cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Litbang Industri
ISSN : 22523367     EISSN : 25025007     DOI : 10.24960
Core Subject : Engineering,
Jurnal Litbang Industri (JLI) adalah jurnal ilmiah yang terbit secara berkala dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember. JLI memuat artikel primer yang bersumber langsung dari hasil riset industri, olahan hasil pertanian, penanggulangan pencemaran industri. Semua naskah direview oleh mitra bestari. Jurnal Litbang Industri Padang diterbitkan oleh Balai Riset dan Standardisasi industri Padang, Badan Penelitian dan Pengembangan Industri, Kementerian Perindustrian Republik Indonesia. p-ISSN: 2252-3367 e-ISSN: 2502-5007
Arjuna Subject : -
Articles 357 Documents
Pengaruh waktu hidrolisis dan konsentrasi HCl terhadap karakteristik pati termodifikasi dari bengkuang (Pachyrrhizus erosus) Gustri Yeni; S Silfia; Wilsa Hermianti; Tri Wahyuningsih
Jurnal Litbang Industri Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.4 KB) | DOI: 10.24960/jli.v8i2.4334.53-60

Abstract

Tepung bengkuang dapat dimanfaatkan sebagai penyalut tipis (enkapsulan) bahan aktif. Untuk memenuhi spesifikasi produk tersebut tepung bengkuang perlu dilakukan modifikasi. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari pengaruh hidrolisis asam terhadap pati secara lambat untuk menghasilkan tepung termodifikasi dari bengkuang dengan karakteristik fisiko-kimia yang dapat dimanfaatkan sebagai  enkapsulan. Proses hidrolisis asam tepung bengkuang menggunakan variasi perlakuan waktu hidrolisis (24, 48, dan 72 jam) dan konsentrasi HCl (1%, 2%, dan 3%). Hasil penelitian menunjukkan perlakuan optimal diperoleh pada waktu hidrolisis 72 jam dan konsentrasi HCl 2% dengan nilai derajat polimerisasi (DP) 22,34 yang sudah memenuhi persyaratan jika digunakan sebagai matrik enkapsulan. Karakteritik dari tepung termodifikasi pada kondisi ini adalah kadar air 16,47%, kadar abu 1,17%, amilosa 31,01%, viskositas 155cP, kelarutan 80,83%, dan aktivitas antioksidan (IC50) 148 μgml-1. Morfologi granula tepung  hasil uji dengan mikroskop dan SEM bentuknya tidak terlalu banyak mengalami perubahan pada hidrolisis asam. AbstractJicama flour can be used as a thin coating (encapsulation) of an active ingredients. To meet the specifications of the product, jicama flour needs to be modified. The purpose of this study was to study the effect of acid hydrolysis on starch slowly to produce jicama modified flour with physico-chemical characteristics that could be used as an encapsulants. The process of acid hydrolysis of jicama flour using treatment variations of hydrolysis time (24, 48, and 72 hours) and HCl concentrations (1, 2, and 3%). The results showed that the optimal treatment was obtained at 72 hours hydrolysis and 2% HCl concentration with a polymerization degree (DP) of 22.34 which met the requirements if used as an encapsulation matrix. The characteristics of the modified flour in this condition were water content 16.47%, ash content 1.17%, amylose 31.01%, viscosity 155cP, solubility 80.83%, and antioxidant activity (IC50) 148 μgml-1. The test results of flour granular morphology with microscopy and SEM did not change too much in acid hydrolysis.
Pengaruh pH dan dosis adsorben dari limbah lumpur aktif industri crumb rubber terhadap kapasitas penyerapan ion Cd(II) dan Zn(II) Salmariza Sy; Desi Kurniawati; Intan Lestari; H Harmiwati; Monik Kasman
Jurnal Litbang Industri Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (687.214 KB) | DOI: 10.24960/jli.v8i2.4290.95-104

Abstract

Pernelitian dengan sistim batch telah dilakukan untuk mempelajari pengaruh perlakuan pH larutan dan dosis adsorben yang dibuat dari limbah lumpur aktif industri crumb rubber (LLA-ICR) terhadap kapasitas adsorpsi dan efisiensi penyisihan ion Cd(II) dan Zn(II) dalam larutan.  Pengamatan meliputi variasi pH larutan pada range 1-7 dan dosis adsorben LLA-ICR 0,1 g - 1,0 g. Karakterisasi adsorben sebelum dan sesudah proses adsorpsi dilakukan dengan menggunakan FTIR, XRF dan SEM–EDX. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pH larutan dan dosis adsorben berpengaruh pada kapasitas adsorpsi dan efisiensi penyisihan ion Cd(II), dan Zn(II).  pH optimum didapatkan pada pH 5. Semakin rendah dosis adsorben, maka semakin tinggi kapasitas adsorpsi namun semakin rendah efisiensi penyisihan ion Cd(II) dan Zn(II).  Dosis adsorben optimum didapatkan pada 0,1g, dengan kapasitas adsorpsi dan efisiensi penyisihan ion Cd(II) > Zn(II). Kapasitas adsorpsi maksimum untuk ion Cd(II) dan  Zn(II) berturut-turut 29,8 mg/g dan 10,3 mg/g. Efisiensi penyisihan maksimum intuk ion Cd(II) dan ion Zn(II) adalah 95,4% dan 87,9%. AbstractA batch system has been carried out to study the treatment effect of pH solution and adsorbent dosage derived from crumb rubber (LLA-ICR) industrial activated sludge on the adsorption capacity and removal efficiency of Cd(II) and Zn(II) ions in aqueous solution. Observations included variations in the the solution pH in the range 1-7 and the LLA-ICR adsorbent dosage of 0.1 g - 1.0 g. Characterization of the adsorbent before and after the adsorption process was carried out using FTIR, XRF, and SEM-EDX. The results showed that the treatment of the pH solution and the adsorbent dose affected the adsorption capacity and removal efficiency of Cd(II) and Zn(II) ions. The optimum pH was obtained at pH 5. The lower the adsorbent dose the higher the adsorption capacity, however the lower the efficiency removal of Cd(II) and Zn(II) ions. The optimum adsorbent dosage was obtained at 0.1 g with adsorption capacity and removal efficiency of Cd(II) > Zn(II) ions. The maximum adsorption capacity for Cd(II) and Zn(II) ions were 29.8 mg/g and 10.3 mg/g respectively. The maximum removal efficiency forCd (II) and Zn(II) ions were 95.4% and 87.9%.
Front Matter Jurnal Litbang Industri Vol. 8 No. 2 Desember Tahun 2018 JLI Padang
Jurnal Litbang Industri Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1300.447 KB) | DOI: 10.24960/jli.v8i2.4482.i-xii

Abstract

Front Matter Jurnal Litbang Industri Vol. 8 No. 2 Desember Tahun 2018
Penapisan, isolasi, dan karakterisasi mikroalga yang berpotensi sebagai sumber biodiesel dari perairan Danau Kerinci, Jambi Riska Hernandi; Abdi Dharma; A Armaini
Jurnal Litbang Industri Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.968 KB) | DOI: 10.24960/jli.v9i1.4326.41-49

Abstract

Mikroalga menjadi sumber minyak nabati yang berpotensi sebagai bahan baku pembuatan biodiesel dengan kandungan lipid 30-70% dari berat biomassa kering dan komposisi asam lemak yang lengkap. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari keragaman spesies mikroalga dari perairan Danau Kerinci di Jambi, menganalisis kandungan lipid dan asam lemak isolat mikroalga. Mikroalga diisolasi dengan kombinasi teknik goresan, pengenceran berseri, dan mikropipet. Penentuan tingkat pertumbuhan dengan spektrofotometer UV-Vis. Penentuan berat biomassa kering secara gravimetri. Analisis kualitatif lipid dengan uji nile red menggunakan mikroskop flourescence. Analisis kuantitatif lipid dengan ekstraksi menggunakan n-heksana.  Analisis kandungan asam lemak dengan alat GC-MS. Terdapat 19 spesies mikroalga yang diidentifikasi dan 2 spesies berhasil ditapis dengan stres salinitas, yaitu MA1 (Scenedesmus rubescens) dan MA2 (Galdieria sulphuraria). MAI dan MA2 memiliki kandungan lipid yang lebih tinggi pada pupuk Growmore dibandingkan pada medium Bold’s Basal. MA1 memiliki kandungan lipid 31,95% pada medium Bold’s Basal dan 32,4% pada pupuk Growmore. MA2 memiliki kandungan lipid 28,72% pada medium Bold’s Basal dan 28,93% pada pupuk Growmore. Mikroalga MA1 dan MA2 dapat dijadikan sumber biodiesel dengan kandungan lipid dan asam lemak jenuh (C16:0, C18:0) yang tinggi.ABSTRACTMicroalgae has been considered recently as a promising biomass feedstock with great potential for biodiesel production with 30-70% lipid content of the dry biomass weight and produces high fatty acid. This research investigated the diversity of microalgae species from waters of Lake Kerinci in Jambi and analysis of the lipid content and fatty acid of microalgae. The isolation was done by agar plate, serial dilution, and micropipette method. The growth rate of the isolated microalgae was determined by UV-Vis spectrophotometer. Dry biomass weight was determined gravimetrically. Nile red staining performed on the isolates to observe the potential of lipid content. Lipids were extracted using n-hexane. Fatty acid analysis by GC-MS. From the results of identification, there were 19 species of microalgae and 2 species were screened with salinity stress. Based on identification of the both isolates, it is known that MA1 isolate is Scenedesmus rubescens and MA2 is Galdieria sulphuraria. MAI and MA2 had higher lipid content in Growmore agrolyzer than Bold’s Basal medium. MA1 had lipid content 31.95% in Bold’s Basal medium and 32.4% in Growmore agrolyzer, MA2 had lipid content 28.72% in Bold’s Basal medium and 28.93 % in Growmore agrolyzer. MA1 and MA2 was a potential as a biodiesel source with high lipid content and saturated fatty acids (C16:0, C18:0).
Algoritma ant-lion optimizer untuk meminimasi emisi karbon pada penjadwalan flow shop dependent sequence set-up Dana Marsetiya Utama; Teguh Baroto; Dewi Maharani; Fathiha Raudhatul Jannah; Ricca Andhini Octaria
Jurnal Litbang Industri Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.468 KB) | DOI: 10.24960/jli.v9i1.4775.69-78

Abstract

Industri manufaktur akhir-akhir ini dituntut untuk memperhatikan isu lingkungan. Pemakaian energi pada produksi umumnya menghasilkan emisi karbon. Emisi karbon ini menjadi permasalahan di lingkungan. Untuk mengurangi pemakaian emisi karbon, penelitian ini menggabungkan metode penjadwalan dan emisi karbon sebagai solusi dalam masalah lingkungan. Kasus pada artikel ini adalah flow shop dependent sequence set-up. Jurnal ini mengusulkan algoritma baru Ant Lion Optimizer (ALO) yang terinspirasi oleh alam untuk meminimasi emisi karbon. Beberapa percobaan numerik dilakukan untuk mengetahui parameter terbaik dari Algoritma ALO. Untuk menguji keefektifan dari algoritma, Algoritma ALO ini dibandingkan dengan beberapa algoritma populer saat ini. Hasil percobaan numerik menunjukan algoritma ALO efektif untuk meminimasi emisi karbon.ABSTRACTManufacture industry recently is required to pay attention of enviromental issue. The use of energy in production generally produces carbon emissions. This carbon emission is a problem in the environment. This study combines scheduling methods and carbon emissions as a solution to environmental issues to reduce the use of carbon emissions. The case in this article is the flow shop dependent sequence set-up. This journal proposes a new Ant Lion Optimizer (ALO) algorithm inspired by nature to minimize carbon emissions. Several numerical experiments were conducted to determine the best parameters of the ALO algorithm. This ALO algorithm is compared with several popular algorithms today. The numerical experiment results show that the ALO algorithm is useful for minimizing carbon emissions.
Pembuatan minuman fungsional tablet effervescent dari bubuk ekstrak daun kacang tujuh jurai (Phaseolus lunatus, L.) Dini Novita Sari
Jurnal Litbang Industri Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.489 KB) | DOI: 10.24960/jli.v9i1.4649.23-31

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan bubuk ekstrak daun kacang tujuh jurai terhadap sifat fisik dan kimia tablet effervescent. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan yaitu penambahan bubuk ekstrak daun kacang tujuh jurai masing-masing 10, 15, 20, 25, dan 30% dengan 3 kali ulangan. Pengamatan tablet effervescent meliputi pengamatan fisik : penampakan, waktu larut, kekerasan dan kerapuhan; pengamatan kimia : kadar air, pH larutan, kadar vitamin C, aktivitas antioksidan, kadar klorofil, dan warna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan bubuk ekstrak daun kacang tujuh jurai berpengaruh nyata terhadap ketebalan tablet, waktu larut, kerapuhan, kadar air, vitamin C, aktivitas antioksidan, kadar klorofil dan warna tablet effervescent yang dihasilkan. Penambahan bubuk ekstrak daun kacang tujuh jurai tidak mempengaruhi ukuran diameter tablet effervescent, kekerasan dan pH.ABSTRACTThis study was aimed to determine the effect of the addition of lima bean leaf extract powder on the physical chemical and properties of effervescent tablets. This study used a completely randomized design (CRD) with 5 treatments, the addition of lima bean leaf extract powder of 10, 15, 20, 25, and 30% with 3 replications, respectively. Tablet effervescent observations include physical observations: appearance, dissolution time, hardness and fragility; chemical observations: water content, pH of the solution, vitamin C level, antioxidant activity, chlorophyll content, and color. The results showed that the addition of lima bean leaf extract powder significantly affected tablet thickness, dissolution time, fragility, moisture content, vitamin C, antioxidant activity, chlorophyll content and effervescent tablet color produced. The addition of lima bean leaf extract powder did not affect the size of the effervescent tablet diameter, hardness and pH. 
Pengaruh jenis pelarut dan kecepatan homogenizer terhadap karakteristik partikel katekin gambir Gustri Yeni; S Silfia; Yulia Helmi Diza
Jurnal Litbang Industri Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.983 KB) | DOI: 10.24960/jli.v9i1.5227.9-14

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis pelarut dan kecepatan homogenizer terhadap karakteristik partikel katekin gambir. Penelitian dilakukan dengan cara katekin gambir dilarutkan dengan variasi pelarut air, etanol 20%, campuran etanol 20% dan etil asetat (perbandingan 1:10) dan kecepatan homogenizer 500; 1.500; 2.000; dan 2.500 rpm. Karakteristik partikel hasil perlakuan diuji menggunakan particle size analyzer (PSA) diperoleh hasil bervariasi antara 2.148-3.354 nm. Proses pengadukan dengan kecepatan 2500 rpm dapat memperkecil ukuran partikel (2.148 nm), secara visual dilihat dari tingkat kejernihan larutan yang dihasilkan. Peningkatan kecepatan homogenizer menyebabkan terjadi kerusakan senyawa katekin yang ditandai dengan perubahan warna menjadi coklat, ditunjukkan dengan penurunan kadar katekin dari 84,32%  menjadi 75,91%. Sampel hasil perlakuan dikeringkan dengan spray dryer pada kondisi operasi suhu inlet 100oC dan outlet 90oC, tekanan vakum pada 15 Psi, terjadi penurunan ukuran partikel (209,45 nm). Sampel diuji menggunakan scanning electron microscope (SEM) menunjukkan morfologi katekin tidak simetris. Analisis ukuran partikel katekin dilanjutkan menggunakan software image-J dan diperoleh ukuran partikel antara 209,53-280,50 nm.ABSTRACTThis study was aimed to determine the effect of solvent type and homogenizer speed on the particle characteristics of gambier catechins. The research was conducted by dissolving the gambir catechins with solvents variation of water, ethanol 20%, mixture of ethanol 20% and ethyl acetate (ratio 1:10) and homogenizer speed 500; 1,500; 2,000; and 2,500 rpm. The particle characteristics of the treatment were tested using a particle size analyzer (PSA) and obtained the results varied between 2,148-3,354 nm. The stirring process at a speed of 2500 rpm can reduce the particle size (2,148 nm), visually seen from the clarity level of the solution produced. Increasing the speed of the homogenizer caused damage to the catechin compound which was marked by a change in color became brown, indicated by a decrease in catechin content from 84.32% to 75.91%. The treated sample was dried with a spray dryer under operating conditions of inlet temperature 100oC and outlet temperature 90oC, vacuum pressure at 15 Psi particle size decreased (209.45 nm). Samples were tested using a scanning electron microscope (SEM) showed the symmetrical morphology of the catechins. The analysis of catechins particle size was continued using the image-J software and obtained the particle size between 209.53-280.50 nm.  
Biosorben cangkang pensi (Corbicula moltkiana) sebagai penyerap zat warna metanil yellow ditinjau dari pH dan model kesetimbangan adsorpsi Rahmiana Zein; Putri Ramadhani; Hermansyah Aziz; Refilda Suhaili
Jurnal Litbang Industri Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.781 KB) | DOI: 10.24960/jli.v9i1.4661.15-22

Abstract

Penelitian cangkang pensi (Corbicula moltkiana) sebagai penyerap zat warna metanil yellow telah dilakukan dengan sistem batch. Kondisi optimum penyerapan terjadi pada pH 4 dan konsentrasi awal 100 mg/L. Proses adsorpsi terjadi mengikuti model isoterm Langmuir dengan nilai R2 adalah 0,886 pada monolayer dengan kapasitas adsorpsi maksimum (qmax) diperoleh 2,591 mg/g. Hasil analisis gugus fungsi cangkang pensi dengan FTIR menunjukkan adanya interaksi antara molekul zat warna metanil yellow dan gugus fungsi. Analisis morfologi permukaan cangkang pensi menggunakan SEM menunjukkan bahwa pori-pori cangkang pensi telah diisi oleh molekul zat warna metanil yellow. Cangkang pensi dapat digunakan sebagai bahan penyerap zat warna metanil yellow di dalam larutan. ABSTRACTThe study of the Pensi Shell (Corbicula moltkiana) to adsorb metanil yellow (MY)dyes  has been investigated. This study was determined by batch system. The optimum conditions of metanil yellow dyes adsorption occurred at pH 4 and initial concentration 100 mg/L. The adsorption process was properly described by Langmuir isotherm model which was indicated by the value of R2=0,886. This confirmed that the adsorption process was monolayer with maximum adsorption capacity (qmax) was 2,591 mg/g. Functional groups analysis by FTIR showed the interactions MY molecule on pensi shell functional groups. Analysis of morphology surface of pensi shell by SEM indicated that the pore was filled by MY molecules. Pensi shell could be used as adsorbent of metanil yellow dyes in aqueous solution.
Ekstraksi kayu secang (Caesalpinia sappan Linn) dan aplikasinya pada pewarnaan kain katun dan sutera F Failisnur; S Sofyan; S Silfia
Jurnal Litbang Industri Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.758 KB) | DOI: 10.24960/jli.v9i1.5272.33-40

Abstract

Kayu secang (Caesalpinia sappanLinn) mengandung komponen kromofor brazilein yang dapat memberikan warna merah apabila dilarutkan dalam air. Tujuan penelitian adalah untuk melihat pengaruh proses ekstraksi maserasi dan perebusan dari kayu secang menggunakan pelarut air terhadap pewarnaan kain katun dan sutera. Hasil pewarnaan memberikan warna merah muda, merah keunguan, coklat dan coklat keabu-abuan. Pewarnaan kain sutera dengan ekstrak kayu secang yang menggunakan proses perebusan memberikan intensitas warna rata-rata yang lebih tinggi dibandingkan perlakuan lainnya, dengan ketahanan luntur warna yang cukup sampai sangat baik terhadap pencucian, keringat, sinar dan gosokan. abstractSappan wood (Caesalpinia sappan L.) contains a chromophore component of brazilein which can give red color when dissolved in water. The aim of the study was to see the effect of maceration and boiling extraction processes from sappan wood using water solvents on the dyeing of cotton and silk fabrics. The dyeing results gave pink, purplish red, brown and grayish brown. The dyeing of silk fabric with sappan wood extract using the boiling process provided a higher average color intensity compared to other treatments, with color fastness for washing, perspiration, lighting, and rubbing were sufficient to excellent.
Front Matter Jurnal Litbang Industri Vol. 9 No. 1 Juni Tahun 2019 Sofyan Sofyan
Jurnal Litbang Industri Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (913.938 KB) | DOI: 10.24960/jli.v9i1.5313.i-xi

Abstract

Front Matter Jurnal Litbang Industri Vol. 9 No. 1 Juni Tahun 2019