cover
Contact Name
Andi Alim Syahri
Contact Email
andialims@unismuh.ac.id
Phone
+6285255384303
Journal Mail Official
sigma@unismuh.ac.id
Editorial Address
Prodi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar Jln. Sultan Alauddin No. 259 Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
SIGMA: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 28053610     EISSN : 27467503     DOI : https://doi.org/10.26618/sigma
Core Subject : Education,
The aim of this journal is to publish research in mathematics education including teaching and learning, curriculum development, learning environments, teacher education, educational technology, and educational development from many kinds of research such as survey, research and development, experimental research, classroom action research, etc.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1: Juni 2014" : 7 Documents clear
PROFIL BERPIKIR KRITIS SISWA SMP DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA BERDASARKAN GENDER Andi Mulawakkan Firdaus
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 6, No 1: Juni 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.641 KB) | DOI: 10.26618/sigma.v6i1.7238

Abstract

Profil berpikir kritis dalam memecahkan masalah matematika adalah gambaran yang diungkapkan dengan deskripsi kata-kata berdasarkan kriteria FRISCO dalam memecahkan masalah matematika.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan profil berpikir kritis siswa laki-laki dan perempuan dalam memecahkan masalah matematika.Subjek penelitian yang dipilih adalah dua siswa kelas VIII SMP Baitussalam Surabaya yaitu satu siswa laki-laki dan satu siswa perempuan. Dalam penelitian kualitatif ini, pengumpulan data menggunakandua tugas pemecahan masalah dan wawancara. Data yang diperoleh diuji validitasnya melalui triangulasi waktu. Selanjutnya, data tersebut dianalisis berdasarkan kriteria berpikir kritis FRISCO.Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan teori profil berpikir kritisdapat disimpulkan bahwakedua subjek menentukan pokok permasalahan, memutuskan strategi yang akan digunakan dalam memecahkan masalah, serta memberikan alasan logis dalam proses penarikan kesimpulan, mengetahui situasi pada soal sehingga menggunakan informasi-informasi yang sesuai dengan permasalahan, menjelaskan istilah-istilah pada masalah dengan baik, serta mengecek kembali jawaban yang ditemukan. Namun dalam mengecek kembali subjek laki-laki hanya mengecek hasil akhir saja sedangkan subjek perempuan mengecek jawaban pada setiap langkah yang ditemukan sampai dengan hasil akhir.
PENGARUH MOTIVASI DAN MINAT BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA Hasaruddin Hafid; Hardiani Hardiani
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 6, No 1: Juni 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.085 KB) | DOI: 10.26618/sigma.v6i1.7242

Abstract

Tinggi dan rendahnya hasil belajar matematika dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Beberapa faktor diantaranya adalah faktor motivasi dan minat belajar. Motivasi yang rendah dapat menimbulkan rasa malas untuk mengikuti pelajaran serta minat yang rendah dapat membuat siswa tidak aktif dalam pembelajaran. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pengaruh motivasi dan minat belajar terhadap hasil belajar matematika pada siswa kelas V SD Negeri Kompleks IKIP Makassar baik secara sendiri-sendiri maupun secara bersamaan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pengaruh motivasi dan minat belajar terhadap hasil belajar matematika pada siswa kelas V SD Negeri Kompleks IKIP Makassar baik secara sendiri-sendiri maupun secara bersamaan. Pendekatan yang digunakan dalam pelaksanaan penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif deskriptif. Adapun jenis penelitian ini adalah penelitian ex-post facto. Sampel yang menjadi penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri Kompleks IKIP Makassar, dengan jumlah siswa sebanyak empat puluh sembilan orang, Data dalam penelitian dikumpulkan melalui angket, dokumentasi, uji validitas, dan uji reliabilitas. Selanjutnya diolah dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama: terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara motivasi belajar terhadap hasil belajar matematika pada siswa kelas V SD Negeri Kompleks IKIP Makassar. Motivasi belajar matematika berada pada kategori sedang. Kedua: terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara minat belajar terhadap hasil belajar matematika pada siswa kelas V SD Negeri Kompleks IKIP Makassar. Minat belajar matematika berada pada kategori cukup tinggi. Ketiga: terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara motivasi belajar dan minat belajar secara bersama-sama terhadap hasil belajar matematika pada siswa kelas V SD Negeri Kompleks IKIP Makassar. Hasil belajar matematika berada pada kategori sedang.
KONTRIBUSI KREATIVITAS DAN MINAT BELAJAR MATEMATIKA TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA Andi Alim Syahri
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 6, No 1: Juni 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.131 KB) | DOI: 10.26618/sigma.v6i1.7243

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian ex post facto yang bertujuan untuk mengetahui kontribusi kreativitas belajar matematika dan minat belajar matematika terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Sungguminasa.  Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Sungguminasa yang terdaftar pada tahun ajaran 2013/2014. Pengambilan Sampel dilakukan dengan cluster random sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan tiga  instrumen, yaitu kuesioner kreativitas belajar matematika, kuesioner minat belajar matematika dan tes hasil belajar matematik. Hasil analisis statistika deskriptif menunjukkan bahwa hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Sungguminasa dikategorikan sedang dengan skor rata-rata 66,29 dengan simpangan baku 14,11 dari skor ideal 100. Kreativitas belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Sungguminasa dikategorikan tinggi dengan skor rata-rata 89,62 dengan simpangan baku 9,43 dari skor ideal 131,99. Sedangkan minat belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Sungguminasa dikategorikan tinggi dengan skor rata-rata 86,78 dengan simpangan baku 11,74 dari skor ideal 125,25. Hasil analisis inferensial menunjukkan bahwa kreativitas belajar matematika dan minat belajar matematika secara bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Sungguminasa, dengan persamaan regresi Y = -24,318 + 0,762X1 + 0,257X2 dan koefisien determinasi  R2  = 0,372. Dari hasil analisis di atas, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat kontribusi kreativitas belajar matematika dan minat belajar matematika terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Sungguminasa.
ANALISIS PEMAHAMAN MAHASISWA TERHADAP KONSEP LIMIT FUNGSI DI SATU TITIK (STUDI KASUS PADA MAHASISWA JURUSAN MATEMATIKA FMIPA UNM) Erni Ekafitria Bahar
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 6, No 1: Juni 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.237 KB) | DOI: 10.26618/sigma.v6i1.7239

Abstract

Konsep limit fungsi merupakan konsep dasar untuk membangun beberapa konsep kalkulus lainnya, misalnya turunan dan integral. Konsep limit fungsi di satu titik perlu dipahami oleh mahasiswa agar konsep yang didasarkan pada konsep limit juga dapat dipahami. Namun beberapa mahasiswa yang telah belajar konsep limit fungsi di satu titik belum memahami dengan benar konsep limit fungsi di satu titik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pemahaman mahasiswa terhadap konsep limit fungsi di satu titik. Pemahaman yang dimaksud dalam penelitian ini adalah pemahaman instrumental (mampu menuliskan konsep limit fungsi di satu titik tetapi tidak mampu menjelaskan dengan tepat) dan pemahaman relasional (mampu menuliskan dan menjelaskan konsep limit fungsi di satu titik dengan tepat). Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitian adalah tiga orang mahasiswa Jurusan Matematika yaitu seorang berkemampuan tinggi yang selanjutnya disebut subjek tinggi (ST), berkemampuan sedang yang selanjutnya disebut subjek sedang (SS), dan berkemampuan rendah yang selanjutnya disebut subjek rendah (SR). Fokus penelitian adalah mendeskripsikan pemahaman mahasiswa terhadap konsep limit fungsi di satu titik yang meliputi pemahaman instrumental dan pemahaman relasional. Untuk mengungkap data penelitian, dilakukan wawancara berbasis tugas kepada subjek penelitian. Data penelitian divalidasi dengan melakukan triangulasi waktu yaitu melakukan wawancara dalam waktu cukup lama dengan wawancara sebelumnya. Data penelitian dianalisis dengan (a) menelaah data subjek dan membandingkan data wawancara untuk memperoleh data yang valid, (b) melakukan reduksi data dengan membuat abstraksi, (c) mengklasifikasi dan mengidentifikasi data untuk menarik kesimpulan dari data. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) pemahaman subjek tinggi (ST): (a) pemahaman terhadap 15ε"  dan 15δ"  termasuk pemahaman relasional, (b) pemahaman terhadap kalimat berkuantor termasuk pemahaman instrumental, sedangkan pemahaman terhadap kalimat implikasi termasuk pemahaman relasional, (c) pemahaman terhadap nilai mutlak sebagai jarak termasuk pemahaman relasional, (d) pemahaman fungsi dan grafik fungsi termasuk pemahaman relasional, (e) pemahaman dalam menginplementasikan definisi formal limit fungsi untuk membuktikan kebenaran nilai limit termasuk pemahaman relasional; (2) pemahaman subjek sedang (SS): (a) pemahaman terhadap 15ε"  dan 15δ"  termasuk pemahaman relasional, (b) pemahaman terhadap kalimat berkuantor dan kalimat implikasi termasuk pemahaman relasional, (c) pemahaman terhadap nilai mutlak sebagai jarak termasuk pemahaman relasional, (d) pemahaman fungsi dan grafik fungsi termasuk pemahaman instrumental, (e) pemahaman dalam menginplementasikan definisi formal limit fungsi untuk membuktikan kebenaran nilai limit termasuk pemahaman instrumental; (3) pemahaman subjek rendah (SR): (a) pemahaman terhadap makna 15ε"  dan 15δ"  termasuk pemahaman instrumental, sedangkan pemahaman terhadap kaitan keduanya termasuk pemahaman relasional, (b) pemahaman terhadap kalimat berkuantor termasuk pemahaman instrumental, sedangkan pemahaman terhadap kalimat implikasi termasuk pemahaman relasional, (c) pemahaman terhadap nilai mutlak sebagai jarak termasuk pemahaman instrumental, (d) pemahaman fungsi dan grafik fungsi termasuk pemahaman relasional, (e) pemahaman dalam menginplementasikan definisi formal limit fungsi untuk membuktikan kebenaran nilai limit termasuk pemahaman instrumental
PENGARUH KEMAMPUAN BERPIKIR LOGIS DAN KEMAMPUAN VERBAL TERHADAP KEMAMPUAN MENYELESAIKAN SOAL CERITA MATEMATIKA MELALUI KEMAMPUAN PENALARAN DAN KOMUNIKASI PADA SISWA KELAS VII SMP MUHAMMADI-YAH SE-KOTA MAKASSAR Wahyuddin Wahyuddin
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 6, No 1: Juni 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.306 KB) | DOI: 10.26618/sigma.v6i1.7240

Abstract

Salah satu tolak ukur keberhasilan siswa adalah dengan melihat hasil belajar siswa, rendahnya kemampuan siswa dalam mengerjakan soal cerita terlihat dari banyaknya kesalahan siswa dalam mengerjakan soal-soal cerita sehingga prestasi matematika siswa rendah. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya kemampuan siswa dalam mengerjakan soal cerita matematika, namun dalam penelitian ini dibatasi pada kemampuan berpikir logis, kemampuan verbal, kemampuan penalaran dan komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kemampuan berpikir logis, kemampuan verbal, kemampuan penalaran dan komunikasi, dan kemampuan menyelesaikan soal cerita serta untuk mengetahui pengaruh kemampuan berpikir logis, kemampuan verbal, dan kemampuan penalaran dan komunikasi terhadap kemampuan menyelesaikan soal cerita matematika pada siswa kelas VII SMP Muhammadiyah Se-Kota Makassar. Jenis penelitian ini adalah ex-post facto yang bersifat kausalitas. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Muhammadiyah Se-Kota Makassar Tahun Ajaran 2012-2013 sebanyak 1048 siswa yang tersebar di dalam 10 sekolah dan jumlah sampel sebanyak 145 siswa dengan teknik pengambilan sampel yaitu stratified cluster random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes masing-masing variable dengan teknik analisis data yang digunakan adalah statistika deskriptif dan analisis jalur (Path Analisys). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) tingkat kemampuan berpikir logis, tingkat kemampuan verbal, tingkat kemampuan penalaran dan kominikasi, dan tingkat kemampuan menyelesaikan soal cerita siswa kelas VII SMP Muhammadiyah Se-Kota Makassar berada pada kategori sedang; 2) kemampuan berpikir logis dan kemampuan verbal berpengaruh positif terhadap kemampuan penalaran dan komunikasi; 3) berpikir logis dan kemampuan verbal berpengaruh positif terhadap kemampuan menyelesaikan soal cerita matematika baik secara langsung maupun melalui kemampuan penalaran dan komunikasi; 4) kemampuan penalaran dan komunikasi berpengaruh positif terhadap kemampuan menyelesaikan soal cerita matematika pada siswa kelas VII SMP Muhammadiyah Se-Kota Makassar.
ANALISIS KESALAHAN DALAM MENYELESAIKAN SOAL-SOAL MATEMATIKA POKOK BAHASAN TRIGONOMETRI PADA SISWA KELAS II TEKHNIK SMK NEGERI 5 BARRU Nurleli Nurleli
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 6, No 1: Juni 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.884 KB) | DOI: 10.26618/sigma.v6i1.7237

Abstract

Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif  yang merupakan metode penelitian yang berusaha menggambarkan dan menginterpretasikan objek sesuai apa adanya. Sehingga dalam penelitian ini akan mengungkapkan, menganalisis dan memberikan gambaran tentang fenomena dari subjek penelitian yang bertujuan untuk mengetahui kesalahan-kesalahan dan penyebab apa yang dilakukan siswa yang menjadi subjek penelitian dalam menyelesaikan soal-soal trigonometri. Untuk mengidentifikasi kesalahan tersebut digunakan instrumen tes diagnostik yang terdiri dari lima butir soal dalam bentuk essay tes (tes uraian) dan wawacara. Subjek penelitian ini adalah siswa Kelas II Tekhnik SMK Negeri 5 Barru Tahun Pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 18 orang. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif, persentase dan wawancara. Variabel yang diteliti dalam penelitian ini adalah variabel tunggal yaitu kesalahan-kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal-soal trigonometri, meliputi kesalahan konsep, prinsip, dan algoritma/prosedur. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal-soal trigonometri adalah a) kesalahan konsep (K) sebesar 91,41%, kategori sangat tinggi, b) kesalahan prinsip (P) sebesar 61,72%, kategori rendah, c) kesalahan algoritma (A) 63,28%, kategori rendah. Secara umum dapat digambarkan bahwa kesalahan dalam menyelesaikan soal-soal matematika pokok bahasan trigonometri (rumus jumlah dan selisih dua sudut, rumus sinus, cosinus dan tangen sudut ganda, rumus perkalian sinus dan cosinus dalam jumlah atau selisih sinus dan cosinus dan rumus trigonometri jumlah dan selisih dua sudut dalam pemecahan masalah) pada siswa Kelas II Tekhnik SMK Negeri 5 Barru pada persentase 72,14% kategori sedang. Hasil wawancara dengan tiga orang responden (berdasarkan kategori tingkat kesalahan rendah, sedang dan tinggi), secara umum dapat dikatakan bahwa penyebab kesalahan yang dilakukan siswa Kelas II Tekhnik SMK Negeri 5 Barru dalam menyelesaikan soal-soal trigonometri dipengaruhi oleh faktor dari dalam diri siswa (faktor internal) sehingga mempengaruhi kemampuannya dalam belajar (disfungsi neurologis). Faktor internal tersebut meliputi gangguan atau kekurangmampuan fisik, yaitu: yang bersifat kognitif (rana cipta), antara lain kapasitas intelektual/inteligensi siswa; yang bersifat afektif (rana rasa), antara lain emosi dan sikap; dan yang bersifat psikomotorik (rana karsa), antara lain terganggunya alat-alat indera terutama indera penglihatan (mata) dan indera pendengaran (telinga).
PENGARUH METAKOGNISI DAN EFIKASI DIRI TERHADAP KE-MAMPUAN MENYELESAIAKAN SOAL MATA KULIAH PENGAN-TAR DASAR MATEMATIKA Ma'rup Ma'rup; Syafaruddin Syafaruddin
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 6, No 1: Juni 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.62 KB) | DOI: 10.26618/sigma.v6i1.7241

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mendapat gambaran pengaruh metakognisi, efikasi diri terhadap kemampuan menyelesaikan soal mata kuliah pengantar dasar matematika. Metode yang digunakan adalah Penelitian ex-post facto yang dirancang untuk menerangkan adanya hubungan sebab akibat antar variabel dan menguji hipotesis yang telah dirumuskan. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh mahasiswa matematika, serta sampelnya ditentukan dengan menggunakan teknik sampling acak strata. Instrumen yang digunakan adalah angket dan tes hasil belajar. Pada tahap berikutnya yaitu tahap melakukan pengumpulan data berdasarkan instrumen yang telah diperoleh, diterapkan pada sampel yang dipilih dalam kegiatan  penelitian ini. Teknik analisis yang digunakan adalah statistika deskriptif, diperlukan untuk mendeskripsikan data dari variabel-variabel penelitian yang diajukan. Adapun penyelidikan mengenai pengaruh dari variabel-variabel dari penelitian ini digunakan analisis jalur (Path Analysis). Hasil pada penelitian ini yaitu rata-rata efikasi diri mahasiswa 70,17 dari skor ideal 97 sedangkan rata-rata skor metakognisi siswa adalah 76 dari skor ideal 97 dan rata-rata skor hasil belajar pengantar dasar matematika adalah 72,7 dari skor ideal 92 yang berarti efikasi diri dan metakognisi serta hasil belajar mahasiswa berada dalam kategori sedang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efikasi diri dan metakognisi berpengaruh positif terhadap kemampuan menyelesaikan soal mata Kuliah Pengantar Dasar Matematika. Hal ini dapat dilihat pada tabel signifikansi jalur dimana pengaruh langsung efikasi diri terhadap kemampuan menyelesaikan soal bernilai positif yaitu sebesar 0,213. Demikian halnya dengan metakognisi yang juga berpengaruh positif terhadap kemampuan menyelesaikan soal yaitu sebesar 0,693. Pengaruh efikasi diri terhadap kemampuan menyelesaikan soal sebesar 0,213 menunjukkan bahwa peningkatan efikasi diri sebesar satu satuan akan meningkatkan kemampuan menyelesaikan soal sebesar 0,213. Pengaruh metakognisi terhadap kemampuan menyelesaikan soal sebesar 0,693 menunjukkan bahwa peningkatan metakognisi sebesar satu satuan akan meningkatkan kemampuan menyelesaikan soal sebesar 0,693. Dengan kata lain mahasiswa yang mempunyai pengetahuan yang tinggi mengenai dirinya sendiri sebagai individu yang belajar maka kemampuan menyelesaikan soalnya juga akan semakin tinggi.

Page 1 of 1 | Total Record : 7