cover
Contact Name
Aaz Azamudin Tifani
Contact Email
atifani@gmail.com
Phone
+6285315002217
Journal Mail Official
atifani@gmail.com
Editorial Address
Gedung Fakultas Pertanian Jl. KH. Abdul Halim No. 103 Majalengka 45418
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Agrivet : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian dan Peternakan (Journal of Agricultural Sciences and Veteriner)
Published by Universitas Majalengka
ISSN : 23546190     EISSN : 25416154     DOI : -
Agrivet : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian dan Peternakan (Journal of Agricultural Sciences and Veteriner), with registered number p-ISSN: 2354-6190, e-ISSN: 2541-615X, is a scientific journal published by Faculty of Agricultural, Universitas Majalengka. The purpose of this journal publication is to disseminate new theories and research results that have been achieved in the field of Agricultural and Animal Sciences : Agribusiness, Agrotechnology, Animal Production, Ecosocio Livestock, and Livestock Product. Agrivet : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian dan Peternakan (Journal of Agricultural Sciences and Veteriner) published by twice a year, July and December.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2015)" : 8 Documents clear
Persepsi Petani Cabai Merah Terhadap Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemilihan Koperasi Sebagai Sumber Pembiayaan Vega Chendra Mulyana; Lies Sulistyowati Sulistyowati; Tuti Karyani
AGRIVET JOURNAL Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : UNIVERSITAS MAJALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Petani masih mengalami hambatan dalam mengakses pembiayaan dari bank. Kondisi tersebut dimanfaatkan oleh Koperasi Jasa Agribisnis (Koja) untuk memberikan pembiayaan kepada petani cabai merah di Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Tasikmalaya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses bisnis Koja, menganalisis persepsi petani cabai merah terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan Koja sebagai sumber pembiayaan dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi besar kecilnya keuntungan petani cabai merah tersebut. Metode penelitian yang dilakukan adalah metode survey eksplanatori. Lokasi penelitian adalah Koja di Kabupaten Ciamis. Responden yang diwawancarai sebanyak 30 orang petani cabai merah yang diambil dengan teknik simple random sampling. Metode analisis penelitian adalah analisis deskripsi, uji Mann Whitney U. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada perbedaan persepsi petani cabai merah tentang faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan Koja sebagai sumber pembiayaan berdasarkan jarak domisili dengan kantor Koja. Keuntungan petani cabai merah anggota Koja dipengaruhi oleh produktifitasnya.Kata Kunci : persepsi, pembiayaan, koperasi, cabai merah, keuntungan
Analisis Pendapatan Usaha Ternak Ayam Ras Pedaging Pada Pola Usaha Yang Berbeda Di Kecamatan Cingambul Kabupaten Majalengka Ulfa Indah Laela Rahmah
AGRIVET JOURNAL Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : UNIVERSITAS MAJALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran atau deskripsi pendapatan peternakan ayam ras pedaging pada pola usaha yang berbeda di Kecamatan Cingambul Kabupaten Majalengka. Penelitian ini dilakukan selama 2 bulan, mulai bulan September sampai Oktober 2014, berlokasi di Kecamatan Cingambul Kabupaten Majalengka. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kuantitatif deskriptif menggunakan sampel 43 responden dengan asumsi skala usaha 2000 ekor ayam ras pedaging dari masing-masing peternak responden dan analisa produksi dalam kurun waktu satu Tahun atau 6 periode . Analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif yaitu dengan menggunakan pengelompokan, penyederhanaan, dan penyajian data dalam bentuk tabel biasa dengan menggunakan rumus pendapatan. Hasil yang diperoleh bahwa rata-rata pendapatan peternak ayam ras pedaging di Kecamatan Cingambul Kabupaten Majalengka  berbeda-beda berdasarkan jenis pola usaha, rata-rata pendapatan dari ketiga jenis pola usaha ayam ras pedaging mulai dari yang terkecil  sampai yang terbesar yaitu kemitraan makloon, sistem mandiri dan kemitraan inti plasma dengan besaran pendapatan berturut-turut Rp. 1.987.507, Rp. 4.672.267, dan Rp. 6.160.661 per periode. Perbedaan pendapatan yang diperoleh peternak disebabkan karena perbedaan sistem pengelolaan dalam melakukan usaha ternaknya, perbedaan tingkat mortalitas antar jenis pola usaha, perbedaan pengambilan umur panen ayam ras pedaging, dan semakin lama ayam ras pedaging dipelihara maka semakin banyak pula biaya operasional yang harus dikeluarkan peternak sehingga akan berpengaruh terhadap pendapatan yang akan diterima peternak.Kata Kunci : Analisis Pendapatan, Ayam Ras Pedaging, Pola Usaha.
Analisis Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Tingkat Kemandirian Petani Mangga Gedong Gincu Dina Dwirayani; Hepi Hapsari; Tuhpawana P.Sendjaja
AGRIVET JOURNAL Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : UNIVERSITAS MAJALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemeliharaan pohon mangga oleh petani mangga di Kabupaten Majalengka belum intensif sehingga jumlah dan mutunya tidak stabil salah satunya adalah rendahnya tingkat adopsi teknologi. Proses pemberdayaan terhadap petani menjadi penting dilakukan sehingga menjadikan petani berdaya dan memiliki kemandirian menjadi faktor penting untuk dikaji dan ditindak lanjuti.                Lokasi penelitian yaitu Desa Pasirmuncang dan Desa Cijurey, Kecamatan Panyingkiran Kabupaten Majalengka. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan jumlah sampel 60 dengan cara stratified random sampling serta dianalis dengan analisis jalur.                Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kemandirian petani mangga gedong gincu di Majalengka berada pada kategori rendah. Faktor yang berpengaruh terhadap tingkat kemandirian ini adalah faktor keberdayaan dan kepemimpinan lokal. Faktor keberdayaan menjadi faktor yang paling berpengaruh.Kata Kunci : kepemimpinan lokal, keberdayaan, kemandirian
Analisis Daya Saing dan Dampak Kebijakan Terhadap Beras Organik Ekspor (Suatu Kasus di Gapoktan Simpatik Kabupaten Tasikmalaya) Tirsa Neyatri Bandrang; Ronnie S. Natawidjaja; Maman Karmana
AGRIVET JOURNAL Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : UNIVERSITAS MAJALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan beras organik  merupakan salah satu tuntutan pasar Internasional dalam hal peningkatan mutu dan kesehatan. Sehingga dalam aplikasi penerapan beras organik ekspor ini menjadi prioritas utama yang harus dikembangkan secara konsisten dan keberlanjutan. Tujuan dalam penelitian ini adalah: 1) menganalisis keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif beras organik ekspor,  2)  menganalisis dampak kebijakan pemerintah terhadap  beras organik ekspor.Teknik penentuan responden dalam penelitian ini  dilakukan dengan teknik sampel random bertingkat (multistage random sampling) yaitu di Kecamatan Cisayong dan Kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmalaya. Alat analisis yang digunakan untuk mengetahui daya saing suatu komoditi dan dampak kebijakan pemerintah terhadap komoditi tersebut yaitu Policy Analysis Matrix (PAM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa beras organik ekspor memiliki keunggulan kompetitif dan komparatif. Ini digambarkan dari nilai indikator efisiensi pengusahaan beras organik ekspor  yaitu nilai PCR ( 0,275) dan DRC (0,031)  yang bernilai kurang dari satu. Kebijakan pemerintah terhadap input dan output secara keseluruhan berdampak menghambat produsen untuk berproduksi dan belum berjalan secara efektif.  Namun, secara keseluruhan komoditas beras organik ekspor memiliki daya saing.                Sehingga dari penelitian mengenai analisis daya saing beras organik ekspor ini diharapkan keikutsertaan pemerintah untuk lebih proaktif dalam pengembangan beras organik ekspor agar lebih memiliki nilai jual serta daya saing di pasar Internasional.Kata kunci : beras organik, daya saing, Gapoktan Simpatik
Respon Tanaman Padi (Oryza Sativa L.) Kultivar Inpari 30 Akibat Pemberian Berbagai Dosis Pupuk Anorganik Dan Macam Mikroorganisme Lokal (Mol) Dadan Ramdani Nugraha; Acep Atma Wijaya
AGRIVET JOURNAL Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : UNIVERSITAS MAJALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan pupuk anorganik secara berlebihan secara terus menerus akan berdampak buruk terhadap kondisi tanah. Hal tersebut perlu dikendalikan salah satunya dengan penggunaan pupuk hayati mikroorganisme lokal yang berasal dari bahan-bahan lokal. Selain itu penggunaan dosis yang tepat yang dibutuhkan tanaman akan mengurangi dampak dan hasil tanaman padi (Oryza sativa L.) Kultivar Inpari 30.Penelitian negative tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian berbagai dosis pupuk anorganik dan macam mikroorganisme lokal terhadap pertumbuhan dilaksanakan di lahan sawah irigasi Desa Banjaran Kecamatan Maja Kabupaten Majalengka. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober  2015 sampai Februari 2016. Penanaman dilakukan dengan system tanam legowo 2:1.Metode penelitian menggunakan metode eksperiment dilapangan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola Faktorial. Perlakuan yang diuji dalam penelitian ini adalah Dosis pupuk anorganik (P), dengan tiga taraf perlakuan yaitu p1 = Dosis 200 kg Urea/ hektar + 100 kg NPK/ hektar, p2 = Dosis 250 kg Urea/ hektar + 150 kg NPK/ hektar, dan p3 = Dosis 300 kg Urea/ hektar + 200 kg NPK/ hektar. Factor kedua yaitu Macam MOL (M) terdiri dari empat taraf perlakuan yaitu, m1 = tanpa MOL, m2 = MOL bonggol pisang, m3 = MOL buah-buahan, m4 = MOL urin kelinci. Perbedaan rata-rata perlakuan diuji dengan Uji Jarak Berganda Duncan pada taraf 5%.Hasil penelitian menunjukkan tidak terjadi interaksi pemberian dosis pupuk anorganik dan macam MOL. Efek mandiri dari pemberian dosis pupuk anorganik berpengaruh nyata pada bobot ubinan (taraf perlakuan p3 =  Dosis 300 kg Urea/ hektar + 200 kg NPK/ hektar). Efek mandiri dari pemberian MOL berpengaruh nyata pada jumlah anakan produktif, jumlah malai, jumlah butir isi per malai, bobot per rumpun, dan bobot ubinan. Taraf perlakuan m3 = MOL buah-buahan memberikan pengaruh paling baik. Kata Kunci: Legowo 2:1, Mikroorganisme Lokal (MOL), Dosis Pupuk Anorganik, Padi.
Efektivitas Chitosan Dan Kapur Dalam Mempertahankan Jumlah Mikroba Dan Sifat Organoleptik Telur Ayam Ras Selama Penyimpanan Aaf Falahudin
AGRIVET JOURNAL Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : UNIVERSITAS MAJALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan efektivitas chitosan dan kapur dalam mempertahankan jumlah mikroba dan sifat organoleptik telur ayam ras selama penyimpanan pada suhu ruang.  Selain itu, untuk mengetahui konsentrasi chitosan yang terbaik dalam mempertahankan  jumlah mikroba dan sifat organoleptik telur ayam ras selama penyimpanan pada suhu ruang.  Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola Split Plot  dengan lama penyimpanan sebagai petak utama (L­0=0 Minggu, L­1=1 Minggu, L­2=2 Minggu, L­3=3 Minggu, L­4=4 Minggu dan L5=5 Minggu) dan bahan pengawet telur sebagai anak petak (P0=Telur tanpa Perlakuan pelapisan chitosan dan kapur, P1=Telur dilapisi Chitosan 1%, P2=Telur dilapisi Chitosan 2%, P3=Telur dilapisi Chitosan 3% dan P4=Telur dilapisi Kapur 5%) yang diulang tiga kali. Data dianalisis dengan menggunakan analisis ragam (SAS versi 6), apabila terdapat perbedaan antar perlakuan dilanjutkan dengan uji wilayah Ganda Duncan, sedangkan pengujian sifat organoleptik menggunakan uji BNJ.Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama penyimpanan dan bahan pengawet berinteraksi nyata (P<0,05) terhadap jumlah mikroba telur.  Bahan pengawet chitosan lebih efektif dalam mempertahankan jumlah mikroba dan sifat organoleptik telur dibandingkan dengan kapur selama penyimpanan pada suhu ruang.  Penggunaan chitosan 1% paling efektif dalam menghambat pertumbuhan mikroba telur dibandingkan dengan chitosan 2% dan 3%.Kata Kunci        :     chitosan, kapur, jumlah mikroba, sifat organoleptik telur
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA TANI SAYURAN BERORIENTASI PASAR MODERN (STUDI KASUS KELOMPOK TANI LIUDIAK DESA LIURAI DISTRIK AILEU TIMOR LESTE) Jose Nunes
AGRIVET JOURNAL Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : UNIVERSITAS MAJALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lingkungan internal dan eksternal yang menjadi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman pada kelompok usahatani sayuran berorientasi pasar modern, dan merumuskan alternatif strategi yang akan dilakukan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus pada Kelompok Tani Liudiak Desa Liurai Distrik Aileu Timor Leste. Teknik analisis menggunakan analisis lingkungan untuk mengidentifikasi faktor-faktor strategis internal dan eksternal yang menjadi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman melalui Matriks IFE dan EFE. Perumusan strategi berdasarkan pada hasil pemetaan pada Matriks SWOT dan analisis Diagram SWOT.Berdasarkan hasil analisis dapat teridentifikasi kekuatan antara lain pola komunikasi yang intensif antar petani anggota kelompok, petani memiliki lahan sendiri, produk sayuran yang berkualitas, adanya kepastian pasar dan harga melalui contract farming dengan Kmanek Supermarket. Sedangkan yang menjadi kelemahan meliputi; Tingkat pendidikan dan pengalaman berusahatani petani masih sangat rendah, kelembagaan kelompok tani masih sangat lemah, modal usahatani seperti lahan, uang, sarana prasarana dan tenaga kerja masih sangat kecil, tidak tersedianya input produksi seperti benih, pupuk dan pestisida secara lokal, saluran pemasaran belum teroganisir, dan teknologi produksi masih sederhana. Peluang antara lain pola belanja masyarakat cenderung ke supermarket, situasi politik dan keamanan cenderung stabil, pangsa pasar besar, dukungan pemerintah melalui "Loja do Povo" dan teknologi yang semakin maju. Sedankang yang menjadi ancaman adalah naiknya harga barang, semua input produksi merupakan produk impor, lembaga keuangan belum bersedia memberi kredit khusus untuk petani, membanjirnya produk sayuran impor dan infrastruktur jalan yang masih rusak.Strategi-strategi yang perlu dilakukan oleh Kelompok Tani Liudiak dalam menjalankan usahatani sayuran untuk pasar modern adalah : Strategi W-O (Weakness-Opportunity) yaitu; meningkatkan keterampilan, keahlian dan kemandirian petani anggota Kelompok Tani Liudiak, melakukan evaluasi untuk mengetahui keberhasilan dan menyusun rencana selanjutnya dan melakukan  kerjasama dengan intansi pemerintah untuk penyediaan input produksi, dan mitra untuk memperbaiki distribusi. Selain strategi W-O strategi-strategi yang lain pun  perlu diperhatikan.         Kata kunci: Sayuran, Strategi pengembangan, usahatani, pasar modern.
Pengaruh Alokasi Modal Terhadap Pendapatan Pada Usaha Ayam Niaga Pedaging Di Kabupaten Majalengka Lili Adam Yuliandri
AGRIVET JOURNAL Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : UNIVERSITAS MAJALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh alokasi modal usaha yang meliputi nilai kandang, peralatan, bibit, pakan, dan tenaga kerja terhadap besarnya pendapatan peternak ayam niaga pedaging di Kabupaten Majalengka. Mengetahui faktor-faktor yang besarnya pendapatan peternak ayam niaga pedaging di Kabupaten Majalengka. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survei.  Sasaran penelitian adalah peternak ayam niaga pedaging di Kabupaten Majalengka yang meliputi Kecamatan Majalengka, Kecamatan Maja, Kecamatan Talaga. Sampel wilayah diambil dengan menggunakan metode purposive sampling, sedangkan sampel peternak diambil  30 persen peternak secara simple random sampling.  Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata keseluruhan modal yang dikeluarkan oleh peternak adalah Rp 170.700.428,- untuk usaha per 6.675 ekor ayam niaga pedaging, modal tersebut dialokasikan untuk; pendirian kandang sebesar 34,82 persen, pembelian peralatan sebesar 25,9 persen, pembelian bibit sebesar 11,47 persen,  pembelian pakan sebesar 26,07 persen, upah tenaga kerja sebesar 1,71 persen dan sisanya 0,03 persen untuk alokasi diluar kelima faktor tersebut diatas. Rata-rata pendapatan  peternak sebesar Rp 5.646.310,6,- per periode atau Rp 28.231.553,-.  Nilai Fhitung sebesar 126,593>Ftabel 0,05 sebesar 2,49, dengan tingkat kepercayaan sebesar 99 persen (P<0,01), berarti bahwa faktor nilai kandang, peralatan, bibit, pakan, dan tenaga kerja berpengaruh sangat nyata terhadap besarnya pendapatan peternak ayam niaga pedaging di Kabupaten Majalengka.  Pengaruh alokasi modal terhadap pendapatan pada usaha ayam niaga pedaging di Kabupaten Majalengka dapat diestimasikan dalam fungsi Y= 420815,6 + 0,166 X1 + 0,022 X2 + 0,003 X3 - 0,020 X4 - 12,435 X5.  Alokasi modal kandang (X1) peralatan (X2) dan bibit (X3) secara parsial berpengaruh positif terhadap pendapatan (Y), sedangkan dan pakan (X4) dan tenaga kerja (X5) secara parsial berpengaruh negatif terhadap pendapatan (Y).Kata kunci : alokasi modal, usaha ayam niaga pedaging, pendapatan

Page 1 of 1 | Total Record : 8