cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE
ISSN : 24424706     EISSN : 2615109X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE publishes original research or theoretical papers, notes, and minireviews on new knowledge and research or research applications on current issues in basic sciences (biology, phsycology, pharmacy, midwifery, public health and physics). The journal is published by the Directorate of Research and Community Service, Universitas Ubudiyah Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 1,226 Documents
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pantang Makanan Selama Masa Nifas di Desa Tibang Kecamatan Syiah Kuala Banda Aceh Raudhatun Nuzul ZA; Cut Mawar Juwita
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 3, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v3i2.270

Abstract

Berdasarkan wawancara pada 10 ibu nifas didapatkan 7 dari ibu nifas masih menjalankan pantang makanan sesuai budayanya seperti tidak boleh makan daging hanya boleh makan ikan asin dan tidak mengetahui dampak dari pantang makanan tersebut dan 3 dari ibu nifas sudah mengetahui dampak dari pantangan makanan.Metode : penelitian ini merupakan penelitian survey yang bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel adalah seluruh ibu yang tinggal di desa Tibang Banda Aceh yang mempunyai balita < 2 tahun yang berjumlah 60 orang, teknik pengambilan sampel  dengan total sampling. Analisa data menggunakan statistik sederhana uji chi-square. Hasil: menunjukan bahwa Tidak ada hubungan sosial ekonomi dengan Pantang Makanan Selama Nifas, tidak ada hubungan pekerjaan dengan tentang pantang makanan selama nifas, ada hubungan pengalaman dengan tentang pantang makanan selama nifas, tidak ada hubungan status gizi dengan tentang pantang makanan selama nifas. Kesimpulan dan saran:Tidak ada hubungan sosial ekonomi dengan Pantang Makanan Selama Nifas, tidak ada hubungan pekerjaan dengan tentang pantang makanan selama nifas, ada hubungan pengalaman dengan tentang pantang makanan selama nifas, tidak ada hubungan status gizi dengan tentang pantang makanan selama nifas.
Pemanfaatan Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) sebagai Pewarna Alami Kosmetik Pemerah Pipi (Blush On) Febri Rizki Ramadani; Saisa Saisa; Ria Ceriana; Thursina Andayani
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 4, No 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v4i2.204

Abstract

Kulit dari buah naga merah merupakan limbah yang jarang dimanfaatkan. Kebanyakan hanya dibuang tanpa diolah menjadi bahan yang memiliki manfaat, sehingga perlu adanya alternatif untuk memanfaatkan kulit buah naga. Pemanfaatan yang dapat dilakukan adalah dengan mengekstraknya sehingga akan diperoleh ekstrak yang dapat dimanfaatkan sebagai pewarna makanan, kosmetik, dan tekstil. Tujuan penelitian ini untuk memanfaatkan limbah kulit buah naga sebagai pewarna alami kosmetik pemerah pipi. Ekstrak diperoleh dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 96%, formulasi pewarna pipi yang dibuat yaitu menggunakan zat warna dari ekstrak kulit buah naga dengan kosentrasi 15 %, 20%, 25% dengan bahan talkum, zink oksida, kaolin dan nipagin. Pengujian yang dilakukan antara lain: uji stabilitas, uji pH, uji keretakan dan uji kesukaan. Formulasi dengan konsentrasi 15 %, 20%, dan 25% masing-masing dari sediaan mengalami perubahan warna pada hari kedua. semua sediaan tidak retak dijatuhkan pada ketinggian 8-10cm. pH dari setiap sediaan stabil, formula dengan konsentrasi 15% memiliki pH 7, 20% 6, dan 25% 6.
Hubungan Status Gizi dan Genetik dengan Usia Menstruasi Pertama (Menarche) pada Siswi SMP Negeri 17 Banda Aceh Tahun 2016 Raudhatun Nuzul ZA; Maulidani Maulidani
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 3, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v3i2.271

Abstract

Menarche merupakan tanda awal masuknya seorang perempuan dalam masa reproduksi. Berdasarkan hasil riset kesehatan dasar tahun 2010 terdapat 5,2% anak-anak di 17 Provinsi di Indonesia telah memasuki usia menarche di bawah usia 12 tahun. Menarche dapat terjadi lebih awal pada usia 9-10 tahun atau lebih lambat pada usia 17 tahun. Berdasarkan data yang diperoleh dari SMP Negeri 17 Banda Aceh terdiri dari 27 kelas dengan jumlah keseluruhan sisiwi putri 372 orang. terdapat bahwa hampir seluruh siswi yang mengalami menarche pada usia >12 tahun. Metode Penelitian :Jenis penelitian bersifat analitik dengan pendekatan crossectional yang dilakukan di SMP Negeri 17 Banda Aceh pada bulan Juni   jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 79 orang dengan tehknik random sampling Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan uji statistik menggunakan Uji korelasi. Berdasarkan hasil uji statistik, adanya hubungan status Gizi Dengan Usia Menstruasi Pertama (Menarche) Pada Siswi, dengan nilai P value=0,000 adanya hubungan genetik Dengan Usia Menstruasi Pertama (Menarche) Pada Siswi, dengan nilai P value=0,000. Ada hubungan antara status gizi, genetik dengan usia menstruasi pertama (Menarche) Diharapkan unutk dapat menambah pengetahuan siswa tentang hubungan status gizi dan genetik dengan usia menarche.
Formulasi Lotion Ekstrak Air Daun Tahi Ayam (Tageteserecta L.) sebagai Repellent Nyamuk Nurhayatun Nufus; Saisa Saisa; Diah Ramadhani; Saifauqi Nurman; Rulia Meilina
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 4, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v4i1.171

Abstract

Ekstraksi merupakan salah satu teknik pemisahan kimia untuk memisahkan atau menarik satu atau lebih komponen atau senyawa-senyawa (analit) dari suatu sampel dengan menggunakan pelarut tertentu yang sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi lotion dan menentukan konsentrasi ekstrak air sebagai repellent nyamuk.  Ekstraksi daun tahi ayam (Tageteserecta L.) diperoleh melalui proses sokletasi dengan pelarut air pada suhu 100oC disuling selama 8 jam, 1 kg daun tahi ayam (Tageteserecta L.) menghasilkan ekstrak sebanyak 35 mL dengan karakteristik fisik berupa cairan kental berwarna kuning kecoklatan dan beraroma khas daun tahi ayam (Tageteserecta L.) dengan hasil rendemen sebesar 3,5 % (v/b). Pengujian organoleptis lotion ekstrak air daun tahi ayam menunjukkan bahwa semua sediaan berbentuk agak kental, dengan pH sebesar 6 dan 7. Pengamatan homogenitas terhadap sediaan lotion menunjukkan bahwa semua sediaan bersifat homogen serta tidak terjadinya iritasi. Hasil uji Repellent menunjukkan persentasi daya proteksi terbaik terdapat pada   menit ke-0 pada tiap konsentrasi yaitu sebesar 69% pada formula I dengan konsentrasi 8 %, sebesar 73,23 % pada formula II dengan konsentrasi 10%, dan sebesar 76,75 % pada formula III dengan konsentrasi 12%, sedangkan basis lotion (kontrol negatif) tidak menghasilkan daya proteksi. Secara keseluruhan hasil riset menunjukkan bahwa Lotion ekstrak air dauntahiayam (Tageteserecta L.) dengan konsentrasi 12 % paling efektif sebagai repellent nyamuk Aedesaegypti.KataKunci: Tageteserecta (L.), lotion, ekstrak air, repellent nyamuk
Hubungan pengetahuan, Dukungan Keluarga dan Kondisi Fisik dengan Personal Hygine pada Lansia Di UPTD Rumoh Sejahtera Geunaseh Sayang Ulee Kareng Kota Banda Aceh Faradilla Safitri; Aja Marjulita; Fauziah Andika
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 2, No 2 (2016): Oktober 2016
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v2i2.249

Abstract

Lanjut usia mempunyai potensi yang besar untuk terjadi dekubitus karena perubahan kulit untuk itu perlu dukungan berupa personal hygiene. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan, dukungan keluarga dan kondisi fisik dengan personal hiegine pada lansia di UPTD Rumoh Seujahtera Guenaseh Sayang Banda Aceh. Penelitian survey yang bersifat analitik, dengan pendekatan cross sectional, sampel sebanyak 70 orang. Penelitian dilakukan dengan cara wawancara. Analisis data secara univariat dan bivariate. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan dengan personal hygine pada lansia dengan nilai p value = 0,007. Ada hubungan antara dukungan keluarga dengan personal hygine pada lansia dengan nilai p value = 0,005. Ada hubunganan tara kondisi fisik dengan personal hygine pada lansiadengan nilai p value = 0,047. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa adahubungan antara pengetahuan, dukungan keluarga, dan kondisi fisik dengan personal hygiene pada lansia di UPTD Rumoh Sajahtera Geunaseh Sayang Kecamatan Ulee Kareng Kota Banda Aceh.
Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Pemberian Imunisasi Campak pada Bayi Usia 9-12 Bulan di Puskesmas Sukakarya Kota Sabang Fauziah Andika; Khairaniswati Khairaniswati
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 4, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v4i1.162

Abstract

Campak masih merupakan salah satu penyebab kematian pada anak-anak, meskipun sudah tersedia vaksin yang efektif dan aman. Di dunia diperkirakan setiap tahun terdapat 30 juta orang yang menderita campak. Tujuan penelitian ini adalah Untuk menganalisis factor yang berhubungan dengan pemberian imunisasi campak pada bayi usia 9-12 bulan di Puskesmas Sukakarya Kota Sabang. Penelitian ini bersifat kuantitatif mengunakan analitik dengan desain cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi berusia 9-12 bulan berjumlah 284 orang dengan jumlah sampel sebesar 39 0rang. Pengumpulan data diambil pada tanggal 02 Agustus s/d 05 Agustus 2017 yang dibantu oleh enumerator dengan pengolahan data menggunakan uji chi square dan CI 95%. Hasil Penelitian ini didapat hubungan pengetahuan dengan pemberian imunisasi campak (p value= 0.127), hubungan sikap dengan pemberian imunisasi campak (p value= 0.001), hubungan dukungan petugas kesehatan dengan pemberian imunisasi campak (p value= 0.001). Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan pemberian imunisasi campak, ada hubungan antara sikap dan dukungan petugas kesehatan dengan pemberian imunisasi campak. Diharapkan kepada petugas kesehatan memberikan penyuluhan kembali tentang pentingnya pemberian imunisasi campak serta memberikan dukungan kepada ibu-ibu agar termotivasi untuk memberikan imunisasi campak tepat pada waktunya.Kata Kunci : pemberian imunisasi campak, pengetahuan, sikap dan dukungan petugas kesehatan
Hubungan Graviditas dengan Kejadian Preeklamsia pada Ibu Bersalin Kabupaten Bulukumba Tahun 2017 Risnawati Risnawati; Ely Kurniati
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 4, No 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v4i2.211

Abstract

Preeklampsia adalah terjadinya hipertensi setelah usia kehamilan 20 minggu disertai dengan protein urine. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan graviditas dengan kejadian preeklamsia di Kabupaten Bulukumba Tahun 2017.  Desain penelitian yang digunakan adalah historical kohort. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah pasien yang mengalami preeklamsia 73 dan yang tidak mengalami preeklamsia 259 orang di 20 wilayah kerja puskesmas di lingkup Kabupaten Bulukumba dengan menggunakan teknik cluster sampling, alat ukur yang digunakan adalah lembar observasi. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan uji statistik Chi-square. Berdasarkan uji statistic yang diperoleh hasil P=0,000. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada Hubungan Graviditas dengan Kejadian Preeklamsia Pada Ibu Bersalin di Tingkat Kabupaten Bulukumba tahun 2017.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pernikahan Usia Dini di Desa Lamtamot Kecamatan Lembah Seulawah Aceh Besar Tahun 2017 Husna, Asmaul; Rahmi, Nuzulul
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 3, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v3i2.265

Abstract

Menurut United Nations Development Economic and Social Affairs (UNDESA, 2010), Indonesia merupakan negara ke-37 dengan jumlah pernikahan dini terbanyak di dunia di tahun 2007. Untuk level ASEAN, tingkat pernikahan dini di Indonesia berada di urutan kedua terbanyak setelah Kamboja. Menurut Riskesdes (2011), perempuan muda di Indonesia dengan usia 10-14 tahun menikah sebanyak 0,2% atau lebih dari 22.000 wanita muda berusia 10-14 tahun di Indonesia sudah menikah. Jumlah dari perempuan muda berusia 15-19 tahun yang menikah lebih besar jika dibandingkan dengan laki-laki muda berusia 15-19 tahun (11,7% perempuan dan 1,6% laki-laki usia 15-19 tahun). Selain itu jumlah aborsi di Indonesia diperkirakan mencapai 2,3 juta pertahun. Sekitar 750.000 diantaranya dilakukan oleh remaja (BKKBN, 2013). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja putri yang aada di Desa Lamtamot Kecamatan Lembah Seulawah Kabupaten Aceh Besar sebanyak 120 remaja putri. Penelitian ini telah dilakukan di Desa Lamtamot Kecamatan Lembah Seulawah Kabupaten Aceh Besar Tahun 2017 pada tanggal 22 s/d 30 Mei 2017. Sampel adalah sebagian atau wakil dari polulasi yang diteliti. Sampel dalam penelitian ini adalah sampel total (total sampling) yaitu seluruh remaja putri di Desa Lamtamot Kecamatan Lembah Seulawah Kabupaten Aceh Besar sebanyak 120 remaja putri. Hasil analisis bivariat terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap remaja putri dengan pernikahan di usia dini di desa lamtamot kecamatan lembah seulawah kabupaten aceh besar tahun 2017. Diharpakan penelitian ini dapat memotivasi masyarakat khususnya remaja untuk menambah pengetahuan tentang pernikahan usia dini dan dampaknya, serta mengerti bagaimana sikap yang tepat untuk mencegah terjadinya pernikahan usia dini.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Abortus pada Ibu Hamil di Ruang Kebidanan Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Pemerintah Aceh Tahun 2017 Ulfa Farrah Lisa; Desi Harisna
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 3, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v3i2.276

Abstract

Frekuensi abortus spontan di Indonesia adalah 10%-15% dari 5 juta kehamilan setiap tahunnya atau 500.000 - 750.000. Sedangkan abortus buatan sekitar 750.000-1,5 juta setiap tahunnya. Berdasarkan Studi Pendahuluan dari data Rekam Medik Rumah Sakit Umum Daerah Daerah Zainoel Abidin di ruang Kebidanan Tahun 2016 jumlah pasien yang mengalami abortus pada tahun 2015 adalah 127 kasus, dan pada tahun 2016 berjumlah 153 kasus. Tujuan Penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian abortus pada ibu hamil di ruang kebidanan Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Pemerintah Aceh tahun 2017. Metode Penelitian,Penelitian ini menggunakan desain case control dengan retrospektif. Dilakukan pada tanggal 17-19 Juli 2017. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 242 ibu, dimana proses pengambilan sampel menggunakan rumus Lameshow sehingga diperoleh sampel sebanyak 121 ibu yang mengalami abortus dan 121 ibu yang tidak mengalami abortus. Analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat, dimana uji statistik menggunakan uji chi square dan OR. Dari hasil analisa bivariat menunjukkan ada pengaruh kejadian abortus dengan umur (p-value 0,001, OR = 7.842), paritas (p-value 0,003, OR = 9.235) , riwayat abortus (p-value 0,002, OR = 10.291), dan jarak kehamilan (p value 0,010, OR = 2.886). Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh antara umur, paritas, riwayat abortus dan jarak kelahiran dengan kejadian abortus. Diharapkan agar dapat menjadi masukan bagi tempat peneliti sehingga dapat memberikan masukan kepada tenaga kesehatan terhadap peningkatan penanganan pada pasien dengan kejadian abortus.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Mitos-Mitos dalam Pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Pukesmas Baiturrahman Banda Aceh Nuzulul Rahmi; Annisah Annisah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 3, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v3i1.257

Abstract

Mitos-mitos turun temurun, anjuran, larangan, dari orang tua yang beredar di masyarakat  membuat seorang ibu kurang percaya diri untuk memberikan ASI eksklusif kepada bayinya. Berdasaran observasi di wilayah kerja puskesmas Baiturrahman Banda Aceh dari bulan Januari sampai April  2016, jumlah kunjungan ibu menyusui berkisar 131 ,ditemukan 67,9% yang tidak memberikan ASI eksklusif dan masih tidak mengetahui Fakta dan mitos dalam pemberian ASI. Penelitian ini bersifat analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi adalah ibu menyusui yang berkunjung ke wilayah Kerja puskesmas Baiturrahman yaitu 131 orang, pengambilan  sampel diambil 57 orang, menggunakan rumus slovin dan selanjutnya dibagikan kuesioner kepada responden. Penelitian dilakukan tanggal 4-8 November 2016, Kemudian di uji statistik menggunakan Chi-square, Ho ditolak jika p value > 0,05 dan Ha diterima jika p value < 0,05.  Hasil yang didapatkan ada hubungan pengetahuan (p-value = 0,019), sikap (p value = 0,017), lingkungan (p value = 0,038) dan pendidikan (p value = 0,031) dengan  mitos-mitos dalam pemberian ASI eksklusif di Puskesmas Baiturrahman tahun 2016. Saran kepada ibu agar selalu memberikan ASI Eksklusif kepada bayi hanya ASI yang memiliki kandungan paling lengkap menambah kekebalan tubuh, dan jangan mempercayai tentang mitos-mitos dalam pemberian ASI eksklusif.

Page 7 of 123 | Total Record : 1226