cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika)
ISSN : 23017929     EISSN : 25021745     DOI : -
Core Subject : Education,
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) is a semiannual journal, published on March and September. JIPM published by Universitas PGRI Madiun. JIPM provides a forum for lecturers, academicians, researchers, practitioners, and students to deliver and share knowledge in the form of empirical and theoretical research articles. The journal invites professionals in study of Mathematics Education, especially teaching and learning, curriculum development, learning environments, teacher education, educational technology , and educational developments.
Arjuna Subject : -
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2015)" : 18 Documents clear
IMPLEMENTASI PERMAINAN KADO UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VI SDN PAGENTAN 01 SINGOSARI PADA POKOK BAHASAN PECAHAN Iriyanto, Iriyanto; Irawati, Ratna Kartika
Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika (JIPM) Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : IKIP PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu pokok bahasan matematika yang dibelajarkan pada siswa sekolah dasar adalah pecahan. Konsep-konsep pecahan merupakan konsep yang abstrak dan deduktif. Hal ini menyebabkan siswa mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal-soal pecahan. Kesulitan siswa ini juga ditunjukkan dengan hasil ulangan pecahan yang belum mencapai KKM. Salah satu solusi yang dapat ditawarkan untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan pengembangan media pembelajaran KADO (Kartu Domino). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan KADO melalui kerja kelompok dalam meningkatkan keaktifan dan hasil belajar dengan pokok bahasan pecahan pada siswa kelas VI A SDN Pagentan 01 Singosari. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif dan jenis penelitiannya adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan tiga fase yaitu perencanaan, tindakan dan observasi serta refleksi. Subjek penelitian adalah siswa Kelas VI A SDN Pagentan 01 Singosari yang berjumlah 34 siswa. Instrumen penelitian berupa media pembelajaran KADO dan tes formatif pecahan. Teknik analisis data menggunakan hasil tes dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran KADO dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa pada pokok bahasan pecahan. Kata Kunci : Permainan Kado, Pecahan, Hasil Belajar
PROFIL PENALARAN SISWA KELAS X SMA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH PERSAMAAN KUADRAT DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL SISWA Mahendra, Rengga; Murtafiah, Wasilatul; Adamura, Fatriya
Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika (JIPM) Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : IKIP PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

       Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang wajib ditempuh mulai dari tingkat dasar hingga ke jenjang yang lebih tinggi. Kesulitan siswa dalam pembelajaran matematika adalah terletak pada penalaran dalam menyelesaikan masalah bentuk soal cerita termasuk didalamnya pada materi persamaan kuadrat. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil penalaran siswa kelas X SMA dalam menyelesaikan masalah persamaan kuadrat ditinjau dari kemampuan awal siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan pada penelitian ini adalah siswa. Teknik pengumpulan data melalui tes tulis dan wawancara. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa (1) Siswa dengan kategori kemampuan awal tinggi memiliki kecenderungan menggunakan unsur-unsur penalaran induktif dan deduktif dengan baik. Siswa dapat memecahkan masalah persamaan kuadrat dalam bentuk soal cerita dengan baik sesuai dengan langkah-langkah penyelesaian masalah. (2) Siswa dengan kategori kemampuan awal sedang memiliki kecenderungan menggunakan unsur-unsur penalaran induktif dan deduktif dengan cukup baik. Siswa dapat memecahkan masalah persamaan kuadrat dengan baik tetapi kurang mampu dalam menentukan cara lain untuk mencari jawaban. (3) Siswa dengan kategori kemampuan awal rendah memiliki kecenderungan menggunakan unsur-unsur penalaran induktif dan deduktif dengan kurang baik. Siswa kurang mampu dalam memecahkan masalah persamaan kuadrat sesuai langkah-langkah pemecahan masalah dan tidak mampu dalam menentukan cara lain untuk mencari jawaban. Kata Kunci: Penalaran, Menyelesaikan Masalah, Persamaan Kuadrat, Kemampuan Awal
Studi Eksploratif Kualitas Bukti Matematis pada Soal Aritmatika Matriks Berbasis Motivation to Reasioning Tasks Zainudin, M.
Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika (JIPM) Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : IKIP PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil kajian eksploratif ini memaparkan kualitas bukti matematis oleh mahasiswa pada soal aritmatika matriks berbasis motivation to reasioning tasks. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan model grounded theory melalui 3 tahap yakni open coding, selective coding, dan theoretical coding. Pada akhir pembahasan sub bab aritmatika matriks pada matakuliah aljabar linier, mahasiswa mendapatkan tugas membuktikan 3 soal aritmatika matriks untuk mengukur kemampuan konstruksi bukti matematis. Mahasiswa dikelompokkan menjadi 3 tingkatan, yakni tinggi, sedang, dan rendah. Pada tahap open coding, dilakukan analisis hasil pekerjaan mahasiswa terhadap 3 soal tersebut untuk menentukan kategori yang relevan. Tahap selective coding dilakukan dengan menyeleksi dan pendalaman terhadap penemuan kategori melalui interview dengan responden yang diambil berdasarkan sampel teoritis (masing-masing tingkatan diambil 3 responden). Tahap theoretical coding ditemukan bahwa kualitas konstruksi bukti matematis dalam matakuliah aljabar linier pada soal aritmatika matriks dapat ditentukan berdasarkan 6 kategori, yakni langkah awal, alur pembuktian, ketaatan konsep, argumen, dan penggunaan kunci.Kata kunci: bukti matematis, motivation to reasioning tasks, soal aritmatika matriks
PROFIL KEMAMPUAN PEMAHAMAN SISWA KELAS X DALAM MENYELESAIKAN MASALAH YANG BERKAITAN DENGAN PENERAPAN SIFAT-SIFAT EKSPONEN DAN LOGARITMA DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL Prastiyowati, Lenny; Gembong, Sardulo; Darmadi, Darmadi
JIPM Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : JIPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil kemampuan pemahaman dalam menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan penerapan sifat-sifat eksponen dan logaritma pada siswa SMA ditinjau dari kemampuan awal, yang meliputi memahami masalah, merencanakan penyelesaia masalah, melaksanakan penyelesaian masalah, dan memeriksa kembali. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Subyek penelitian adalah enam siswa kelas X SMA N 1 Kawedanan yaitu dua siswa dengan kemampuan awal tinggi, dua siswa dengan kemampuan awal sedang dan dua siswa dengan kemampuan awal rendah. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode tes dan wawancara. Teknik keabsahan data dilakukan dengan triangulasi metode. Data hasil penelitian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data dan verifikasi data atau penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan profil kemampuan pemahaman siswa dengan kemampuan awal tinggi : memiliki kemampuan pemahaman dalam proses pemahaman menafsirkan, mencontohkan, mengklasifikasikan, merangkum, menyimpulkan, dan menjelaskan dengan baik namun hanya mampu menggunakan proses pemahaman membandingkan dengan cukup. Siswa dengan kemampuan awal sedang : memiliki kemampuan pemahaman dalam proses pemahaman menafsirkan, mengklasifikasikan dan merangkum dengan baik namun dalam kemampuan menggunakan proses pemahaman mencontohkan, menyimpulkan, membandingkan dan menjelaskan dengan cukup. Siswa dengan kemampuan awal sedang : memiliki kemampuan pemahaman dalam proses pemahaman menafsirkan, mengklasifikasikan dan merangkum dengan baik namun kemampuan siswa dalam menggunakan proses pemahaman mencontohkan, menyimpulkan, membandingkan dan menjelaskan adalah kurang.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW MENGGUNAKAN ALAT PERAGA DENGAN TANPA MENGGUNAKAN ALAT PERAGA TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI KECERDASAN EMOSIONAL SISWA KELAS VII SMP N 2 WUNGU Andari, Tri; Pambudi, Agung Prastyo
Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika (JIPM) Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : IKIP PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Apakah model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw menggunakan alat peraga lebih efektif dari pada Jigsaw tanpa menggunakan alat peraga terhadap prestasi belajar matematika. (2) Apakah siswa dengan kecerdasan emosional tinggi lebih baik dari pada kecerdasan emosional sedang dan kecerdasan emosional sedang lebih baik dari pada kecerdasan emosional rendah terhadap prestasi belajar matematika. (3) Apakah ada interaksi antara model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw menggunakan alat peraga lebih baik dari pada model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw tanpa menggunakan alat peraga terhadap prestasi belajar matematika pada siswa yang mempunyai kecerdasan emosional tinggi, sedang maupun rendah. Hasil dari penelitian ini adalah (1) Fobs=2,42<Ftabel=4,052, Ada perbedaan pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw menggunakan alat peraga dengan Jigsaw tanpa menggunakan alat peraga terhadap prestasi belajar matematika ditinjau dari kecerdasan emosional pada siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Wungu semester genap tahun pelajaran 2014/2015. (2) Fobs=19,86>Ftabel=3,165, Prestasi belajar matematika siswa yang memiliki kecerdasan emosional tinggi lebih baik dari pada siswa yang memiliki kecerdasan emosional sedang, siswa yang memiliki kecerdasan emosional sedang sama dengan siswa yang memiliki kecerdasan emosional rendah dan siswa yang memiliki kecerdasan emosional tinggi lebih baik dari pada siswa yamg memiliki kecerdasan emosional rendah. (3) Fobs=3,28>Ftabel=3,165, Ada interaksi antara pembelajaran dengan model pembelajaran Jigsaw menggunakan alat peraga dan model pembelajaran jigsaw tanpa menggunakan alat peraga ditinjau dari kecerdasan emosional siswa tinggi, sedang maupun rendah terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Wungu. Kata Kunci: Model Pembelajaran, Kooperatif Tipe Jigsaw, Alat Peraga, Kecerdasan Emosional.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) DENGAN ALAT PERAGA GEOBOARD TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS VII MTs AL ISTIQOMAH Laili, Ella Nikmatul; Murtafiah, Wasilatul; Setyansah, Reza Kusuma
JIPM Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : JIPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui manakah model pembelajaran yang lebih efektif Numbered Heads Together (NHT) dengan alat peraga Geoboard atau model pembelajaran  konvensional terhadap prestasi belajar matematika siswa. (2) Untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan pengaruh motivasi tinggi, sedang, dan rendah pada siswa terhadap prestasi belajar matematika. (3) Untuk mengetahui apakah terdapat interaksi antara penerapan model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) dengan alat peraga Geoboard dan model pembelajaran konvensional terhadap prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai motivasi tinggi, sedang maupun rendah. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas VII MTs Al Istiqomah tahun ajaran 2014/2015. Teknik pengambilan sampelnya dengan cluster random sampling dan sampelnya yaitu kelas VII B sebagai kelas eksperimen yang diajar dengan model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) dengan alat peraga Geoboard, dan kelas VII D sebagai kelas kontrol yang diajar dengan model pembelajaran konvensional. Teknik pengumpulan data untuk data prestasi belajar menggunakan metode tes dan data motivasi belajar siswa menggunakan metode angket. Uji hipotesis penelitian menggunakan anava dua jalan dengan sel tak sama. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah (1) Model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) dengan alat peraga Geoboard lebih efektif daripada model pembelajaran konvensional terhadap prestasi belajar matematika siswa. (2) Motivasi belajar siswa tinggi, sedang, dan rendah pada siswa tidak berpengaruh terhadap prestasi belajar matematika siswa. (3) Tidak terdapat interaksi antara penerapan model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) dengan alat peraga Geoboard dan model pembelajaran konvensional terhadap prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai motivasi tinggi, sedang maupun rendah. Kata kunci: Alat Peraga Geoboard, Model Pembelajaran Numbered Heads Together (NHT),  Motivasi  Belajar, Prestasi Belajar Matematika.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERKARAKTER MELALUI PERMAINAN EDUKATIF MATCINDO SEBAGAI LEARNING EXERCISE BAGI SISWA Widiyahti, Umi Nur; Suprapto, Edy; Adamura, Fatriya
Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika (JIPM) Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : IKIP PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Matematika merupakan pelajaran yang wajib ditempuh mulai dari jenjang dasar hingga perguruan tinggi. Pada kehidupan nyata banyak siswa yang tidak berminat bahkan menganggap matematika sebagai pelajaran yang menakutkan, tidak menarik, dan membosankan. Penggunaan media pembelajaran berkarakter dengan basis permainan dinilai sangat efektif untuk mengubah paradigma siswa dan menumbuhkan minat belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengembangan media pembelajaran matematika berkarakter melalui permainan edukatif Maticindo (Macanan Matematika Cinta Budaya Indonesia) yang layak digunakan sebagai learning exercise bagi siswa. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan dengan menggunakan metode 4-D, yaitu define, design, develop and diseminate yang telah dimodifikasi hanya sampai tahap D ketiga. Jenis data yang digunakan adalah data deskriptif kuantitatif yang diperoleh dari validator sebagai pakar pengembangan. Pengumpulan data menggunakan instrumen tes dan angket yang diisi langsung oleh subyek uji coba terbatas (6 siswa kelas VII A) dan uji coba lapangan (seluruh siswa kelas VII B). Teknik analisis yang digunakan meliputi analisis kevalidan, kepraktisan serta keefektifan media pembelajaran matcindo. Hasil menunjukkan, bahwa media pembelajaran matcindo termasuk dalam kategori sangat valid dengan nilai 97,92%. Respon siswa terhadap media pembelajaran matcindo sangat positif dengan rata-rata presentase 90,36% pada uji coba terbatas dan 89,73% pada uji coba lapangan, sehingga media pembelajaran dapat dikategorikan praktis. Penggunaan media pembelajaran matcindo juga telah memenuhi kriteria ketuntasan belajar klasikal, yaitu 87,33% pada uji coba terbatas dan 86,52% pada uji coba lapangan. Berdasarkan hasil penelitian pengembangan yang dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa matcindo dapat digunakan sebagai media pembelajaran matematika yang layak karena telah memenuhi kriteria kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan.Kata kunci: Learning exercise, Matcindo, Media
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) DENGAN ALAT PERAGA GEOBOARD TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS VII MTs AL ISTIQOMAH Laili, Ella Nikmatul; Murtafiah, Wasilatul; Setyansah, Reza Kusuma
Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika (JIPM) Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : IKIP PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui manakah model pembelajaran yang lebih efektif Numbered Heads Together (NHT) dengan alat peraga Geoboard atau model pembelajaran  konvensional terhadap prestasi belajar matematika siswa. (2) Untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan pengaruh motivasi tinggi, sedang, dan rendah pada siswa terhadap prestasi belajar matematika. (3) Untuk mengetahui apakah terdapat interaksi antara penerapan model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) dengan alat peraga Geoboard dan model pembelajaran konvensional terhadap prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai motivasi tinggi, sedang maupun rendah. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas VII MTs Al Istiqomah tahun ajaran 2014/2015. Teknik pengambilan sampelnya dengan cluster random sampling dan sampelnya yaitu kelas VII B sebagai kelas eksperimen yang diajar dengan model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) dengan alat peraga Geoboard, dan kelas VII D sebagai kelas kontrol yang diajar dengan model pembelajaran konvensional. Teknik pengumpulan data untuk data prestasi belajar menggunakan metode tes dan data motivasi belajar siswa menggunakan metode angket. Uji hipotesis penelitian menggunakan anava dua jalan dengan sel tak sama. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah (1) Model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) dengan alat peraga Geoboard lebih efektif daripada model pembelajaran konvensional terhadap prestasi belajar matematika siswa. (2) Motivasi belajar siswa tinggi, sedang, dan rendah pada siswa tidak berpengaruh terhadap prestasi belajar matematika siswa. (3) Tidak terdapat interaksi antara penerapan model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) dengan alat peraga Geoboard dan model pembelajaran konvensional terhadap prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai motivasi tinggi, sedang maupun rendah. Kata kunci: Alat Peraga Geoboard, Model Pembelajaran Numbered Heads Together (NHT),  Motivasi  Belajar, Prestasi Belajar Matematika.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) MENGGUNAKAN MEDIA ULAR TANGGA DAN MEDIA QUESTION CARD TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA SMA DITINJAU DARI ADVERSITY QUOTIENT (AQ) TAHUN AJARAN 2014 / 2015 Hardiana, Yuli; Andari, Tri; Krisdiana, Ika
Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika (JIPM) Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : IKIP PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah: 1) Untuk mengetahui apakah model pembelajara TGT dengan media Ular Tangga lebih efektif daripada dengan media Question Card terhadap hasil belajar matematika siswa SMA. 2) Untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh Adversity Quotient siswa tipe climbers, campers dan quitters terhadap hasil belajar matematika siswa SMA. 3) Untuk mengetahui apakah terdapat interaksi antara model pembelajaran TGT berbantuan media Ular Tangga dan  media Question Card dengan Adversity Quotient siswa tipe climbers, campers dan quitters terhadap hasil belajar matematika siswa SMA.Penelitian ini berbentuk penelitian kuantitatif. Penentuan sampel menggunakan teknik Simple Random Sampling dengan kelas eksperimen 1 diajar dengan model pembelajaran TGT berbantuan Ular Tangga dan kelas eksperimen 2 berbantuan Question Card. Metode penelitian menggunakan metode eksperimen semu. Teknik pengumpulan data menggunakan angket untuk data Adversity Quotient dan tes untuk data hasil belajar matematika siswa. Teknik analisis data menggunakan uji analisis variansi dua jalan sel tak sama dan uji lanjut menggunakan uji scheffe. Hasil penelitian dengan α=5% menunjukkan bahwa: 1) model pembelajaran TGT menggunakan media Ular Tangga sama efektifnya dengan model pembelajaran TGT menggunakan media Question Card terhadap hasil belajar matematika siswa (Fobs = 2,4932 < Fα = 4,0304). 2) Adversity Quotient  memberikan pengaruh terhadap hasil belajar matematika siswa (Fobs = 3,7166 > Fα = 3,1788). Hasil belajar siswa yang memiliki Adversity Quotient tipe climbers tidak jauh berbeda dengan tipe campers, hasil belajar siswa yang memiliki Adversity Quotient tipe climbers lebih baik daripada tipe quitters, dan hasil belajar sswa yang memiliki Adversity Quotient tipe campers tidak jauh berbeda dengan tipe quitters 3) Tidak terdapat interaksi antara penggunaan model pembelajaran TGT berbantuan media Ular Tangga dan  media Question Card dengan Adversity Quotient terhadap hasil  belajar siswa (Fobs = 1,0669 < Fα = 3,1788). Kata Kunci: Adversty Quotient (AQ), Teams Games Tournament (TGT), Ular Tangga,   Question Card.                  
PROFIL KEMAMPUAN PEMAHAMAN SISWA KELAS X DALAM MENYELESAIKAN MASALAH YANG BERKAITAN DENGAN PENERAPAN SIFAT-SIFAT EKSPONEN DAN LOGARITMA DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL Prastiyowati, Lenny; Gembong, Sardulo; Darmadi, Darmadi
Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika (JIPM) Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : IKIP PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil kemampuan pemahaman dalam menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan penerapan sifat-sifat eksponen dan logaritma pada siswa SMA ditinjau dari kemampuan awal, yang meliputi memahami masalah, merencanakan penyelesaia masalah, melaksanakan penyelesaian masalah, dan memeriksa kembali. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Subyek penelitian adalah enam siswa kelas X SMA N 1 Kawedanan yaitu dua siswa dengan kemampuan awal tinggi, dua siswa dengan kemampuan awal sedang dan dua siswa dengan kemampuan awal rendah. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode tes dan wawancara. Teknik keabsahan data dilakukan dengan triangulasi metode. Data hasil penelitian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data dan verifikasi data atau penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan profil kemampuan pemahaman siswa dengan kemampuan awal tinggi : memiliki kemampuan pemahaman dalam proses pemahaman menafsirkan, mencontohkan, mengklasifikasikan, merangkum, menyimpulkan, dan menjelaskan dengan baik namun hanya mampu menggunakan proses pemahaman membandingkan dengan cukup. Siswa dengan kemampuan awal sedang : memiliki kemampuan pemahaman dalam proses pemahaman menafsirkan, mengklasifikasikan dan merangkum dengan baik namun dalam kemampuan menggunakan proses pemahaman mencontohkan, menyimpulkan, membandingkan dan menjelaskan dengan cukup. Siswa dengan kemampuan awal sedang : memiliki kemampuan pemahaman dalam proses pemahaman menafsirkan, mengklasifikasikan dan merangkum dengan baik namun kemampuan siswa dalam menggunakan proses pemahaman mencontohkan, menyimpulkan, membandingkan dan menjelaskan adalah kurang. Kata Kunci: Profil, Pemahaman, Kemampuan Awal, Eksponen dan Logaritma

Page 1 of 2 | Total Record : 18