cover
Contact Name
habibullah
Contact Email
habibullah@kemsos.go.id
Phone
-
Journal Mail Official
sosiokonsepsia@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Sosio Konsepsia
ISSN : 20890338     EISSN : 25027921     DOI : -
Core Subject : Social,
Sosio Koncepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial presents scientific essays in the form of the results of field research on social welfare. Publish three times the April, August and December periods.
Arjuna Subject : -
Articles 397 Documents
KONDISI SOSIAL PSIKOLOGIS DAN EKONOMI ORANG DENGAN KECACATAN PASCA PEMBINAAN LANJUT PADA PANTI SOSIAL BINA RUNGU WICARA (PSBRW) MELATI JAKARTA Bambang Pudjianto; M. Syawie
Sosio Konsepsia Vol 4 No 3 (2015): Sosio Konsepsia
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v4i3.156

Abstract

Orang dengan kecacatan rungu wicara berhak mendapatkan pemenuhan hak-hak dasarnya dalam bidang kesejahteraan sosial. Melalui program rehabilitasi sosial dalam panti, diharapkan tidak seorang pun orang dengan kecacatan rungu wicara sebagai warga negara, tertinggal dan tidak terjangkau dalam proses meningkatkan kesejahterannya. Tujuan penelitian ini ingin mengetahui apakah pemberdayaan dari hasil rehabilitasi sosial berdampak pada eks klien. Metode penelitian ini menggunakan metode evaluasi dengan pendekatan kualitatif. Berdasarkan hasil pembinaan lanjut diketahui eks klien yang mendapatkan keterampilan dari panti sosial dapat memperoleh pekerjaan sesuai dengan hasil keterampilan yang diperoleh. Pada kasus enam eks klien orang dengan kecacatan diketahui meningkat kapasitasnya dengan keterampilan yang dimiliki, dan semakin berdaya ke arah kehidupan normatif secara fisik, mental dan sosial.
PENGARUH DUKUNGAN ORGANISASI DAN KEMAMPUAN INDIVIDU TERHADAP KINERJA PENYULUH SOSIAL DAN PARTISIPASI MASYARAKAT Subhan Kadir; Sunarru Samsi Hariadi; Subejo Subejo
Sosio Konsepsia Vol 6 No 1 (2016): Sosio Konsepsia
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v6i1.219

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh dukungan organisasi dan kemampuan individu terhadap kinerja penyuluh sosial dan terhadap partisipasi masyarakat. Penelitian diharapkan menghasilkan sebuah model untuk peningkatan partisipasi masyarakat dalam program kesejahteraan sosial melalui kinerja penyuluh, kemampun individu dan dukungan organisasi. Penelitian menggunakan metode penelitian survey kuantitafif dan analisis data menggunakan pemodelan persamaan struktur dengan program AMOS. Pengumpulan data menggunakan angket kemampuan individu, dukungan organisasi, kinerja penyuluh sosial, dan partisipasi masyarakat. Responden yang berpartisipasi penelitian ini adalah sebanyak 124 penyuluh sosial dan calon penyuluh sosial yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja penyuluh (r=623; p=0,012), juga ditemukan pengaruh positif dan signifikan kinerja penyuluh terhadap partisipasi masyarakat (r=0,644; p=0,021), ditemukan juga adanya korelasi positif antara dukungan organisasi dengan kemampuan individu (r=0,558; p=0,000). Kinerja penyuluh sosial memoderasi hubungan antara dukungan organisasi dan partisipasi masyarakat. Model peningkatan partisipasi masyarakat juga telah diindentifikasi di dalam penelitian ini.Kata kunci: dukungan organisasi, kinerja penyuluh sosial, partisipasi masyarakatThis quantitative research has intended to investigate the role of organizational support and individual capacity of social extension workers’ performance. The successful of those performance has been measured on social participation on social development. The research has expected to gain a kind of model of social participation in social welfare programs, through social worker’s performance, individual capacity and organizational support. The research is a quantitative survey. Data has been analized through AMOS program. Data were collected in a survey using four instruments measuring competence, organizational support, worker performance and community participation. The study found that organizational support has positive and significant association with social extension workers’ performance. The association betwen social extension workers’ performance and community participation was also found to be positive and significant. Perfomance of social extension workers was found to be a moderating factors as it mediate organizational support to community participation. Keywords: organizational support, social extension workers’ performance, community participation.
PROFIL PRANATA SOSIAL DI DAERAH KOMUNITAS ADAT TERPENCIL (Studi Kehidupan Sosial Budaya di Provinsi Nusa Tenggara Timur) Suyanto Suyanto
Sosio Konsepsia Vol 11 No 3 (2006): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v11i3.604

Abstract

Pranata sosial adalah kumpulan nilai dan norma yang mengatur kehidupan manusia. Kebudayaan yang didalamnya terdapat nilai, norma dan perasaan juga merupakan pola bagi tindakan dan tingkah laku manusia yang diperoleh melalui proses belajar dalam kehidupan sosialnya. Dalam kehidupan yang nyata, kebudayaan digunakan secara selektif oleh para pendukungnya, tergantung pada situasi dan kondisi, serta arena sosial tempat para pendukung kebudayaan tersebut melakukan kegiatannya. Pengetahuan yang kompleks bagi kegiatan tertentu tersebut dikenal sebagai pranata-pranata kebudayaan atau cultural institutions.Pendekatan yang digunakan dalam studi sosial budaya adalah pendekatan kebudayaan yang dalam ilmu antropologi digolongkan sebagai pendekatan Ethnoscience atau cognitive anthropology. Dalam pendekatan semacam ini warga masyarakat terasing yang menjadi sasaran studi sosial budaya akan dilihat sebagai individu-individu yang aktif memahami, memanipulasi atau memanfaatkan berbagai sumber daya yang ada di lingkungan hidup sosialnya dengan cara menggunakan dan berpedoman pada kebudayaanyang dimilikinya, agar supaya mereka tetap dapat mempertahankan dan meningkatkan kesejahteraan hidupnya (Achadiyat, 1994). Dengan demikian pranata sosial memiliki status dan peran, peran disini berujud aturan yang berlalu untuk mengatur tingkah laku manusia dalam bertindak, dimana dalam setiap tindakan selalu dilakukan berdasarkan pertimbangan norma dan nilai yang hidup. Pranata sosial bersifat non formal karena tidak memiliki struktur aturan yang tidak tertulis, terbentuk karena kesepakatan kebutuhan suatu komunitas dan diakui keberadaannya dan dipertahankan pada komunitas tertentu.Dari hasil kajian diketahui bahwa pengaruh kepala adat (Raja Biboki) di Kampung Tamkesi sangat kuat. Hal tersebut ditunjukkan dengan adanya kesetiaan rakyatnya terhadap berbagai pranata yang masih berlaku di masyarakat pedalaman terutama di kampung adat Tamkesi wilayah desa Tautpah, pranata tersebut antara lain; Pranata keagamaan atau kepercayaan, pranata pendidikan, pranata ekonomi, pranata sosial dan pranata keturunan. Namun karena Raja Biboki memiliki wawasan yang luas dan menginginkan adanya perubahan kehidupan bagi rakyatnya, dengan cara mereka menyerahkan sebagian wilayahnya untuk dijadikan sebagai sarana program pemberdayaan yang dimulai melalui program pemukiman di Kampung Tautpah. Tujuan Raja Biboki tersebut adalah dengan berhasilnya program pemberdayaan yang dilakukan Pemerintah diharapkan budaya masyarakat pedalaman yang masih bermukim di hutan-hutan pedalaman wilayah desa Tautpah dan desa Tokbesi bisa merobah sebagian adat kebiasaan yang ada kearahkehidupan yang lebih baik. Secara rinci terdeskripsi dalam hasil penelitian ini.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STATUS KESEHATAN ANAK JALANAN Reni Amelia
Sosio Konsepsia Vol 2 No 2 (2013): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v2i2.772

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status kesehatan anak jalanan dalam hubungannya dengan perilaku anak dan lingkungan tempat mereka biasa berada. Penelitian ini dilakukan di delapan rumah singgah di Jakarta Timur dengan sampel sebanyak 200 anak jalanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi kesehatan anak jalanan ini 64 persen berstatus buruk. Hasil analisis regresi logistik ordinal menunjukkan bahwa variabel yang mempengaruhi status kesehatan anak jalanan adalah jenis kelamin, pola tidur, mobilitas tempat kerja, dan jumlah jam kerja. Anak jalanan perempuan 2,54 kali lebih cenderung berstatus kesehatan pada tingkat yang lebih buruk dibandingkan anak jalanan laki-laki, anak jalanan yang jumlah jam tidurnya kurang dari 6 atau lebih dari 8 jam sehari dan atau waktu tidurnya setelah pukul 23.00 WIB 2,98 kali lebih cenderung berstatus kesehatan pada tingkat yang lebih buruk dibandingkananak jalanan yang jumlah jam tidurnya 6-8 jam sehari dan waktu tidurnya sebelum pukul 23.00 WIB, anak jalanan yang melakukan pindah-pindah tempat kerja 3,93 kali lebih cenderung berstatus kesehatan pada tingkat yang lebih buruk dibandingkan dengan anak jalanan yang tidak melakukan pindah-pindah tempat kerja, anak jalanan yang memiliki jumlah jam kerja lebih dari 3 jam sehari 2,66 kali lebih cenderung berstatus kesehatan pada tingkat yang lebih buruk dibandingkan dengan anak jalanan yang jam kerjanya kurang dari atau sama dengan 3 jam sehari. Kata kunci: Kesehatan anak, anak jalanan, rumah singgah, regresi logistik ordinal.
IMPLEMENTASI DAN STRATEGI PROGRAM COMMUNITY DEVELOPMENT (CD) PERTAMINA DAERAH OPERASI HULU (DOH) SUMATERA BAGIAN SELATAN (SUMBAGSEL) SEBAGAI WUJUD COOPERATE SOCIAL RESPONSIBILITY PERUSAHAAN PERTAMBANGAN Habibullah Habibullah
Sosio Konsepsia Vol 13 No 2 (2008): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v13i2.695

Abstract

Program CD yang dimaknai pengembangan kehidupan dan peningkaian taraf hidup masyarakat dalam suatu komuniti tertentu bukan semata persoalan moral yang berorientasi pada penghargaan harkat dan martabat manusia. Akan tetapi juga merupakan upaya penciptaan keamanan bagi perusahaan pertambangan dari ancaman masyarakat lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi implementasi dan strategi program CD Periamina DOH Sumbagsel sebagai wujud CSR perusahaan pertambangan.Pertamina DOH Sumbagsel melaksanakan Program CD sebagai wujud corporate social responsibility  melalui 7 (tujuh) bidang yaitu ekononii (PUKK), pendidikan, peribadatan, sarana jalan, pemuda & olahraga, dan kesehatan. Bidang ekonomi (PUKK) mendapai perhatian khusus yakni bagian berdiri sendiri. Hal ini disebabkan PUKK nierupakan prioritas program CD Pertamina DOH Sumbagsel dan cenderung lebih memberdayakan masyarakat dibanding dengan program CD lain yang cenderung memberikan pelayanan sosial.Apabila dilihat dari 7 (Tujuh) bidang program CD Pertamina DOH Sumbagsel sudah memenuhi  syarat sebagai program CD yang bersifat multidimensional. Strategi program CD Pertamina DOH Sumbagsel adalan berdasarkan kebutuhan masyarakat dan dilaksanakan berdasarkan kemampuan perusahaan, pelaksanaan bekerjasama dengan lembaga pemerintah, perguruan tinggi, lembaga swadaya masyarakat dan partisipasi masyarakat.Idealnya kebutuhan kebutuhan masyarakat tidak hanya merupakan hasil dari identifikasi pihak Pertamina DOH Sumbagsel akan tetapi juga mempertimbangkan hasil identifikasi dari tiap stakeholder. Strategi hanya mendanai saja sudan sesuai dengan strategi bawah ke-atas (bottom up srategies). 
Pengantar Redaksi Volume 5 No.1 sosio konsepsia
Sosio Konsepsia Vol 5 No 1 (2015): Sosio Konsepsia
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v5i1.159

Abstract

Pada Vol. 5 Nomor 01 Tahun 2015, SOSIO KONSEPSIA menyajikan topik-topik yang menarik, terkait dengan intervensi pekerjaan sosial dengan anak, asistensi sosial bagi lanjut usia telantar, penanggulangan kemiskinan, pemberdayaan masyarakat, dan kampung siaga bencana.Satuan Bakti Pekerja Sosial (Sakti Peksos) merupakan pekerja sosial yang tugasnya memberikan pelayanan sosial profesional di bidang pekerjaan sosial. Salah satunya Sakti Peksos pada program Kesejahteraan Sosial Anak (PKSA). Elly Susilowati dkk, melakukan penelitian untuk mengetahui aktivitas Sakti Peksos dalam PKSA. Hasil penelitian membuktikan, bahwa Sakt Peksos sudah melaksanakan atau mengimplementasikan intervensi pekerjaan sosial, tetapi belum sesuai dengan standar praktik pekerjaan sosial. Permasalahan kesejahteraan sosial berikutnya yang memerlukan perhatian adalah lanjut usia telantar. Kementerian Sosial telah menyelenggarakan pelayanan bagi mereka melalui program Asistensi Sosial Lanjut Usia (Aslut). Mulia Astuti dkk, melakukan penelitian untuk mendalami implementasi kebijakan Aslut tersebut. Hasil penelitian membuktikan, bahwa implementasi program sudah sesuai dengan standar, dan manfaat program tersebut sudah dirasakan oleh lanjut usia.Permasalahan kemiskinan merupakan fenomena sosial yang banyak menarik perhatian berbagai pihak. Kementerian Sosial sudah menyelenggarakan program bagi keluarga miskin, yang salah satunya adalah bantuan subsidi beras yang dikenal dengan Raskin (sekarang dikenalkan dengan beras sejahtera atau rastra). Ruaida Murni melakukan penelitian mengenai Raskin ini, dan hasilnya membuktikan bahwa Raskin belum dipahami dengan tepat oleh masyarakat di NTB. Sementara di Jawa Tengah sudah dipahami sebagai bantuan bagi keluarga miskin.Sebagai upaya percepatan dan penuntasan penanggulangan kemiskinan, Pemerintah Kabupaten Sragen mengembangkan model Pelayanan Satu Pintu dalam Penanggulangan Kemiskinan. Muhtar dan Indah Huruswati melakukan penelitian mengenai model di Sragen tersebut. Kegiatan yang dapat disinkronisasikan pada model tersebut, yaitu pelayan kesehatan, pendidikan, sosial dan ekonomi. Hasil penelitian tersebut membuktikan, bahwa model tersebut efektif dalam penanggulangan kemiskinan di Sragen.Kemudian, sebagaimana diketahui bahwa Indonsia merupakan negara yang rawan bencana alam. Bencana alam yang terjadi, menimbulkan kerugian fisik, sosial dan ekonomi. Kementerian Sosial sudah menyelenggarakan program untuk mengurangi risiko bencana, yang dikenal dengan Kampung Siaga Bencana. Muhammad Belanawane S melalukan penelitian untuk mengetahui implementasi kebijakan pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat tersebut. Hasil penelitian membuktikan, bahwa implemetasi kebijakan tersebut belum sesuai harapan, karena kebijakan KSB dipahami sebagai hasil bukan sebagai proses atau partisipasi masyarakat dalam pengurangan risiko bencana. Pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat merupakan dua konsep yang tidak dapat dilepaskan. Pemberdayaan masyarakat tidak selalu datang dari pemerintah, tetapi masyarakat diberikan ruang yang luas untuk melakukan pemberdayaan masyarakat sendiri. Budiman Mahmud Muthofa dan Jajang Gunanjaya melakukan model pemberdayaan masyarakat berbasis nilainilai lokal di Saung Angklung Udjo di Bandung. Hasil penelitian membuktikan, bahwa model pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan seni angklung telah memberikan pengaruh positif terhadap kesejahteraan masyarakat. Model pemberdayaan masyarakat yang menggunakan kekuatan masyarakat sendiri juga terjadi di Sragen. Di kabupaten tersebut masyarakat membentuk paguyuban sebagai wahana untuk memberdayakan diri mereka. Hasil penelitian membuktikan, bahwa kegiatan pertanian yang dikelola masyarakat memberikan pengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat desa.Terbitnya Sosio Konsepsia ini berkat dukungan dan bantuan dari berbagai pihak. Sehubungan dengan itu, disampaikan terima kasih kepada Mitra Bestari, secara khusus kepada Drs. M. Rondang Siahaan, M.Si, tim editor, kontributor naskah dan unsur manajemen. Disadari bahwa penerbitan ini masih ada kekurangan, dan oleh karena itu saran dan kritik sangat diharapkan untuk penyempurnaan volume dan nomor berikutnya.
PENDEKATAN SPIRITUAL DALAM KONSELING PENGEMBANGAN HIKMAH IBADAH BAGI PEMULIHAN PECANDU NAPZA Cucu Maesaroh
Sosio Konsepsia Vol 14 No 3 (2009): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v14i3.715

Abstract

This research is aimed at finding a formula of spiritual approach in the counseling of the development of the worship blessing for the rehabilitation of drugs addict provided by Balai Pemulihan Sosial Pamardi Putra Lembang (Drugs Addicts Social Rehabilitation Organization). It applied the qualitative method by using collaborative action research approach. The gained results are : (1) the change in physical, social, and mental-spiritual structures; (2) the change in personalitiJ with noble character which can give advantages to the addicts themselves, family environment, and social environment around them; (3) the development of mature personality which is balanced psychological or emotionally, socially, and mentally-spiritually ofdrugs addicts which can become an internal factor of personal strength and unihJ to reach the true happiness; and (4) can reach divine potential, so, the addicts can solve their life problems wisely, including the problems of relapses, with this potential.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PROGRAM PENGEMBANGAN DISTRIK Kajian Kebijakan dan Implementasinya di Provinsi Papua Muchtar Muchtar
Sosio Konsepsia Vol 12 No 2 (2007): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v12i2.625

Abstract

Kajian Implementasi Program Pengembangan Distrik (PPD) di Provinsi Papua bertujuan memahami penanganan kemiskinan melalui strategi pemberdayaan. Pendekatan kajian ini adalah kualitatif yang menekankan esensi dan substansi (pemahaman, pandangan, dan tanggapan) informan yang menghasilkan data deskriptif, yakni gambaran implementasi program di lapangan. Data tersebut diperoleh melalui studi dokumen dan wawancara. Informan ditentukan secara purposive, yakni informan mengetahui secara baik pemasalahan yang sedang dikaji. Untuk itu, informan dalam penelitian ini adalah aparat Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Provinsi Papua sebagai pengelola PPD. Hasil kajian menunjukkan, meskipun pelaku PPD di Propinsi Papua khususnya pada awal implementasi program mampu melakukan pembangunan sejumlah prasarana dasar desa melalui dana program ditambah swadaya masyarakat setempat dan menyalurkan dana program kepada kelompok masyarakat untuk usaha ekonomi produktif, tetapi jikadicermati, belum terjadi proses pemberdayaan khususnya bagi kelompok miskin, karena tidak ada transfer daya kepada kelompok miskin. Program lebih dimanfaatkan oleh kalangan tertentu saja, dan proses belajar sosial relatif kurang berlangsung, sebab program lebih bernuansa ekonomi saja. Untuk itu, saran ditekankan pada kualitas pelaku program di berbagai tingkatan (khususnya tingkat kampung), yaitu: (a) mereka perlumemahami program secara baik pentingnya pembekalan; (b) perlunya pelaksanaan sosialisasi program kepada masyarakat secara benar, yang tidak semata penyebaran informasi, tetapi juga perlu diarahkan pada penyadaran tentang permasalahan yang sedang dihadapinya, dan tumbuhnya semangat untuk memecahkan masalah secara mandiri; (c) perlunya pendampingan (fasilitator lokal) secara berkelanjutan terhadap parapelaku program di tingkat kampung, dalam kurun waktu tertentu, hingga mereka dinilai mampu melakukan penanganan masalah kemiskinan warganya secara mandiri. Untuk itu, diperlukan petugas pendamping yang memiliki kompetensi yang memadai, profesional, visionis, taktis, tekun, dan mempunyai semangat tinggi.
Halaman Belakang Vol 16 No 1 Januari April 2011 Ejournal Ejournal
Sosio Konsepsia Vol 16 No 1 (2011): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v16i1.788

Abstract

BANTUAN STIMULAN BAHAN BANGUNAN RUMAH (BSBBR) DALAM RELOKASI PERMUKIMAN KORBAN BENCANA ALAM1 DI DESA CIBEBER-BANTEN Gunawan Gunawan
Sosio Konsepsia Vol 4 No 1 (2014): Sosio Konsepsia
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v4i1.109

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) Kebijakan BSBBR Kementerian Sosial; (2) prosesrelokasi permukiman, dan (3) bagaimana pengaruh BSBBR dalam Pemulihan Sosial. Data dan informasiuntuk kebutuhan analisis dihimpun dari: (a) studi dokumentasi, (b) wawancara mendalam, (c) observasi,dan (d) diskusi kelompk terarah (FGD). Hasil analisis kualitatif terhadap data yang terhimpun dapatdiungkapkan bahwa BSBBR telah mampu menstimuli perilaku korban bencana di permukiman yang lebihaman dan kembali hidup normal, energi sosial (pemangku adat, gotong royong dan kepedulian masyaraat)yang ada di lingkungan masyarakat Cibeber. Secara tidak langsung juga menstimuli lembaga pelayananpublik dan dunia usaha untuk turut berperan dalam pemulihan sosial korban bencana. BSBBR dapatberfungsi sebagai salah satu sumber pemerintah daerah untuk program relokasi bagi masyarakat yangtinggal di zona rawan bencana alam. Bantuan sosial dalam bentuk uang tunai merupakan rekening yangmenarik bagi banyak pihak. Di satu sisi bantuan sosial sangat dibutuhkan oleh korban bencana. Di sisi lain,banyak pihak yang mempunyai kepentingan terhadap bantuan sosial tersebut. Resiko penyaluran bantuansosial dapat diminimalisasi dengan memerankan peran Pemerintah daerah (instansi sosial Provinsi daninstansi sosial Kabupaten/Kota), Camat, Kepala Desa/Lurah, dan Ketua RK dalam mekanisme kontrol/pengawalan program BSBBR sampai di tingkat masyarakat.Kata kunci: bantuan sosial, relokasi, korban bencana.

Filter by Year

2006 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 11 No 1 (2021): Sosio Konsepsia Vol 10 No 3 (2021): Sosio Konsepsia Vol 10, No 2 (2021) Vol 10, No 1 (2020): Sosio Konsepsia Vol 9, No 3 (2020): Sosio Konsepsia Vol 9, No 2 (2020): Sosio Konsepsia Vol 9, No 1 (2019): Sosio Konsepsia Vol 8, No 3 (2019): Sosio Konsepsia Vol 8, No 2 (2019): Sosio Konsepsia Vol 8, No 2 (2019): Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 8 No 1 (2018): Sosio Konsepsia Vol 7 No 3 (2018): Volume 7 Nomor 3 Tahun 2018 Sosio Konsepsia Vol 8, No 1 (2018): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 7, No 3 (2018): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 7, No 2 (2018): Sosio Konsepsia Vol 7, No 2 (2018): Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 7, No 1 (2017): Sosio Konsepsia Vol 7, No 1 (2017): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 6 No 3 (2017): Sosio Konsepsia Vol 6, No 3 (2017): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 6, No 3 (2017): Sosio Konsepsia Vol 6 No 2 (2017): Sosio Konsepsia Vol 6, No 2 (2017): Sosio Konsepsia Vol 6, No 2 (2017): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 6 No 1 (2016): Sosio Konsepsia Vol 5 No 3 (2016): Sosio Konsepsia Vol 5 No 2 (2016): Sosio Konsepsia Vol 5 No 1 (2015): Sosio Konsepsia Vol 5, No 1 (2015): Sosio Konsepsia Vol 4 No 3 (2015): Sosio Konsepsia Vol 4, No 3 (2015): Sosio Konsepsia Vol 4, No 2 (2015): Sosio Konsepsia Vol 4 No 2 (2015): Sosio Konsepsia Vol 4 No 1 (2014): Sosio Konsepsia Vol 4, No 1 (2014) Vol 3 No 3 (2014): Sosio Konsepsia Vol 3 No 2 (2014): Sosio Konsepsia Vol 3 No 1 (2013): Sosio Konsepsia Vol 2 No 3 (2013): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 2 No 2 (2013): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 17, No 3 (2012): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 17 No 3 (2012): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 17 No 2 (2012): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 17 No 1 (2012): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 16 No 3 (2011): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 16 No 2 (2011): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 16 No 1 (2011): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 15 No 3 (2010): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 15 No 2 (2010): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 15 No 1 (2010): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 14 No 3 (2009): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 14 No 2 (2009): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 14 No 1 (2009): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 13 No 3 (2008): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 13 No 2 (2008): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 13 No 1 (2008): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 12 No 3 (2007): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 12 No 2 (2007): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 12 No 1 (2007): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 11 No 3 (2006): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 11 No 2 (2006): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 11 No 1 (2006): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial More Issue