cover
Contact Name
habibullah
Contact Email
habibullah@kemsos.go.id
Phone
-
Journal Mail Official
sosiokonsepsia@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Sosio Konsepsia
ISSN : 20890338     EISSN : 25027921     DOI : -
Core Subject : Social,
Sosio Koncepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial presents scientific essays in the form of the results of field research on social welfare. Publish three times the April, August and December periods.
Arjuna Subject : -
Articles 397 Documents
SEMANGAT KERJA DAN KONTRIBUSI BURUH GENDONG PEREMPUAN DALAM MENSEJAHTERAKAN KELUARGA Irmawan, Irmawan; Wahyuni, Sri
Sosio Konsepsia Vol 6, No 3 (2017): Sosio Konsepsia
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

abstrakPenelitian tentang Semangat Kerja dan Kontribusi Buruh Gendong Perempuan dalam Mensejahterakan Keluarga bertujuan untuk mengetahui semangat bekerja buruh gendong, tingkat pengasilannya, peranannya dalam memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Lokasi penelitian di Pasar Beringharjo Yogyakarta, Jenis penelitian deskriptif kualitatif, Jumlah responden 10 orang burung gendong wanita, Pengumpulan data menggunakan panduan wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data secara deskriptif kualitatif. Kesimpulannya; Semangat kerja buruh gendong sangat tinggi, bekerja mulai jam:04.00 hingga jam;16.00 WIB. Di pasar mereka bekerja keras, tekun, ulet, sabar, jujur dan memberikan pelayanan yang baik kepada pengguna jasa. Mereka bekerja di pasar maupun di rumah untuk keluarga. Penghasilannya setiap hari berkisar Rp. 30.000,- hingga Rp. 100.000,- untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga (sandang, pangan, papan, kesehatan, pendidikan, sosial, agama). Rekomendasi kepada Kementerian Sosial RI diharapkan dapat memberikan perlindungan sosial (KIS, KIP, PKH, Raskin, UEP) bagi  buruh gendong sebagai pekerja informal dan termasuk keluarga miskin guna mengatasi masalah sosial.
ANALISIS SWOT PEMBERDAYAAN KAT SUKU BONAI DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN DI ROKAN HULU Mayliza, Mayliza; Adianto, Adianto
Sosio Konsepsia Vol 9, No 1 (2019): Sosio Konsepsia
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat suku pedalaman di Kecamatan Bonai Darussalam Kabupaten Rokan Hulu, yang melalui Kementerian Sosial disebut sebagai komunitas adat terpencil (KAT) adalah Suku Bonai. Komunitas adat terpencil (KAT) Suku Bonai merupakan bagian dari masyarakat Kabupaten Rokan Hulu yang juga membutuhkan dan merasakan pembangunan dalam berbagai sektor, salah satunya pembangunan masyarakat dalam upaya peningkatan kesejahteraan. Masyarakat KAT Suku Bonai di Kabupaten Rokan Hulu sangat membutuhkan perhatian sehingga perlu untuk terus di lakukan pemberdayaan dan pembinaan terhadap mereka. Seperti masyarakat pada umumnya, komunitas adat terpencil suku bonai membutuhkan kebutuhan dasar seperti sandang,pangan, dan papan atau bisa kita sebut pakaian,makanan dan tempat tinggal.  Pola pikir mereka yang sangat masih terkukung, tentunya membutuhkan keterbukaan akses dalam upaya memberikan informasi kepada masyarakat Suku Bonai untuk bisa berkembang dan berinteraksi dengan masyarakat luar. Oleh karenanya perlu dilakukan analisis swot dalam upaya pemberdayaan KAT Suku Bonai untuk meningkatkan kesejahteraannya. Penelitian ini dirancang dengan jenis kualitatif dan pendekatan studi kasus. Informan penelitian ini adalah pihak pemberdaya yaitu Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Rokan Hulu dan pihak yang diberdayakan yaitu KAT Suku Bonai. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara, kemudian setelah data terkumpul peneliti menggunakan analisis AFAS dan EFAS dalam  Analisis SWOT. Penelitian ini menemukan faktor-faktor internal dan eksternal menggunakan metode IFAS dan EFAS menghasilkan strategi SO dimana kekuatan dan peluang kuat dan besar. Rekomendasi strategi yang diberikan adalah Progresif, artinya organisasi dalam kondisi prima dan mantap sehingga sangat dimungkinkan untuk terus melakukan ekspansi, memperbesar pertumbuhan dan meraih kemajuan secara maksimal. Situasi ini sangat menguntungkan, karena kekuatan yang dimiliki dapat dimanfaatkan untuk peluang yang ada.
PELAYANAN SOSIAL YAYASAN CIQAL TERHADAP PENYANDANG DISABILITAS Siti Aminatun; A Nururrochman Hidayatullah
Sosio Konsepsia Vol 6 No 3 (2017): Sosio Konsepsia
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v6i3.397

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelayanan sosial Yayasan CIQAL  terhadap penyandang disabilitas. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara mendalam (in-depth interview), observasi, dan telaah dokumen, adapun informan penelitian ini adalah pengurus Yayasan CIQAL, penyandang disabilitas,  dan pengusaha yang mempekerjakan penyandang disabilitas. Data yang terkumpul dianalisis secara kualitatif dalam bentuk deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa Yayasan CIQAL merupakan salah satu mitra pemerintah yang memberikan perhatian terhadap penyandang disabilitas. Yayasan CIQAL merupakan wadah bagi penyandang disabilitas sebagai pusat untuk pengembangan kegiatan yang berkualitas untuk mengembangkan kualitas sumber daya/kapasitas diri penyandang disabilitas agar dapat menjalankan peran dan fungsi sosialnya dalam kehidupan bermasyarakat.  Berdasarkan hasil penelitian tersebut di atas maka direkomendasikan kepada Direktorat Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Kementerian Sosial Republik Indonesia untuk memberikan perhatian dan dukungan terhadap  Yayasan CIQAL  melalui kesempatan mengikuti berbagai pendidikan dan pelatihan kepada pengurus yang  erat kaitannya dengan pekerjaan sosial guna meningkatkan kapasitas dirinya dalam  memberikan pelayanan sosial kepada penyandang disabilitas. Kata Kunci: Pelayanan Sosial-Yayasan CIQAL-Penyandang Disabilitas
DINAMIKA PSIKOLOGIS PEMANFAATAN DATA TERPADU DALAM PENANGANAN KEMISKINAN DI DELI SERDANG Nainggolan, Togiaratua
Sosio Konsepsia Vol 9, No 1 (2019): Sosio Konsepsia
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk mendeskripsikan dinamika psikologis pemanfaatan data terpadu untuk penanganan kemiskinan di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Deli Serdang-Provinsi Sumatera Utara. Untuk itu, penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif.  Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara mendalam dan Focuss Group Discussion (FGD) terhadap informan dari pengelola data terpadu dan Organisasi Perangkat Daerah pengelola program penanganan kemiskinan di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Deli Serdang, untuk selanjutnya dianalisis secara deskriptif kualitatif sesuai dengan tujuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan dinamika psikologis pemanfaatan data terpadu diawali dengan respon atas penugasan pengelolaan data terpadu oleh pemerintah pusat dalam bentuk respon kognitif, respon afektif, dan respon konatif. Tiga respon ini berlangsung saling mempengaruhi, namun secara kognitif belum sejalan  untuk saling menguatkan persepsi atau citra positif. Secara afektif belum meyakinkan, hingga secara konatif membatasi pemanfaatan atas data terpadu.
PELIBATAN BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH (BAPPEDA) DALAM KEGIATAN MONITORING DAN EVALUASI SISTEM LAYANAN DAN RUJUKAN TERPADU (SLRT) habibullah, Habibullah
Sosio Konsepsia Vol 7, No 2 (2018): Sosio Konsepsia
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT) perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan merupakan inovasi baru dari Kementerian Sosial RI dan merupakan program prioritas nasional. Pelibatan Bappeda Kabupaten/Kota pada monitoring dan evaluasi (Monev) SLRT merupakan suatu hal yang menarik untuk diteliti karena selama ini pada Monev program-program Kementerian Sosial RI hanya dilakukan oleh internal Kementerian Sosial RI. Tujuan penelitian untuk mengetahui pelibatan Bappeda Kabupaten/Kota pada tahap perencanaan, pelaksanaan, pemanfaataan dan pelaporan Monev SLRT. Manfaat penelitian ini diharapkan dapat memberikan pembelajaran bagi pelaksanaan monev di lingkungan Kementerian Sosial RI. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan secara umum pelibatan Bappeda Kabupaten/Kota dapat dilaksanakan namun hasilnya belum sesuai dengan rencana. Pada perencanaan Bappeda Kabupaten/Kota sebagai pelaksana Monev SLRT mulai dari tahap persiapan, pengumpulan data di desa/kelurahan dan FGD di Kabupaten/Kota dan menyusun policy brief pelaksanaan SLRT di Kabupaten/Kota. Namun, penyusunan policy brief tidak dapat terlaksana karena lamanya pengolahan dan analisis data oleh tim pusat serta dukungan SDM dan pembiayaan kegiatan. Pelibatan Bappeda Kabupaten/Kota mempunyai muatan strategis bagi pelaksanaan SLRT apalagi jika SLRT akan sepenuhnya dilaksanakan oleh Pemerintah daerah. Berdasarkan hasil penelitian, maka disarankan untuk: 1). Pelaksanaan Monev SLRT sebaiknya tetap melibatkan Bappeda Kabupaten/Kota dengan tahapan yang lebih ringkas dan mudah dipahami oleh pelaksana dan menggunakan aplikasi yang lebih mudah digunakan. 2) Kementerian Sosial dan Tim Seknas SLRT perlu mengadvokasi untuk melibatkan Bappeda Kabupaten/Kota dalam kegiatan SLRT sehingga ketika SLRT sudah sepenuhnya dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah, Bappeda Kabupaten/Kota sudah mengetahui SLRT sejak awal.Kata Kunci: sistem layanan dan rujukan terpadu, monitoring dan evaluasi, kemiskinan, inovasi abstractThe Integrated Services and Referral System (SLRT) of social protection and poverty alleviation is a new innovation of the Ministry of Social RI and is a national priority program. The involvement of Bappeda Regency/City on Monitoring and Evaluation (M & E )  SLRT is an interesting thing to be observed because so far in the Ministry of Social Affairs M & E  program is only done by internal Ministry of Social RI. The objective of the research is to know the involvement of Bappeda Regency/City in the planning, implementation, utilization and reporting stages of M & E  SLRT. The benefits of this study are expected to provide learning for the implementation of  M & E in the Ministry of Social RI. This research is descriptive qualitative. The results of the research show that in general the involvement of Bappeda Regency/City can be implemented but the result is not in accordance with the plan. In the planning of Bappeda Regency/City as the implementer of SLRT M & E starting from the preparation stage, collecting data in the village / kelurahan and FGD in the Regency / City and preparing the SLRT implementation policy brief in Regency / City. However, the preparation of the policy brief can not be accomplished due to the length of processing and data analysis by the central team and the support of human resources and financing activities. The involvement of Bappeda Regency / City has a strategic content for the implementation of SLRT especially if SLRT will be fully implemented by local government. Based on the results of research, it is recommended to: 1). Implementation of the SLRT M & E should still involve Bappeda Regency / City  with a more concise and easily understood stage by implementers and using more user-friendly applications. 2) The Ministry of Social Affairs and the National Secretariat of SLRT team need to advocate to involve Bappeda Regency / City in SLRT activities so that when SLRT is fully implemented by Local Government, Bappeda Regency / City  already know SLRT from the beginning. Keywords: integrated service and referral system, monitoring and evaluation, poverty, innovation 
DINAMIKA KEBERDAYAAN MASYARAKAT DI SEKITAR PERTAMBANGAN DI KABUPATEN BOMBANA SULAWESI TENGGARA Syafruddin, Syafruddin; Sumardjo, Sumardjo; Tjitropranoto, Prabowo; Fatchiya, Anna
Sosio Konsepsia Vol 8, No 3 (2019): Sosio Konsepsia
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The high poverty rate in Kabupaten Bombana showed the powerlessness of the community to improve their welfare, especially the communities around mining. This research aimed to: (1) analyze the dynamics of empowerment of communities around mining in Bombana District; (2) analyze the factors that influence the dynamics of empowerment of communities around mining in Bombana District. Research used survey methods. Samples were determined by proportional cluster random sampling. Data analysis was carried out descriptively and inferentially. Inferential statistical tests used SEM. The results of the study showed that the dynamics of community empowerment around mining in Bombana District as a whole were low category. The factors that influence the low dynamics of community empowerment were (1) Weak internal factors: low level of education, low motivation, number of family dependents, poor perception of mining and poor perceptions of empowerment by companies, and low levels of participation. (2) The low level of support from external factors: extension support, institutional support, social environment support, and communication support. (3) High social conflict: natural resource occupation process, company domination over natural resources, and handling negative impacts. (4) The low role of government and companies in empowerment programs. (5) Low of community adaptive competency. Keywords: dinamics, empowerment, community, mining
POTRET KEMISKINAN MASYARAKAT PULAU MASELA DI LADANG MIGAS TERKAYA BLOK MASELA DI KABUPATEN MALUKU BARAT DAYA Watloly, Aholiab; Litaay, Simona Christina Henderika
Sosio Konsepsia Vol 7, No 1 (2017): Sosio Konsepsia
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemiskinan masyarakat pulau kecil Masela memiliki karakter dan struktur kemiskinan yang khas. Adapun karakter kemiskinan masyarakat pulau kecil Masela di bibir perbatasan Negara adalah kemiskinan pulau-pulau kecil perbatasan dengan kondisi kewilayahannya yang bersifat geografis pulau-pulau kecil dengan luas laut yang dominan dan iklim leut kepulauan yang cenderung bergejolak. Sementara struktur kemiskinan masyarakat pulau Masela sebagai pulau kecil, terpencil serta terdepan adalah keterisolasian, keterbatasan akses  berupa akses transportasi, komunikasi, kegiatan perekonomian, pendidikan dan kesehatan. Kondisi tersebut telah menjadi faktor determinan kemiskinan masyarakat pulau kecil dan terpencil Masela. Keterbatasan akses dimaksud telah menjadi factor determinan yang menderivasi berbagai factor turunan lainnya, seperti beban ekonomi tinggi (high cost economy) yang harus dipikul oleh masyarakat serta lemahnya nilai tukar barang dan jasa local. Jadi, ada 3 (tiga) variable determinan yang saling berkorelasi atau saling berhubungan secara sebab akibat (causalistic) dalam mempengaruhi dan membentuk karakter dan struktur kemiskinan masyarakat pulau Masela, yaitu; keterisolasian dan keterbatasan akses, ekonomi biaya tinggi (high cost ecomic), dan lemahnya nilai tukar barang dan jasa masyarakat kepulauan.Faktor determinan lainnya adalah kebijakan pembangunan nasional yang kurang pro pada pembangunan masyarakat pulau-pulau kecil, karena Negara cenderung mengabaikan pulau-pulau kecil, seperti Masela sebagai sesuatu yang bukan masalah nasional (non factors) karena dianggap memiliki nilai yang lemah (weakness factors) dalam perhitungan jumlah kekuatan politik, ekonomi maupun sumberdaya manusia dan sosial budaya.Kemiskinan masyarakat pulau kecil Masela merupakan sebuah ironi di tengah realitas kekayaan alam dan social budayanya. Pembangunan Blok Masela di laut pulau Masela kabupaten Maluku Barat Daya yang sedang direncanakan, diharapkan dapat memberi solusi yang fundamental dan komprehensi dalam menanggulangi kemiskinan masyarakat pulau kecil Masela, bukan sebaliknya mempelakukan mareka sebagai ?tikus mati di tengah lumbung?.
KINERJA PENYULUH SOSIAL MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN MASYARAKAT LOKAL DI BANJARMASIN Sugiyanto, Sugiyanto; Suradi, Suradi
Sosio Konsepsia Vol 9, No 2 (2020): Sosio Konsepsia
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v9i2.1862

Abstract

AbstrakPenyuluh sosial masyarakat memiliki peran penting dalam pengembangan masyarakat di tingkat lokal. Artikel ini membahas hasil penelitian tentang kinerja penyuluh sosial masyarakat dalam pengembangan masyarakat di Banjarmasin. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif yang didukung dengan pendekatan kualitatif. Data  dan informasi dihimpun dengan wawancara, dan Focus Group Discussion. Data yang telah dikumpulkan diolah dan dianalisis secara kuantitaf didukung kualitatif. Sumber data penelitian adalah penyuluh sosial masyarakat, penanggung jawab kegiatan Dinas Sosial Kalimantan Selatan dan Kota Banjarmasin, serta tokoh masyarakat. Temuan penelitian menunjkkan, bahwa  kinerja penyuluh sosial masuk kategori tinggi, sehingga dirasakan manfaatnya bagi pemerintah lokal dalam menyampaikan pesan pembangunan kepada masyarakat. Kemudian, manfaat yang dirasakan oleh masyarakat,  bahwa penyuluh sosial masyarakat sebagai penyambung suara masyarakat untuk menyampaikan informasi tentang sumber-sumber layanan yang dapat diakses masyarakat. Penyuluh sosial masyarakat memiliki komitmen yang tinggi, dan mendapat dukungan pemerntah lokal dan warga masyarakat. Penyuluh sosial masyarakat menghadapi tantangan dalam melaksanakan perannya di masyarakat, seperti belum adanya regulasi yang menguatkan keberadaan penyuluh sosial masyarakat, jumlah penyuluh sosial masyarakat yang terbatas, tingkat kemampuan serta sarana dan prasarana yang masih terbatas. Berdasarkan temuan penelitian, drekomendasikan agar  pemerintah pusat maupun daerah membuat regulasi,  melakukan pembekalan dan atau peningkatan kapasitas, serta mendukung sarana dan prasarana bagi penyuluh sosial masyarakat.Kata kunci :  Kinerja, Penyuluh Sosial Masyarakat, Relawan Sosial, Pengembangan Masyarakat.
PEMANFAATAN POTENSI DAN SUMBER KESEJAHTERAN SOSIAL Habibullah habibullah
Sosio Konsepsia Vol 6 No 2 (2017): Sosio Konsepsia
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v6i2.713

Abstract

abstrak Ada 12 nomenklatur potensi dan sumber kesejahteraan sosial (PSKS) dan 4 jenis sumber daya manusia (SDM) kesejahteraan sosial. Beragamnya nomenklatur PSKS tersebut menimbulkan pertanyaan apakah PSKS tersebut diketahui dan dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai pengetahuan dan pemanfaatan. Penelitian dilakukan menggunakan data Survey Kesejahteraan Sosial Dasar tahun 2015 (SKSD 2015) yang dilakukan Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial tahun 2015. Pemilihan lokasi disamakan dengan provinsi untuk SKSD 2015 mewakili 5 regional wilayah. Hasil penelitian menunjukan pengetahuan dan pemanfaatan PSKS di masyarakat ternyata masih rendah. Hal ini disebabkan karena program Kementerian Sosial yang dikembangkan masih pada skala kecil, hanya ditujukan pada sasaran penerima manfaat tertentu (keluarga miskin dan rentan), program dan nomenklatur pendampingnya sering dirubah-rubah serta personal-personal merangkap untuk berbagai jenis PSKS. Hasil penelitian menyarankan agar mengklasifikasi ulang jenis PSKS yang ada pada penyelenggaraan kesejahteraan sosial sesuai dengan sumber daya manusia kesejahteraan sosial. Berbagai program penyelenggaraan kesejahteraan sosial yang merekrut SDM kesos sebaiknya menggunakan nomenklatur tersebut dan  tidak membuat nomenklatur baru. Kata Kunci: potensi dan sumber, sumber daya manusia, kesejahteraan sosial  abstract There are 12 nomenclature of the potencies and sources of social welfare (PSKS) and 4 types of human resources (SDM) social welfare. Those varies of PSKS nomenclature raises a question mark whether the PSKS is well known and utilized by the people of Indonesia. This study aims to obtain a description of knowledge and utilization. The study was conducted using the Social Welfare Survey 2015 (SKSD 2015) conducted by the Center for Social Welfare Research and Development. Site selection was equated with the province for SKSD 2015 representing 5 regional regions. The results shows that knowledge and utilization of PSKS in the community was still low. This is because the Ministry of Social programs developed on a small scale are only targeted to certain beneficiaries (poor and vulnerable families), the programs and nomenclature of the companions are often changed and the personal doubles for various types of PSKS. The results suggest that reclassification of types of PSKS exist in the implementation of social welfare in accordance with human resources of social welfare. Various social welfare programs that recruit human resources should use the nomenclature and not create a new nomenclature. Keywords: Potential and resources, human resources, social welfare
SIKAP MAHASISWA PROGRAM STUDI KESEJAHTERAAN SOSIAL TERHADAP STRATEGI KOPING PEREMPUAN KORBAN KEKERASAN FISIK OLEH SUAMI Rusyidi, Binahayati; Fedryansyah, Muhammad; Raharjo, Santoso Tri; Bintari, Antik; Wibowo, Hery
Sosio Konsepsia Vol 8, No 2 (2019): Sosio Konsepsia
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian mengases sikap mahasiswa sarjana kesejahteraan sosial terhadap strategi koping istri korban kekerasan fisik dalam rumah tangga yang berulang dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Sampel dipilih secara non-random dari mahasiswa program studi kesejahteraan sosial di 3 (tiga) perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi swasta di wilayah Provinsi Jawa Barat, Provinsi Jawa Timur, dan Provinsi Yogyakarta. Pengumpulan data dilakukan melalui self administered survey. Penelitian menunjukkan mahasiwa pada umumnya melaporkan dukungan yang tinggi terhadap strategi koping yang melibatkan intervensi pihak luar, khususnya keluarga dan tokoh agama serta strategi personal oleh korban. Sebaliknya, dukungan lebih rendah ditunjukkan untuk strategi koping yang melibatkan pendekatan hukum. Sikap terhadap peran jender berasosiasi dengan dukungan bagi korban untuk menghindari atau memutuskan hubungan dengan korban dan mengakses intervensi layanan formal.  Interaksi dengan perempuan korban kekerasan fisik oleh suami juga berasosiasi positif dengan dukungan untuk meninggalkan pelaku sementara waktu atau secara permanen. Sebaliknya, sikap terhadap peran jender dan interaksi dengan korban berasosiasi dengan penolakan terhadap strategi koping korban yang bersifat internal. Sementara itu tingkat keberagamaan berasosiasi positif dengan dukungan terhadap pelibatan intervensi lembaga informal. Analisa dan rekomendasi penelitian didiskusikan dalam konteks peran lembaga pendidikan pekerjaan sosial dalam mempersiapkan calon pekerja sosial yang memiliki keberpihakan pada perlindungan korban kekerasan.Kata kunci: kekerasan fisik, korban kekerasan dalam rumah tangga, strategi koping AbstractThe research assessed attitudes of social welfare undergraduate students toward coping strategy of victims of repeaded physical violence against wives and its associated factors. Non-random sampling was applied to recruit social welfare students from 3 (three) public and private universities in East Java Province, West Java Province, and Yogyakarta Province. Data were collected through self-administered survey. The study showed that in general the students reported high support toward coping strategy that involved external intervention, especially families and religious leaders as well aspersonal focused coping by victims. In contrast, much lower agreement was reported toward coping strategy that involved legal approach. Attitudes toward gender roles was found to associate with greater support toward avoiding or cutting off relationships with perpetrator and accessing formal intervention. Having known the victim well associated with strategy to leave abusive perpetrator temporarily or permanently. On the contrary, attitudes toward gender roles was found to have positive association with the rejection of victims? internal coping strategy. The level of religiosity had significant association with support for using intervention from informal institutions. Analysis and recommendations were discussed within the context of social work education role to promote sensitivity of students in protecting the victims of domestic violence. Key words: coping strategy, physical violence, victims of domestic violence

Filter by Year

2006 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 11 No 1 (2021): Sosio Konsepsia Vol 10 No 3 (2021): Sosio Konsepsia Vol 10, No 2 (2021) Vol 10, No 1 (2020): Sosio Konsepsia Vol 9, No 3 (2020): Sosio Konsepsia Vol 9, No 2 (2020): Sosio Konsepsia Vol 9, No 1 (2019): Sosio Konsepsia Vol 8, No 3 (2019): Sosio Konsepsia Vol 8, No 2 (2019): Sosio Konsepsia Vol 8, No 2 (2019): Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 8 No 1 (2018): Sosio Konsepsia Vol 7 No 3 (2018): Volume 7 Nomor 3 Tahun 2018 Sosio Konsepsia Vol 8, No 1 (2018): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 7, No 3 (2018): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 7, No 2 (2018): Sosio Konsepsia Vol 7, No 2 (2018): Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 7, No 1 (2017): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 7, No 1 (2017): Sosio Konsepsia Vol 6 No 3 (2017): Sosio Konsepsia Vol 6, No 3 (2017): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 6, No 3 (2017): Sosio Konsepsia Vol 6, No 2 (2017): Sosio Konsepsia Vol 6 No 2 (2017): Sosio Konsepsia Vol 6, No 2 (2017): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 6 No 1 (2016): Sosio Konsepsia Vol 5 No 3 (2016): Sosio Konsepsia Vol 5 No 2 (2016): Sosio Konsepsia Vol 5 No 1 (2015): Sosio Konsepsia Vol 5, No 1 (2015): Sosio Konsepsia Vol 4 No 3 (2015): Sosio Konsepsia Vol 4, No 3 (2015): Sosio Konsepsia Vol 4, No 2 (2015): Sosio Konsepsia Vol 4 No 2 (2015): Sosio Konsepsia Vol 4 No 1 (2014): Sosio Konsepsia Vol 4, No 1 (2014) Vol 3 No 3 (2014): Sosio Konsepsia Vol 3 No 2 (2014): Sosio Konsepsia Vol 3 No 1 (2013): Sosio Konsepsia Vol 2 No 3 (2013): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 2 No 2 (2013): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 17, No 3 (2012): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 17 No 3 (2012): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 17 No 2 (2012): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 17 No 1 (2012): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 16 No 3 (2011): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 16 No 2 (2011): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 16 No 1 (2011): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 15 No 3 (2010): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 15 No 2 (2010): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 15 No 1 (2010): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 14 No 3 (2009): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 14 No 2 (2009): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 14 No 1 (2009): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 13 No 3 (2008): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 13 No 2 (2008): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 13 No 1 (2008): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 12 No 3 (2007): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 12 No 2 (2007): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 12 No 1 (2007): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 11 No 3 (2006): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 11 No 2 (2006): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 11 No 1 (2006): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial More Issue