cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penelitian Pendidikan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 15, No 2 (2015): PENGEMBANGAN MODEL" : 12 Documents clear
DISAIN SIMULATOR AUTOMOTIVE AIR CONDITIONING UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI MAHASISWA Sumardi, Kamin
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 15, No 2 (2015): PENGEMBANGAN MODEL
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi automotive air conditioning dan aplikasinya sangat cepat, salah satunya dengan menerapkan green technology. Penerapan green technology pada teknologi air conditioning, karena masih menggunakan refrigeran yang mengandung unsur kimia yang merusak lapisan ozon dan pemanasan global. Alih teknologi bidang air conditioning yang ramah lingkungan, belum dibarengi dengan ketersediaan tenaga kerja pada tingkat SMK dan perguruan tinggi yang memadai, baik kuantitas maupun kompetensinya. Pada level SMK dan perguruan tinggi, kompetensi akademik dan vokasional bidang automotive air conditioning harus terus ditingkatkan dan diperbaharui sesuai dengan perkembangan teknologinya. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan simulator automotive air conditioner dan model pembelajaran tata udara pada otomotif berwawasan teknologi ramah lingkungan. Penelitian menggunakan metode research and development dengan langkah-langkah: studi pendahuluan, perencanaan, pengembangan melalui uji coba simulator, validasi, dan produk akhir. Simulator dibuat sesuai dengan kondisi di dunia kerja agar tidak terjadi miskonsepsi dan mala-praktek automotive air conditioning. Simulator ini dibuat secara kompak dan mobile atau dapat dipindah dan dibawa. Model pembelajaran disesuaikan dengan kebutuhan kompetensi yang dipersyaratkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan bantuan simulator automotive air conditioner dan model pembelajaran yang tepat mahasiswa mampu menyerap konsep dan praktek lebih cepat 85%. Hasil belajar pada ranah afektif, kognitif, psikomotor dan kompetensi meningkat secara signifikan.Kata kunci: simulator, automotive air conditioning, model pembelajaran
STRATEGI TINDAK TUTUR DIREKTIF GURU DAN RESPONSWARNA AFEKTIF SISWA (Kajian Pragmatik dan Implikasinya dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP) Sumarti, Sumarti
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 15, No 2 (2015): PENGEMBANGAN MODEL
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpp.v15i2.1304

Abstract

Cinta dan harga diri merupakan kebutuhan dasar siswa yang dapat dipenuhi guru melalui strategi tindak tutur direktif guru (STTDG). Untuk menjaga perasaan siswa agar merasa dicintai dan dihargai, guru perlu menggunakan STTDG  yang dapat memunculkan respons warna afektif positif siswa (RWAPS) sehingga pembelajaran berlangsung kondusif dan menyenangkan. Kenyataannya, masih ada kekerasan verbal yang dilakukan guru dan berdampak pada psikis siswa (rendah diri, trauma, malas). Oleh karena itu,  penelitian ini bertujuan untuk memerikan STTDG yang be-RWAPS sebagai basis dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP. Oleh karena itu, kajian STTDG yang beRWAPS sangat penting dilakukan. Berdasarkan hal itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan STTDG dalam pembelajaran dan RWAS terhadapnya.Sejalan dengan tujuan penelitian, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif-fenomenologis. Data penelitian dikumpulkan dengan teknik observasi, teknik catat, sadap rekam, dan wawancara.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi komunikasi tindak tutur direktif guru  (TDG) terdiri atas memerintah, meminta, melarang, menyarankan, menanya, dan mengajak; realisasi TDG dengan strategi direct/langsung dan indirect/tidak langsung;  STTDG yang mendapat RWAPS ialah (a) tuturan langsung, (b) mengandung unsur pujian, (c) menggunakan sapaan penanda sayang dan nama, (d) menghindari penggunaan kata saya dan kamu, (e) melibatkan penutur dan mitra tutur dalam kegiatan, (f) menggunakan penanda permintaan halus, (g) mengandung lelucon, (h) mempertimbangkan keinginan mitra tutur, (i) mengupayakan kesepakatan, dan (j) tuturan tidak langsung. Sementara itu, STTDG yang be-RWANS tuturan yang (a) tidak langsung mengandung ironi, (b) menyapa dengan kata seru, (c) membandingkan, dan (d) mengandung unsur celaan.Kata Kunci:  strategi tindak tutur direktif, direct-indirect, respons warna afektif
IMPLEMENTASI DAN PENGEMBANGAN MODEL PERMAINAN FUNTASTIC “GANBATTE DAN BINGO MATEMATIK” UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN OPERASI HITUNG PERKALIAN SISWA KELAS 3 SEKOLAH DASAR Rahayu, Puji
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 15, No 2 (2015): PENGEMBANGAN MODEL
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpp.v15i2.1295

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kemampuan operasi hitung perkalian bagi siswa sekolah dasar. Peneliti merasa prihatin karena berdasarkan hasil observasi dan wawancara di beberapa sekolah di Purwakarta banyak siswa SD di kelas tinggi yang masih kesulitan melakukan operasi hitung perkalian, sehingga mereka kesulitan memahami konsep-konsep matematika yang lain. Subjek dalam hal ini penelitian adalah siswa kelas 3 SDN 2 Nagrikaler Purwakarta. Metode yang akan digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan 3 siklus. Penelitian bermaksud mengembangkan dan mengimplementasikan permainan  funtastic ganbate dan bingo matematik untuk meningkatkan keterampilan berhitung operasi perkalian siswa SD. Selain itu penelitian ini akan mendeskripsikan hasil belajar sebelum, sesudah dan aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran matematika dengan menggunakan permainan funtastic ganbate dan bingo matematik. Penelitian ini telah akan menghasilkan Silabus dan RPP, media, model serta alat evaluasi pembelajaran operasi hitung perkalian matematika dengan menggunakan model permainan funtastic Ganbatte dan Bingo Matematik di kelas III di sekolah dasar.Kata kunci: permainan funtastic, operasi hitung perkalian
BAHAN AJAR ASAM-BASA MENGGUNAKAN KONTEKS BAHAN PENGAWET MAKANAN UNTUK MENGEMBANGKAN LITERASI SAINS SMK JURUSAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN HASIL PERTANIAN (TPHP) Solikha, Dian Farkhatus
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 15, No 2 (2015): PENGEMBANGAN MODEL
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpp.v15i2.1300

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar asam-basa menggunakan konteks bahan pengawet makanan yang dapat mengembangkan kemampuan literasi sains siswa SMK jurusan Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian (TPHP) serta mengevaluasi kualitas bahan ajar tersebut berdasarkan validasi ahli, pengujian keterbacaan, dan penilaian guru. Penelitian dimulai dengan pembuatan bahan ajar dengan pendekatan STL (Scientific Literacy and Technology) kemudian disempurnakan dengan metode validasi dan pengembangan. Validasi yang digunakan pada penelitian ini meliputi validasi ahli. Selain itu, bahan ajar juga melalui pengujian keterbacaan dan penilaian guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa empat dimensi sains tertuang dalam bahan ajar, nilai CVR dan CVI menunjukkan bahwa bahan ajar sangat sesuai digunakan dalam pembelajaran baik dalam pembelajaran kimia adaptif maupun pembelajaran mata pelajaran produktif TPHP materi bahan tambahan makanan, persentase total keterbacaan 75,3 % menunjukkan bahwa bahan ajar dapat digunakan untuk siswa SMK Jurusan TPHP karena mudah untuk dipahami dan termasuk bahan ajar yang baik sekali merujuk pada hasil persentase penilaian guru sebesar 98%. Kekuatan bahan ajar terletak pada aspek visualisasi (kalimat, ukuran huruf, jenis huruf, tampilan gambar) dan aspek ketertarikan siswa dalam mempelajari materi produktif TPHP, sedangkan kelemahan bahan ajar terletak pada aspek ketertarikan siswa dalam mempelajari materi kimia.Kata Kunci: bahan ajar, literasi sains, validasi ahli, pengujian keterbacaan, penilaian guru
MODEL PEMBELAJARAN TARI KREATIF MELALUI PENGEMBANGAN BISINDO PADA SISWA TUNA RUNGU DI SMPLB-B BUDI NURANI KOTA SUKABUMI Hendrilianti, Yulia
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 15, No 2 (2015): PENGEMBANGAN MODEL
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpp.v15i2.1296

Abstract

Penelitian ini membahas tentang bagaimana mengajarkan tari kreatif pada siswa tunarungu kelas 8 SMPLB-B Budi Nurani Kota Sukabumi dengan mengembangkan kode-kode yang ada dalam Bisindo yang mirip dengan gerakan-gerakan tari sesuai dengan ritmik tari. Bagi siswa tunarungu, menari sesuai dengan ritmik adalah sesuatu yang relatif sulit karena membutuhkan beberapa kode visual yang merepresentasikan gerakan-gerakan Tertentu dalam menari. Melalui model pembelajaran ini, peneliti berupaya untuk mengadaptasi kode-kode Bisindo yang familiar bagi siswa tunarungu untuk digunakan dalam menari. Dengan menggunakan kode-kode ini, para siswa terampil dan mampu berpikir kritis serta menciptakan gerakan-gerakan tari yang diadaptasi dari kode-kode Bisindo.Kata kunci: model pembelajaran, tari kreatif,  isyarat jari bisindo, siswa tuna rungu
MODEL PEMBELAJARAN ILUSTRASI BERBASIS PERTUNJUKAN DRAMA Puspita, Yulia
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 15, No 2 (2015): PENGEMBANGAN MODEL
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpp.v15i2.1301

Abstract

Penelitian ini berpijak pada permasalahan yang sering terjadi dalam bidang seni rupa khususnya ilustrasi dan sastra khususnya drama. Ilustrasi dan drama memiliki keterkaitan yang erat. Drama merupakan kesenian yang kompleks karena di dalamnya banyak melibatkan cabang seni yang lain. Ilustrasi sangat dibutuhkan perannya dalam memvisualisasikan naskah drama yang akan dipertunjukkan. Berdasarkan permasalahan tersebut, rumusan masalah penelitian yaitu bagaimanakah rancangan model pembelajaran ilustrasi berbasis pertunjukan drama? Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang didasarkan pada paradigma kualitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis, yaitu dengan memaparkan secara kualitatif analisis yang dilakukan terhadap data-data penelitian. Hasil pengembangan model merupakan rancangan  yang dilakukan melalui tahapan dengan menggunakan model 4-D dan tipe STAD. Naskah drama dijadikan alat pembelajaran dalam pengerjaan tugas dengan pendekatan kooperatif.Melalui pembelajaran kooperatif diharapkan menghasilkan model pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam pembelajaran ilustrasi, khususnya pada mahasiswa Jurusan Pendidikan Seni Rupa.Kata Kunci: model pembelajaran, ilustrasi, dan drama
KOMPARASI BIAYA UPAH PEKERJAAN BETON BERDASARKAN ANALISA KONVENSIONAL DENGAN ANALISA MODERN Nurasiyah, Siti
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 15, No 2 (2015): PENGEMBANGAN MODEL
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpp.v15i2.1297

Abstract

Anggaran biaya merupakan salah satu unsur fungsi perencanaan proyek konstruksi. Penyusunan anggaran merupakan perencanaan secara detail perkiraan biaya bagian atau keseluruhan kegiatan proyek, yang selanjutnya digunakan untuk menerapkan fungsi pengawasan dan pengendalian biaya serta waktu pelaksanaan. Perhitungan anggaran biaya biaya terdiri dari 5 (lima) hal yang pokok, yaitu tenaga kerja, bahan, alat, overhead, dan profit. Tenaga kerja merupakan salah satu sumber daya proyek yang menentukan keberhasilan proyek harus memiliki kualifikasi, keterampilan dan keahlian yang sesuai dengan kebutuhan untuk mencapai sasaran proyek. Salah satu faktor yang harus dipertimbangkan dalam merencanakan tenaga kerja adalah produktivitas tenaga kerja. Perhitungan anggaran biaya dengan menggunakan analisa modern menetapkan produktivitas tenaga kerja secara jelas dan lebih detail sesuai dengan ukuran dari bahan yang digunakan dan masing-masing rincian aktivitas, dengan satuan waktunya jam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besar biaya upah dengan analisa konvensional (AHSP) dan analisa modern pada pekerjaan beton bertulang, serta untuk mengetahui besar perbedaan biaya upah pekerjaan beton dengan analisa konvensional (AHSP) dan analisa modern. Hasil yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah dapat mengetahui komparasi besarnya biaya upah pada pekerjaan beton bertulang yang diamati berdasarkan analisa konvensional (AHSP) dan analisa modern. Besar biaya upah pekerjaan beton dengan Analisa Konvensional (AHSP PU) adalah sebesar Rp 78.320.606. Besar biaya upah pekerjaan beton dengan Analisa Modern (koefisien rendah) adalah sebesar Rp 22.828.020, sedangkan biaya pekerjaan beton dengan Analisa Modern (koefisien tinggi) adalah sebesar Rp 46.688.319. Selisih biaya RAB upah pekerjaan beton antara AHSP Kementerian Pekerjaan Umum dengan Analisa Modern (koefisien rendah) adalah sebesar Rp 55.492.585 (70,85%), sedangkan selisih biaya RAB upah pekerjaan beton AHSP Kementerian Pekerjaan Umum dengan Analisa Modern (koefisien tinggi) adalah sebesar Rp 31.632.287 (30,39%). Biaya upah pada pekerjaan beton dengan menggunakan AHSP Kementerian Pekerjaan Umum meliputi biaya langsung dan biaya tidak langsung termasuk biaya umum (overhead), transportasi, dan lain-lain, sehingga perlu diidentifikasi berapa besar biaya tak langsung yang disisipkan pada produktivitas tenaga kerja dan biaya satuan pada AHSP Kementerian Pekerjaan Umum, untuk mendapatkan biaya aktual pelaksanaan di lapangan.Kata kunci: analisa modern, analisa konvensional, AHSP, RAB
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS STORYTELLING: SEBUAH TEROBOSAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN OUTPUT PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS ANAK USIA DINI Setyarini, Sri
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 15, No 2 (2015): PENGEMBANGAN MODEL
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini terfokus pada pengembangan model pembelajaran berbasis Storytelling dalam upaya meningkatkan hasil pembelajaran bahasa Inggris anak usia dini. Subyek penelitian ini adalah kelas 4A SD PN Setiabudhi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui jenis cerita seperti apa yang sesuai untuk siswa SD, bagaimana mengimplementasikan dan apa kendala dan solusi yang perlu diambil. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang berlangsung dalam dua siklus. Selain hasil observasi kelas sebagai hasil selama tindakan, interview kepada guru dan siswa juga dilakukan untuk mendapatkan data yang akurat yang melengkapi data dari observasi kelas. Untuk mengetahui kemampuan awal siswa dalam berbahasa Inggris, Pre-assesemen diberikan. Sebaliknya untuk mengetahui sejauhmana kemampuan siswa meningkat, mereka diberi post-assesment. Materi dalam Pre dan Post assesmen tidak sama persis tetapi beberapa soal disusun secara acak penomerannya sehingga siswa tidak dapat menghafal jawabannya. Data yang terkumpul dari beberapa sumber dianalisis dengan mengacu pada teori pembelajaran anak usia dini dan menginterpretasikannya. Hasil analisis kemudian dideskripsikan untuk menjawab beberapa pertanyaan penelitian. Secara umum, temuan penelitian ini menunjukkan bahwa Storytelling dapat dijadikan salah satu alternatif dalam meningkatkan hasil pembelajaran bahasa Inggris  bagi siswa SD. Hal ini dikarenakan model ini dapat menawarkan banyak kesempatan kepada siswa untuk berlatih berkomunikasi dalam bahasa Inggris.Namun demikian, ada beberapa kendala yang masih dihadapi oleh guru dalam menerapkan metode ini, diantaranya: bahan cerita yang masih terbatas, tidak memadainya waktu untuk pelajaran bahasa Inggris, kelas yang besar, dan target pencapaian materi yang ditentukan oleh kurikulum dan silabus membuat guru kurang leluasa dalam menerapkan metode ini. Mempertimbangkan kendala tersebut, mereka mengajukan beberapa solusi yaitu: membuat sistem co-teachers dengan dosen EYL(English for young learners), penambahan jam pelajaran, meningkatkan sarana dan prasarana, dan partisipasi aktif dari stakeholders.Kata kunci: storytelling, pre-assesmen, post-assesmen,solusi,inovasi, fun
LIMBANGAN ARCHAEOLOGICAL SITE CULTURE AS A SOURCE TO STUDENTS OF JUNIOR HIGH SCHOOL Suhartini, Ani
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 15, No 2 (2015): PENGEMBANGAN MODEL
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat Limbangan, secara administratif menjadi  bagian masyarakat Kabupaten Garut. Penelitian ini berkenaan dengan Temuan Situs Budaya Limbangan dan pembelajarannya dengan fokus kajian pada (1) Jenisjenis Situs Budaya Limbangan; (2) Keunikan-keunikannya; dan (3) Penyusunan untuk bahan ajar seni budaya SMP. Penelitian ini menggunakan metoda kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data lewat observasi, studi dokumen dan wawancara. Penelitian ini mengurai secara deskriptip sebagai temuan yakni bermacam situs budaya diseputarGunung Sangiang berupa bangunan kuno, monolit, tempat pemujaan, makam dan berbagai perkakas batu bervariasi. Keunikan dari masing-masing situs budaya Limbangan tampak dari bentuk, bahan baku dan tehnik pengerjaanya. Situs Limbangan dijadikan sebagai bahan ajar untuk  siswa SMP kelas VII untuk peningkatan pengetahuan, keterampilan dan  sikap apresiatif. Situs budaya Limbangan, makna dan ceritanya merupakan budaya local yang harus dijunjung kelestarianya.Kata kunci: situs budaya Limbangan, keunikan situs, bahan ajar seni budaya
PEMBELAJARAN KESENIAN REJUNG MELALUI PENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK PENANAMAN NILAI BUDAYA LOKAL DI UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG Hidayatullah, Fadhilah
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 15, No 2 (2015): PENGEMBANGAN MODEL
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpp.v15i2.1303

Abstract

Latar belakang penelitian ini dilandasi oleh pentingnya pewarisan budaya lokal pada seni rejung. Terkait hal tersebut, maka desain pembelajaran vokal dasar seni rejung harus di apresiasi oleh peserta didik. Permasalahan yang dikembangkan yakni aplikasi desain pembelajaran vokal dasar seni rejung di Universitas PGRI Palembang. Teori utama yang digunakan yakni pembelajaran melalui pendekatan saintifik pada seni rejung. Penelitian ini menggunakan metode “action research”, sedangkan subjek nya yakni kelas VI.A yang berjumlah 30 mahasiswa. Teknik dalam pengumpulan data yakni menggunakan lembar observasi, kuesioner, serta dokumentasi. Sedangkan analisisnya menggunakan penghitungan data hasil observasi, dan kuesioner. Adapun hasil pada penelitian ini yakni mahasiswa dapat memahami dalam menyanyikan seni rejung. Dengan demikian, hasil dari desain pembelajaran vokal dasar seni rejung menggunakan pendekatan saintifik, pada mahasiswa Prodi Pendidikan Sendratasik Universitas PGRI Palembang dapat di aplikasikan dengan baik.Kata Kunci: pembelajaran vokal dasar seni rejung, dan pendekatan saintifik

Page 1 of 2 | Total Record : 12


Filter by Year

2015 2016


Filter By Issues
All Issue Vol 25, No 2 (2025) Vol 25, No 1 (2025) Vol 23, No 1 (2023): Pendidikan Vol 22, No 3 (2022) Vol 22, No 2 (2022) Vol 22, No 1 (2022) Vol 21, No 3 (2021) Vol 21, No 2 (2021) Vol 21, No 1 (2021) Vol 20, No 3 (2020) Vol 20, No 2 (2020) Vol 20, No 1 (2020): MEDIA PEMBELAJARAN Vol 19, No 3 (2019): PERMASALAHAN PENDIDIKAN Vol 19, No 2 (2019): PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN Vol 19, No 1 (2019): STRATEGI PROSES BELAJAR MENGAJAR Vol 19, No 1 (2019): STRATEGI PROSES BELAJAR MENGAJAR Vol 18, No 3 (2018): PENGEMBANGAN MUTU PENDIDIKAN Vol 18, No 3 (2018): PENGEMBANGAN MUTU PENDIDIKAN Vol 18, No 2 (2018): KOMPETENSI PENDIDIKAN Vol 18, No 2 (2018): KOMPETENSI PENDIDIKAN Vol 18, No 1 (2018): MUTU PENDIDIKAN Vol 18, No 1 (2018): MUTU PENDIDIKAN Vol 17, No 3 (2017): MANAJEMEN MUTU PENDIDIKAN DAN MODEL PEMBELAJARAN Vol 17, No 3 (2017): MANAJEMEN MUTU PENDIDIKAN DAN MODEL PEMBELAJARAN Vol 17, No 2 (2017): BAHASA, BUDAYA DAN PEMBELAJARAN Vol 17, No 2 (2017): BAHASA, BUDAYA DAN PEMBELAJARAN Vol 17, No 1 (2017): PENGEMBANGAN PROFESIONALISME TENAGA PENDIDIK Vol 17, No 1 (2017): PENGEMBANGAN PROFESIONALISME TENAGA PENDIDIK Vol 16, No 3 (2016): KREATIFITAS DAN TEKNOLOGI INFORMASI Vol 16, No 3 (2016): KREATIFITAS DAN TEKNOLOGI INFORMASI Vol 16, No 2 (2016): PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN Vol 16, No 2 (2016): PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN Vol 16, No 1 (2016): PENGEMBANGAN DAN STRATEGI PEMBELAJARAN Vol 16, No 1 (2016): PENGEMBANGAN DAN STRATEGI PEMBELAJARAN Vol 15, No 3 (2015): STRATEGI DAN PEMBELAJARAN Vol 15, No 3 (2015): STRATEGI DAN PEMBELAJARAN Vol 15, No 2 (2015): PENGEMBANGAN MODEL Vol 15, No 2 (2015): PENGEMBANGAN MODEL Vol 15, No 2 (2015): Penelitian Pendidikan Vol 15, No 1 (2015): INOVASI MODEL DALAM PENDIDIKAN Vol 15, No 1 (2015): INOVASI MODEL DALAM PENDIDIKAN Vol 15, No 1 (2015): Penelitian Pendidikan Vol 14, No 2 (2014): PEMBELAJARAN DAN PENDIDIKAN KARAKTER Vol 14, No 2 (2014): PEMBELAJARAN DAN PENDIDIKAN KARAKTER Vol 14, No 1 (2014): INOVASI MODEL DALAM PENDIDIKAN Vol 14, No 1 (2014): INOVASI MODEL DALAM PENDIDIKAN Vol 13, No 2 (2013): APLIKASI MODEL PEMBELAJARAN Vol 13, No 2 (2013): APLIKASI MODEL PEMBELAJARAN Vol 13, No 1 (2013): MODEL PEMBELAJARAN Vol 13, No 1 (2013): MODEL PEMBELAJARAN More Issue