cover
Contact Name
Muhammad Furqan
Contact Email
muhammadfurqan_0407@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
alijtimaiyahpmi@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Al-Ijtimaiyyah
ISSN : 26545217     EISSN : 24610755     DOI : -
Journal Al-Ijtimaiyyah is an open access journal that contributing to publishing various research results and literature review in the field of Islamic community development and social welfare. The journal welcomes the new idea and concepts on the community development field to be published academically. This journal was initiated by a group of academicians who concern with development and social issues at Ar-Raniry Islamic University, Banda Aceh, Indonesia. Focus; Journal Al-Ijtimaiyyah publishes an academic article on Islamic community development and social welfare based on research, project report, book reviews and new concept on Islamic community development that based on deep literature review. Scope; Journal Al-Ijtimaiyyah accepts the submission of articles in the fields of Islamic community development, Islamic microfinance, disaster and development, poverty reduction, social welfare, entrepreneurship and gender, and development.
Arjuna Subject : -
Articles 256 Documents
EKSPLOITASI PEREMPUAN DALAM PERIKLANAN MENURUT PANDANGAN ISLAM Asmaunizar, Asmaunizar
JURNAL AL-IJTIMAIYYAH Vol. 1 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/al-ijtimaiyyah.v1i1.256

Abstract

Perempuan menduduki posisi sekunder tampak dalam jurnalistik televisi terutama melalui saluran iklan. Jumlah karyawan laki-laki yang mengelola siaran televisi jauh lebih banyak daripada karyawan perempuan. Bahkan jika terdapat karyawan perempuan tidak memengang peranan penting yang menentukan kebijakan penerbitan atau penyiaran, penyajian berita, feature dan opini. Dalam iklan komersial pandangan hegemoni laki-laki secara otomatis akan menjadikan perempuan dan daya tarik seksual mereka sebagai objek sehingga ekploitasi sukar untuk dihindari. Terjadinya penyimpangan periklanan seperti menampilkan perempuan dengan pakaian minim, itu diluar konsep dasar dan tatalaksana periklanan yang sesungguhnya. Hal itu karena mengejar keuntungan semata akibat dari persaingan media yang ada dalam meningkatkan ekonomi perusahaan. Sesuai dengan fungsinya, media mampu memberikan pendidikan, menghibur dan mempengaruhi kehidupan masyarakat. Media sebagai penjaga atau pengawal kebenaran, televisi menjalankan fungsinya untuk melakukan sosial control terhadap kesalahan yang terjadi di masyarakat. Berdasarkan kajian Islam bahwa periklanan sebagai sarana penyampaian informasi dapat menyebarkan pesan-pesan dakwah untuk setiap kalangan berupa informasi yang positif. Adapun informasi tersebut seperti informasi perdagangan, pendidikan, kesehatan dan informasi penyiaran agama Islam dan sebagainya. Dari fakta yang ada menunjukkan bahwa arus informasi global hampir seluruhnya tidak seimbang, lebih banyak datang dari budaya barat ke budaya Islam termasuk dalam hal periklanan. Keyword: Eksploitasi,Women, Advertising, Islam
'SYAHADAT' SEBUAH PENDEKATAN DALAM MENGOPTIMALKAN MANAJEMEN PAUD BERBASIS MASYARAKAT Ulfa, Maria
JURNAL AL-IJTIMAIYYAH Vol. 1 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/al-ijtimaiyyah.v1i1.257

Abstract

AUD merupakan lembaga pendidikan yang banyak dikembangkan oleh masyarakat dalam rangka membantu mensukseskan program pemerintah dalam bidang pendidikan, khususnya pendidikan anak usia dini di selurh pelosok tanah air. PAUD berbasiskan masyarakat artinya PAUD yang dikembangkan oleh masyarakat, dimana masyarakat merupakan subjek pendidikan dan bukan merupakan objek pendidikan. PAUD yang dikembangkan masyarakat ini merupakan jawaban dari kebutuhan masyarakat karena pentingnya PAUD di wilayah tempat tinggal mereka, tidak hanya berada di kota kota saja, namun PAUD harus menjangkau di seluruh pelosok desa. Sehingga PAUD berbasiskan masyarakat ini dapat berada di tengahtengah masyarakat yang menjadi sebuah kebutuhan masyarakat,dan masyarakat saling menjaga keberlangsungan PAUD tersebut. Kata kunci: Pendidikan anak, Syahadat, Masyarakat
KONSEP WALAD DAN PEMBAGIAN HAKNYA MENURUT IMAM MAZHAB DAN SYAHRUL (KAJIAN TEORI HUDUD SYAHRUL) Jamaluddin, Jamaluddin
JURNAL AL-IJTIMAIYYAH Vol. 4 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/al-ijtimaiyyah.v4i2.1313

Abstract

This study raises the concept of walad and the distribution of rights in Islamic inheritance according to the hudud Syahrur theory and the ulema of the school of fiqh. Syahrur did not differentiate the meaning of the word walad in an-Nisa 'verses 11 and 12 and 176. Shahrur interpreted the word walad in an-Nisa' as a boy and girl. This opinion is clearly different from the opinion that developed among the Sunni scholars. The ulama of the school interprets the word 'Surat an-Nisa' verse 176 as a boy. This opinion has 2 reasons. First, they use the Walad lafad in a special way. The Arabs interpret lafad walad as a son only in terms of (daily habits), the second lafad walad is interpreted in a hamlu way because there are three hadiths as supporters. The three hadiths say that girls cannot spend property. Syahrur established three forms of legal boundaries in the distribution of inheritance for boys and girls. The first is the maximum portion for boys 66.6% and the minimum limit for girls is 33.3%. The second is the minimum limit that must be accepted by girls 2/3. The third is the minimum limit for girls to get half (50%) of the assets. Whereas according to the ulama the sect received by a boy is equal to two parts for a girl. This understanding is interpreted through the Bayani approach.Keywords: Walad’s pronunciation, part of inheritance for children
APLIKASI TAHAPAN PERTOLONGAN DALAM PEKERJAAN SOSIAL DI RUMAH PERLINDUNGAN SOSIAL ANAK (Studi di Panti Sosial Asuhan Anak Darussa'adah Aceh Besar) Husna, Nurul
JURNAL AL-IJTIMAIYYAH Vol. 3 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/al-ijtimaiyyah.v3i2.3270

Abstract

ABSTRAK Anak merupakan bagian dari masyarakat yang mempunyai hak untuk dilindungi, terutama anak yang membutuhkan perlindungan khusus. Banyak permasalahan anak yang membutuhkan perlindungan khusus seperti anak korban penelantaran, bayi terlantar, bayi yang dibuang, anak korban kekerasan fisik, pelecehan seksual, korban pemerkosaan dan anak korban perdagangan. Salah satu peran pemerintah untuk menangani permasalahan-permasalahan tersebut yaitu dengan mendirikan shelter atau rumah aman bagi anak-anak yang membutuhkannya. Rumah Perlindungan Sosial Anak merupakan salah satu tempat berlindung bagi anak yang membutuhkan perlindungan khusus. Melalui Rumah Perlindungan Sosial Anak, anak akan dibantu menyelesaikan permasalahannya dengan dukungan dari berbagai profesi diantaranya pekerja sosial, psikolog, pembimbing agama, dan perawat. Anak diberikan pelayanan mulai dari proses engagemen, intake, contract, assessment, planning, intervention, monitoring, evaluation, sampai dengan proses termination. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif yang memusatkan perhatiannya pada penemuan fakta-fakta sebagaimana keadaan yang sebenarnya terjadi, dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu pelayanan yang diberikan oleh RPSA telah sesuai dengan tahapan pertolongan dalam pekerjaan sosial. Lembaga menggunakan tahapan-tahapan dalam pekerjaan sosial untuk menangani permasalahan pada klien. Banyak anak yang telah berfungsi sosial kembali setelah mendapat pelayanan di RPSA.
POLA DAKWAH PADA MASYARAKAT PEDESAAN ACEH BARAT Rasyidah, Rasyidah
JURNAL AL-IJTIMAIYYAH Vol. 3 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/al-ijtimaiyyah.v3i2.3271

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pola dakwah pedesaan di Aceh Barat, dan faktor- faktor yang mempengaruhi. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif analisis. Hasil penelitian menunjukkan dari segi sasaran dakwah, pola dakwah yang menguat adalah dakwah jam’iyah, mayoritasnya untuk orang tua dan anak-anak. Dari segi pendekatan, pola dakwah yang menguat Struktural-sentrifugal”, “struktural media campaign”, dan “kultural-sentripetal bercorak sufistik”. Diantara faktor yang mendorong menguatnya dakwah struktural di Aceh Barat, yaitu komitmen politik terhadap Syariat Islam, cara pandang pimpinan pemerintahan terhadap kegiatan keagamaan yang dianggap sebagai do’a penyelamat, dan kesesuaian agenda dakwah struktural dengan tradisi majelis ta’lim yang telah mengakar. Faktor yang mempengaruhi menguatnya dakwah kultural-sentripetal bercorak sufistik diantaranya: keterikatan masyarakat pada sosok teungku yang menginisiasi kegiatan Tawajjuh dan Suluk., anggapan masyarakat terkait keberadaan Suluk sebagai level pendalaman keagamaan yang lebih tinggi, kecendrungan masyarakat tehadap suasana kenikmatan bathin ketika Tawajjuh dan Suluk, serta lokasi penyelenggaraannya yang mudah diakses. Kata Kunci: Pola, Dakwah, Masyarakat
PENANAMAN RASA TABU KORUPSI PADA ANAK SEKOLAH DASAR Malih, Sa'i
JURNAL AL-IJTIMAIYYAH Vol. 3 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/al-ijtimaiyyah.v3i2.3272

Abstract

ASTRAK Korupsi di Indonesia sudah menjadi penyakit yang menahun. Aceh adalah provinsi terkorup ke dua di Indonesia. Pengobatan penyakit korupsi itu telah dilakukan dengan berbagai cara, namun nampaknya semua gagal. Satu cara yang diharapkan dapat mencegah korupsi di masa yang akan datang adalah dengan membina mental anak didik, yaitu menanamkan rasa tabu melakukan korupsi. Ini perlu dilakukan karena penanaman rasa tabu ketika masih kecil, akan mewarnai kehidupan hingga ke usia tua. Peraturan Perundang-Undangan yang memerintahkan ke arah itu sudah ada. Akan tetapi setelah diadakan penelitian, ternyata peraturan itu belun dilaksanakan secara terprogram. Alasan tenaga pendidik belum melaksanakan itu karena belum ada petunjuk teknis dan petunjuk pelaksana yang dibuat secara rinci, baik dalam kurikulum atau silabus nasional maupun kurikulum atau silabus local. Supaya itu cepat terwujud, maka hendaknya Pemerintah Daerah, Majelis Pendidikan Daerah, dan lembaga lain yang memegang kebijakan di bidang pendidikan harus segera membuat regulasi baru di bidang ini. Kata Kunci: Pendidikan, Anak didik, Tabu, Korupsi
MODERENISASI SISTEM EKONOMI ISLAM M. Amin, Zaini
JURNAL AL-IJTIMAIYYAH Vol. 3 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/al-ijtimaiyyah.v3i2.3273

Abstract

ABSTRAK Modernisasi sistem ekonomi Islam merupakan proses perubahan pola berpikir dan tata kerja secara teradisi lalu menggantikannya dengan pola berpikir dan tata kerja baru yang mengalami sedikit perubahan seperti menambah atau mengurangi konsep asal ulama mazhab, namun tidak lari dari substansinya. Kegunaannya adalah untuk memperoleh daya guna dan dan efesiensi maksimal dalam pelaksanaannya pada lembaga-lembaga ekonomi modern seperti perbankan syariah dll. Oleh karena itu produk-produk system ekonomi Islam telah dikemas dan diimplementasikan secara modern dan profesional sesuai denga perkembangan zaman. Sesuai dengan tujuan kajian untuk mengevaluasi proses modernisasi sistem ekonomi Islam pada maka diperlukan studi mendalam terhadap modernisasi itu apakah sudah mengacu sepenuhnya pada metode metode dan pedoman modernisasi itu sendiri, atau belum. Dengan demikian diperlukan pendekatan deduktif, dalam pengambilan kesimpulannya; suatu kesimpulan secara khusus berdasarkan sifat-sifat yang berlaku umum. Dalam konteks pemikiran modern Islam, pembaharuan merupakan suatu wacana yang mengawali perubahan mendasar bagi Islam sebagai suatu nilai ajaran dan umatnya sebagai pembuat arus perubahan tersebut. Modernisasi dalam khazanah masyarakat Barat mengandung makna pikiran, aliran, gerakan dan usaha untuk mengubah paham-paham, adat istiadat, institusi-institusi lama dan sebagainya untuk disesuaikan dengan suasana baru yang di timbulkan oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi modern. Urgensi modernisasi dalam Islam tidak bisa dikesampingkan pada zaman teknologi dan informatika sekarang ini. Modernisasi perlu dilakukan bukan hanya untuk menjawab tantangan global, tetapi lebih penting lagi, untuk mengangkat harkat kaum muslimun, mengeluarkan mereka dari kemunduran dan keterbelakangan dan sebaliknya, mengantarkan mereka pada kemajuan. Kata Kunci: Modernisasi, Ekonomi Islam
PERTUMBUHAN KEGIATAN KEWIRAUSAHAAN DISEKITARAN KAMPUS UIN AR-RANIRY, BANDA ACEH Murdani, Teuku
JURNAL AL-IJTIMAIYYAH Vol. 3 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/al-ijtimaiyyah.v3i2.3274

Abstract

ABSTRAK Kampus spemacam UIN Ar-Raniry Banda Aceh merupakan tempat dimana ramai orang yang datang untuk belajar. Mereka datang dari berbagai kabupaten/kota di Aceh bahkan ada dari provinsi lain di Indonesia. Mereka datang ke Banda Aceh membawa resourch untuk dihabiskan seperti uang kuliah, uang untuk membeli buku, makanan, sewa kost, hiburan dan lain sebagainya. Seorang wirausahawan akan melihat ini sebagai sebuah kesempatan dan akan menciptakan alat untuk medapatkan kesempatan tyersebut. Kenyataannya, banyak aktifitas wirausaha disekitar kampus saat ini, khususnya usaha penjualan makanan untuk mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk melihat motivasi dibalik kegiatan kewirausahaan tersebut dan apa strategi pemasaran yang mereka praktekkan. Untuk mengumpulkan data saya memakai metode kualitatif dengan tehnik observasi dan wawancara. Ranai dari wirausahawan menyebutkan bahwa ide berwirausaha karena mereka ingin memiliki bisnis sendiri ikut teman, karena ramai yang datang ke kampus setiap hari maka kebanyakan dari usaha tergolong sukses. Tidak ada strategi khusus tetapi ada yang menggunakan media sosial.
PEKERJA SOSIAL INDUSTRI DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT ACEH SINGKIL Lembong, T. Misbah
JURNAL AL-IJTIMAIYYAH Vol. 3 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/al-ijtimaiyyah.v3i2.3275

Abstract

ABSTRAK Pekerja sosial sangat berperan penting dalam membantu masyarakat untuk mendapatkan perlindungan sosial terutama di dunia industri. Pekerja sosial kerap menjadikan dirinya sebagai pendamping sosial yang hadir sebagai agen perubahan dan turut terlibat membantu memecahkan persoalan yang dihadapi oleh masyarakat sekitar perusahaan. Perkebunan Kelapa Sawit PT. Lembah Bhakti yang beroperasi di Aceh Singkil memiliki kewajiban untuk memberdayakan masyarakat terutama yang berbatasan langsung dengan areal usaha yang mereka jalankan. Pada kenyataannya, perusahaan belum mampu sepenuhnya menunaikan tanggungjawab sosialnya secara baik sehingga konflik antara perusahaan dengan masyarakat sekitar kerap terjadi. Persoalan ini muncul disinyalir karena di PT Lembah Bhakti belum menghadirkan seorang pekerja sosial industri yang profesional, sehingga acapkali program-program pemberdayaan yang dilakukan oleh perusahaan tidak disahuti oleh masyarakat dengan baik, bahkan tidak sedikit yang menolaknya. Kata Kunci: Pekerja Sosial, Pemberdayaan, Perusahaan.
STUDI KRITIK MELALUI METODE TAKHRIJ HADITS TENTANG MENGHIAS BANGUNAN MASJID SEBAGAI TANDA AKHIR ZAMAN Abdillah, Junaidi
JURNAL AL-IJTIMAIYYAH Vol. 4 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/al-ijtimaiyyah.v4i1.3494

Abstract

This paper aims to explore and reveal the law (istimbāth al-ahkām) about the law of boast and decorate the building of the mosque. The theme in this paper becomes an important and interesting issue when faced with contemporary phenomenon in Indonesia in particular and massively world, many people who build and decorate the mosque. Though normatively, this practice allegedly the Prophet as a sign of the end of time. This paper is written using syarah and naqd through out methods takhrij al-hadits approach. While in the realm of legal extraction, the approach used is a hermeneutical approach based on qawa’id al-lughawiyyah and maqashid al-syari’ah on texts of hadith. This study produces several conclusions: (1) hadith about proudly with mosque belonging to Āhād hadith category which is zhanni al-wurud (2) The law of building and decorating the mosque is makruh li-tahrim notes not accompanied by efforts to revive and prosper the mosque (3) This hadith include a hunching hadith containing a profound message of will as a stimulus of the Prophet SAW to his people aware of the existence, purpose, orientation of building the mosque itself and the existence of accountability in the hereafter.Key words: Mosque, splendor, doomsday, decorate, law