Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN ORANG TUA DAN HASIL BELAJAR TERHADAP MINAT SISWA MELANJUTKAN STUDI KE PERGURUAN TINGGI PADA SISWA SMA NEGERI 1 KOTO BARU TAHUN AJARAN 2013/2014 KABUPATEN DHARMASRAYA Andari, Tri; Tanjung, Mirna; Yolamalinda, Yolamalinda
Pendidikan Ekonomi Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Wisuda Ke 48 Mahasiswa Prodi Pendidikan Ekonomi
Publisher : Pendidikan Ekonomi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT  The aims of this research to know, how far the level of parent’s education and learning outcomes influence toward interest student to continue the study to university. Types of this research is associative. The research location is in SMA Negeri 1 Koto Baru, Dharmasraya. Technique sampling using proportional random sampling to the proportion of 40 % in each class the result of sample of the research is 73 respondent with multiple linear regression analysis. The results of this study indicate that : 1) The level of parent’s education have positive effect on the student’s interests  to continue their study at the college student’s of SMA Negeri 1 Koto Baru academic school year’s 2013/2014 Dharmasraya. 2) The results of study have positive effect on the students interest to continue their study at the college students of SMA Negeri 1 Koto Baru academic school year’s 2013/2014 Dharmasraya. 3) The level of parent’s education and learning outcomes are jointly have positive effect on the student’s interests  to continue their study at the college students of SMA Negeri 1 Koto Baru academic school year’s 2013/2014 Dharmasraya. 
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN QUANTUM LEARNING BERBASIS NEEDS ASSESMENT PADA MATERI RUANG-n EUCLIDES Andari, Tri; Lusiana, Restu
JIPM Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : JIPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menghasilkan perangkat pembelajaran yang baik dengan menggunakan pendekatan Quantum Learning berbasis needs assesment pada mata kuliah Aljabar Linier. Penggunaan pendekatan Quantum Learning dalam pembelajaran merupakan salah satu cara untuk menarik minat mahasiswa dalam mengikuti dan memahami materi Aljabar Linier. Pendekatan Quantum Learning tidak dapat berjalan tanpa adanya metode pembelajaran, untuk itu dimanfaatkan needs assesment untuk menentukan metode pembelajaran yang cocok dengan karakteristik masing-masing mahasiswa. Penelitian pengembangan ini dilakukan menggunakan pendekatan pengembangan 4-D Thiagarajan, dkk.. Pendekatan Thiagarajan terdiri dari 4 tahap yang dikenal dengan pendekatan 4-D (four D pendekatan). Penelitian ini dilaksanakan di Program Studi Pendidikan Matematika IKIP PGRI Madiun Semester V. Perangkat pembelajaran yang telah didapatkan dinyatakan valid oleh para validator dan memenuhi kriteria yaitu aktivitas mahasiswa efektif, kemampuan dosen  mengelola pembelajaran baik, kemampuan mahasiswa dalam memahami materi baik, tes hasil belajar sensitif, valid, dan reliabel, serta respon mahasiswa positif. Perangkat pembelajaran  yang dihasilkan meliputi Satuan Acara Perkuliahan (SAP), Lembar Kegiatan Mahasiswa (LKM), dan Tes Hasil Belajar (THB) pada mata kuliah Aljabar Linier materi Ruang-n Euclides. Kata kunci: Pendekatan Pe
EFEKTIFITAS PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL SISWA KELAS V SD SE-KECAMATAN BANGUNREJO KABUPATEN LAMPUNG TENGAH Andari, Tri
JIPM Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : JIPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui:(1) apakah prestasi belajar matematika siswa dengan menggunakan pendekatan kontekstual lebih baik dibandingkan siswa dengan menggunakan pendekatan konvensional pada materi pokok bangun datar (2) apakah siswa yang mempunyai kemampuan awal tinggi lebih baik dari prestasi belajarnya dari pada siswa yang mempunyai kemampuan awal sedang dan  rendah, dan siswa yang mempunyai kemampuan awal sedang lebih baik prestasi belajarnya dibandingkan dengan siswa yang mempunyai kemampuan awal rendah pada materi pokok bangun datar. (3) apakah pada siswa yang memiliki kemampuan awal sedang, prestasi belajar siswa yang diberi pembelajaran matematika dengan pendekatan kontekstual lebih baik dibandingkan dengan siswa yang diberi pembelajaran matematika dengan pendekatan konvensional. Di sisi lain, pada siswa yang memiliki kemampuan awal tinggi atau rendah, prestasi belajar siswa yang diberi pembelajaran matematika dengan pendekatan kontekstual sama dengan siswa yang diberi pembelajaran matematika dengan pendekatan konvensional, pada materi pokok bangun datar.            Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD di Kecamatan Bangunrejo tahun pelajaran 2009/2010. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah kelompok eksperimen yang terdiri dari SD N I Bangunrejo, SD N Sinarseputih, dan SD N 02 Bangunrejo. Sedangkan kelompok kontrol SD N 03 Bangunrejo, SD N I Sidoluhur, dan SD N 02 Sidoluhur yang diperoleh dengan cara stratified cluster random sampling cara undian. Teknik pengambilan data adalah dengan menggunakan tes untuk mengetahui prestasi belajar matematika siswa pada materi pokok bangun datar. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) Pembelajaran matematika dengan menggunakan pendekatan kontekstual pada pokok materi bangun datar menghasilkan prestasi belajar matematika lebih baik apabila dibandingkan menggunakan pendekatan konvensional. (Fa= 9,8067 > Ftabel= 3,8410); (2) Kemampuan awal siswa memberikan pengaruh yang berbeda terhadap prestasi belajar matematika siswa pada pokok materi bangun datar. (Fb=3,0904 > Ftabel= 3,0000). Siswa yang memiliki kemampuan awal tinggi mempunyai prestasi belajar matematika siswa yang sama dengan siswa yang mempunyai kemampuan awal sedang, siswa yang memiliki kemampuan awal tinggi mempunyai prestasi belajar matematika siswa yang lebih baik dengan siswa yang mempunyai kemampuan awal rendah, dan siswa yang memiliki kemampuan awal sedang mempunyai prestasi belajar matematika siswa yang sama dengan siswa yang mempunyai kemampuan awal rendah. (3) Tidak ada interaksi antara pendekatan pembelajaran yang digunakan dengan kemampuan awal siswa terhadap prestasi belajar matematika siswa pada materi pokok bangun datar (Fab = 0,5698 < Ftabel= 3,0000). Artinya siswa yang mengikuti pembelajaran matematika dengan menggunakan pendekatan kontekstual mempunyai prestasi belajar yang lebih baik daripada siswa yang mengikuti pembelajaran matematika dengan menggunakan pendekatan konvensional baik secara umum maupun kalau ditinjau dari masing-masing kategori kemampuan awal. Di sisi lain siswa dengan kemampuan awal tinggi mempunyai prestasi belajar yang lebih baik dengan siswa dengan kemampuan awal sedang dan rendah, siswa dengan kemampuan awal sedang mempunyai prestasi belajar yang lebih baik dengan siswa dengan kemampuan awal rendah baik siswa yang mengikuti pembelajaran matematika dengan menggunakan pendekatan kontekstual maupun siswa yang mengikuti pembelajaran matematika dengan menggunakan pendekatan konvensional
PROSES BERPIKIR KREATIF SISWA SMP YANG MENGIKUTI BIMBINGAN BELAJAR DALAM MENYELESAIKAN SOAL-SOAL UJIAN NASIONAL A, Natalia Desi; Gembong, Sardulo; Andari, Tri
JIPM Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : JIPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam menyelesaikan soal-soal ujian nasional matematika, siswa yang mengikuti bimbingan belajar memiliki kemampuan berpikir kreatif yang baik. Dengan mengikuti bimbingan belajar sangat membantu siswa dalam menyelesaikan kesulitan-kesulitan yang mereka temukan saat menyelesaikan soal-soal dalam menghadapi ujian nasional. Proses bepikir kreatif merupakan suatu proses aktivitas mental yang terkait dengan kepekaan terhadap masalah, mempertimbangkan informasi baru dan ide-ide yang tidak biasanya dengan suatu pikiran terbuka. Dalam berpikir kreatif ada 5 tahapan yang harus dilewati yaitu orientasi, inkubasi, iluminasi, verifikasi, dan aplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses berpikir siswa SMP yang mengikuti bimbingan belajar ketika menyelesaikan soal-soal ujian nasional. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dan penelitian dilakukan pada 6 orang siswa SMP yang mengikuti bimbingan belajar di luar sekolah yang dibagi menjadi 3 kategori yaitu kategori tinggi, kategori sedang, dan kategori rendah yang masing-masing kategori berjumlah dua orang siswa. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu menggunakan metode tes dan wawancara sedangkan teknik keabsahan data penelitian ini mengunakan teknik triangulasi teknik. Pada penelitian ini peneliti dalam menganalisis data menggunakan 3 komponen yaitu reduksi data, sajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukan bahwa pada tahap (1) orientasi: a. semua subyek kategori tinggi, sedang dan rendah mampu mengumpulkan informasi dengan baik. b. Mengidentifikasi masalah, subjek kategori tinggi dan sedang dapat mengidentifikasi masalah dengan baik, sedangkan pada kategori rendah dapat mengidentifikasi masalah dengan cukup. (2) inkubasi: subyek kategori tinggi dan sedang mampu melewati dengan baik sedangkan subyek kategori rendah mampu melewatinya dengan cukup. (3) iluminasi: subyek kategori tinggi dapat menemukan ide atau inspirasi dengan baik, subyek kategori sedang belum dapat disimpulkan secara umum. (4) verifikasi:a. Mengevaluasi pemecahan masalah, subyek kategori tinggi dan sedang mampu mengevaluasi pemecahan masalah baik, sedangkan subyek kategori rendah belum dapat disimpulkan secara umum, b. Memutuskan solusi, semua subyek dapat memutuskan solusi dengan baik. (5) aplikasi: semua subyek mengambil langkah-langkah solusi dengan cukup.Kata kunci : Proses, Berpikir Kreatif, Bimbingan Belajar, Ujian Nasional.
PROFIL KREATIVITAS MAHASISWA DALAM MEMECAHKAN MASALAH GEOMETRI PADA MATERI SISTEM KOORDINAT RUANG Andari, Tri; Lusiana, Restu
JIPM Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : JIPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui profil kreativitas mahasiswa dalam memecahkan masalah Geometri pada materi sistem koordinat ruang. Subyek dalam penelitian ini adalah mahasiswa program studi pendidikan matematika semeter III IKIP PGRI Madiun. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini diperoleh berdasarkan hasil tes dan wawancara. Teknik analisis data terdiri dari tiga alur yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikankesimpulan atau verifikasi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah (1) Mahasiswa dengan kriteria kemampuan tinggi berkecenderungan untuk memiliki profil kreativitas terhadaphasil belajar yang baik dalam memecahkan masalah Geometri pada materi sistem koordinat ruang. (2) Mahasiswa dengan kriteria kemampuan sedang berkecenderungan untuk memiliki profil kreativitas terhadap hasil belajar yang cukup baik dalammemecahkan masalah Geometri pada materi sistem koordinat ruang. (3) Mahasiswa dengan kriteria kemampuan rendah berkecenderungan untuk memiliki profil kretivitas yang kurang baik dalam memecahkan masalah Geometri pada materi sistem koordinat ruang.  Kata Kunci: Kreativitas, Pemecahan Masalah, Geometri, Sisitem Koordinat Ruang
MODEL PEMBELAJARAN GUIDE INQUIRY PADA PEMBELAJARAN MATA KULIAH STRUKTUR ALJABAR I Lusiana, Restu; Andari, Tri
Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : IKIP PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menghasilkan perangkat pembelajaran yang baik dengan  menggunakan model pembelajaran Guide Inquiry pada mata kuliah Struktur Aljabar I Materi Grupoida. Hal yang melatarbelakangi penelitian ini adalah bahwa mata kuliah Struktur Aljabar I merupakan salah satu mata kuliah prasyarat untuk mata kuliah lainnya, sehingga mata kuliah ini  penting untuk dipahami oleh mahasiswa. Penggunaan model pembelajaran Guide Inquiry dalam  pembelajaran merupakan salah satu cara untuk menarik minat mahasiswa dalam mengikuti dan  memahami materi Grupoida, karena dalam model pembelajaran ini (Guide Inquiry)  menekankan pada kemampuan mahasiswa dalam menyelesaikan masalah umum melalui latihan  pemecahan masalah, praktek membentuk dan menguji hipotesis secara mandiri. Dalam model  Guide Inquiry dosen hanya sebagai fasilitator dalam pembelajaran. Penerapan model  pembelajaran Guide Inquiry diharapkan dapat meningkatkan keaktifan mahasiswa sehingga  dapat mendorong mahasiswa untuk mempelajari materi pembelajaran dengan lebih baik. Penelitian pengembangan ini dilakukan menggunakan pendekatan pengembangan 4-D  Thiagarajan, dkk.. Pendekatan Thiagarajan terdiri dari 4 tahap yang dikenal dengan pendekatan  4-D (four D pendekatan). Keempat tahap tersebut adalah tahap pendefinisian (define), tahap  perancangan (design), tahap pengembangan (development), dan tahap penyebaran  (disseminate).  Penelitian ini dilaksanakan di Program Studi Pendidikan Matematika IKIP PGRI  Madiun Semester V. Model pengumpulan data melalui  angket dan tes. Beberapa data yang  diperoleh pada pelaksanaan ujicoba perangkat pembelajaran meliputi aktivitas mahasiswa,kemampuan dosen mengelola pembelajaran, kemampuan mahasiswa dalam memahami materi,  tes hasil belajar, dan respon mahasiswa. Perangkat pembelajaran yang telah didapatkan  dinyatakan valid oleh para validator dan memenuhi kriteria yaitu aktivitas mahasiswa efektif,  kemampuan dosen mengelola pembelajaran baik, kemampuan mahasiswa dalam memahami  materi baik, tes hasil belajar sensitif, valid, dan reliabel, serta respon mahasiswa positif. Perangkat pembelajaran dengan model pembelajaran Guide Inquiry yang dihasilkan meliputi Satuan Acara Perkuliahan (SAP),  Lembar Kegiatan Mahasiswa (LKM), dan Tes Hasil Belajar  (THB) pada mata kuliah Struktur Aljabar I materi Grupoida. Kata Kunci:   Model Pembelajaran Guide Inquiry, Struktur Aljabar I
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN SNOWBALL THROWING BERBASIS TUGAS TERSTRUKTUR PADA MATA KULIAH STRUKTUR ALJABAR I Andari, Tri; Lusiana, Restu
Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : IKIP PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menghasilkan perangkat pembelajaran yang baik dengan menggunakan model Snowball Throwing Berbasis Tugas Terstruktur pada mata kuliah Struktur Aljabar I. Hal yang melatarbelakangi penelitian ini adalah kenyataan bahwa mata kuliah Struktur Aljabar merupakan salah satu mata kuliah yang memuat konsep konsep yang abstrak, karena sifat dari mata kuliah tersebut seperti itu maka mahasiswa seringkali mendapat kesulitan dalam mempelajarinya. Untuk mengatasi hal tersebut, seorang dosen harus mampu membantu dan mengarahkan mahasiswa agar dapat mempelajari materi-materi pada mata kuliah tersebut menjadi lebih menarik dan bermakna. Pemberian tugas secara terstruktur diharapkan dapat meningkatkan keaktifan mahasiswa sehingga dapat mendorong mahasiswa untuk mempelajari materi-materi tersebut secara terarah. Penelitian pengembangan ini dilakukan menggunakan model pengembangan  4-D Thiagarajan, dkk. Model Thiagarajan terdiri dari 4 tahap yang dikenal dengan model 4-D (four D model). Model pengembangan perangkat pembelajaran pada penelitian ini adalah model Thiagarajan, Semmel, dan Semmel yang dikenal dengan four-D model (model 4-D) yang terdiri dari 4 tahap. Namun, dalam penelitian dimodifikasi menjadi tiga tahap pengembangan perangkat, yaitu tahap pendefinisian, tahap perancangan dan tahap pengembangan. Penelitian dilaksanakan di Prodi Pendidikan Matematika IKIP PGRI Madiun Semester enam. Model pengumpulan data melalui  angket dan tes. Perangkat pembelajaran yang dihasilkan: Satuan Acara Perkuliahan (SAP), Lembar Kegiatan Mahasiswa (LKM), dan Tes Hasil Belajar (THB) pada mata kuliah Struktur Aljabar materi Group. Beberapa data yang diperolah pada pelaksanaan ujicoba perangkat pembelajaran meliputi aktivitas mahasiswa, kemampuan dosen mengelola pembelajaran, kemampuan mahasiswa dalam melaksanakan kompetensi guru  profesional, tes hasil belajar, dan respon mahasiswa. Perangkat pembelajaran yang telah didapatkan dinyatakan valid oleh para validator dan memenuhi kriteria yaitu aktivitas mahasiswa efektif, kemampuan dosen mengelola pembelajaran baik, kemampuan mahasiswa dalam melaksanakan kompetensi guru  profesional baik, tes hasil belajar sensitif, valid, dan reliabel, serta respon mahasiswa positif. Perangkat pembelajaran dengan model Snowball Throwing berbasis tugas terstruktur yang dihasilkan meliputi Satuan Acara Perkuliahan (SAP), Lembar Kegiatan Mahasiswa (LKM), dan Tes Hasil Belajar (THB).Kata Kunci:   Pengembangan, Perangkat Pembelajaran,  Model Snowball Throwing Berbasis Tugas Terstruktur, Struktur Aljabar I
PEMBERDAYAAN DESA MELALUI PELATIHAN PENGOPERASIAN MICROSOFT EXCEL DALAM ADMINISTRASI DATA MATEMATIS DESA Andari, Tri; Lusiana, Restu
Jurnal Terapan Abdimas Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Terapan Abdimas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this training is that trainees are able to master the operation of Microsoft Excel for data processing mathematical administration in the village. Operation of Microsoft Excel training activities carried out in two village in the district Panekan partners namely in the village and the village Milangasri Wates. Training activities conducted using survey methods, lectures, practical training and consultation discussions. In this community service activities we undertake the operation of Microsoft Excel training for administrative data processing mathematically in the village. To know the indicators of achievement of the control operation of Microsoft Excel training participants we conducted a series of evaluations at each stage of activity. From the results of the evaluation carried out, showing that the operation of Microsoft Excel training is effective, it can be seen from the enthusiasm of the participants in the training. Given that most of the data processing mathematical administration in the village do with Microsoft Excel so by mastering how to operate the program, the data can be documented village easier, faster, and more complete. It is an indicator of the importance of improving the quality of village administration services and related processes performed by the village. The enthusiasm and activeness of the participants showed that this training is required by the Village.Keywords: Empowerment, Training, Microsoft Excel, Data Administration Mathematical
PERBANDINGAN METODE EXPLICIT INSTRUCTION DAN STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA DALAM POKOK BAHASAN LINGKARAN DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS VIII SMPN 1 SAWAHAN Andari, Tri
JEMS Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : IKIP PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui: 1) Pembelajaran mana yang lebih baik antara metode STAD dengan metode Explicit Instruction dalam meningkatkan prestasi belajarsiswa, 2) Metode mana yang memberikan prestasi belajar matematika yang lebih baik antarasiswa yang mempunyai motivasi belajar tinggi, sedang, dan rendah, 3) Ada tidaknya interaksiantara metode pembelajaran dengan motivasi pada prestasi belajar siswa. Teknikpengumpulan data yang digunakan adalah angket untuk data motivasi siswa dan teknik tesuntuk data prestasi belajar matematika siswa. Data yang diperoleh dianalisis dengan ujistatistik analisis variansi dua jalan frekuensi sel tak sama. Kesimpulan dari penelitian iniadalah 1) tidak ada perbedaan pengaruh antara Pembelajaran dengan menggunakan metodeSTAD maupun pembelajaran yang menggunakan metode Explicit Instruction dalammeningkatkan prestasi belajar siswa kelas VIII SMP N 1 Sawahan pada pokok bahasanLingkaran, 2) tidak ada perbedaan pengaruh antara motivasi tinggi, sedang maupun rendahterhadap prestasi belajar siswa kelas VIII SMP N 1 SAWAHAN pada pokok bahasanLingkaran, 3) tidak ada interaksi antara pengajaran dengan model STAD dan pengajarandengan model Explicit Instruction dengan motivasi siswa tinggi, sedang maupun rendahterhadap prestasi belajar siswa kelas VIII SMPN 1 Sawahan pada pokok bahasan Lingkaran.Kata Kunci: Metode Student Teams Achievement Division, Explicit Instruction, Motivasi siswa, Prestasi belajar matematika.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) MENGGUNAKAN MEDIA ULAR TANGGA DAN MEDIA QUESTION CARD TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA SMA DITINJAU DARI ADVERSITY QUOTIENT (AQ) TAHUN AJARAN 2014 / 2015 Hardiana, Yuli; Andari, Tri; Krisdiana, Ika
Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika (JIPM) Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : IKIP PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah: 1) Untuk mengetahui apakah model pembelajara TGT dengan media Ular Tangga lebih efektif daripada dengan media Question Card terhadap hasil belajar matematika siswa SMA. 2) Untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh Adversity Quotient siswa tipe climbers, campers dan quitters terhadap hasil belajar matematika siswa SMA. 3) Untuk mengetahui apakah terdapat interaksi antara model pembelajaran TGT berbantuan media Ular Tangga dan  media Question Card dengan Adversity Quotient siswa tipe climbers, campers dan quitters terhadap hasil belajar matematika siswa SMA.Penelitian ini berbentuk penelitian kuantitatif. Penentuan sampel menggunakan teknik Simple Random Sampling dengan kelas eksperimen 1 diajar dengan model pembelajaran TGT berbantuan Ular Tangga dan kelas eksperimen 2 berbantuan Question Card. Metode penelitian menggunakan metode eksperimen semu. Teknik pengumpulan data menggunakan angket untuk data Adversity Quotient dan tes untuk data hasil belajar matematika siswa. Teknik analisis data menggunakan uji analisis variansi dua jalan sel tak sama dan uji lanjut menggunakan uji scheffe. Hasil penelitian dengan α=5% menunjukkan bahwa: 1) model pembelajaran TGT menggunakan media Ular Tangga sama efektifnya dengan model pembelajaran TGT menggunakan media Question Card terhadap hasil belajar matematika siswa (Fobs = 2,4932 < Fα = 4,0304). 2) Adversity Quotient  memberikan pengaruh terhadap hasil belajar matematika siswa (Fobs = 3,7166 > Fα = 3,1788). Hasil belajar siswa yang memiliki Adversity Quotient tipe climbers tidak jauh berbeda dengan tipe campers, hasil belajar siswa yang memiliki Adversity Quotient tipe climbers lebih baik daripada tipe quitters, dan hasil belajar sswa yang memiliki Adversity Quotient tipe campers tidak jauh berbeda dengan tipe quitters 3) Tidak terdapat interaksi antara penggunaan model pembelajaran TGT berbantuan media Ular Tangga dan  media Question Card dengan Adversity Quotient terhadap hasil  belajar siswa (Fobs = 1,0669 < Fα = 3,1788). Kata Kunci: Adversty Quotient (AQ), Teams Games Tournament (TGT), Ular Tangga,   Question Card.                 Â