cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
GEA, Jurnal Pendidikan Geografi
ISSN : 14120313     EISSN : 25497529     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Geografi Gea is the information media academics and researchers who have attention to developing the educational disciplines and disciplines of Geography Education in Indonesia. GEA taken from the Greek Ghea means "God of Earth." Jurnal Geografi Gea provides a way for students, lectures, and other researchers to contribute to the scientific development of Geography Education. GEA received numerous research articles in the field of Geography Education Science and Geography.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 2 (2013)" : 7 Documents clear
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARANCREATIVE PROBLEM SOLVING DAN INQUIRYBERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI UNTUK MENUMBUHKANPEMAHAMAN MATERI GEOGRAFI (Studi Eksperimen di SMA Taruna Bakti Bandung) Widiawati, Erni
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 13, No 2 (2013)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v13i2.3354

Abstract

Mata pelajaran Geografi membangun dan mengembangkan pemahaman peserta didik tentang variasi dan organisasi spasial masyarakat, tempat dan lingkungan pada muka bumi. Proses pembelajaran yang dilaksanakan di dalam kelas lebih diarahkan pada kemampuan peserta didik untuk menghafalkan informasi dan kurang mampu menggunakan informasi tersebut jika menemukan masalah dalam kehidupan nyata yang berhubungan dengan konsep yang dimiliki. Indikator dari kekurang berhasilan tersebut adalah pemahaman peserta didik terhadap materi pembelajaran masih rendah, hal ini terlihat dari tidak sesuainya prestasi belajar peserta didik dengan standar atau KKM yang telah ditentukan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X di SMA Taruna Bakti Bandung tahun ajaran 2012/2013 sebanyak 107 peserta didik yang terbagi dalam tiga kelas. Sampel yang digunakan sebanyak tiga kelas, diambil dengan menggunakan teknik purpose sampling. Analisis data dalam penelitian ini terbagi menjadi dua tahap, yaitu tahap awal (pre test) untuk memadankan kelompok eksperimen dengan problem solving dan inquiry dan kelompok kontrol dengan ekspositori dengan menggunakan uji normalitas, uji kesamaan dua varian, dan uji kesamaan dua rata-rata. Hasil perhitungan uji –t, diperoleh berdasarkan data lampiran C.3 diperoleh hasil P-Value = 0,044, maka 0,044 ˂ 0,05 sehingga Hoditolak artinya untuk taraf signifikan 5% upaya menumbuhkan pemahaman materi geografi kelas yang menggunakan metoda Creative Problem Solving Berbasis Teknologi Informasi lebih baik dari peserta didik yang mendapatkan pembelajaran metoda Ekspositori Berbasis Teknologi Informasi.Hasil perhitungan dilakukan uji –t, diperoleh berdasarkan data lampiran C.3 diperoleh hasil P-Value = 0,215, maka 0,215 ˃ 0,05 sehingga Hoditerima artinya untuk taraf signifikan 5% upaya menumbuhkan pemahaman materi geografi kelas yang menggunakan metoda Inquiry Berbasis Teknologi Informasi tidak ada perbedaan dari peserta didik yang mendapatkan pembelajaran metodaEkspositori Berbasis Teknologi InformasiKata kunci: Model Pembelajaran Creative Problem Solving Berbasis Teknologi informasi,Model pembelajaran InquiryBerbasis Teknologi Informasi, Pemahaman Materi Geografi.
PENGARUH PENGGUNAAN BUKIT SEPULUHRIBU (THE TEN THOUSAND HILLS) SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN GEOGRAFI TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP PEMANFAATAN DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP (Kuasi Eksperimen di SMAN 6 Tasikmalaya) Rahayu, Yayu
Jurnal Gea Vol 13, No 2 (2013)
Publisher : Rizki Offset

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Degradasi lingkungan akibat penambangan Bukit Sepuluhribu (The Ten ThousadnHills) perlu segera diatasi. Salah satu upayanya yaitu dengan penanaman konsep pemanfaatan dan pelestarian lingkungan hidup yang bijak kepada peserta didik SMA sebagai bagian masyarakat di wilayah perbukitan Sepuluhribu melalui pembelajaran Geografi yang kontekstual. Pembelajaran Geografi yang kontekstual untuk memberi pemahaman konsep di atas yaitu dengan cara menggunakan fenomena perubahan lansekap Bukit Sepuluhribu sebagai sumber belajar yang dilakukan melalui dua cara, yaitu membawa peserta didik ke perbukitan untuk mengobservasi fenomena secara langsung, cara kedua dengan membawa fenomena perubahan lansekap bukit ini ke dalam kelas melalui media foto. Setelah dilakukan eksperimen dengan memberi tiga kali perlakuan kepada dua kelas penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan Bukit Sepuluhribu sebagai sumber belajar di kelas yang menggunakan metode field trippeningkatan pemahaman konsep pemanfaatan dan pelestarian lingkungan hidup peserta didik mencapai 31,73%, sementara di kelas yang menggunakan media foto Bukit Sepuluhribu mengalami peningkatan sebesar 16,80%. Hal ini juga mengisyaratkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan lingkungan (Bukit Sepuluhribu) sebagai sumber belajar dalam menanamkan konsep pemanfaatan dan pelestarian lingkungan yang paling efektif adalah metode field trip. Keunggulan metode field trip dibanding foto, terjadi karena peserta didik aktif, senang, dan termotivasi untuk menggali informasi yang ada dalam lingkungannya dengan penuh perhatian seperti respon mereka dalam angket terhadap pembalajaran ini. Terlepas dari beberapa kendala yang terdapat dalam pembelajaran dengan menggunakan lingkungan (Bukit Sepuluhribu) sebagai sumber belajar, ternyata pembelajaran seperti ini memberikan dampak positif terhadap pemahaman peserta didik akan konsep pemanfaatan dan pelstarian lingkungan hidup, oleh karena itu, penulis merekomendasikan kepada guru khususnya guru Geografi agar tidak ragu untuk menggunakan lingkungan sebagai sumber pembelajaran, karena akan memudahkan pemahaman peserta didik terhadap konsep abstrak serta menyadarkan mereka untuk memperhatikan permasalahan yang terjadi di lingkungannya.Kata kunci: Lingkungan sebagai sumber belajar, pemahaman , pemanfaatan dan pelestarian lingkungan hidup
PEWARISAN NILAI-NILAI KEARIFAN TRADISIONAL DALAM MASYARAKAT ADAT (Peranan Kepala Adat dalam Mewariskan aturan Adat di Kampung Adat Dukuh Desa Cijambe, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, Propinsi Jawa Barat) Wijarnako, Beny
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 13, No 2 (2013)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v13i2.3356

Abstract

This study investigates how the inheritance of traditional values by the head of customs in the society. The study also sought to answer the question, how the tradition of leadership in the Kampung Dukuh? What is the form of traditional wisdom in the face of socio-cultural change kuncen and environmental change? Kuncen leadership is seen as a routine form of authority, because it is oriented to keep the line in the existing rules. Routine addition, the stability of traditional authority can be achieved due to internalized values, or the value of a strong process of socialization of traditional leaders in instilling values outhority sacred to the community. Kuncen is the guardian of the estate in the form of sacred tombs, traditions, and rules established by the ancestors; Within fungctions as kuncen protector also has a rule of customary law as chief at the time as a decision maker in solving the problem of Kampung Dukuh community life.
PERBEDAAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING DENGAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI BEBAS PADA ASPEK KOGNITIF PESERTA DIDIK (Penelitian Eksperimen Pada Materi Geografi di Kelas X SMAN 6 Cimahi) Nuraini, Ani
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 13, No 2 (2013)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v13i2.3352

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan dalam pembelajaran geografi yaitu rendahnya aspek kognitif peserta didik terhadap materi pembelajaran geografi dan penggunaan model pembelajaran yang tepat dan efektif. Penggunaan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan inkuiri bebas mendorong peserta didik untuk melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan untuk mencari dan menyelidiki suatu fenomena dengan sistematis, kritis, logis dan analitis, sehingga peserta didik dapat merumuskan dan menyimpulkan hasil pembelajarannya. Subyek penelitian adalah peserta didik kelas X SMAN 6 Cimahi yang berjumlah 104 orang. Teknik pengumpulan data dengan observasi dan teknik tes (pre tes dan post tes). Hasil analisis data menunjukkan: 1) Terdapat perbedaan yang signifikan model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan model pembelajaran inkuiri bebas pada aspek kognitif peserta didik, dengan nilai sig.(p–value) 0,0332 0,05. 2) Terdapat perbedaan yang signifikan model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan model pembelajaran konvensional pada aspek kognitif peserta didik, dengan nilai sig. (p-value) 0,004 0,05. 3) Tidak terdapat perbedaan yang signifikan model pembelajaran inkuiri bebas dengan model pembelajaran konvensional pada aspek kognitif peserta didik, dengan nilai sig. (p-value) 0,219 0,05.Kata kunci: Inkuiri Terbimbing, Inkuiri Bebas, Aspek Kognitif
NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT CIGUGUR-KUNINGAN DALAM PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP SEBAGAI SUMBER BELAJAR GEOGRAFI Aditya, Yuvenalis Anggi
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 13, No 2 (2013)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v13i2.3353

Abstract

Pembentukan karakter peserta didik merupakan tanggung jawab dalam prosespembelajaran yang dilakukan. Pembentukkan karakter peserta didik dapat dilakukan dengan cara mengenalkannya pada budaya lokal. Tradisi yang dilakukan oleh masyarakat lokal mengandung nilai-nilai kearifan. Berdasarkan latar belakang tersebut maka salah satu upaya dalam membentuk karakter peserta didik adalah menggali nilai-nilai kearifan lokal. Hasil penelitian ini dijadikan sebagai sumber belajar geografi. Penelitian ini bertujuan untuk menggali nilai-nilai kearifan lokal yang ada di masyarakat Cigugur, khususnya masyarakat AKUR (Adat Karuhun Urang) dalam bentuk pengelolaan lahan dan tradisi yang ada kemudian mengidentifikasikannya dalam pembelajaran geografi. pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode etnometodologi. Penelitian dilakukan dengan cara wawancara yang mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi tentang masyarakat AKUR Cigugur, sehingga penelitian ini dipusatkan pada kegiatan sehari-hari masyarakat AKUR Cigugur dalam mengelola lahan dan hubungannya dengan alam lingkungan sekitarnya berupa tradisi yang masih dipegang teguh oleh masyarakat tersebut. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan nilai-nilai kearifan lokal yang berhubungan dalam pelestarian lingkungan hidup. Adapun nilai-nilai yang merupakan temuan dari penelitian ini adalah: Nilai Integritas Keruangan, Nilai Adaptasi Ekologi, Nilai Keselarasan, Nilai Keseimbangan, Nilai Kesinambungan, Nilai Ketaatan, Nilai Kebersamaan, Nilai Gotong royong, dan Nilai Budaya. Temuan nilai-nilai ini kemudian diidentifikasi menjadi sumber belajar geografi. Identifikasi nilai kearifan lokal dilakukan dengan cara mengklasifikasikan nilai-nilai tersebut sesuai dengan jenis sumber belajar, kemudian menerapkannya menjadi RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) pada KD (Kompetensi Dasar) Menganalisis pelestarian lingkungan hidup dalam kaitannya dengan pembangunan berkelanjutan.Kata kunci : Nilai-nilai Kearifan Lokal, Pelestarian Lingkungan Hidup. Sumber BelajarGeograf
STUDI KOMPARATIF PENGGUNAAN MEDIA PETA TEMATIK DENGAN MEDIA CD INTERAKTIF TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS BAHAN AJAR POLA KEGIATAN EKONOMI PENDUDUK, PENGGUNAAN LAHAN, DAN POLA PEMUKIMAN (Studi Kasus SMP Negeri 1 Haurwangi Kabupaten Cianjur) Suhandi, Didi
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 13, No 2 (2013)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v13i2.3393

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh proses pembelajaran yang kurang maksimal, yang  hanya menekankan kepada kemampuan peserta didik untuk menghafal  yang sifatnya kognisi.  Peserta didik dipaksa untuk mampu mengingat berbagai teori dan konsep, tanpa diutamakan untuk memahami teori dan konsep yang diingatnya itu untuk diaplikasikan dalam kehidupan  sehari-hari.  Peserta didik kurang dilatih untuk memiliki keterampilan berpikir kritis, sehingga setelah mereka lulus, hanya pintar secara teoritis tetapi miskin aplikasi. Mengingat fungsi media pembelajaran cukup besar  dalam proses pembelajaran, maka  upaya yang dapat dilakukan yaitu mencoba mencari alternatif  penggunaan  media pembelajaran yang tepat.  Dalam pelaksanaan penelitian dipilih dua media pembelajaran yaitu “media peta tematik” dan “media CD interaktif”, yang secara teoritis diharapkan dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dari kedua media pembelajaran yaitu “media  peta tematik”dan “media CD interaktif”.  Penelitian dilakukan kepada peserta didik kelas VII dengan sampel penelitian masing-masing 39 orang dari “kelas eksperimen-1” dan “kelas eksperimen-2”.  “Kelas eksperimen-1” diberi perlakuan  melalui proses pembelajaran dengan mengunakan “media  peta tematik”, sedangkan “kelas eksperimen-2” proses pembelajarannya menggunakan “media CD interaktif”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa “kelas eksperimen-1” yang proses pembelajarannya menggunakan “media  peta tematik” mengalami peningkatan sebesar 28,62 %, dan “kelas eksperimen-2” yang proses pembelajarannya menggunakan “media CD interaktif meningkat 22,67 %. Hal ini berarti terdapat  perbedaan 5,95%. Hal ini menunjukkan  bahwa penggunaan “media peta tematik” relatif lebih baik  untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis pada peserta didik dibanding dengan penggunaan “media CD interaktif” walaupun perbedaannya hanya 5,95. Kata kunci: media peta tematik, keterampilan berpikir kritis.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS Fauziyansyah, Yudi Agus; Maryani, Enok; Nigrum, Epon
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 13, No 2 (2013)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v13i2.4173

Abstract

This research was based on the importance critical thinking skills for learner. One of models which can develop critical thinking skills are learning model STS. For that, the researcher tried to apply the learning models STS with characteristic emphasis on process skills in problem-solving so can training the critical thinking skills. So that, the research aimed to determine the effect of the learning model STS critical thinking skills. The research method in this research are experimental method and use non equivalent pre test post test design. The subject in this  research is consist of experimental group who using learning model STS and control group is using discussion method Instrumental research are using test, observation and assignment sheet. Statistical used in this research and use normality test, homogeneity test and hypothesis test using SPSS programme. The results showed that 1) There is no difference in students 'prior knowledge' before learning implemented 2) There are difference between the results of students  post-test experimental group with the control group 3) There are difference between in students critical thinking skills between the experimental group with the control group. So that there is any effect for the influence of learning model STS for critical thinking skills Keywords : learning model STS, discussions method, the experimental design, critical thinking skills. 

Page 1 of 1 | Total Record : 7