cover
Contact Name
Wilda Syam Tonra
Contact Email
wildaunkhair@gmail.com
Phone
+6285146375650
Journal Mail Official
wildaunkhair@gmail.com
Editorial Address
Jalan Bandara Sultan Baabullah, Kelurahan Akehuda Kampus 1 Universitas Khairun, Kota Ternate Utara, Maluku Utara-Indonesia
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
Delta-Pi : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Published by Universitas Khairun
ISSN : 2089855X     EISSN : 25412906     DOI : 10.33387/dpi
Core Subject : Science, Education,
Delta pi jurnal adalah jurnal yang memuat hasil penelitian pendidikan matematika dan matematika yang dipublikasi sebanyak 2 kali dalam setahun di bulan April dan Oktober di Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Khairun.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2016): Periode Bulan April" : 6 Documents clear
KEEFEKTIFAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING DAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK TALK WRITE PADA MATERI TRIGONOMETRI DITINJAU DARI KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS SISWA Kamri Ibrahim; Ardiana Ardiana; Nurma Angkotasan
Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 5, No 1 (2016): Periode Bulan April
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.712 KB) | DOI: 10.33387/dpi.v5i1.170

Abstract

Penelitian inibertujuan untuk mengetahui: 1)kemampuan representasi matematis siswa setelah diterapkannya model pembelajaran problem solving dan model pembelajaran kooperatif tipeTTW; 2) model pembelajaran problem solving efektif ditinjau dari kemampuan representasi matematis siswa; 3)model pembelajaran kooperatif tipe TTW efektif ditinjau dari kemampuan representasi matematis siswa. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu. Penelitian ini menggunakan dua kelas eksperimen yaitu kelas yang  diterapkan model pembelajaran problem solving dan model pembelajaran kooperatif tipe TTW. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas XI SMAN 8 Kota Ternate dengan jumlah populasi 60 siswa. Dari dua kelas yang ada, secara keseluruhan dijadikan sebagai sampel penelitian yaitu kelas XI A yang akan diberi perlakuan model pembelajaran problem solving dan kelas XI B diberikan perlakuan model pembelajaran kooperatif tipe TTW. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes kemampuan representasi matematis siswa. Untuk mengetahui kemampuan representasi matematis siswa setelah diterapkannya model pembelajaran problem solving dan model pembelajaran kooperatif tipe TTW, data dianalisis setiiap indikator dan keseluruhan menggunakan analisis deskriptif yaitu menggunakan Penilaian Acuan Patokan (PAP) skala 5. Untuk mengetahui efektif tidaknya model pembelajaran problem solving dan model pembelajaran kooperatif tipe TTW pada variabel kemampuan representasi matematis siswa, data dianalisis dengan analisis inferensial yaitu menggunakan uji one sample t-test. Hasil  analisis  data  menunjukkan   bahwa:  1)  kemampuan  representasi matematis siswa  setelah diterapkannya model pembelajaran problem solving secara keseluruhan dapat dilihat dari kualifikasinya yakni kualifikasi memuaskan, baik, cukup dan kurang. Sedangkan kemampuan representasi matematis siswa setelah  diterapkannya  model  pembelajaran  kooperatif  tipe  TTW   secara keseluruhan dapat dilihat dari kualifikasinya yakni kualifikasi cukup,kurang dan gagal,2) model pembelajaran problem solving efektif ditinjau dari kemampuan representasi matematis siswa,3)model pembelajaran kooperatif tipe TTW tidak efektif ditinjau dari kemampuan representasi matematis siswa. 
PENGGUNAN MODEL PEMBELAJARAN AKTIF DENGAN STRATEGI SNOWBALL THROWING UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS MATEMATIS SISWA SMP Abdullah, In Hi
Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 5, No 1 (2016): Periode Bulan April
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.813 KB) | DOI: 10.33387/dpi.v5i1.171

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen, dengan tujuan yaitu; 1) Untuk mengetahui hasil belajar siswa antara model pembelajaran Snowball Throwing dan model pembelajaran konvensional. 2) Untuk mengetaui sikap siswa terhadap keterampilan kreativitas matematis meliputi: a) memiliki gagasan dengan perspektif baru, b) memiliki rasa ingin tahu yang besar, c) senang mencobah hal-hal baru, dan d) memberikan banyak gagasan dan usul terhadap masalah. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas VII SMP Muhammadiyah Kota Ternate dengan sampel penelitian sebanyak dua kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (a) Peningkatan kemampuan kreativitas matematis siswa yang memperoleh pembelajaran aktif dengan strategi snowball throwing lebih baik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional dengan kategori sedang. (b) Sebagian besar siswa menunjukkan sikap positif terhadap kreativitas dalam pembelajaran matematika, meliputi: 1) Memiliki gagasan dengan perspektif baru dengan persentase 73.8%, 2) Memiliki rasa ingin tahu yang besar dengan persentase 57.6%, 3) Senang mencobah hal-hal baru dengan persentase 65.9%, 4) Memberikan banyak gagasan dan usul terhadap masalah 70.53%.
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN PENGUASAAN MATERI PERSAMAAN LINIER SATU VARIABEL (PLSV) DAN PERSAMAAN LINIER DUA VARIABEL (PLDV) MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE Yani Awal
Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 5, No 1 (2016): Periode Bulan April
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.78 KB) | DOI: 10.33387/dpi.v5i1.234

Abstract

Kemampuan belajar siswa di sekolah menengah pertama mensyaratkan ketuntasan belajar siswa baik secara individu maupun secara klasikal hal ini sesuai dengan tuntutan kurikulum 2006 yang diberlakukan untuk semua mata pelajaran, termasuk mata pelajaran matematika. Berdasarkan hasil observasi di SMP N 2 Kota Ternate, siswa yang tuntas belajar atau yang memperoleh nilai di atas  60 hanya 17 orang dari 32 siswa seluruhnya untuk satu kelas persentase ketuntasan hanya mencapai 53,13%. Penyebab dari hasil belajar siswa yang mengalami penurunan adalah sikap siswa yang senantiasa menganggap mata pelajaran matematika adalah mata pelajaran yang sulit, dan membosankan, sehingga selama pembelajaran siswa hanya mengandalkan siswa lain yang memilki kemampuan akademik yang lebih tinggi dalam menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan guru. Model Cooperative Learning tipe Think Pair Share (TPS) menuntut siswa untuk menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan guru secara mandiri, sebelum mendiskusikan dalam kelompoknya, sehingga siswa terbiasa mengolah informasi dan memecahkan masalah yang diberikan guru secara individu. Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan aktivitas belajar siswa dan penguasaan materi siswa menggunakan model Cooperative Learning tipe Think Pair Share (TPS) pada materi Persamaan linier satu variabel (PLSV) dan persamaan linier dua variabel (PLDV). Hasil penelitian ini menunjukan aktivitas belajar siswa pada siklus I, siklus II dan siklus III mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Demikian pula hasil rerata penguasaan materi siswa juga mengalami peningkatan pada masing-masing siklus. Kata Kunci : Aktivitas siswa, penguasaan materi Persamaan linier dan model cooperative learning tipe (TPS).
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TEAM ASSISTED INDIVIDUALLIZATION (TAI) DITINJAU DARI KEMAMPUAN PEMAHAMAN MATEMATIS SISWA PADA MATERI TRIGONOMETRI Sumiyati Rasid; Yahya Hairun; Ahmad Afandi
Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 5, No 1 (2016): Periode Bulan April
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1013.43 KB) | DOI: 10.33387/dpi.v5i1.176

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) kemampuan pemamaham matematis  siswa  kelas  XI  IPA-2  SMA  Negeri  5  Kota  Ternate  Tahun  Ajaran 2015/2016 setelah diterapkannya model Team Assisted Individuallization (TAI), 2) peningkatan kemampuan pemamaham matematis siswa kelas XI IPA-2 SMA Negeri 5 Kota Ternate Tahun Ajaran 2015/2016 setelah diterapkannya model Team Assisted Individuallization  (TAI).  Jenis  penelitian  yang  digunakan  yaitu  eksperimen  dan desain penelitian  One  Group  Pretest-Posttest  Design.  Instrumen  yang  digunakan dalam   penelitian   ini   terdiri   dari,   lembar   observasi   (check   list)   kemampuan pemahaman matematis, dan soal tes yang mengukur kemampuan pemahaman matematis. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif yaitu Pedoman Acuan Patokan (PAP) Skala 5 dan Perhitungan gain ternormalisasai (N- Gain).Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) kemampuan pemahaman matematis siswa setelah diterapkannya model Team Assisted Individuallization (TAI) diperoleh 4 (16%) siswa dengan kualifikasi memuaskan,  7 (28%) siswa  kualifikasi baik, 12 (48%)   siswa  kualifikasi  cukup,   2  (8%)   siswa  kualifikasi  kurang,   sedangkan berdasarkan lembar observasi daftar cek (Check list) diperoleh, 17 ( 68%) siswa dengan kualifikasi baik, 6 (24%) siswa kualifikasi cukup, 2 (8%) siswa  kualifikasi kurang, 2) peningkatan kemampuan pemahaman matematis siswa tergolong sedang dengan nilai N Gain yang diperoleh yakni 0,46.
BERPIKIR MATEMATIS DENGAN METODE INDUKTIF, DEDUKTIF, ANALOGI, INTEGRATIF DAN ABSTRAK Diah Prawitha Sari
Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 5, No 1 (2016): Periode Bulan April
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.163 KB) | DOI: 10.33387/dpi.v5i1.235

Abstract

Makalah ini membahas tentang berpikir matematika dengan metode induktif, deduktif, analogi, integratif, dan abstrak. Uraian didasarkan atas analisis terhadap: (1) berpikir induktif merupakan suatu  proses berpikir yang bertolak dari sejumlah fenomena individual untuk menurunkan suatu kesimpulan (inferensi); (2) Berpikir deduktif adalah proses pengambilan kesimpulan yang didasarkan kepada premis-premis yang keberadaannya telah ditentukan; (3) Berpikir analogi adalah berbicara tentang dua hal yang berlainan, yang satu bukan yang lain, tetapi dua hal yang berbeda itu dibandingkan satu dengan yang lain.; (4) Melalui penerapan integratif proses pengajaran menjadi lebih kompleks, hal ini melibatkan komponen internal dan eksternal; (5) Kemampuan berpikir abstrak tidak terlepas dari pengetahuan tentang konsep, karena berpikir memerlukan kemampuan untuk membayangkan atau menggambarkan benda dan peristiwa yang secara fisik tidak selalu ada.
PEMANFAATAN PROGRAM GEOGEBRA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA Isman M Nur
Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 5, No 1 (2016): Periode Bulan April
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.642 KB) | DOI: 10.33387/dpi.v5i1.236

Abstract

Pembelajaran dengan bantuan komputer sangat baik untuk diintegrasikan dalam pembelajaran konsep-konsep matematika. Berbagai program komputer telah dikembangkan dan dapat digunakan dalam pembelajaran matematika, salah satunya yaitu GeoGebra. GeoGebra adalah sebuah perangkat lunak yang dapat menvisualisasikan objek-objek matematika secara cepat, akurat, dan efisien. Geogebra dapat digunakan pada saat mulai menggambar grafik dan menentukan titik-titik uji penyelesaian, serta menguji fungsi optimum pada titik-titik tersebut.

Page 1 of 1 | Total Record : 6