolahan data menggunakan uji statistik spearman rank. Hasil dari penelitian didapatkan sebanyak 86 responden dengan faktor yang berhubungan ada 2 yaitu umur anak dan penggunaan gadget. Hasil analisa bivariat didapatkan p-value (0,000) yang artinya terdapat faktor umur anak dan penggunaan gadget perpengaruh dengan perkembangan anak usia 3-6 tahun. Peneliti berharap para orangtua lebih memperhatikan stimulasi dan memperhatikan perkembangan anak sesuai dengan usianya.