cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Litbang Industri
ISSN : 22523367     EISSN : 25025007     DOI : 10.24960
Core Subject : Engineering,
Jurnal Litbang Industri (JLI) adalah jurnal ilmiah yang terbit secara berkala dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember. JLI memuat artikel primer yang bersumber langsung dari hasil riset industri, olahan hasil pertanian, penanggulangan pencemaran industri. Semua naskah direview oleh mitra bestari. Jurnal Litbang Industri Padang diterbitkan oleh Balai Riset dan Standardisasi industri Padang, Badan Penelitian dan Pengembangan Industri, Kementerian Perindustrian Republik Indonesia. p-ISSN: 2252-3367 e-ISSN: 2502-5007
Arjuna Subject : -
Articles 357 Documents
Pengaruh penyalut maltodekstrin terhadap produk mikrokapsul minyak jahe dengan teknik spray drying Fitriana Djafar; Muhammad Dani Supardan
Jurnal Litbang Industri Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.155 KB) | DOI: 10.24960/jli.v9i1.4664.1-7

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuat mikrokapsul minyak jahe dengan menggunakan teknik spray drying. Bahan penyalut yang digunakan adalah maltodekstrin. Variabel penelitian yang dipelajari adalah konsentrasi maltodekstrin yaitu 10, 20 dan 30 (%-b/v) dan rasio minyak jahe terhadap maltodekstrin yaitu 1:8, 1:10, 1:12 dan 1:14 (b/v). Variabel penelitian dengan rendemen tertinggi akan digunakan untuk mempelajari pengaruh variasi suhu inlet proses spray drying (160, 170, 180 dan 190 oC). Hasil analisis gas kromatografi-spektrofotometri massa menunjukkan bahwa ada lima komponen terbesar yang terdapat dalam minyak jahe yaitu benzene (28,62%), zingiberene (19,46%), β-bisabolene (13,48%), cyclohexane (12,59%) dan farnesene (5,83%). Rendemen produk mikrokapsul minyak jahe tertinggi diperoleh pada perlakuan konsentrasi maltodekstrin 30% dan rasio minyak jahe terhadap maltodekstrin 1:14 yaitu sebesar 37 gram. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa peningkatan suhu inlet spray drying memberikan pengaruh terhadap kadar air, kadar minyak total, kadar minyak di permukaan dan kadar minyak terperangkap mikrokapsul minyak jahe. Hasil analisis Scanning Electron Microscopy menunjukkan mikrostruktur produk mikrokapsul minyak atsiri jahe yang dihasilkan memiliki bentuk yang bervariasi. ABSTRACTThis study aims to make ginger oil microcapsules using spray drying technique. Maltodextrine was used as a coating material. The process variables studied were maltodextrin concentration 10, 20 and 30 (%-w/v) and ratio of ginger oil to maltodextrin 1:8, 1:10, 1:12 and 1:14 (w/v). The best process variable with the highest product yield will be used to investigate the effect of inlet temperature variations of spray drying process (160, 170, 180 and 190 oC). The results of gas chromatography-mass spectroscopy analysis showed that the five largest components contained in ginger oil were benzene (28.62%), zingiberene (19.46%), β-bisabolene (13.48%), cyclohexane (12.59%) and farnesene (5.83%). The highest yield of ginger essential oil microcapsule products was obtained 37 grams at maltodextrin concentration 30% and ratio of ginger oil to maltodextrin 1:14. The experimental results showed that the inlet temperature of spray drying affected the moisture content, total oil content, surface oil content, and trapped oil content of the ginger oil microcapsules products. Meanwhile, Scanning Electron Microscopy analysis results showed that the microstructure of ginger essential oil products from several research treatments generally have various shape.
Pembuatan tablet effervescent berbahan aktif sediaan kering ekstrak daun senduduk dan bakteri asam laktat asal dadih Sijunjung sebagai minuman fungsional Yulia Helmi Diza; Alfi Asben; Tuty Anggraini
Jurnal Litbang Industri Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.992 KB) | DOI: 10.24960/jli.v9i1.5273.59-67

Abstract

Pembuatan tablet effervescent dengan bahan aktif ekstrak kering daun senduduk  dan sediaan kering bakteri asam laktat yang berasal dari dadih Kabupaten Sijunjung telah dilakukan melalui pencetakan langsung. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sediaan minuman fungsional yang mengandung senyawa antioksidan dan bakteri baik yang mudah dan cepat disajikan. Bahan aktif yang digunakan adalah sediaan kering BAL asal dadih sebanyak 2%, 4% dan 6% dari bahan penyusun tablet dan ekstrak kering daun senduduk sebanyak 15% untuk semua perlakuan. Terhadap produk yang dihasilkan dilakukan pengujian total BAL, aktivitas antioksidan, total fenol, pH larutan, kadar air, waktu larut, kekerasan, dan uji kesukaan meliputi penampakan tablet, rasa, warna larutan dan aroma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total BAL yang tumbuh pada larutan tablet effervescent yang memenuhi syarat untuk pangan fungsional adalah perlakuan penambahan sediaan kering BAL 4% dan 6%, yaitu 4,04x106 kol/g, 1,72x107 kol/g, aktivitas antioksidan 52,20% dan 54,50% dengan total fenol 0,81 mg GAE/g dan 0,86 mg GAE/g. Dari hasil uji kesukaan diketahui bahwa perlakuan yang mempunyai rata-rata nilai kesukaan tertinggi adalah perlakuan dengan bahan aktif ekstrak kering senduduk 15% dan sediaan kering BAL 4% dengan pH 5,03, kadar air 9,34%, waktu larut 1,875 menit dan kekerasan 4,18 kg.ABSTRACTMaking of effervescent tables with active ingredients of dried extracts of senduduk leaves and dried preparations of lactic acid bacteria from dadih Sijunjung have been done through direct compression. This study aims to make functional beverage preparations that contain antioxidant compounds and bacteria both easily and quickly served. The active ingredients used were dried LAB preparations from dadih as much as 2%, 4% and 6% of the constituent tablets and dried extracts of senduduk leaves as much as 15% for all treatments. The products were  tested of total LAB, antioxidant activity, total phenol, pH of the solution, moisture content, dissolution time, hardness, and test of preference included tablet appearance, taste, solution color, and flavour. The results showed that the total LAB that grown in the effervescent tablet solution met the requirements for functional food was the treatment of the addition of 4% and 6%  LAB dry dosage, namely 4.04x106 col/g, 1.72x107 col/g, antioxidant activity 52.20% and 54.50% with total phenol 0.81 mg GAE/g and 0.86 mg GAE/g. From the test results, it was known that the treatment that had the highest average value of preference was treatment with the active ingredient of dry extract of 15% and dry preparation of LAB 4%  with pH 5.03, moisture content 9.34%, soluble time 1.875 minutes, and hardness 4.18 kg. 
Back Matter Jurnal Litbang Industri Vol. 9 No. 1 Juni Tahun 2019 Sofyan Sofyan
Jurnal Litbang Industri Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.427 KB) | DOI: 10.24960/jli.v9i1.5314.xiii-xv

Abstract

Degradasi senyawa fenol secara fotokatalisis dengan menggunakan katalis C-doped TiO2 S Safni; Vepilia Wulanda; K Khoiriah; Diana Vanda Wellia
Jurnal Litbang Industri Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.838 KB) | DOI: 10.24960/jli.v9i1.4675.51-57

Abstract

Fenol merupakan senyawa kimia yang banyak digunakan dalam proses industri. Akan tetapi fenol dalam konsentrasi berlebihan dapat menimbulkan efek buruk terhadap kehidupan manusia dan lingkungan pada umumnya. Pada penelitian ini, fenol didegradasi secara fotolisis tanpa dan dengan menggunakan  katalis TiO2/C di bawah sinar UV (10 Watt, λ= 365 nm) dan sinar tampak (lampu philips LED 13 watt 1400 lux, λ= 465-640 nm). Larutan fenol yang telah didegradasi diukur dengan Spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 200-400 nm. Hasil karakterisasi XRD dan DRS UV-Vis memperlihatkan bahwa katalis modifikasi titania menggunakan unsur karbon berpotensi aktif pada sinar tampak. Aplikasi katalis TiO2/C mampu meningkatkan efisiensi dari degradasi fenol pada sistem fotolisis. Larutan fenol 8 mg/L terdegradasi sebanyak 38,98% dan 35,59% tanpa katalis dan meningkat menjadi 51,69% dan 66,10% dengan penambahan 5 mg katalis TiO2/C masing-masing di bawah sinar UV dan sinar tampak.ABSTRACTPhenol is a chemical compound that is widely used in industrial processes. However, phenol in excessive concentration can endanger human life and the environment. In this study, phenol was degraded without and using TiO2/C catalyst under UV-light (10 Watts, λ = 365 nm) and visible-light (13 watt Philips, lux= 1400, λ = 465-640 nm) photolysis. The degraded of phenol solution was measured by a UV-Vis spectrophotometer at a wavelength 200-400 nm. The results of XRD and DRS UV-Vis characterization show that the modified of titania catalyst using carbon potentially actives in visible-light. Application of TiO2/C catalyst can improve the efficiency of phenol degradation in photolysis system. Phenol solution with concentration 8 mg/L was degraded by 38.98% and 35.59% without catalyst and increased to be 51.69% and 66.10% in presence of 5 mg TiO2/C catalyst under UV-light and visible-light, respectively.
Pengaruh Perbandingan Sari Buah dan Gula Terhadap Mutu Minuman Fungsional Labu Kuning Kamsina Kamsina; Inda Three Anova; Firdausni Firdausni
Jurnal Litbang Industri Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.156 KB) | DOI: 10.24960/jli.v5i2.666.113-122

Abstract

Functional beverage is a kind of beverage obtained from the edible part of fruit through process of washing, crushing, and purifying (if required), pasteurizing, fermenting, and packaging to be consumed immediately. Functional drinks of pumpkin can be used as a satisfying taste and have special function to increase the certain vitamins and minerals intake, inceasing stamina, and reducing the risk of certain diseases (such as antioxidants to reduce the risk of cancer). The purpose of this study was to determine the optimum concentration of pumpkin juice and sugar concentration in making functional drinks of pumpkin. The results showed that the treatment variation of pumpkin juice and water ratio 1:1 and the addition of sugar 20% (A1B3) provided the best results for pH, sugar content, total acid, total dissolved solid, metal contamination, and the amount of lactic acid bacteria. For all treatments, the results of microbial contamination were good, both coliforms <2 APM/100 ml (negative) and salmonella (negative), and had storage resistance at a temperature of 4oC (refrigerator) for three (3) weeks.ABSTRAKMinuman fungsional dihasilkan dari pengolahan buah untuk dikonsumsi secara langsung. Minuman ini diperoleh melalui  proses pencucian, penghancuran, penjernihan (jika dibutuhkan), pasteurisasi, fermentasi, dan pengemasan. Minuman fungsional labu kuning bisa digunakan sebagai pemuas rasa dan berfungsi khusus untuk menambah asupan vitamin dan mineral tertentu, meningkatkan stamina tubuh, dan mengurangi resiko penyakit tertentu (seperti antioksidan untuk mengurangi resiko kanker). Tujuan penelitian ini adalah menentukan konsentrasi juice labu kuning dan konsentrasi gula yang optimal dalam pembuatan minuman fungsional labu kuning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan rasio sari labu kuning dengan air 1:1 dan penambahan gula pasir 20%  (A1B3)  memberikan hasil terbaik terhadap nilai pH, kadar gula, total asam,   total padatan terlarut, cemaran logam dan  jumlah bakteri asam laktat. Untuk semua perlakuan, cemaran mikroba hasilnya bagus, baik bakteri koliform <2 APM/100 ml (negatif) maupun salmonella (negatif) serta memiliki ketahanan simpan pada suhu 40C (refrigerator) selama 3 (tiga) minggu.
Pengaruh Penambahan Gula dan Karagenan Terhadap Mutu Jelly Mentimun Kamsina Kamsina; Inda Three Anova
Jurnal Litbang Industri Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (718.829 KB) | DOI: 10.24960/jli.v3i1.620.49-57

Abstract

Jelly is a semi-solid form of snacks made from fruit juice which is cooked with sugar. Vegetables and fruits Jelly are a drink that is made from natural ingredients such as cucumber jelly maker given additional flour as a thickener, cane sugar as a sweetener, salt and citric acid. Cucumber jelly contains elements of nutritional and functional, efficacious for preventing high blood pressure, digestive cleanse, rejuvenate the skin and others. The purpose of this study to provide an alternative of cucumber processing became cucumber jelly and to increase the added value and shelf life of cucumbers processed products. Research design used a completely randomized design (CRD) in factorial used to see the effect of adding sugar 40%, and 30% as well as the addition of carrageenan treatment variations 1% and 0.75%. The results showed that the addition of sugar 30% and 1% carrageenan gave jelly yield of cucumber preferred organoleptic taste, aroma, color and texture was favored on the organoleptic, whereas treatment of sugar concentration 40% and 1% carrageenan gave the highest results for sugar 22.99%, 44.99% moisture content, ash content 0.99%. All treatments showed no contamination of Cu, Sn, As and Pb, for microbial contamination such as Fungus / Yeast and Total Plate Count undetectable (<10 colonies / g) as well as Coliform bacteria <2 APM / g as well as shelflife for 3 months at storage temperature conditions 5 - 10 degC.ABSTRAKJelly adalah sejenis makanan ringan berbentuk semi padat yang terbuat dari sari buah-buahan yang dimasak dengan gula. Jelly sayuran adalah minuman  yang dibuat dari bahan-bahan alami seperti mentimun yang diberi tambahan tepung pembuat jelly sebagai pengental, gula tebu  sebagai pemanis, garam dan asam sitrat. Jelly mentimun mengandung unsur nutrisi dan bersifat fungsional, berkhasiat untuk mencegah darah tinggi, membersihkan pencernaan, meremajakan kulit dan lain-lain. Penelitiani ini bertujuan untuk memberikan alternatif pengolahan mentimun menjadi jelly mentimun dan dapat meningkatkan nilai tambah serta  daya simpan dari produk olahan mentimun Rancangan penelitian menggunakan Rancangan acak lengkap (RAL)  secara faktorial digunakan untuk melihat pengaruh penambahan gula 40%, dan 30% serta variasi perlakuan penambahan karagenan 1% dan 0,75%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan penambahan gula 30% dan karagenan 1% memberikan hasil jelly mentimun yang lebih disukai dari uji organoleptik rasa, aroma, warna dan cukup disukai dari organoleptik tekstur, sedangkan perlakuan kosentrasi gula 40% dan karagenan 1% memberikan hasil yang tertinggi untuk kadar gula 22,99%, kadar air 44,99%, kadar abu 0,99%. Semua perlakuan menunjukkan tidak adanya cemaran logam Cu, Sn, As dan Pb, untuk cemaran mikroba seperti Kapang/Khamir dan Angka Lempeng Total tidak terdeteksi (<10 koloni/g) serta bakteri Koliform <2 APM/g serta memiliki ketahanan simpan selama 3 bulan penyimpanan pada kondisi suhu 5 - 100C.
Adsorpsi Ion Logam Tembaga Menggunakan Nano Zeolit Alam yang Diaktivasi Yulianis Yulianis; Mahidin Mahidin; Syaifullah Muhammad
Jurnal Litbang Industri Vol 7, No 1 (2017)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (750.409 KB) | DOI: 10.24960/jli.v7i1.2694.61-69

Abstract

This study was aimed to find out the ability of natural zeolite coming from Blang Pidie, South West Aceh District, Aceh Province, Indonesia, which was applied as an adsorbent to adsorp heavy metal copper (Cu²⁺) ions in aqueous solution. This research was conducted to enhance the performance of natural zeolite by downsizing it to nano particles, then activated physically and chemically using 0.05 M HCl, then calcined at temperature 350°C for 2 hours. Test of Cu²⁺ metal ion adsorption to nano natural zeolite after activation was done by batch method to determine the effect of contact time, weight of the adsorbent, pH, and initial concentration. The results showed that the optimum adsorption at the initial concentration 38.998 mg/L, weight adsorbent 1 gram, pH 6 during 120 minutes of the contact time with the percentage metal ion Cu²⁺ adsorption up to 99.86% and adsorption capacity 7.789 mg/g. Isothermal adsorption ressembled with the isotherms Freundlich with the R² value of 0.9685, Freundlich constants (Kf) 111.99 mg/g and n value 0.986. The kinetic studies indicated that the adsorption of metal ions Cu²⁺ could be described by pseudo second order kinetic model with linear regression value 0.9997 and a constant value 0.121 min-1.ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk melihat kemampuan zeolit alam yang berasal dari Blang Pidie, Kabupaten Aceh Barat Daya, Provinsi Aceh, Indonesia yang diaplikasikan sebagai adsorben untuk menyerap ion logam berat tembaga (Cu²⁺) dalam larutan. Penelitian dilakukan dengan peningkatan unjuk kerja zeolit alam melalui pengecilan ukuran sampai nano partikel, selanjutnya diaktivasi fisika dan aktivasi kimia menggunakan HCl 0,05 M kemudian dikalsinasi pada temperatur 350 oC selama 2 jam. Uji adsorpsi ion logam Cu²⁺ terhadap nano zeolit alam setelah aktivasi dilakukan dengan metode batch untuk menentukan pengaruh waktu kontak, berat adsorben, pH, dan konsentrasi awal. Hasil penelitian menunjukkan adsorpsi optimum pada konsentrasi awal 40 mg/L, berat adsorben 1 gram, pH 6 selama waktu kontak 120 menit dengan persen ion logam Cu²⁺ yang terserap sebesar 99,86% dan kapasitas adsorpsi sebesar 7,789 mg/g.  Isotermal adsorpsi menyerupai isoterm Freundlich dengan nilai R² 0,9685, konstanta Freundlich (Kf) sebesar 111,99 mg/g dan nilai n sebesar 0,986. Studi kinetika menunjukkan bahwa adsorpsi ion logam Cu²⁺ mengikuti model kinetika orde dua semu dengan nilai regresi linier 0,9997 dan nilai konstanta 0,121 min-1.
Penentuan Waktu dan Suhu Pengeringan Optimal Terhadap Sifat Fisik Bahan Pengisi Bubur Kampiun Instan Menggunakan Pengering Vakum Yulia Helmi Diza; Tri Wahyuningsih; Silfia Silfia
Jurnal Litbang Industri Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (890.357 KB) | DOI: 10.24960/jli.v4i2.635.105-114

Abstract

Research to improve the quality of kampiun instant porridge had been done with the treatment temperature and time of drying using a vacuum drying. The aim of the study was to determine the optimal drying temperature and time in the filler manufacture of instant kampiun porridge consisted of instant rice porridge, instant mung beans, black rice porridge and banana instant. To the obtained products were tested the physics test which covered yield, moisture content, density kamba, water absorption capacity, and rehydration time. The results of analysis from various treatments showed that the optimum treatment for instant rice porridge was drying temperature 60oC for 6 hours, for instant mung beans was drying temperature 60oC for 6 hours, for instant banana was drying temperature of 50oC for 6 hours, and for black sticky rice porridge was drying temperature 60oC for 6 hours.ABSTRAKPenelitian peningkatan mutu bubur kampiun instan telah dilakukan dengan perlakuan suhu dan waktu pengeringan menggunakan alat pengeringan vakum. Tujuan penelitian adalah untuk menentukan suhu dan waktu pengeringan optimal dalam pembuatan bahan pengisi bubur kampiun instan, yang terdiri dari bubur beras instan, kacang hijau instan, bubur ketan hitam instan dan pisang instan. Terhadap produk yang dihasilkan dilakukan uji fisika meliputi rendemen, kadar air, densitas kamba, kapasitas penyerapan air, dan waktu rehidrasi. Hasil analisis terhadap berbagai perlakuan menunjukkan perlakuan optimal untuk bubur beras instan adalah suhu pengeringan 60oC selama 6 jam, untuk kacang hijau instan adalah suhu pengeringan 60oC selama 6 jam, untuk pisang instan adalah suhu pengeringan 50oC selama 6 jam dan untuk bubur ketan hitam instan adalah suhu pengeringan 60oC selama 6 jam.
REMOVAL OF IRON FROM AQUEOUS SOLUTION BY RICE HUSK: ISOTHERM AND KINETIC STUDY Monik Kasman; Shaliza Ibrahim; Salmariza Salmariza
Jurnal Litbang Industri Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.051 KB) | DOI: 10.24960/jli.v2i2.601.63-70

Abstract

This work was focused on iron adsorption by rice husk. The use of rice husk for the removal of iron from aqueous solution at different contact time, pH, adsorbent doses and initial iron concentration was investigated. This study was also aimed to recognize the mechanisms that govern iron removal, and to find an appropriate isotherm and kinetic model in batch process. The equilibrium adsorption isotherms have been analyzed by Freundlich and Langmuir model. The pseudo-first, and pseudo-second order kinetic models have been used to investigate the mechanism of adsorption and potential rate controlling steps. The equilibrium data fitted well to Freundlich model and mechanism of adsorption described well to pseudo first order kinetic. The iron adsorption process was highly dependent on pH, dosage and initial concentration dependent. Iron was reduced higher with decrease in iron concentration and increase in rice husk dosage. The suitable contact time for iron removal was found to be 180 minutes.ABSTRAKFokus penelitian ini adalah adsorpsi besi dengan menggunakan adsorban sekam padi. Eksperimen dilakukan dengan memvariasikan waktu kontak, nilai pH, dosis adsorban dan konsentrasi awal besi. Penelitian bertujuan untuk mengamati mekanisme yang mempengaruhi penyisihan besi dan menemukan model isothermal dan kinetika yang tepat untuk proses adsorpsi besi. Kesetimbangan model isotermal dianalisis dengan modelFreundlich dan Langmuir. Model kinetika order pertama dan kedua digunakan untuk mengamati mekanisme adsorpsi dan tahap kontrol kecepatan potensial. Hasil penelitian menunjukan bahwa model adsorpsi yang tepat untuk penyisihan besi adalah model Freundlich dan mekanisme adsorpsi yang sesuai adalah kinetika orde pertama. Prosesadsorpsi besi sangat dipengaruhi oleh pH, dosis adsorban dan konsentrasi awal besi. Persentase penyisihan besi meningkat jika konsentrasi awal besi menurun dan dosis adsorban meningkat. Hasil penelitian menunjukan bahwa adsorpsi besi terjadi dengan baikpada waktu kontak sekurang-kurangnya 180 menit.
Effects of Fe2+ and Fe3+ ratio impregnated onto local commercial activated carbon coconut shell powder on the dye removal efficiency Izarul Machdar; Cut Faradillasari; Nurul Atika Khair; Teku Muhammad Asnawi; Alfiansyah Yulianur BC; Y Yunardi
Jurnal Litbang Industri Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.692 KB) | DOI: 10.24960/jli.v8i1.3720.11-16

Abstract

The present study reports the performance of magnetic activated carbon impregnated with Fe2+ and Fe3+ on the removal of dye from a simulated wastewater. The magnetic activated carbon (MAC) as a magnetic absorbent was prepared by co-precipitation method and followed by impregnation process. The activated carbon (AC) was supplied from a local commercial activated carbon coconut shell powder. The objective of this study was to investigate the effects of Fe2+ and Fe3+ on the quality product of MAC for dye (methylene blue) adsorption. The molar ratios of Fe2+ and Fe3+ used during the preparation of the MAC were 1:1; 1:2, and 2:1. The MAC products were characterized by using scanning electron microscope (SEM), energy dispersive X-ray (EDX), and Fourier transform infrared spectroscopy (FT-IR) analysis techniques. The results confirmed that the concentration of magnetic particles (Fe3O4) on the MAC surface increased following the impregnation process. However, this results lowering adsorption properties of the MAC adsorbents, which subsequently affected the dye removal performance. The ratio of Fe2+:Fe3+ on the MAC preparation did not significantly change the MAC absorbent on the dye removal efficiency. Additionally, MAC derived from local AC possess a prospect as a sustainable alternative for dye pollutant adsorbent.AbstrakPenelitian ini melaporkan kinerja karbon aktif bersifat magnet yang di impregnasi dengan Fe2+dan  Fe3+ dalam penyerapan zat warna dari air limbah buatan. Karbon aktif bersifat magnet (MAC) dibuat melalui metode co-presipitasi dan diikuti dengan proses impregnasi. Material karbon aktif (AC) dibuat dari tempurung kelapa yang diperoleh dari pasar lokal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ratio dari Fe2+ and Fe3+ terhadap kualitas produk MAC yang digunakan nantinya di dalam proses penyerapan zat warna (metilen biru). Rasio molar dari Fe2+ and Fe3+ yang digunakan di dalam penelitian ini untuk menghasilkan MAC adalah 1:1; 1:2, dan 2:1. Produk MAC yang dihasilkan dipelajari karakteristiknya melalui scanning electron microscope (SEM), energy dispersive X-ray (EDX), dan Fourier transform infrared spectroscopy (FT-IR). Dari hasil penelitian yang diperoleh dapat dikonfirmasi bahwa konsentrasi partikel-partikel magnet (Fe3O4) pada permukaan MAC meningkat setelah proses impregnasi. Walaupun demikian, hal ini menyebabkan turunnya kemampuan adsorbsi dari adsorben MAC. Perbandingan rasio Fe2+ and Fe3+ tidak secara nyata mempengaruhi efisiensi penyerapan zat warna. Adsorben MAC dari karbon aktif lokal memiliki potensi sebagai bahan alternatif ramah lingkungan untuk penyerap zat warna.