cover
Contact Name
Rusdin Rauf
Contact Email
rr167@ums.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalkesehatan@ums.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta Jl. A. Yani Pabelan, Kartasura, Surakarta 57162
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan
ISSN : 19797621     EISSN : 26207761     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan is a scientific journal of the Faculty of Health Sciences of Universitas Muhammadiyah Surakarta, which emphasizes on the delivery of scientific research results and literature review in the field of health in general.
Articles 281 Documents
Hubungan Asupan Makanan Indeks Glikemik Tinggi dan Aktivitas Fisik dengan Kadar Glukosa Darah pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe Ii Rawat Jalan di RSUD Karanganyar Mayawati, Hernie; Isnaeni, Farida Nur
Jurnal Kesehatan Vol 10, No 1 (2017): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jurkes.v10i1.5495

Abstract

Asupan makanan dengan indeks glikemik tinggi merupakan salah satu faktor yang dapat menyebabkan tingginya kadar glukosa darah. Selain itu aktivitas fisik juga dapat mengubah glukosa menjadi energi, sehingga ringan atau beratnya aktivitas fisik dapat berpengaruh pada kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan makanan indeks glikemik tinggi dan aktivitas fisik dengan kadar glukosa darah pada pasien diabetes mellitus tipe II rawat jalan di RSUD Karanganyar. Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian yang digunakan adalah 52 pasien DM Tipe II yang berusia 40-65 tahun. Pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Data asupan makanan indeks glikemik tinggi diperoleh melalui teknik Semi Quantitatif Food Frequency Quesionnare (SQFFQ). Data aktivitas fisik menggunakan Form Recall 24 jam untuk mengetahui nilai PAL. Data kadar glukosa darah diperoleh dari catatan rekam medis RSUD Karanganyar. Uji statistik yang digunakan adalah Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mamiliki asupan makanan indeks glikemik tinggi yang rendah (65,4%), aktivitas fisik yang ringan (78,8%), dan kadar glukosa darah yang tinggi (69,2%). Responden dengan asupan indeks glikemik tinggi yang rendah cenderung memiliki kadar glukosa darah tinggi 64,7% (p= 0,276). Responden dengan aktivitas fisik ringan cenderung memiliki kadar glukosa darah tinggi 78%?? (p= 0,127). Tidak ada hubungan antara asupan makanan indeks glikemik tinggi dan aktivitas fisik dengan kadar glukosa darah pada pasien diabetes mellitus tipe II rawat jalan di RSUD Karanganyar.
Efektivitas Filter Serpihan Marmer Terhadap Penurunan Kadar Besi, Mangan dan Magnesium pada Air Sumur Gali Maharani, Nine Elissa; Wartini, Wartini
Jurnal Kesehatan Vol 10, No 1 (2017): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jurkes.v10i1.5486

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas filter serpihan batu marmer dalam penurunan kadar besi, mangan dan magnesium pada air sumur gali di Desa Kaloran Kecamatan Wonogiri Kabupaten Wonogiri. Sampel diambil dari salah satu air sumur gali penduduk yang memiliki karakteristik berwana kekuningan kecoklatan, berbau besi dan agak amis, serta meninggalkan noda kuning pada bak mandi. Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan rancangan post test only control group design. Pada penelitian ini dilakukan dengan 3 perlakuan terhadap sampel air. Perlakuan I sebagai kontrol yaitu sampel air tidak diberikan perlakuan filter serpihan batu marmer. Perlakuan II sampel diberikan perlakuan berupa filter batu marmer dengan diameter < 1 mm dan yang ketiga sampel air sumur gali diberikan perlakuan dengan media filter batu marmer dengan diameter ? 1 mm. Hasil dari ketiga jenis perlakuan tersebut kemudian dibandingkan dan dianalisis efektivitas filter batu marmer dalam menurukan kadar besi, mangan dan magnesium dalam air sumur gali. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan One Way Anova dengan taraf 5%. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa tidak ada efektivitas filter batu marmer dalam penurunan besi, mangan dan magnesium, dengan nilai p berturut-turut 0,193; 0,930 dan 0,729.
KONTROL KUALITAS POLI GIGI DI RS PKU DELANGGU MENGGUNAKAN ANALISA SWOT Sari, Morita; Asykarie, Ichda N. Amiria
Jurnal Kesehatan Vol 9, No 2 (2016): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jurkes.v9i2.4581

Abstract

Pembangunan kesehatan mempunyai tujuan agar setiap masyarakat mampu hidup sehat. Sesuai dengan Kep Menkes RI Nomor 129/Menkes/SK/II/2008, rumah sakit sebagai salah satu fasilitas pelayanan kesehatan bertanggung jawab untuk menyediakan pelayanan kesehatan dan meningkatkan kesehatan masyarakat. Fasilitas poli gigi adalah salah satu jenis pelayanan yang harus ada di rumah sakit, namun hanya sedikit poli gigi yang bertempat di rumah sakit mempunyai kualitas pelayanan prima. Analisa mengenai kualitas pelayanan khususnya di poli gigi yang bertempat di rumah sakit sangat jarang dilakukan sebab poli gigi kebanyakan hanya bersifat pelengkap. Untuk mengevaluasi kualitas pelayanan poli gigi di RS PKU Muhammadiyah Delanggu. Penelitian ini merupakan penelitianobservational yang dilakukan di RS PKU Muhammadiyah Delanggu sebagai bentuk evaluasi dari pelayanan poli gigi rumah sakit menggunakan metode analisa SWOT. Analisa kualitas pelayanan dapat dilakukan setelah kita mengetahui akar permasalahan yang ada dalam pelayanan kesehatan tersebut. Poli gigi di RS PKU Muhammadiyah Delanggu memiliki beberapa permasalahan yang berkaitan dengan fasilitas yang disediakan oleh rumah sakit. Kondisi ini menyebabkan kinerja yang kurang optimal dalam pelayanan kesehatan gigi. Analisis SWOT merangkum faktor internal dan eksternal yang dapat mempengaruhi masa depan poli gigi. Analisis ini memberikan cara yang sederhana untuk merumuskan beberapa strategi untuk meningkatkan kualitas pelayanan poli gigi di RS PKU Muhammadiyah Delanggu. Kinerja pelayanan poli gigi di RS PKU Muhammadiyah Delanggu masih kurang efektif dan optimal, sehingga memerlukan perbaikan fasilitas untuk dapat meningkatkan kualitas pelayanan.
Pelaksanaan Surveilans Kesehatan dan Kesiapsiagaan Masyarakat Pasca Erupsi Merapi 2010 Pada Pelaksanaan Desa Siaga di Desa Talun Klaten Rialdi, Rio; Sunarto, Sunarto
Jurnal Kesehatan Vol 6, No 1 (2013): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jurkes.v6i1.5563

Abstract

Indonesia is one country that is classified as vulnerable to natural disasters. Merapi eruption isone of the natural disasters that have an impact on public health. Standby village is an important pillarin handling disasters, since people usually are not prepared if there is a sudden disaster. The purposeof the study was to determine the application program of public health surveillance and preparednessafter the eruption of Merapi of 2010 in the implementation of standby village in Talun Village, KemalangSub-district, Klaten District Central Java. The research was descriptive using study case with qualitativeanalysis. The subject of the study was performers implementing public health surveillance program.The object of the study was the social situation in performing program. Informant was determinedbypurposive and snowball effect. Datawere collected by non participativeobservation, interview,documentation,focus discussion group (FGD), and triangulation. Judging from some indicators, the implementationof standby village had been running well. The performing of public surveillance program hasnotbeen running properly due to lack of socialization of the health center. The community disasterpreparednessprogram was good enough. However,it should be improved to preparednessupon healthemergencies.Standby village program and community preparedness is good enough, however it is notfollowedby a good surveillance based on community.
PENGARUH PERBANDINGAN KEDELAI DENGAN WIJEN SANGRAI GILING TERHADAP KADAR KALSIUM SUSU KEDELAI Ambarwani, Ambarwani; Kurnia, Pramudya; Mustikaningrum, Fitriana
Jurnal Kesehatan Vol 9, No 1 (2016): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jurkes.v9i1.3374

Abstract

Kekurangan kalsium dimasa remaja dan dewasa awal akan meningkatkan resiko osteoporosis. Prevalensi osteoporosis penduduk Indonesia tahun 2005 adalah 10,3%, prevalensi osteopenia pada kaum muda (umur < 25 tahun) adalah 37,1% dan pada wanita dewasa muda (umur 18 - 23 tahun) mencapai 39,5%. Salah satu cara untuk mencegah terjadinya osteopenia dan osteoporosis adalah dengan mengkonsumsi susu sapi. Pemasalahannya susu sapi harganya mahal, sehingga salah satu alternatifnya adalah dengan mengkonsumsi susu kedelai. Susu kedelai mempunyai rasa dan bau yang langu serta kandungan kalsiumnya lebih rendah dari susu sapi. Wijen mempunyai kandungan kalsium yang tinggi sehingga dapat meningkatkan kandungan kalsium susu kedelai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbandingan kedelai dengan wijen sangrai giling terhadap kadar kalsium susu kedelai. Metode penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan 3 taraf perlakuan, perbandingan kedelai dengan wijen sangrai giling adalah 100% : 0% (kontrol), 85% : 15% dan 70% : 30%. Penentuan kadar kalsium menggunakan metode AAS. Data dianalisa dengan uji Anova, dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil dari penelitian ini adalah kadar kalsium yang optimal terdapat pada perlakuan susu kedelai dari perbandingan kedelai dengan wijen sangrai giling, 85% : 15%. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh perbandingan kedelai dengan wijen sangrai giling terhadap kadar kalsium.
Perbedaan Pengetahuan Gizi Prakonsepsi dan Tingkat Konsumsi Energi Protein pada Wanita Usia Subur (WUS) Usia 15-19 Tahun Kurang Energi Kronis (KEK) dan Tidak KEK di SMA Negeri 1 Pasawahan Umisah, Igna Nur?Arofah; Puspitasari, Dyah Intan
Jurnal Kesehatan Vol 10, No 2 (2017): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jurkes.v10i2.5527

Abstract

Status gizi wanita usia subur (WUS) sering dikaitkan dengan persiapan menghadapi masa konsepsi atau prakonsepsi. Masalah KEK sering dikaitkan dengan pengetahuan gizi prakonsepsi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pengetahuan gizi prakonsepsi dan tingkat konsumsi energi protein antara WUS usia 15-19 tahun KEK dan tidak KEK di SMA Negeri 1 Pasawahan. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional. Jumlah responden penelitian yaitu 37 responden KEK dan 37 tidak KEK, dengan teknik pengambilan sampel Proportional Stratified Random Sampling. Data KEK diambil dengan pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA), pengetahuan gizi prakonsepsi diperoleh menggunakan kuesioner dan data tingkat konsumsi energi protein diperoleh dengan formulir Semi Quantitative-Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) 3 bulan terakhir. Uji kenormalan data menggunakan Kolmogorov Smirnov Test dan uji perbedaan menggunakan Independent T-Test dan uji Mann-Whitney. Sebanyak 54% subjek memiliki pengetahuan gizi prakonsepsi yang kurang, tingkat konsumsi energi dengan kategori baik yaitu sebesar 52,7% dan sebesar 56,8% tingkat konsumsi protein kurang. Tidak ada perbedaan pengetahuan gizi prakonsepsi antara responden KEK dan tidak KEK di SMA Negeri 1 Pasawahan (p=0,179), ada perbedaan tingkat konsumsi energi (p=0,001) dan protein (p=0,001) antara responden KEK dan tidak KEK di SMA Negeri 1 Pasawahan.
Perbedaan Latihan Interval, Sirkuit Training, dan Lari Jarak Jauh terhadap Peningkatan Kebugaran Aerobik pada Atlet Bola Basket di MAN 2 Semarang Kurniawan, Muhammad Dwi; Pudjianto, Maskun
Jurnal Kesehatan Vol 10, No 1 (2017): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jurkes.v10i1.5491

Abstract

Pentingnya latihan aerobik pada atlet adalah untuk meningkatkan stamina atlet, sehingga pada saat pertandingan atlet tidak mudah merasa lelah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan latihan interval, sirkuit training, dan lari jarak jauh terhadap peningkatan kebugaran aerobik. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perbedaan latihan interval, sirkuit training, dan lari jarak jauh terhadap peningkatan kebugaran aerobik. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental semu atau Quasi experiment. Penelitian menggunakan three group pre-test and post-testdesign untuk mengetahui manfaat program latihan aerobik yang terencana selama 4 minggu. Teknik pengambilan sampel menggunakan nonprobability sampling dengan teknik purposive sampling yang dipilih dari populasi serta memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Uji normalitas data dilakukan dengan uji Sapiro-Wilk. Selanjutnya data diuji menggunakan Paired Simple T Test dan Mean Deference. Hasil penelitian ini adalah nilai t hitung dari latihan interval = -4.341 dengan sig. 0.007, sirkuit training = -2.907 dengan sig. 0.034 dan lari jarak jauh = -7.225 dengan sig.0.001. Ketiga jenis program latihan yang diberikan memiliki nilai sig. <0.05, artinya bahwa latihan interval, sirkuit training, dan lari jarak jauh dapat mempengaruhi kebugaran aerobik. Secara statistik, ada perbedaan latihan interval, sirkuit training, dan lari jarak jauh terhadap peningkatan kebugaran aerobik.
HUBUNGAN ASUPAN LEMAK DAN RASIO LINGKAR PINGGANG PANGGUL (RLPP) DENGAN KADAR LOW DENSITY LIPOPROTEIN (LDL) PADA WANITA MENOPAUSE DI POSYANDU NGUDI WALUYO SURAKARTA Rahmawati, Nesti; Rahmawaty, Setyaningrum; Soviana, Elida
Jurnal Kesehatan Vol 9, No 2 (2016): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jurkes.v9i2.4593

Abstract

Disamping faktor hormonal tingginya asupan lemak dan rasio lingkar pinggang panggul (RLPP) diakui sebagai faktor pencetus peningkatan kadar LDL pada wanita menopause. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan lemak dan RLPP dengan kadar LDL pada wanita menopause. Penelitian ini termasuk studi crossectional yang melibatkan? 33 wanita menopause usia 45-65 tahun dengan teknik simple random sampling di Posyandu Ngudi Waluyo Surakarta. Asupan lemak dihitung dari rata-rata food recall 24 jam selama 3 hari dengan menggunakan Nutrisurvey. Rasio lingkar pinggang panggul diukur menggunakan metlin dan dilakukan sebanyak 2 kali. Kadar LDL diukur dengan pengambilan darah vena menggunakan metode Enzimatik. Tujuh belas (51,5%) responden memiliki asupan lemak tergolong tinggi, 26 (78,8%) responden memiliki RLPP tergolong tinggi (?0,85 cm) dan 15 (45,5%) responden memilik kadar LDL tergolong tinggi (?150 mg/dL). Hasil uji korelasi antara tingkat asupan lemak dengan kadar LDL menunjukkan nilai p=0,261 sedangkan untuk rasio lingkar pinggang panggul dengan kadar LDL menunjukkan nilai p=0,67. Baik asupan lemak maupun RLPP tidak berhubungan dengan kadar LDL pada wanita menopause di Posyandu Ngudi Waluyo Surakarta.
Pengaruh Penambahan Electrical Muscle Stimulation (EMS) Peningkatan Tonus Otot Pada Penderita DD Widodo, Agus; Praditya, BJ. Zia Yucca
Jurnal Kesehatan Vol 6, No 1 (2013): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jurkes.v6i1.5570

Abstract

Delayed Development (DD) is the classification of characteristics of children which is showeda significant delay in one or more domains of cognitive development, emotional or physical. The problemsthat arise in the DD are hypotonus of the muscles that cause delays in functional abilities ofchildren.The purpose of this study was to determine the influence of Electrical Muscle Stimulation(EMS)to increase muscle tone of DD patients. Quasi-experimental research method using two pre andpost-testgroup design. Sample of this research was 12 children 1-3 years of age. Measurement ofmuscletone using a sphygmomanometer before and after treatment for 4 weeks. The effect measuredusing Wilcoxon tes and the different effect measured using Mann Whitney test. Wilcoxon test resultshowedthat the effect of electrical muscle stimulation on muscle tone was seen from the right quadricepsp value (p = 0.026), the left quadriceps (p = 0.024), right tibialis anterior (p = 0.024) and left tibialisanterior(p = 0.024). It can be concluded that there is an effect of Electrical Muscle stimulation onincreasingthe muscle tone in people with DD.
PERBEDAAN EFEK LATIHAN MEDICINE BALL DAN CLAPPING PUSH UP TERHADAP DAYA LEDAK OTOT LENGAN PEMAIN BULUTANGKIS REMAJA USIA 13 – 16 TAHUN Harista, Nurul Fithrianti; Trisnowiyanto, Bambang
Jurnal Kesehatan Vol 9, No 1 (2016): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jurkes.v9i1.3409

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian eksperimental lapangan dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah two group pre test ? post test design yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan medicine ball dan clapping push up terhadap daya ledak otot lengan pemain bulutangkis remaja usia 13 ? 16 tahun berjumlah 36 orang laki-laki dikelompokkan secara acak menjadi 2 kelompok yaitu kelompok K1 sebagai kelompok latihan medicine ball dan K2 kelompok latihan clapping push up. Perlakuan pada penelitian ini adalah latihan medicine ball dengan intensitas 70-80%, 2-3 set, 8-15 repetisi, istirahat tiap set 2 menit dan latihan clapping push up 2-3 set, 8-12 repetisi, istirahat tiap set 2 menit yang dilakukan selama 6 minggu. Yang menjadi variabel dalam penelitian ini adalah latihan medicine ball, latihan clapping push up dan daya ledak otot lengan. Hasil yang didapat pada daya ledak otot lengan sebelum latihan pada kelompok medicine ball (K1) (5,727?0,956 meter) dan kelompok clapping push up (K2) (5,155?1,137). Rata-ratadaya ledak otot lengan setelah latihan pada kelompok medicine ball (K1) (7,183?0,937) dan kelompok clapping push up (K2) (5,944?1,121). Hasil dari penelitian ini latihan medicine ball dapat meningkatkan daya ledak otot lengan, latihan clapping push up dapat meningkatkan daya ledak otot lengan, latihan medicine ball lebih meningkatkan daya ledak otot lengan pemain bulutangkis remaja usia 13 ? 16 tahun dibandingkan latihan clapping push up.

Page 3 of 29 | Total Record : 281