cover
Contact Name
habibullah
Contact Email
habibullah@kemsos.go.id
Phone
-
Journal Mail Official
sosiokonsepsia@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Sosio Konsepsia
ISSN : 20890338     EISSN : 25027921     DOI : -
Core Subject : Social,
Sosio Koncepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial presents scientific essays in the form of the results of field research on social welfare. Publish three times the April, August and December periods.
Arjuna Subject : -
Articles 397 Documents
PEMBERDAYAAN DIRI LANJUT USIA PESERTA PROGRAM ASISTENSI SOSIAL LANJUT USIA TERLANTAR DI KABUPATEN BANGLI Togiaratua Nainggolan
Sosio Konsepsia Vol 3 No 3 (2014): Sosio Konsepsia
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v3i3.354

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dinamika pemberdayaan diri peserta Program Asistensi Sosial Lanjut Usia Terlantar (ASLUT) di Kabupaten Bangli Provinsi Bali. Unit analisis penelitian ini adalah lanjut usia peserta Program ASLUT. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan Focus Group Discussion(FGD) dengan strategi triangulasi. Selanjutnya data dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Proses pemberdayaan diri lanjut usia peserta ASLUT berlangsung sesuai dengan kondisi masing-masing lanjut usia dan mengalami pasang surut sejalan kinerja pendampingan, terutama dalam mengontrol penggunaan dana asistensi sosial; dan (2) Program ASLUT mampu memberdayakan diri lanjut usia peserta Program ASLUT, yang ditandai dengan munculnya kesadaran aktualisasi diri, berkembangnya aktivitas atas kemauan sendiri, dan menguatnya perasaan berharga dan berguna. Sejalan dengan hasil penelitian ini, mengingat peran kunci tenaga pendamping, kepada penyelenggara program direkomendasikan agar melakukan peningkatan pengetahuan dan keterampilan pendampingan sehingga pendamping mampu menstimulasi pemberdayaan diri peserta Program ASLUT.
Halaman Belakang Vol 15 No 02 Mei - Agust 2010 Ejournal Ejournal
Sosio Konsepsia Vol 15 No 2 (2010): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v15i2.569

Abstract

EKSISTENSI FORUM KESERASIAN SOSIAL SEBAGAI UPAYA MEREDAM KONFLIK SOSIAL DI MASYARAKAT DI KOTA AMBON Listyawati, Andayani
Sosio Konsepsia Vol 8, No 2 (2019): Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v8i2.1496

Abstract

AbstrakPenelitian tentang eksistensi forum keserasian sosial sebagai upaya meredam konflik sosial di masyarakat bertujuan mengetahui eksistensi forum keserasian sosial dalam program kerjanya  mampu meredam konflik dan mengetahui kondisi faktual daerah rawan konflik yang dilaksanakan di Kota Ambon, Maluku. Latar belakang Ambon sebagai lokasi penelitian karena merupakan salah satu daerah rawan konflik di Indonesia yang menerima bantuan dana penguatan keserasian sosial. Dana penguatan digunakan untuk melaksanakan program yang disesuaikan dengan kebutuhan daerah setempat dengan harapan berbagai permasalahan pemicu konflik dapat diminimalisir atau dicegah. Pendekatan yang digunakan kuantitatif kualitatif , pengumpulan data secara wawancara terstruktur dan kuesioner selanjutnya didukung dengan pengamatan dan telaah dokumen. Dalam rangka memperoleh data yang valid dan reliabel diungkap informasi dari  pengurus forum, tokoh masyarakat, pendamping forum, dan aparat dinas terkait. Hasil penelitian menyimpulkan, melalui analisis regresi dengan variabel komunikasi, sumberdaya, komitmen, dan struktur pelaksana keberadaan forum menunjukkan efektif dapat meminimalisir atau mencegah potensi konflik dengan sumbangan nilai 42,7% yang mengandung arti kondisi kemasyarakatan relative kondusif walaupun belum secara maksimal. Hal tersebut dipengaruhi dukungan keberadaan kearifan lokal berupa nilai lokal, peran ketokohan, tradisi dan nilai kebersamaan masyarakat mampu menyumbang keberhasilan pelaksanaan program. Oleh karena itu rekomendasi ditujukan kepada Kementerian Sosial cq Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial supaya lebih mendayagunakan kearifan lokal dan menjalin kemitraan dengan pihak terkait sebagai potensi serta sumber bagi penguatan kohesivitas sosial dalam mendukung  keberhasilan program keserasian sosial. Sementara seyogyanya ada upaya peningkatan intensitas pendampingan, pembinaan, dan monitoring agar eksistensi forum keserasian sosial dapat lebih bermanfaat dalam meminimalisir atau mencegah terjadinya konflik sosial di masyarakat.  Kata Kunci: forum keserasian sosial;konflik sosial; masyarakat
MODEL PENGEMBANGAN PELAYANAN ORGANISASI SOSIAL LOKAL (OSL) BERBASIS MASYARAKAT Dasuki Dasuki
Sosio Konsepsia Vol 12 No 3 (2007): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v12i3.637

Abstract

Peranan pelayanan organisasi sosial masyarakat yang dilaksanakan oleh lembaga-lembaga organisasi sosial lokal sebagai kegiatan dalam rangka untuk mengatasi meningkatnya masalah-masalah sosial, termasuk meningkatnya jumlah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) dilingkungannya.Model pelayanan sosial ini merupakan refleksi program kegiatan masyarakat dalam mengakses pemberdayaan penduduk lokal dengan meletakkan kembali elemen modal sosial, kearifan lokal, sistem jaringan keperangkatan, dengan pelayanan sosial mendorong pengarustamaan manajemen jaringan berbasis lokalitas. Dan model pelayanan sosialnya merupakan proses atau cara pendekatan dalam penanganan pelayanan sosial terhadap anggota masyarakat sebagai salah satu dari suatu sistem, penguatan struktur dan fungsi masyarakat lokal sebagai pranata sosial.Untuk penajaman perspektif partisipasi masyarakat ke depan, dengan strategi merujuk kepada pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berada pada Organisasi Sosial Lokal (OSL) sebagai Wahana Kesejahteraan Sosial Berbasis Masyarakat (WKSBM).Dengan mengembangkan konsep berpikir global bertindak lokal, maka ada keharusan bagi otoritas lokal memberikan prioritas perhatian berpartisipasi dalam model pengembangan pelayanan OSL sebagai WKSBM, agar dapat menumbuhkan kegiatan pembangunan dari arus bawah, oleh dan untuk masyarakat.Sehingga mampu menangkal masalah sosial lainnya seperti kemiskinan, kesulitan lapangan kerja sekaligus sebagai sumber modal bersama dalam meningkatkan ketahanan sosial, mental kerohanian keagamaan bagi anggotanya. Organisasi sosial tersebut di tingkat lokal masyarakat desa maupun di kelurahan kota, dirasakan peranannya sangat bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan pelayanan sosial kemasyarakatan dilingkungannya.
IMPLEMENTASI PROGRAM KELUARGA HARAPAN DI JENEPONTO, SULAWESI SELATAN Sugiyanto Sugiyanto
Sosio Konsepsia Vol 4 No 3 (2015): Sosio Konsepsia
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v4i3.149

Abstract

Penelitian  Implementasi  Program  Keluarga  Harapan  di  Jeneponto,  bertujuan  untuk  mengidentifikasi pelaksanaan, hasil yang dicapai dan faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan PKH di Jeneponto. Studi ini menggunakan metode deskriftif dengan pendekatan kualitatif. Responden penelitian, yaitu kepala keluarga miskin, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Sosial, Ketua Bapeda Kepala Dinas Pendidikan Nasional, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Bidang Kesejahteraan Sosial Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial Kabupaten, serta Pendamping. Pengumpulan data dengan tehnik wawancara mendalam, studi dokumentasi dan FGD. Data yang telah dikumpulkan dianalisis dengan teknik analisis kualitatif. Hasil penelitian membuktikan bahwa pelaksanaan dan capaian hasil PKH di Jeneponto belum optimal. Hal ini disebabkan oleh sejumlah hambatan, yang berkaitan dengan kondisi wilayah yang sulit dijangkau, baik dari aspek transportasi maupun komunikasi. Disarankan perlunya program ini lebih ditingkatkan dangan memperluas cakupan peserta PKH dan peningkatan kapasitas pendamping yang dilengkapi sarana transportasi dan komunikasi yang memadai, mekanisme pembayaran melalui bank, meningkatkan sistem informasi manajemennya, penataan ulang dengan mengadakan intervensi di bidang sosial ekonomi keluarga, dan memperpanjang pendidikan anak hingga SLTA
FENOMENA BUNUH DIRI DI KABUPATEN GUNUNG KIDUL Andari, Soetji
Sosio Konsepsia Vol 7, No 1 (2017): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v7i1.1141

Abstract

AbstractThe phenomenon of suicide from mental disorder as the most common causes, symptoms that occur a range of psychiatric conditions of distress. This includes the mental condition of despair, loneliness, anxiety, depression, and it is a lot happening in the Gunungkidul Regency. Descriptive research approach of case study method with the informants specified in purposive sampling, data collection techniques, namely the observation at the site of the suicide incident, interviews with a variety of Government such as police informants related, Office and NGOs are important in the prevention of suicide. The results of the research on the phenomenon of suicide themselves as a human tragedy often occurs in Gunungkidul, perpetrators of the suicide based on gender men more than women. The perpetrators of the most outcome of chronical diseases suicide and depression. Depression is a result of the loss of jobs, insufficient family needs, divorce, infidelity in marriage. While the perpetrators of suicide in older results from chronic illness and loneliness due to the loss of a family member. Almost all of the suicide scene was quiet conditions at home, it can be in the bedroom, bathroom, kitchen means that home is where the most widely as a place to commit suicide. This type of suicide in Gunungkidul tend to egoistik, a person committing suicide because it feels itself a larger importance than social interests. Keywords: Suicide, a phenomenon, the human tragedy 
HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN PENYESUAIAN DIRI GELANDANGAN DAN PENGEMIS DI PSBK PANGUDI LUHUR BEKASI Habibullah Habibullah
Sosio Konsepsia Vol 15 No 2 (2010): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v15i2.547

Abstract

This study aims to describe the self-concept, self adjustment and the relationship between self concept and adjustment of homeless people and beggars (gelandangan  an pengemis/gepeng) on the Panti Sosial Bina Karya Pangudi Luhur. Therefore, this study used a quantitative approach that will be done by cross sectional. The samples in this study using simple random sampling method. The results showed that 1). 57% of "gepeng" have a good selfconcept and 43% had bad self-concept, 52% "gepeng" a bad self-conceptadjustment and 48% had a good adjustment. 2). Results of cross tabulation: 30.16% of "gepeng" who has a good selfconcept and self-adjustment well, as much as 12.70% have good self-concept but a bad adjustment, 22.22 % of gepeng has a bad self-concept but a good adjustment and 34, 92 % of" gepeng" have bad self-concept and bad self-adjustment. 3). Alternative hypothesis in this study accepted that there is a relationship between self concept and self-adjustment at Gepeng on tlze PSBK Pangudi Luhur with positive correlation. Strength of the relationship between self concept and self-adjustment is weak, and therefore, this study can generalize the relationship of self concept and selfadjustment "gepeng" but the concept selfconcept "gepeng" a bit of influence on self-adjustment. Based on these results, it can recommend: 1). For Social Worker, care and rehabilitation of "gepeng" need to be adjusted based on the concept of self-2). For PSBK PL Luhur, should develop the ability of social workers in order to identify characteristics of clients who will become his responsibility. 3). For further research needs to be considered to see other factors that may affect or have relationships with self-adjustment.
KEBUTUHAN DASAR PENDUDUK DAERAH PERBATASAN: Relevansinya Program Pemberdayaan (Kajian di Kabupaten Keerom Provinsi Papua berbatasan dengan PNG) Muchtar Muchtar
Sosio Konsepsia Vol 11 No 2 (2006): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v11i2.597

Abstract

Kajian ini bertujuan mengidentifikasi kebutuhan dasar penduduk daerah perbatasan dan relevansinya program pemberdayaan. Pendekatan dalam kajian ini adalah deskriptif-kualitatif, dengan pendekatan demikian dimungkinkan diperoleh kedalaman informasi tentang kebutuhan dasar mereka. Informan dalam kajian ini ditentukan secara purposive sampling, dengan pertimbangan mereka memahami secara baik kebutuhan masyarakat daerah perbatasan. Atas dasar itu, informan dalam kajian ini adalah aparat dari instansi terkait setempat Dinas Kessos Provinsi Papua & Kabupaten Keerom, serta aparat dari Badan Perbatasan dan Kerjasama Daerah Provinsi Papua . Sebagai alat analisis, digunakan kerangka teori pemberdayaan penyediaan kepada orang-orang atas sumber, kesempatan, pengetahuan, dan keterampilan untuk meningkatkan kemampuan mereka menentukan masa depannya dan untuk berpartisipasi di dalam dan mempengaruhi kehidupan komunitas mereka. Hasil kajian menunjukkan, adanya ketidakberdayaan mereka sebagai sebab akibat yang saling berhubungan dari kemiskinan dan keterisolasian. Hal ini setidaknya terlihat, bahwa pada umumnya mereka tinggal di rumah tidak layak huni, tingkat pendidikan yang rendah, derajat kesehatan yang minim, dan sarana-prasarana umum diantaranya: jalan, transportasi, komunikasi yang kurang memadai bahkan tidak tersedia yang merupakan kebutuhan dasar manusia dalam bermasyarakat. Jika mengacu pada skala prioritas, maka papan (perumahan) yang pertama-tama perlu mendapat perhatian, yang disusul kemudian bidang pendidikan, kesehatan, dan sarana umum berupa jalan, transportasi, penerangan listrik, serta sarana komunikasi (kebutuhan). Potensi alam yang memungkinkan untuk dikembangkan sebagai sumber ekonomi adalah: Jagung, Ubi Kayu, Sayuran, buah-buahan, kedelai, dan kacang-kacangan. Atas realitas itu, programpemberdayaan bagi penduduk di daerah perbatasan menjadi semakin relevan. Dalam kontek Depsos, program-program pemberdayaan melalui unit operasional terkait Direktorat Komunitas Adat Terpencil, Direktorat Pemberdayaan Fakir Miskin, Direktorat Pemberdayaan Keluarga, dan lainnya perlu lebih ditingkatkan dan dapat saling bersinergi.
PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG REHABILITASI SOSIAL KORBAN PENYALAHGUNAAN NAPZA MELALUI INSTITUSI PENERIMA WAJIB LAPOR DI SURABAYA Andari, Soetji
Sosio Konsepsia Vol 9, No 1 (2019): Sosio Konsepsia
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v9i1.1758

Abstract

Pemahaman masyarakat tentang Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) berhasil apabila pemerintah memberikan informasi yang jelas mengenai dampak napza melalui sosialisasi di lingkungan  masyarakat. Sosialisasi IPWL di lingkungan  masyarakat sebagian sudah dilaksanakan, mengenai tempat dan proses rehabilitasi dan pelaksanaan edukasi tentang napza secara lengkap dari para konselor atau volunteer yang diturunkan. Dengan ikut membantu pemerintah mensosialisasikan hal tersebut, diharapkan memberikan perubahan positif bagi sebagian masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif yang dilaksanakan di Surabaya dengan 60 responden. Hasil penelitian banyak masyarakat yang belum mengetahui fungsi dari IPWL sebagai lembaga yang menangani orang yang kecanduan napza.  Pengetahuan sangat besar pengaruhnya dalam memberi rangsangan untuk berpartisipasi dalam pelayanan kesehatan termasuk terhadap keberadaan lembaga pencegahan napza. Masyarakat yang berpendidikan lebih tinggi menganggap penting nilai kesehatan. Kemudian Jenis Pekerjaan dan Penghasilan mempengaruhi keinginan masyarakat untuk berpartisipasi karena masyarakat dengan tingkat pekerjaan tertentu akan dapat lebih meluangkan ataupun bahkan tidak meluangkan sedikitpun waktunya untuk berpartisipasi pada suatu kegiatan tertentu. Kata Kunci: Pemahaman- Masyarakat- Napza- Wajib Lapor The community's understanding of the Institution of Report Obligation Recipient (IPWL) such as health centers or hospitals. IPWL is successful if the government provides clear information about the impact of drugs through socialization in the community. Some socialization of IPWL in the community has been carried out, regarding the place and process of rehabilitation and the implementation of complete education about drugs from counselors or volunteers who have been sent down. By helping the government to socialize this, it is expected to provide positive changes for some people. This study uses descriptive research methods carried out in Surabaya with 60 respondents. The results of the study were many people who did not yet know the function of IPWL as an institution that handles people who are addicted to drugs. Knowledge is very influential in giving stimuli to participate in health services including the existence of drug prevention institutions. Higher educated people consider the value of health important. Then the type of work and income influences the desire of the community to participate because the community with a certain level of work will be able to spend more or not even spend the time to participate in a particular activity.
Halaman Depan Vol 13 No 2 2008 Ejournal Ejournal
Sosio Konsepsia Vol 13 No 2 (2008): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v13i2.689

Abstract


Filter by Year

2006 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 11 No 1 (2021): Sosio Konsepsia Vol 10 No 3 (2021): Sosio Konsepsia Vol 10, No 2 (2021) Vol 10, No 1 (2020): Sosio Konsepsia Vol 9, No 3 (2020): Sosio Konsepsia Vol 9, No 2 (2020): Sosio Konsepsia Vol 9, No 1 (2019): Sosio Konsepsia Vol 8, No 3 (2019): Sosio Konsepsia Vol 8, No 2 (2019): Sosio Konsepsia Vol 8, No 2 (2019): Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 8 No 1 (2018): Sosio Konsepsia Vol 7 No 3 (2018): Volume 7 Nomor 3 Tahun 2018 Sosio Konsepsia Vol 8, No 1 (2018): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 7, No 3 (2018): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 7, No 2 (2018): Sosio Konsepsia Vol 7, No 2 (2018): Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 7, No 1 (2017): Sosio Konsepsia Vol 7, No 1 (2017): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 6 No 3 (2017): Sosio Konsepsia Vol 6, No 3 (2017): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 6, No 3 (2017): Sosio Konsepsia Vol 6 No 2 (2017): Sosio Konsepsia Vol 6, No 2 (2017): Sosio Konsepsia Vol 6, No 2 (2017): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 6 No 1 (2016): Sosio Konsepsia Vol 5 No 3 (2016): Sosio Konsepsia Vol 5 No 2 (2016): Sosio Konsepsia Vol 5 No 1 (2015): Sosio Konsepsia Vol 5, No 1 (2015): Sosio Konsepsia Vol 4 No 3 (2015): Sosio Konsepsia Vol 4, No 3 (2015): Sosio Konsepsia Vol 4, No 2 (2015): Sosio Konsepsia Vol 4 No 2 (2015): Sosio Konsepsia Vol 4 No 1 (2014): Sosio Konsepsia Vol 4, No 1 (2014) Vol 3 No 3 (2014): Sosio Konsepsia Vol 3 No 2 (2014): Sosio Konsepsia Vol 3 No 1 (2013): Sosio Konsepsia Vol 2 No 3 (2013): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 2 No 2 (2013): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 17, No 3 (2012): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 17 No 3 (2012): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 17 No 2 (2012): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 17 No 1 (2012): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 16 No 3 (2011): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 16 No 2 (2011): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 16 No 1 (2011): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 15 No 3 (2010): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 15 No 2 (2010): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 15 No 1 (2010): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 14 No 3 (2009): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 14 No 2 (2009): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 14 No 1 (2009): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 13 No 3 (2008): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 13 No 2 (2008): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 13 No 1 (2008): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 12 No 3 (2007): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 12 No 2 (2007): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 12 No 1 (2007): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 11 No 3 (2006): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 11 No 2 (2006): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 11 No 1 (2006): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial More Issue