cover
Contact Name
Husna Parluhutan Tambunan
Contact Email
jpkm.lpm@unimed.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jpkm.lpm@unimed.ac.id
Editorial Address
LPPM Universitas Negeri Medan Jalan Willem Iskandar, Pasar V Medan Estate, Kec.Medan Tembung, Sumatera Utara 20221 Telephone: (061) 6618754 FAX: (061) 6614002 / 6613319
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
ISSN : 08522715     EISSN : 25027220     DOI : 10.24114
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Medan (LPPM UNIMED) adalah peer-reviewed journal yang memuat artikel-artikel ilmiah dari berbagai disiplin ilmu yang diadopsi dalam berbagai aktivitas pengabdian kepada masyarakat dan penelitian terapan lainnya. Artikel-artikel yang dipublikasikan di JPKM LPPM UNIMED meliputi hasil-hasil penelitian ilmiah asli, artikel ulasan ilmiah yang bersifat baru, atau komentar atau kritik terhadap tulisan yang ada dimuat di JPKM LPPM UNIMED maupun dalam terbitan berkala ilmiah lainnya. JPKM menerima manuskrip atau naskah artikel dalam bidang riset terapan dan hilirisasi hasil penelitian ilmiah kuantitatif maupun kualitatif berbasis komunitas kedalam format pengabdian masyarakat yang mencakup bidang keilmuan yang relevan mencakup: Sosial Kependidikan Sains Keolahragaan Bahasa Bisnis dan Ekonomi Teknik dan Kejuruan Kesenian
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 20, No 77 (2014)" : 15 Documents clear
KONVERSI CASHEW NUT SHELL LIQUID (CNSL) DARI KULIT BIJI METE MENJADI FRAKSI BAHAN BAKAR CAIR MELALUI PROSES CATALYTIC HYDROCRACKING Ahmad Nasir Pulungan
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 20, No 77 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v20i77.3411

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan fraksi bakar cair setaraf bensin dan diesel melalui proses catalytic hydrocracking CNSL dari kulit biji mete. CNSL atau disebut juga minyak laka diperoleh dari limbah kulit biji mete melalui proses pengepresan secara elektrik. Proses perengkahan secara catalytic hydrocracking minyak laka dilakukan dalam reaktor stainless steel sistem fixed-bed menggunakan katalis sintetik zeolit-Y dengan variasi rasio katalis umpan 0.17, 0.25, dan 0.50 (b/b) pada temperatur proses 4500C. Sebagai pembanding proses perengkahan juga dilakukan secara termal.Konversi produk cair yang diperoleh dianalis dengan Kromatografi Gas (GC). Produk yang dihasilkan dari perengkahan katalitik minyak laka berupa cairan, kokas dan gas. Produk cair  terdiri dari fraksi bensin (C5-C12), fraksi diesel (C12-C20) dan fraksi minyak berat (> C20). Konversi produk cair tertinggi dihasilkan pada rasio katalis umpan 0,5 (b/b sebesar 51.28%, dengan selektivitas terhadap fraksi bensin , diesel dan minyak berat masing-masing sebesar 49,77%, 23,35%, dan 27,88%..
GURU PROFESIONAL DI ERA GLOBAL Desilawati Desilawasi; Amrizal Amrizal
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 20, No 77 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v20i77.3415

Abstract

Guru adalah rujukan keilmuan dan sikap bagi siswa. Tidak dapat dipungkiri bahwa perilaku dan cara berfikir seseorang banyak dipengaruhi oleh apa yang telah ditanamkan gurunya di sekolah. Profesionalisme guru bukan sekadar pengetahuan teknologi dan manajemen tetapi lebih merupakan sikap, pengembangan profesionalisme lebih dari seorang teknisi bukan hanya memiliki keterampilan yang tinggi tetapi memiliki suatu tingkah laku yang dipersyaratkan
STRATEGI PERGURUAN TINGGI MEWUJUDKAN WIRAUSAHA KAMPUS Herkules Herkules
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 20, No 77 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v20i77.3418

Abstract

Entrepreneur menentukan kemajuan suatu bangsa/negara seperti yang telah dibuktikan oleh beberapa negara maju seperti Amerika, Jepang, plus tetangga terdekat kita yaitu Singapura dan Malaysia. Di Amerika sampai saat ini sudah lebih dari 12 persen penduduknya menjadi entrepreneur, dalam setiap 11 detik  lahir entrepreneur baru dan  data menunjukkan 1 dari 12 orang Amerika terlibat langsung dalam kegiatan entrepreneur.  Jepang lebih dari 10 persen penduduknya sebagai wirausaha dan lebih dari 240 perusahaan Jepang skala kecil, menengah dan besar bercokol dibumi kita ini. Dalam membangun ekonomi bangsa, menjadi bangsa yang maju, menurut sosiolog yaitu David Mc Cleiland, sedikitnya dibutuhkan minimal 2 persen wirausaha dari populasi penduduknya, atau dibutuhkan sekitar 4,8 juta wirausaha di Indonesia saat ini. Sedangkan Ciputra menyatakan setidaknya dibutuhkan minimal 2 persen pengusaha untuk menjadikan bangsa ini bangkit dari keterpurukan. Berkaca pada kesuksesan negara maju seperti Amerika dan Eropa yang hampir seluruh perguruan tingginya menyisipkan materi entrepreneurship dihampir setiap mata kuliahnya, negara-negara di Asia seperti Jepang,  Singapura dan Malaysia juga menerapkan materi-materi entrepreneurship minimal di dua semester. Itulah yang menjadikan negara-negara tetangga kita tersebut  menjadi negara maju dan melakukan lompatan panjang dalam meningkatkan pembangunan negaranya. Sebagai akademisi yang juga turut concern menangani entrepreneuship diperguruan tinggi, penulis mencoba memberikan gagasan yang mungkin sederhana dan bukan sesuatu yang baru, untuk coba diimplementasikan oleh perguruan tinggi dalam menumbuhkan ”geliat” entrepreneurship diperguruan tinggi, yaitu : menyusun kurikulum, peningkatan SDM Dosen, Membentuk Entrepreneurship Center, Kerjasama dengan Dunia Usaha, Membentuk Unit Usaha Mahasiswa, Kerjasama dengan Institusi Keuangan (perbankan/non perbankan), Entrepreneurship Award. Dari sedikit usulan yang cukup sederhana dan gagasan yang mungkin tidak baru ini, jika diimplementasikan oleh perguruan tinggi dengan serius dan sungguh-sungguh  maka tidak mustahil akan banyak lahir entrepreneur-entrepreneur sukses negeri ini yang mampu meningkatkan ekonomi kerakyatan dan  pergerakan pasar lokal sehingga tercipta peluang pekerjaan bagi generasi bangsa ini yang pada akhirnya mampu menjadi bangsa mandiri yang tidak banyak tergantung pada negara asing. Perguruan tinggi sebagai salah satu mediator dan fasilitator terdepan  dalam membangun generasi muda bangsa mempunyai kewajiban dalam mengajarkan, mendidik, melatih dan memotivasi mahasiswanya sehingga menjadi generasi cerdas yang mandiri, kreatif, inovatif dan mampu menciptakan berbagai peluang pekerjaan (usaha). Untuk itu sebuah keharusan bagi setiap perguruan tinggi segera merubah arah kebijakan perguruan tingginya dari high Learning university and Research University menjadi Entrepreneurial University atau menyeimbangkan kedua arah kebijakan tersebut sehingga arah kebijakan keduanya tercapai baik yang bersifat high Learning university and Research University maupun yang bersifat Entrepreneurial University.
KARAKTER DALAM PENDIDIKAN JASMANI DAN OLAHRAGA Andarias Ginting
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 20, No 77 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v20i77.3403

Abstract

Karakter merupakan sesuatu yang dapat membedakan seseorang dengan orang lain. Karakter menjadi suatu identitas yang tidak dapat dituliskan seperti kartu pengenal (KTP,SIM). Dari kematangan karakter inilah kualitas hidup seorang pribadi diukur dengan pengamatan, perasaan dan penghargaan. Karakter ini tidak dapat diperoleh secara instan, tetapi melalui proses yang panjang, bila penerapan karakter ini baik, yang di contohkan oleh orang-orang yang memiliki karakter baik maka hasilnya akan tumbuh karakter yang kuat dalam diri seseorang. Banyak cara dan jalan untuk menanamkan karekter ini terutama melalui jalur pendidikan formal. Banyak orang mengasumsikan bahwa generasi sekarang tidak memiliki karakter yang baik seperti yang diharapkan masyarakat bahkan orang tuanya, yang selalu dikecam atas rendahnya nilai-nilai tersebut adalah pendidikan. Pendidikan jasmani dan olahraga, merupakan salah satu mata pelajaran di sekolah yang ter-aplikasi secara langsung dimana siswa selalu hormat kepada guru, taat terhadap peraturan, patuh terhadap instruksi, disiplin, tanggung jawab, peduli dengan teman, jujur, dan mau menerima kekalahan dari orang lain dan tidak berlaku curang. Bagaimana kita mengajarkan karakter di sekolah melalui Pendidikan Jasmani dan olahraga. Dalam mengajarkan karakter sebaiknya lebih bersifat contoh, pepatah mengatakan bahwa tindakan lebih baik dari kata-kata, itulah Pendidikan jasmani dan olahraga
IKAN HIAS UNTUK DESA SEKIP LUBUK PAKAM Rita Juliani; Derlina Nasution; Agus Kembaren
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 20, No 77 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v20i77.3427

Abstract

Telah dilakukan Ipteks bagi Masyarakat (IbM) di Lubuk Pakam yang bertujuan terbentuknya kelompok tani professional ikan hias yang menghasilkan  bibit dan ikan hias dengan kuantitas memadai serta memiliki kualitas yang tinggi. Metode yang digunakan adalah melalui metode pelatihan (workshop). Workshop dilakukan dalam beberapa tahap yakni:  (a). penyuluhan dan pelatihan usaha tani budidaya ikan hias; (b) pelatihan pembuatan pembukuan pemeliharaan ikan hias dan (c) budidaya ikan hias oleh kelompok tani dengan pembuatan kolam. Hasil yang diperoleh dengan diadakannya penyuluhan dan pelatihan serta pembudidayaan ikan hias, kelompok tani menjadi lebih terlatih dalam budidaya ikan hias dan selektif dalam memenejemenkan keuangan.  Budidaya ikan hias yang dilakukan dengan penambahan kolam diperoleh hasil panen ikan hias dengan  warna yang lebih cerah dan tingkat kematian yang rendah. Hasil panen dengan di masukan bibit 290.000 ekor terdiri dari 1500 ekor ikan koi dan 1400 ekor ikan koki diperoleh tingkat kehidupan ikan koi 90 % dan ikan koki 80 % dengan kualitas A,B dan C sisanya kurang berkualitas (BS). Hasil kualitas A sekitar 10 %, B 20 % dan C 20%.

Page 2 of 2 | Total Record : 15


Filter by Year

2014 2014


Filter By Issues
All Issue Vol. 32 No. 1 (2026): Januari-Maret Vol. 31 No. 4 (2025): Oktober-Desember Vol. 31 No. 3 (2025): JULI-SEPTEMBER Vol. 31 No. 2 (2025): APRIL-JUNI Vol. 31 No. 1 (2025): JANUARI-MARET Vol. 30 No. 4 (2024): OKTOBER-DESEMBER Vol. 30 No. 3 (2024): JULI-SEPTEMBER Vol 30, No 2 (2024): APRIL-JUNI Vol. 30 No. 2 (2024): APRIL-JUNI Vol. 30 No. 1 (2024): JANUARI-MARET Vol 30, No 1 (2024): JANUARI-MARET Vol 29, No 4 (2023): OKTOBER-DESEMBER Vol. 29 No. 4 (2023): OKTOBER-DESEMBER Vol 29, No 3 (2023): JULI-SEPTEMBER Vol 29, No 2 (2023): APRIL-JUNI Vol 29, No 1 (2023): JANUARI-MARET Vol 28, No 4 (2022): OKTOBER-DESEMBER Vol 28, No 3 (2022): JULI-SEPTEMBER Vol 28, No 2 (2022): APRIL-JUNI Vol 28, No 1 (2022): JANUARI-MARET Vol 27, No 4 (2021): OKTOBER-DESEMBER Vol 27, No 3 (2021): JULI-SEPTEMBER Vol 27, No 2 (2021): APRIL-JUNI Vol 27, No 1 (2021): JANUARI-MARET Vol 26, No 4 (2020): OKTOBER-DESEMBER Vol 26, No 3 (2020): JULI - SEPTEMBER Vol 26, No 2 (2020): APRIL - JUNI Vol 26, No 1 (2020): JANUARI - MARET Vol 25, No 4 (2019): OKTOBER - DESEMBER Vol. 25 No. 4 (2019): OKTOBER - DESEMBER Vol 25, No 3 (2019): JULI - SEPTEMBER Vol 25, No 2 (2019): APRIL - JUNI Vol 25, No 1 (2019): JANUARI - MARET Vol 24, No 4 (2018): OKTOBER - DESEMBER Vol 24, No 3 (2018): JULI - SEPTEMBER Vol 24, No 2 (2018): APRIL - JUNI Vol 24, No 1 (2018): JANUARI - MARET Vol 23, No 4 (2017): OKTOBER - DESEMBER Vol 23, No 3 (2017): JULI - SEPTEMBER Vol 23, No 2 (2017): APRIL - JUNI Vol 23, No 1 (2017): JANUARI - MARET Vol 22, No 4 (2016): Edisi Khusus SNEHPKM 2016 Vol 22, No 3 (2016) Vol 22, No 2 (2016) Vol 22, No 1 (2016) Vol 21, No 82 (2015) Vol 21, No 81 (2015) Vol 21, No 80 (2015) Vol 21, No 79 (2015) Vol 20, No 78 (2014) Vol 20, No 77 (2014) Vol. 20 No. 76 (2014) Vol 20, No 76 (2014) Vol 20, No 75 (2014) Vol 19, No 74 (2013) Vol 19, No 73 (2013) Vol 19, No 72 (2013) Vol 19, No 71 (2013) More Issue