cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Counsellia
ISSN : 20883072     EISSN : 24775886     DOI : -
Core Subject : Education,
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling with registered number ISSN: 2088-3072 (Print) and ISSN: 2477-5886 (Online), is a peer-reviewed journal which publishes conceptual ideas, studies and research on the theory and application of Guidance and Counseling also education related to Guidance and Counseling. Counsellia is published by Departement of Guidence and Counseling Faculty of Teacher Training and Education Universitas PGRI Madiun. Any changes to the journal will be delivered on Journal History. Abstracts and full text that have been published on the website can be read and downloaded for free. Counsellia publish regularly two times a year in May and November.
Arjuna Subject : -
Articles 243 Documents
APLIKASI GAME SIMULATION UNTUK MEREDUKSI KECEMASAN SISWA DALAM MENGHADAPI UN KELAS IX SMP NEGERI I DAGANGAN Muryanto, Hagus; Kadafi, Asroful; Trisnani, Rischa Pramudia; Fitriani, Vivi Yuniar
Jurnal Counsellia Vol 3, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Counsellia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberhasilan Ujian Nasional salah satunya ditentukan oleh kondisi psikis para siswa. Perasaan takut gagal dapat menjadi beban yang menyebabkan para siswa memiliki kecemasan dalam menghadapi ujian nasional. Kecemasan ini dapat mempengaruhi kondisi psikologis mereka yang akan mengganggu aktivitas mereka sebagai reaksi terhadap adanya sesuatu yang bersifat mengancam. Ketenangan dalam menghadapi ujian nasional mutlak diperlukan bagi peserta ujian nasional. Diharapkan dalam menghadapi ujian nasional siswa dalam kondisi tenangBerdasar observasi yang dilakukan oleh peneliti, dari Jumlah total Kelas IX SMP Negeri 1 Dagangan ada 245 siswa dan  hanya 25% yang tidak mengalami kecemasan menghadapi UN. Sesuai dengan permasalahan yang diteliti dan prosedur yang ditempuh, penelitian ini menggunakan desain True-Experimental.Sampel penelitian ditetapkan secara acak yang keseluruhannya berjumlah 40 siswa SMP Negeri I Dagangan Madiun dengan perincian 20 siswa untuk kelompok yang diberi perlakuan game simulation untuk mereduksi kecemasan dalam mengahadapi UN dan 20 siswa untuk kelompok yang tidak diberi perlakuan game simulation untuk mereduksi kecemasan dalam mengahadapi UN.Pelaksanaan eksperimental berlangsung selama 10 kali 45 menit di lapangan. Data yang berhasil dikumpulkan melalui test, dianalisis dengan t-test. Hasil analisis data menunjukkan bahwa penelitian mengenai perbedaan kecemasan siswa dalam menghadapi UN antara yang diberi perlakuan dengan game simulation dan yang tidak diberi perlakuan game simualtion dalam taraf kepercayaan 95 % terbukti secara signifikan. Begitu pula pada taraf kepercayaan 99 % terbukti ada perbedaan yang signifikan.Berdasar perhitungan t-score diketahui ada perbedaan sebesar rata-rata 6,44 antara kedua kelompok tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa game simulationberpengaruh positif dalam mereduksi kecemasan siswa dalam menghadapi UN, baik dalam taraf 95% maupun 99%.Kata Kunci: Kecemasan, Game Simulation
MENGURANGI TINGKAT AGRESIVITAS ANAK USIA TK MELALUI TERAPI BERMAIN (PLAY THERAPY) Chotim, Muhammad; Ratnaningtyas A, Dian; Dewi, Novianti Kartika
Jurnal Counsellia Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Counsellia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat  agresivitas anak usia TK . penelitian ini juga untuk mengetahui bagaimana keefektivan Play Therapy dalam mengurangi tingkat agresivitas anak usia TK.Rancangan penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif eksperimen. Berdasarkan penelitian yang dilaksanakan di TK ABA Dagangan Kabupaten Madiun diperoleh gambaran bahwa anak usia TK di TK ABA tersebut cenderung menunjukkan perilaku agresif. Hal ini terlihat dari lembar observasi Child Behavior Check List (CBCL) yang dilakukan oleh peneliti terhadap orang tua dan guru siswa.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku agresi yang sering muncul pada anak TK ABA Dagangan adalah memukul, mengejek dan merebut mainan teman. Ketiga perilaku tersebut mendominasi tingkah laku mereka sehari-hari baik alam kegiatan disekolah maupun dirumah. Untuk dapat mengurangi tingkat agresi tersebut peneliti melakukan kegiatan intervensi dengan menggunakan Play Therapy sebanyak 6 kali. Rancangan Play Therapy yang digunakan dalam penelitian untuk mengurangi tingkat agresivitas ini adalah dengan permainan ular tangga dan sandiwara boneka. Berdasarkan kegiatan intervensi yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa tingkat agresi anak TK Dagangan mengalami penurunan. Walaupun tidak semua anak mengalami penurunan yang drastic namun dari 6 kali kegiatan intervensi yang dilakukan (3 kali untuk kegiatan intervensi permainan ular tangga dan 3 kaliuntuk kegiatan intervensi bermain drama boneka) tersebut anak yang bernama Nina, Albert, Cika dan Deni sudah dapat mengontrol tingkah laku agresinya. Sedangkan untuk siswa yang bernama Andi dan Firman perlu rancangan intervensi lebih lanjut. Dengan demikian penggunaan Play Therapy yang dirumuskan oleh peneliti efektif untuk menurunkan perilaku agresi anak TK ABA Dagangan. Kata Kunci: anak TK, agresivitas, play therapy
PENGARUH SERTIFIKASI DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP MINAT GURU BIMBINGAN KONSELING UNTUK MENGIKUTI PENDIDIKAN LANJUT Prijono, Sardjono Gatut
Jurnal Counsellia Vol 1, No 2 (2011)
Publisher : Jurnal Counsellia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dimensi program sertifikasi dan motivasi kerja terhadap minat guru Bimbingan Konseling untuk mengikuti Pendidikan Lanjut setelah menempuh jenjang S1. Populasi penelitian adalah  guru Bimbingan Konseling yang berada di Kabupaten Madiun. Sampel penelitian berjumlah 28 dari 9 sekaloh yang terdiri SMA/SMK/MA Negeri-Swasta. Variabel independen dalam penelitian ini yaitu program sertifikasi dan motivasi kerja, sedangkan variabel dependennya adalah  minat mengikuti pendidikan lanjut. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner, dan data dianalisis dengan menggunakan metode analisis korelasi dan  regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program sertifikasi  guru dan motivasi kerja secara bersama-sama berpengaruh terhadap minat untuk mengikuti pendidikan lanjut, hal tersebut ditunjukkan oleh koefisien korelasi (r) = 0,6209 ,dan koefisien determinan (r²) = 0,3855  dengan demikian menunjukkan bahwa sumbangan sertifikasi dan motivasi kerja terhadap minat guru bk mengikuti pendidikan lanjut sebesar 38,55 % . Kata kunci: Sertifikasi, Motivasi Kerja, Minat Pendidikan Lanjut. 
PERANAN SELF-REGULATED LEARNING DALAM PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME DALAM KERANGKA IMPLEMENTASI KURIKULUM TAHUN 2013 Asri, Dahlia Novarianing
Jurnal Counsellia Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Counsellia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPendidikan dan pembelajaran di sekolah dapat dipandang sebagai suatu sistem. Di dalamnya terdapat beberapa komponen yang saling berinteraksi, yaitu siswa, guru, kurikulum, administrasi, fasilitas penunjang dan lingkungan belajar. Setiap komponen pembelajaran tersebut mempunyai peranan dan fungsi masing-masing yang mendukung keseluruhan sistem pendidikan dan pembelajaran di sekolah dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.Dalam pengertian pendidikan dan pembelajaran sebagai suatu sistem sebagaimana yang telah dikemukakan di atas, kurikulum dipandang sebagai salah satu komponen yang paling penting. Implementasi Kurikulum 2013 mendorong siswa mampu melakukan kegiatan eksplorasi dan hal ini ber-implikasi terhadap pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang menerapkan berbagai strategi dan metode pembelajaran yang menyenangkan, kontekstual, efektif, dan bermakna.Salah satu inovasi pembelajaran menuju student centered adalah pendekatan konstruktivisme. Dalam pendekatan konstruktivisme, siswa harus membangun pengetahuan dalam kerangka berpikirnya. Guru dapat memfasilitasi proses dalam mengajar dengan cara memberikan informasi yang bermakna dan relevan kepada siswa. Salah satu konsep dalam pendekatan konstruktivisme adalah self-regulated learning. Dalam self-regulated learning, siswa perlu diarahkan untuk mengatur diri sendiri dan berperan mengevaluasi kemajuan siswa, dan bertindak melampaui standar-standar yang disyaratkan bagi mereka dengan menelusuri hal-hal yang menjadi minat mereka. Self-regulation bukanlah suatu kemampuan mental atau keterampilan performance akademik, melainkan suatu proses self-directive dimana siswa mengubah kemampuan mental mereka ke dalam keterampilan akademik.    Kata kunci : Self-Regulated Learning, Konstruktivisme, Kurikulum 2013
KEEFEKTIFAN BIMBINGAN KELOMPOK TERHADAP PENINGKATAN MOTIVASI BERWIRAUSAHA SISWA KELAS X SMK NEGERI 1 MADIUN TAHUN PELAJARAN 2010/2011 Wicaksono, Hery Bagus Anggoro
Jurnal Counsellia Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Jurnal Counsellia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan bimbingan kelompok terhadap peningkatan motivasi berwirausaha siswa kelas X SMK Negeri I Madiun.Populasi penelitian sebanyak 623 siswa kelas X SMK Negeri 1 Madiun Teknik sampling yang digunakan adalah porposive sampling dengan ukuran sampel sebanyak 32 siswa. Pengumpulan data dengan menggunakan skala psikologis  dan dianalisis secara kuantitatif dengan uji t sampel berkorelasi dan uji t sampel independent.Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi berwirausaha kelompok eksperimen menunjukkan motivasi berwirausaha sangat tinggi 0 %, motivasi berwirausaha tinggi 43,75 %, motivasi berwirausaha sedang 25%, motivasi berwirausaha rendah 25 %, dan motivasi berwirausaha sangat rendah 6,25 % Sedangkan kelompok kontrol menunjukkan motivasi berwirausaha sangat tinggi 0 %, motivasi berwirausaha tinggi 37,5 %, motivasi berwirausaha sedang 25 %, motivasi berwirausaha rendah 25 %, dan motivasi sangat rendah 12,5 %. Motivasi berwirausaha pada kelompok eksperimen hasil pre tes lebih rendah dibanding dengan hasil post tes yang menunjukkan skor tertinggi ada selisih 25, skor terendah selisih 9 untuk pre test lebih rendah,  skor mean ada selisih 22,06 untuk sebelum perlakuan lebih rendah. Data tentang motivasi berwirausaha pada kelompok kontrol hasil pretes lebih rendah dibanding dengan hasil post tes yang menunjukkan skor tertinggi ada selisih 3 untuk pretest lebih rendah, skor terendah selisih 2 untuk pre test lebih rendah,  skor mean ada selisih 1,69 untuk sesudah post test lebih rendah.Saran untuk SMK Negeri I Madiun hendaknya menambah fasilitas pendukung layanan bimbingan dan konseling dalam memberikan layanan bimbingan kelompok terhadap peningkatan motivasi berwirausaha sehingga siswa dapat mempunyai pemahaman yang luas terhadap motivasi berwirausaha.Kata Kunci : bimbingan kelompok, motivasi berwirausaha 
PERILAKU DAN INTERAKSI SOSIAL WARGA KAMPUNG IDIOT DESA SIDOHARJO DAN DESA KREBET KECAMATAN JAMBON KABUPATEN PONOROGO (STUDI FENOMENOLOGI MASYARAKAT RETARDASI MENTAL) Hanif, Muhammad; Asri, Dahlia Novarianing
Jurnal Counsellia Vol 3, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Counsellia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan: 1) untuk mendeskripsikan perilaku sosial warga normal, warga retardasi mental, dan warga normal terhadap warga retardasi mental, 2)untuk mendeskripsikan interaksi sosial diantara warga normal dan warga normal dengan warga retardasi mental di kampung idiot Desa Sidoharjo dan Desa Krebet Kecamatan Jambon Kabupaten PonorogoPenelitian ini dilaksanakan di Desa Sidoharjo dan Krebet Kecamatan Jambon Kabupaten Ponorogo selama dua belas bulan. Jenis penelitiannya kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Subjek dalam penelitian ini yaitu warga masyarakat, baik warga normal maupun warga retardasi mental. Sumber datanya yang digunakan adalah sumber primer dan skunder. Teknik pengambilan datanya dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis kualitatif model interaktif.Dari penelitian yang dilaksanakan diperoleh gambaran, bahwa pada Tahun 1970-an sampai dengan tahun 1990-an,warga masyarakat menunjukkan perilaku penolakan terhadap warga retardasi mental di kampung idiot Desa Sidoharjo dan Krebet Kecamatan Jambon Kabupaten Ponorogo. Berbeda dengan sekarang, warga masyarakat berperilaku menerima warga retardasi mental, dengan bentuk perilaku yaitu tidak menyembunyikan, tidak membedakan dengan orang normal, mengembangkan kemandirian dalam taraf sederhana, dan menciptakan kesempatan untuk bersosialisasi. Faktor-faktor yang melatarbelakangi perilaku sosial tersebut yaitu persepsi yang positif terhadap warga retardasi mental, adanya informasi/penyuluhan, pengetahuan dan pemahaman tentang retardasi mental, kondisi ekonomi yang meningkat, perilaku tokoh-tokoh panutan yang bertindak peduli, kesadaran hidup bersosial. Warga retardasi mental yang mendapat perlakuan penerimaan dapat menjalankan aktivitas tingkah laku, keluarga, dan sosial walaupun dalam taraf yang sederhana. Interaksi sosial diantara warga masyarakat normal dan warga masyarakat normal dengan warga retardasi mental mencerminkan interaksi sosial asosiatif. Interaksi tersebut dilatarbelakangi oleh hubungan diantara warga masyarakat normal dan dengan warga retardasi mental yang komunikatif. Interaksi sosial ini menghasilkan nilai-nilai sosial, moral, norma dan lembaga sosial, sehingga keberadaan warga retardasi mental menjadi sesuatu wajar atau biasa di masyarakat desa tersebut.Kata Kunci: Perilaku Sosial, Interaksi Sosial, Warga Kampung Idiot
PENGARUH RASA PERCAYA DIRI DAN INTENSITAS INTERAKSI SOSIAL TERHADAP PENYESUAIAN DIRI ANAK JALANAN DI KOTA MADIUN Lestari, Desti; Chotim, Muhammad
Jurnal Counsellia Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Counsellia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rasa percaya diri dan intensitas interaksi sosial terhadap penyesuaian diri anak jalanan di Kota Madiun.      Penentuan sampel pada penelitian ini menggunakan populasi sensus, yaitu mengambil seluruh data anak jalanan yang ada di kota madiun. Pengambilan sampel seluruhnya sebanyak 21 anak atau 100% dari jumlah populasi yang berjumlah 21 anak. Pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah menggunakan angket. Dalam menganalisa data digunakan teknik analisa regresi korelasi linier multiple untuk menguji ada tidaknya hubungan positif yang signifikan antara rasa percaya diri, intensitas interaksi sosial, dan penyesuaian diri.       Hasil penelitian ini menunjukkan hasil yang signifikan antara rasa percaya diri (X₁) dan Intensitas interaksi sosial (X₂) terhadap penyesuaian diri (Y). Hasil analisa data tentang pengaruh rasa percaya diri (X₁) terhadap penyesuaian diri (Y) menunjukkan harga nilai konstan (a) = 6.430 dan beta = 0.617 serta t-hitung= 4.229 dan tingkat Sig = 0,001. Untuk pola rasa percaya diri Sig 0,001 lebih kecil dari taraf signifikasi 5%, untuk N sebanyak 21. Jadi hipotesis yang berbunyi : terdapat pengaruh antara rasa percaya diri terhadap penyesuaian diri dinyatakan diterima. Hasil analisa data tentang pengaruh intensitas interaksi sosial (X₂) terhadap penyesuaian diri (Y) menunjukkan harga nilai konstan (a) = 6.430 dan beta = 0.378 serta t-hitung = 2.592 dan tingkat Sig = 0.018. Untuk intensitas interaksi sosial nilai Sig 0,018 lebih kecil dari pada taraf signifikasi 5%, untuk N sebanyak 21. Jadi hipotesis yang berbunyi : terdapat pengaruh antara intensitas interaksi sosial terhadap penyesuaian diri dinyatakan diterima. Dari hasil uji F menggunakan anova tentang pengaruh rasa percaya diri dan intensitas interaksi sosial terhadap penyesuaian diri anak jalanan menunjukkan bahwa Freg =  16,123 > Ftab = 3,47 dengan taraf signifikan 5%. Jadi hipotesis yang berbunyi: terdapat pengaruh secara simultan rasa percaya diri dan intensitas interaksi sosial terhadap penyesuaian diri dinyatakan diterima. Penelitian ini dalam penghitungannya menggunakan program SPSS (Statistical Product and Service Solution) 16.      Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh rasa percaya diri dan intensitas interaksi sosial terhadap penyesuaian diri anak jalanan di kota Madiun.Kata kunci : Rasa Percaya Diri, Intensitas Interaksi Sosial, Penyesuaian Diri.
POLA ASUH DIALOGIS DAN METODE INDIVIDUAL DALAM PENDIDIKAN SEKS ISLAM PADA PENDIDIKAN AGAMA TERHADAP SIKAP ANAK BERBUSANA SESUAI DENGAN JENIS KELAMINNYA Muhayati, Siti
Jurnal Counsellia Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Counsellia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pola Asuh Dialogis adalah pola asuh dimana orang tua memberi bimbingan, membina, mengamati, mengingatkan, memberi contoh dan mengajak dialog anak mengenai masalah yang dihadapi anak. Keterbatasan kemampuan orang tua maka anak dikirim ke sekolah untuk mengembangkan dan memperkuat jenis kelamin yang dibawa sejak dari rumah atau sejak lahir. Pendidikan Seks (berbusana sesuai jenis kelaminnya) merupakan ketrampilan maka untuk mengasuh anak agar bersikap berbusana sesuai jenis kelaminnya dengan metode individualisasi. Hasil peneitian menunjukkan bahwa pola asuh dialogis berpengaruh positif terhadap sikap anak berbusana sesuai jenis kelaminnya (Fo> Ft atau 38,55>4,11),  metode individualisasi berpengaruh positif terhadap sikap anak berbusana sesuai jenis kelaminnya (Fo>Ft atau 33,33>4.11), pola asuh dialogis dan metode individualisasi berpengaru positif terhadap sikap anak berbusana sesuai jenis kelaminnya (Fo>Ft atau 6.32>4.11)Kata kunci: Pola Asuh Dialogis, Metode Individual, Pendidikan Seks Islam, Berbusana Sesuai Dengan Jenis Kelaminnya
HUBUNGAN TANGGAPAN DAN SIKAP WARGA KOTA MADIUN TERHADAP MEMBAYAR ZAKAT/ JIZYAH SEBAGAI SUMBER APBN/APBD Muhayati, Siti; Triningtyas, Diana Ariswanti; Muwarni, Juli
Jurnal Counsellia Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Counsellia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Between Budget and Budget State Local Income in equality especially lower budget from the budget, and 50%-60% Budget spent for paying employees the reasons is the lack of participation of citizens to fund the management of the state by paying the zakat (Muslim) jizyah (non-Muslim). The purpose of this study was to determine the response and attitude of the towns people Madiun to pay Zakat/jizyah as a source of state budget/budget. This research was conducted in Madiun by taking a sample of three villages of nine districts. The method is quantitative with ex-post facto design, collection document and questionnaire data and data product moment correlation analysis (T test). Results zero hypothesisis accepted because t0(0.059) is smaller than tt(1.96) level significansi 5% or 1% (2.59), this shows that a persons response to the zakat/jizyah as a source of state budget/budgetis proportional. Or no difference in the attitude of paying zakat/jizyah, both of whichare clear about the function of zakat, is being, or less. Respondents who understand the positive response is proportional to attitudes, respondents were then negative response is proportional to the negative attitude; respondents were not sure what it is a very negative response is proportional to the extremely negative attitude or do not pay zakat.Keywords:  Respondents, attitudes,  Zakat/Jizyah
HUBUNGAN ANTARA KECENDERUNGAN KEPRIBADIAN NEUROTISME DENGAN PERILAKU MEROKOK Martika A, Tyas
Jurnal Counsellia Vol 1, No 2 (2011)
Publisher : Jurnal Counsellia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku merokok adalah sesuatu yang dilakukan seseorang, berupa membakar rokok dan menghisapnya serta dapat menimbulkan asap yang dapat terhisap oleh orang-orang disekitarnya. Meskipun berbahaya bagi kesehatan, pada kenyataannya perilaku merokok tetap meningkat secara kuantitas. Menurut Conrad dan Miller (dalam Sitepoe, 2000:17), dorongan psikologis menyebabkan seseorang berperilaku merokok dengan alasan untuk mengalihkan kecemasan yang dialaminya.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif-non eksperimental. Pengujian daya beda aitem alat ukur menggunakan uji Product Moment,sedangkan estimasi reliabilitasnya menggunakan koefisien reliabilitas Alpha. Penelitian ini mengambil sample dari sebagian mahasiswa laki-laki pada Program Studi Bimbingan dan Konseling IKIP PGRI Madiun dengan jumlah sample 132 mahasiswa dengan menggunakan teknik incidental sampling.Berdasarkan uji hipotesis diperoleh hasil tidak ada hubungan yang signifikan antara perilaku merokok dengan kecenderungan kepribadian neurotisme, artinya tingginya kecenderungan kepribadian neurotisme tidak berhubungan dengan tingginya perilaku merokok. Demikian pula sebaliknya, rendahnya kecenderungan kepribadian neurotisme tidak berhubungan dengan rendahnya perilaku merokok. Tidak adanya hubungan antara perilaku merokok dengan kecenderungan kepribadian neurotisme pada kemungkinan disebabkan karena ada faktor-faktor lain selain kepribadian neurotisme yang juga mempengaruhi mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling untuk memiliki perilaku merokok. Faktor-faktor tersebut menurut Smet (1994:294-295), antara lain: lingkungan sosial, seperti teman sebaya, orangtua, saudara dan media.  Kata Kunci: Kepribadian Neurotisme, Perilaku Merokok

Page 3 of 25 | Total Record : 243