cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Arena Tekstil
ISSN : 05184010     EISSN : 25487264     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal ini memuat artikel dalam bidang tekstil yang meliputi teknik, kimia, material, desain serta konservasi energi dan lingkungan. Jurnal ini mempublikasikan artikel hasil penelitian orisinal yang menyampaikan informasi baru pada bidang tekstil, hasil penelitian teknis yang menggambarkan suatu pengembangan, kemajuan teknis, dan inovasi dalam manufaktur dan processing, teknik laboran dengan data eksperimental yang cukup yang mengilustrasikan kegunaan suatu metoda atau peralatan tertentu, atau artikel tinjauan ilmiah (review) yang mengupas secara kritis suatu topik pada bidang tekstil yang cukup penting. Topik bahasan tidak bersifat umum, tetapi berupa suatu aspek yang dibahas secara mendalam.
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 30, No 2 (2015)" : 14 Documents clear
MODIFIKASI ATBM UNTUK PEMBUATAN MOTIF TENUN IKAT Saeful Islam; Emma Yuniar Rakhmatiara; Ineu Widiana; Rifaida Eriningsih
Arena Tekstil Vol 30, No 2 (2015)
Publisher : Balai Besar Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1821.112 KB) | DOI: 10.31266/at.v30i2.1950

Abstract

Telah dilakukan penelitian diversifikasi proses pembuatan motif tenun ikat menggunakan ATBM printing. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan variasi motif tenun ikat yang lebih variatif, proses lebih cepat, tahapan proses lebih pendek, pengerjaan yang lebih mudah, relatif lebih murah dan dengan faktor kesalahan kecil. Proses pembuatan motif tenun ikat dilakukan dengan menambah meja printing pada bagian belakang ATBM yaitu antara boom lusi dan sisir tenun. Motif tenun ikat dibuat pada screen kemudian dilakukan printing pada untaian-untaian benang lusi di atas meja printing. Proses pertenunan dilakukan setelah motif pada benang lusi kering. Untuk mempercepat pengeringan motif, pada pasta printing ditambahkan isopropanol (IPA) dengan rentang konsentrasi 10g/kg-50 g/kg pasta printing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa viskositas pasta yang diperoleh 6000 cps-13000 cps, waktu kering 7 menit-22 menit, beda warna 0,34-0,72 dan penurunan warna sampai dengan 2,68% serta tahan luntur warna motif terhadap pencucian dengan nilai 4-5 standar skala abu-abu. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa viskositas pasta masih memenuhi persyaratan untuk proses hand printing, waktu kering relatif cepat, beda warna dan penurunan warna yang relatif kecil, dengan ketahanan luntur warna yang cukup baik.
POTENSI SERAT RAMI (BOEHMERIA NIVEA S. GAUD) SEBAGAI BAHAN BAKU INDUSTRI TEKSTIL DAN PRODUK TEKSTIL DAN TEKSTIL TEKNIK Eva Novarini; Mochammad Danny Sukardan
Arena Tekstil Vol 30, No 2 (2015)
Publisher : Balai Besar Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1854.901 KB) | DOI: 10.31266/at.v30i2.1984

Abstract

Ketergantungan industri tekstil nasional terhadap bahan baku kapas impor masih sangat tinggi. Serat rami diharapkan dapat menjadi serat selulosa alternatif yang mampu mengurangi penggunaan serat kapas untuk bahan baku tekstil dan produk tekstil (TPT). Beberapa sifat serat rami hampir menyerupai sifat serat kapas namun kekuatan tarik serat rami dua kali lipat lebih besar dan daya serap airnya lebih tinggi daripada serat kapas. Pengembangan serat rami untuk bahan baku TPT masih memiliki kendala diantaranya kurang berminatnya masyarakat untuk membudidayakan tanaman rami, terbatasnya lahan perkebunan rami, proses pengolahan batang basah serat rami terutama proses degumming yang belum mampu menghasilkan kualitas serat rami siap pintal yang sesuai serta teknologi proses pemintalan serat rami sistem kapas maupun sistem worsted yang belum dikuasai sepenuhnya. Prospek serat rami untuk bahan baku TPT dan tekstil teknik sangat besar. Untuk kain sandang, campuran 45% rami dengan 55% kapas menghasilkan tekstur seperti kain linen yang eksklusif. Serat rami juga berpotensi sebagai bahan baku komposit dengan matriks polimer. Komposit polimer dengan penguat serat rami dapat digunakan untuk komponen otomotif dan lain sebagainya. Balai Besar Tekstil selaku lembaga litbang pemerintah turut memiliki tanggung jawab terhadap pertumbuhan kemampuan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang tekstil. Untuk mendukung pengembangan serat rami sebagai bahan baku TPT maka arah riset Balai Besar Tekstil dapat ditujukan pada peningkatan kualitas serat rami serta diversifikasi produk akhir berbahan serat rami. Hal ini diselaraskan dengan fokus litbang Balai Besar Tekstil yaitu mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku impor melalui substitusi bahan baku dari dalam negeri.
IDENTIFIKASI SIFAT FISIK DAN SIFAT TERMAL SERAT-SERAT SELULOSA UNTUK PEMBUATAN KOMPOSIT Agus Surya Mulyawan; Arif Wibi Sana; Zubaidi Kaelani
Arena Tekstil Vol 30, No 2 (2015)
Publisher : Balai Besar Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1409.132 KB) | DOI: 10.31266/at.v30i2.1955

Abstract

Penelitian sifat fisik dan termal pada serat-serat selulosa yaitu rami, kapas, dan rayon viskosa telah dilakukan dalam rangka pemanfaatannya sebagai bahan komposit. Sifat-sifat tersebut perlu diketahui agar didapatkan satu serat selulosa dengan sifat fisik dan termal yang optimal sehingga berpotensi menghasilkan bahan komposit yang anti korosi, ramah lingkungan, dan ringan. Untuk mengetahui sifat fisik dan termal maka dilakukan pengujianpengujian, yaitu pengujian kekuatan tarik, mulur, moisture regain, perubahan panjang pada suhu (30-250)oC, danperubahan berat pada suhu (30-350)oC. Hasil penelitian menunjukan bahwa serat rami mempunyai kekuatan paling tinggi yaitu 5,5 g/den, mulur (5%), dan moisture regain (6%), serta sifat termalnya paling stabil. Serat kapas mempunyai kekuatan lebih kecil dibandingkan dengan rami yaitu 3,95 g/den, tetapi mulur (6,5%), dan moisture regain-nya (8,5%) lebih tinggi, serta mempunyai sifat termal sedang. Serat rayon mempunyai sifat termal dan kekuatan paling kecil yaitu 1,95 g/den, tetapi mulur (14,5%), dan moisture regain-nya (12,5) paling tinggi. Komposit dari rami dengan resin polivinil asetat dan pelarut air telah dibuat. Semakin kecil penggunaan resin maka volume dan berat komposit relatif semakin kecil pula.
STUDI MEKANISME DEGRADASI FOTOKATALITIK ZAT WARNA AZO ACID RED 4 MENGGUNAKAN KATALIS MIKROPARTIKEL TiO2 Doni Sugiyana; Suprihanto Notodarmojo
Arena Tekstil Vol 30, No 2 (2015)
Publisher : Balai Besar Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2014.281 KB) | DOI: 10.31266/at.v30i2.1956

Abstract

Dalam penelitian ini dipelajari mekanisme degradasi fotokatalitik air limbah tekstil simulasi mengandung zat warna azo Acid Red 4 (AR4) menggunakan katalis mikropartikel TiO2.Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran tahapan degradasi fotokatalitik berupa pemutusan struktur molekul zat warna AR4. Mekanisme degradasi dianalisis melalui pengukuran terhadap TOC, pH dan spektra absorbansi warna seiring interval waktu proses fotokatalitik, dilanjutkan dengan identifikasi produk degradasi menggunakan GC-MS. Setelah irradiasi UV selama 5 jam terjadi penurunan TOC hingga 90%, mengindikasikan terjadinya proses mineralisasi terhadap AR4. Penurunan puncak spektra absorbansi pada rentang panjang gelombang 300-320 nm dan 490-510 nm menunjukkan adanya pemutusan struktur molekul AR4 menjadi senyawa yang lebih sederhana, terdiri dari pemutusan kromofor warna (ikatan azo) dan pemutusan cincin-cincin senyawa amina aromatik (cincin benzen dan naftalen). Lebih lanjut, identifikasi produk degradasi dengan GC-MS seiring interval waktu proses fotokatalitik menunjukkan bahwa proses degradasi diawali dengan tahapan pemutusan molekul zat warna menjadi senyawa antara dilanjutkan dengan tahapan destruksi senyawa antara menjadi asam-asam organik sederhana yang mendekati tingkat mineralisasi.

Page 2 of 2 | Total Record : 14