cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
GEA, Jurnal Pendidikan Geografi
ISSN : 14120313     EISSN : 25497529     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Geografi Gea is the information media academics and researchers who have attention to developing the educational disciplines and disciplines of Geography Education in Indonesia. GEA taken from the Greek Ghea means "God of Earth." Jurnal Geografi Gea provides a way for students, lectures, and other researchers to contribute to the scientific development of Geography Education. GEA received numerous research articles in the field of Geography Education Science and Geography.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 16, No 2 (2016)" : 10 Documents clear
STUDI PERBANDINGAN PEMETAAN RISIKO BENCANA LONGSOR BERBASIS PENDEKATAN NORMATIF DAN PENDEKATAN KUANTITATIF DI KABUPATEN GARUT Hikmah, Nurul
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 16, No 2 (2016)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v16i2.3558

Abstract

Garut District is often affected by landslides. Based on data from researchs some landslides were induced by rainfall, slopes, type of soil, landuse, and geology. Some methods for a landslide risk zonation maps were created based on score and weight. So far only landslide hazard zonation maps created in Garut RTRW and PVMBG. Some of the results do not reflect actual data, as many landslides occur in  low hazard class. Therefore, it is needed to find  what appropriate method  to create land slide hazard and furthermore to risk map. This research aims to (1) Evaluate normative based hazard mapping (score and weight approach) and quantitative (real data in research area) based in Garut, (2) Evaluate mapping based vulnerability-based land use, (3) Evaluate  risk level in Garut. The results showed that the formula for assessing hazard based on scores and weighting parameters following government method of BNPB (2012)as Landslide Hazard = 0,25*Land Use and Conservation + 0,35*Soil + 0,40*Slope,  and based on scores and weighting parameters from actual  landslide extracted from Linear Regression Analysis as Landslide Hazard = - 2, 059 + 1,762* Land Use and Conservation + 0,022*Soil + 0,002*Slope. The formula for assessing vulnerability is V = ((0,5* Land Use and Conservation) + (0,2*Population Density) + (0,3*Land Rent)). The formula of landslide risk is R = H x V. Based on these formulas, landslide hazard map quantitative method has a correlation value of R2 = 0.907. The high vulnerability class chraracterised by conservation of contour strip cropping to crop carrots and the cabbage have the highest vulnerability classes.  Distribution of the high hazard class almost uniformly in the research area. The high landslide risk class has an area of 17.25 hectares, or 30.62 % of research area. Keywords: landslide, risk mitigation, normative and quantitative approaches, Garut.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN GEOGRAFI (Penelitian Eksperimen Kuasi Pada Kelas X SMA Labschool UPI Bandung) Taniady, Vicky; Setiawan, Iwan; Waluya, Bagja
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 16, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v16i2.5231

Abstract

Tantangan dalam pembelajaran geografi adalah penyampaian konsep-konsep esensial yang terdapat pada materi pembelajaran yang terkadang sulit untuk dihadirkan langsung di dalam kelas. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi kesulitan tersebut adalah penggunaan media pembelajaran audio visual yang dapat menjadi simplikasi dari realitas yang kompleks. Melalui penggunaan media audio visual, peserta didik diharapkan dapat mengamati konsep-konsep yang terkandung dalam materi pembelajaran dengan proses pengalaman melalui inderanya sehingga meningkatkan pemahaman konsep geografi. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi pemahaman konsep peserta didik ketika menggunakan media audio dalam pembelajaran geografi di SMA Labschool UPI Bandung.  Metode penelitian yang digunakan yakni metode eksperimen kuasi dengan pola desain kelompok kontrol pretes-pascates berpasangan. Subjek penelitian ini adalah peserta didik SMA Labschool UPI Bandung dengan dua kelas sebagai sampel penelitian yakni X IPS sebagai kelas eksperimen yang akan menggunakan media audio visual dan kelas X IPS 3 sebagai kelas kontrol yang tidak menggunakan media audio visual  dalam pembelajaran geografi sub materi seisme. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan tes pemahaman konsep dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan yakni uji statistik diantaranya uji normalitas menggunakan chi square, uji homogenitas menggunakan uji-F, dan uji hipotesis menggunakan uji-t. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukan adanya peningkatan skor gain rata-rata kelas eksperimen pada ketiga indikator yakni translasi (1,43), intrepretasi (1,40), dan ekstrapolasi (0,71) yang lebih tinggi daripada kelas kontrol yakni translasi (1,14), intrepretasi (1,49), dan ekstrapolasi (0,54). Kesimpulannya, pembelajaran geografi dengan penggunaan media audio visual jauh lebih efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep peserta didik khususnya pada indikator translasi.
ANALISIS KEBERADAAN 92 PULAU TERLUAR DI INDONESIA DALAM MENDUKUNG PENGEMBANGAN KONSEP TOL LAUT Baihaqi, Rizki
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 16, No 2 (2016)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v16i2.3022

Abstract

Salah satu cara pemerintah Indonesia untuk mewujudkan konsep poros maritim dunia adalah dengan mengimplementasikan tol laut. Saat ini konsep tol laut masih terpaku pada penyebaran logistik dari barat ke timur Indonesia, padahal secara mendasar konsep tol laut merupakan suatu bentuk perwujudan konektivitas antar pulau seluruh Indonesia. Dengan fakta Indonesia memiliki 92 pulau terluar, sudah seharusnya konsep tol laut ini mulai memperhatikan pengembangan pulau terluar. Dalam penelitian ini, pengembangan yang akan dilakukan ditinjau dari aspek yaitu pertahanan dan keamanan. Dari 92 pulau terluar yang ada tentunya perlu dilakukan penentuan pulau mana yang strategis untuk dikembangkan. Penentuan pulau yang strategis tersebut dilakukan dengan menggunakan metode komparasi terhadap parameter yang berkaitan terhadap kedua aspek tersebut.  Parameter yang digunakan pada aspek kemanan dan pertahanan adalah kondisi geografis pulau terluar, kedekatannya dengan Alur Laut Kepulauan Indonesia, dan pelabuhan laut yang sudah ada. Berdasarkan aspek pertahanan dan keamanan, diperoleh 8 pulau terluar yang strategis untuk dikembangkan yaitu Pulau Tokongma, Pulau Subi Kecil, Pulau Lingian, Pulau Dana, Pulau Leti, Pulau Dana, Pulau Larat, dan Pulau Kaiwo.Kata Kunci: Poros Maritim Dunia, Tol Laut, Pulau Terluar
POLA SPASIAL PENJALARAN PERKOTAAN BODETABEK: STUDI APLIKASI MODEL SHANNON’S ENTROPY Prasetyo, Arief
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 16, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v16i2.2439

Abstract

Perkembangan perkotaan yang pesat terjadi di negara berkembang terutama pada wilayah pinggiran kota. Dampaknya adalah terjadinya penjalaran yang merupakan fenomena perkotaan yang kompleks dan sulit diukur. Pemangku kebijakan memerlukan metode yang sederhana untuk mengontrol dan mengevaluasi penjalaran sebuah kota. Penelitian ini mengintegrasikan model Shannon Entropy dengan penginderaan jauh dan SIG untuk menganalisis pola penjalaran kota di Bodetabek berdasarkan dua aspek jarak yaitu terhadap pusat kota dan jaringan jalan untuk menggambarkan pola penjalaran perkotaan. Penerapan Shannon’s Entropy di Bodetabek pada 1989-2014 menunjukkan bahwa pola penjalaran linier lebih dominan terjadi di Kabupaten Bogor, Bekasi dan Kota Bogor. Semakin besarnya indeks Shannon’s Entropy mengindikasikan kecenderungan penjalaran perkotaan yang semakin acak. Pola penjalaran melompat (dan acak) terjadi di Kabupaten Tangerang yang ditandai indeks entropy yang tinggi. Penjalaran kota di Bodetabek dipengaruhi oleh karakterik fisik dan sosial wilayah terutama aspek kemiringan tanah dan perubahan jumlah penduduk
PENGARUH LINGKUNGAN SEKOLAH TERHADAP KECERDASAN SPASIAL PESERTA DIDIK MELALUI AFFORDANCE DAN GEO-LITERACY MENGGUNAKAN ANALISIS JALUR (Studi Kasus SMA Negeri di Kota Bandung dan Kabupaten Bandung) Urfan, Faiz
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 16, No 2 (2016)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v16i2.3281

Abstract

Dalam pembelajaran Geografi, kecerdasan spasial merupakan komponen yang penting karena Geografi merupakan disiplin ilmu yang mempelajari tentang ruang (space). Lingkungan sekolah memiliki pengaruh terhadap peningkatan kecerdasan spasial peserta didik. Namun sampai saat ini belum ditemukan penjelasan yang spesifik tentang mekanisme pengaruh lingkungan sekolah terhadap kecerdasan spasial. Penelitian ini merupakan penelitian survei dan dilakukan di SMA negeri di Kota Bandung dan SMA negeri Kabupaten Bandung dengan jumlah sampel sebanyak 264 responden yang tersebar di sembilan sekolah. Pengaruh lingkungan sekolah terhadap kecerdasan spasial dapat dijelaskan dengan analisis jalur yang melibatkan dua variabel lain, yakni affordance dan geo-literacy. Adapun kesimpulan yang dihasilkan yaitu (1) lingkungan sekolah tidak signifikan berpengaruh terhadap affordance; (2) lingkungan sekolah dan affordance secara signifikan berpengaruh terhadap geo-literacy; (3) affordance dan geo-literacy secara signifikan berpengaruh terhadap kecerdasan spasial. Peneliti merekomendasikan agar konsep kecerdasan spasial dalam pembelajaran Geografi terus dikaji untuk melahirkan konsep yang valid dan baku. Kata kunci: Lingkungan sekolah, affordance, geo-literacy, kecerdasan spasial, analisis jalur.
PENGEMBANGAN MODEL NILAI TANAH DENGAN GEOGRAPHICALLY WEIGHTED REGRESSION (GWR) DALAM PENGUJIAN KUALITAS NILAI TANAH PADA LINGKUNGAN TERPENGARUH KEBERADAAN TRANSPORTASI DARAT DAN UDARA (STUDI KASUS: KELURAHAN CAMPAKA, KECAMATAN ANDIR, KOTA BANDUNG) Apriani, Levana
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 16, No 2 (2016)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v16i2.2469

Abstract

berada. Lokasi tanah biasanya berhubungan dengan kedekatan tanah tersebut dengan fasilitas tertentu. dalam penelitian ini yang dibahas adalah kedekatan dengan fasilitas transportasi darat dan udara. Fasilitas transportasi darat dan udara dapat menimbulkan dampak positif dan dampak negatif untuk nilai tanah. Tujuan penenelitian ini adalah ingin mengembangkan model penilaian tanah untuk mengakomodasi dampak yang ditimbulkan oleh keberadaan fasilitas transportasi darat dan udara. Pemodelan nilai tanah menggunakan Geographically Weighted Regression (GWR). Pemodelan nilai tanah dengan GWR akan mendapatkan model di tiap persil. Fasilitas transportasi yang dijadikan parameter penilaian untuk nilai tanah ini adalah lebar jalan. radius bandara. radius rel kereta api. jarak ke stasiun. jarak ke terminal. jarak ke pasar. jarak ke pemadam kebakaran. jarak ke rumah sakit. status hukum lahan. guna lahan. dan kesesuaian lahan.  Model GWR yang digunakan untuk penelitian ini menggunakan kernel fixed gaussian dan fixed bisquare dengan pencarian bandwidth optimum menggunakan Akaike Information Criterion (AIC) dan Cross Validation (CV). Selain dengan GWR. dilakukan juga pemodelan dengan regresi linier. Analisis model dilakukan dengan melihat residu antara variabel dependen, yaitu Nilai Indikasi Rata-rata (NIR) dan Zona Nilai Tanah (ZNT) Badan Pertanahan Nasional (BPN). Perbandingan juga dilakukan tiap persil dengan survey lapangan. Model yang dipilih untuk merepresentasikan daerah Kelurahan Campaka adalah GWR dengan fixed gaussian dan AIC. Pemilihan ini berdasarkan nilai root mean square error (RMSE) dan kondisi nilai tanah.
Pengaruh Literasi Informasi Bencana Terhadap Kesiapsiagaan Masyarakat dalam Menghadapi Bencana di Provinsi Jawa Barat Marlyono, Setio Galih
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 16, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v16i2.4491

Abstract

Provinsi Jawa Barat merupakan salah satu provinsi terpadat penduduknya, dan mempunyai potensi bencana yang tinggi, sehingga diperlukan usaha untuk meminimalisir dampak bencana. Salah-satu usaha meminimalisir dampak bencana adalah dengan meningkatkan kemampuan literasi informasi bencana, untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Tujuan penelitian untuk menganalisis pengaruh literasi informasi bencana terhadap kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana di Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan metode survey. Hasil penelitian menunjukan adanya pengaruh literasi informasi bencana terhadap kesiapsiagaan masyarakat yaitu mencapai 45%. Literasi Informasi tersebut terdiri atas 4 indikator, yaitu mengidentifikasi dan menemukan informasi 36%, mengevaluasi informasi 25%, mengorganisasikan dan mengintegrasikan informasi 26%, serta memanfaatkan dan mengkomunikasikan informasi secara efektif legal dan etis 26%. Simpulannya, literasi informasi bencana memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana di Provinsi Jawa Barat.
PENENTUAN RUTE PELAYARAN TERBAIK UNTUK MENDUKUNG PROGRAM TOL LAUT NKRI (STUDI KASUS: RUTE PELAYARAN PELABUHAN BELAWAN MENUJU PELABUHAN TANJUNG PRIOK) Hakim, Luthfi
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 16, No 2 (2016)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v16i2.3030

Abstract

Dalam rangka mendukung konektivitas dan sistem logistik nasional pemerintah Indonesia saat ini memiliki program utama yaitu konsep pengembangan tol laut. Konsep tersebut tertuang di dalam RPJMN 2015-2019 Bappenas yang intinya yaitu konektivitas laut yang efektif berupa adanya kapal yang melayari secara rutin dan terjadwal dari barat sampai ke timur Indonesia sehingga dapat mewujudkan sistem distribusi barang yang efisien. Agar konsep pelayaran tol laut ini dapat diimplementasikan secara maksimal oleh pemerintah maka penentuan rute pelayaran terbaik dari satu pelabuhan ke pelabuhan lainnya menjadi sesuatu yang sangat penting guna meningkatkan keselamatan  pelayaran dan juga efektifitas pelayaran. Tujuan dari penelitian ini mendapatkan rute pelayaran terbaik dari satu pelabuhan ke pelabuhan lain untuk mendukung program tol laut Negara Kesatuan Republik Indonesia. Konsep rute pelayaran terbaik yaitu rute pelayaran yang terpendek (short route) dan teraman (safe route) dari segi navigasi pelayaran sehingga pelayaran menjadi efisien (efficient). Wilayah studi di penelitian ini hanya difokuskan pada penentuan rute pelayaran terbaik dari Pelabuhan Belawan menuju Pelabuhan Tanjung Priok.  Metodologi yang dilakukan di penelitian ini yaitu metode perbandingan (comparising) dengan cara menganalisis antara rute pelayaran eksisting yang dikeluarkan oleh Dishidros TNI AL dengan rute pelayaran alternatif. Parameter yang digunakan yaitu jenis kapal yang dipakai untuk program tol laut (kapal perintis 2000 GT), rute pelayaran terpendek dan keselamatan navigasi pelayaran. Dari hasil analisis didapatkan rute pelayaran eksisting (Dishidros TNI AL) bukan merupakan rute pelayaran terbaik. Hal tersebut dikarenakan rute pelayaran yang dikeluarkan oleh Dishidros TNI – AL tidak mereferensikan spesifikasi kapal yang melewati rute pelayaran tersebut. Rekomedasi  atau saran untuk penelitian lebih lanjut dapat ditambahkan parameter hidro-oseanografi di sepanjang rute pelayarannya. Selain itu di harapkan untuk penelitian lebih lanjut dapat dilakukan analisis penentuan rute pelayaran dengan menggunakan spesifikasi kapal di atas 2000 GT seiring dengan perkembangan kebutuhan kapal untuk mendukung program Tol Laut NKRI 
PENGARUH PENGALAMAN BENCANA TERHADAP KESIAPSIAGAAN PESERTA DIDIK DALAM MENGHADAPI ANCAMAN GEMPABUMI DAN TSUNAMI Havwina, Tian; Maryani, Enok; Nandi, Nandi
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 16, No 2 (2016)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v16i2.4041

Abstract

ABSTRAKSalah satu yang dapat mempengaruhi kesiapsiagaan individu adalah dengan adanya pengalaman bencana di masa lalu baik yang dialami secara langsung maupun secara tidak langsung. Pengalaman bencana akan menjadi suatu pembelajaran yang berguna dimasa yang akan datang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengalaman bencana terhadap kesiapsiagaan peserta didik di Kota Banda Aceh dengan menggunakan metode penelitian survey. Jumlah sampel sebanyak 90 responden. Data diolah dengan menggunakan analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman bencana mempengaruhi kesiapsiagaan peserta didik walaupun hubungan yang terjadi sedang. Namun demikian mayoritas kesiapsiagaan peserta didik dalam menghadapi ancaman gempa bumi dan tsunami berada pada kategori sangat siap. Oleh sebab itu, untuk dapat terus meningkatkan dan mempertahankan kesiapsiagaan peserta didik, sekolah dapat memanfaatkan situs peninggalan bencana gempa bumi dan tsunami dalam proses pembelajaran di sekolah sebagai bahan ajar dan menggunakan buku manual/saku kesiapsiagaan untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Kata Kunci : Pengalaman Bencana, Kesiapsiagaan, Peserta Didik ABSTRACTOne factor that can affect individual’s preparedness is disaster’s experience in the past, whether it was experienced directly or not. Disaster’s experience will be a useful knowledge in the future. The purpose of this study is to investigate the effect of disaster’ experience on students’ preparedness in Banda Aceh using survey as the research methods. There are 90 participants in this study. The data was analyzed using the simple linear regression. The result shows that disaster’s experience affected students’ preparedness, even though the correlation is not high. However, the students’ preparedness in facing the threat of earthquake and tsunami is very ready. Thus, for increasing and maintaining the students’ preparedness, school can utilize the earthquake and tsunami sites on the learning process as a learning material, and also utilize the manual book of preparedness. Keyword : Disaster’s experience, Preparedness, Students
COVER AND LIST OF CONTENTS OF GEA VOLUME 16 NO. 2 OCTOBER 2016 GEA, JURNAL
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 16, No 2 (2016)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v16i2.12079

Abstract

Page 1 of 1 | Total Record : 10