cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
MAJALAH BIAM
ISSN : 02151464     EISSN : 25484842     DOI : -
Core Subject : Education,
Majalah BIAM is a print and online journal that is part of the Ministry of Industry and dedicated as a media dissemination of scientific articles focusing on the field of marine products technology, in addition, Majalah BIAM generally receive articles in the field of Natural Materials, Industry, Various Food Products, Essential Oils and the Environment.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 2 (2014): Majalah BIAM" : 12 Documents clear
HUBUNGAN BERAT–PANJANG BEBERAPA JENIS IKAN PANTAI TIMUR PANANJUNG PANGANDARAN Biantoro, Reynaldo
Majalah BIAM Vol 10, No 2 (2014): Majalah BIAM
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1662.361 KB)

Abstract

Penelitian tentang hubungan berat dan panjang beberapa jenis ikan di Pantai Timur Pananjung Pangandaran telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hubungan antara berat dan panjang ikan di Pantai Timur Pangandaran. Ikan-ikan ditangkap langsung menggunakan jaring arad, alat bagan bersama nelayan, maupun dari TPI (Tempat Pelelangan Ikan) Parigi, kemudian diukur berat dan panjangnya. Analisis berat dan panjang ikan menggunakan metode Rousefell dan Everhart (1960) dan Lagler (1961). Hasil penelitian menunjukkan nilai b yang bervariasi dari 0,654 hingga 2,321. Nilai-nilai b termasuk kecil (dibawah 3) mengindikasikan bahwa ikan di Pantai Timur Pangandaran memiliki pertumbuhan panjang yang lebih besar daripada beratnya.
PENGARUH PENAMBAHAN BUMBU TERHADAP MUTU IKAN ASIN KERING Kaimudin, Marni
Majalah BIAM Vol 10, No 2 (2014): Majalah BIAM
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1162.337 KB)

Abstract

Ikan asin kering bumbu  adalah ikan yang telah diberi bumbu dan dikeringkan dengan bantuan panas. Tujuan dari penelitian ini adalah  untuk memperpanjang  daya simpan ikan  dengan aroma dan cita rasa tertentu. Sebagai pembanding digunakan ikan asin kering buatan sendiri dan ikan asin kering komersial dengan spesifkasi panjang 20 cm, lebar 10 cm dan tebal 1 cm. Metode yang digunakan  adalah metode pengeringan. Hasil mutu ikan asin kering bumbu lebih baik dibandingkan dengan ikan asin kering buatan sendiri dan ikan asin kering komersial. Tingkat persentase kesukaan ikan asin kering bumbu lebih besar dibandingkan ikan asin kering buatan sendiri dan komersial pada penyimpanan 0 bulan dan lebih rendah pada penyimpanan 1 dan 2 bulan.
SURIMI LIMBAH TUNA LOIN SEBAGAI BAHAN FORTIFIKASI DALAM PEMBUATAN “BAGEA SAGU” Gaspersz, Febe F
Majalah BIAM Vol 10, No 2 (2014): Majalah BIAM
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1351.061 KB)

Abstract

Penelitian Surimi  Limbah  Tuna Loin  Sebagai Bahan Fortifkasi  Dalam Pembuatan “Bagea Sagu” telah dilakukan. Penelitian ini menggunakan 5 perlakuan yaitu A1 tepung sagu tanpa surimi, A2 1000 gram tepung sagu + 50 gram surimi, A3 1000 gram tepung sagu + 100 gram surimi, A4 tepung sagu 1000 gram +150 gram surimi, A5 1000 gram tepung sagu + 200 gram surimi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memanfaatkan surimi sebagai bahan fortifkasi dalam pembuatan bagea sagu serta meningkatkan nilai gizi dari bagea sagu terutama kandungan  proteinnya. Hasil penelitian menunjukan bahwa rendemen surimi yang dihasilkan dari 2 kg, limbah dari tuna loin berupa tetelan menghasilkan 800 kg surimi.  kandungan gizi yang di hasikan dari kelima penambahan yaitu kadar protein 3,98% - 6,77%, kadar air  3,7-6,32%, kadar abu 2,73% - 3,50%, kadar lemak 12,76% - 13,87%, kadar karbohidrat 76,83% - 69,54%, nilai energi 438 kkal - 430 kkal. Disimpulkan bahwa perbandingan tepung sagu dan fortifkasi surimi yang terbaik adalah pada perlakuan A5 yaitu memiliki kadar air 6,32%, kadar abu 3,50%, kadar protein 6,77%, kadar lemak 13,87%, terjadi penurunan pada kadar karbohidrat 69,54% dan nilai energi yang di peroleh 430 kkal.
PEMANFAATAN BIOETANOL SEBAGAI SUMBER ENERGI ALTERNATIF PENGGANTI MINYAK TANAH Loupatty, Voulda D.
Majalah BIAM Vol 10, No 2 (2014): Majalah BIAM
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1452.168 KB)

Abstract

Kebutuhan minyak bumi cenderung meningkat sebaliknya cadangan minyak bumi makin menipis. Untuk itu pemanfaatan  bioetanol sebagai sumber energy alternative,  perlu mendapat perhatian serius dalam mengatasi masalah bahan bakar minyak di saat ini maupun untuk waktu yang akan datang. Faktor-faktor yang perlu mendapat perhatian adalah ketersediaan bahan baku , teknologi produksi, aplikasi bioetanol sebagai substitusi minyak tanah dan kelayakan usaha bioetanol. Penelitian ini menggunakan pendekatan data sekunder sebagai sumber datanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber bahan baku bioetanol cukup beragam dan tersedia dalam jumlah yang cukup banyak di Inbonesia  Namun yang perlu mendapat perhatian serius adalah rumput laut. Teknologi budidaya rumput laut mudah dan murah dengan waktu panen yang cukup singkat (sekitar 45 hari). Volume produksi bioetanol rumput laut cukup besar dibandingkan dengan bahan baku lainnya. Kelayakan usaha bioetanol mempunyai keuntungan ganda karena dapat menciptakan lapangan pekerjaan dalam bidang budidaya bahan baku, indutri bioetanol maupun produksi kompor bioetanol. 
ANALISA TOTAL BAKTERI PADA IKAN TUNA ASAP YANG DIRENDAM DENGAN ASAP CAIR “WAA SAGU” SELAMA PENYIMPANAN PADA SUHU KAMAR Nanlohy, Esterlina E.E.M.
Majalah BIAM Vol 10, No 2 (2014): Majalah BIAM
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (905.05 KB)

Abstract

Selama ini cara pengawetan ikan tradisonal biasanya dilakukan dengan  pengasapan tetapi saat ini sudah dikembangkan metode pengawetan lain yaitu menggunakan metode pengasapan asap cair. Asap cair yang digunakan dalam penelitian ini adalah asap cair dari “waa sagu” dengan konsentrasi 5% + garam 5% dan direndam selama 10 menit, jenis ikan yang digunakan yakni ikan tuna (Thunus sp). Daging ikan tuna direndam dalam asap cair dan disimpan selama 10 hari pada suhu kamar. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui mutu mikrobiologis (total plate count) ikan tuna asap yang direndam dengan asap cair  “waa sagu” selama penyimpanan suhu kamar.. Hasil analisa total bakteri pada ikan tuna asap masih memenuhi syarat SNI serta aman dan layak untuk dikonsumsi. Asap cair dari “waa sagu” dapat memperpanjang masa simpan ikan tuna selama 10 hari pada suhu kamar. Asap cair mempunyai sifat antibakteri lebih mudah diaplikasikan dan lebih aman dari asap konvensional dan fraksi tar yang mengandung hidrokarbon aromatik telah dipisahkan, sehingga produk asap cair bebas polutean dan karsinogen.
PENGARUH WAKTU PENYERAPAN DAN MEDIA PENYERAP TERHADAP EFEKTIVITAS PENYERAPAN KANDUNGAN LOGAM BERAT PADA LIMBAH LABORATORIUM Sukaryono, Ignacius D.
Majalah BIAM Vol 10, No 2 (2014): Majalah BIAM
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (982.24 KB)

Abstract

Peranan laboratorium sangatlah penting sebagai tempat melakukan pengujian terhadap parameter yang hendak dianalisa. Pengujian yang dilakukan sebagian besar menggunakan bahan kimia dan menghasilkan limbah yang bersifat berbahaya jika tidak tepat dalam pengolahannya. Salah satu pengolahan limbah laboratorium yaitu dengan menggunakan media penyerap berupa arang aktif dan bio keramik. Dari hasil penelitian didapatkan nilai efektivitas penyerapan sampel larutan limbah laboratorium untuk beberapa macam parameter logam berat. Nilai efektivitas penyerapan tertinggi terdapat pada penyerapan kandungan logam Cr sampel C2 yaitu sebesar 95,9 % dan nilai efektivitas penyerapan terendah terdapat pada penyerapan logam Cd sampel A1 yaitu sebesar 14,53 %. Kombinasi media penyerapan 1 bagian arang aktif dan 2 bagian bio keramik dengan waktu penyerapan 14 hari lebih optimal dalam menyerap kandungan logam berat dan waktu penyaringan dalam sampel larutan limbah laboratorium. Sedangkan untuk parameter kandungan logam berat yang paling optimal diserap media penyerap adalah kandungan logam Cr. Kualitas sampel larutan limbah laboratorium sebelum dan setelah penyerapan tergolong buruk dan tidak masuk ke dalam keempat golongan air menurut peruntukannya sesuai dengan PP No 20 Tahun 1990.
HUBUNGAN BERAT–PANJANG BEBERAPA JENIS IKAN PANTAI TIMUR PANANJUNG PANGANDARAN Reynaldo Biantoro
Majalah BIAM Vol 10, No 2 (2014): Majalah BIAM
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1662.361 KB) | DOI: 10.29360/mb.v10i2.2031

Abstract

Penelitian tentang hubungan berat dan panjang beberapa jenis ikan di Pantai Timur Pananjung Pangandaran telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hubungan antara berat dan panjang ikan di Pantai Timur Pangandaran. Ikan-ikan ditangkap langsung menggunakan jaring arad, alat bagan bersama nelayan, maupun dari TPI (Tempat Pelelangan Ikan) Parigi, kemudian diukur berat dan panjangnya. Analisis berat dan panjang ikan menggunakan metode Rousefell dan Everhart (1960) dan Lagler (1961). Hasil penelitian menunjukkan nilai b yang bervariasi dari 0,654 hingga 2,321. Nilai-nilai b termasuk kecil (dibawah 3) mengindikasikan bahwa ikan di Pantai Timur Pangandaran memiliki pertumbuhan panjang yang lebih besar daripada beratnya.
PENGARUH PENAMBAHAN BUMBU TERHADAP MUTU IKAN ASIN KERING Marni Kaimudin
Majalah BIAM Vol 10, No 2 (2014): Majalah BIAM
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1162.337 KB) | DOI: 10.29360/mb.v10i2.2032

Abstract

Ikan asin kering bumbu  adalah ikan yang telah diberi bumbu dan dikeringkan dengan bantuan panas. Tujuan dari penelitian ini adalah  untuk memperpanjang  daya simpan ikan  dengan aroma dan cita rasa tertentu. Sebagai pembanding digunakan ikan asin kering buatan sendiri dan ikan asin kering komersial dengan spesifkasi panjang 20 cm, lebar 10 cm dan tebal 1 cm. Metode yang digunakan  adalah metode pengeringan. Hasil mutu ikan asin kering bumbu lebih baik dibandingkan dengan ikan asin kering buatan sendiri dan ikan asin kering komersial. Tingkat persentase kesukaan ikan asin kering bumbu lebih besar dibandingkan ikan asin kering buatan sendiri dan komersial pada penyimpanan 0 bulan dan lebih rendah pada penyimpanan 1 dan 2 bulan.
SURIMI LIMBAH TUNA LOIN SEBAGAI BAHAN FORTIFIKASI DALAM PEMBUATAN “BAGEA SAGU” Febe F Gaspersz
Majalah BIAM Vol 10, No 2 (2014): Majalah BIAM
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1351.061 KB) | DOI: 10.29360/mb.v10i2.2033

Abstract

Penelitian Surimi  Limbah  Tuna Loin  Sebagai Bahan Fortifkasi  Dalam Pembuatan “Bagea Sagu” telah dilakukan. Penelitian ini menggunakan 5 perlakuan yaitu A1 tepung sagu tanpa surimi, A2 1000 gram tepung sagu + 50 gram surimi, A3 1000 gram tepung sagu + 100 gram surimi, A4 tepung sagu 1000 gram +150 gram surimi, A5 1000 gram tepung sagu + 200 gram surimi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memanfaatkan surimi sebagai bahan fortifkasi dalam pembuatan bagea sagu serta meningkatkan nilai gizi dari bagea sagu terutama kandungan  proteinnya. Hasil penelitian menunjukan bahwa rendemen surimi yang dihasilkan dari 2 kg, limbah dari tuna loin berupa tetelan menghasilkan 800 kg surimi.  kandungan gizi yang di hasikan dari kelima penambahan yaitu kadar protein 3,98% - 6,77%, kadar air  3,7-6,32%, kadar abu 2,73% - 3,50%, kadar lemak 12,76% - 13,87%, kadar karbohidrat 76,83% - 69,54%, nilai energi 438 kkal - 430 kkal. Disimpulkan bahwa perbandingan tepung sagu dan fortifkasi surimi yang terbaik adalah pada perlakuan A5 yaitu memiliki kadar air 6,32%, kadar abu 3,50%, kadar protein 6,77%, kadar lemak 13,87%, terjadi penurunan pada kadar karbohidrat 69,54% dan nilai energi yang di peroleh 430 kkal.
PEMANFAATAN BIOETANOL SEBAGAI SUMBER ENERGI ALTERNATIF PENGGANTI MINYAK TANAH Voulda D. Loupatty
Majalah BIAM Vol 10, No 2 (2014): Majalah BIAM
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1452.168 KB) | DOI: 10.29360/mb.v10i2.2029

Abstract

Kebutuhan minyak bumi cenderung meningkat sebaliknya cadangan minyak bumi makin menipis. Untuk itu pemanfaatan  bioetanol sebagai sumber energy alternative,  perlu mendapat perhatian serius dalam mengatasi masalah bahan bakar minyak di saat ini maupun untuk waktu yang akan datang. Faktor-faktor yang perlu mendapat perhatian adalah ketersediaan bahan baku , teknologi produksi, aplikasi bioetanol sebagai substitusi minyak tanah dan kelayakan usaha bioetanol. Penelitian ini menggunakan pendekatan data sekunder sebagai sumber datanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber bahan baku bioetanol cukup beragam dan tersedia dalam jumlah yang cukup banyak di Inbonesia  Namun yang perlu mendapat perhatian serius adalah rumput laut. Teknologi budidaya rumput laut mudah dan murah dengan waktu panen yang cukup singkat (sekitar 45 hari). Volume produksi bioetanol rumput laut cukup besar dibandingkan dengan bahan baku lainnya. Kelayakan usaha bioetanol mempunyai keuntungan ganda karena dapat menciptakan lapangan pekerjaan dalam bidang budidaya bahan baku, indutri bioetanol maupun produksi kompor bioetanol. 

Page 1 of 2 | Total Record : 12