Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak
Jurnal Bunayya (Jurnal Pendidikan Anak) Terbit 6 bulan sekali (Januari dan Juli) sudah dimulai sejak juni 2015, diterbitkan oleh program studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Jurnal ini diharapkan sebagai media bagi dosen, peneliti, praktisi, guru, mahasiswa dan masyarakat luas yang memiliki perhatian terhadap bidang pendidikan dan pembelajaran anak usia dini. Redaksi menerima naskah berupa hasil penelitian, studi pustaka, pengamatan atau pendapat atas suatu masalah yang timbul dalam kaitannya dengan perkembangan bidang-bidang di atas dan belum pernah diterbitkan oleh jurnal lain. Redaksi berhak memperbaiki atau mempersingkat tanpa mengubah isi. Artikel dimuat setelah melalui tahap seleksi.
Articles
238 Documents
URGENSI PEMBEKALAN PEDAGOGIK KEPADA ORANG TUA
Loeziana Uce
Bunayya Vol 7, No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/bunayya.v7i1.9289
Orang tua bertanggung jawab dalam pendidikan anak, oleh karena itu orang tua sangat penting dalam memahami pedagogic. Metode penelitian ini merupakan metode kualitatif Untuk memperoleh data yang valid dan akurat urgensi pembekalan pedagogic kepada orang tua, digunakan jenis penelitian yang sesuai dengan permasalahan tersebut yaitu studi kepustakaan (library research). Pedagogic merupakan suatu ilmu atau seni mendidik yang mempelajari tentang ilmu anak untuk membimbing dan mendidik anak atau ilmu dan seni mengajar. Terdapat beberapa manfaat pedagogic salah satunya memanusiakan manusia. kompetensi pedagogik adalah kemampuan seorang pendidik (guru atau orang tua) dalam mengelola pembelajaran peserta didik yang meliputi kemampuan dalam memahami peserta didik. Terdapat berbagai cara yang dilakukan oleh orang tua untuk pendidikan anaknya baik pendidikan formal ataupun non formal seperti mengontrol waktu belajar dan lain-lain.
EVALUASI ALAT PERMAINAN EDUKATIF (APE) “MINI DRUM” DITINJAU DARI SYARAT PEMBUATAN APE PADA MATA KULIAH PENGEMBANGAN APE
Zikra Hayati
Bunayya Vol 7, No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/bunayya.v7i1.9294
Alat Permainan Edukatif sangat banyak dijumpai dalam lingkungan PAUD, dengan berbagai jenis, model, warna dan aspek perkembangan AUD. Namun banyak dari perencanaan APE yang belum memahami kesesuaian dengan syarat kriteria APE yang sesuai dengan teori pembuatan APE yang tepat pada Mata Kuliah Pengembangan APE. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi pemenuhan syarat pembuatan APE (Alat Permainan Edukatif) mini drum terhadap hasil produk pembuatan APE mahasiswi PIAUD angkatan 2019 berdasarkan syarat pembuatan APE. Penelitian ini mengambil jenis penelitian evaluasi dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Model evaluasi yang digunakan ialah model evaluasi discrepancy evaluation model yang dikembangkan oleh Malcolm. Ada tiga syarat standar pemenuhan APE, yaitu: (1) syarat edukatif, (2) syarat teknis dan (3) syarat estetika. Penelitian ini ialah APE area matematika. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini ialah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini ialah menunjukkan bahwa: 1) Mini Drum sudah memenuhi syarat Edukatif karena Mini Drum di buat untuk tujuan pendidikan yang di tujukan pada anak usia 5-6 tahun guna untuk mengembangkan aspek perkembangan anak serta agar anak dapat mengenali alat musik dan lainnya. 2) Mini Drum di buat sesuai dengan syarat tahap pembuatan termasuk tahap teknis dimana dalam pembuatannya itu perlu memerhatikan alat dan bahan yang digunakan serta mudah didapatkan karena alat dan bahan yang di gunakan semuanya tidak ada yang di beli semua memang sudah ada dan merupakan sisa-sisa pembuatan media yang lain. Dalam pembuatan juga memamfaatkan barang bekas dan barang yang mudah di dapatkan. Dalam pembuatan Mini Drum juga sangat di perhatikan keseluruhannya agar mana digunakan oleh anak serta dapat di gunakan dalam waktu jangka panjang. 3. Syarat Estetika, Mini Drum itu mengandung unsur keindahan dan kerapian dimana menggunakan warna yang cerah sehingga dapat menarik minat anak.
IMPLEMENTASI POP-UP COMIC UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BAHASA ANAK SEBAGAI MEDIA LITERASI
Mawarni Purnamasari, Suyadi
Bunayya Vol 7, No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/bunayya.v7i1.9290
Di era revolusi industri 4.0 membawa pengaruh pada mainan anak. Saat ini anak lebih menyukai permainan dan media yang modern dan canggih, khususnya smartphone. Padahal media tersebut memiliki dampak yang buruk bagi anak. Maka dari itu peneliti melakukan penelitian penerapan media pop-up comic yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bahasa serta mendukung aktivitas literasi sejak dini yang diterapkan pada anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini mengunakan penelitian kualitatif desktriptif. Penelitian ini dilakukan di PAUD Terpadu N. 1 Rumah Cinta Kab. PALI Prov. Sumsel. Hasil penelitian berdasarkan aspek perkembangan bahasa memperoleh hasil peningkatan yang baik sekali. Maka dapat disimpulkan bahwa media pop-up comic untuk meningkatkan kemampuan bahasa anak sebagai media literasi dapat diimplementasikan dalam pelajaran untuk anak usia 5-6 tahun dengan baik sekali.
PROSES BELAJAR ANAK USIA 0 SAMPAI 12 TAHUN BERDASARKAN KARAKTERISTIK PERKEMBANGANNYA
Putri Rahmi, Hijriati
Bunayya Vol 7, No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/bunayya.v7i1.9295
Anak merupakan individu yang sedang mengalami pertumbuhan dan perkembangan, keduanya terjadi secara bertahap. Pembagian kelompok usia anak menjadi : 0 sampai 6 tahun masa anak usia dini, 7 sampai tahun 12 masa sekolah dasar. Pembelajaran pada anak usia dini befokus pada memerankan perasaan dan nurani, belajar sambil bermain, belajar melaui komunikasi dan interaksi sosial, belajar melaui lingkungan serta belajar memunuhi hasrat dan kebutuhannya. Sedangkan pada usia sekolah dasar anak mulai berfikir secara logis dan konkret namun mereka belum mampu berfikir secara abstrak dikarenaka penalarannya masi terbatas. Mereka hanya mampu menyelesaikan persoalan yang menyakut dengan objek kongkret yang dapat dirasakan oleh panca indera.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI KEGIATAN BRUSH PAINTING DI TK IT BAITUSSHALIHIN ULEE KARENG BANDA ACEH
Muthmainnah, Heliati Fajriah, Ria Ulfa
Bunayya Vol 7, No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/bunayya.v7i1.9285
Brush painting merupakan salah satu kegiatan yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia dini. Kegiatan brush painting melibatkan jari tangan dan koordinasi mata. Proses pembelajaran di TK IT Baitusshalihin Ulee Kareng Banda Aceh ditemukan bahwa kemampuan motorik halus anak masih kurang optimal. Anak masih kesulitan saat memegang krayon dan masih belum rapi dalam mewarnai gambar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan brush painting dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak di TK IT Baitusshalihin Ulee Kareng Banda Aceh. Penelitian ini merupakan pre-eksperimental desain dengan rancangan one group pre-test post-test design. Sampel penelitian adalah anak kelompok A1 yang berjumlah 15 anak. Berdasarkan perhitungan nilai pre-test 5.2 dan post-test 9.2 pada kelas eksperimen, maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan brush painting dapat meningkatkan motorik halus anak di TK IT Baitusshalihin Ulee Kareng Banda Aceh.
MANAJEMEN SEKOLAH DALAM MENGEMBANGKAN STRATEGI PEMBELAJARAN ANAK USIA DINI PADA MASA PANDEMI COVID-19
Mardi Fitri, Aninditya Sri Nugraheni
Bunayya Vol 7, No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/bunayya.v7i1.9291
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pembelajaran untuk anak usia dini di daerah terpencil pada masa pandemi Covid-19. Pola kerjasama guru dan orang tua dalam mengelola strategi pembelajaran di rumah, Kendala yang dihadapi selama proses belajar dan bermain di rumah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua model strategi pembelajaran yang digunakan, yaitu: (1) Model belajar dari rumah dengan didampingi oleh orang tua, dan (2) Model pembelajaran tatap muka disekolah. Kendala yang dihadapi di antaranya, kurangnya pemahaman tentang penggunaan teknologi, orang tua memiliki kesibukan dalam bekerja, kurangnya referensi pemilihan permainan.
PENERAPAN METODE ONE DAY ONE AYAT UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN ANAK DALAM MENGHAFAL JUZ AMMA DI TK FKIP UNSYIAH BANDA ACEH
Munawwarah, Aisyah Idris, Husna Hakim
Bunayya Vol 7, No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/bunayya.v7i1.9296
Metode one day one ayat merupakan metode menghafal yang menyenangkan bagi anak karena dapat dilakukan dengan berbagai cara dan teknik yang dapat berpengaruh baik pada perkembangan jiwa anak. Proses pembelajaran untuk mengembangkan kemampuan menghafal anak yang terjadi dilapangan masih kurang efektif, dikarenakan kurangnya fasilitas dan metode yang digunakan. Salah satu aspek perkembangan yang dapat dikembangkan melalui metode ini adalah aspek perkembangan kognitif atau kecerdasan pada anak dalam proses menghafal ayat-ayat Al-Qur’an/Juz Amma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan dalam penerapan metode ODOA terhadap kemampuan hafalan Juz Amma pada anak. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan menggunakan one group pretest-posttest design yang terdiri dari subjek yang berjumlah 7 anak dengan 3 laki-laki dan 4 perempuan. Data dikumpulkan melalui ceklist lembar observasi dan dianalisis dengan deskriptif kuantitatif yang dibantu dengan rumus uji-T. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya pengembangan dalam menghafal Juz Amma dengan penerapan metode ODOA pada saat pre-test mencapai 42,85%, post-test 91,42%. Data hasil uji-T diperoleh thitung> ttabel yaitu 16,552 >2,447. Kesimpulan yang didapat bahwa penerapan metode ODOA dapat mengembangkan kemampuan hafalan Juz Amma.
PENGEMBANGAN KEGIATAN PEMBELAJARAN “BELAJAR DARI RUMAH” TEMATIK UNTUK ANAK USIA DINI DIMASA PANDEMI COVID 19 DI KOTA BANDA ACEH
Lina Amelia, Fitriah Hayati
Bunayya Vol 7, No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/bunayya.v7i1.9286
Saat ini Indonesia sedang dilanda bencana non alam yaitu COVID-19 (corona virus deseases nineteen). Dampak dari virus ini bukan hanya mengancam kesehatan masyarakat akan tetapi juga ekonomi masyarakat dan pendidikan termasuk pendidikan anak usia dini. Pemerintah Indonesia mengambil kebijakan didunia pendidikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan menerbitkan surat edaran bertanggal 24 Maret 2020 yang mengatur pelaksanaan pendidikan pada masa darurat penyebaran corona virus yaitu Kebijakan “Belajar dari Rumah” untuk mencegah penyebaran COVID-19 di lingkungan sekolah. Penelitian ini dilakukan dalam rangka mendukung program pemerintah belajar dari rumah khususnya dalam bidang PAUD. Penelitian ini melakukan pengembangan kegiatan untuk anak usia dini didasarkan kurikulum 2013 PAUD yaitu Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak ( STPPA) Permendikbud No. 137. tahun 2014.dalam penelitian ini dikembangkan kegiatan pembelajaran pada 3 tema untuk usia 5-6 tahun yaitu tema aku dan anggota tubuhku, lingkungan sekitar tempat tinggalku, kebutuhan untuk hidup. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan desain 4D ( define, desain, develop dan disseminate).Pelaksanaan penelitian ini akan dilakukan dengan 3D (define, desain, develop). Tujuan pengembangan modul belajar dari rumah ini adalah untuk menjadi pedoman bagi orang tua anak usia dini dalam membimbing anak belajar dirumah selama pandemic covid19. Hasil dari define modul dihasilkan 3 tema di semester 1 yang akan dikembangkan dalam satu modul yang akan dihasilkan. Tiap tema meliputi indicator 6 aspek perkembangan anak yaitu nilai agama dan moral, fisik motoric, kognitif, Bahasa, social emosional dan seni. Tahap kedua desain , modul didesain untuk 10 minggu. Desain kegiatan belajar dari rumahnya 2 kegiatan perhari dengan bahan-bahan yang mudah didapat orang tua di rumah termasuk upaya pengenalan huruf oleh orang tua kepada anak secara bertahap.
PEMBELAJARAN ENTREPRENEURSHIP MELALUI SENTRA BERMAIN PERAN DI TK IT AN-NAJAH
Kia Monika
Bunayya Vol 7, No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/bunayya.v7i1.9292
Pembelajaran entrepreneurship penting dilakukan bagi anak usia dini, karena dalam kehidupan sehari-hari anak akan sering mengalami entrepreneur/jual beli secara langsung. Melalui sentra bermain peran dalam pembelajaran entrepreneurship bagi anak memungkinkan anak secara langsung memerankan peran sebagai penjual dan pembeli serta mengenal mata uang yang digunakan sebagai alat tukar untuk membeli sesuatu. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui manfaat sentra bermain peran bagi anak usia dini dan untuk meningkatkan pembelajaran entrepreneurship melalui sentra bermain peran. Untuk memperoleh data dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran entrepreneurship melalui sentra bermain peran memiliki banyak manfaat, diantaranya anak dapat berperan sebagai penjual dan pembeli, anak dapat mengenal angka, mengenal mata uang, dan mengenal warna. Anak juga sangat antusias mengikuti pembelajaran ini. antusiasme anak muncul karena dalam sentra bermain peran ini memberikan kesempatan bagi anak untuk lebih aktif, tertarik, dan bersemangat dalam mengikuti proses pembelajaran.