Articles
397 Documents
PELAYANAN HARIAN LANJUT USIA DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA ‘BUDHI DHARMA’ BEKASI
Ayu Diah Amalia
Sosio Konsepsia Vol 3 No 1 (2013): Sosio Konsepsia
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33007/ska.v3i1.764
Upaya peningkatan kesejahteraan sosial lanjut usia diarahkan agar lansia tetap dapatdiberdayakan sehingga berperan dalam kegiatan pembangunan dengan memperhatikan fungsi, kearifan, pengetahuan, keahlian, keterampilan, pengalaman, usia dan kondisi fi siknya. Salah satu upaya tersebut adalah dalam bentuk Program Harian Lanjut Usia (PHLU). Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana proses pelaksanaan Program PHLU di PSTW Budhi Dharma dan melihat kepuasan klien sebagai suatu feedback dari proses pelaksanaan program. Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi, menggunakan mix methods dengan metode kualitatif dan survey. Dari hasil penelitian diketahui bahwa PSTW Budhi Dharma belum melaksanakan proses tahapan pelaksanaan sesuai standar prosedur yang ditetapkan oleh perencana program (Direktorat Pelayanan Sosial Lanjut Usia). Ditemukanlebih dari setengah sampel klien merasa kurang puas akan kualitas pelayanan yang telah diberikan oleh PSTW Budhi Dharma. Peneliti menyarankan agar perencana dan pelaksana program dapat memperbaiki proses pelaksanaan program.
Hal Depan Sosiokonsepsia Vol.17 No.01 Januari April 2012
Ejournal Ejournal
Sosio Konsepsia Vol 17 No 1 (2012): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33007/ska.v17i1.808
PEMBINAAN LANJUT BAGI PENYANDANG DISABILITAS TUBUH DI PALEMBANG DAN MAKASSAR
Nurdin Widodo
Sosio Konsepsia Vol 3 No 3 (2014): Sosio Konsepsia
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33007/ska.v3i3.353
Pembinaan lanjut Bagi Penyandang Disabilitas Tubuh di Palembang dan Makassar merupakan studi evaluasi salah satu tahap rehabilitasi sosial di Panti Sosial Bina Daksa. Studi ini bertujuan mengetahui kondisi faktual pelaksanan pembinaan lanjut yang dilakukan oleh Panti Sosial Bina Daksa. Metode penelitian adalah diskiptif dengan pendekatan kualitatif. Teknis pengumpulan data yang digunakan wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Pembinaan lanjut dilaksanakan dalam bentuk pemantauan untuk melihat perkembangan fisik, mental dan sosial setelah eks klien kembali ke keluarganya. Pada kegiatan tersebut eks klien dan keluarganya diberikan motivasi, bimbingan penyusunan proposal, bantuan pengembangan usaha ekonomis produktif, menghubungkan kebutuhan eks klien dengan sistem sumber. Hasil dari pembinaan lanjut tersebut dirasakan manfaatnya bagi eks klien maupun keluarganya. Namun demikian masih diperlukan perbaikanperbaikan dalam pelaksanaan tindak lanjut, sehingga ke depan akan lebih optimal lagi dalam mewujdukan eks klien yang mandiri dan produktif.
PEMETAAN SOSIAL DI KECAMATAN SEBANGAU KUALA, KABUPATEN PULANG PISAU PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
Bambang Pudjianto
Sosio Konsepsia Vol 11 No 2 (2006): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33007/ska.v11i2.596
Sumber daya alam yang dimiliki Kabupaten Pulang Pisau Provinsi Kalimantan Tengah cukupberagam dan potensial dalam memenuhi berbagai kepentingan pembangunan dan kebutuhan masyarakat. Sungai, danau, rawa dan lahan terbuka luas baik untuk kepentingan pertanian, perikanan maupun perkebunan. Selain itu sumber daya hutan masih potensial sebagai sumber mata pencaharian. Kondisi tersebut pada sisi lain membutuhkan proses pemberdayaan masyarakat yang mensyaratkan adanya perubahan dalam masyarakat secara optimal dengan melibatkan partisipasi aktif secara luas di semua spektrum masyarakat tingkat lokal. Jangkauan pemberdayaan memerlukan proses dialog dan pendampingan yang terkadang dapat dibantu oleh pihak lain. Kabupaten Pulang Pisau merupakan kabupaten pemekaran yang baru terbentuk, oleh karena itu dalam penyusunan program pembangunan perlu memiliki data dasar berkaitan dengan permasalahan kesejahteraan sosial dan potensi kesejahteraan sosial yang ada di masyarakat sehingga diharapkan dapat dijadikan masukan bagi Pemda Kabupaten Pulang Pisau dalam perumusan kebijakan ke depan. Pemetaan sosial ini dilakukan di Kecamatan Sebangau Kuala.
Studi Kasus Anak Korban Pelecehan Seksual di Rumah perlindungan Sosial Anak (RPSA) Batu, Malang
Nurdin Widodo
Sosio Konsepsia Vol 17 No 2 (2012): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33007/ska.v17i2.820
Kondisi anak Pasca Rehabilitasi, merupakan studi kasus Anak Korban Pelecehan Seksual bertujuan mengedintifikasi bagaimana perkembangan kasusu anak korban pelecehan seksual pasca rehabilitasi sosial di Rumah Perlindungan Sosial (RPSA) Batu, Malang. Penelitian kualitatif digunakan dalam studi ini, sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi. Kondisi anak pasca pelayanan RPSA dianalisa secara kualitatif yang dikaitkan dengan kondisi awal, proses pelayanan, kondisi pada akhir pelayanan RPSA dan kondisi setelah anak kembali ke lingkungan keluarganya. Hasil studi menunjukkan berbagai masalah yang dialami korban terkait dengan kondisi korban, dan kondisi sosial ekonomi keluarganya yang belum sepenuhnya â€siap†untuk menerima kehadiran anak pada pasca pelayanan RPSA. Berdasarkan hasil penelitian ini diajukan sejumlah saran yang menyangkut perlunya persiapan keluarga seblum proses reunifikasi dan peningkatan peran RPSA dalam pelyanan lanjut sebagai upaya mewujudkan tumbuh kembang anak di tengah-tengah keluarganya. Kata kunci: anak, pelecehan seksual , RPSA
STUDI KEBIJAKAN PENGEMBANGAN SINERGITAS PEMBERDAYAAN KOMUNITAS ADAT TERPENCIL DI NUSA TENGGARA TIMUR
Suyanto Suyanto;
B. Mujiyadi
Sosio Konsepsia Vol 2 No 2 (2013): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33007/ska.v2i2.775
Indonesia terkenal sebagai masyarakat yang majemuk yang terdiri dari lebih dari dua ribulima ratus sukubangsa yang beberapa dari masyarakat tersebut mempunyai pola hidup yang spesifik. Beberapa dari sukubangsa ini masih dinyatakan sebagai masyarakat yang terbelakang dan hidup dalam keterpencilan. Mereka dihadapkan pada beberapa masalah dalam kehidupannya dengan lingkungan yang spesifik. Keterisolasian dan wilayah terpencil yang mereka alami mempengaruhi kemampuan mereka dalam memperoleh aksesibilitas dalam memperoleh pelayanan sosial-ekonomi. Selain masalah kemiskinan yang disandang, mereka termasuk kelompok masyarakat yang paling sedikit mendapatkan sentuhan pemenuhan kebutuhan fisik, psikis, sosial maupun spiritual dasar. Meskipun populasi mereka cukup besar,kualitas hidup mereka masih jauh dari kondisi kelayakan dibanding kelompok masyarakat dominan lain dalam wilayah provinsi tersebut. Mereka perlu diberdayakan dan diberikan fasilitas yang memadai agar mampu hidup bermartabat sebagai bagian dari bangsa Indonesia yang terpenuhi hak asasinya. Untuk memberdayakan komunitas ini diperlukan kebijakan yang akurat, penanganan-pelayanan yang memadai karena penanganan yang dilaksanakan selama ini belum mampu mengentaskan mereka dari masalah yang disandangnya. Oleh karena itu diperlukan alternatif kebijakan penanganan yang mampu mengantarkan mereka kepada kehidupan yang layak sesuai harkat-martabat manusia dan pengakuan terhadap kesamaan hak. Penanganan ini perlu dilaksanakan secara sinergis antara Pemerintah (Pusat, Provinsi, Kabupaten) serta unsur masyarakat.Kata kunci: Komunitas Adat Terpencil, pemberdayaan, sinergitas.
PERLINDUNGAN SOSIAL BAGI ANAK MANUSIA PERAHU DI KABUPATEN BERAU, KALIMANTAN TIMUR
Hari Harjanto Setiawan
Sosio Konsepsia Vol 4 No 2 (2015): Sosio Konsepsia
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33007/ska.v4i2.123
AbstrakPenelitian ini fokus pada permasalahan sosial Anak Manusia Perahu yang ada di Kabupaten BerauKalimantan Timur. Anak-anak tersebut berkembang dan hidup bersama orang tuanya di laut yang tidakmengenal baca tulis serta kurang informasi. Komunitas ini mempunyai adat dan kebiasaan yang berbedadengan kebanyakan orang dan hidup secara turun temurun. Kondisi anak tersebut tidak terpenuhi hakmereka sebagai seorang anak. Tulisan ini menggunakan perspektif Perlindungan sosial terhadap hakanak sebagaimana diamanatkan dalam Undang Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atasUndang Undang No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Tujuan penelitian ini adalah mencarijawaban dari berbagai pertanyaan penelitian tentang perlindungan sosial terhadap anak manusia perahu.Secara khusus tujuan penelitian ini adalah menggambarkan kondisi sosial, penanganan pemerintah dankebijakan perlindungan anak manusia perahu di Kabupaten Berau. Metode penelitian yang digunakanadalah kualitatif. Informan dalam penelitian ini antara lain Wakil Bupati, Kepala Dinas Sosial, KasubbidPenanggulangan Bencana pada Dinas Sosial, keluarga manusia perahu (termasuk didalamnya anak-anak)dan masyarakat sekitar. Pengumpulan dilakukan dengan wawancara, observasi dan studi dokumentasi.Informasi wakil bupati didapat pada waktu mengikuti rapat koordinasi dengan SKPD yang terlibat dalampenyelesaian masalah. Sedangkan informan keluarga manusia perahu dilakukan dengan cara wawancarayang diterjemahkan oleh petugas setempat. Penelitian ini menghasilkan suatu model Perlindungan Sosialbagi Anak Manusia Perahu. Model tersebut dikembangkan dari hasil penelitian yang diawali dengan melihatkondisi anak manusia perahu di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.Kata Kunci : anak manusia perahu, komunitas adat, perlindungan anak
Halaman Belakang Vol 13 No 1 2008
Ejournal Ejournal
Sosio Konsepsia Vol 13 No 1 (2008): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33007/ska.v13i1.672
PENGGUNAAN PAR MENCAIRKAN DAMAI BEKU DI DAERAH PASCA KERUSUHAN (Studi Kasus di Ternate dan Poso)
Rusmin Tumanggor
Sosio Konsepsia Vol 14 No 2 (2009): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33007/ska.v14i2.726
Pelbagi strategi, metode dan tekhnik serta prosedure penelitian untuk pengembangan kehidupan masyarakat sudah ditempuh. Baik semenjak filosofi : rural rapid appraisal (RRA) hingga bergeser pada participatori rural appraisal (PRA), namun masih banyak kegagalannya. Semenjak itulah para inovator metodologi penelitian terus berkreasi. Akhimya membuahkan konsep dan telah diujicobakan temyata hasilnya cukup menggembirakan. Ketika kerusuhan menyulut kejiwaan sebahagian warga masyarakat (konflik) di beberapa wilayah di tanah air penanganannya dicoba juga dengan PPA dan PRA yang hasilnya menurut warga masyarakat sasaran banyak mengecewakan. Dari itulah Tim Peneliti mencoba dengan penggunaan PAR tersebut temyata setidaknya kurang mengecewakan jikapun tidak sampai dinyatakan sangat berhasil. Langkah-langkah yang ditempuh terbaca pada narasi berikut ini.
RANCANG BANGUN MODEL KEBIJAKAN PENGEMBANGAN INDUSTRI RUMAH TANGGA PADA KAWASAN MASYARAKAT MISKIN DI JABODETABEK
Bahtiar Saleh Abbas;
Fajar Kurniawan;
Nunung Nurhasanah;
Achmadi Jayaputra
Sosio Konsepsia Vol 15 No 2 (2010): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33007/ska.v15i2.544
Home Industry is one of the industries that have an important role in achieving a food security in Indonesia. However, in general, the conditions of home industry in Indonesia are still very apprehensive when viewed from the side of capacity, capital and product quality. Based on the Indonesia's home industry problem and high and complex poverty rate, there should be a research that the objective is to develop a model design for the policy on home industrial development on poor region in Greater Jakarta. This research result one major system in designing a policy model for the development of home industry and two subsystems that will support this model in Causal Loop Diagram, created with the help of Power Simulation computer software. This system design has four main variables, namely human resource, economic resource, the growth of home industry and poverty rate. These variables interact with each other.