Articles
397 Documents
Halaman Belakang Vol 17 No 2 2012
Ejournal Ejournal
Sosio Konsepsia Vol 17 No 2 (2012): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33007/ska.v17i2.818
MANFAAT PROGRAM KESEJAHTERAAN SOSIAL DAERAH TERTINGGAL DI KABUPATEN LEBAK PROVINSI BANTEN
Nunung Unayah
Sosio Konsepsia Vol 5 No 2 (2016): Sosio Konsepsia
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33007/ska.v5i2.179
Pada hakekatnya daerah tertinggal merupakan daerah kabupaten yang masyarakat serta wilayahnya relatif kurang berkembang, dibandingkan daerah lain dalam skala nasional. Salah satunya adalah kabupaten lebak yang masuk sebagai daerah tertinggal. Oleh sebab itu untuk mengetahui seberapa besar manfaat penyelenggaraan program kesejahteraan sosial di kabupaten lebak, maka perlu dilakukan penelitian yang memberikan gambaran tentang manfaat program kesejahteraan sosial yang sudah di berikan kepada masyarakat penerima program. Adapun penelitian ini bertujuan ingin mengetahui bagaimana pelaksanaan program kesejahteraan sosial, apakah program tersebut menghasilkan dampak positif kemanfaatan bagi penerima program, dalam hal ini adalah penyandang masalah sosial, dan faktor yang mempengaruhi pelaksanaan program.  Kemudian  yang  menjadi  informan  dalam  penelitian  ini  adalah  penyandang masalah sosial dan para pilar partisipan sebagai pelaksana penyelenggaraan program kesejahteraan sosial. Berdasarkan hasil penelitian terungkap bahwa kemanfaatan program kesejahteraan sosial anak dan program PKH lebih dirasakan manfaatnya dibandingkan dengan program kesejahteraan sosial yang lainnya. Untuk itu di rekomendasikan perlunya sharing budget dari APBD I dan APBD II dalam rangka peningkatan kemanfaatan program kesejahteraan sosial. Jumlah TKSK perlu diperbanyak disesuaikan berdasarkan rasio penyandang masalah sosial.
Halaman Depan Vol 15 No 1 Jan - April 2010
Sosio Konsepsia Vol 15 No 1 (2010): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33007/ska.v15i1.564
PERAN KELOMPOK SOSIAL DALAM PENGUATAN KETAHANAN SOSIAL (Sebuah Kajian Modal Sosial di Desa Abiansemal, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Bali)
Mochamad Syawie
Sosio Konsepsia Vol 12 No 1 (2007): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33007/ska.v12i1.618
Banyak studi menunjukkan modal sosial mempengaruhi kemajuan dan kesejahteraan ekonomi suatumasyarakat. Berbagai modal yang ada di desa, seperti manusia, fisik dan finansial memiliki keterkaitanyang dapat mendukung jalannya kelompok sosial. Modal sosial adalah serangkaian nilai atau normanormahingga organisasi yang dimiliki bersama anggota kelompok sehingga memungkinkan terjadinyakerjasama diantara mereka.Tujuan kajian ini adalah ingin mengetahui peran kelompok-kelompok sosial dalam penguatanketahanan sosial melalui modal sosial yang dimiliki. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif lewatpengumpulan data observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam. Temuan kajian diantaranyamenunjukkan bahwa kelompok-kelompok sosial berperan dalam menguatkan ketahanan sosial melalui modalsosial yang ada sehingga memunculkan kepercayaan (trust) diantara anggota kelompok.
PANTI SOSIAL BINA REMAJA NAIBONAT: TANTANGAN PENDIDIKAN MASA DEPAN
Huruswati, Indah
Sosio Konsepsia Vol 17, No 3 (2012): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33007/ska.v17i3.835
Artikel ini membahas persoalan pelayanan dalam panti sosial bina remaja Naibonat di Kupang,khususnya terkait dengan pembinaan lanjut bagi eks binaannya. Sejalan dengan perkembangan waktu, PSBR Naibonat menjadi media alternatif bagi anak-anak dan remaja putus sekolah menuju dunia kerja. Seandainya program pelayanan ini dapat menghasilkan binaan yang siap kerja, apakah tidak mungkin PSBR menjadi harapan masa depan anak yang tidak terjangkau oleh pendidikan formal. Untuk itu sejauhmana kegiatan pembinaan lanjut dilaksanakan dan dipahami, sebagai kontrol output pelayanan panti, maka penelitian terhadap PSBR Naibonat Kupang dilakukan. Tentunya ini dilakukan sebagai masukan bagi lembaga dan sekaligus menjadi bagian penting dari keberhasilan program pelayanan panti terhadap binaannya.Kata Kunci: Pelayanan, pembinaan lanjut, eks binaan
IMPLEMENTASI PENDEKATAN PENGORGANISASIAN MASYARAKAT FEMINIS ISLAMIS DALAM MEMERANGI KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DI INDONESIA Sebuah Kajian Kualitatif
Dorita Setiawan
Sosio Konsepsia Vol 12 No 2 (2007): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33007/ska.v12i2.632
Pendekatan pengorganisasian masyarakat, pada dunia Barat, telah menjadi salah satu cara dalam memerangi kekerasan terhadap perempuan (violence against women). Kombinasi antara pendekatan yang berdasarkan teori feminis dan pengorganisasian masyarakat ini telah menjadi salah satu cara yang dikenal dalam mengatasi beberapa masalah sosial, lebih khusus, pendekatan ini terbukti pula menjadi salah satu cara yang paling efektif dalam memerangi isu-isu gender, khususnya kekerasan terhadap perempuan. Dalam pekerjaan sosial, masyarakat adalah salah satu elemen terpenting dalam agenda perubahan, masyarakatadalah objek sekaligus subjek akan suatu perubahan; masyarakat adalah sumber kekuatan terpenting yang harus tetap diperhatikan. Dalam lapangan pekerjaan sosial, masyarakat disebut juga dengan level mezo atau level tengah yang berada di antara level mikro (individu) atau yang bersifat klinis dan makro yang lebih bersifat kebijakan. Dengan kata lain pendekatan terhadap masyarakat adalah jembatan yang begitu penting dalam sebuah perubahan mikro dan makro dalam pendekatan yang lebih luas dan komprehensif.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PROGRAM SUBSIDI BERAS UNTUK MASYARAKAT BERPENGHASILAN RENDAH DI PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT
Anwar Sitepu
Sosio Konsepsia Vol 4 No 2 (2015): Sosio Konsepsia
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33007/ska.v4i2.114
AbstrakProgram Raskin yang sudah berlangsung selama 15 tahun hingga saat ini masih belum berjalan optimaldimana, 6 tepat, indikator keberhasilan program belum berhasil dicapai. Tujuan penelitian ini adalah: (1)mengevaluasiapai implementasi kebijakan/program subsidi beras bagi masyarakat berpenghasilan rendah;(2) menganalisis fungsi perlindungan sosial Program Subsidi Beras bagi Masyarakat BerpenghasilanRendah dan (3) mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam implementasi Program. Pengumpulan datadilakukan di Provinsi Nusa Tenggara Barat pada bulan September 2014. Sumber informasi adalah TimKoordinasi Raskin dan Rumah Tangga Sasaran-Penerima Manfaat serta tokoh setempat. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa implementasi kebijakan/program Subsidi beras bagi masyarakat berpenghasilan rendahbelum dilakukan dengan konsisten. Penerima raskin bukan hanya ruta yang terdaftar dalam BDT. Jumlahraskin yang diterima kurang dari 15 kilogram. Harga tebus lebih mahal dari yang ditetapkan Rp.1.600 perkilogram; Program Subsidi Beras bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah belum berfungsi secara optimalsebagai perlindungan sosial. Kendala yang dihadapi adalah: (1) Data dalam BDT tidak seluruhnya akurat,terjadi exclusion error dan inclusion error. Musdes/Muskel sebagai mekanisme pemutahiran data tidakcukup efektif. Akibatnya sebagian Raskin salah sasaran. (2) Tim Koordinasi Pelaksana (Tikorlak) Raskinbelum efektif bekerja menyelesaikan permasalah yang muncul; (3) Secara nasional alokasi anggaran untuksubsidi beras belum memadai untuk meng-cover seluruh ruta miskin dan rentan dan untuk memenuhikebutuhan minimal.Kata Kunci : kebijakan, raskin, subsidi, perlindungan sosial.
PERAN TARUNA SIAGA BENCANA DALAM MITIGASI BENCANA DI KABUPATEN SERANG DAN SUKABUMI
Aulia Rahman
Sosio Konsepsia Vol 6 No 1 (2016): Sosio Konsepsia
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33007/ska.v6i1.311
Penelitian mengenai peran Taruna Siaga Bencana (Tagana) pada mitigasi bencana belum banyak dilakukan. Pada umumnya mengkaji peran Tagana pada tahap kesiapsiagaan dan tanggap bencana. Penelitian ini mengkaji bagaimana peran Tagana dalam mitigasi bencana di Kabupaten Serang dan Sukabumi, bagaimana koordinasi antara Tagana dan pemerintah daerah pada kegiatan penanggulangan bencana di Kabupaten Serang dan Sukabumi dan manfaat partisipasi Tagana dalam mendukung ketahanan daerah di Kabupaten Serang dan Sukabumi. Metode wawancara dilakukan terhadap 9 narasumber yang terdiri dari Kementerian Sosial sebagai lembaga pembina pusat, Dinas Sosial, (Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Anggota Tagana Kabupaten dan masyarakat. Studi dokumentasi dilakukan dengan melihat artikel, laporan kegiatan dan dokumentasi terkait mitigasi yang sudah dilakukan. Temuan lapangan memberikan kesimpulan pemerintah daerah melalui Dinas Sosial dan BPBD Kabupaten secara kesinambungan bekerjasama dengan Tagana untuk kegiatan mitigasi bencana dan koordinasi yang dilakukan antar lintas instansi sering dilakukan pada tiga tahapan penanggulangan bencana serta dapat disimpulkan masyarakat memahami tentang kegiatan mitigasi bencana serta turut serta pada setiap kegiatan mitigasi sehingga masyarakat siap jika menghadapi bencana.Kata Kunci: tagana; mitigasi, bencanaStudy of Tagana in disaster mitigation are mostly examines about Tagana role in preparedness and disaster response. This study examines the role of Tagana in disaster mitigation in Serang regency and Sukabumi regency,in terms of their coordinative activities and their participate on regional resilience. Data has collected through Interview Method that covers 9 informants consisted of Ministry of Social Affairs, District Social Services, Regional Disaster Management Agency (BPBD), a Tagana district member and the community. The source of secondary data are from articles, reports of activities and documentation related to the mitigation. The research found that the local government through the District Social Services and BPBD have cooperated with Tagana for disaster mitigation activities. The coordination among those agencies was conducted in three phases of disaster management. Beyond that, the research found that the people have also contributed in any mitigation activities. Keywords: tagana; mitigation; disaster.
PERAN KAPITAL SOSIAL DALAM PENGUATAN KETAHANAN SOSIAL MASYARAKAT (Studi Kasus di Sulawesi Tengah)
Suradi Suradi
Sosio Konsepsia Vol 11 No 2 (2006): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33007/ska.v11i2.592
Kapital sosial dan ketahanan sosial masyarakat adalah dua konsep dan realitas yang tidak dapat dipisahkan dalam pembangunan masyarakat. Kapital sosial wujud dalam keperangkatan, kepranataan dan nilai-nilai sosial di masayakat, yang merupakan sumber daya bagi pembangunan masyarakat.Hasil penelitian di Sulawesi Tengah ini menunjukkan, bahwa kapital sosial telah berperan dalam penguatan ketahanan sosial masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan sosial dasar, mengatasi masalah sosial dan memperkuat hubungan-hubungan sosial. Namun demikian peran kapital sosial tersebut masih sangat terbatas, baik jangkauan maupun skala kegiatannya. Hal ini disebabkan karena mereka belum membangun jejaring kerja secara sinergis dalam kelembagaan satu dengan lainnya.Melihat prospek kapital sosial dalam penguatan ketahanan sosial masyarakat, maka diperlukaninteruensi dari Dinas Sosial, sehingga ke depan kapital sosial dapat melaksanakan perannya lebih bermakna dalam proses pembangunan masyarakat.
PERANAN WKSBM DAI.AM PEMBANGUNAN MASYARAKAT Studi Kasus di Sulawesi Utara
Suradi Suradi
Sosio Konsepsia Vol 13 No 1 (2008): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33007/ska.v13i1.667
Penelitian ini dilakukan dalam upaya mengidentifikasi profil dan peranan WKSBM di ProvinsiSulmvesi Utara dalam pembangunan masyarakat. Untuk mencapai tujuan penelitian tersebut, dikumpulkan data dari tokoh masyarakat, pengelola perkumpulan sosial lokal dan aparat pemerintah lokal secara purposive. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan, adalah studi dokumentasi, dan wmvancara mendalam. Setelah data dikumpulkan dilakukan analisis dengan pendekatan kualitatif dalam bentuk uraian yang menjelaskan profil dan peranan WKSBM dalam pembangunan masyarakat berdasarkan konsep dan tinjauan teoritis.Hasil penelitian menunjukkan, bahwa di lokasi penelitian ditemukan bentuk keperangkatan pelayanan sosial berbasis lingkungan, berbasis agama dan bersifat independen. Dimana jenis-jenis keperangkatan pelayanan sosial terse but secara konseptual merupakan unsur-unsur dari WKSBM. Keperangkatan pelayanan sosial tersebut telah melaksanakan berbagai program dan kegiatan sosial kemasyarakatan, yang manfaatnya telah dirasakan secara ekonomis maupun sosial. Antar keperangkatan pelayanan sosial telah mengembangkan sistem kerjasama dan sinergis dalam pendayagunaan potensi dan sumber daya sosial, dalam rangka optimasi pembangunan masyarakat.