cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Kantor LP3M Unismuh Makassar Jl. Sultan Alauddin No. 259 Makassar, Indonesia
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
OCTOPUS : Jurnal Ilmu Perikanan
ISSN : 23020670     EISSN : 27464822     DOI : https://doi.org/10.26618/octopus
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Octopus Ilmu Perikanan terbit dua kali setahun yakni Januari dan Juli berisi artikel ilmiah dalam bentuk hasil penelitian dan non penelitian berupa kajian. Jurnal Octopus Ilmu Perikanan bertujuan untuk menyebarluaskan ilmu dan pengetahuan perikanan dari para akademisi, peneliti, praktisi, mahasiswa, dan pemerhati perikanan.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 8 No. 1 (2019): OCTOPUS" : 7 Documents clear
STUDI KANDUNGAN KALSIUM PADA TEPUNG TULANG IKAN TONGKOL (Euthynnus affinis) DAN TENGGIRI (Scomberomorus commerson) Suad, Abdurrahman; Novalina N., Kristina
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 8 No. 1 (2019): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v8i1.2485

Abstract

Ikan tongkol dan ikan tenggiri merupakan komoditi sumberdaya ikan pelagis yang mempunyai arti ekonomis cukup tinggi. Meski demikian, tulang ikan dari kedua jenis ikan tersebut biasanya belum termanfaatkan. Salah satu cara pemanfaatannya adalah dengan mengolahnya menjadi tepung tulang ikan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kandungan kalsium pada tepung tulang ikan tongkol dan tenggiri. Penelitian dilakukan dalam dua tahap, yaitu pembuatan tepung tulang ikan tongkol dan tenggiri mengikuti metode Khuldi et al. (2005); serta analisa kandungan kalsium dari tepung tulang ikan tongkol dan tenggiri berdasarkan metode Batubara (2009). Sebagai data pelengkap, pada kedua jenis tepung tulang ikan tersebut dilakukan juga perhitungan rendemen, analisa kadar air dengan metode oven menurut SNI-01-2354.2-2006, dan uji kadar mineral dengan metode gravimetri menurut SNI 01-2354.1-2006. Hasil pengujian menunjukkan rendemen tepung tulang ikan tenggiri sebesar 15,73%; sedangkan rendemen tepung tulang ikan tongkol hanya sebesar 9,34%. Kandungan mineral, kalsium dan air tepung tulang ikan tenggiri berturut-turut sebesar 51,5%; 4,9% dan 3,1%. Sedangkan tepung tulang ikan tongkol memiliki kandungan mineral, kalsium dan air sebesar 49,4%; 4,2%, dan 3,7%. Data tersebut menunjukkan bahwa tepung tulang ikan tenggiri memiliki rendemen serta kandungan mineral dan kalsium lebih tinggi dengan kandungan air yang lebih rendah dibanding tepung tulang ikan tongkol.
OPTIMASI PEMBERIAN KEONG MAS PADA PAKAN UNTUK PERTUMBUHAN DAN SINTASAN BENIH IKAN GABUS (Channa striata) Khaeriyah, Andi; Murni, Murni; Saiful, Saiful
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 8 No. 1 (2019): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v8i1.2486

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pemberian keong mas (Pomacea canalicul)  pada pakan terhadap pertumbuhan dan sintasan ikan gabus (Channa striata). Benih ikan gabus yang digunakan berukuran 4 cm dan dipelihara pada akuarium berkapasitas 50 liter sebanyak 12 buah. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan  A : 0% tepung keong mas, 100% tepung ikan;  perlakua B: 25% tepung keong mas, 75% tepung ikan; perlakuan C : 50% tepung keong mas, 50% tepung ikan; dan perlakuan D: 75% tepung keong mas, 25% tepung ikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan keong mas pada pakan benih ikan gabus memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan dan sintasan benih ikan gabus. Pertumbuhan mutlak terbesar dicapai pada perlakuan C 50% keong mas yakni sebesar 4.44 g diikuti perlakuan B 25% keong mas sebesar 4.00 g; perlakuan D 75% keong mas sebesar 3.63 g; dan pertumbuhan mutlak terendah diperoleh pada perlakuan A (kontrol) sebesar 3.37 g. Sintasan benih ikan gabus terbesar juga diperoleh pada perlakuan C yaitu 93.33%; perlakuan B yaitu 90%; perlakuan D yaitu 83.33%; dan terendah pada perlakuan A (kontrol) yaitu 76.67%.
KADAR KALSIUM DAN MUTU HEDONIK DONAT YANG DITAMBAHKAN TEPUNG KALSIUM TULANG IKAN TONGKOL (Euthynnus affinis) Deswita, Nurul Chintya; Fitriyani, Evi
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 8 No. 1 (2019): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v8i1.2487

Abstract

Salah satu cara pemanfaatan limbah tulang ikan tongkol yaitu dengan menjadikannya tepung tulang dari ikan tongkol, dengan tujuan untuk mengurangi jumlah limbah dan menjadikannya produk lebih bernilai ekonomis. Produk ini mempunyai kandungan kalsium dan fosfor yang cukup tinggi. Untuk itu salah satu alternatif pemanfaatkan tepung tulang ikan tongkol yaitu dengan menambahkan pada produk donat.  Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kadar kalsium dan mutu hedonik donat yang ditambahkan tepung kalsium tulang ikan tongkol.  Analisis data dilakukan dengan deskriptif yaitu dengan menjabarkan data yang diperoleh untuk kemudian dibandingkan dengan literatur terkait. Hasil pengujian yang dilakukan pada tepung tulang ikan tongkol diperoleh data kandungan kalsium (14,01%), donat tanpa penambahan tepung kalsium (6,29%) dan donat penambahan tepung kalsium (7,07%). Berdasarkan hasil pengujian hedonik pada donat tanpa penambahan tepung kalsium bahwa parameter kenampakan memperoleh nilai tertinggi yaitu 7 (suka), sedangkan donat penambahan tepung kalsium memperoleh nilai 6 (agak suka). Spesifikasi warna donat tanpa penambahan tepung kalsium dan donat penambahan tepung kalsium memiliki nilai yang sama yaitu 7 (suka). Spesifikasi bau nilai tertinggi terdapat pada donat tanpa penambahan tepung kalsium yaitu 7 (suka) dan donat penambahan tepung kalsium memiliki nilai 6 (agak suka). Spesifikasi tekstur donat penambahan tepung kalsium memiliki nilai tertinggi yaitu 7 (suka), sedangkan pada donat tanpa penambahan tepung kalsium memiliki nilai 6 (agak suka) dan pada spesifikasi rasa nilai tertinggi terdapat pada donat tanpa penambahan tepung kalsium dengan nilai 7 (suka), sedangkan donat penambahan tepung kalsium memiliki nilai 6 (agak suka).
OPTIMASI KEPADATAN Skeletonema costatum TERHADAP LAJU HIPOKSIA PADA UDANG VANNAMEI (Litopenaeus vannamei) Anwar, Asni; Nasir, Besse Tiurlan
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 8 No. 1 (2019): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v8i1.2489

Abstract

Penelitian ini bertujuan menentukan optimalisasi kepadatan Skeletonema costatum yang mempengaruhi laju hipoksia pada udang vaname (Litopenaeus vannamei). Larva udang vaname yang digunakan sebanyak 30 ekor/wadah dengan kapasitas 30 liter. Perlakuan yang dicobakan adalah pemberian Skeletonema costatum dengan kepadatan berbeda, yaitu 20.000 sel/ml (perlakuan A), 30.000 sel/ml (perlakuan B), 40.000 sel/ml (perlakuan C), dan kontrol (perlakuan D). Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan mutlak dan sintasan larva udang vaname tertinggi diperoleh pada perlakuan A (kepadatan skeletonema costatum 20.000 sel/ml) masing-masing sebesar 0.5 mg dan 4%. Sementara pertumbuhan mutlak dan sintasan terendah diperoleh pada perlakuan C (kepadatan skeletonema costatum 40.000 sel/ml) yaitu sebesar 0.1 mg dan 1%.
OPTIMASI LAJU PERTUMBUHAN RUMPUT LAUT ( Eucheuma cottonii ) PADA KEDALAMAN YANG BERBEDA DI DESA WAMSISI, KABUPATEN BURU SELATAN, PROVINSI MALUKU Booy, Jamaun; Burhanuddin, Burhanuddin; Haris, Abdul
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 8 No. 1 (2019): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v8i1.2490

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh kedalaman penanaman rumput laut yang berbeda terhadap pertumbuhan rumput laut E. cottonii. Rancangan percobaan dari penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan kedalaman penanaman yang berbeda yaitu:  30 cm, 40 cm dan 50 cm, masing-masing perlakuan diberi ulang 5 kali. Data yang dikumpulkan meliputi laju perumbuhan relatif dan laju pertumbuhan harian rumput laut.  Data diolah dengan ANOVA dan apabila data berbeda nyata maka dilakukan uji  lanjut  Duncan untuk melihat perbedaan  antar  perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedalaman yang berbeda pada kegiatan budidaya rumput laut E. cottonii dengan metode longline berpengaruh sangat nyata pada pertumbuhan relative dan laju pertumbuhan harian pada rumput laut.  Perlakuan dengan kedalaman penanaman rumput laut 30 cm merupakan kedalaman yang terbaik pada penelitian ini.  Pertumbuhan relatif E. cottonii pada kedalaman 30 cm sebesar 32,00% atau meningkat sekitar 39% sampai 52% dibandingkan pertumbuhan relatif pada kedalaman 40 cm dan 50 cm yaitu masing-masing sebesar 23,60%  dan  21,00%.
STUDI PENGARUH KEMUNDURAN MUTU TERHADAP KANDUNGAN GIZI IKAN BETOK (Anabas testudineus) DARI DAERAH MANDOR Lemae, Lemae; Lasmi, Leni
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 8 No. 1 (2019): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v8i1.2491

Abstract

Ikan segar memiliki kelemahan yaitu mudah mengalami kerusakan atau kemunduran mutu, Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kemunduran mutu terhadap kandungan proksimat dan kualitas fisik Ikan Betok yang mana pengamatan dilakukan pada suhu ruang dengan interval pengamatan 0 jam, 6 jam dan 24 jam setelah kematian ikan. Nilai orgoleptik diuji merujuk berdasarkan SNI 01-2346-2006, uji pH merujuk pada metode Waryani et al 2014, Analisis Kadar Air merujuk pada SNI 01-2354.2-2006, Analisis Kadar Abu merujuk pada SNI 01-2354.1-2006, Analisis Kadar Lemak merujuk pada SNI 01-2354.3-2006 dan analisis Protein merujuk pada Sudarmadji et al 2007. Berdasarkan hasil pengamatan, nilai organoleptik Ikan Betok pada setiap perlakuan berturut-turut 8,47, 6,607, 1,99. sedangkan nilai pH pada ikan betok berturut-turut 5,83, 4,88, 5,66. Nilai hasil uji proksimat berupa nlai kadar air berturut turut 80,07, 77,76, 86,32, nilai kadar abu berturut turut 1,71, 1,52, 1,76, nilai kadar lemak berturut-turut yaitu 3,24, 2,6, 2,02, nilai kadar protein berturut-turut yaitu 9,75, 9,12 dan 7,5. Berdasarkan hasil pengamatan diketahui bahwa nilai organoleptik, kadar protein dan kadar lemak mengalami penurun pada setiap perlakuan, nilai pH ikan, kadar air dan kadar abu mengalami penurunan pada interval 0 jam ke 6 jam kemudian naik kembali pada interval 24 jam.
MUSIM PEMIJAHAN DAN KEBIASAAN MAKAN KERANG SIMPING (Placuna placenta Linnaeus, 1758) DI PERAIRAN MAKASSAR Kariyanti, Kariyanti; Khairiyah, Zul
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 8 No. 1 (2019): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v8i1.2492

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji musim pemijahan dan kebiasaan makan kerang simping (Placuna placenta). Penelitian dilakukan selama 6 bulan, mulai bulan Oktober 2015 sampai Maret 2016 di Perairan pantai Untia, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar. Musim pemijahan dilihat dari distribusi frekuensi matang gonad per tiap bulannnya, sedangkan kebiasaan makan kerang simping dianalisis menggunakan perhitungan indeks bagian terbesar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerang simping di Perairan Makassar memijah pada bulan Maret-April dan September-Oktober. Tipe pemijahan kerang simping dapat dikategorikan dalam tipe pemijahan partial spawner. Jenis makanan kerang simping dari perairan Makassar berdasarkan nilai IBT masing-masing yaitu Pleurosigma sp (49.91%), diikuti oleh Rhizosolenia sp (11.54%) dan Toxarium undulatum (7.24%). Sebaliknya, di perairan Pangkep adalah Lauderia sp (61.06%) dan diikuti oleh Rhizosolenia sp (16.10%) dan Pleurosigma sp (8.05%).

Page 1 of 1 | Total Record : 7