cover
Contact Name
Rusdin Rauf
Contact Email
rr167@ums.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalkesehatan@ums.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta Jl. A. Yani Pabelan, Kartasura, Surakarta 57162
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan
ISSN : 19797621     EISSN : 26207761     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan is a scientific journal of the Faculty of Health Sciences of Universitas Muhammadiyah Surakarta, which emphasizes on the delivery of scientific research results and literature review in the field of health in general.
Articles 281 Documents
Hu bungan Praktik Pemberian Makan d an Konsumsi Pangan Keluarga dengan Kejadian Stunting Balita d i Wilayah Kerja Puskesmas Kalibagor Zahrine Hanani; Rakhmat Susilo
Jurnal Kesehatan Vol 13, No 2 (2020): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v13i2.11552

Abstract

Praktik pemberian makan yang kurang tepat, selalu memenuhi kemauan anak untuk mengonsumsi makanan yang ia inginkan, serta kurangnya asupan makanan dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan stunting pada balita. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan praktik pemberian makan dan konsumsi pangan keluarga dengan kejadian stunting balita di wilayah kerja Puskesmas Kalibagor. Penelitian ini menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan pada orang tua/pengasuh yang memiliki balita stunting yang berjumlah 54, yang diambil dengan teknik cluster random sampling. Data praktik pemberian makan diambil menggunakan kuesioner Comprehensive Feeding Practices Questionnaire (CFPQ), konsumsi pangan keluarga menggunakan Food Re-call 2x24 jam, dan kejadian stunting menggunakan data PSG Posyandu. Data dianalisis menggunakan uji chi square. Sebanyak 51,9% balita berusia 1-3 tahun dan 59,3% berjenis kelamin laki-laki. Sebagian besar keluarga responden berusia 21–35 tahun (74,1%), tingkat pendidikan terakhir SD/sederajat (38,9%) dan pendapatan per bulan dibawah UMK (79,6%). 74,1% balita termasuk dalam kategori pendek. Sebagian besar responden dalam praktik pemberian makan kurang yaitu 63,0%, 88,5% konsumsi pangan keluarga termasuk dalam kategori cukup. Ada hubungan praktik pemberian makan (p=0,033) dan konsumsi pangan keluarga (p=0,044) dengan kejadian stunting balita di wilayah kerja Puskesmas Kalibagor.
PENGARUH MAT PILATES EXERCISE TERHADAP FLEKSIBILITAS TUBUH Bambang Trisnowiyanto
Jurnal Kesehatan Vol 9, No 2 (2016): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v9i2.4583

Abstract

" Otot yang tidak lentur mengakibatkan penurunan lingkup gerak sendi, sehingga menurunkan aktivitas gerak dasar manusia sehari-hari seperti duduk ke berdiri, berjalan, membungkuk, meraih sesuatu ke depan dan mengangkat beban. Fleksibilitas punggung berfungsi saat membungkuk dan mengangkat beban. Dengan meningkatnya fleksibilitas akan memperbaiki kemampuan fungsi gerak tubuh serta mengurangi risiko cidera akibat retriksi otot. Fleksibilitas dapat ditingkatkan dengan latihan Pilates. Mengetahui pengaruh latihan matPilates terhadap peningkatan fleksibilitas tubuh. Eksperimen kuasi dengan rancangan one group pre–post test with control, dengan penentuan subjek melalui kriteria inklusi dan eksklusi. 30 orang wanita berusia 30 hingga 50 tahun, yang terdiri dari 13 orang kelompok latihan mat Pilates dan 17 orang kelompok control. program mat Pilates exercise selama 50 menit setiap sesi latihan sebanyak 2 kali perminggu selama 6 minggu. Fleksibilitas badan dengan themodified schober test (MST). uji homogenitas denganmann-whitney p= 0,702 (p0,05). Uji beda kelompok perlakuan dengan wilcoxon p= 0,001 (p0,05), uji beda pada kelompok kontrolp= 0,552 (p0,05). Latihan mat Pilates selama 50 menit, 2 kali perminggu selama 6 minggu mampu meningkatan fleksibilitas tubuh wanita usia 20-50 tahun.
Pengaruh Penambahan Tepung Bengkuang Terhadap Kadar Kalsium Susu Kedelai Ambarwani Ambarwani; Destyna Mahanany; Dipicha Triesnaputri Kusuma Wardhani; Pramudya Kurnia
Jurnal Kesehatan Vol 6, No 1 (2013): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v6i1.5565

Abstract

Calcium deficiency in adolescence and early adulthood may increase risk of osteoporosis. Theprevalence of osteoporosis of Indonesia population in 2005 was 10.3%, whereas for young people(below 25 years) was 37.1%, and for young adult women was 39.5%. One way to prevent osteopeniaand osteoporosis is to consume cow’s milk. The problem is the high price of cow’s milk, so the otheralternative is soy milk. The calcium of soy milk, however, is lower than cow’s milk. Yam is tuber that isrich in calcium and phosphorus. The completely random design was used with 4 treatments of yam flouradded to soy milk, were 0% (control), 2.5%, 5%, and 7.5%. The calcium content was determined usingAAS. Data were analyzed using anova, followed by Duncan. The result displayed that optimum ofcalcium content was indicated by addition of yam flour 5 %. The conclusion is there is the effect of yamflour addition on calcium level of soy milk.
Determinan Lingkungan Fisik Rumah Terhadap Pneumonia pada Balita di Pinggiran Sungai Musi Gananda Prajadiva; Yustini Ardillah
Jurnal Kesehatan Edisi Khusus No 1, Februari 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v0i1.7582

Abstract

Daerah pinggiran sungai Musi merupakan daerah yang masuk sebagai daerah kumuh di Kota Palembang. Kasus pneumonia di Kota Palembang banyak ditemukan di daerah ini. tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui determinan lingkungan fisik rumah dengan kejadian pneumonia. Penelitian ini merupakan penelitian observasi dengan metode kasus kontrol. Terdapat 78 sampel yang terdiri dari 26 kasus dan 52 kontrol dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Data pada penelitian ini dikumpulkan dengan metode wawancara dan pengukuran. Analisis data menggunakan uji chi square dan analisis regresi logistic ganda. Hasil analisis data menunjukkan dari 10 variabel yang diteliti terdapat 7 variabel yang berhubungan yaitu riwayat pemberian ASI eksklusif [OR=3,022 (95%CI; 1,132-8,071)], luas ventilasi [OR=3,167 (95%CI; 1.138 – 8,815)], kepadatan hunian rumah [OR=3,422 (95%CI; 1,228-9,538)], pencahayaan [OR=5,588 (95%CI; 1,970-15,849)], suhu [OR=3,947 (95%CI; 1,463-10,643)], kelembaban [OR=3,422 (95%CI; 1,228–9,538)] dan keberadaan anggota keluarga yang merokok [OR=0,034 (95%CI; 1,216-13,378)]. Berdasarkan hasil analisis multivariat, variabel pencahayaan merupakan variabel yang paling berhubungan dengan Odds Ratio 10,165; 95% CI 1,887 - 54,743.Rumah tangga dengan kondisi lingkungan yang masih belum memenuhi syarat seperti tingkat pencahayaan yang minim dapat berisiko menyebabkan terjadinya pneumonia pada balita.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK IKAN GABUS (Channa striata) PADA TIKUS YANG DIINDUKSI DENGAN RIFAMPISIN-ISONIAZID Andi Suhendi; Fajrina Eka Puspa; Hesti Pawarti
Jurnal Kesehatan Vol 13, No 1 (2020): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v13i1.11103

Abstract

Antioksidan merupakan substansi yang diperlukan untuk menetralisir radikal bebas dan mencegah kerusakan sel normal, protein, dan lemak. Radikal bebas berlebih dalam tubuh menyebabkan stres oksidatif. Salah satu parameter stres oksidatif adalah meningkatnya kadar malondialdehid (MDA). Ekstrak ikan gabus berperan sebagai antioksidan. Penelitian dilakukan untuk mengetahui efek pemberian suplemen ekstrak ikan gabus sebagai antioksidan pada tikus yang mendapatkan obat rifampisin-isoniazid dosis tinggi. Tikus dikelompokan menjadi 4 yaitu kelompok I (kontrol), kelompok II (ekstrak ikan gabus), kelompok III (rifampisin-isoniazid), dan kelompok IV (rifampisin-isoniazid dan ekstrak ikan gabus). Kadar MDA dalam darah diukur menggunakan metode Tiobarbiturat Acid Reactive Substance (TBARS) dengan spektrofotometer UV-Vis 532 nm. Analisis data menggunakan uji Anava dan uji Kruskal Wallis. Hasil analisis kadar rata-rata MDA darah dan hati kelompok I, II, III, dan IV berturut-turut pada darah 0.67±0.12; 0.38±0.20; 4.01±1.57; 2.68±1.72 μg/mL, dan hati 3.73±0.80; 2.96±1.94; 31.31±4.45; 17.69±10.55 μg/g. Hasil menunjukkan kadar MDA darah kelompok III dan IV signifikan terhadap kelompok II, pada hati kelompok III signifikan terhadap kelompok I dan II sedangkan kelompok IV signifikan terhadap kelompok I, II, dan III. Suplemen ekstrak ikan gabus dosis tinggi berpotensi sebagai antioksidan pada tikus yang mengalami stres oksidatif.
PERBEDAAN PENGARUH ANTARA KRISTALOID DAN KOLOID TERHADAP PERUBAHAN ELEKTROLIT (Na, K, Cl) Maya Sapti Puspitosari; Hari Wujoso; Marthunus Judin
Jurnal Kesehatan Vol 9, No 1 (2016): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v9i1.3404

Abstract

Manfaat Mobile Phone dalam Intervensi Pasien dengan Ketoasidosis Diabetes: Tinjauan Sistematis Ruly Anita Sari; Ratna Wirawati Rosyida; Muhammad GA Putra; Sa’bani Nur A; Anggi Lukman Wicaksana
Jurnal Kesehatan Vol 14, No.2 (2021): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v14i2.15024

Abstract

Ketoasidosis diabetes (KAD) merupakan komplikasi akut pada diabetes yang dapat mengakibatkan kematian. Namun tidak banyak kajian yang dilakukan untuk mengetahui upaya intervensi dengan memanfaatkan teknologi yang ada. Tulisan ini bertujuan untuk mengekplorasi manfaat mobile phone dalam intervensi bagi pasien dengan KAD. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kajian sistematis pada lima database. Kata kunci yang digunakan adalah Diabetic Ketoacidosis AND Mobile Phone AND Adult. Proses pencarian menggunakan panduan dari PRISMA. Hasil seleksi artikel dilanjutnya dengan melakukan telaah kritis untuk menentukan kelayakan artile penelitian. Data diolah secara kualitatif sintesis dan disajikan tabel ekstraksi. Dari total 308 artikel yang masuk, hanya 3 artikel yang memenuhi kriteria. Ketiganya memiliki nilai yang baik sehingga layak dilakukan proses telaah. Ketiga artikel menyajikan informasi yang baik terkait dampak penggunaan mobile phone terhadap kejadian KAD. Pemanfaatan disini meliputi penggunaan text message, konseling, edukasi, dan dukungan informasi yang diperlukan dalam pengambilan keputusan tatalaksana yang tepat pada kondisi KAD. Hasil dari kajian sistematis ini dapat diketahui bahwa mobile phone memberikan manfaat dalam mendukung pemberian intervensi pada pasien dengan KAD tertutama dalam pengambilan keputusan klinis.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Keaktifan Kader Communty TB Care ‘Aisyiyah Surakarta Ika Arni Anisah; Yuli Kusumawati; Badar Kirwono
Jurnal Kesehatan Vol 10, No 2 (2017): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v10i2.5533

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu infeksi menular yang diperlukan kerjasama lintas sektor dan organisasi masyarakat dalam upaya pemberantasannya. Organisasi ‘Aisyiyah mengambil peran dengan membentuk kader Community TB Care ‘Aisyiyah yang diharapkan untuk aktif menanggulangi persebaran TB. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keaktifan kader Community TB Care ‘Aisyiyah Surakarta. Jenis penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kader Community TB Care ‘Aisyiyah Surakarta. Pengambilan sampel menggunakan teknik exhaustive sampling yaitu dengan mengambil semua objek dari populasi sebanyak 46 kader. Uji statistik menggunakan chi square dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan keaktifan kader (p=1,000), ada hubungan antara keikutsertaan di ‘Aisyiyah dengan keaktifan kader (p=0,040), tidak ada hubungan status sosial ekonomi dengan keaktifan kader (p=0,155), tidak ada hubungan antara lingkungan keluarga dengan keaktifan kader (p=1,000), dan tidak ada hubungan antara lingkungan kerja dengan keaktifan kader Community TB Care ‘Aisyiyah Surakarta (p=1,000).
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP SISWA TENTANG BAHAYA MEROKOK KELAS XI SMA YAYASAN WANITA KERETA API PALEMBANG TAHUN 2019 Indah Riski Hidayati; Dewi Pujiana; Maya Fadillah
Jurnal Kesehatan Vol 12, No 2 (2019): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v12i2.9769

Abstract

Kebiasaan merokok pada anak usia sekolah di Indonesia sering terlihat pada siswa SMA, karena pada usia ini merupakan suatu masa peralihan antara masa kanak-kanak menuju masa dewasa. World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa rokok menyebabkan masalah kesehatan yang fatal yang menjadi penyebab kematian kurang lebih 6 juta orang pertahun. Pendidikan kesehatan dilakukan untuk memepngaruhi pengetahuan dan sikap siswa SMA tentang bahaya merokok. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan dan sikap siswa tentang bahaya merokok di sekolah SMA YWKA di Palembang tahun 2019. Penelitian ini menggunakan desain one group pre test–post test design without control group. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 105 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling, instrument penelitian ini menggunakan lembar kuesioner. Hasil penelitian diperoleh median pengetahuan tentang bahaya merokok sebelum diberikan pendidikan kesehatan sebesar 73,00, dan standar deviasi 6,596. Median  pengetahuan tentang bahaya merokok setelah diberikan pendidikan kesehatan sebesar 93,00, dan standar deviasi 5,507. Median sikap tentang bahaya merokok sebelum diberikan pendidikan kesehatan sebesar 70,00, dan standar deviasi 6,734. Median sikap tentang bahaya merokok setelah diberikan pendidikan kesehatan sebesar 90,00, dan standar deviasi 7,407. Ada pengaruh sebelum dan setelah dilakukan pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan tentang bahaya merokok di sekolah SMA YWKA di Palembang tahun 2019 (ρ=0,000) dan Ada pengaruh sebelum dan setelah dilakukan pendidikan kesehatan terhadap sikap tentang bahaya merokok di sekolah SMA YWKA di Palembang tahun 2019 (ρ=0,000). Berdasarkan hasil disarankan hasil penelitian ini dapat dijadikan tambahan pengetahuan untuk memberikan pendidikan kesehatan bagi siswa tentang bahaya merokok. Baik bagi pihak sekolah maupun siswa.
Efektivitas Dosis Pemberian Myofascial Release Terhadap Fleksibilitas Otot Arif Pristianto; Ekki Agus Sudawan
Jurnal Kesehatan Vol 14, No.2 (2021): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v14i2.12716

Abstract

Fleksibilitas merupakan kemampuan otot menggerakkan sendi secara maksimal yang dipengaruhi oleh distensibilitas kapsul sendi, viskositas otot, dan kekencangan ligamen dan tendon. Fleksibilitas berperan dalam kegiatan sehari-hari dan olahraga. Olahraga yang banyak melakukan gerakan menendang, akselerasi dan deselerasi cepat dapat terjadi strain adduktor hip. Pemeliharaan fleksibilitas penting untuk mencegah gangguan musculokeletal. Myofascial Release (MFR) merupakan salah satu pendekatan yang dapat diberikan untuk mengatasi atau mencegah masalah musculoskeletal. Myofascial release 180 detik dan myofascial release 300 detik dapat bermanfaat untuk meningkatkan fleksibilitas. Tujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh antara myofascial release 180 detik dan myofascial release 300 detik terhadap fleksibilitas. Jenis penelitian quasi-experiment dengan dua grup pre dan post perlakuan. Responden dalam penelitian ini adalah mahasiswa UKM Taekwondo Universitas Muhammadiyah Surakarta. Responden dibagi 2 kelompok yang masing-masing diberikan myofascial release selama 180 detik dan myofascial release selam 300 detik dilakukan dalam 1 kali perlakuan. Hasil penelitian ini menunjukkan pemberian antara myofascial release 180 detik dan myofascial release 300 detik dari uji mann whitney diperoleh nilai p 0,033 yang bermakna ada perbedaan pengaruh pemberian antara myofascial release 180 detik dan myofascial release 300 detik terhadap fleksibilitas. Ada pengaruh pemberian myofascial release 180 detik terhadap fleksibilitas, ada pengaruh pemberian myofascial release 300 detik terhadap fleksibilitas. Ada perbedaan pengaruh antara myofascial release 180 detik dan myofascial release 300 detik terhadap fleksibilitas.