cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Counsellia
ISSN : 20883072     EISSN : 24775886     DOI : -
Core Subject : Education,
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling with registered number ISSN: 2088-3072 (Print) and ISSN: 2477-5886 (Online), is a peer-reviewed journal which publishes conceptual ideas, studies and research on the theory and application of Guidance and Counseling also education related to Guidance and Counseling. Counsellia is published by Departement of Guidence and Counseling Faculty of Teacher Training and Education Universitas PGRI Madiun. Any changes to the journal will be delivered on Journal History. Abstracts and full text that have been published on the website can be read and downloaded for free. Counsellia publish regularly two times a year in May and November.
Arjuna Subject : -
Articles 251 Documents
TANGGAPAN PADA SANKSI HUKUM PIDANA ISLAM HAD ZINA TERHADAP SIKAP TAUBATAN NASHUHA Muhayati, Siti
Jurnal Counsellia Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Counsellia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini untuk mengetahui tanggapan (masa lalu ”kognitif”, ; masa sekarang ”pengalaman”; masa yang akan datang ”harapan”/imajinasi) pada sanksi hukum pidana Islam had zina terhadap sikap taubatan nashuha. Hasil penelitian menunjukan bahwa kognitif diisi dengan ilmu had zina maka mereka selalu bersikap taubatan nashuha, r1o=y1t=0; pengalaman diri dan orang lain pada had zina membuat mereka tetap taubatan nashuha, r2o=y2o=0; harapan had zina sebagai antisipasi membuat mereka tetap bersikap taubatan nashuhai, r3o=y3t=0. Ilmu, pengalaman dan harapan zina sebagai antisipasi berpengaruh terhadap sikap taubatan nashuha ro=yt=0 atau tidak ada beda antara tanggapan pada sanksi hukum pidana Islam dan sikap taubatan nashuha. Kata kunci: Tanggapan, Had Zina, Sikap, Taubatan Nashuha
MENINGKATKAN RASA PERCAYA DIRI ANAK MELALUI TERAPI BERMAIN Triningtyas, Diana Ariswanti
Jurnal Counsellia Vol 3, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Counsellia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usia prasekolah anak diharapkan menguasai belajar menulis, bahasa, matematika dan ilmu pengetahuan lain. Pengetahuan akan konsep ini jauh lebih mudah diperoleh melalui kegiatan bermain. Anak usia prasekolah mempunyai rentang perhatian yang terbatas dan masih sulit diatur, apalagi belajar dengan “serius”. Tetapi bila pengalaman konsep tersebut dilakukan sambil bermain, membuat anak senang, tanpa disadari ternyata ia sudah banyak belajar. Aspek perkembangan anak dapat ditumbuhkan secara optimal dan maksimal melalui kegiatan bermain. Saat bermain, anak-anak mempelajari banyak hal penting.   Adapun jumlah anak yang diteliti adalah 23 anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan rasa percaya diri anak melalui terapi bermain. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka dalam penelitian menggunakan metode observasi, wawancara, dan analisis data.Dinyatakan meningkat jika rata-rata prosentase masing-masing indikator yang dimiliki lebih atau sama dengan 75%. Sebaliknya percaya diri anak dinyatakan belum meningkat jika rata-rata prosentase masing-masing indikator kurang dari 75%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan yang baik dari Siklus I dan Siklus II mencapai 80%. Hal ini menunjukkan bahwa terapi bermain tepat untuk diterapkan pada anak karena mudah dipahami dan disukai anak. Kata Kunci: Terapi Bermain, Rasa Percaya Diri Anak.
PENGARUH BIMBINGAN SOSIAL DAN MOTIVASI TERHADAP KEDISIPLINAN BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 4 MAGETAN TAHUN PELAJARAN 2011-2012 Djarot S, Vitalis
Jurnal Counsellia Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Counsellia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Faktor kedisiplinan siswa di sekolah merupakan unsur yang tidak dapat diabaikan. Perilaku disiplin bagi seorang pelajar merupakan bagian integral dalam pencapaian tujuan pendidikan dan pembelajaran di sekolah. Tinggi-rendahnya kedisiplinan siswa di sekolah antara lain akan mempengaruhi optimal-tidaknya motivasi belajar siswa dalam mengikuti proses pembelajaran di sekolah. Secara psikologis dapat dinyatakan bahwa siswa kurang disiplin dalam berperilaku dalam kehidupan, dalam aktivitas belajarnya di sekolah, maka akan berpengaruh terhadap motivasi belajarnya, sehingga akan berpengaruh terhadap daya-daya jiwa lain yang dimiliki siswa. Penanggulangan terhadap kecenderungan masalah siswa tersebut antara lain layanan bimbingan sosial, karena hakikat bimbingan sosial adalah membantu siswa yang mengalami masalah-masalah sosial, yang dapat mempengaruhi perilaku siswa.       Penelitian ini pada hakikatnya ingin mengetahui pengaruh bimbingan sosial dan motivasi belajar terhadap kedisiplinan belajar siswa kelas VII SMP Negeri 4 Maospati Magetan tahun pelajaran 2011-2012. Penelitian ini menggunakan metode ex-pos-facto, karena pada dasarnya peneliti  ingin menguji teori yang menyatakan bahwa faktor bimbingan sosial dan motivasi belajar akan mempengaruhi kedisiplinan belajar siswa. Untuk megetahui pengaruh antar variabel penelitin peneliti mengungkap data tentang keefektifan bimbingan sosial, motivasi belajar dan kedisiplinan belajar siswa di sekolah dengan teknik angket Penelitian ini melibatkan sampel sebanyak 50 siswa dari 179 anggota populasi, yang ditetapkan dengan teknik random sampling. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan jasa statistik dengan rumus bangun Analisis Regresi: dua Prediktor.       Hasil uji hipotesis menyatakan bahwa harga F-hitung lebih besar dibanding F-tabel (57,198 > 3,20=TS/5%). Jadi ada pengaruh yang signifikan bimbingan sosial dan motivasi belajar terhadap kedisiplinan belajar siswa kelas VII SMP Negeri 4 Maospati Magetan tahun pelajaran 2011-2012. Kata Kunci:   Bimbingan Sosial, Motivasi Belajar, dan Kedisiplinan Belajar
PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR MELALUI BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAMI Mahmudi, Ibnu
Jurnal Counsellia Vol 1, No 2 (2011)
Publisher : Jurnal Counsellia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui peningkatan motivasi belajar siswa melalui layanan bimbingan dan konseling Islami. Peningkatan motivasi belajar pada siswa di sekolah sebenarnya sudah dilakukan oleh konselor dan para guru melalui layanan pembelajaran dan layanan bimbingan dan konseling. Usaha peningkatan motivasi belajar tersebut belum menunjukkan hasil yang optimal, hal tersebut terbukti masih banyaknya anak usia sekolah yang melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan tugasnya pokoknya sebagai pelajar yaitu belajar, malah melakukan kegiatan yang tidak mengembangkan kemampuan belajarnya. Hasil penelitian Asroful (2011)  menunjukkan 65% siswa memiliki motivasi belajar rendah.     Hasil penelitian tindakan kelas yang dilakukan Asroful (2011) yang berupaya untuk meningkatkan motivasi belajar melalui bimbingan dan konseling Islami dengan tiga siklus menunjukkan  adanya peningkatan motivasi belajar. Pada siklus I hanya 35% siswa memiliki motivasi belajar tinggi, pada siklus II meningkat menjadi 56% siswa, dan pada siklus III mengalami peningkatan yang cukup signifikan yaitu 83% siswa mempunyai motivasi belajar tinggi.     Berdasarkan hasil tersebut  maka dapat disimpulkan bahwa peningkatan motivasi belajar siswa dapat dilakukan melalui layanan bimbingan dan konseling Islami.Kata kunci : Motivasi Belajar, Bimbingan dan Konseling Islami 
PENINGKATAN KEMAMPUAN PENGELOLAAN EMOSI KORBAN PERCERAIAN BERBANTUAN BIMBINGAN PRIBADI-SOSIAL DENGAN TEKNIK SIMULASI SISWA SMP NEGERI 1 TAKERAN KABUPATEN MAGETAN Bahiroh, Afifatul Fitria; Sumarwoto, Vitalis Djarot
Jurnal Counsellia Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Counsellia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil pengamatan dan catatan  konselor sekolah, diperoleh informasi bahwa di SMP Negeri 1 Takeran Kabupaten Magetan khususnya siswa kelas VIII, menunjukkan kurang mampu mengelola emosinya. Penyebab yang paling dirasakan adalah  karena latar belakang perceraian orang tua. Akibatnya, kebanyakan siswa tersebut merasa minder, kurang mampu memotivasi diri sendiri, tingkat kecemasan yang berlebihan, dan kurang mampu bangkit dari perasaan-perasaan yang menekan. Kemampuan pengelolaan emosi merupakan penunjang dari keberhasilan siswa dalam bersosialisasi dan mengoptimalkan kemampuannya, sehingga ada alasan perlu ditingkatkan. Harapan dalam penelitian ini siswa lebih mampu memotivasi diri, bertahan menghadapi frustasi, mampu mengendalikan dorongan hati, tidak melebih-lebihkan kesenangan, mampu mengatur suasana hati dan berempati.    Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan kemampuan pengelolaan emosi korban perceraian melalui bimbingan pribadi-sosial dengan teknik simulasi siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Takeran Kabupaten Magetan. Sampel penelitian ditetapkan dengan teknik purposive sampling, yaitu siswa korban dari orang tuanya bercerai, sebanyak 16 siswa, dan yang terindikasi belum mampu mengelola emosi yang disebabkan perceraian orang tua sebanyak 5 siswa. Penentuan jumlah sampel penelitian mengacu pada hasil observasi peneliti dan catatan hasil analisis data kepribadian dari konselor sekolah. Pengumpulan data menggunakan teknik angket. Rancangan  penilitian ini menggunakan pra eks- perimental, dengan desain one-group pretest-post test. Analisis data penelitian mengunakan teknik statistik, dengan rumus t-score.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan kemampuan mengelola emosi korban perceraian orang tua melalui bimbingan pribadi-sosial dengan teknik simulasi pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Takeran Kabupaten Magetan. Kata Kunci: Pengelolaan Emosi Korban Perceraian, Bimbingan Pribadi-Sosial, Teknik Simulasi
PENGARUH KEDISIPLINAN PENGGUNAAN WAKTU LUANG UNTUK BELAJAR ANTARA PRIA DENGAN WANITA Djarot S, Vitalis
Jurnal Counsellia Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Jurnal Counsellia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini hakikatnya ingin mengetahui perbedaan kedisiplinan menggunakan waktu luang antara siswa pria dengan siswa wanita pada siswa kelas XI SMA Negeri I PGRI Maospati Magetan tahun pelajaran 2010-2011. Masalah dalam penelitian ini akan menjadi lebih konkrit apabila dirumuskan sebagai berikut: “Pengaruh kedisiplinan penggunaan waktu luang untuk belajar terhadap siswa pria dengan siswa wanita”.Metode penelitian adalah eksperimen, yaitu cara mengadakan pengamatan kepada kelompok responden. Pengamatan dilakukan pada pertengahan bulan Januari sampai pertemngahan bulan Februari tahun 2011. Pelaksanaan eksperimen melibatkan konselor sekolah tempat penelitian. Penelitian ini dilaksanakandi SMA PGRI I Maospati Kabupaten Magetan tahun pelajaran 2010-2011. Sampel penelitian terdiri dari dua kelompok, yaitu kelompok siswa pria dan kelompok siswa wanita. Jumlah anggota masing-masing kelompok adalah 30 siswa, dan ditetapan dengan teknik random sampling. Pengumpulan data penelitian dengan teknik angket.Analisis data menggunakan teknik statistik, dengan rumus bangun t-score.Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) ada perbedaan kedisplinan penggunaan watu luang untuk belajar antara siswa pria dan siswa wanita pada siswa kelas XI SMA PGRI 1 Maospati Kabupaten  Magetan tahun pelajaran 2010-2011, dan (2) kedisiplinan siswa wanita dalam menggunakan waktu luang untuk belajar lebih baik jika dibandingkan dengan siswa pria.Kata Kunci:  kedisiplinan, waktu luang, pria, wanita
TANGGAPAN NARAPIDANA LEMBAGA PEMASYARAKATAN KOTA MADIUN PADA SANKSI HUKUM PIDANA ISLAM TERHADAP SIKAP TAUBATAN NASHUHA Muhayati, Siti; Martika A, Tyas
Jurnal Counsellia Vol 3, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Counsellia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tiap hari masyarakat Indonesia disuguhi berita tentang tindak pidana pelanggaran Hak Syar’i Manusia (Hak Asasi Manusia), terutama pembunuhan, pencurian, perampokan dan pelakunya sebagaian besar warga negara Indonesia sendiri. Padahal warga negara Indonesia sebagain besar beriman Islam dan dibawah naungan falsaah Pancasila. Idealnya warga negara Indonesia selain taat pada ulil amri juga taat pada Allah sehingga warga negara Indonesia akan menjadi manusia yang mampu bersikap untuk mengakui, menghormati dan melindungi hak hidup dan hak memiliki harta orang lain. Tapi dalam kenyataannya warga negara Indonesia masih ada yang melakukan tindak kejahatan dan tidak jera walau pelakunya telah diberi sanksi pidana, bahkan yang belum pernah melakukan tindak kejahatan menambah jumlah pelaku tindak pidana.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tanggapan narapidana Lembaga Pemasyarakatan Kota Madiun pada sanksi hukum pidana Islam dengan sikap taubatan nashuha. Metode penelitian yang digunakan adalah Ex-post-facto. Populasi dalam penelitian ini adalah narapidana pelanggar Hak Syar’i Manusia (Hak Asasi manusia) sebanyak 17 orang. Angket penelitian disebarkan kepada subjek penelitian, yaitu narapidana pencurian dan perampokan di Lembaga Pemasyarakatan Kota Madiun. Subjek penelitian dipilih secara purposive, yaitu dengan cara memilih subjek berdasarkan pada putusan hukum pidana yang dijatuhkan oleh Majelis Hakim.Berdasarkan analisis data dengan menggunakan analisis Spearman diketahui bahwa terdapat hubungan antara tanggapan narapidana Lembaga Pemasyarakatan Kota Madiun pada sanksi hukum pidana Islam dengan sikaptaubatan nashuha. Kegiatan pembinaan mental yang dilakukan di Lembaga Pemasyarakatan Klas 1 Kota Madiun melalui kegiatan keagamaan, yaitu berupa pengajian, baca Al-qur’an, baca Yasin dan Tahlil dapat membantu narapidana untuk mengembangkan tanggapan yang positif terhadap sanksi hukuman yang dijatuhkan kepadanya, sehingga narapidana terdorong untuk memiliki sikaptaubatan nashuha. Narapidana merasa jera dan mampu mengembangkan suatu perasaan, keyakinan dan perbuatan untuk berpindah dari perbuatan buruk ke perbuatan baik yang terus menerus dan istiqomah. Jika hal ini dapat dilakukan secara istiqomah oleh narapidana, maka setelah dinyatakan bebas, individu yang bersangkutan akan mampu menjalani kehidupan bermasyarakat yang sehat dan terhindar dari tindak kriminal di kemudian hari.Kata kunci: Tanggapan, Sanksi Hukum Pidana Islam, Sikap Taubatan Nashuha
PENGARUH PERHATIAN ORANG TUA DAN KEHARMONISAN KELUARGA TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 KEBONSARI KABUPATEN MADIUN Novitasari, Ika; Kardi, Kardi
Jurnal Counsellia Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Counsellia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui “Pengaruh perhatian orang tua dan keharmonisan keluarga terhadap motivasi  belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Kebonsari  Kabupaten Madiun.Sampel penelitian ditetapkan sebanyak 40 orang siswa dari 166 siswa anggota populasi. Penetapan anggota sampel menggunakan teknik random sampling. Pengumpulan data penelitian menggunakan teknik angket. Teknik angket untuk memperoleh data tentang perhatian orang tua, keharmonisan keluarga, dan motivasi belajar.      Analisis data penelitian tentang (1) pengaruh X1 terhadap Y; dan (2) pengaruh X2 terhadap Y dianalisis dengan korelasi Product Moment. Analisis data tentang pengaruh X1 dan X2 terhadap Y dengan Analisis Regresi: Dua Prediktor. Hasil analisis data menunjukkan bahwa: (a) rx1y lebih besar dibandingkan harga r-tabel (0,481 > 0,316/TS=5%), berarti signifikan. (b) rx2y lebih besar dibanding harga r-tabel (0,858 >0,325/ TS=5%), berarti  signifikan. Hasil  F-regresi = 74.5t2. Harga F-tabel dengan 2 lawan 37 adalah 3,25/TS=5%. Jadi harga F-reg > harga F-tabel (sangat signifikan/TS=5%).       Simpulan penelitian: (a) Ada pengaruh perhatian orang tua terhadap motivasi belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Kebonsari Kabupaten Madiun; (b) Ada pengaruh keharmonisan keluarga terhadap motivasi belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Kebonsari Kabupaten Madiun; (c) Ada pengaruh perhatian orang tua dan keharmonisan keluarga terhadap motivasi belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Kebonsari Kabupaten  Madiun. Saran: sekolah bekerja sama dengan pihak orang tua untuk selalu memelihara perhatian, keharmonisan antar siswa dan staf sekolah, sehingga membantu motivasi belajar siswa di sekolah.Kata kunci:  Perhatian Orang Tua, Keharmonisan Keluarga, Motivasi Belajar
PUBLIC TRUST DAN PROFESI BK BERMARTABAT MENUJU KARAKTER KONSELOR YANG DIBUTUHKAN Surjono, Budi
Jurnal Counsellia Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Counsellia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dunia globalisasi yang semakin berkembang pesat menyebabkan masyarakat disibukkan dengan rutinitas pekerjaan dan kariernya, bekerja dibawah tekanan dan kecemasan akan kesuksesan dalam kariernya, meninggalkan keluarga yang membutuhkan perhatian lebih dan kasih sayang. Kecenderungan kriminalitas meningkat dan kenakalan remaja serta perbuatan-perbuatan yang melampaui norma-norma sosial semakin subur. Sikap individualitas muncul. Begitulah dunia globalisasi saat ini, sehingga keberadaan konselor, psikolog dan pskiater sesungguhnya sangat dibutuhkan dan mempunyai peranan penting di dalam masyarakat industri seperti sekarang ini. Kehadiran konselor sepertinya menjawab tantangan zaman dan seiring dengan pesatnya kemajuan pasar global. Kualifikasi yang harus dimiliki seorang konselor adalah (1) memiliki nilai, sikap. ketrampilan, pengetahuan, dan wawasan dalam bidang profesi bimbingan dan konseling, dan (2) memperoleh pengakuan atas kemampuan dan kewenangan sebagai konselor.  Kata kunci : public trust, karakter konselor
KONFLIK PERAN GANDA PADA DOSEN PEREMPUAN DITINJAU DARI DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA Anggriana, Tyas Martika; Margawati, Tita Maela; Wardani, Silvia Yula
Jurnal Counsellia Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Counsellia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bekerja merupakan salah satu aspek terpenting dalam kehidupan individu dewasa. Fenomena yang terjadi di masyarakat pada era globalisasi adalah semakin banyaknya perempuan yang bekerja di luar rumah. Kecenderungan perempuan untuk bekerja menimbulkan persoalan. Ketika di tempat kerja, perempuan dihadapkan pada tuntutan pekerjaan, sedangkan ketika sudah pulang ke rumah, perempuan akan dihadapkan pada peran domestik. Dalam menghadapi peristiwa-peristiwa yang menekan, individu membutuhkan dukungan sosial. Individu yang memiliki dukungan sosial yang tinggi dapat mengatasi stres secara lebih berhasil dibanding dengan individu yang kurang memperoleh dukungan sosial. Penelitian ini dilakukan di IKIP PGRI MADIUN. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif-non eksperimental expost-facto. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan menggunakan kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi. Hasil analisis data penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan dukungan sosial keluarga terhadap konflik peran ganda. Semakin tinggi dukungan sosial keluarga maka semakin rendah konflik peran ganda, dan sebaliknya semakin rendah dukungan sosial keluarga maka semakin tinggi konflik peran ganda.Kata Kunci : Konflik Peran Ganda, Dukungan Sosial Keluarga

Page 4 of 26 | Total Record : 251