cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika)
ISSN : 23017929     EISSN : 25021745     DOI : -
Core Subject : Education,
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) is a semiannual journal, published on March and September. JIPM published by Universitas PGRI Madiun. JIPM provides a forum for lecturers, academicians, researchers, practitioners, and students to deliver and share knowledge in the form of empirical and theoretical research articles. The journal invites professionals in study of Mathematics Education, especially teaching and learning, curriculum development, learning environments, teacher education, educational technology , and educational developments.
Arjuna Subject : -
Articles 321 Documents
PEMANFAAAN MEDIA PEMBELAJARAN AUDIO VISUAL FILKARTIKA (FILM KARTUN MATEMATIKA) DENGAN POKOK BAHASAN BANGUN RUANG PADA SISWA KELAS IV SD Dwi Hariyanti; Basuki Rachmat; Murdjito Murdjito
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.73 KB) | DOI: 10.25273/jipm.v1i2.482

Abstract

Mata pelajaran matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang penting, karena tidak terlepas dari aspek kehidupan sehari-hari. Para siswa sering kali begitu tegang menghadapi pelajaran matematika. Hal ini disebabkan karena siswa sering mendengar bahwa matematika adalah pelajaran yang sulit dan abstrak. Penggunaan media audio visual Filkartika dalam pembelajaran matematika dianggap mampu meningkatkan daya serap siswa terhadap materi pelajaran tersebut. Maka dari itu, peneliti bergagasan untuk menggunakan media audio visual Filkartika sebagai media pembelajaran tontonan edukatif yang menarik dan menyenangkan sehingga membuat siswa menyenangi matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan respon dan hasil belajar siswa dalam pemanfaatan media pembelajaran audio visual Filkartika. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN 01 Josenan yang dikategorikan menjadi tiga yaitu dua subyek dengan kategori kemampuan tinggi, dua subyek dengan kategori kemampuan sedang, dan dua subyek dengan kategori kemampuan rendah. Jenis penelitian yang digunakan dalam peelitian ini adalah kualitatif. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode observasi, tes dan wawancara. Teknik keabsahan datanya yaitu dengan triangulasi data. Sedangkan teknik analisis datanya terdiri dari empat alur yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan serta verifikasi. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah 66,67% siswa menunjukkan respon yang positif terhadap pemanfaatan media Filkartika dan 33,33% siswa menunjukkan respon negatif. Sedangkan ditinjau dari hasil belajarnya, sebanyak 16,67% siswa memiliki tingkat penguasaan materi amat baik, sebanyak 33,33% siswa memiliki tingkat penguasaan materi dengan baik, sebanyak 16,67% siswa memiliki tingkat penguasaan materi cukup, dan sebanyak 33,33% siswa memiliki tingkat penguasaan materi amat kurang.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) MENGGUNAKAN MEDIA ULAR TANGGA DAN MEDIA QUESTION CARD TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA SMA DITINJAU DARI ADVERSITY QUOTIENT (AQ) TAHUN AJARAN 2014 / 2015 Yuli Hardiana; Tri Andari; Ika Krisdiana
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.573 KB) | DOI: 10.25273/jipm.v4i1.840

Abstract

Tujuan penelitian adalah: 1) Untuk mengetahui apakah model pembelajara TGT dengan media Ular Tangga lebih efektif daripada dengan media Question Card terhadap hasil belajar matematika siswa SMA. 2) Untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh Adversity Quotient siswa tipe climbers, campers dan quitters terhadap hasil belajar matematika siswa SMA. 3) Untuk mengetahui apakah terdapat interaksi antara model pembelajaran TGT berbantuan media Ular Tangga dan  media Question Card dengan Adversity Quotient siswa tipe climbers, campers dan quitters terhadap hasil belajar matematika siswa SMA.Penelitian ini berbentuk penelitian kuantitatif. Penentuan sampel menggunakan teknik Simple Random Sampling dengan kelas eksperimen 1 diajar dengan model pembelajaran TGT berbantuan Ular Tangga dan kelas eksperimen 2 berbantuan Question Card. Metode penelitian menggunakan metode eksperimen semu. Teknik pengumpulan data menggunakan angket untuk data Adversity Quotient dan tes untuk data hasil belajar matematika siswa. Teknik analisis data menggunakan uji analisis variansi dua jalan sel tak sama dan uji lanjut menggunakan uji scheffe. Hasil penelitian dengan α=5% menunjukkan bahwa: 1) model pembelajaran TGT menggunakan media Ular Tangga sama efektifnya dengan model pembelajaran TGT menggunakan media Question Card terhadap hasil belajar matematika siswa (Fobs = 2,4932 < Fα = 4,0304). 2) Adversity Quotient  memberikan pengaruh terhadap hasil belajar matematika siswa (Fobs = 3,7166 > Fα = 3,1788). Hasil belajar siswa yang memiliki Adversity Quotient tipe climbers tidak jauh berbeda dengan tipe campers, hasil belajar siswa yang memiliki Adversity Quotient tipe climbers lebih baik daripada tipe quitters, dan hasil belajar sswa yang memiliki Adversity Quotient tipe campers tidak jauh berbeda dengan tipe quitters 3) Tidak terdapat interaksi antara penggunaan model pembelajaran TGT berbantuan media Ular Tangga dan  media Question Card dengan Adversity Quotient terhadap hasil  belajar siswa (Fobs = 1,0669 < Fα = 3,1788).
Implementasi Model Pembelajaran Cooperative Script Berbantuan Mind Mapping Dengan Model Pembelajaran Direct Instruction Terhadap Kemampuan Kreatifitas Mahasiswa Pada Mata Kuliah Microteaching Junarti Junarti
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.884 KB) | DOI: 10.25273/jipm.v5i2.1174

Abstract

this research is meant to:1) see the difference influence of Cooperative Script Model with the help of mind mapping with Direct Instructional teaching model to students’ creativity skill; 2) to prove the affectivity of Cooperative Script model implementation with the help of Mind Mapping in in improving Student’s creativity in applying basic teaching skill in Micro Teaching simulation activity; 3) to prove the implementation of Direct Instruction model in improving students’ creativity in applying basic teaching skill in micro teaching simulation. This research uses experimental method with two groups pre-test post-test. The result shows that: (1) the implementation of cooperative script model with the help of mind mapping is proven to be effective in improving student’s creativity in applying basic teaching skills in simulation activity can be seen from the experiment group where 11 skills (indicator formulation skill, apperception skill, opening skill, questioning skill, using variation skill, class management skill, discussion guidance skill, individual teaching skill, material mastery skill, class mastery skill and media usage skill) are showing the average score of more than 80, (2) the implementation of direct instruction model can improve student’s creativity in applying basic teaching skills where 6 basic skills (indicator formulation skill, giving apperception skill, lesson opening skill, questioning skill, class management skill and individual teaching skill) are able to achieve average scores of more than 80, and (3) the misconception done by students can be categorized as basic mathematical misconception which is caused by apperception mistake and understanding.Keywords:
UPAYA PENINGKATAN KREATIF-PRODUKTIF MAHASISWA BERBASIS INFORMASI WEB PADA MATA KULIAH RISET OPERASI Edy Suprapto; Reza Kusuma Setyansah
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.064 KB) | DOI: 10.25273/jipm.v1i2.473

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melatihkan tingkat kreativitas dan produktivitas mahasiswa yang selanjutnya diharapkan akan membantu meningkatkan prestasi belajar mahasiswa. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari tiga siklus. Pada masing-masing siklus memiliki empat tahap yaitu, tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap pengamatan dan tahap refleksi. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa semester genap (kelas VI-A) tahun akademik 2011/2012 yang berjumlah 37 orang. Adapun teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi langsung dan tes. Analisa data yang dilakukan adalah analisis diskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian 37 orang mahasiswa pada siklus I diperoleh banyaknya mahasiswa yang tuntas adalah 13,51% dan 86,49% mahasiswa yang tidak tuntas.Pada siklus II diperoleh banyaknya mahasiswa yang tuntas adalah 27,03% dan 72,97% mahasiswa yang tidak tuntas. Pada siklus III diperoleh banyaknya mahasiswa yang tuntas adalah72,97% dan 27,03% mahasiswa yang tidak tuntas. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan yang cukup berarti. Pada perlakuan Siklus II dan siklus III selain terdapat peningkatan prestasi, penerapan media websitemampu meningkatkan kreativitas dan produktivitas mahasiswa dalam perkuliahan riset operasi pada materi program linier.
PROFIL KREATIVITAS MAHASISWA DALAM MEMECAHKAN MASALAH GEOMETRI PADA MATERI SISTEM KOORDINAT RUANG Tri Andari; Restu Lusiana
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.404 KB) | DOI: 10.25273/jipm.v3i2.513

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui profil kreativitas mahasiswa dalam memecahkan masalah Geometri pada materi sistem koordinat ruang. Subyek dalam penelitian ini adalah mahasiswa program studi pendidikan matematika semeter III IKIP PGRI Madiun. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini diperoleh berdasarkan hasil tes dan wawancara. Teknik analisis data terdiri dari tiga alur yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah (1) Mahasiswa dengan kriteria kemampuan tinggi berkecenderungan untuk memiliki profil kreativitas terhadap hasil belajar yang baik dalam memecahkan masalah Geometri pada materi sistem koordinat ruang. (2) Mahasiswa dengan kriteria kemampuan sedang berkecenderungan untuk memiliki profil kreativitas terhadap hasil belajar yang cukup baik dalam memecahkan masalah Geometri pada materi sistem koordinat ruang. (3) Mahasiswa dengan kriteria kemampuan rendah berkecenderungan untuk memiliki profil kretivitas yang kurang baik dalam memecahkan masalah Geometri pada materi sistem koordinat ruang.
PENGGUNAAN METODE PROBLEM SOLVING UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN MATEMATIKA TENTANG LINGKARAN DI KELAS VIII A SMPN 11 MADIUN TAHUN PELAJARAN 2015/2016 Dwi Ratnasari Dewi
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.544 KB) | DOI: 10.25273/jipm.v5i1.854

Abstract

Research carried out by two cycles, in which the first cycle of students working on quiz questions given by the teacher. Students noted the difficulties experienced while working on quiz questions received. Teachers and students discuss the material they are having trouble students. While in the second cycle, there is an additional action, the students were asked to present the quiz questions that come in front of the class. Students expressed difficulty verbally, another friend who helped work on the class. The results of the study before the first cycle, the first cycle and the second cycle increased. From the test results obtained by the average value of the first cycle = 68,75. Cycle II, = 87,75. Level classical completeness of each cycle rises of 48% and in the second cycle be 90,625%. Observation of learning activities more alive with many questions asked by the students.The conclusion of this study is the use of problem solving methods can increase student achievement in math on the circle A class VIII SMPN 11 Madiun in academic year 2015/2016.
PEMBELAJARAN AKTIF UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERFIKIR TINGKAT TINGGI MELALUI KETRAMPILAN MENYELESAIKAN MASALAH PADA PERKULIAHAN KALKULUS LANJUT Risqi Tresnaningsih
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.445 KB) | DOI: 10.25273/jipm.v1i1.462

Abstract

Mata kuliah kalkulus lanjut merupakan salah satu mata kuliah yang menitik beratkan pada kemampuan memecahkan masalah yang melibatkan banyak materi prasyarat. Peranan dari mata kuliah prasyarat sangat penting dan mendominasi terhadap hasil perhitungan. Mata kuliah kalkulus lanjut menuntut mahasiswa untuk selalu meningkatkan cara berfikir mahasiswa, sehingga mahasiswa dapat berfikir lebih tinggi lagi dalam menyelesaikan persoalan kalkulus lanjut yang cukup kompleks. Pembelajaran Berbasis Masalah merupakan metode pembelajaran aktif yang digunakan untuk masalah terstruktur yang merupakan tanggapan dari hasil pembelajaran. Pada model pengajaran ini, digunakan untuk menyelesaikan masalah mempunyai struktur yang kompleks yang tidak cukup bila dikerjakan dengan algoritma yang sederhana. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Penelitian tindakan kelas adalah suatu penyelidikan secara sistematis dan terencana untuk memperbaiki pembelajaran dengan jalan mengadakan perbaikan atau perubahan dan mempelajari akibat yang akan ditimbulkan. Untuk memperoleh data yang sesuai dengan permasalahan dan tujuan penelitian maka penelitian tindakan kelas ini akan dilaksanakan dalam 2 siklus. Masing-masing siklus terdiri dari 4 tahap yaitu tahap perencanaan (planning), tahap pelaksanaan (action), tahap pengamatan (observation) dan tahap refleksi (reflection). Dengan menggunakan pembelajaran berbasis masalah hasil observasi setiap indikator pada siklus I masih mempunyai nilai rendah. Kenaikan nilai mahasiswa mengindikasikan bahwa terdapat peningkatan aktifitas intelektual mahasiswa, yaitu pada tahap berdiskusi. Pada kegiatan berdiskusi, mahasiswa dapat memberikan masukan, ide, saran dan gagasan-gagasan yang menurut mereka benar, meskipun belum diketahui kebenaranya tersebut, akan tetapi dengan melalui tahapan pada sintaksis model pembelajaran tersebut, mahasiswa mempunyai ide, gagasan yang akan meningkatkan kemampuan berfikir tingginya. Pada siklus ke dua ini, mahasiswa telah dapat menunjukkan peningkatannya dalam berfikir, sehingga apabila diterapkan model pembelajaran berbasis masalah ini secara kontinu, maka akan diindikasi dengan  peningkatan berfikir mahasiswa dalam menyelesaikan masalah kalkulus lanjut.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) DAN MAKE A MATCH TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA DITINJAU DARI KETERAMPILAN SOSIAL SISWA PADA KELAS X SMK DI KABUPATEN WONOGIRI TAHUN AJARAN 2012/2013 Nuryani Destiningsih; Budi Usodo; Mardiyana Mardiyana
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.81 KB) | DOI: 10.25273/jipm.v2i1.499

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : ( 1 ) yang memberikan matematika yang lebih baik prestasi belajar , penggunaan kooperatif tipe model pembelajaran NHT , Membuat Pertandingan atau pembelajaran langsung , ( 2 ) yang memberikan matematika yang lebih baik prestasi belajar , peserta didik dengan tinggi, sedang , atau rendah tingkat keterampilan sosial, ( siswa dengan tinggi , sedang, atau rendahnya tingkat keterampilan sosial , ( 3 ) di masing-masing keterampilan sosial , mana yang memberikan matematika yang lebih baik prestasi , model pembelajaran kooperatif tipe NHT , Membuat Match . atau pembelajaran langsung , ( 4 ) masing-masing model pembelajaran , mana yang memberikan matematika yang lebih baik prestasi , siswa yang memiliki tinggi, sedang , atau keterampilan sosial yang rendah penelitian ini merupakan penelitian kuasi - eksperimental kesimpulan dari penelitian ini adalah : . ( 1 ) prestasi matematika siswa yang menggunakan pembelajaran kooperatif tipe model NHT lebih baik daripada siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif Membuat Jenis pencocokan atau instruksi langsung , sedangkan siswa matematika prestasi yang menggunakan model pembelajaran kooperatif Membuat Jenis pencocokan lebih baik daripada belajar langsung , ( 2 ) siswa yang memiliki keterampilan sosial yang tinggi dan menengah , sehingga prestasi matematika yang sama , sedangkan siswa yang memiliki keterampilan sosial yang tinggi dan menengah memiliki prestasi matematika yang lebih baik adalah dari siswa yang memiliki keterampilan sosial yang rendah , ( 3 ) pada setiap keterampilan sosial ( tinggi, menengah , dan rendah ) , siswa matematika prestasi yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT lebih baik dari siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif Membuat Jenis pencocokan atau instruksi langsung , dan siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif Membuat Jenis pencocokan memiliki lebih baik daripada prestasi matematika hands- on belajar , ( 4 ) pada masing-masing model pembelajaran ( NHT , Membuat Match, dan belajar langsung ) , siswa yang memiliki keterampilan sosial yang tinggi dan menengah , memiliki prestasi matematika yang sama , sedangkan siswa yang memiliki keterampilan sosial yang tinggi dan menengah matematika yang lebih baik daripada prestasi siswa yang memiliki keterampilan sosial yang rendah belajar .
Proses Berpikir Kreatif Mahasiswa dalam Pengajuan Masalah Matematika Ditinjau dari Perbedaan Gender Ilham Rais Arvianto
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.132 KB) | DOI: 10.25273/jipm.v6i2.2180

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan proses berpikir kreatif mahasiswa dalam pengajuan masalah matematika ditinjau dari perbedaan gender. Subjek penelitian ini adalah 2 mahasiswa laki-laki dan 2 mahasiswa perempuan dari Prodi. TI – STMIK Akakom Yogyakarta. Subjek dipilih dengan cara purposive sampling dari mahasiswa yang telah mengikuti perkuliahan Matematika Diskrit. Instrumen utama penelitian ini adalah peneliti sendiri, sedangkan instrument bantu menggunakan tugas pengajuan masalah (TPM) dan pedoman wawancara. Uji kredibilitas data penelitian menggunakan triangulasi waktu. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini, yaitu: Pada tahap persiapan, inkubasi dan iluminasi, subjek laki-laki cenderung memiliki proses berpikir kreatif lebih baik dibandingkan dengan perempuan. Pada tahap persiapan, subjek laki-laki membutuhkan waktu yang relative lebih singkat dalam memahami informasi dan perintah TPM. Pada tahap inkubasi, subjek laki-laki berpikir untuk menggali materi yang relevan dengan TPM tanpa membuat coretan di kertas buram dan membutuhkan waktu yang relative lebih singkat. Akan tetapi, subjek laki-laki menemukan lebih sedikit materi yang relevan dengan TPM dibandingkan dengan subjek perempuan. Pada tahap iluminasi, subjek laki-laki lebih mantap dalam mengaplikasikan ide yang ditemukannya ke dalam bentuk soal dan memiliki perencanaan yang lebih terstruktur. Sedangkan pada tahap verifikasi, subjek laki-laki dan perempuan memiliki karakteristik masing-masing yang tidak dapat dibandingkan.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN QUANTUM LEARNING BERBASIS NEEDS ASSESMENT PADA MATERI RUANG-n EUCLIDES Tri Andari; Restu Lusiana
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.624 KB) | DOI: 10.25273/jipm.v3i1.488

Abstract

Penelitian ini bertujuan menghasilkan perangkat pembelajaran yang baik dengan menggunakan pendekatan Quantum Learning berbasis needs assesment pada mata kuliah Aljabar Linier. Penggunaan pendekatan Quantum Learning dalam pembelajaran merupakan salah satu cara untuk menarik minat mahasiswa dalam mengikuti dan memahami materi Aljabar Linier. Pendekatan Quantum Learning tidak dapat berjalan tanpa adanya metode pembelajaran, untuk itu dimanfaatkan needs assesment untuk menentukan metode pembelajaran yang cocok dengan karakteristik masing-masing mahasiswa. Penelitian pengembangan ini dilakukan menggunakan pendekatan pengembangan 4-D Thiagarajan, dkk.. Pendekatan Thiagarajan terdiri dari 4 tahap yang dikenal dengan pendekatan 4-D (four D pendekatan). Penelitian ini dilaksanakan di Program Studi Pendidikan Matematika IKIP PGRI Madiun Semester V. Perangkat pembelajaran yang telah didapatkan dinyatakan valid oleh para validator dan memenuhi kriteria yaitu aktivitas mahasiswa efektif, kemampuan dosen mengelola pembelajaran baik, kemampuan mahasiswa dalam memahami materi baik, tes hasil belajar sensitif, valid, dan reliabel, serta respon mahasiswa positif. Perangkat pembelajaran yang dihasilkan meliputi Satuan Acara Perkuliahan (SAP), Lembar Kegiatan Mahasiswa (LKM), dan Tes Hasil Belajar (THB) pada mata kuliah Aljabar Linier materi Ruang-n Euclides.