cover
Contact Name
Fardan Mahmudatul Imamah
Contact Email
imamah2012@gmail.com
Phone
+6281345602487
Journal Mail Official
jurnalkontemplasi@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD), Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung, Jl. Mayor Sujadi Timur No. 46 Tulungaung 66221
Location
Kab. tulungagung,
Jawa timur
INDONESIA
KONTEMPLASI: JURNAL ILMU-ILMU USHULUDDIN
ISSN : 23386169     EISSN : 25806866     DOI : -
Focus The focus of this paper is an attempt to actualize a better understanding of the Islamic theology, hermeneutic, sociology, philosophy, communication, hadith, and else, both locally and internationally through the publication of articles, research reports, and book reviews. Scope Its principal concern includes research development and knowledge dissemination on issues related to Islamic theology.
Articles 234 Documents
ASWAJA AN-NAHDLIYAH SEBAGAI REPRESENTATIF TEOLOGI ISLAM NUSANTARA PERSPEKTIF KIAI SAID AQIL SIROJ Harianto, Budi; Syalafiyah, Nurul
Kontemplasi: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Kontemplasi
Publisher : IAIN Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.43 KB) | DOI: 10.21274/kontem.2019.7.2.252-281

Abstract

Kiai Said Aqil Siroj said that the Nahdlatul Ulama (NU) is a perfect representation of Islam Nusantara in terms of both its organizational culture and movement. NU steps at jama'ah and jam'iyah levels has become a complete reference in harmonizing religion, ideology, and nationalism. NU has three ukhuwah, namely ukhuwah basariyah, islamiyah, and wathaniyah that are in line with the national interest of the Republic of Indonesia. As a sturdy fortress of the national, Islam Nusantara develops knowledge, strengthens networks and forms a national strategy regarding the ?Unity in Diversity? principle of the Republic of Indonesia. NU adheres to the theology of Ahl al-Sunnah wa al-Jama'ah and makes it a manhaj al-fikr. Thus of Kiai Said Aqil Siroj, Ahl al-Sunnah wa al-Jama'ah that is constructed by NU, then which is then often called as Ahl al-Sunnah wa al-Jama'ah an-Nahdliyah, can be one of theological representations of Islam Nusantara. This article is intended to put Kiai Said Aqil Siroj's view properly on Ahl al-Sunnah Wa al-Jama'ah, that is constructed by Nahdlatul Ulama correlation with the concept of Islam Nusantara in the framework of scientific dynamics of Islamic studies, and its contribution to the earthing of friendly, peacefully, and blessed Islam for all Indonesians in particular, and for the world in general. From a scientific point of view, an expression by Kiai Said Aqil Siroj is a new nuance in the study and insight of Islamic thought.Keywords : Kiai Said Aqil Siroj, Nahdlatul Ulama, Aswaja An-Nahdliyah, Islam Nusantara.Kiai Said Aqil Siroj menyatakan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) merupakan representasi paripurna dari Islam Nusantara dalam kultur organisasi maupun gerakannya. Gerak langkah NU pada level jama?ah maupun jam?iyah menjadi referensi utuh dalam menyelaraskan agama, ideologi, dan rasa kebangsaan. Dalam NU terdapat tiga ukhuwah yaitu ukhuwah basariyah, islamiyah, dan wathaniyah yang selaras dengan kepentingan NKRI. Sebagai benteng kokoh Islam Nusantara bergerak mengembangkan pengetahuan dan menguatkan jaringan serta membentuk strategi kebangsaan sesuai kebhinekaan NKRI. NU yang menganut teologi Ahl al-Sunnah wa al-Jama?ah dan menjadikanya sebagai manhaj al-fikr. Maka dengan melihat pernyataan Kiai Said Aqil Siroj diatas maka Ahl al-Sunnah wa al-Jama?ah yang dikonstruk oleh NU yang dalam perkembanganya sering disebut dengan Ahl al-Sunnah wa al-Jama?ah an-Nahdliyah bisa menjadi salah satu representasi Teologi Islam Nusantara. Dari paparan tersebut artikel ini dimaksudkan untuk mendudukan secara tepat pandangan Kiai Said Aqil Siroj tentang Ahl al-Sunnah Wa al- Jama?ah yang dikontruks oleh Nahdlatul Ulama? dalam korelasinya dengan konsep Islam Nusantara dalam bingkai dinamika keilmuan studi Islam, serta kontribusinya bagi pembumian Islam yang ramah, damai, dan menjadi rahmah bagi seluruh bangsa Indonesia khususnya bagi dunia umumnya. Pada sisi keilmuan pengungkapan pemikiran Kiai Said Aqil Siroj tersebut nuansa baru dalam kajian dan wawasan pemikiran Islam.Kata Kunci : Kiai Said Aqil Siroj, Nahdlatul Ulama, Aswaja An-Nahdliyah, Islam Nusantara.   
LOGIKA PENEMUAN ILMIAH TEORI (POSSITIVISME LOGIS) AUGUST COMTE Dozan, Wely; Rohimi, Rohimi
Kontemplasi: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Kontemplasi
Publisher : IAIN Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.368 KB) | DOI: 10.21274/kontem.2019.7.2.190-211

Abstract

The term philosophy is often used as a tool for scientific thinking in science. The development of philosophical thought in ancient Greece had two models of rationality namely, First, concrete philosophy. Second, philosophy in the form of metaphysics. However, this thought is not in line with the thinking of modern philosophy, namely Agus Comte in his theory "Logical Possitivism" states that everything that is rationalized that is metaphysical is considered wrong, it cannot be verified because metaphysical philosophy cannot be reached by the five senses. It can be concluded that, logical toeori possitivism only functions on what can be rationalized by the five senses. Thus, this paper exists to examine and trace the direction of the ideas of the Comte in his theory known as possitivism. Keywords: Theory, Possitivism, Agus Comte. Istilah filsafat sering digunakan sebagai alat metode berpikir ilmiah dalam keilmuan. Perkembangan pemikiran filsafat pada yunani kuno memiliki dua model rasionalitas  yaitu, Pertama, filsafat yang berbentuk konkret. Kedua, filsafat yang berbentuk metafisika. Namun pemikiran tersebut tidak sejalan dengan pemikiran filsafat moderen yaitu Agus Comte dalam teorinya ?Possitivisme Logis? menyatakan bahwa, segala yang dirasionalitaskan yang bersifat metafisika dianggap salah,  hal itu tidak dapat diverifikasi karena filsafat metafisika tidak dapat dijangkau oleh panca indera. Dapat disimpulkan bahwa, toeori possitivisme logis hanya berfungsi pada apa yang bisa dirasionalitaskan oleh panca indra. Dengan demikian, tulisan ini hadir untuk mengkaji dan menelusuri arah pemikiran agus comte dalam teorinya dikenal dengan istilah possitivisme. Kata Kunci: Teori, Possitivisme, Agus Comte.
GHIBAH DALAM ENTERTAINMENT PERSPEKTIF HADIS (APLIKASI TEORI DOUBLE MOVEMENT FAZLUR RAHMAN) Sifa, Layyinatus
Kontemplasi: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Kontemplasi
Publisher : IAIN Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.057 KB) | DOI: 10.21274/kontem.2019.7.2.282-298

Abstract

Citizen life in modern society wich have many activities makes them need some entertainment. Either from social media, recreation or televison show. Every show arranged as creative as can for interest the audience and get the high rate. One of them is rality show wich give any informations about entertainment called infotainment. In this show, there are many information about many things, such as the life of entertainer, privacy live and disgrace of household. And there are many information that contain of bringing into conflict one to another. And in along time this show containing of ?ghibah?in a modern version without releazied from the audience. How is the rules of ?ghibah? in this modern context and how we will apply the Sunnah of Muhammad about avoiding ghibah in millenial era using the teory of double movement from Fazlur Rahman. Keyword: ghibah, Infotainment, Hadis, Fazlur Rahman Kehidupan masyarakat modern yang disibukkan dengan bermacam aktifitas membuat masyarakat haus akan berbagai jenis hiburan. Mulai dari media sosial, tempat rekreasi sampai acara televisi. Berbagai acara disusun sekreatif mungkin untuk menarik penonton dan mendapatkan rating yang tinggi. Termasuk salah satunya acara inforamsi tentang dunia entertainment atau yang dikenal dengan istilah infotainment. Dalam acara tersebut sering diberitakan kehidupan tentang pemain dunia entertainment, mulai kehidupan pribadi, keluarga sampai aib rumah tangga. Tak sedikit juga berita yang terkesan mengadu domba antar tokoh publik tersebut. Semakin lama acara ini terkesan seperti ?ghibah? dalam versi modern tanpa disadari oleh masyarakat yang menikmatinya. Bagaimana sebenarnya hukum ?ghibah? dalam acara tersebut, dan bagaimana kita mengaplikasikan hadis nabi tentang larangan ghibah dalam era millenial sekarang dengan teori doble movemnet Fazlur Rahman. Kata kunci: Ghibah, Infotainment, Hadis, Fazlur Rahman
LIVING QUR’AN: KOMBINASI KALIMAT LAILAHA ILLALLAH DENGAN SURAH AL-KAHFI: 10 DAN AL-ISRA’: 82 DALAM ILMU PERNAFASAN AL-MUSLIMUN (Studi Kasus di Pondok Pesantren Terpadu Al-Kamal Blitar) Al-Khanafi, M. Imam Sanusi
Kontemplasi: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Kontemplasi
Publisher : IAIN Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.673 KB) | DOI: 10.21274/kontem.2019.7.2.375-405

Abstract

The analysis used in this study was the sociological theory of Karl Mannheim, especially in three aspects of meaning: Objective meaning, expressive meaning, and documentary meaning. The results of this study were: 1) Objective Meaning, all of students (santri) believed that tradition outwardly and spiritually participates in carrying out government programs to exercise and train the santri, and to accommodate the santri so that they were filled with religious learning that breathe Islam with the aim of amar ma'ruf nahi munkar. 2) Expression Meaning, they believed that the sentence of laa ila hailaha illallah was a fortress, while the combination of surah al Kahfi: 10 and al Isra': 82 it is convinced as a provisions for helping others. They believe that this combination produces a big power. Qolbu containing la ilaha illallahfilters impurity of body and spiritual. So it makes body more clean and healthy. They believed, a heart which was filled with la ilaha illallahwill filter out physical and spiritual impurities of the body, this making both their bodies healthier and cleaner. 3) Documentary Meaning, they were not aware of the implicit meaning in that tradition, so what thing that be done by the doers without realizing indicates the full form of expression. Keyword: la ilaha illallah, surah al-kahfi: 10 dan al-isra?: 82, respiratory science, Al-Kamal Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori sosiologi pengetahuan Karl Mannheim, terutama pada tiga aspek makna: Makna Objektif, makna ekspresif dan makna dokumenter. Hasil penelitian ini adalah: Makna Objektif, Makna Ekspresif, dan Makna Dokumenter. Hasil penelitian ini adalah: 1) Makna Objektif, semua santri meyakini bahwa tradisi tersebut secara lahiriah dan rohaniah ikut melaksanakan program pemerintah untuk berolahraga dan mengolahragakan santri, serta menampung para santri agar terisi ilmu-ilmu Agama yang bernafaskan Islam dengan tujuan amar ma?ruf nahi munkar. 2) Makna Ekspresi, mereka meyakini jika kalimat la ilaha illallahmerupakan hisnun (benteng), sedangkan kombinasi antara kalimat la ilaha illallahdengan surah al Kahfi: 10 dan al Isra?: 82 diyakini menghasilkan power untuk menolong diri sendiri maupun orang lain. Mereka meyakini, qalbu yang terisi kalimat la ilaha illallahakan memfilter kotoran jasmani dan rohani dalam tubuh, sehingga menjadikan tubuh keduanya semakin sehat dan bersih. 3) Makna Dokumenter, mereka tidak menyadari makna yang tersirat dalam tradisi tersebut, sehingga apa yang dilakukan para pelaku tanpa sadar menunjukkan bentuk ekspresi secara keseluruhan. Diyakini sebagai bekal untuk diri-sendiri maupun untuk menolong orang lain. Mereka meyakini, kombinasi tersebut menghasilkan energi (power) yang besar, dan qalbu yang terisi kalimat la ilaha illallahmemfilter kotoran jasmani dan rohani dalam tubuh, sehingga menjadikan tubuh keduanya semakin sehat dan bersih. Kata Kunci: la ilaha illallah, surah al-kahfi: 10 dan al-isra?: 82, ilmu pernafasan, Al-Kamal 
STRATEGI KEBUDAYAAN QUR’ANI HASYIM ASY’ARI YANG RAHMATAN LIL ALAMIN Sholeh, Muhamad
Kontemplasi: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Kontemplasi
Publisher : IAIN Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.759 KB) | DOI: 10.21274/kontem.2019.7.2.406-446

Abstract

The article in the hands of this reader is none other than a reflection of our Islam in Indonesia. This reflection aims to arouse the spirit that surges in the body of the Nahdliyin (NU) people. Which is actually written in it is a mixture of Qanun Asasi (Al-Qur'an and Hadith) KH. Hasyim Asy'ari with a country full of culture. In fact, it is used to formulate the Culture Strategy of Qur'ani in order to save the Unitary Republic of Indonesia (Unitary State of the Republic of Indonesia) is also a syifa ?(medicine) for all people. That the true Cultural Strategy is always used from time to time in order to solve different problems with one main foundation, namely the Qur'an and the Hadith. Because Al-Qur'an is final at the same time Hadith has also been given. So as a Muslim, he should make it as a benchmark that needs to be re-learned in the arena of modern Muslims. So that in Islam we are not rude, angry, liberal, radical, and so on. In conclusion, a true Islam must truly blend with culture, by taking the core of health (the verse of God) combined with real reality. So the concept of rahmatan lil alamin is truly soothing for all humans. Keyword: Cultural Strategy, Al-Qur'an, KH. Hasyim Ash'ari. Artikel yang ada ditangan pembaca ini bukan lain dan tidak bukan merupakan refleksi dari kita ber-Islam di Indonesia. Refleksi ini bertujuan untuk membangkitkan semangat yang menggelora dalam tubuh umat Nahdliyin (NU). Yang sejatinya tulisan didalamnya merupakan percampuran antara Qanun Asasi (Al-Qur?an dan Hadits) KH. Hasyim Asy?ari dengan realias negara yang penuh dengan budaya. Notabene dipakai untuk merumuskan Strategi KebudayaanQur?ani demi untuk menyelamatkan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) juga merupakan syifa? (obat) bagi semua umat. Bahwa sejatinya Strategi Kebudayaanmemang selalu dipakai dari masa-ke masa demi menyelesaikan masalah yang berbeda dengan satu landasan utama yakni Al-Qur?an dan Hadits. Dikarenakan Al-Qur?an sudah final sekaligus Hadits juga sudah diberikan. Maka sebagi seorang Muslim hendaknya menjadikan ia sebagai patokan yang perlu dirasakan ulang kehikmahannya dalam kancah Muslim modern. Sehingga dalam kita ber-Islam tidak ada sebutan kasar, marah, liberal, radikal, dan lain sebaginya. Kesimpulannya Islam yang benar-benar Islam sejatinya harus berbaur dengan kebudayaan, dengan mengambil inti kemanfatan (ayat Allah) berpadu dengan realitas yang nyata. Sehingga konsep rahmatan lil alamin memang benar ?benar menyejukkan bagi semua manusia. Kata Kunci: Strategi Kebudayaan, Al-Qur?an, KH. Hasyim Asy?ari. 
RELASI TRADISI MUSLIM JAWA DAN MUSLIM BERBER (Tinjauan Atas Kemiripan pada Penamaan Bulan-Bulan Islam Jawa Dan Berber Dalam Kaitannya Dengan Perayaan Hari-Hari Besar Islam) Musonif, Ahmad
Kontemplasi: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Kontemplasi
Publisher : IAIN Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1038.256 KB) | DOI: 10.21274/kontem.2019.7.2.228-251

Abstract

The relation between Javanese and Berber Islamic traditions can be seen from several Berber traditions such as religious holidays such as Mawlid, Eid al-Fitr and Eid al-Adha. The influence of Berbers is also seen in the names of Javanese Islamic months which have similar meanings to the names of Berber Islamic months. This relation can be traced to its historical roots from the pre-colonial period, precisely in the time of Wali Songo. There are some Islamic preachers in the past who came from the Maghrib (morocco) which is the residence of the Berbers. In addition Sultan Agung as the originator of the Javanese Islamic calendar based on his pedigree is also a descendant of the Maghrib. Keywords: Javanese Islamic Traditions, Berber Islamic Traditions, Islamic Month Relasi tradisi Islam Jawa dan Islam Berber dapat dilihat dari beberapa tradisi Berber Seperti perayaan hari besar agama misalnya Mawlid, Idul Fitri, dan Idul Adha. Pengaruh Berber juga tampak pada nama-nama bulan Islam Jawa yang secara makna memiliki kemiripan dengan nama-nama bulan Islam Berber. Relasi ini dapat dilacak akar sejarahnya dari masa pra kolonial, tepatnya pada masa wali songo. Ada beberapa tokoh juru dakwah Islam pada masa lalu berasal dari Maghrib (maroko) yang merupakan tempat tinggal orang-orang Berber. Selain itu Sultan Agung sebagai pencetus kalender Islam Jawa berdasarkan silsilahnya juga merupakan keturunan orang-Maghrib. Kata Kunci: Tradisi Islam Jawa, Tradisi Islam Berber, Bulan Islam  
KONSTRUKSI AGAMA DAN KESAKRALAN MASYARAKAT SEBAGAI MANISFESTASI TOTEM: STUDI TERHADAP PEMIKIRAN EMILE DURKHEIM Ismail, Ismail
Kontemplasi: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Kontemplasi
Publisher : IAIN Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.117 KB) | DOI: 10.21274/kontem.2019.7.2.212-227

Abstract

This article tries to explain how the important role of the dotem or totem in building a sense of unity both in the social sphere and the religious side. Based on the results of research conducted by Durkheim, we can conclude that totems have been deeply involved in the pulse of Aboriginal life in Australia. Totems are not just names used by various clans, totems have also been transformed into something sacred. With this sacredness, the totem has become the initial foothold for the formation of social solidarity and is able to encourage the community to construct life ethics and even become the strongest factor in which religion arises. Keywords: Totems, religion, society. Artikel ini berusaha menjelaskan bagaimana peran penting dotem atau totem dalam membangun rasa persatuan baik di ranah sosial maupun sisi agama. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Durkheim, kita bisa menyimpulkan bahwa totem telah terlibat jauh ke dalam nadi kehidupan suku Aborigin di Australia. Totem bukan hanya sekedar nama yang digunakan oleh berbagai macam klan, totem juga telah menjelma menjadi sesuatu yang sakral. Dengan kesakralan tersebut, totem telah menjadi pijakan awal terbentuknya solidaritas sosial serta mampu mendorong masyarakat untuk mengkonstruksi etika hidup bahkan menjadi satu faktor terkuat dimana agama itu muncul. Kata Kunci: Totem, agama, masyarakat.
MODEL PEMBACAAN BARU ILMU ASBÂB AL-NUZÛL Badruzzaman, Abad
Kontemplasi: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Kontemplasi
Publisher : IAIN Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/kontem.2015.3.1.133 - 168

Abstract

Ilmu asbâb al-nuzûlmenunjukkan pentingnya pembacaan teks yang berkesadaran historis.Bahwa yang kita baca bukan melulu teks secara lahiriah, melainkan banyak hal yang mengelilingi teks.Yang kita baca adalah hakikat realitas bukan bentuk formalnya, hakikat manusia bukan wujud luarnya, kesejatian bukan sesuatu yang artifisial. Sedemikian pentingnya pengetahuan tentang asbâb al-nuzûl sehingga dapat dimengerti jika para ulama terpercaya melarang siapa pun menafsirkan al-Qur`an jika buta tentang asbâb al-nuzûl. Tidak mungkin mengetahui tafsir al-Qur`an tanpa pengetahuan tentang kisah-kisahnya dan penjelasan-penjelasan lain menyangkut proses nuzûl-nya.
TAFSIR SOSIAL KISAH PARA NABI DALAM AL-QURAN Badruzzaman, Abad
Kontemplasi: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Kontemplasi
Publisher : IAIN Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/kontem.2014.2.2.185 - 204

Abstract

Salah satu topik kajian ulum al-Qur?an adalah kisah-kisah. Al-Quran banyak menuturkan kisah para Nabi yang diutus pada kaum-kaumnya. Penggalan kisah dalam Al-Qur?an berada dalam naungan al-hady al-Qur?any. kisah-kisah dalam al-Qur`an umumnya masih dipandang dan diperlakukan sebagai kisah murni. Padahal sesungguhnya kisah-kisah itu merupakan gambaran jujur tentang segala kondisi masyarakat tertentu dengan segala muatan yang dikandungnya. Tujuan dari penulisan artikel ini Pertama, melakukan penelusuran terhadap kisah-kisah para nabi dalam al-Qur`an. Kedua, kisah-kisah para nabi itu kemudian dikupas dan dikaji dengan penekanan pada aspek sosial. Kisah-kisah itu tidak lagi dipandang sebagai gambaran dari fenomena keagamaan murni melainkan sebagai fenomena sosial dalam sekup yang lebih luas.
EKSISTENSI KRITIK MATAN MASA AWAL: Membaca Temuan dan Kontribusi Jonathan Brown A Amrulloh
Kontemplasi: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin Vol 4 No 1 (2016): Jurnal Kontemplasi
Publisher : IAIN Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/kontem.2016.4.1.1-26

Abstract

This article is a reading of the idea of Jonathan Brown, a scholar of Western-Muslim who paid attention to the study of hadith, as stated in one of his writings, “How We Know Early Hadith Critics Did Matan Criticism and Why It’s So Hard to Find “. In his writings, Brown discovered samples of explicit criticisms made by critics matan hadith early. After analyzing the samples, he later concluded that the critics hadith early criticism matan has applied to test the authenticity and validity of hadith Prophet. According to him, the criticism sanad and matan criticism applied along and in line. However, because of certain reasons-one of which is the tension between traditionalists and rationalists that time, the application of the early criticism matan framed and wrapped in the language of criticism sanad. This reading was intended to reveal the findings of Brown’s early criticism of honor, and then analyze it to know its contributions in the development of critical studies hadith, especially matan criticism.Keywords: Hadith, sanad criticism, matan criticism, Jonathan Brown

Page 8 of 24 | Total Record : 234