cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika)
ISSN : 23017929     EISSN : 25021745     DOI : -
Core Subject : Education,
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) is a semiannual journal, published on March and September. JIPM published by Universitas PGRI Madiun. JIPM provides a forum for lecturers, academicians, researchers, practitioners, and students to deliver and share knowledge in the form of empirical and theoretical research articles. The journal invites professionals in study of Mathematics Education, especially teaching and learning, curriculum development, learning environments, teacher education, educational technology , and educational developments.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue " Vol 2, No 1 (2013)" : 8 Documents clear
PROSES BERPIKIR SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI ADVERSITY QUOTIENT Masfingatin, Titin
JIPM Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : JIPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan proses berpikir siswa kelas 8 SMP yang memiliki tinggi, sedang , dan tingkat AQ yang rendah dalam memecahkan masalah matematika berdasarkan aturan Polya itu . Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif . Subyek penelitian adalah siswa kelas 8 MTs Negeri Dolopo yang terdiri dari tiga mahasiswa saja. Kriteria pemilihan subjek didasarkan pada tingkat AQ siswa (yaitu tinggi, sedang , dan rendah AQ ) dan kelancaran komunikasi ( lisan dan tulisan ) . Pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara berbasis tugas yaitu uji pemecahan masalah tentang pesawat bentuk . Analisis data dilakukan berdasarkan data yang diperoleh dari teknik wawancara berbasis tugas . Maka metode triangulasi dilakukan untuk mendapatkan data penelitian yang valid . Hasil penelitian yang menggambarkan proses berpikir siswa berdasarkan tingkat mereka Adversity Quotient ( AQ ) adalah sebagai berikut : The high- AQ mahasiswa menggunakan proses asimilasi berpikir dalam masalah pemahaman . The high- AQ mahasiswa menggunakan asimilasi dan proses berpikir akomodasi dalam membuat rencana pemecahan masalah . Dalam melaksanakan rencana pemecahan masalah dan memeriksa hasil dari pemecahan masalah , siswa high- AQ digunakan asimilasi proses berpikir . Media - AQ mahasiswa menggunakan asimilasi dan proses berpikir akomodasi di masalah pemahaman . Dalam membuat dan melaksanakan rencana pemecahan masalah , siswa menengah - AQ digunakan asimilasi proses berpikir . Dalam mengecek kembali hasil pemecahan masalah , siswa menengah - AQ digunakan asimilasi dan proses berpikir akomodasi . Sementara siswa rendah - AQ tidak lengkap dalam masalah pemahaman karena siswa memiliki ketidaksempurnaan proses asimilasi berpikir . Mahasiswa juga tidak lengkap dalam membuat rencana pemecahan masalah karena siswa memiliki ketidaksempurnaan asimilasi dan proses berpikir akomodasi . dalam melaksanakan rencana pemecahan masalah dan mengecek kembali hasil pemecahan siswa rendah AQ tidak melakukan keduanya asimilasi dan akomodasi masalah .Kata kunci : Proses Berpikir , Adversity Quotient ( AQ ) , Matematika Soal , Problem
Profil Berpikir Logis Mahasiswa Calon Guru Matematika dalam Menyelesaikan Luas Daerah dengan Menggunakan Integral Lipat Dua Maharani, Swasti
JIPM Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : JIPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil berpikir logis mahasiswa calon guru matematika dalam menyelesaikan masalah mencari luas daerah dengan integral lipat dua, yang meliputi memahami masalah, merencanakan pemecahan, menyelesaikan masalah sesuai langkah kedua dan memeriksa kembali hasil yang diperoleh. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Subyek penelitian adalah enam mahasiswa calon guru matematika semester IV IKIP PGRI Madiun. Pengambilan subyek berdasarkan kemampuan mahasiswa yaitu berkemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode tes, wawancara dan dokumen. Teknik keabsahan data dilakukan dengan triangulasi teknik yaitu membandingkan data hasil observasi, dokumentasi, tes dan wawancara. Data hasil penelitian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa: (1) Berpikir logis mahasiswa dalam memahami, merencanakan, menyelesaikan dan memeriksa kembali hasil yang diperoleh, mahasiswa berkemampuan tinggi pada tahap analisis membagi masalah ke dalam unsur atau sub masalah memiliki kecenderungan baik. Sedangkan, mahasiswa berkemampuan sedang dan rendah berkecenderungan cukup, (2) Berpikir logis mahasiswa dalam memahami, merencanakan, menyelesaikan dan memeriksa kembali hasil yang diperoleh, mahasiswa berkemampuan tinggi pada tahap analisis membuat diagram berpikir memiliki kecenderungan baik, sedangkan mahasiswa berkemampuan sedang dan rendah pada tahap analisis membuat diagram berpikir memiliki kecenderungan cukup, (3) Berpikir logis mahasiswa dalam merencanakan, menyelesaikan dan memeriksa kembali hasil yang diperoleh, mahasiswa berkemampuan tinggi pada tahap analisis mengumpulkan faktor memiliki kecenderungan baik, mahasiswa berkemampuan sedang kecenderungan cukup, dan mahasiswa berkemampuan rendah kecenderungan kurang, (4) Berpikir logis mahasiswa dalam merencanakan, menyelesaikan dan memeriksa kembali hasil yang diperoleh, mahasiswa berkemampuan tinggi, sedang dan rendah pada tahap analisis mencari hubungan memiliki kecenderungan baik, (5) Berpikir logis mahasiswa dalam merencanakan, menyelesaikan dan memeriksa kembali hasil yang diperoleh, mahasiswa berkemampuan tinggi, sedang dan rendah pada tahap analisis menemukan situasi memiliki kecenderungan baik, (6) Berpikir logis mahasiswa dalam menyelesaikan dan memeriksa kembali hasil yang diperoleh, mahasiswa berkemampuan tinggi dan sedang pada tahap analisis kesimpulan memiliki kecenderungan cukup. Sedangkan, mahasiswa berkemampuan rendah kecenderungan kurang, (7) Berpikir logis mahasiswa dalam memahami, merencanakan, menyelesaikan dan memeriksa kembali hasil yang diperoleh, mahasiswa berkemampuan tinggi dan sedang pada tahap analisis langkah-langkah sistematis memiliki kecenderungan cukup. Sedangkan, mahasiswa berkemampuan rendah kecenderungan kurang.Kata Kunci : Berpikir, Berpikir Logis, Penyelesaian Masalah
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DAN TAPPS DITINJAU DARI GAYA BELAJAR SISWA KELAS V SDN DI KECAMATAN KALITIDU BOJONEGORO Rohman, Nur
JIPM Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : JIPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan jenis penelitian quasi - eksperimen dengan desain faktorial 3x3 . Populasi penelitian adalah semua siswa di kelas V semester I Sekolah Dasar Negara 2013/2014 di Kabupaten Kecamatan Kalitidu Bojonegoro . Sampel penelitian diambil dengan menggunakan teknik stratified random sampling . Data penelitian diuji dengan menggunakan uji statistik uji normalitas dengan rumus dan homogenitas uji Lilliefors dengan rumus Bartlett dengan α = 0,05 . Data sekolah nilai ujian akhir yang terkena menyeimbangkan uji dengan menggunakan analisis satu arah varians dengan sel yang tidak sama . Hipotesis penelitian diuji dengan menggunakan analisis dua arah varians dengan sel yang tidak sama . Teknik analisis data yang digunakan analisis dua arah tidak seimbang varian . Hasil penelitian adalah: ( 1 ) Tapps belajar dan pembelajaran Ekspositori memiliki prestasi matematika persamaan garis lurus lebih baik daripada STAD , berarti sementara pembelajaran Ekspositori memiliki prestasi matematika persamaan garis lurus yang sama seperti belajar Tapps , ( 2 ) Dalam setiap kelompok belajar gaya ( visual, auditori , kinestetik ) , adalah sama prestasi matematika persamaan garis lurus , ( 3 ) Dalam setiap gaya belajar kelompok , belajar Tapps dan pembelajaran Ekspositori untuk mempengaruhi prestasi matematika persamaan garis lurus lebih baik dari STAD dan Tapps belajar untuk mempengaruhi prestasi matematika sama dengan pembelajaran Ekspositori .Kata kunci : STAD , Tapps , Ekspositoris , Gaya Belajar
PENGGUNAAN METODE PEMBERIAN TUGAS TERBIMBING BERBASIS MULTIMEDIA INTERAKTIF DALAM MATA KULIAH TEORI GRAF UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA Setyansah, Reza Kusuma; Krisdiana, Ika
JIPM Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : JIPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat dampak perkembangan aktivitas belajar mahasiswa berdasarkan pengembangan penggunaan media pembelajaran interaktif berupa power point pada perkuliahan teory graf mahasiswa yang selanjutnya diharapkan akan membantu meningkatkan prestasi belajar mahasiswa. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari tiga siklus. Pada masing-masing siklus memiliki empat tahap yaitu, tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap pengamatan dan tahap refleksi. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa semester genap (kelas VI-A) tahun akademik 2012/2013 yang berjumlah 37 orang. Adapun teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi langsung dan tes. Analisa data yang dilakukan adalah analisis diskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian 37 orang mahasiswa pada siklus I diperoleh banyaknya mahasiswa yang tuntas adalah 13,51% dan 86,49% mahasiswa yang tidak tuntas.Pada siklus II diperoleh banyaknya mahasiswa yang tuntas adalah 27,03% dan 72,97% mahasiswa yang tidak tuntas. Pada siklus III diperoleh banyaknya mahasiswa yang tuntas adalah72,97% dan 27,03% mahasiswa yang tidak tuntas. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan yang cukup berarti. Pada perlakuan Siklus II dan siklus III selain terdapat peningkatan prestasi, penerapan metode pemberian tugas terbimbing memiliki pengaruh yang cukup berarti dalam meningkatkan kemandirian belajar mahasiswa.Keywords : Teori Graf, Media Pembelajaran, Prestasi Belajar.
PROFIL PEMAHAMAN MAHASISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL-SOAL TRIGONOMETRI PADA MATA KULIAH ANALISIS VEKTOR Lusiana, Restu
JIPM Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : JIPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menganalisis pemahaman mahasiswa dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar mahasiswa memahami pengguanaan langkah-langkah untuk menyelesaikan soal-soal trigonometri. Subyek dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester VI kelas H Program Studi Pendidikan Matematika IKIP PGRI Madiun yang dikategorikan menjadi tiga kategori, yaitu dua subyek dengan kategori tinggi, dua subyek dengan kategori sedang, dan dua subyek dengan kategori rendah. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Teknik pengambilan subyek dilakukan dengan cara melihat nilai UTS mahasiswa semester genap tahun 2012/2013. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini diperoleh berdasarkan hasil tes, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan serta verifikasi, serta teknik keabsahan data dalam penelitian ini dengan triangulasi data. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah (1) Mahasiswa kategori tinggi menunjukkan bahwa mahasiswa berkecenderungan memiliki pemahaman yang baik yaitu dalam mengaplikasikan langkah-langkah dengan tepat dalam menyelesaikan soal-soal trigonometri. Mahasiswa dapat memberikan penjelasan penyelesaian soal dengan benar, (2) Mahasiswa kategori sedang menunjukkan bahwa mahasiswa berkecenderungan memiliki pemahaman yang cukup baik dalam mengaplikasikan langkah-langkah untuk menyelesaikan soal-soal trigonometri. Secara umum mahasiswa dapat memberikan penjelasan penyelesaian soal dengan benar, tetapi masih belum tepat, dan (3) Mahasiswa kategori rendah menunjukkan bahwa mahasiswa berkecenderungan memiliki pemahaman yang kurang baik dalam mengaplikasikan langkah-langkah untuk menyelesaikan soal-soal trigonometri. Secara umum mahasiswa tidak dapat memberikan penjelasan dalam penyelesaian soal dengan benar.Kata Kunci : Profil pemahaman mahasiswa, Mengaplikasikan langkah-langkah, Menyelesaikan soal-soal trigonometri.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) DAN MAKE A MATCH TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA DITINJAU DARI KETERAMPILAN SOSIAL SISWA PADA KELAS X SMK DI KABUPATEN WONOGIRI TAHUN AJARAN 2012/2013 Destiningsih, Nuryani; Usodo, Budi; Mardiyana, Mardiyana
JIPM Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : JIPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : ( 1 ) yang memberikan matematika yang lebih baik prestasi belajar , penggunaan kooperatif tipe model pembelajaran NHT , Membuat Pertandingan atau pembelajaran langsung , ( 2 ) yang memberikan matematika yang lebih baik prestasi belajar , peserta didik dengan tinggi, sedang , atau rendah tingkat keterampilan sosial, ( siswa dengan tinggi , sedang, atau rendahnya tingkat keterampilan sosial , ( 3 ) di masing-masing keterampilan sosial , mana yang memberikan matematika yang lebih baik prestasi , model pembelajaran kooperatif tipe NHT , Membuat Match . atau pembelajaran langsung , ( 4 ) masing-masing model pembelajaran , mana yang memberikan matematika yang lebih baik prestasi , siswa yang memiliki tinggi, sedang , atau keterampilan sosial yang rendah penelitian ini merupakan penelitian kuasi - eksperimental kesimpulan dari penelitian ini adalah : . ( 1 ) prestasi matematika siswa yang menggunakan pembelajaran kooperatif tipe model NHT lebih baik daripada siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif Membuat Jenis pencocokan atau instruksi langsung , sedangkan siswa matematika prestasi yang menggunakan model pembelajaran kooperatif Membuat Jenis pencocokan lebih baik daripada belajar langsung , ( 2 ) siswa yang memiliki keterampilan sosial yang tinggi dan menengah , sehingga prestasi matematika yang sama , sedangkan siswa yang memiliki keterampilan sosial yang tinggi dan menengah memiliki prestasi matematika yang lebih baik adalah dari siswa yang memiliki keterampilan sosial yang rendah , ( 3 ) pada setiap keterampilan sosial ( tinggi, menengah , dan rendah ) , siswa matematika prestasi yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT lebih baik dari siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif Membuat Jenis pencocokan atau instruksi langsung , dan siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif Membuat Jenis pencocokan memiliki lebih baik daripada prestasi matematika hands- on belajar , ( 4 ) pada masing-masing model pembelajaran ( NHT , Membuat Match, dan belajar langsung ) , siswa yang memiliki keterampilan sosial yang tinggi dan menengah , memiliki prestasi matematika yang sama , sedangkan siswa yang memiliki keterampilan sosial yang tinggi dan menengah matematika yang lebih baik daripada prestasi siswa yang memiliki keterampilan sosial yang rendah belajar .Kata kunci : Numbered Head Together ( NHT ) , Membuat Match, pembelajaran langsung , dan keterampilan sosial.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION DAN TAI TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR PADA POKOK BAHASAN HIMPUNAN SISWA KELAS VII SMP NEGERI 2 GEGER Susanti, Vera Dewi
JIPM Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : JIPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) manakah yang lebih efektif antara model pembelajaran group investigation dan model pembelajaran TAI terhadap prestasi belajar matematika dalam pokok bahasan himpunan pada siswa kelas VII SMPN 2 Geger, (2) manakah yang lebih baik antara motivasi tinggi, sedang dan rendah terhadap prestasi belajar matematika dalam pokok bahasan himpunan pada siswa kelas VII SMPN 2 Geger, (3) manakah yang lebih baik antara model pembelajaran group investigation dan model pembelajaran TAI terhadap prestasi belajar matematika pada siswa yang mempunyai motivasi tinggi, sedang maupun rendah dalam pokok bahasan himpunan pada siswa kelas VII SMPN 2 Geger. Sebagai populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMPN 2 geger tahun ajaran 2011/2012. Penentuan sampel dengan teknik random sampling yaitu 44 siswa dari kelas eksperimen dan kontrol. Kelas eksperimen menggunakan model pembelajaran group investigation dan kelas kontrol menggunakan model pembelajaran explicit instruction. Teknik pengumpulan data untuk data prestasi belajar menggunakan metode tes dan data motivasi belajar siswa menggunakan metode angket. Uji hipotesis penelitian menggunakan anava dua jalan sel tak sama. Uji lanjut pasca anava menggunakan uji Scheffe. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah (1) model pembelajaran group investigation lebih efektif daripada model pembelajaran TAI terhadap prestasi belajar matematika dalam pokok bahasan himpunan pada siswa kelas VII SMPN 2 Geger, (2) prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai motivasi belajar tinggi lebih baik daripada siswa yang mempunyai motivasi belajar sedang maupun rendah, dan siswa yang mempunyai motivasi belajar sedang sama baiknya dengan siswa yang mempunyai motivasi belajar rendah dalam pokok bahasan himpunan siswa kelas VII SMPN 2 Geger, (3) tidak terdapat perbedaan prestasi belajar matematika yang signifikan antara model pembelajaran group investigation dan model pembelajaran TAI baik pada siswa yang mempunyai motivasi belajar tinggi, sedang maupun rendah dalam pokok bahasan himpunan pada siswa kelas VII SMPN 2 Geger.Kata Kunci : Efektifitas, Model Pembelajaran Group Investigation, Model Pembelajaran TAI, Prestasi Belajar Matematika, Motivasi
EFEKTIVITAS MODEL STAD (STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION) TERHADAP PRESTASI BELAJAR STATISTIKA DASAR DITINJAU DARI AKTIVITAS BELAJAR MAHASISWA PADA POKOK BAHASAN DISTRIBUSI PELUANG DISKRIT Krisdiana, Ika
JIPM Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : JIPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Keefektifan model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Divisions) dengan pembelajaran langsung. (2) Perbedaan prestasi belajar antara mahasiswa dengan aktivitas tinggi, sedang dan rendah. (3) Perbedaan prestasi mahasiswa dengan aktivitas tinggi, sedang dan rendah pada pembelajaran kooperatif tipe STAD. (4) Perbedaan prestasi mahasiswa dengan aktivitas tinggi, sedang dan rendah pada pembelajaran langsung. (5) Efektivitas pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan pembelajaran langsung pada mahasiswa dengan aktivitas tinggi. (6) Efektivitas pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan pembelajaran langsung pada mahasiswa dengan aktivitas sedang. (7) Efektivitas pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan pembelajaran langsung pada mahasiswa dengan aktivitas rendah. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara sampling random stratifikasi (stratified random sampling) dan sampling random kluster (cluster random sampling). Pengujian hipotesis menggunakan Anava dua jalan dengan sel tak sama, dengan taraf signifikansi 5 %. Sebelumnya dilakukan uji prasyarat yaitu Uji Normalitas menggunakn Uji Liliefors dan Uji Homogenitas menggunakan Uji Bartlett. Dari hasil analisis disimpulkan : (1) prestasi mahasiswa dengan pembelajaran STAD lebih baik daripada pembelajaran langsung. (2) mahasiswa dengan aktivitas tinggi mempunyai prestasi belajar lebih baik daripada mahasiswa dengan aktivitas sedang dan rendah. (3) mahasiswa dengan aktivitas tinggi prestasinya lebih baik daripada mahasiswa dengan aktivitas rendah dan sedang jika diajar dengan pembelajaran STAD. (4) mahasiswa dengan aktivitas tinggi, sedang dan rendah mempunyai prestasi yang sama jika diajar dengan pembelajaran langsung. (5) mahasiswa dengan aktifitas tinggi jika diajar dengan pembelajaran STAD memberikan prestasi yang lebih baik daripada pembelajaran langsung. (6) mahasiswa dengan aktivitas sedang memberikan prestasi yang sama jika diajar dengan pembelajaran STAD maupun pembelajaran langsung. (7) mahasiswa dengan aktivitas sedang memberikan prestasi yang sama diajar dengan pembelajaran STAD maupun pembelajaran langsung.Kata Kunci : STAD, Kooperative, Aktivitas belajar

Page 1 of 1 | Total Record : 8