cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika)
ISSN : 23017929     EISSN : 25021745     DOI : -
Core Subject : Education,
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) is a semiannual journal, published on March and September. JIPM published by Universitas PGRI Madiun. JIPM provides a forum for lecturers, academicians, researchers, practitioners, and students to deliver and share knowledge in the form of empirical and theoretical research articles. The journal invites professionals in study of Mathematics Education, especially teaching and learning, curriculum development, learning environments, teacher education, educational technology , and educational developments.
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2012)" : 16 Documents clear
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION DAN TALKING STICK TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI ASPEK PSIKOMOTORIK PADA SISWA KELAS VIII MTsN KARANGMOJO I MAGETAN TAHUN AJARAN 2010/2011 Maharani, Swasti
JIPM Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : JIPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aims of this research are : 1) To find out which is more effective, Group Investigation or Talking Stick learning on the mathematics achievement of the students of MTSN Karangmojo I Magetan. 2) To find out is there any differences of the mathematics achievement on Group Investigation and Talking Stick learning from the student’s psychomotoric aspect. This research was conducted from March 2011 to June 2011, using experiment method. The population is all of students of grade VIII MTsN Karangmojo I Magetan. The sample is assigned to two out of all classes, those are : VIII A as control class and VIII B as experiment class. The data were collected using test and observation. It was analyzed using two ways anova. The result of this research are : 1) Group Investigation learning is more effective than Talking Stick learning. 2) There are the difference of the mathematics achievement on Group Investigation and Talking Stick learning from the student’s psychomotoric aspect.Key Words : Group Investigation and Talking Stick learning, the mathematics achievement and student’s psychomotoric aspect.
EFEKTIFITAS PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL SISWA KELAS V SD SE-KECAMATAN BANGUNREJO KABUPATEN LAMPUNG TENGAH Andari, Tri
JIPM Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : JIPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui:(1) apakah prestasi belajar matematika siswa dengan menggunakan pendekatan kontekstual lebih baik dibandingkan siswa dengan menggunakan pendekatan konvensional pada materi pokok bangun datar (2) apakah siswa yang mempunyai kemampuan awal tinggi lebih baik dari prestasi belajarnya dari pada siswa yang mempunyai kemampuan awal sedang dan  rendah, dan siswa yang mempunyai kemampuan awal sedang lebih baik prestasi belajarnya dibandingkan dengan siswa yang mempunyai kemampuan awal rendah pada materi pokok bangun datar. (3) apakah pada siswa yang memiliki kemampuan awal sedang, prestasi belajar siswa yang diberi pembelajaran matematika dengan pendekatan kontekstual lebih baik dibandingkan dengan siswa yang diberi pembelajaran matematika dengan pendekatan konvensional. Di sisi lain, pada siswa yang memiliki kemampuan awal tinggi atau rendah, prestasi belajar siswa yang diberi pembelajaran matematika dengan pendekatan kontekstual sama dengan siswa yang diberi pembelajaran matematika dengan pendekatan konvensional, pada materi pokok bangun datar.            Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD di Kecamatan Bangunrejo tahun pelajaran 2009/2010. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah kelompok eksperimen yang terdiri dari SD N I Bangunrejo, SD N Sinarseputih, dan SD N 02 Bangunrejo. Sedangkan kelompok kontrol SD N 03 Bangunrejo, SD N I Sidoluhur, dan SD N 02 Sidoluhur yang diperoleh dengan cara stratified cluster random sampling cara undian. Teknik pengambilan data adalah dengan menggunakan tes untuk mengetahui prestasi belajar matematika siswa pada materi pokok bangun datar. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) Pembelajaran matematika dengan menggunakan pendekatan kontekstual pada pokok materi bangun datar menghasilkan prestasi belajar matematika lebih baik apabila dibandingkan menggunakan pendekatan konvensional. (Fa= 9,8067 > Ftabel= 3,8410); (2) Kemampuan awal siswa memberikan pengaruh yang berbeda terhadap prestasi belajar matematika siswa pada pokok materi bangun datar. (Fb=3,0904 > Ftabel= 3,0000). Siswa yang memiliki kemampuan awal tinggi mempunyai prestasi belajar matematika siswa yang sama dengan siswa yang mempunyai kemampuan awal sedang, siswa yang memiliki kemampuan awal tinggi mempunyai prestasi belajar matematika siswa yang lebih baik dengan siswa yang mempunyai kemampuan awal rendah, dan siswa yang memiliki kemampuan awal sedang mempunyai prestasi belajar matematika siswa yang sama dengan siswa yang mempunyai kemampuan awal rendah. (3) Tidak ada interaksi antara pendekatan pembelajaran yang digunakan dengan kemampuan awal siswa terhadap prestasi belajar matematika siswa pada materi pokok bangun datar (Fab = 0,5698 < Ftabel= 3,0000). Artinya siswa yang mengikuti pembelajaran matematika dengan menggunakan pendekatan kontekstual mempunyai prestasi belajar yang lebih baik daripada siswa yang mengikuti pembelajaran matematika dengan menggunakan pendekatan konvensional baik secara umum maupun kalau ditinjau dari masing-masing kategori kemampuan awal. Di sisi lain siswa dengan kemampuan awal tinggi mempunyai prestasi belajar yang lebih baik dengan siswa dengan kemampuan awal sedang dan rendah, siswa dengan kemampuan awal sedang mempunyai prestasi belajar yang lebih baik dengan siswa dengan kemampuan awal rendah baik siswa yang mengikuti pembelajaran matematika dengan menggunakan pendekatan kontekstual maupun siswa yang mengikuti pembelajaran matematika dengan menggunakan pendekatan konvensional
KEMAMPUAN MAHASISWA DALAM MELAKSANAKAN KOMPETENSI GURU PROFESIONAL PADA PEMBELAJARAN DISKUSI KELAS BERBASIS DISKUSI KELOMPOK INTUITIF MATA KULIAH SISTEM GEOMETRI Adamura, Fatria
JIPM Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : JIPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mahasiswa di Prodi Pendidikan Matematika untuk menguasai geometri secara mendalam sekaligus menguasai empat kompetensi guru profesional. Akan tetapi penguasaan materi sistem geometri dan kompetensi guru profesional masih kurang, sehingga mahasiswa perlu dilatih untuk berpikir intuitif dan menguasai kompetensi guru profesional. Salah satu pembelajaran yang melatih mahasiswa untuk berpikir intuitif dan menerapkan kompetensi guru profesional adalah pembelajaran diskusi kelas berbasis proses berpikir intuitif. Berdasarkan hal tersebut, maka perlu dilakukan penelitian untuk mendeskripsikan kemampuan mahasiswa dalam melaksanakan kompetensi guru profesional pada pembelajaran diskusi kelas berbasis diskusi kelompok intuitif mata kuliah sistem geometri.Penelitian ini dilakukan dengan Lesson Study sebanyak empat siklus. Subyek Penelitian meliputi 40 orang mahasiswa kelas III G Prodi Pendidikan Matematika IKIP PGRI Madiun, seorang dosen model, dan tiga orang pengamat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyaknya kemampuan guru profesional yang belum terlaksana dengan baik pada Do I, Do II, dan Do III di pembelajaran diskusi kelas berbasis diskusi kelompok intuitif secara berturut-turut adalah dua, tiga, dan empat kemampuan dari delapan kemampuan guru profesional yang diamati. Sedangkan pada Do IV, semua kemampuan guru profesional yang diamati bisa dilakukan dengan baik oleh mahasiswa.Kata kunci: kompetensi guru profesional, pembelajaran diskusi kelas, proses berpikir intuitif, sistem geometri
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAI (TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION) DAN GI (GROUP INVESTIGATION) PADA MATERI PERSAMAAN GARIS LURUS DITINJAU DARI KONSEP DIRI SISWA KELAS VIII SMP NEGERI SE-KOTA MADIUN Setyansah, Reza Kusuma; Budiyono, Budiyono; Sutrima, Sutrima
JIPM Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : JIPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pengaruh masing-masing kategori model pembelajaran, konsep diri dan interaksinya terhadap prestasi belajar matematika siswa pada materi pokok persamaan garis lurus.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu dengan desain faktorial 3 X 3. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri se-Kota Madiun semester ganjil tahun pelajaran 2011/2012. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik stratified cluster random sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 274 siswa. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes kemampuan awal, tes prestasi belajar matematika, dan tes konsep diri siswa. Uji coba instrumen meliputi validitas isi, tingkat kesukaran, daya pembeda dan reliabilitas. Uji prasyarat meliputi uji normalitas menggunakan Lilliefors dan uji homogenitas variansi menggunakan metode Bartlett. Uji keseimbangan menggunakan analisis variansi satu jalan dengan sel tak sama. Uji hipotesis menggunakan analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama.Berdasarkan pengujian hipotesis, diperoleh kesimpulan bahwa: (1) model pembelajaran kooperatif tipe TAI memberikan prestasi belajar matematika lebih baik dibandingkan model pembelajaran kooperatif tipe GI dan model pembelajaran konvensional, serta model pembelajaran kooperatif tipe GI memberikan prestasi belajar matematika lebih baik dibandingkan model pembelajaran konvensional. (2) prestasi belajar matematika siswa dengan konsep diri sedang lebih baik dibandingkan prestasi belajar matematika siswa dengan konsep diri kuat, prestasi belajar matematika siswa dengan konsep diri lemah lebih baik dibandingkan prestasi belajar matematika siswa dengan konsep diri kuat dan prestasi belajar matematika siswa sedang samabaiknya dengan prestasi belajar matematika siswa dengan konsep diri lemah. (3) pada model pembelajaran kooperatif tipe TAI, GI dan konvensional prestasi belajar matematika siswa dengan konsep diri sedang lebih baik dibandingkan prestasi belajar matematika siswa dengan konsep diri kuat, prestasi belajar matematika siswa dengan konsep diri lemah lebih baik dibandingkan prestasi belajar matematika siswa dengan konsep diri kuat dan prestasi belajar matematika siswa sedang samabaiknya dengan prestasi belajar matematika siswa dengan konsep diri lemah. (4) pada siswa dengan konsep diri kuat, sedang dan lemah model pembelajaran kooperatif tipe TAI memberikan prestasi belajar matematika lebih baik dibandingkan model pembelajaran kooperatif tipe GI dan model pembelajaran konvensional, serta model pembelajaran kooperatif tipe GI memberikan prestasi belajar matematika lebih baik dibandingkan model pembelajaran konvensional. Kata Kunci: TAI, GI, Konvensional, Konsep Diri dan Prestasi Belajar.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN INTERAKTIF SETTING KOOPERATIF (PISK) TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA POKOK BAHASAN TRIGONOMETRI SISWA KELAS X SEMESTER I SMA NEGERI 5 MADIUN TAHUN PELAJARAN 2009/2010 DITINJAU DARI GAYA BELAJAR SISWA Sulityaningrum, Ervina Maret
JIPM Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : JIPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : (1) Apakah terdapat perbedaan pengaruh antara pembelajaran interaktif setting kooperatif dengan pembelajaran langsung, pada pokok bahasan trigonometri. (2) Apakah terdapat perbedaan antara gaya belajar siswa kategori tinggi, sedang, dan rendah terhadap prestasi belajar siswa pada pokok bahasan trigonometri .(3) Apakah terdapat interaksi antara metode pembelajaran dan gaya belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa pada pokok bahasan trigonometri. Penelitian ini merupakan metode eksperimen semu. Populasi adalah  siswa kelas X SMA N 5 Madiun Tahun ajaran 2009/2010 yang terdiri dari 6 kelas. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X 5 dan X 6 yang dilakukan dengan cluster random sampling. Teknik pengambilan data adalah dokumen untuk data prestasi mid semester X sebelum eksperimen dan tes untuk data prestasi belajar siswa pada pokok bahasan trigonometri. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis variansi dua jalan 2 x 3 dengan sel tak sama. Pengujian prasyarat analisis dilakukan dengan metode Kolmogorov-Smirnov untuk uji normalitas dan metode Bartlett untuk uji homogenitas. Berdasar hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa : (1) Ada perbedaan prestasi belajar matematika antara siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan metode PISK dengan siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan metode pembelajaran langsung. Pembelajaran menggunakan metode PISK menghasilkan prestasi belajar matematika yang lebih baik jika dibandingkan dengan metode pembelajaran langsung. (Fobs =18.815 > 4.00687 = Ftab pada taraf siginifikansi 5% dan rataan marginalnya 7.00 > 6.5991). (2) Ada perbedaan prestasi belajar antara siswa dengan gaya belajar visual, auditorial, dan kinestik pada pokok bahasan trigonometri. (Fobs =109,254 > 4.00687 = Ftab pada taraf siginifikansi 5%). Dari hasil tersebut dilakukan uji pasca anava yang menghasilkan (a) Siswa yang memiliki gaya belajar visual mempunyai prestasi belajar lebih baik dibandingkan dengan siswa yang memiliki gaya belajar auditorial (p-value < 0.05). (b) Siswa yang memiliki gaya belajar auditorial mempunyai prestasi belajar lebih baik dibangdingkan siswa yang memiliki gaya belajar kinestik (p-value < 0.05). (3) Tidak ada interaksi antara metode pembelajaran PSIK dengan pembelajaran langsung terhadap prestasi belajar matematika siswa (Fobs = 1,421 < 3,15593 = Ftab pada taraf siginifikansi 5%), sehingga tidak perlu dilakukan uji pasca anava. Kata Kunci:  Pembelajaran Interaktif  Setting Kooperatif (PISK), Pembelajaran Langsung, Gaya Belajar
PEMBELAJARAN AKTIF UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERFIKIR TINGKAT TINGGI MELALUI KETRAMPILAN MENYELESAIKAN MASALAH PADA PERKULIAHAN KALKULUS LANJUT Tresnaningsih, Rizqi
JIPM Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : JIPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mata kuliah kalkulus lanjut merupakan salah satu mata kuliah yang menitik beratkan pada kemampuan memecahkan masalah yang melibatkan banyak materi prasyarat. Peranan dari mata kuliah prasyarat sangat penting dan mendominasi terhadap hasil perhitungan. Mata kuliah kalkulus lanjut menuntut mahasiswa untuk selalu meningkatkan cara berfikir mahasiswa, sehingga mahasiswa dapat berfikir lebih tinggi lagi dalam menyelesaikan persoalan kalkulus lanjut yang cukup kompleks. Pembelajaran Berbasis Masalah merupakan metode pembelajaran aktif yang digunakan untuk masalah terstruktur yang merupakan tanggapan dari hasil pembelajaran. Pada model pengajaran ini, digunakan untuk menyelesaikan masalah mempunyai struktur yang kompleks yang tidak cukup bila dikerjakan dengan algoritma yang sederhana. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Penelitian tindakan kelas adalah suatu penyelidikan secara sistematis dan terencana untuk memperbaiki pembelajaran dengan jalan mengadakan perbaikan atau perubahan dan mempelajari akibat yang akan ditimbulkan. Untuk memperoleh data yang sesuai dengan permasalahan dan tujuan penelitian maka penelitian tindakan kelas ini akan dilaksanakan dalam 2 siklus. Masing-masing siklus terdiri dari 4 tahap yaitu tahap perencanaan (planning), tahap pelaksanaan (action), tahap pengamatan (observation) dan tahap refleksi (reflection). Dengan menggunakan pembelajaran berbasis masalah hasil observasi setiap indikator pada siklus I masih mempunyai nilai rendah. Kenaikan nilai mahasiswa mengindikasikan bahwa terdapat peningkatan aktifitas intelektual mahasiswa, yaitu pada tahap berdiskusi. Pada kegiatan berdiskusi, mahasiswa dapat memberikan masukan, ide, saran dan gagasan-gagasan yang menurut mereka benar, meskipun belum diketahui kebenaranya tersebut, akan tetapi dengan melalui tahapan pada sintaksis model pembelajaran tersebut, mahasiswa mempunyai ide, gagasan yang akan meningkatkan kemampuan berfikir tingginya. Pada siklus ke dua ini, mahasiswa telah dapat menunjukkan peningkatannya dalam berfikir, sehingga apabila diterapkan model pembelajaran berbasis masalah ini secara kontinu, maka akan diindikasi dengan  peningkatan berfikir mahasiswa dalam menyelesaikan masalah kalkulus lanjut.Kata Kunci : Pembelajaran Berbasis Masalah, Berfikir Tingkat Tinggi, Kalkulus Lanjut
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY-TWO STRAY (TS-TS) DAN NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP DI KABUPATEN BANTUL DITINJAU DARI AKTIVITAS BELAJAR Apriandi, Davi
JIPM Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : JIPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) manakah yang memberikan prestasi belajar lebih baik di antara pembelajaran dengan model kooperatif tipe TS-TS, model kooperatif tipe NHT atau pembelajaran konvensional, (2) manakah yang memberikan prestasi belajar lebih baik di antara siswa dengan aktivitas belajar tinggi, sedang atau rendah, (3) pada masing-masing tingkatan aktivitas belajar (tinggi, sedang, rendah), manakah yang memberikan prestasi belajar lebih baik di antara pembelajaran dengan model kooperatif tipe TS-TS, model kooperatif tipe NHT atau pembelajaran konvensional.Penelitian ini termasuk penelitian eksperimental semu dengan desain faktorial   3x3. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri Se-Kabupaten Bantul tahun pelajaran 2011/2012. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara stratified cluster random sampling. Banyaknya anggota sampel 268 siswa dengan 86 siswa untuk kelas eksperimen satu, 94 siswa untuk kelas eksperimen dua dan 88 siswa untuk kelas kontrol. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah angket aktivitas belajar siswa dan tes prestasi belajar matematika. Uji coba instrumen angket meliputi validitas isi, konsistensi internal dan reliabilitas. Uji coba tes meliputi validitas isi, tingkat kesukaran, daya beda dan reliabilitas. Untuk uji coba normalitas menggunakan uji Lilliefors, uji homogenitas menggunakan uji Bartlett. Uji keseimbangan yang digunakan yaitu anava satu jalan dengan sel tak sama. Uji hipotesis penelitian menggunakan analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama.Dari hasil analisis diperoleh kesimpulan bahwa: (1) pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe TS-TS memberikan prestasi belajar matematika yang sama dengan menggunakan pembelajaran kooperatif tipe NHT. Di sisi lain, prestasi belajar matematika siswa dengan model pembelajaran kooperatif tipe  TS-TS dan kooperatif tipe NHT lebih baik dibandingkan dengan pembelajaran konvensional, (2) siswa dengan aktivitas belajar tinggi mempunyai prestasi belajar paling baik, sedangkan siswa yang mempunyai aktivitas belajar sedang lebih baik prestasinya daripada siswa dengan aktivitas belajar rendah, (3) prestasi belajar matematika siswa dengan model pembelajaran kooperatif tipe TS-TS, kooperatif tipe NHT dan konvensional memberikan hasil yang sama apabila diberikan pada siswa dengan aktivitas belajar tinggi atau rendah. Sedangkan pada aktivitas belajar sedang, prestasi belajar matematika siswa dengan model pembelajaran kooperatif tipe TS-TS dan kooperatif tipe NHT lebih baik dibandingkan dengan pembelajaran konvensional dan prestasi belajar matematika siswa dengan model pembelajaran kooperatif  tipe TS-TS dan kooperatif tipe NHT memberikan prestasi belajar yang sama.Kata Kunci: Two Stay-Two Stray, Numbered Heads Together, Konvensional,    Aktivitas Belajar.
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN ANALISIS REAL BERBASIS TEORI DAVID TALL Darmadi, Darmadi
JIPM Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : JIPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengembangkan dan menghasilkan model pembelajaran yang sesuai dengan karakteritik mahasiswa dan materi analisis real. Model pembelajaran yang dikembangkan adalah model pembelajaran analisis real berbasis teori-teori David Tall. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika FP MIPA IKIP PGRI Madiun dalam belajar analisis real. Hampir semua mahasiswa kesulitan dalam belajar analisis real sehingga muncul tuntutan untuk menyediakan model pembelajaran beserta perangkatnya yang mampu melayani mahasiswa belajar. Model pembelajaran diartikan sebagai suatu kerangka konseptual pembelajaran yang memuat tujuan, sintaksis sistem sosial, prinsip reaksi, sistem pendukung, dampak instruksional dan dampak pengiring pembelajaran. Model ini memuat landasan teoritis, komponen, dan pelaksanaan pembelajaran menggunakan model dan perangkatnya. Perangkat model terdiri dari Buku Siswa, LKS, LJLKS, RP, Paket Kuis, Paket Tes Penguasaan Bahan pembelajaran, dan paket tes tingkat berpikir mahasiswa. Untuk mencapai maksud tersebut perlu dilakukan penelitian pengembangan dengan mengikuti fase-fase pengembangan seperti investigasi awal, desain, realisasi/konstruksi, dan tes, evaluasi, dan revisi. Kegiatan pada fase tes, evaluasi, dan revisi meliputi validasi, uji coba, dan revisi. Kegiatan uji coba meliputi uji coba perorangan dan uji lapangan. Fokus kajian uji coba adalah pada kualitas kesahihan, kepraktisan, dan keefektifan model pembelajaran beserta perangkatnya.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION DAN TALKING STICK TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI ASPEK PSIKOMOTORIK PADA SISWA KELAS VIII MTsN KARANGMOJO I MAGETAN TAHUN AJARAN 2010/2011 Maharani, Swasti
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.555 KB) | DOI: 10.25273/jipm.v1i1.457

Abstract

The aims of this research are : 1) To find out which is more effective, Group Investigation or Talking Stick learning on the mathematics achievement of the students of MTSN Karangmojo I Magetan. 2) To find out is there any differences of the mathematics achievement on Group Investigation and Talking Stick learning from the student’s psychomotoric aspect. This research was conducted from March 2011 to June 2011, using experiment method. The population is all of students of grade VIII MTsN Karangmojo I Magetan. The sample is assigned to two out of all classes, those are : VIII A as control class and VIII B as experiment class. The data were collected using test and observation. It was analyzed using two ways anova. The result of this research are : 1) Group Investigation learning is more effective than Talking Stick learning. 2) There are the difference of the mathematics achievement on Group Investigation and Talking Stick learning from the student’s psychomotoric aspect.
EFEKTIFITAS PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL SISWA KELAS V SD SE-KECAMATAN BANGUNREJO KABUPATEN LAMPUNG TENGAH Tri Andari
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.69 KB) | DOI: 10.25273/jipm.v1i1.465

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui:(1) apakah prestasi belajar matematika siswa dengan menggunakan pendekatan kontekstual lebih baik dibandingkan siswa dengan menggunakan pendekatan konvensional pada materi pokok bangun datar (2) apakah siswa yang mempunyai kemampuan awal tinggi lebih baik dari prestasi belajarnya dari pada siswa yang mempunyai kemampuan awal sedang dan  rendah, dan siswa yang mempunyai kemampuan awal sedang lebih baik prestasi belajarnya dibandingkan dengan siswa yang mempunyai kemampuan awal rendah pada materi pokok bangun datar. (3) apakah pada siswa yang memiliki kemampuan awal sedang, prestasi belajar siswa yang diberi pembelajaran matematika dengan pendekatan kontekstual lebih baik dibandingkan dengan siswa yang diberi pembelajaran matematika dengan pendekatan konvensional. Di sisi lain, pada siswa yang memiliki kemampuan awal tinggi atau rendah, prestasi belajar siswa yang diberi pembelajaran matematika dengan pendekatan kontekstual sama dengan siswa yang diberi pembelajaran matematika dengan pendekatan konvensional, pada materi pokok bangun datar.            Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD di Kecamatan Bangunrejo tahun pelajaran 2009/2010. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah kelompok eksperimen yang terdiri dari SD N I Bangunrejo, SD N Sinarseputih, dan SD N 02 Bangunrejo. Sedangkan kelompok kontrol SD N 03 Bangunrejo, SD N I Sidoluhur, dan SD N 02 Sidoluhur yang diperoleh dengan cara stratified cluster random sampling cara undian. Teknik pengambilan data adalah dengan menggunakan tes untuk mengetahui prestasi belajar matematika siswa pada materi pokok bangun datar. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) Pembelajaran matematika dengan menggunakan pendekatan kontekstual pada pokok materi bangun datar menghasilkan prestasi belajar matematika lebih baik apabila dibandingkan menggunakan pendekatan konvensional. (Fa= 9,8067 > Ftabel= 3,8410); (2) Kemampuan awal siswa memberikan pengaruh yang berbeda terhadap prestasi belajar matematika siswa pada pokok materi bangun datar. (Fb=3,0904 > Ftabel= 3,0000). Siswa yang memiliki kemampuan awal tinggi mempunyai prestasi belajar matematika siswa yang sama dengan siswa yang mempunyai kemampuan awal sedang, siswa yang memiliki kemampuan awal tinggi mempunyai prestasi belajar matematika siswa yang lebih baik dengan siswa yang mempunyai kemampuan awal rendah, dan siswa yang memiliki kemampuan awal sedang mempunyai prestasi belajar matematika siswa yang sama dengan siswa yang mempunyai kemampuan awal rendah. (3) Tidak ada interaksi antara pendekatan pembelajaran yang digunakan dengan kemampuan awal siswa terhadap prestasi belajar matematika siswa pada materi pokok bangun datar (Fab = 0,5698 < Ftabel= 3,0000). Artinya siswa yang mengikuti pembelajaran matematika dengan menggunakan pendekatan kontekstual mempunyai prestasi belajar yang lebih baik daripada siswa yang mengikuti pembelajaran matematika dengan menggunakan pendekatan konvensional baik secara umum maupun kalau ditinjau dari masing-masing kategori kemampuan awal. Di sisi lain siswa dengan kemampuan awal tinggi mempunyai prestasi belajar yang lebih baik dengan siswa dengan kemampuan awal sedang dan rendah, siswa dengan kemampuan awal sedang mempunyai prestasi belajar yang lebih baik dengan siswa dengan kemampuan awal rendah baik siswa yang mengikuti pembelajaran matematika dengan menggunakan pendekatan kontekstual maupun siswa yang mengikuti pembelajaran matematika dengan menggunakan pendekatan konvensional.

Page 1 of 2 | Total Record : 16