cover
Contact Name
habibullah
Contact Email
habibullah@kemsos.go.id
Phone
-
Journal Mail Official
sosiokonsepsia@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Sosio Konsepsia
ISSN : 20890338     EISSN : 25027921     DOI : -
Core Subject : Social,
Sosio Koncepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial presents scientific essays in the form of the results of field research on social welfare. Publish three times the April, August and December periods.
Arjuna Subject : -
Articles 397 Documents
KETAHANAN SOSIAL MASYARA.KAT DALAM PERSPEKTIF AGAMA DAN ETNIS (Studi Kasus di Kelurahan MARIO dan LETTE, Kecamatan Mariso - Kota Makasar) Abu Hanifah; Hemat Sitepu
Sosio Konsepsia Vol 15 No 1 (2010): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v15i1.542

Abstract

The research is descriptive qualitative that aimed to know: (1) understanding of people of multi religion and ethnic, (2) togetherness of community that consists of varies religion and ethnic, (3) related factors of togetherness. Main data has collected by interview and FGD, while secondary data has been taken from Makassar on Numbers and profiles of two villages that as target of this research. The research found the community has understood of the differences of religion and ethnic that brought varies of cultures that may fragile to be conflict. However, by sense of awareness of variety then the conflict can be avoided. By thisawareness, the community possibly to work together through social organizations, both facilitated by government and local wisdom. The support of togetherness has triggered by social awareness that average of their education are quite high and the well being of social organization that as media of togetherness. On the other hand, both two villages have not protect yet of the fragile community, poor, and other social problems. In order to enhance social resilience and social welfare, has recommended the Social Office of Makassar payattention for poor people by giving economic-productive aids, and especially the Ministry of Social Affairs may be conducting Social Empowerment program.
KONDISI, POTENSI DAN SUMBER DAYA SUKU ALUNE DI SERAM BAGIAN BARAT, MALUKU Suradi Suradi
Sosio Konsepsia Vol 2 No 2 (2013): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v2i2.776

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali data dan informasi yang berkaitan dengan potensi dan sumber daya Suku Alune. Berdasarkan hasil penelitian dapat dirumuskan rekomendasi dalam kerangka pemberdayaan sosial bagi mereka. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan kondisi obyektif Suku Alune di Seram Bagian Barat. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu studi dokumentasi, observasi, wawancara mendalam dan diskusi kelompok Data dan informasi, dikumpulkan dari tokoh adat/Upu, warga masyarakat dan aparat desa setempat. Data dan inforamsi yang sudah dihimpun dari lapangan dianalisis secara kualitatif. Analisis ini diawali dengan melalukan kategori data, interpretasi dan mendeskripsikan data serta penarikan kesimpulan. Penelitian ini menghasilkan informasi bahwa kondisi kehidupan Suku Alune belum sejahtera. Mereka masih menghadapi kesulitan untuk memenuhi kebutuhan pangan secara kualitas. Mereka mengkonsumsi makanan sehari-hari yang bahan pokoknya dari singkong, talas dan sagu yang dimakan dengan sayur labu atau sarus daun singkong dan sambal. Fasilitas pendidikan yang tersedia di lokasi baru sekolah dasar. Sementara itu untuk pendidikan sekolah lanjutan pertama (SLP) dan untuk mendapatkankan fasilitas medis modern diperoleh di lain desa dengan waktu tempuh tiga jam. Di sisi lain, Suku Alune memiliki potensi dan sumberdaya alam, sumber daya manusia dan sumber daya sosial. Sumber daya tersebut belum digali dan dikembangkan secara optimal, sehingga belum memberikan manfaat yangbesar dalam meningkatkan kondisi kehidupan mereka. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan dan strategi yang difokuskan pada pengembangan potensi dan sumber daya yang ada, dalam upaya meningkatkan kondisi kehidupan Suku Alune menjadi lebih baik.Kata kunci: Potensi, sumber daya, suku Alune, modal sosial.
Halaman Belakang 12 No 2 2007 Ejournal Ejournal
Sosio Konsepsia Vol 12 No 2 (2007): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v12i2.634

Abstract

STUDI EVALUASI DAMPAK KEBIJAKAN SOSIAL : Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni bagi Keluarga Miskin Di Kota Banjarmasin Suradi Suradi
Sosio Konsepsia Vol 17 No 2 (2012): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v17i2.824

Abstract

Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RS-RTLH) merupakan kebijakan Kementerian Sosial RI  dalam penanggulangan kemiskinan di Indonesia. RS-RTLH merupakan bantuan stimulan, agar fakir miskin menempati rumah layak huni. Penelitian inibertujuan untuk memberikan informasi tentang pelaksanaan dan dampak RS-RTLH bagi keluarga miskin di Kota Banjarmasin. Hasil pembahasan diharapkan dapat menjadi bahan perbaikan kebijakan sosial dalam pengembangan rumah layak huni bagi keluarga miskin. Penelitian evaluasi ini menggunakan pendekatan campuran (mixed methode) kuantitatif dan kualitatif dengan desain pretest-posttest. Sumber data primer diperoleh dari penerima manfaat sebanyak 40 orang, petugas dinas sosial, pendamping sosial, aparat kecamatan, aparat kelurahan dan tokoh masyarakat. Sumber data sekunder diperoleh dari laporan-laporan Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan, Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Banjarmasin, pendamping sosial dan kelompok penerima manfaat. Pengumpulan data menggunakan teknik studi dokumentasi, wawancara, focus group discussion dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan RS-RTLH telah dilaksanakan secara sinergis oleh Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan, Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Banjarmasin, pendamping sosial, petugas kecamatan, kepala desa/lurah, kelompok dan penerima manfaat. Beberapa permasalahan yang ditemukan di lapangan meliputi; 1).yang berkaitan dengan penerima manfaat (umur, status perkawinan, dan kepemilikan lahan), 2). pedoman pelaksanaan (belum dilengkapi standar rumah layak huni, tahapan kegiatan dan indikator kinerja), dan 3). keterlambatan pencairan dana. Program RS-RTLH telah memberikan dampak positif terhadap pemenuhan kebutuhan rumah, kondisi sosial dan psikologis. Meskipun demikian, implementasi RS-RTLH masih perlu dioptimalkanberkaitan dengan pemantapan pendamping sosial, waktu pencairan dan besarnya dana, tim pengendalian, biaya operasional pendamping, standardisasi rumah layak huni, dan sinergitas dengan berbagai sektor. Kata kunci : keluarga miskin, kebijakan sosial, rumah layak huni.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MENUJU DESA SEJAHTERA (STUDI KASUS DI KABUPATEN SRAGEN) Suyanto Suyanto; Bambang Pudjianto
Sosio Konsepsia Vol 5 No 1 (2015): Sosio Konsepsia
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v5i1.164

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi program pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Sragen. Untuk menelaah permasalahan kebijakan menggunakan pendekatan evaluatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, studi dokumentasi dan FGD. Dari hasil penelitian, diketahui bahwa pemberdayaan masyarakat berbasis paguyuban dengan pola keterpaduan berhasil dengan baik. Hal ini terbukti, melalui pemberdayaan mengelola tanaman sayuran dan perkebunan menunjukkan hasil yang memuaskan yaitu masyarakat yang dibina kebutuhan pokoknya dapat terpenuhi semakin sejahtera serta memiliki harapan ke depan. Bahkan mereka masih bisa menabung untuk keperluan pendidikan dan kesehatan. Dengan demikian disarankan, untuk memaksimalkan pemberdayaan keluarga miskin, sebaiknya bisa dilakukan secara terpadu melalui pilar-pilar kesejahteraan sosial seperti pendamping lapangan dan orsos/LSM yang ada di lokasi. Bagi pemerintah dalam penanganan semua program yang menyangkut kemiskinan perlu menjaga sinergitas antar lembaga dengan pendekatan terintegrasi.
Halaman Depan Vol 14 No. 2 Mei Agus 2009 Ejournal Ejournal
Sosio Konsepsia Vol 14 No 2 (2009): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v14i2.727

Abstract

PROFIL PRANATA SOSIAL DI CIMAHI (Studi Kasus di Kelurahan Cibereum, Kecamatan Cimahi Selatan) Suyanto Suyanto
Sosio Konsepsia Vol 11 No 2 (2006): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v11i2.594

Abstract

Pranata Sosial adalah perkumpulan sosial yang merupakan wahana kesejahteraan sosial berbasis masyarakat (WKSBM) atau sebagai sistem kerjasama pelayanan kesejahteraan sosial di tingkat akar rumput bisa berbentuk usaha kelompok, lembaga maupun jaringan pendukungnya. Wahana ini dapat berupa jejaring kerja kelembagaan sosial pada komunitas lokal baik yang tumbuh melalui proses alamiah, tradisional maupun lembaga yang sengaja dibentuk dan dikembangkan oleh pemerintah, lembaga tersebut dapat mensinergikan pelaksanaan tugas-tugas di bidang upaya kesejahteraan sosial.Sasaran identifikasi memiliki ciri-ciri sebagai berikut: (1) Perkumpulan sosial yang tumbuh dari komunitas sosial di tingkat lokal atau yang ditumbuhkan dari pihak luar yang berada di komunitas lokal (kelurahan); (2) Memiliki nilai sosial budaya lokal, meliputi adat istiadat, tradisi, kebiasaan dan kearifan lokal masyarakat.Dari hasil kajian diperoleh gambaran mengenai Pranata Sosial atau perkumpulan sosial khususnya yang berada di Kelurahan Cibereum adalah sebagai berikut: (1) Pranata Sosial tersebut sudah ada dan berkembang di masyarakat lebih dari 10 tahun; (2) Jumlah kelompok sosial di kelurahan ini lebih dari 300 kelompok perkumpulan dan dikelompokkan dalam 17 jenis kelompok; (3) Pranata Sosial yang ada dibentuk dan tumbuh di tengah-tengah masyarakat sebagai upaya pengintegrasian masyarakat dalam upaya mempertahankan kondisi ketahanan masyarakat dan pada umumnya memiliki kriteria keanggotaan menempati atau berdomisili pada wilayah tertentu; (4) Kegiatan perkumpulan sosial (Pranata Sosial) kebanyakan bertujuan untuk mempertahankan dan meningkatkan ketahanan sosial masyarakat dengan cara meningkatkan kesejahteraan anggotanya yang dibiayai dengan iuran anggotanya; (5) Kegiatannya diwarnai dan dijiwai semangat kebersamaan yang intinya ingin membantu orang lain melalui gotong royong.Keadaan ini menunjukkan bahwa di masyarakat telah tersedia wahana atau potensi yang dapat dimobilisasi untuk meningkatkan kesejahteraan sosial. Namun masih memerlukan beberapa sentuhan intervensi dari pemerintah dalam hal peningkatan kualitas sumber daya manusia, manajemen pelayanan kesejahteraan sosial serta penggalian sumber-sumber yang relevan.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MISKIN MELALUI PROGRAM PENGEMBANGAN DISTRIK KAJIAN DI PAPUA Muchtar Muchtar
Sosio Konsepsia Vol 15 No 3 (2010): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v15i3.560

Abstract

This study is aimed to describe the empowerment of communities through the Distric Development Program (PPD) in Papua. The approach of study is qualitative that emphasizes the essence and substance (the understanding, views, and responses) informans. The data obtained through the docu·mentations and interviews. Informants determined purposively, namely apparatus Village Community Empowerment Board (BPMD) Papua Province as the manager of PPD. The study shows, although in the early implementation of the PPD program capable of executing the construction of basic rural infrastructure to take advantage of some program fu.nds plus local government organizations and channel some other program fu.nds to community groups for productive economic activities, but if observed, in particular the empowerment process has not occurred for the poor, because it has not happened yet transfer power to the poor. The program is utilized by certain circles (only), and the relative lack of social learning processes take place, because the savings and loan program is more nuanced. To that, suggestions are emphasized on the quality of courses at different levels of actors (especially the village level), namely: (a) they need to understand the program wellbriefing importance, (b) the need for implementation of programs to the community properly, which not only spread information, but also needs to be directed at raising awareness about the issues at hand, and the growth of the spirit to solve problems independently, (c) the need for assistance (local facilitators) in a sustainable manner against the perpetrators of the program at the village level, within a certain time, until they are assessed capable of handling the problem of poverty on their own citizens. Therefore, it is necessary escort officer who has the competence, visionis, and has good spirit.
PENGEMBANGAN MATA PENCAHARIAN ALTERNATIF UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN SOSIAL NELAYAN TRADISIONAL DI DESA ARUNGKEKE KECAMATAN ARUNGKEKE Tateki Yoga Tursilarini
Sosio Konsepsia Vol 16 No 1 (2011): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v16i1.792

Abstract

Indonesia merupakan negara maritim dengan luas mencapai 5,8 kilometer persegi dan memiliki sumber daya kelautan yang sangat melimpah, namun sangatlah ironis untuk mengetahui bahwa pada kenyataannya kebanyakan nelayan Indonesia hidup dalam kemiskinan dan mengalami banyak keterbatasan baik dalam bidang ekonomi, sosial, atau dalam bidang politik. Upaya menghapuskan kemiskinan memerlukan partisipasi seluruh anggota masyarakat temasuk masyarakat miskin untuk membantu diri mereka sendiri lepas dari jeratan kemiskinan. Penelitian ini dilakukan di Desa Arungkeke Kecamatan Arungkeke Kabupaten Janeponto. Populasi dalam penelitian ini diambil dari 30 nelayan tradisional yang juga merupakan kepala keluarga dan beberapa informan dari institusi-institusi yang terkait, tokoh masyarakat, dan organisasi sosial yang bergerak dalam bidang perikanan dan nelayan. Analisis data dilakukan dalam dua pendekatan yaitu deskripsi kualitatif dan analisis produk waktu. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa pape’kang dan parawe’ para nelayan ikut berperan serta dalam memberikan mata pencaharian tambahan bagi para nelayan dengan membudidayakan rumput laut. Partisipasi nelayan tradisional dalam usaha menyediakan mata pencaharian tambahan secara positif berkorelasi dengan peningkatan kesejahteraan nelayan. Namun sangat direkomendasikan agar penyediaan mata pencaharian tambahan bagi para nelayan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan para nelayan agar tidak mengalihkan perhatian para nelayan dari mata pencaharian utama mereka yaitu perikanan. Selain itu diperlukan juga peningkatan kemampuan dan kompetensi dalam bidang perikanan dan rumput laut yang mencakup metode dan strategi pengaturan pembudidayaan sehingga prouk yang mereka hasilkan dapat bersaing dengan produsen lain. Selain itu, dukunagn dan kebijakan yang sesuai dari Pemerintah Daerah juga diperlukan untuk membangun kawasan pesisir yang terdapat di Kecamatan Arungkeke. Terakhir, juga diperlukan kerjasama dari instutusi-institusi yang terkait termasuk di dalamnya Organisasi Sosial lokal untuk bersamasama membantu dalam uapaya membebaskan komunitas nelayan dari kemiskinan. Kata-kata kunci: mata pencaharian tambahan, kesejahteraan sosial, nelayan tradisional.
PENCEGAHAN MASAI.AH HIV/AIDS MELALUI PENDEKATAN KELUARGA Abu Hanifah
Sosio Konsepsia Vol 13 No 1 (2008): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v13i1.670

Abstract

Pengkajian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) faktor penyebab meningkatnya masalah HIV/AIDS; (2) strategi yang dilakukan pemerintah dalam upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS; (3) upaya pencegahan masalah HIV/AIDS melalui pendekatan keluarga. Cara untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan studi dokumentasi. Data sekunder yang diperoleh melalui studi dokumentasi dikategorikan dan selanjutnya dianalisis secara deskriptif Hasil kajian menunjukkan bahwa faktor penyebab penularan HIV adalah para pecandu narkoba suntik (IOU) dan perilaku hubungan seks bebas. Faktor pendorong para remaja mengunakan narkotika, karena : kurang perhatian dari orang tua; kasih sayang orang tua diganti dengan fasilitas berupa uang yang berlebih; suasana keluarga tidak harmonis; keluarga retak dan keluarga broken home. Sedangkan para remaja yang melakukan hubungan seks bebas disebabkan oleh adanya perubahan sosial yang mengakibatkan lemahnya kontrol sosial, disamping terbatasnya pengetahuan dan tekanan sosial ekonomi. Solusi yang diajukan dalam pengkajian ini, adalah pencegahan masalah HIV/AIDS melalui pendekatan keluarga, dengan catatan perlu adanya penyiapan kondisi keluarga melalui penyuluhan sosial dan pemberdayaan peran keluarga agar keluarga dapat melaksanakan fungsi sebagaimana mestinya. Peranserta keluarga dalam upaya pencegahan masalah HIV/AIDS, yaitu : (1) menanamkan nilainilai agama dan moral terhadap anak-anak dalam proses sosialisai; (2) meningkatkan perhatian dan kasih sayang sebagai wujud dari fungsi biologis dan perlindungan; (3) melakukan kontrol sosial yang bersifat preventif dan represif; dan (4) adanya kesadaran dan keberanian untuk melapor kepada pihak berwenang apabila keluarga tidak mampu melakukan pencegahan terhadap perilaku menyimpang yang dilakukan oleh putra-putri mereka.

Page 8 of 40 | Total Record : 397


Filter by Year

2006 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 11 No 1 (2021): Sosio Konsepsia Vol 10 No 3 (2021): Sosio Konsepsia Vol 10, No 2 (2021) Vol 10, No 1 (2020): Sosio Konsepsia Vol 9, No 3 (2020): Sosio Konsepsia Vol 9, No 2 (2020): Sosio Konsepsia Vol 9, No 1 (2019): Sosio Konsepsia Vol 8, No 3 (2019): Sosio Konsepsia Vol 8, No 2 (2019): Sosio Konsepsia Vol 8, No 2 (2019): Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 8 No 1 (2018): Sosio Konsepsia Vol 7 No 3 (2018): Volume 7 Nomor 3 Tahun 2018 Sosio Konsepsia Vol 8, No 1 (2018): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 7, No 3 (2018): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 7, No 2 (2018): Sosio Konsepsia Vol 7, No 2 (2018): Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 7, No 1 (2017): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 7, No 1 (2017): Sosio Konsepsia Vol 6 No 3 (2017): Sosio Konsepsia Vol 6, No 3 (2017): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 6, No 3 (2017): Sosio Konsepsia Vol 6, No 2 (2017): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 6, No 2 (2017): Sosio Konsepsia Vol 6 No 2 (2017): Sosio Konsepsia Vol 6 No 1 (2016): Sosio Konsepsia Vol 5 No 3 (2016): Sosio Konsepsia Vol 5 No 2 (2016): Sosio Konsepsia Vol 5, No 1 (2015): Sosio Konsepsia Vol 5 No 1 (2015): Sosio Konsepsia Vol 4 No 3 (2015): Sosio Konsepsia Vol 4, No 3 (2015): Sosio Konsepsia Vol 4, No 2 (2015): Sosio Konsepsia Vol 4 No 2 (2015): Sosio Konsepsia Vol 4 No 1 (2014): Sosio Konsepsia Vol 4, No 1 (2014) Vol 3 No 3 (2014): Sosio Konsepsia Vol 3 No 2 (2014): Sosio Konsepsia Vol 3 No 1 (2013): Sosio Konsepsia Vol 2 No 3 (2013): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 2 No 2 (2013): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 17, No 3 (2012): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 17 No 3 (2012): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 17 No 2 (2012): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 17 No 1 (2012): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 16 No 3 (2011): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 16 No 2 (2011): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 16 No 1 (2011): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 15 No 3 (2010): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 15 No 2 (2010): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 15 No 1 (2010): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 14 No 3 (2009): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 14 No 2 (2009): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 14 No 1 (2009): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 13 No 3 (2008): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 13 No 2 (2008): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 13 No 1 (2008): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 12 No 3 (2007): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 12 No 2 (2007): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 12 No 1 (2007): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 11 No 3 (2006): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 11 No 2 (2006): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 11 No 1 (2006): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial More Issue