cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE
ISSN : 24424706     EISSN : 2615109X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE publishes original research or theoretical papers, notes, and minireviews on new knowledge and research or research applications on current issues in basic sciences (biology, phsycology, pharmacy, midwifery, public health and physics). The journal is published by the Directorate of Research and Community Service, Universitas Ubudiyah Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 1,227 Documents
Perubahan Berat Organ Hati, Ginjal, Limfa, Otak, Lambung, Testis, Jantung dan Paru-paru Mencit yang Diberi Ekstrak Batang Sipatah-patah (Cissus quadrangula Salisb.) Ria Ceriana; Saslina Fitri; Widya Sari
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 4, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v4i1.201

Abstract

Masyarakat Aceh telah lama menggunakan tumbuh-tumbuhan sebagai obat-obatan. Tumbuhan-tumbuhan tersebut digunakan untuk berbagai penyakit seperti sakit perut, demam, batuk, patah tulang dan lain sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek toksik melalui berat organ hati, ginjal, limpa dan otak mencit yang diberikan ekstrak batang Sipatah-patah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian ini menggunakan empat perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan berupa empat tingkatan dosis ekstrak batang Sipatah-patah yaitu 0 mg/kgbb, 750 mg/kgbb, 1500 mg/kgbb dan 3000 mg/kgbb. Data dianalisis menggunakan analisis varian (ANAVA) yang diuji lanjut dengan uji lanjut Duncan taraf keprcayaan 95% apabila berpengaruh terhadap perlakuan. Hasil penelitian ini ialah ekstrak batang Sipatah-patah berpengaruh terhadap berat organ hati dan limpa tetapi tidak pada organ ginjal dan otak.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Higienis Remaja saat Menstruasi pada Siswa di SMA Kartika XIV-1 Banda Aceh Zuraida Zuraida; Nuzulul Rahmi
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 3, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v3i1.261

Abstract

Rendahnya perilaku higienis saat menstruasi dapat  menimbulkan beberapa penyakit berupa infeksi alat reproduksi seperti vaginitis, trichomoniasis, pedikuloris dan keputihan, hal ini menunjukan banyak nya siswi di SMA Kartika masih kurangnya perilaku higienis remaja saat menstruasi ini disebabkan wawasan pengetahuan dan informasi yang didapatkan remaja masih kurang. Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku higienis remaja saat menstruasi pada siswa di SMA Kartika XIV-1 Banda Aceh. Penelitian ini bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional,penelitian ini dilakukan pada tanggal 16 Mei - 03 Juni 2016, populasi yaitu seluruh siswi SMA Kartika XIV-1 sejumlah 51 orang, Tehnik pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan secara Total Sampling dengan menetapkan semua populasi siswi sebanyak 51 orang sebagai sampel, pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Tehnik analisis data menggunakan Chi-square,dengan Confident Interval (CI) 95% . Dari hasil uji statistik diperoleh ada hubungan pengetahuan dengan perilaku higienis remaja saat menstruasi p value ( 0,041 ), ada hubungan dukungan keluarga dengan perilaku higienis remaja saat menstruasi p value (0,001), ada hubungan sikap dengan perilaku higienis remaja saat menstruasi p value (0,006). Berdasarkan hasil penelitian ini di dapatkan dari analisis statistik p value ≤ 0,05 yaitu ada hubungan pengetahuan , dukungan keluarga dan sikap dengan perilaku higienis remaja saat menstruasi di SMA Kartika XIV-1 Banda Aceh. Diharapkan kepada Kepala sekolah beserta Guru dapat memberikan informasi kepada remaja putri mengenai perilaku higienis remaja saat menstruasi.
Hubungan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Konsumsi Asam Folat pada Ibu Hamil Trimester Pertama di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Barumun Kabupaten Padang Lawas Tahun 2017 Netti Etalia Br. Brahmana; Mido Ester Sitorus
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 4, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v4i1.167

Abstract

Asam folat berperan penting dalam pembentukan satu pertiga sel darah merah pada ibu hamil.Kekurangan Asam Folat bisa bikin anemia, setiap ibu hamil pasti akan diresepken tablet folic acid alias asam folat tadinya Cuma 50 mg, selama kehamilan meningkat jadi 800 mg hingga 1 miligram perharinya. Penelitian ini bersifat analitik dengan menggunakan data primer yang diperoleh melalui wawancara responden dengan menggunakan kuesioner, dimana penelitian ini dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Kec. Barumun Kab. Padang Lawas, yang menjadi populasi disini adalah seluruh ibu hamil yang mengkonsumsi asam folat dengan jumlah 83 responden. Berdasarkan hasil penelitian yang di peroleh dari 83 responden mayoritas berumur > 20 tahun sebanyak 72 orang (86,7%),  mayoritas responden Rutin sebanyak 56 orang (67,5%), responden tidak Rutin sebanyak 27 orang (32,5%), dan mayoritas responden Teratur sebanyak 58 orang (69,9%). Berdasarkan hasil chi square diperoleh probabilitas value (pV)=0,000 dari tarif signifikan apabila P=0,000<0,05 maka Ho diterima dimana lebih kecil P(0,000 <0,05) maka dapat dinyatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan. Diharapkan kepada tenaga kesehatan untuk memberikan penyuluhan mengenai konsumsi asam folat pada trimester pertama. Supaya ibu hamil lebih mengerti tentang gizi ibu hamil.Kata Kunci : asam folat, ibu hamil, trimester pertama
Hubungan Mobilisasi Dini Post Sectio Caesarea (SC) dengan Penyembuhan Luka Operasi di Ruang Kebidanan RSUD dr. Fauziah Kecamatan Kota Juang Kabupaten Bireuen Nadiya, Sarah; Mutiara, Cut
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 4, No 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v4i2.216

Abstract

Menurut Profil Kesehatan Indonesia (2014) jumlah ibu dengan persalinan sectiocaesarea sebanyak  18,5%. Di Indonesia  sectiocaesarea umumnya dilakukan bila ada indikasi medis tertentu, sebagai tindakan mengakhiri kehamilan dan komplikasi. Sectiocaesarea sebanyak 25% dari jumlah kelahiran yang ada dilakukan pada ibu-ibu yang tidak memiliki resiko tinggi untuk melahirkan secara normal maupun komplikasi persalinan lain. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui Hubungan Mobilisasi Dini Post SC dengan Penyembuhan Luka Operasi di ruang kebidanan RSUD dr Fauziah Bireuen Tahun 2018. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional.Pengambilan sampel dilakukan secara accidental sampling dengan sampel berjumlah 40 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Hasil penelitian sebagian besar responden tidak melakukan mobilisasi dini post sc yaitu sebanyak 23 reponden (57,5%), faktor penyembuhan luka operasi ibu berada pada kategori baik yaitu sebanyak 24 responden (60%). Berdasarkan hasil uji silang ibu dengan penyembuhan luka operasi yang tidak baik adalah responden yang tidak melakukan mobilisasi dini yaitu sebanyak 13 responden (32,5%). Berdasarkan hasil uji chi square didapatkan nilai ρ (0,031) < α (0,05). Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi masukan atau pedoman untuk mengevaluasi tentang mobilisasi dini pada ibu post sc di Ruang Kebidanan Rumah Umum Daerah dr. Fauziah Bireuen.
Kemitraan Bidan dan Dukun dalam Pertolongan Persalinan di Kecamatan Singkil Kabupaten Aceh Singkil Mustika Hayati; Harbiyah Harbiyah; Agustina Agustina
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 4, No 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v4i2.241

Abstract

Dukun beranak dan kemitraan bidan di Kecamatan Singkil telah berjalan tetapi masih ada kelahiran tradisional yang tidak berpasangan dan proporsi persalinan melalui persalinan tradisional masih tinggi yaitu 10%. Dapat ditinjau tentang proses membangun kemitraan kelahiran tradisional dan bidan dalam bantuan persalinan untuk mengetahui hambatan dalam pelaksanaan kemitraan kelahiran tradisional dan bidan dalam bantuan persalinan di Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan grounded theory. Penelitian ini dilakukan di 1 Kecamatan yang terdiri dari 6 Desa, Desa Suka Damai, Paya Bumbu, Teluk Ambon, Pakal Pasir, Desa Pemuka dan Teluk Rumbia. Responden dalam penelitian ini adalah mitra kelahiran tradisional, kelahiran tradisional yang tidak berpasangan, bidan, pemegang program KIA, tokoh agama, tokoh masyarakat, postpartum yang dibantu oleh mitra kelahiran tradisional selama periode penelitian ini, ibu postpartum yang dibantu oleh kelahiran tradisional tidak bermitra. selama masa studi dan keluarga postpartum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan dalam pelaksanaan program persalinan tradisional dan bidan dalam aspek alokasi dana khusus untuk program ini tidak mencukupi, sarana dan prasarana tidak memadai, sarana transportasi untuk akses kesehatan adalah tidak tersedia, masih ada persalinan tradisional yang tidak mau berpasangan dengan alasan hasil keuangan yang mereka dapatkan tidak sesuai dan faktor usia sudah tua, dan masih ada ibu hamil yang tidak mau melahirkan di fasilitas kesehatan di alasan terpencil, akses transportasi sulit dan merasa nyaman dengan kelahiran tradisional. Kelahiran tradisional tidak merasa memiliki keunggulan dalam aspek ekonomi tetapi memiliki keunggulan dalam aspek ilmu kebidanan. Sebaliknya, bidan merasa bahwa program kemitraan memberikan manfaat untuk memfasilitasi pekerjaan bidan desa. Bagi wanita hamil kemitraan ini memberi makna positif karena wanita hamil merasa tenang dan nyaman karena persalinan dibantu oleh kelahiran tradisional dan bidan. Untuk bidan desa dan pemegang program untuk menjaga hubungan baik dengan kelahiran tradisional yang bermitra dan mengatur pertemuan rutin untuk komunikasi yang efektif. Undang kelahiran tradisional yang belum bermitra dengan melibatkan mereka sebagai kader posyandu dan memberikan pendidikan kesehatan kepada masyarakat tentang manfaat persalinan di fasilitas kesehatan.
Faktor Yang Berhubungan dengan Kesiapan Psikologis Ibu Hamil Trimester III dalam Menghadapi Persalinan Lisa Elvina; Raudhatun Nuzul ZA; Eva Rosdiana
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 4, No 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v4i2.207

Abstract

Faktor psikologis yang berpengaruh dalam kehamilan dapat berasal dari dalam diri ibu hamil (internal) dan dapat juga berasal dari faktor luar diri ibu hamil. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui analisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kesiapan psikologis ibu hamil trimester III dalam menghadapi persalinan. Penelitian ini bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini ibu hamil trimester III sebanyak 57 responden. Tehnik pengambilan sampel dilakukan secara total populasi. Jumlah sampel adalah  57 orang. Analisa data dilakukan dengan menggunakan uji chi-square dengan batas kemaknaan 95% (P≤ 0,05). Kesimpulan penelitian ini yaitu ada hubungan informasi dengan kesiapan psikologis ibu hamil (P-value= 0,016) , ada hubungan dukungan suami (P-value=0,009), ada hubungan pengalaman (P-value=0,037) dengan kesiapan psikologis ibu hamil trimester III. Diharapkan bagi tenaga kesehatan agar memperhatikan psikologis ibu hamil trimester III yang akan menghadapi persalinan dengan memberikan asuhan kehamilan yang komprehensif. Selain itu tenaga kesehatan khususnya bidan dapat terus memberikan dukungan sehingga ibu hamil senang karena mendapat perhatian.
Analisis Faktor Risiko Kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Panga Tahun 2017 Faradilla Safitri; Lia Lajuna; Asmaul Husna
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 3, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v3i2.269

Abstract

Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) menjadi penyebab ke-dua kematian bayi di Aceh yang meningkat setiap tahunnya. Data dari Puskesmas Panga, tahun 2015 bayi dengan berat badan lahir rendah sebanyak 7 bayi, tahun 2016 sebanyak 8 bayi (5.2%) dan tahun 2017 dari bulan Januari sampai Juli sebanyak 11 bayi (11.7%).Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian berat badan lahir rendah di wilayah kerja UPTD Puskesmas Panga tahun 2017 . Jenis penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasinya seluruh ibu telah melahirkan bayi bulan Januari – Juli 2017 sebanyak 94 orang, pengambilan sampel dengan cara total populasi. Pengumpulan data tanggal 21 s/d 29 Juli 2017. Instrument penelitian menggunakan kuesioner, buku laporan dan buku KIA. Analisis data menggunakan univariat dan bivariat. Hasil analisis bivariat didapat umur (p=0.007), status gizi (p=0.004), status ekonomi (p=0.521), penyakit/komplikasi selama kehamilan (p=0.000).Kesimpulan hasil penelitian ini ada hubungan umur, status gizi dan penyakit/komplikasi selama kehamilan  dengan kejadian berat badan lahir rendah sedangkan tidak ada hubungan status ekomoni dengan kejadian berat badan lahir rendah di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Panga Tahun 2017.
Hubungan Dukungan Keluarga dan Pemberian ASI dengan Status Gizi Bayi 0-6 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Trienggadeng Kabupaten Pidie Jaya Tahun 2016 Ulfa Farrah Lisa; Cut Arzia
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 3, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v3i2.272

Abstract

Kekurangan asupan gizi pada masa bayi dapat menimbulkan kerusakan otak, letargi, sakit, dan penurunan pertumbuhan fisik. Status gizi dapat ditingkatkan dengan pemberian ASI secara optimal dan dengan adanya dukungan keluarga Dari data Puskesmas Trienggadeng tahun 2015 yang mencakup 27 desa di dapatkan 2 balita (0,04 %) berstatus gizi buruk,144 balita (28,8%) berstatus gizi kurang, dan 354 balita (70,8%) berstatus gizi baik. Penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dan pemberian ASI dengan status gizi bayi 0-6 Bulan di wilayah kerja Puskesmas Trienggadeng Kabupaten Pidie Jaya Tahun 2016. Jenis penelitian bersifat analitik dengan pendekatan crossectional yang dilakukan wilayah kerja Puskesmas Trienggadeng Kabupaten Pidie Jaya pada tanggal 14 s/d 28 Juli 2016. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 67 orang dengan teknik stratified random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan uji statistik menggunakan chi-square. Berdasarkan hasil uji statistik, dari 27 responden yang mendapat dukungan dari keluarga status gizi balita mayoritas normal yaitu sebanyak 85,2%, dengan nilai P value=0,001, dan dari 32 responden yang baik dalam pemberian ASI status gizi balita mayoritas normal yaitu sebanyak 75%, dengan nilai P value=0,028. Ada hubungan yang antara dukungan dan pemberian ASI dengan status gizi bayi 0-6 bulan di wilayah kerja Puskesmas Trienggadeng Kabupaten Pidie Jaya Tahun 2016. Untuk itu diharapkan kepada masyarakat di Wilayah Kerja Puskesmas Tringgadeng tentang frekuensi pemberian ASI eksklusif yang benar pada bayi khususnya serta dapat menjadi bahan masukan bagi bidan untuk lebih meningkatkan mutu pelayanan asuhan kebidanan khususnya pada bayi. 
Degenerasi Dan Nekrosis Pada Hati Mencit Diabetes yang Diberi Ekstrak Kulit Buah Rambai (Baccaurea motleyana Muell. Arg) Ria Ceriana; Nova Zarmi Putri
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 4, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v4i1.172

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit gangguan metabolik menahun akibat penurunan fungsi pankreas. Salah satu bagian tumbuhan yang diketahui unutk menurunkan kadar gula darah yaitu kulit buah rambai. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keamanan dalam penggunaan tumbuhan sebagai obat herbal agar tidak menimbulkan efek berbahaya yang tidak diinginkan, maka perlu dilakukan uji toksisitas pada hati mencit dengan mengamati degenerasi dan nekrosis. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan  6 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan terdiri kontrol negatif (akuades), kontrol positif (Glibenklamid), dan ekstrak etanol kulit buah rambai dengan dosis bertingkat 200 mg/kgBB, 400 mg/kgBB, 800 mg/kgBB, 1600 mg/kgBB yang diberikan secara oral. Data dianalisis menggunakan analisis varians (ANAVA) dan apabila perlakuan berpengaruh maka diuji lanjut menggunakan uji jarak berganda Duncan dengan taraf kepercayaan 5%. Hasil pengamatan menunjukkan pemberian ekstrak etanol kulit buah rambai berpengaruh nyata terhadap kerusakan pada sel-sel hati mencit diabetes.  Kerusakan yang disebabkan degenerasi dan nekrosis pada sel hati.  Dosis aman ekstrak etanol kulit buah rambai ialah 1600 mg/kg BB yang dapat dijadikan obat antidiabetes dikarenakan rerata sel degenerasi dan nekrosis sel hati lebih rendah dibandingkan kontrol positif  (glibenklamid).Kata Kunci:  Diabetes melitus, Baccaurea motleyana, hati, degenerasi, nekrosis 
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu dengan Kejadian Diare pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Delima Kecamatan Delima Kabupaten Pidie Tahun 2015 Asmaul Husna; Nuzulul Rahmi
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 2, No 2 (2016): Oktober 2016
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v2i2.250

Abstract

Angka kematian diare per 1000 penduduk untuk semua golongan umur adalah 24,26 % berdasarkan Survey Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 1999, sedangkan angka kematian per 1000 penderita adalah 0,021 %, sedangkan insiden diare pada tahun 2002 berkisar antara 20-40% perduduk pertahun, dengan proporsi 60-80% anak balita (Depkes RI, 2003). Tujuan dari penelitian ini untuk Untuk mengetahui faktor-faktor yang Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Ibu Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Delima Kecamatan Delima Kabupaten Pidie Tahun 2015. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki balita dengan kajadian diare di Puskesmas Delima  Kecamatan Delima Kabupaten Pidie yaitu berjumlah 83 responden. Pengambilan sampel dalam penelitian ini ada total populasi, yaitu seluruh populasi dijadikan sampel. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner. Penelitian ini telah dilakukan di Puskesmas Delima Kecamatan  Delima Kabupaten Pidie  pada tanggal 02 s/d 07 Desember 2015. Hasil analisis bivariat ada hubungan yang singnifikan antara pengetahuan dengan kejadian diare pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Delima Kecamatan Delima  Kabupaten Pidie Tahun 2015, dengan nilai P value = 0,025 (p < 0.05) Ada hubungan yang singnifikan antara sikap ibu dengan kejadian diare pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Delima Kecamatan Delima  Kabupaten Pidie Tahun 2015, dengan nilai P value = 0,024 (p < 0.05).

Page 8 of 123 | Total Record : 1227