cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
Eco-Entrepreneur
ISSN : -     EISSN : 25024639     DOI : -
Core Subject : Economy,
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2017): JUNI" : 6 Documents clear
Faktor Penyebab Sulit Berkembangnya Kawasan Pelabuhan Kamal Rachmad Widjajanto; Nurma Kumalawati; Zefri Zefri
Eco-Entrepreneur Vol 3, No 1 (2017): JUNI
Publisher : Eco-Entrepreneur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/ee.v3i1.3034

Abstract

Pasca Pembangunan Jembatan Suramadu, Kawasa Pelabuhan Kamal semakin mengalami penurunan aktivitas secara drastis. Penurunan akstivitas tersebut berdampak pada sulit berkembangnya Kawasan Pelabuhan Kamal. Maka dalam penelitian ini sangat perlu untuk megetahui apa saja faktor penyebab sulit berkembangnya Kawasan Pelabuhan Kamal.Untuk menganalisa faktor penyeab sulit berkembangnya Kawasan Pelabuhan Kamal adalah dengan menggunakan metode analisis faktor. Dalam melakukan analisis faktor tersebut dilakukan dengan bantuan aplikasi SPSS 18 (Statistical Package for the Social Sciences).Dari hasil penelitian bahwasannya terdapat 8 faktor penyebab sulit berkembangnya Kawasan Pelabuhan Kamal. Factor penyebab sulit berkembangnya Kawasan Pelabuhan Kamal berdasarkan hasil analisa tersebut meliputi minimnya investasi kawasan, tingginya intensitas pemanfaatan lahan, penurunan aktivitas ekonomi kawasan, belum adanya kebijakan pemerintah terhadap usaha kecil, belum jalannya aturan/regulasi pemanfaatan ruang, buruknya pemenuhan fasilitas dan pelayanan kawasan, belum adanya kebijakan pengelolaan kawasan pelabuhan, dan partisipasi masyarakat dalam kegiatan yang minim Sehingga untuk mengatasi masalah sulit berkembangnya Kawasan Pelabuhan Kamal perlu memperhatikan 8 faktor penyebab sulit berkembangnya Kawasan Pelabuhan Kamal.
DAMPAK RESTRUKTURISASI EKONOMI DAN FINANSIAL TERHADAP PERKEMBANGAN BISNIS DI INDONESIA Gatot Heru Pranjoto
Eco-Entrepreneur Vol 3, No 1 (2017): JUNI
Publisher : Eco-Entrepreneur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/ee.v3i1.3030

Abstract

Kebijakan ekonomi yang kurang optimal, resesi ekonomi dunia akan berdampak pada rendahnya  pertumbuhan ekonomi  yang berdampak pada perkembangan bisnis di Indonesia. Kedepan diharapkan Kebijakan ekonomi diarahkan dapat mengelola lahan produktif dan sektor riil secara optimal.Pembangunan  sumberdaya manusia secara menyeluruh dengan meningkatkan keterampilan, wawasan serta membentuk jiwa wirausaha,  mulai dari pemerintah, legislatif agar dapat kreatif dan inovatif. Pemimpin  yang berkompetensi tinggi, mampu menyelesaikan semua permasalahan,  seta mempunyai jiwa kewirausahaan sangat dibutuhkan.Kedepan Pemerintah diharapkan dapat menghasilkan regulasi yang menguntungkan UMKM  sehingga diperoleh Keunggulan daya saing perusahaan/organisasi. Total Quality Management merupakan salah satu alat unt mencapai keunggulan daya saing,  dengan menerapkan Teknologi baru, Teknik pemotivasian,  Misi baru,  dan Struktur baru.
NILAI KREATIFITAS DAN INOVASI DALAM KEWIRAUSAHAAN Muhammad Tambrin
Eco-Entrepreneur Vol 3, No 1 (2017): JUNI
Publisher : Eco-Entrepreneur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/ee.v3i1.3042

Abstract

Successful entrepreneurs require an edge derived from some combination of a creative idea and a superior capacity for execution. The entrepreneur’s creativity may involve an innovation product or a process that changes the existing order. Or entrepreneur may have a unique insight about the course or consequence of an external change. Entrepreneurship is the vehicle that drives creativity and innovation. Innovation creates new demand and entrepreneurship brings the innovation to the market. Innovation is the successful development of competitive edge and as such, is the key to entrepreneurship. Creativity and Innovation are at the heart of the spirit of enterprise. It means striving to perform activities differently or to perform different activities to enable the entrepreneur deliver a unique mix of value. Thus the value of creativity and innovation is to provide a gateway for astute entrepreneurship—actively searching for opportunities to do new things, to do existing things in extraordinary ways. Creativity and Innovation therefore, trigger and propel first-rate entrepreneurship in steering organization activities in whatever new directions are dictated by market conditions and customer preferences, thereby delighting the customers to the benefit of the stakeholders. Innovation also means anticipating the needs of the market, offering additional quality or services, organization efficiently, mastering details, and keeping cost under control. 
KESEHATAN KEUANGAN KOPERASI BERDASARKAN PERATURAN MENTERI KOPERASI DAN UMKM RI NOMOR: 14/Per/M.KUKM/VII/2009 PADA KP-RI SUMEKAR SUMENEP Aprilina Susandini; Nuri Fatmawati
Eco-Entrepreneur Vol 3, No 1 (2017): JUNI
Publisher : Eco-Entrepreneur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/ee.v3i1.3031

Abstract

Dalam  menentukan  kesehatan  koperasi  untuk  keseragaman dan panduan dalam menilai kinerja koperasi, maka Kementerian Koperasi dan UKM menerbitkan Keputusan Menteri Koperasi dan UKM Nomor Nomor : 14/Per/M.KUKM/VII/2009 tentang  Perubahan  Atas Peraturan Menteri Negara bahwa: Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Nomor 20/Per/M.KUKM/XI/2008 Tentang Pedoman Penilaian Kesehatan Koperasi  Simpan Pinjam dan Unit Simpan Pinjam Koperasi. Masalah  diteliti  Bagaimanakah  analisis  kesehatan  keuangan KP-RI  Sumekar  Sumenep  berdasarkan  Peraturan  Menteri  Koperasi dan UKM RI Nomor : 14/Per/ M.KUKM/VII/2009, sedangkan  tujuan penelitian Untuk mengetahuanalisis  kesehatan  keuangan KP-RI  Sumekar  Sumenep  berdasarkan  Peraturan  Menteri  Koperasi dan UKM RI Nomor : 14/Per/ M.KUKM/VII/2009. Dalam  menjawab  permasalahan  tersebut, penelitian  menggunakan  penelitian deskriptif kuantitatif dengan  Peraturan Menteri Koperasi dan UKM. Hasil  penelitian  menunjukkan  tingkat kesehatan USP KPRI “Sumekar  Sumenep”, penilaian  berdasarkan  Peraturan Menteri Negara dan UKM Nomor : 14/Per/M.KUKM/VII/2009  maka dapat diambil kesimpulan Koperasi  Sumekar  Sumenep  Kurang  Sehat
PENGARUH KOMPETENSI DAN HUBUNGAN ANTAR MANUSIA (HUMAN RELATION) KINERJA KARYAWAN PDAM SUMBER POCONG BANGKALAN Hendy Prasetia Dinata; Anugrahini Irawati; Faidal Faidal
Eco-Entrepreneur Vol 3, No 1 (2017): JUNI
Publisher : Eco-Entrepreneur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/ee.v3i1.3032

Abstract

Tujuan  penelitian  ini  adalah  untuk  mengidentifikasi  variabel kompetensi dan hubungan antar manusia (human relation) mempengaruhi kinerja karyawan PDAM Sumber Pocong Bangkalan baik secara parsial, simultan dan variabel yang paling dominan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan total populasi 167 dan total sampel 63 responden. Metode pengambilan sampel menggunakan rumus slovin, serta teknik penarikan sampel menggunakan simple random sampling. Penelitian ini di analisis menggunakan uji analisis regresi linier berganda, untuk menguji instrument penelitian ini menggunakan uji asumsi klasik, dan teknik analisis untuk menguji hipotesis menggunakan uji F dan uji t.Berdasarkan uji statistik, ditemukan bahwa kompetensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, hal ini dapat di lihat dengan nilai koefisien regresi (B) sebesar 0,472 dan memiliki nilai signifikasi sebesar 0,001 yang lebih kecil dari a = 0,05. Sedangkan hasil thitung sebesar lebih besar 3,478 dari ttabel  sebesar 1,67065. Selanjutnya di temukan bahwa hubungan antar manusia (human relation) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, hal ini dapat di lihat dengan nilai koefisien regresi (B) sebesar 0,447 dan memiliki nilai signifikasi sebesar 0,007 yang lebih kecil dari a = 0,05. Sedangkan hasil thitung sebesar 2,797 lebih besar dari ttabel sebesar 1,67065. Kemudian ditemukan secara bersama-sama atau simultan kompetensi dan hubungan antar manusia (human relation) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, hal ini dapat dilihat dari nilai Fhitung  sebesar 89,194 lebih besar dari Ftabel  yaitu 3,15 dengan tingkat signifikasi 0,000 0,05. Sedangkan untuk variabel yang paling dominan kompetensi berpengaruh lebih dominan terhadap kinerja karyawan daripada hubungan antar manusia. Hal ini dapat dilihat dari nilai koefisien Beta kompetensi  sebesar  0,493    dari  nilai  koefisien  Beta  hubungan   antar manusia (human relation) sebesar 0,397
PENGARUH MANAJEMEN BAKAT DAN PENGELOLAAN SUMBER DAYA MANUSIA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT JAWA POS MEDIA TELEVISI (JTV) DI SURABAYA Anugrahini Irawati; Bambang Sudarsono; Lala Lestari
Eco-Entrepreneur Vol 3, No 1 (2017): JUNI
Publisher : Eco-Entrepreneur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/ee.v3i1.3033

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh secara parsial maupun simultan variabel bebas manajemen bakat dan pengelolaan sumber daya manusia (SDM) terhadap variabel terikat kinerja karyawan pada PT Jawa Pos Media Televisi (JTV) di Surabaya, serta untuk mengetahui manakah diantara kedua variabel bebas tersebut yang berpengaruh dominan terhadap variabel terikatnya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, populasi sebesar 252 karyawan dan sampel sebesar 72 responden, teknik pengambilan sampel menggunakan proportional stratified random sampling yang dihitung menggunakan rumus slovin. Data diperoleh dari proses wawancara, observasi, dan penyebaran kuesioner kepada responden, data dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda untuk menjawab hipotesis.Hasil dari penelitian ini adalah: (1) variabel manajemen bakat berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan; (2) variabel pengelolaan sumber daya manusia berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan; (3) variabel manajemen bakat dan pengelolaan SDM berpengaruh positif dan signifikan secara bersama-sama atau simultan terhadap kinerja karyawan sebesar 67,6%; (4) variabel pengelolaan SDM berpengaruh dominan terhadap kinerja karyawan.

Page 1 of 1 | Total Record : 6